Arsip Tag: pengabdian kepada masyarakat

Ubah Lahan Kering Jadi Produktif, LP2M Undana Bantu Petani di Kupang Barat

573 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 85 persen lahan kering berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masih digarap secara sub sistim atau tradisional dan hanya mengandalkan curah hujan minimal yang berkisar sekitar 4—5 bulan dalam setahun, menjadi tantangan bagi para petani. Kondisi ini, harus dikelola secara profesional oleh petani, agar dapat memaksimalkan potensi yang terbatas agar memperoleh hasil.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2019/06/26/faperta-undana-edukasi-latih-petani-sayur-mayur-di-kupang-barat/

Seperti yang dialami oleh para petani sayur di Kelurahan Batakte dan Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Garda Indonesia pada Sabtu, 15 Agustus 2020, meninjau langsung kondisi petani di sana; saat mereka memperoleh pendampingan oleh Tim PKM Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Sejauh mata memandang hanya hutan belukar dan hamparan lahan kering dan gersang, namun di tengah hamparan tersebut, terdapat lahan pertanian berupa sayur-sayuran dan buah yang dikelola secara tradisional dan mengandalkan air sumur.

Lahan kering di Kelurahan Batakte yang diolah oleh Kelompok Tani Moen Feu

Ketua Kelompok Tani Moen Feu (Hidup Baru) Marthen Liutani di Kelurahan Batakte mengungkapkan, dari 3 (tiga) hektar lahan kering, pihaknya baru menggarap 50 are atau setengah hektar. “Per masing-masing lahan seluas 25 are dikelola oleh 10 petani dan ditanam sayur brokoli, sayur bunga kol, dan semangka,” urainya.

Ia pun menyampaikan, saat ini para petani mengandalkan kerja manual dengan menggunakan air tanah menggunakan mesin. “Saat ini, hanya tersedia air tanah dari sumur dengan menggunakan pompa. Kami sangat berharap, tersedia sumur bor agar dapat memaksimalkan kerja dan dapat meningkatkan produktivitas petani,” bebernya.

Terkait, distribusi hasil pertanian, imbuh Marthen, saat ini pihaknya telah memperoleh pendampingan dari LP2M Undana yang memberikan pelatihan mengenai kalender pasar. “Kelemahan kami tidak mengetahui kalender pasar, oleh karena itu, pihak LP2M Undana memberikan kami pemahaman tentang kalender pasar, terkadang kami hanya ikut saja menjual hasil pertanian di pasar tanpa memperhatikan kalender pasar,” tandasnya.

Ketua Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Petani Sayur, Drs. Ignatius Sinu,MA (berbaju hijau dan berjaket) bersama kelompok tani Moen Feu

Serupa, dilakukan oleh Kelompok Tani Uimatkuli (Air Hidup), di Kelurahan Oenesu. Para petani di sana, mengelola lahan kering menjadi areal pertanian sub sistim dengan mengandalkan air tanah. Di lokasi ini, para petani menanam tomat, sayur brokoli, pepaya California, dan jagung.

Seprianus M Poto, selaku Ketua kelompok menyampaikan harga tomat menurun usai pandemi Covid-19. “Harga semula, per ember Rp.40.000,- namun saat ini hanya dapat dijual 25 ribu per ember,” ungkapnya seraya menyampaikan usai memperoleh pendampingan dari LP2M Undana, agar dapat memahami perencanaan usaha tani.

Penyerahan bantuan dari LP2M Undana kepada Kelompok Tani Binaan oleh Dosen Faperta Undana Jurusan Agribisnis, Santhy Chamdra, SP., M.Si.

Sementara itu, Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pemberdayaan Petani Sayur, Drs. Ignatius Sinu,MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan desa mitra menuju desa sentra holtikultura. “Kegiatan ini sebagai sosialisasi dari teman-teman dosen Faperta Undana kepada masyarakat yang merupakan tahap kedua, sebelumnya berupa pelatihan pembuatan pupuk bokashi padat dan cair, namun tak dilanjutkan,” ujarnya.

Saat ini, imbuh Ignas yang berprofesi sebagai peternak Babi ini, menyampaikan pihak Undana membawa teknologi kepada para petani. “Ini merupakan tahapan kedua berupa pelatihan manajemen usaha tani dengan melakukan pendampingan, agar petani dapat mencatat dan membukukan setiap kegiatan pertanian mereka,” urainya.

Selain itu, para petani juga diedukasi oleh Dosen Faperta Undana Jurusan Agribisnis, Santhy Chamdra, SP., M.Si. tentang pembukuan usaha tani. Mewakili LP2M Undana, Santhy menyerahkan bantuan berupa selang air dan terpal kepada dua kelompok tani yang menjadi binaan.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Politeknik Negeri Kupang Konsisten Bantu Usaha Dodol Pisang Legit Sari

316 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) kembali memberikan bantuan kepada usaha rumahan Dodol Pisang Legit Sari yang dirintis oleh pasangan suami istri yakni Ferry Dethan dan Merry Letik yang mengawali usaha rumahan dengan mencoba mengolah pisang menjadi dodol sejak tahun 2012.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2019/07/26/politeknik-negeri-kupang-dukung-usaha-dodol-pisang-legit-sari-via-program-ppud/

Sebelumnya, pada awal pemberian bantuan oleh PNK di tahun pertama (2019, red), usaha Dodol Pisang Legit Sari menggapai bantuan berupa alat atau mesin pengaduk adonan dodol pisang dan di tahun 2020 diberikan bantuan berupa beberapa teknologi dan bantuan yang diserahkan antara lain :

  1. Mesin pengiris dodol semi otomatis;
  2. Etalase untuk media penyimpanan pada showroom, sehingga penyimpanan produk menjadi bersih , rapi dan ergonomis;
  3. Packaging kemasan menjadi higienis, di lengkapi dengan paper bag dan labelling sebagai identitas produk; dan
  4. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pengiris dodol serta perawatan mesin pengaduk yang diserahterima pada tahun 2019.

Jenis bantuan ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diberikan oleh PNK kepada Usaha Legit Sari dalam bentuk Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) berbasis agribisnis pengolahan pisang lokal khas NTT yang berpotensi ekspor.

Bantuan tahap kedua dari PNK kepada Usaha Rumahan Dodol Pisang Legit Sari

Ketua tim PPUD Politeknik Negeri Kupang untuk usaha Dodol Pisang Legit Sari, Christa Elena Blandina Bire, S.T., M.T. saat dihubungi Garda Indonesia pada Kamis siang, 13 Agustus 2020 menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua pemberian bantuan PNK kepada usaha Dodol Pisang Legit Sari yang mana merupakan bagian dari penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok usaha bersama Legit Sari.

“Tujuan pemberian bantuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dengan tetap berpijak pada keunikan dan ciri khas daerah sudah berlangsung 2 tahun sejak tahun 2019 dan direncanakan hingga tahun ketiga yang dibiayai oleh Kementerian RISTEK BRIN pada skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” urai Christa didampingi oleh anggota antara lain Yohanes Suban Peli, S.T., M.Si. Edwin Pieter Dominggus Hattu, S.T., M.Si. Janri Delastriani Manafe, S.Sos., M.M. beserta tim Teknisi Teknik Mesin dan Teknik Komputer Jaringan.

Christa pun mengungkapkan permasalahan yang ditemui pada kelompok usaha bersama Legit Sari adalah proses produksi, desain produk, inovasi produk, manajemen, pemasaran, SDM dan fasilitas. Pada Aspek Teknis meliputi : proses produksi, desain produk, inovasi produk dan pada aspek administratif meliputi : manajemen, pemasaran, SDM dan fasilitas.

“Kelompok usaha bersama Legit Sari mampu menghasilkan produk yang berpeluang ekspor atau yang secara tidak langsung dibawa keluar negeri yaitu negara terdekat Timor Leste,” terangnya.

Penyerahan bantuan paper bag dan labelling Dodol Pisang Legit Sari dari Christa Bire (kiri dan berbusa hitam) kepada pemilik usaha, Merry Letik (kanan)

Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan PPPUD ini, imbuh Christa, berupa metode transfer teknologi dan metode knowledge dan solusi permasalahan yang menjadi target kegiatan PPPUD berbasis agribisnis pengolahan pisang lokal khas NTT berpotensi ekspor, di Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, Provinsi NTT adalah perbaikan kecepatan produksi dengan penataan area stasiun kerja; perbaikan mekanisasi produksi yaitu mesin pengaduk dodol yang ergonomis ; perbaikan metode produksi dengan model labeling, pengepakan/pengemasan produk menjadi lebih menarik, berkualitas sehingga mampu meningkatkan daya saing penjualan; pembenahan keuangan; peningkatan jumlah pekerja; mengadakan pelatihan terhadap pemilik usaha dan semua pekerja sehingga keterampilan berpikir (soft-skill) dan hard-skill pekerja meningkat dan lebih kreatif ; perbaikan model pengemasan / packaging; penambahan diversifikasi varian rasa produk dodol; pengadaan fasilitas penunjang berupa mekanisasi pengiris dodol.

“Selain itu, di tahun ketiga difokuskan pada pembuatan katalog elektronik dan website e-commerce,” pungkas Christa.

Sementara, Ferry Dethan saat ditemui pada Selasa sore, 11 Agustus 2020 menyampaikan bahwa produksi dodol pisang relatif stabil dan bahkan di masa pandemi Covid-19, tetap dapat mengirimkan dodol pisang ke Bali.

Selain dikirim ke Bali, beber Ferry, dodol Legit Sari juga dikirim ke Surabaya. “Kami menggunakan sistem penjualan online dan menggunakan jasa keluarga di sana dan dapat mengirimkan tiga kali dalam sebulan,” urainya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Tim PNK Kupang

SD Kristen Rehobot Kupang Hasilkan RPP Perspektif Bencana di Era Normal Baru

367 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Undana menyelenggarakan workshop pengintegrasian literasi informasi kebencanaan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Kristen Rehobot Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini diikuti 11 guru SD berlangsung 2 hari, pada setiap Sabtu (18 dan 25 Juli 2020).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/17/lp2m-undana-edukasi-budaya-sadar-bencana-di-sd-kristen-rehobot-kupang/

Menurut Ketua Tim Pelaksana PKM, Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos., M.Si.  workshop ini ditujukan untuk memfasilitasi para guru dalam menyelipkan pendidikan kebencanaan ke dalam pembelajaran. “Melalui workshop selama 2 hari ini, kami tim PKM yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi dan Pendidikan PPKn Undana berupaya memfasilitasi teman-teman guru SD Rehoboth akan tips dan kiat mengintegrasikan topik-topik kebencanaan yang relevan ke dalam RPP. Kita sesuaikan dengan keadaan lingkungan SD Rehobot yang rentan terhadap ancaman banjir dan angin puting beliung. Dua topik ini yang kita diskusikan dengan teman-teman guru guna diselipkan di RPP sehingga budaya sadar bencana terbangun secara berkelanjutan,” kata Andung.

Tampak para guru kelas rendah sedang melakukan revisi RPP

Sebelum workshop, demikian tegas salah satu dosen ilmu komunikasi ini, kegiatan PKM yang merupakan hasil kerja sama antara LP2M Universitas Nusa Cendana dengan Kemenristek/BRIN, telah melewati beberapa kegiatan. Di antaranya kampanye informasi dan pelatihan tentang komunikasi kebencanaan termasuk di dalamnya membahas topik penanggulangan bencana utamanya banjir dan angin puting beliung. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan PKM menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Masyarakat Penanggulangan Bencana (PMPB) NTT sebagai salah satu narasumber pelatihan.

Workshop yang difasilitasi oleh Daud Nassa, berlangsung di SD Rehoboth, Desa Oebelo. Para guru didampingi untuk memperbaiki RPP dengan menyesuaikan dengan tuntutan kebiasaan normal baru (new normal) akibat pandemi Covid-19.

Kepala Sekolah dan para guru nampak antusias akan apa yang dilakukan. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selama ini, saya belum pernah mengajarkan siswa tentang topik bencana di kelas 2. Dengan pelatihan dan workshop ini, saya dapat banyak pengetahuan sehingga saya sudah revisi RPP dan mengintegrasikan topik bencana dalam RPP semester ini”, ujar salah seorang guru, Yubita Menfini.

Seorang guru SD Kristen Rehobot sementara menyajikan hasil revisi RPP untuk kelas tinggi.

Sementara itu, Kepala Sekolah, Mariajina Soares mengungkapkan bahwa topik kebencanaan akan dijadikan RPP tersendiri terutama di mata pelajaran Muatan Lokal. “Kami bersepakat agar selama 2 jam pembelajaran maka 1 jam dengan topik kebencanaan dan 1 jam sisanya untuk PLSBD. Jam pembelajaran ini disesuaikan juga dengan pemberlakuan new normal,” tegas Soares yakin.

Penyusunan RPP yang berperspektif bencana, dalam pandangan tim PKM, dinilai penting agar masyarakat yang berdomisili di wilayah rawan bencana ini dapat siap siaga. Sebagaimana diketahui, SD Kristen Rehobot ini terletak di tengah lapang kosong tanpa pepohonan dan berada di dekat pinggiran sungai Tanah Merah dan Oebelo sehingga rentan terhadap ancaman angin puting beliung dan banjir.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Ilmu Komunikasi Fisip Undana Kupang )
Editor (+rony banase)