Arsip Tag: Anita Jacoba Gah

Kunjungi Warga Namosain, Anita Gah Helat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

74 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kembali terpilih keempat kali pada periode 2019—2024 sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, S.E. mengunjungi dan menyapa warga Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menghelat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Berlokasi di Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Manahain Jemaat Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 29 November 2019 pukul 16.30 WITA—selesai; Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diikuti oleh sekitar 150 orang dari berbagai latar belakang termasuk Kader Posyandu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat umum. Sebelumnya di tempat sama Anita Gah juga menghelat kegiatan sama pada Selasa/18 September 2018 pukul 09.00 WITA—selesai.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anita Jacoba Gah tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael, S.H., M.Hum. yang mengupas dan mengulas relasi interaksi masyarakat dan penopang dengan 4 (empat) Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2018/09/18/anita-gah-konsisten-sosialisai-empat-pilar-kebangsaan/

Anita Gah dalam sosialisasi tersebut lebih menegaskan dan mengedukasi warga Namosain untuk membaca dan memahami buku-buku yang dibagikan tentang Empat Pilar Kebangsaan. Wanita asal Sabu Raijua ini juga mengedukasi Warga Namosain bahwa mereka pemegang kedaulatan tertinggi. “Banyak sekali hak dan kewajiban kita sebagai Warga Negara indonesia yang dilindungi oleh undang-undang,” ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana, Liven Rafael, S.H., M.Hum.

Anita Gah juga menegaskan bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dihelat bukan untuk melawan pemerintah. “Jika ditemukan ada aparat pemerintah yang melanggar undang-undang maka harus mengambil sikap. Jika para pimpinan mengambil kebijakan seenaknya sudah sepantasnya rakyat harus bersikap untuk menegakkan kedaulatan NKRI,” tegasnya.

“Beranikah rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi membuka suara dan menegur,” tanya Anggota DPR RI Komisi X ini  kepada para peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Oleh karena itu, lanjut Anita Gah, “Mengapa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini terus disosialisasikan agar bapa dan mama dapat mempertahankan NKRI atas serangan baik dari dalam dan maupun dari luar,” tandasnya.

Anita Gah juga mengajak warga Namosain untuk mengunjungi Rumah Aspirasi Anita Jacoba Gah di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Oeba dan telah menyiapkan pengacara (lawyer) Liven Rafael, S.H., M.Hum., Beny Rafael S.H., dan Ony Sjah, S.H., M.Hum., untuk membantu warga untuk memperoleh bantuan hukum

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Weisleyan Namosain, Pdt. Elisember Reo Siki, S.Th. kepada media ini menyampaikan hasil sosialisasi ini masyarakat merasakan kelegaan atas penyampaian aspirasi yang dialami seperti persoalan distribusi kacamata, peralihan proyek di Kecamatan Alak, distribusi Kartu BPJS, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Pariwisata Bahari di Kota Kupang Jadi Perhatian Komisi X DPR & Kemenpar RI

36 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Potensi Pariwisata Bahari yang beragam, unik dan tersebar di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur; terus didorong dalam pengembangan dan pengelolaannya oleh Komisi X DPR RI dan Kementerian Pariwisata RI.

Salah satu perhatian Komisi X DPR dan Kemenpar RI dengan menghelat Sosialisasi Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Jumat, 9 Agustus 2019 pukul 09:30 WITA—selesai di Aula Aston Hotel Kupang yang diikuti oleh pemerhati dan pengelola pariwisata yang tersebar di Kota Kupang.

Selain itu bentuk dukungan anggaran berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang pariwisata juga ditambahkan melalui kerja keras Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah yang membidangi Pendidikan, Olahraga dan Sejarah dengan pasangan kerja Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi) dan Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf).

Anita Jacoba Gah,SE., saat ditemui usai sosialisasi mengatakan bahwa pemerintah daerah harus kerja keras dan kerja kuat untuk meningkatkan pariwisata bahari.

“Tadi saya meminta Pemda NTT untuk berkomitmen dan konsen karena kita punya kekayaan wisata bahari”, ujar Anita Gah dari Fraksi Partai Demokrat.

Anita Gah juga meminta agar Pemda untuk mempersiapkan infrastruktur dan SDM
“Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pariwisata penting sekali”, tegasnya.

Anita Gah mencontohkan wisata bahari yang tersebar seperti 21 spot snorkling di Kota Kupang, dan terumbu karang di Alor dan Sabu Raijua.

Menyangkut dukungan anggaran, Anita mengatakan bahwa anggaran dan program besar dari pemerintah pusat meningkat menjadi 50 persen dari Kementerian Pariwisata RI.

“Tujuannya karena kita ingin meningkatkan kepariwisataan di NTT karena pariwisata bisa dijadikan bisnis berupa pariwisata bahari dan kami ingin agar bergerak cepat dengan berkolaborasi dengan kementerian lain. Selain itu, Pemda NTT harus menyiapkan sarana prasarana dan SDM karena anggaran berupa promosi sudah tersedia”, tandas Anita Gah yang memasuki periode ketiga sebagai anggota DPR RI.

Anita Jacoba Gah, Anggota Komisi X DPR RI (tengah), Kabid Destinasi Area Bali, NTB dan NTT Kementerian Pariwisata RI, Budi Susilo (Sebelah kiri, baju batik merah) dan Kabid Pariwisata Kadispakeraf NTT, Eben Kalakik (Kanan, baju tenun NTT)

Sedangkan, Asisten Deputi Pengembangan Regional III Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI yang diwakili oleh Kabid Destinasi Area Bali, NTB dan NTT, Budi Susilo menyampaikan bahwa pada dasarnya Kementerian Pariwisata sangat mendukung dan konsen terhadap pengembangan pariwisata NTT, khususnya di Kota Kupang.

Menurut Budi Susilo, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus mempunyai konsep pengembangan pariwisata yang lebih bagus dan pemerintah pusat siap mendukung dengan anggaran dan program peningkatan kapasitas baik bagi aparat birokrasi bidang pariwisata, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat.

“Perkembangan pengelolaan potensi pariwisata di NTT dan Kota Kupang mulai berkembang, walau belum signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat NTT dan kota/kabupaten. Pemerintah daerah telah menerapkan program, perda, dan kontribusi anggaran sesuai dengan kemampuan daerah. Namun kembali lagi SDM baik pemerintah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat harus ditingkatkan”, ujar Budi.

Lanjutnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, bahkan di tahun 2019 ini cukup meningkat. Namun persoalannya adalah program dari pemerintah daerah harus menyentuh langsung dengan kebutuhan pengembangan pariwisata di daerah.

“Anggaran bisa dilimpahkan jika program jelas. Kami menunggu”, ungkap Budi.

“Pemda NTT melalui kepala daerah masing-masing harus berlomba menggali potensi pariwisata baru dan unik yang dikemas dalam program yang jelas dan menarik, maka anggaran dari pemerintah pusat akan mengalir ke Kota Kupang dan NTT harus bergerak maju. Potensi pariwisata NTT luar biasa beragam dan kaya. Jadi harus segera dikembangkan. Apalagi Gubernur NTT Viktor Laiskodat dengan programnya yang sangat brilian. Pemerintah kabupaten/kota harus mampu menerjemahkannya”, pungkas Budi.

Penulis dan editor (+rony banase)

Anita Gah & Kemenpar RI Edukasi Masyarakat tentang Pariwisata

31 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Anita Jacoba Gah, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat; bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI menginisiasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Pariwisata bagi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pariwisata. Pelaku Usaha & warga disekitar lokasi pariwisata di seputaran Kota Kupang, dilibatkan dalam kegiatan bimtek yang dilangsungkan di Gereja Elim Lasiana, Rabu/19 September 2018.

Anita Gah sebagai Anggota DPR RI Komisi X dengan Ruang lingkup kerja komisi meliputi: pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan Kebudayaan dan yang menjadi pasangan kerja Komisi X diantaranya: Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, dan Perpustakaan Nasional

Terkait Pengembangan Pariwisata,Anita menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang besar untuk dipromosikan keluar dan menjadi sumber PAD; namun Anita menyayangkan, fakta di lapangan masih banyak potensi pariwisata NTT belum dikelola dan terekspos keluar NTT. Menurut Anita, belum adanya perhatian penuh dari Pemprov NTT.

“Potensi Pariwisata NTT sangat besar, beragam, dan kaya. Tapi sayangnya, belum terekspos keluar; karena belum dikelola secara baik. Baik secara tata kelola, infrastruktur dan mental masyarakat yang belum bisa menunjang peningkatan promosi pariwisata NTT.” ujar Anita yang merintis karier sebagai Anggota DPR sejak usia 30 tahun.

Anita mengingatkan bahwa berbicara tentang pariwisata, menyangkut semua aspek dalam kehidupan masyarakat, seperti aspek lingkungan, adat istiadat, seni budaya, kuliner dan mental masyarakat seputaran obyek pariwisata. Jika sarana prasarana pendukung di obyek pariwisata minim dan tidak memadai, bahkan mental masyarakat sekitar obyek wisata belum terlatih menerima kedatangan wisatawan.

Menurut Anita, masyarakat yang menetap di sekitar obyek pariwisata harus dilatih agar bisa menjadi ‘Pariwisata Ramah Wisatawan’, yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan datang. “Membuat obyek pariwisata menjadi destinasi unggulan; akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTT. Itulah teknis pemasaran pariwisata, “ungkap Anita Gah yang telah 13 tahun berkecimpung dalam dunia politik.

”Selain pengelolaan obyek wisata, infrastruktur pendukung lainnya, sikap mental dan psikoligis masyarakat dalam menerima dan memperlakukan wisatawan juga menjadi faktor penting yang akan meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan di NTT, serta menjadikan wisatawan semakin betah datang ke NTT. Untuk membuat wisatawan dari seluruh dunia menjadikan NTT sebagai destinasi wisata dunia, maka harus dipersiapkan adalah mental masyarakat.” pungkas Anita Gah yang sedang mempersiapkan diri maju sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat dalam Pemilu 2019.

Terkait anggaran dari Kementerian Pariwisata terus ditingkatkan dari 18 Miliar TA 2018 menjadi sekitar 36 Miliar TA 2019; Pemprov harus bisa menunjang dengan perda-perda yang mendukung pengelolaan obyek pariwisata. Anita mengkritisi banyak obyek pariwisata yang hanya dibangun saja dan tidak dirawat; Solusinya, menurut Anita harus ada perda yang dalam mengelola berbagai potensi pariwisata dan mengikat masyarakat menjadi pelaku pariwisata.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,diwakili oleh Staf Khusus Kementerian Pariwisata RI dan Ketua Calender Of Event, I Gusti Ngurah Putra, S.E., M.M, CHT, dan Kadis Pariwisata NTT, Dr Marius Jelamu, turut memberikan edukasi berupa materi tentang pentingnya “Sadar Wisata “ dan “Destinasi Wisata“ untuk masyarakat seputaran obyek wisata di Kota Kupang. (+rb)

Anita Gah Konsisten Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan

40 Views

Kupang-NTT,gardaindonesia.id–Anita Jacoba Gah, Anggota DPR RI Komisi X (pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan) dari Fraksi Partai Demokrat konsisten melaksanakan sosialisasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan bagi konstituen di Kota/Kab Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengambil tempat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Mahanain Namosain Kota Kupang-NTT, Selasa/18 September 2018 pukul 09.00 wita-selesai; diikuti oleh sekitar 150 Warga Kelurahan Namosain dari berbagai unsur suku dan agama; 90 persen peserta sosialisasi merupakan kaum perempuan dan sisanya kaum laki-laki. Mayoritas mata pencarian warga sebagai nelayan yang menetap di sepanjang pesisir Pantai Namosain.

Anita Gah menyatakan dengan tegas untuk konsisten mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saya akan terus konsisten melaksanakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,“ ujarnya.

Anita dalam pemaparan Empat Pilar Kebangsaan menyampaikan tentang pentingnya pemahaman dan penerapan empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari seperti menghargai perbedaan Suku dan Agama.

“Meski kita berbeda agama dan suku namun kita tetap satu yakni Indonesia,“ ujar Anita yang menyediakan Rumah Aspirasi Rakyat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Kupang. Anita juga menyerukan untuk menyampaikan berbagai keluhan tentang Layanan Publik ke Rumah Aspirasi dan bersedia dihubungi via telepon jika ditemukan adanya ketimpangan dalam Pelayanan Publik.

“Saya siap dihubungi oleh Bapak dan Mama sekalian; jika menemukan adanya ketimpangan Pelayanan Publik, Rumah Aspirasi juga sebagai Rumah Kita.“pungkasnya.

Pendeta GWI Mahanain Namosain, Pdt Loisa Sodak menyampaikan setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Ibu Anita Gah sangat berguna, karena masyarakat disini berprofesi sebagai nelayan, buruh, pekerja gudang sehingga perlu pemahaman yang mendalam tentang Empat Pilar Kebangsaan.

“Harapan kami, apa yang sudah disampaikan bisa dipahami dan dapat memiliki wawasan untuk keutuhan berbangsa dan negara,“ tandas Pdt Loisa.

Pantauan gardaindonesia.id, Para peserta sosialisasi yang beragama Kristen dan Islam akur dan rukun mengikuti sosialisasi di dalam Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Mahanain Namosain.

Untuk diketahui, Konsep 4 (Empat) Pilar Kebangsaan ini digagas oleh Alm. Taufik Kiemas, beliau menggagas konsep ini mengingat empat pilar mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa. Seperti halnya sebuah bangunan dimana untuk membuat bangunan menjadi kokoh dan kuat, dibutuhkan pilar-pilar atau penyangga agar bangunan tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, begitu halnya juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

4 pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:

1. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia.

2. Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD ’45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

3. Bhinneka Tunggal Ika, Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

4. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), adalah bentuk dari negara Indonesia, dimana negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan, selain itu juga bentuk negaranya adalah republik, kenapa NKRI, karena walaupun negara Indonesia terdiri dari banyak pulau, tetapi tetap merupakan suatu kesatuan dalam sebuah negara dan bangsa yang bernama Indonesia. (+rb)

KOMPAK NTT Desak KPK Telusuri Kasus Dugaan Korupsi Anita Jacoba Gah

53 Views

Jakarta,gardaindonesia.id – Berdasar pada hasil investigasi Pusat Anti Korupsi Undana (PAKU) dan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Koruspi Nusa Tenggara Timur (KOMPAK NTT); Dua lembaga ini kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka meminta agar KPK dapat menindaklanjuti dugaan korupsi dana subsidi pendidikan layanan khusus Dinas Pendidikan Provinsi NTT, yang diduga dilakukan anggota DPR RI, Anita Jacobah Gah; dikarenakan kasus tersebut diendapkan pihak Kejati NTT.

“Surat sudah kami sampaikan ke KPK pada tanggal 3 September 2018 dan KPK telah menerima itu diterima bagian pengaduan, Nabila Lutfiannisaa pada tanggal 10 September 2018”, kata Goa.

Sebelumnya, menurut Gabriel Goa, kepada media ini, di Kantor KPK, Jumat/14 September 2018, menjelaskan, Permintaan klarifikasi tersebut sudah pernah disampaikan Komnas HAM melalui surat KOMNAS HAM Nomor: 625/K-PMT/V/2017 tanggal 8 Mei 2017 kepada pihak Kejati NTT namun sayangnya pihak Kejati tidak menindaklanjuti permintaan itu dan pantauan KOMPAK kasus ini sengaja diendapkan.

Ia menjelaskan, dalam surat yang ditujukan kepada Kajati NTT itu, dijelaskan bahwa pada tanggal 21 Desember 2016 Komnas HAM telah menerima laporan KOMPAK NTT dengan Nomor: 01/KOMPAK-NTT/XII/2016 tertanggal 19 Desember 2016 perihal pengaduan pembiaran penanganan perkara oleh Kejati NTT.

“Kasus tersebut diketahui setelah Irjen Kemendikbud RI menemukan program fiktif atau tidak dijalankan oleh AMC senilai Rp 70 juta dari total anggaran Rp 300 juta untuk tiga lokasi”, kata Gabriel.

Anita Gah Membantah 

Anita Jacoba Gah saat dikonfirmasi gardaindonesia.id melalui pesan Whatsapp,Sabtu/15 September 2018 pukul 15.30 wita mengatakan bahwa ini kasus sudah lama yang sengaja dibuat-buat untuk menghancurkan dirinya; ada oknum yang sakit hati dan tidak ingin melihat dirinya berjuang kembali untuk rakyat di 2019.

“Kasus ini tidak jelas tapi selalu dipaksakan, bagi saya kebenaran akan tetap menang, “ujarnya

Lebih Lanjut Anita mengatakan, Perlu diketahui bahwa PAKU Undana telah menelepon saya bahwa mereka tidak pernah melaporkan saya.!

“Itu pembohongan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab! Silakan telepon Rektor Undana, soal desakan kejaksaan silakan saja; saya sebagai dewan penasihat AMC selalu siap, “tegasnya menutup percakapan. (+rb)