Politeknik Negeri Kupang Konsisten Bantu Usaha Dodol Pisang Legit Sari

196 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) kembali memberikan bantuan kepada usaha rumahan Dodol Pisang Legit Sari yang dirintis oleh pasangan suami istri yakni Ferry Dethan dan Merry Letik yang mengawali usaha rumahan dengan mencoba mengolah pisang menjadi dodol sejak tahun 2012.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2019/07/26/politeknik-negeri-kupang-dukung-usaha-dodol-pisang-legit-sari-via-program-ppud/

Sebelumnya, pada awal pemberian bantuan oleh PNK di tahun pertama (2019, red), usaha Dodol Pisang Legit Sari menggapai bantuan berupa alat atau mesin pengaduk adonan dodol pisang dan di tahun 2020 diberikan bantuan berupa beberapa teknologi dan bantuan yang diserahkan antara lain :

  1. Mesin pengiris dodol semi otomatis;
  2. Etalase untuk media penyimpanan pada showroom, sehingga penyimpanan produk menjadi bersih , rapi dan ergonomis;
  3. Packaging kemasan menjadi higienis, di lengkapi dengan paper bag dan labelling sebagai identitas produk; dan
  4. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pengiris dodol serta perawatan mesin pengaduk yang diserahterima pada tahun 2019.

Jenis bantuan ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diberikan oleh PNK kepada Usaha Legit Sari dalam bentuk Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) berbasis agribisnis pengolahan pisang lokal khas NTT yang berpotensi ekspor.

Bantuan tahap kedua dari PNK kepada Usaha Rumahan Dodol Pisang Legit Sari

Ketua tim PPUD Politeknik Negeri Kupang untuk usaha Dodol Pisang Legit Sari, Christa Elena Blandina Bire, S.T., M.T. saat dihubungi Garda Indonesia pada Kamis siang, 13 Agustus 2020 menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua pemberian bantuan PNK kepada usaha Dodol Pisang Legit Sari yang mana merupakan bagian dari penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok usaha bersama Legit Sari.

“Tujuan pemberian bantuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dengan tetap berpijak pada keunikan dan ciri khas daerah sudah berlangsung 2 tahun sejak tahun 2019 dan direncanakan hingga tahun ketiga yang dibiayai oleh Kementerian RISTEK BRIN pada skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” urai Christa didampingi oleh anggota antara lain Yohanes Suban Peli, S.T., M.Si. Edwin Pieter Dominggus Hattu, S.T., M.Si. Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M. beserta tim Teknisi Teknik Mesin dan Teknik Komputer Jaringan.

Christa pun mengungkapkan permasalahan yang ditemui pada kelompok usaha bersama Legit Sari adalah proses produksi, desain produk, inovasi produk, manajemen, pemasaran, SDM dan fasilitas. Pada Aspek Teknis meliputi : proses produksi, desain produk, inovasi produk dan pada aspek administratif meliputi : manajemen, pemasaran, SDM dan fasilitas.

“Kelompok usaha bersama Legit Sari mampu menghasilkan produk yang berpeluang ekspor atau yang secara tidak langsung dibawa keluar negeri yaitu negara terdekat Timor Leste,” terangnya.

Penyerahan bantuan paper bag dan labelling Dodol Pisang Legit Sari dari Christa Bire (kiri dan berbusa hitam) kepada pemilik usaha, Merry Letik (kanan)

Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan PPPUD ini, imbuh Christa, berupa metode transfer teknologi dan metode knowledge dan solusi permasalahan yang menjadi target kegiatan PPPUD berbasis agribisnis pengolahan pisang lokal khas NTT berpotensi ekspor, di Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, Provinsi NTT adalah perbaikan kecepatan produksi dengan penataan area stasiun kerja; perbaikan mekanisasi produksi yaitu mesin pengaduk dodol yang ergonomis ; perbaikan metode produksi dengan model labeling, pengepakan/pengemasan produk menjadi lebih menarik, berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing penjualan; pembenahan keuangan; peningkatan jumlah pekerja; mengadakan pelatihan terhadap pemilik usaha dan semua pekerja sehingga keterampilan berpikir (soft-skill) dan hard-skill pekerja meningkat dan lebih kreatif ; perbaikan model pengemasan / packaging; penambahan diversifikasi varian rasa produk dodol; pengadaan fasilitas penunjang berupa mekanisasi pengiris dodol.

“Selain itu, di tahun ketiga difokuskan pada pembuatan katalog elektronik dan website e-commerce,” pungkas Christa.

Sementara, Ferry Dethan saat ditemui pada Selasa sore, 11 Agustus 2020 menyampaikan bahwa produksi dodol pisang relatif stabil dan bahkan di masa pandemi Covid-19, tetap dapat mengirimkan dodol pisang ke Bali.

Selain dikirim ke Bali, beber Ferry, dodol Legit Sari juga dikirim ke Surabaya. “Kami menggunakan sistem penjualan online dan menggunakan jasa keluarga di sana dan dapat mengirimkan tiga kali dalam sebulan,” urainya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Tim PNK Kupang