oleh

Wakil Bupati Kupang Titip ‘Nasib Guru Honorer’ kepada Anita Jacoba Gah

Kab Kupang, Garda Indonesia | Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menitipkan nasib Guru Honorer yang mengabdikan diri untuk memajukan pendidikan di wilayah yang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2020/03/12/46-bangunan-sekolah-di-kupang-rusak-anita-gah-upaya-dorong-dana-pusat/

Permintaan Jerry Manafe tersebut disampaikannya saat kunjungan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah di ruang kerjanya pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 10.30 WITA.

“Saya punya pengalaman saat bertemu 2 (dua) orang Guru Honorer di Amfoang (salah satu kecamatan, red). Mereka mengatakan upah honor hanya Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dan mereka menetap di rumah warga. Saya mohon agar Ibu Anita dapat berbicara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat mengangkat tenaga honorer, terlebih tolonglah lihat guru honorer,” ungkap Wakil Bupati Kupang yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang 2 (dua) periode ini dengan sangat miris.

Lanjut Wakil Bupati Kupang, “Tenaga Honorer kita ibarat seperti layang-layang putus talinya, kasihan nasib guru honor, mereka sangat susah. Saya mohon, jika dapat dibantu agar dapat memprioritaskan tenaga guru honorer yang telah lama bekerja karena mereka menganggap profesi sebagai panggilan untuk mengabdi dengan ketulusan.”

Pertemuan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah

Saat ini, ujar Jerry Manafe, wajah Kabupaten Kupang agak berbeda!, Kabupaten Kupang merupakan kabupaten yang telah melahirkan Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Sabu Raijua. Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pendidikan di Kabupaten Kupang sangat terbatas sekitar 30 Miliar per tahun.

“Saya tidak suka lihat wajah Kabupaten Kupang dengan kondisi saat ini!,” tegas Jerry Manafe seraya berkata bahwa cara kerja kepala dinas dan kabid di sini tidak mempunyai rasa memiliki dan mencintai kabupaten ini. Penegasan ini langsung ditujukan kepada Kadis Pemuda dan Olahraga, Sepri Klau, Kadis Pariwisata, Pieter Sabaneno; Sekretaris Dinas Arsip, Mariana Damaledo; Kadis Pendidikan Imanuel Buan, dan beberapa kabid dari dinas terkait yang turut serta menerima kunjungan reses Anita Jacoba Gah.

Foto bersama Anita Jacoba Gah, Wakil Bupati Kupang, Kadis dan kabid terkait bidang kerja Komisi X DPR RI

Menanggapi permintaan Wakil Bupati Kupang, Anita Jacoba Gah menanyakan berapa banyak tenaga guru honorer yang hendak diangkat di Kabupaten Kupang?

“Kami sebagai wakil rakyat di DPR RI dengan kondisi seperti anak kecil berebut makanan. Saya akan sangat kecewa sekali jika apa yang telah kami perjuangkan sia-sia, seperti masalah penyaluran dana PIP (Program Indonesia Pintar),” beber Anita.

Untuk itu, imbuh Anita, dirinya meminta laporan dan data dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang. “Saya juga melihat dengan mata kepala sendiri, mereka (Guru Honorer, red) menerima upah Rp.150.000,- oleh karena itu, saya meminta kepada Wakil Bupati Kupang untuk memberikan informasi berapa banyak tenaga Guru Honorer yang mau diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2020,” pinta Anita Jacoba Gah.

Anita Gah juga menyampaikan bahwa perjuangannya saat ini berfokus untuk Kabupaten Kupang tak hanya pada bidang pendidikan, namun juga untuk pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

News Feed