Wagub & Wakapolda NTT Dukung ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak’

137 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Masih dalam rangkaian kegiatan 16 HAKTP ke-18 (16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan [25 November 2018 –10 Desember 2018]); oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (DP3A NTT) dilaksanakan kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Stop Bajual Orang (Human Traffiking/Perdagangan Orang) di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi NTT, Sabtu/8 Des 2018 pukul 06.00 WITA—selesai.

Mengambil rute jalan santai sepanjang jalan El Tari dengan start dan finish di depan Kantor Gubernur NTT, para peserta kampanye yang kebanyakan perempuan dari unsur Lembaga Masyarakat dan institusi TNI/Polri, pelajar SMP 1 dan SMA 1 Kupang menyerukan ‘Stop Kekerasan Perempuan’; ‘Stop Kekerasan Anak’; dan ‘Stop Perdagangan Orang’. Kampanye dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Perlindungan Anak (DP3A) NTT ini didukung oleh Wagub/ Gubernur 2 Josef Nae Soi dan Wakapolda NTT Brigjend Joni Asadoma.

Selain kampanye HAKTP ke-18, juga dikampanyekan atasi gizi dengan kelor; dengan slogan ‘Kita Atasi Gizi dan Ekonomi Keluarga Melalui Kelor (Tanam, Panen, Nikmati). Kampanye HAKTP didukung dengan drum band dari SMPK St Yoseph Kupang dan mendapat perhatian dari seluruh peserta car free day.

Kepala DP3A NTT, Dra Bernadeta Usboko, M.Si., usai jalan santai menyampaikan bahwa perempuan mengalami kasus kekerasan fisik dan psikis dan berbagai kekerasan sehingga tidak bisa bersuara tentang perempuan.

“Kegiatan kampanye HAKTP berupa dialog interaktif akan dilaksanakan di TVRI bersama Wagub, Wakapolda dan Ketua DPRD NTT (Sabtu,8/12/18 pukul 18.00 WITA). Pada Senin,10 Des 2018 dilaksanakan Sosialisasi Pornografi dan Hak Asasi Manusia di sekolah-sekolah,” ujar Kepala DP3A NTT.

Lebih lanjut Erni Usboko sapaan akrab Kepala DP3A ini menuturkan bahwa persoalan perempuan cukup banyak. “Mereka ingin memperoleh dukungan ekonomi produktif karena dengan ekonomi produktif akan mengurangi angka kekerasan,”ungkap Erni Usboko.

Wagub NTT, Josef Nae Soi mengatakan tidak akan bosan untuk bekerja menghentikan penjualan orang atau perdagangan orang di Provinsi NTT. “Kalo harus mengirim orang ke luar, maka harus dilakukan sesuai prosedur.Mari kita sama-sama menghentikan perdagangan orang,” ajak Gubernur 2 NTT

Disamping itu, Wakapolda NTT, Brigjenpol Joni Asadoma mengungkap bahwa setiap hari terjadi 808 tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kepada laki-laki yang ada disini agar tidak menggunakan kekerasan terhadap perempuan dan anak; Bagi para isteri agar bisa melayani suami dan keluarga besar; dan bisa menyayangi mertua,” himbau mantan Petinju Nasional asal NTT ini kepada para peserta kampanye.

Selain jalan santai kampanye HAKTP, juga dilaksanakan senam zumba bersama dan games dengan doorprize dari Bank NTT.

Penulis dan editor (+rony banase)

(Visited 1 times, 1 visits today)