Arsip Tag: Anita Jacoba Gah

Anita Jacoba Gah Serahkan Bantuan 1 Ton Beras kepada Jemaat GMIT Imanuel Petu

197 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anita Jacoba Gah mewakili Keluarga Besar Partai Demokrat menyerahkan bantuan 1 (satu) ton beras kepada jemaat GMIT Imanuel Petu di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) pada Jumat, 8 Mei 2020 pukul 16.30 WITA.

Baca juga:  https://gardaindonesia.id/2020/05/08/bantu-160-warga-fatufeto-terdampak-covid-19-anita-gah-imbau-konsumsi-kelor/

Diterima oleh Ketua Majelis Jemaat Imanuel Petu, Pdt. Monalisa Fanggidae Dethan, menurut rencana 1 ton beras yang terbagi atas 20 karung ukuran 50 kg tersebut akan dibagikan kepada 190 KK ( 989 jiwa) mulai Sabtu, 9 Mei 2020. Selain beras, Anita juga memberikan bantuan sembako, masker dan sabun cuci tangan.

Kepada Garda Indonesia, usai menerima bantuan beras program Gerakan Nasional Peduli Covid-19 dari Partai Demokrat, Pdt Monalisa sangat bersyukur dan berterima kasih. “Kami jemaat Imanuel Petu juga merasakan dampak dari Covid-19 ini. Kami berterima kasih karena pemberian beras dan sembako ini membantu kami jemaat untuk terus melangsungkan hidup,” ujarnya.

Lanjutnya, perhatian dan pemberian dari Partai Demokrat melalui anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, sangat bermanfaat. “Semua jemaat akan kami bagikan sembako yang kami terima dari Partai Demokrat yaitu 190 KK akan merasakan pemberian ini,” ungkap Pdt. Monalisa.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Petu ini pun mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah ada bantuan serupa dan kami berterima kasih karena Mama Anita, karena mendapat bantuan ini sehingga jemaat boleh merasakan manfaat lebih.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Petu, Pdt Monalisa Fanggidae Dethan (rok jins biru) menerima bantuan beras dari Anita Jacoba Gah

Menurut Pdt. Monalisa, mayoritas jemaat Imanuel Petu memiliki mata pencaharian sebagai petani sehingga sangat merasakan dampak. Sebagian besar jemaat harus memasarkan hasil kebun mereka di pasar yang mana sementara ini aktivitas di pasar sangat terbatas hanya bisa mereka pasarkan sebagian dengan jumlah penghasilan yang sangat sedikit dari biasanya.

“Kalau bisanya mereka bisa membawa hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan hidup selama satu bulan, semenjak covid-19 ini mereka merasakan kemerosotan yang sangat parah dalam kehidupan perekonomian keluarga mereka,” tandasnya.

Anita Jacoba Gah usai menyerahkan bantuan 1 ton beras mengucapkan Puji Tuhan dan syukur kepada Tuhan Yesus karena masih diberi kesehatan.

“Hari ini saya bersama keluarga besar Partai Demokrat dalam gerakan nasional peduli covid-19 kembali menyerahkan bantuan kepada jemaat GMIT Imanuel Petu Fatukoa berupa satu ton beras. Besok, beras-beras ini akan segera dibagikan kepada semua jemaat usai jam ibadah karena jemaat ibadah di rumah. Kepala-kepala keluarga rencananya akan dipanggil dan langsung diserahkan oleh ketua majelis jemaat,” ucap Anita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Bantuan berupa beras, imbuh Anita, karena ini permintaan dari gereja dan nanti tambahannya gereja yang akan melengkapi. Orientasi saya lebih kepada gereja karena gereja punya data. Barusan mama pendeta bilang ternyata mungkin baca berita hasil publikasi teman-teman wartawan bahwa saya pernah melakukan hal yang sama di Lasiana.

“Mereka kan punya grup pendeta,  jadi para pendeta yang benar-benar terdampak mereka menelepon saya, makanya mereka sepakat meminta seperti itu,” ungkap Anita seraya berujar selama Tuhan masih memberi berkat yang dititipkan kepadanya untuk jemaat, maka akan dia berikan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Bantu 160 Warga Fatufeto Terdampak Covid-19, Anita Gah Imbau Konsumsi Kelor

252 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya juga membagikan masker dan sabun detol. Saya berharap mama-mama bisa memakai itu di rumah dan kalau tidak terlalu penting untuk keluar rumah, jangan keluar rumah. Ingat kita sudah 12 kasus positif Covid-19,” pesan Anita Jacoba Gah kepada para lansia, kaum difabel, dan pekerja lepas di Aula Serba Guna Mosez Fatufeto, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/03/di-tengah-pandemi-50-kk-jemaat-eklesia-dapat-sembako-dari-anita-gah/

Kunjungan Anita Jacoba Gah pada Kamis, 7 Mei 2020 pukul 18.30 WITA—selesai tersebut dalam rangka memberikan bantuan kepada 160 Warga terdampak Pandemi Covid-19.

Di hadapan Lurah Fatufeto Yunda Bunga, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) bukan hal sepele. “Oleh sebab itu, perlu kita semua perlu tahu bahwa banyak dampak dari virus korona ini akhirnya membuat kita menjadi susah. Mama-mama yang tadinya jualan, jadi tidak jualan,” tegas Anita.

Anita Jacoba Gah saat memberikan bantuan secara simbolis kepada Lurah Fatufeto, Yunda Bunga

Oleh sebab itu, imbuh Anita Jacoba Gah, “Saya hadir sebagai wakil dari bapa dan mama sekalian untuk peduli dengan keadaan bapa dan mama sekalian yang hari ini saya Anita Jacoba Gah anggota Fraksi Partai Demokrat datang bertemu dengan mama dan bapa kembali. Kami tidak membawa apa-apa hanya sedikit berkat yang sudah Tuhan berikan melalui saya. Jadi kalau bapa dan mama terima ini bukan punya saya, tapi ini punya bapa dan mama yang Tuhan titipkan melalui saya,” tuturnya.

Lanjut Anita, “Ini semua saya pakai dengan uang pribadi saya sendiri dan bukan uang pemerintah dan ini saya berikan untuk bapa dan mama yang ada di Kelurahan Fatufeto.”

Pantauan Garda Indonesia, proses pembagian bantuan tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat di bawah pengawasan Babinsa Kelurahan Fatufeto. Para penerima bantuan diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak interaksi satu sama lain.

Tim kerja Anita Jacoba Gah saat memberikan masker dan sabun detol

Kepada Lurah Fatufeto, Anita berpesan jika masih ada warga yang terdampak langsung Covid-19 dan belum tersentuh bantuan agar menyampaikan kepadanya. “Terima kasih kepada mama lurah, saya tahu masih banyak mungkin yang belum dapat berita ini. Saya tunggu berita dari mama lurah lagi kalau misalnya ada sekiranya dari saudara- saudara kita di sini yang belum mendapatkannya, saya siap untuk menyiapkannya kembali,” katanya.

Selain itu, Anita Jacoba Gah juga meminta warga untuk bersama berjuang memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

“Mama-mama juga harus membantu pemerintah dengan jaga jarak, jaga kesehatan, makan sayur-sayuran, bila perlu banyak makan marungga (kelor). Marungga itu bagus sekali karena antioksidannya tinggi dan bisa menangkal virus korona ini,” imbau Anita.

Penyerahan bantuan oleh Anita Jacoba Gah kepada warga terdampak Covid-19

Sementara itu, Lurah Fatufeto Yunda Bunga dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Anita Jacoba Gah yang menaruh perhatian besar bagi warga Fatufeto.

“Terima kasih karena apa yang menjadi kebutuhan kami sesuai dengan kondisi pandemi ini kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian Mama Anita. Tentunya bagi warga Kelurahan Fatufeto yang masih belum tersentuh, kami percaya mama berikan akan kepada kami,” ujar Yunda Bunga.

“Sekali lagi atas nama pemerintah, keluarga serta masyarakat Kelurahan Fatufeto kami mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan kepada kami semua,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Di Tengah Pandemi, 50 KK Jemaat Eklesia Dapat Sembako dari Anita Gah

234 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 50 dari 70 Kepala Keluarga (KK) dari Jemaat Eklesia Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) memperoleh bantuan sembako dari anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah pada Minggu, 3 Mei 2020 pukul 16.00 WITA—selesai.

Pdt Jublina Raharjo Rafael saat memberikan arahan kepada jemaat Eklesia yang duduk dengan menjaga jarak interaksi

Mengedepankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak interaksi (physical distancing), 50 KK yang berprofesi sebagai pelaku pariwisata di Pantai Lasiana tersebut menjaga jarak duduk sekitar 1 meter antara satu jemaat dengan jemaat lain.

Pantauan Garda Indonesia, tak hanya jarak duduk, mereka pun menggunakan masker sekaligus saat memperoleh bantuan sembako diatur oleh pihak Majelis Jemaat GMIT Eklesia Lasiana secara tertib dan teratur menerima bantuan sembako secara langsung dari Anita Jacoba Gah.

Anita Jacoba Gah (berbaju kaos hitam dan bermasker biru) saat menyerahkan sembako dan masker kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Gereja Eklesia Pdt. Jublina Raharjo Rafael

Ketua Majelis Jemaat GMIT Gereja Eklesia Pdt. Jublina Raharjo Rafael, menyampaikan bahwa jemaat Eklesia yang paling banyak berprofesi sebagai pedagang di Pantai Lasiana, kuli bangunan, dan penjual di pasar, terpaksa berhenti bekerja karena dampak Pandemi Covid-19.

“Mereka berhenti total dari pekerjaan. Mereka pun tertib  mengikuti imbauan pemerintah dan maklumat Kapolri untuk menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” terang Pdt. Sembari mengatakan hanya saat ini para jemaat berkumpul di dalam gereja karena selama Pandemi Covid-19 melakukan doa dan aktivitas di rumah.

Pdt. Jublina mengungkapkan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kepada warga yang merupakan jemaat Gereja Eklesia. “Bantuan Ibu Anita Jacoba Gah merupakan bantuan pertama bagi jemaat Gereja Eklesia,” ungkapnya.

Mama Mariana Patole Dai, salah satu jemaat Gereja Eklesia mengucapkan terima kasih kepada Anita Jacoba Gah karena sebagai pemerintah dapat memperhatikan warga yang terdampak langsung Covid-19.

Anita Jacoba Gah Sisihkan Gaji DPR RI Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Kepada Garda Indonesia, Anita Jacoba Gah mengatakan, ia menyisihkan sekian persen gajinya sebagai Anggota DPR RI agar dapat membantu warga yang terdampak langsung selama Pandemi Covid-19. “Saya menyisihkan gaji sebagai Anggota DPR RI untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Foto bersama Anita Jacoba Gah dan Jemaat Eklesia Lasiana usai penyerahan sembako dengan tetap menjaga jarak

Selain itu, ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, dirinya menyiapkan sekitar 1.000 sembako yang bakal dibagikan kepada warga lain yang terdampak Covid-19. “Saya bakal memberikan bantuan sembako lagi, sekitar 1.000 Paket Sembako telah saya siapkan untuk selanjutnya dibagikan di lokasi lain,” bebernya.

Untuk di lokasi Jemaat GMIT Gereja Eklesia, imbuh Anita, diperuntukkan khusus kepada para pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Pantai Lasiana. “Saya prioritaskan para pedagang, karena pariwisata yang benar-benar terdampak langsung selama Pandemi Covid-19. Mereka (pedagang,red) tak bisa berjualan lagi,” kata Anita seraya menyampaikan selain sembako, juga memberikan masker dan mendorong jemaat untuk mengurus beasiswa PIP bagi anak-anak mereka.

Kondisi itu, terang Anita Jacoba Gah, yang memicu dan menggerakkan empati-nya untuk membantu para pedagang yang berdomisili dan selalu menyembah Tuhan di Gereja GMIT Eklesia yang terletak di Jalan Rampai Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wakil Bupati Kupang Titip ‘Nasib Guru Honorer’ kepada Anita Jacoba Gah

335 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menitipkan nasib Guru Honorer yang mengabdikan diri untuk memajukan pendidikan di wilayah yang merupakan kabupaten terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/12/46-bangunan-sekolah-di-kupang-rusak-anita-gah-upaya-dorong-dana-pusat/

Permintaan Jerry Manafe tersebut disampaikannya saat kunjungan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah di ruang kerjanya pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 10.30 WITA.

“Saya punya pengalaman saat bertemu 2 (dua) orang Guru Honorer di Amfoang (salah satu kecamatan, red). Mereka mengatakan upah honor hanya Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) dan mereka menetap di rumah warga. Saya mohon agar Ibu Anita dapat berbicara dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat mengangkat tenaga honorer, terlebih tolonglah lihat guru honorer,” ungkap Wakil Bupati Kupang yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang 2 (dua) periode ini dengan sangat miris.

Lanjut Wakil Bupati Kupang, “Tenaga Honorer kita ibarat seperti layang-layang putus talinya, kasihan nasib guru honor, mereka sangat susah. Saya mohon, jika dapat dibantu agar dapat memprioritaskan tenaga guru honorer yang telah lama bekerja karena mereka menganggap profesi sebagai panggilan untuk mengabdi dengan ketulusan.”

Pertemuan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah

Saat ini, ujar Jerry Manafe, wajah Kabupaten Kupang agak berbeda!, Kabupaten Kupang merupakan kabupaten yang telah melahirkan Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Sabu Raijua. Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pendidikan di Kabupaten Kupang sangat terbatas sekitar 30 Miliar per tahun.

“Saya tidak suka lihat wajah Kabupaten Kupang dengan kondisi saat ini!,” tegas Jerry Manafe seraya berkata bahwa cara kerja kepala dinas dan kabid di sini tidak mempunyai rasa memiliki dan mencintai kabupaten ini. Penegasan ini langsung ditujukan kepada Kadis Pemuda dan Olahraga, Sepri Klau, Kadis Pariwisata, Pieter Sabaneno; Sekretaris Dinas Arsip, Mariana Damaledo; Kadis Pendidikan Imanuel Buan, dan beberapa kabid dari dinas terkait yang turut serta menerima kunjungan reses Anita Jacoba Gah.

Foto bersama Anita Jacoba Gah, Wakil Bupati Kupang, Kadis dan kabid terkait bidang kerja Komisi X DPR RI

Menanggapi permintaan Wakil Bupati Kupang, Anita Jacoba Gah menanyakan berapa banyak tenaga guru honorer yang hendak diangkat di Kabupaten Kupang?

“Kami sebagai wakil rakyat di DPR RI dengan kondisi seperti anak kecil berebut makanan. Saya akan sangat kecewa sekali jika apa yang telah kami perjuangkan sia-sia, seperti masalah penyaluran dana PIP (Program Indonesia Pintar),” beber Anita.

Untuk itu, imbuh Anita, dirinya meminta laporan dan data dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang. “Saya juga melihat dengan mata kepala sendiri, mereka (Guru Honorer, red) menerima upah Rp.150.000,- oleh karena itu, saya meminta kepada Wakil Bupati Kupang untuk memberikan informasi berapa banyak tenaga Guru Honorer yang mau diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2020,” pinta Anita Jacoba Gah.

Anita Gah juga menyampaikan bahwa perjuangannya saat ini berfokus untuk Kabupaten Kupang tak hanya pada bidang pendidikan, namun juga untuk pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

46% Bangunan Sekolah di Kupang Rusak, Anita Gah Upaya Dorong Dana Pusat

228 Views

Kab Kupang, Garda Indonesia | Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode 2018—2019 sebesar Rp.16.067.911.754,- (16,067 Miliar,[*Data Dirjen Dikti]) yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemda Kabupaten Kupang melalui perjuangan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, untuk membantu membenahi sarpras (sarana dan prasarana) pendidikan di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/10/anita-gah-bakal-perjuangkan-sarana-prasarana-sekolah-di-kabupaten-kupang/

Namun, masih banyak bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan fisik bangunan dan malah terdapat sekolah yang beratap daun dan pelepah lontar.

Kondisi ini yang menggugah Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan berupaya mendorong dana APBN agar dapat dialokasikan bagi rehab bangunan dan pembangunan gedung sekolah baru. Termasuk melakukan kunjungan dalam rangkaian reses dan bertatap muka dengan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe pada Kamis, 12 Maret 2020 pukul 10.30 WITA—selesai.

Pernyataan empati Anita Gah disampaikannya saat bertemu dengan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe di ruang kerjanya. Kunjungan Anita dalam masa reses pertamanya tersebut sebagai bentuk perhatian nyata bagi kemajuan proses belajar mengajar dan pendidikan di wilayah yang memiliki 24 kecamatan, berluas sekitar 5.898 km2 dan merupakan kabupaten terluas di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

“Data yang saya peroleh dari Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang bahwa terdapat sekitar 46 persen sekolah (SD dan SMP) yang harus direhabilitasi dan semoga minimal 20 persen kita perjuangkan untuk dapat direalisasikan pada APBN tahun 2020,” ujar Anita kepada Jerry Manafe.

Kunjungan Anita untuk periode 2020, dengan melakukan belanja masalah ke lini bawah. “Saya ingin mendengar dan bertemu langsung dengan para kepala sekolah dari 5 (lima) kecamatan (Kecamatan Kupang Barat, Kupang Timur, Kupang Tengah, Amarasi Barat dan Amarasi Timur),” tuturnya sembari menyampaikan untuk mencoba mendorong dana APBN agar dapat menyelesaikan 20 persen yang dapat dipergunakan untuk rehab sekolah.

“Selain saya akan memperjuangkan anggaran 2020, saya harus memperoleh realisasi penggunaan dana APBN 2019 berdasar data paling lambat Senin, 16 Maret 2020 dan jika tidak ada masalah, maka saya akan dukung, namun jika terdapat masalah maka saya akan menghubungi KPK untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tegas Anita Gah sambil berujar bahwa mitra kerja Komisi X adalah dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Adapun perincian realisasi Dana APBN untuk pendidikan pada 2018—2019 di Kabupaten Kupang berupa rehab 2 ruang belajar senilai Rp.128 juta, Renovasi SD Inpres Lili sebesar Rp.1,565 Miliar, Peralatan Pendidikan untuk 54 sekolah Rp.4,777 Miliar, dan untuk 7 sekolah Rp.1,218 Miliar, 14 Ruang Kelas Baru senilai Rp.2,732 Miliar, Pembangunan 13 Laboratorium Rp.3,500 Miliar, dan Pembangunan 10 unit Ruang Perpustakaan Rp.2,144 Miliar.

Kabupaten Kupang juga memperoleh Dana PIP untuk periode 2018—2019 sebesar Rp.63,766 Miliar (2018 sebesar Rp.31,802 Miliar dan 2019 sebesar Rp.31,964 Miliar).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/03/11/banyak-siswa-di-kabupaten-kupang-belum-dapat-dana-pip-anita-gah-singkap/

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe merasa bersyukur atas kehadiran Anita Jacoba Gah. “Saya tahu lama dengan Ibu Anita, namun hari ini bisa bertemu. Saya juga bangga ada orang NTT yang begitu eksis di pusat dan sangat membantu kita,” ungkap Jerry.

Selain itu, ujar Jerry, saya senang sekali belum kita minta Ibu Anita sudah memberikan perhatian dan dengan kecerdasan dapat melihat berbagai kebutuhan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Banyak Siswa di Kabupaten Kupang Belum Dapat Dana PIP, Anita Gah Singkap

405 Views

Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 58.398 siswa dari total 67.000 siswa di Kabupaten Kupang menerima beasiswa hingga pada tahun 2019 dengan kisaran anggaran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp.31.800.000.000,- (Tiga Puluh Satu Miliar Delapan Ratus Juta Rupiah).

Kepastian penerimaan beasiswa tersebut disampaikan oleh Anita Jacoba Gah, Anggota Komisi X DPR RI saat melakukan reses dengan Kepala Sekolah SD, SMP, dan Pengawas Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 11 Maret 2020 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Data penerima Dana PIP yang disampaikan oleh Anita Jacoba Gah dari Dirjen Dikti tersebut disinyalir tak selaras dengan kondisi di lapangan dengan data yang disodorkan Anita Gah. Hasil pantauan media ini, saat beberapa kepala sekolah menyampaikan data dan terkuak masih banyak siswa yang belum menerima Dana PIP.

Anita Jacoba Gah saat menyerap aspirasi Kepala Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur di Kabupaten Kupang

Seperti disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Nunbaus 1 Leminabus Noti mengatakan, pada tahun 2019 mengusulkan 129 anak penerima beasiswa PIP, namun hanya 37 siswa yang menerima. Begitu pun dengan yang disampaikan oleh Dominggus Bilaut, Kepala SD Inpres Bismarak menyampaikan hanya 36 siswa yang menerima dana PIP dari pengajuan 76 siswa.

Anita dengan optimis menyampaikan bahwa dirinya akan melihat dan memperjuangkan kebutuhan sekolah termasuk Dana PIP di Amarasi Barat dan Amarasi Timur dari Senayan melalui Pemda Kabupaten Kupang dan dinas terkait.

“Bagaimana dengan kondisi sekolah dan proses penerimaan beasiswa PIP?” tanya Anita Gah kepada para kepala sekolah seraya menyampaikan bahwa pada 2019 hampir sekitar 59.000 siswa menerima dana PIP hasil perjuangan anggota DPR yang telah tiga kali menjabat sebagai wakil rakyat di Senayan.

“Hari ini saya sebagai Anggota DPR RI Komisi X melalui Rumah Aspirasi saya ingin aspirasi kongkret dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan perjuangan seperti masih akan terus berlanjut karena beruntung ada wakil NTT di Komisi X dan saat ini saya ingin belanja masalah serta menyerap aspirasi dari Bapak/Ibu Kepala Sekolah dari Kecamatan Amarasi Barat dan Amarasi Timur,” ujar Anita Jacoba Gah yang didampingi oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan.

Anita Gah juga memberikan opsi kepada para kepala sekolah untuk mengajukan penerima Dana PIP melalui Dinas Pendidikan atau Rumah Aspirasi Anita Jacoba Gah yang terletak di Kabupaten Kupang.

Selain itu, Anita meminta para kepala sekolah untuk memperhatikan data Dapodik untuk kelancaran input nama penerima Dana PIP. “Tolong perhatikan data Dapodik agar jelas seperti nama orang tua kandung ‘nama ibu kandung’ dan penulisan nama tidak boleh kurang huruf maka bakal ditolak saat pengiriman data ke pusat,” ungkap Anita.

Menurut peraturan, ujar Anita, seharusnya dana PIP sudah ada di rekening siswa, namun yang terjadi saat siswa itu datang ke Bank penyalur baru buku tabungan dicetak dan dengan tegas Anita mengatakan bahwa mekanisme penyaluran dana PIP dari Kementerian Pendidikan ke Dinas Pendidikan lalu ke Kepala Sekolah.

“Terjadi persoalan jika Kepala Dinas dan Kepala Sekolah tidak tahu, jadi tolong bapak/Ibu kepala sekolah perhatikan mekanisme penyaluran dana PIP agar tepat sasaran,” pintanya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Anita Gah Bakal Perjuangkan Sarana & Prasarana Sekolah di Kabupaten Kupang

245 Views

Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 65 Kepala Sekolah SD, SMP Negeri/ Swasta dan Pengawas Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kupang Timur, Barat, dan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti reses dari Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2020 di SMPN 1 Kupang.

Dalam rangkaian reses pertama pada tahun 2020 yang dilakukan oleh Anita Gah untuk menyerap aspirasi dari para Kepala Sekolah dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kupang dengan luas wilayah mencapai 5.898 km2 dan memiliki 24 Kecamatan, 17 Kelurahan, dan 160 Desa di Pulau Timor ini untuk memungut kebutuhan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Imanuel M.E Buan saat memandu jalannya dialog antara Anita Gah dan para kepala sekolah dan pengawas

Keberadaan Anita Gah dalam reses pertamanya di tahun 2020 tersebut, ditemani dan dipandu oleh Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel M.E. Buan. “Saya ingin membantu bapak/ibu Kepala Sekolah dan selama diminta asalkan data Dapodik terpenuhi, maka saya akan bantu,”ujar Anita Gah sembari menyampaikan bakal mengusahakan 24.000 beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD—SMA dan 500 Beasiswa untuk mahasiswa ( 225 Bidikmisi dan 225 PPA).

Terkait beasiswa PIP, Anita juga mempertanyakan tentang dana beasiswa PIP yang bakal diterima sudah ada di rekening masing-masing siswa dan kemudian, harus mengurus rekomendasi dari sekolah. “Yang saya khawatirkan saat anak tidak mengambil, maka uang tersebut tidak masuk ke rekening bank, saya ingin memastikan apakah bapak/ibu kepala sekolah tahu dengan kondisi ini?” tanya Anita kepada para Kepala Sekolah seraya mengingatkan agar jangan bermain dengan dana beasiswa PIP apalagi sampai dipotong.

Anita Jacoba Gah saat menanggapi dan memungut kebutuhan dan beragam aspirasi dari para kepala sekolah dan pengawas

Terkait sarana dan prasarana sekolah, Anita meminta data lengkap agar dapat diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, namun dibutuhkan kerja sama dan koordinasi yang baik dan selaras dari Para Kepala Sekolah, Kadis Pendidikan, dan Bupati Kabupaten Kupang.

“Rabu, 11 Maret 2020, saya bakal menyerap aspirasi dan memungut kebutuhan dari kepala sekolah di Kecamatan Amarasi dan pada Kamis, 12 Maret 2020, saya akan mengadakan pertemuan dengan Bupati Kupang untuk bersama melihat kebutuhan mendesak terkait sarana dan prasarana sekolah yang sangat membutuhkan karena anggaran untuk Dana Pendidikan tahun 2020 sebesar 74 Triliun,” ungkapnya kepada para Kepala Sekolah SD, SMP, dan Pengawas Sekolah yang menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka dengan kehadiran Anggota DPR RI Komisi X.

Mengenai sarana berupa laboratorium komputer dan infrastruktur jalan menuju ke sekolah, ujar Anita, bakal dibicarakan dengan Komisi IV DPR RI. Tanggapan Anita Gah ini sebagai jawaban atas beragam permintaan dan permohonan dukungan sarana, prasarana dan infrastruktur pendukung yang diajukan oleh para kepala sekolah seperti Kepala SMPN 3 Kupang Timur, Dance M.A. Fangidae yang meminta lab dan 20 unit komputer bagi anak didiknya yang sekitar 90 persen merupakan anak dari para penyintas Timor Leste. Begitu pula dengan Kepala SMPN 1 Kupang Timur, Marsudi meminta agar dapat memperhatikan laboratorium dan berharap untuk memperoleh bantuan komputer.

Kepsek SD GMIT Oematnunu, Silpa Mooy, S.Pd. meminta agar dapat melihat kebutuhan sekolah swasta agar tak melulu memperhatikan sekolah negeri. Tak jauh berbeda, Kepala SMPN 1 Kupang ‘Sekolah Rujukan’ di Kabupaten Kupang membutuhkan prasarana berupa lapangan olahraga dan komputer untuk penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Foto bersama Anita Jacoba Gah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Sekolah dan Pengawas dari tiga kecamatan di Kabupaten Kupang

Kepala SD Advent Kupang Timur, meminta agar sertifikasi dibayar per triwulan dan berharap agar mempunyai ruang guru dan ruang kepala sekolah. Sedangkan, salah satu Pengawas Sekolah, menyampaikan menurut hasil supervisi pengawas, sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang masih banyak yang harus dibenahi terkait pemetaan dan perhatian tenaga pendidik yang masih kurang dan meminta untuk memperhatikan para Guru Honorer agar dapat menggapai “Merdeka Belajar, Belajar Merdeka” dan mengharapkan adanya Pusat Sumber Belajar di Kabupaten Kupang untuk mendidik para tenaga pendidik dan pengawas.

Sementara itu, Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel M.E. Buan mengimbau kepada para sekolah untuk menghindari diri dari duplikasi penganggaran dan dapat mengajukan permohonan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Berbicara masalah pendidikan di Kabupaten Kupang perlu menjadi perhatian pemerintah dan DPR. Kunjungan Ibu Anita Jacoba Gah yang membidangi pendidikan maka terkait sarana dan prasarana, infrastruktur, dan tenaga guru dapat disuarakan di senayan,”pungkasnya dengan penuh harap.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anita Gah Dorong Beasiswa bagi Anggota GMKI

387 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anita Jacoba Gah Anggota Komisi X DPR RI (Komisi Pendidikan) melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Sekretariat GMKI di Kota Baru Kupang.

Di sela pemaparannya tentang 4 (Empat) Pilar Kebangsaan yakni Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, Anita Gah mendorong agar Bidikmisi sebagai program besutan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sejak awal berlaku khusus bagi Universitas Negeri namun seiring waktu juga diperuntukkan bagi Universitas Swasta dapat dipergunakan bagi Anggota GMKI Cabang Kupang.

“Hari ini (Selasa, 11 Februari 2020) saya datang di sini karena saya percaya dari anggota GMKI dapat menjadi pemimpin masa datang di negeri ini,” ungkap Anita seraya berkata jika ingin menjadi pemimpin maka harus takut Tuhan dan menggunakan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Gah juga mengajak Mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI untuk peduli dan memberikan informasi bagi mahasiswa tidak mampu untuk memperoleh Bidikmisi. “Minggu depan, saya akan serahkan 300 Beasiswa Bidikmisi yang saya perjuangkan,” ungkap Anita Gah sambil berseru Jika lihat orang susah jangan diam, karena kita harus bersatu.

Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anita Jacoba Gah di Markas GMKI Cabang Kupang

“Saya akan bertindak tegas mengusulkan kepada Kemdikbud untuk mencabut Beasiswa Bidikmisi yang digunakan di luar dari kebutuhan kuliah,” tegas Anita sambil berujar kepada GMKI untuk melawan yang tidak benar.

Karena sesuai sumpah jabatannya, urai Anita, peruntukan Bidikmisi hanya untuk mahasiswa tidak mampu dan bukan untuk mahasiswa mampu, maka dirinya akan memperjuangkan beasiswa Bidikmisi yang ditahan dan dipotong oleh pihak kampus. “Jika ada anggota DPRI RI yang berjuang untuk rakyat maka harus dibantu dan jangan diam,” pinta Anggota Komisi X (Bidang Pendidikan) dari Fraksi Partai Demokrat ini kepada sekitar 150 peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah pose bersama Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo Foeh dan Dosen Hukum Unkris Kupang, Liven Rafael

“Kami juga menyediakan Rumah Aspirasi yang berada di Kota Kupang, SoE, Sumba, silakan datang membawa surat keterangan tidak mampu dan kelengkapan lain untuk memperoleh Beasiswa Bidikmisi. “Asal calon penerima Bidikmisi memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur,” terang Anita.

Untuk tahun 2020 alokasi beasiswa Bidikmisi hanya untuk 300 mahasiswa yang diperjuangkan oleh Anita Gah. “Bagi mahasiswa yang merasa tidak mampu silakan ke Rumah Aspirasi untuk mengisi formulir Bidikmisi dan memprioritaskan bagi mahasiswa yang tergabung dalam GMKI,” tandasnya.

Sementara itu, Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Eduard Nautu kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini memicu para mahasiswa untuk membentengi diri dan dibekali dengan pemahaman tentang Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara (Empat Pilar Kebangsaan).

“Mahasiswa sebagai agen perubahan saat kembali kepada masyarakat harus memahami betapa pentingnya Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tak terpapar oleh isu dan paham radikalisme,” ujar Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Kupang Komisi X, Deasy Ballo Foeh. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ditutup dengan menyanyikan bersama Lagu Padamu Negeri dan Mars GMKI.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)