Kerja sama Pemkab Simeulue, Unicef & PKBI Helat Pelatihan Pengasuhan/ToT

169 Views

Training of Trainer Pengasuhan bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pelatih tingkat Kabupaten Simeulue untuk melanjutkan pelatihan modul BKB konteks Aceh di level kecamatan dan desa.

Simeuleu, Garda Indonesia | Kesejahteraan dan perlindungan anak secara erat berhubungan dengan tingkat kemampuan pengasuhan orang tua, dengan demikian investasi terhadap semua orang tua, pengasuh, dan keluarga dilengkapi dengan dukungan peningkatan kemampuan pengasuhan adalah hal yang sangat penting.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dilaksanakan pelatihan untuk pelatih atau Training of Trainer (ToT) Pengasuhan Tingkat Kabupaten dilaksanakan sejak tanggal 9—13 Januari 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue bekerja sama dengan UNICEF Perwakilan Aceh dan PKBI Aceh di Wisma Harti, Desa Ameria Bahagia, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan tenaga pelatih tingkat Kabupaten Simeulue untuk melanjutkan pelatihan modul pengasuhan BKB (Bina Keluarga Balita) konteks Aceh di level kecamatan dan desa. Diharapkan para tenaga pelatih ini dapat melakukan penguatan kapasitas terhadap orang tua (baik Ibu, Ayah, dan Pengasuh) dalam meningkatkan praktik pola asuh positif dalam keluarga secara optimal. Kegiatan ini juga menghasilkan rancangan rencana aksi untuk training dan tindak lanjut bagi peserta di level kecamatan dan desa.

Fasilitator provinsi atau Master of Trainer dari Banda Aceh dilibatkan untuk memfasilitasi sesi selama 5 hari. Metode pembelajaran yang dilakukan ialah 3 hari di kelas, 1 hari praktik lapangan yang dilakukan di 10 desa, dan 1 hari diskusi rencana tindak lanjut. Peserta yang terlibat sebanyak 26 orang yang terdiri dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan, Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Puskesmas/Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia, LSM Anak, dan fasilitator Forum Anak.

Hadir pula perwakilan UNICEF Indonesia Derry Fahrizal Ulum (Unit Perlindungan Anak) dan Dedi Saputra (Unit Kesehatan) yang terlibat dari pembukaan, hingga dihadiri oleh Bupati Simeulue dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Simeulue pada saat penutupan acara.

Mengasuh secara positif artinya menyediakan perawatan dan dukungan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang. Menurut UNICEF, pengasuhan (parenting) ialah ‘interaksi, perilaku, emosi, pengetahuan, kepercayaan, sikap, dan praktik yang berkaitan dengan penyediaan perawatan dan dukungan kepada anak’ . Evaluasi yang dilakukan oleh Bank Dunia pada tahun 2015 menemukan korelasi positif antara tingkat pengetahuan dan kemampuan pengasuhan orang tua terhadap perkembangan anak secara kesehatan maupun aspek pendidikan dan perkembangan psikososial anak, di luar tingkat penghasilan dan pendidikan orang tua.

Bupati Simeulue Erli Hasim, S.H., S.Ag., M.Ikom. mendukung inisiatif ini dan menekankan bahwa kegiatan penguatan pengasuhan seperti ini perlu dilakukan terhadap kader di desa-desa agar dapat menyampaikan pesan pola asuh yang benar kepada masyarakat, utamanya melalui kelompok BKB, kelompok PKK, dan kelompok lainnya di setiap desa, seperti kelompok pengajian Ibu atau kelompok ayah.

“Program Parenting ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Ke depan, hal ini perlu diperkuat dengan adanya regulasi yang mendorong desa menggunakan Dana Desa dalam rangka penguatan ayah maupun ibu terhadap pengasuhan anak” ujar Pak Erli pada saat memberikan arahan. “Program ini juga salah satunya dapat berkontribusi dalam menangani masalah stunting anak di masyarakat”

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas pengelola BKB yang ada di Kabupaten Simeulue sehingga program pengasuhan ini bisa merata di seluruh desa, kemudian kita berharap seluruh peserta yang mendapatkan pelatihan ini bisa mengaplikasikan wawasan ini tidak hanya pada keluarganya sendiri, tapi juga pada kelompok belajar yang ada di lingkungan masyarakat seperti kelompok pengajian. Pesan kunci pada program ini ialah untuk meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri orang tua atau pengasuh dalam pengasuhan, membangun komunikasi yang efektif dalam keluarga, meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan, hingga mencari pertolongan saat anak sakit atau saat mengalami kasus kekerasan”, tegas Agus Agandi, Perwakilan PKBI Aceh. Membangun keluarga artinya perlu ada perencanaan, termasuk dalam hal pengasuhan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Simeulue Hj Suryani, A.Md. mengharapkan bahwa para peserta pelatihan yang selanjutnya akan menjadi trainer untuk menindaklanjuti dan melatih para ayah dan ibu di desa dan kecamatan di seluruh wilayahnya.

“Ini adalah strategi yang kuat untuk memberdayakan PKK. Saya sangat mendukung program penguatan pola asuh di kelompok BKB dan kelompok lainnya di setiap desa, sehingga diharapkan terjadi penguatan pola asuh bagi anak di masyarakat. Saya mengajak para Tim PKK Kabupaten untuk memastikan pelatihan kader di setiap kecamatan terlaksana di seluruh desa di Kabupaten Simeulue,”ujarnya menekankan peran penting kader PKK dalam menguatkan program.

Program Pengasuhan (Parenting) ini juga merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah perlu menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Pengasuhan juga merupakan salah satu hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak Anak (KHA) PBB dan dilindungi dalam UU Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014. Berfokus pada penguatan orang tua dalam memastikan perlindungan anak melalui simulasi psikososial dan pola asuh positif, kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Simeulue ini juga merupakan bagian dari intervensi besar program pengasuhan untuk pengentasan malnutrisi ibu dan anak terintegrasi di Provinsi Aceh.

Pemerintah Kabupaten Simeulue, UNICEF, dan PKBI berkomitmen untuk mendukung orang tua agar mereka dapat memberikan pengasuhan terbaik agar mereka dapat berkontribusi untuk mencapai visi SDM Unggul, Indonesia Maju, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Tentang Pemerintah Kabupaten Simeulue
Visi Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue adalah “Terwujudnya Simeulue yang maju, Sejahtera dan bermartabat dalam bingkai masyarakat Madani.”  Untuk informasi lebih lanjut tentang Kabupaten Simeulue, kunjungi: http://simeuluekab.go.id

Tentang UNICEF
UNICEF bekerja di beberapa tempat paling sulit di dunia, untuk menjangkau anak-anak yang paling dirugikan di dunia. Di 190 negara dan wilayah, kami bekerja untuk setiap anak, di mana saja, untuk membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang.
Untuk informasi lebih lanjut tentang UNICEF dan pekerjaannya, kunjungi: http://www.unicef.org.  Ikuti UNICEF di Twitter: http://@UNICEFIndonesia.    dan Facebook: UNICEF Indonesia

Tentang PKBI
Berdiri sejak 23 Desember 1957, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia. Lahirnya PKBI dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pendiri PKBI, yang terdiri dari sekelompok tokoh masyarakat dan ahli kesehatan terhadap berbagai masalah kependudukan dan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Setelah melalui lima dasawarsa PKBI kini berada di 26 Provinsi mencakup 249 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh dan Kabupaten Simeulue.(*)

Sumber berita (*/Derry Fahrizal Ulum– Perwakilan UNICEF Indonesia)
Editor (+rony banase)

(Visited 14 times, 1 visits today)