Pengurus PMKRI Cabang Kupang Periode 2020—2021 Resmi Dikukuhkan

83 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jajaran fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang Santo Fransiskus Xaverius Periode 2020—2021 resmi dilantik di Aula Balai Latihan Dinas Sosial Provinsi NTT pada Sabtu malam, 15 Agustus 2020.

Sesuai rilis yang diterima Garda Indonesia, pelantikan yang berlangsung penuh hikmat itu, mengusung tema dari Injil Matius 10 : 16, “ Aku Mengutus Kamu Seperti Domba Ke Tengah-tengah Serigala, Sebab Itu Hendaklah Kamu Cerdik Seperti Ular dan Cerdik Seperti Merpati.” disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang terlantik Alfred Saunoah dalam pidato pertamanya mengajak seluruh anggota perhimpunan untuk bekerja sama dalam menjalankan wadah organisasi.

“Sebagaimana tema yang ada di depan kita ‘Aku Mengutus Kamu Seperti Domba ke Tengah-tengah Serigala, Sebab Itu, Hendaklah Kamu Cerdik Seperti Ular dan Cerdik Seperti Merpati’ bahwasaannya, rekan–rekan perhimpunan, kita adalah domba–domba yang siap terjun dan terlibat melawan segala musuh yang mencoba merajam dan menindas kaum tertindas di Tanah Flobamora tercinta ini,” ucapnya.

Melawan dan menolak, tegasnya, segala bentuk kebijakan yang tidak bersemayam dengan kepentingan masyarakat kecil dan sudah sepatutnya kita mesti secerdik mungkin seperti ular dan setulus mungkin seperti seekor merpati. Sehingga mampu dan berdiri di garda terdepan untuk terlibat dan berpihak pada kaum tertindas.

Momentum malam hari ini, imbuhnya, adalah sebuah peristiwa berharga bagi kita untuk kita terus menyalakan pelita perjuangan dari Rumah Juang kepada generasi masa depan bangsa, generasi penerus Flobamora tercinta.

Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Cabang Kupang pada malam hari ini, bukanlah hanya sebuah momentum semata melainkan sebuah agenda refleksi perjalanan perhimpunan ke arah yang lebih progresif. Bahwasannya, ada banyak agenda yang kita sia- siakan begitu saja. Kita seolah diam dan bergerak di tempat.

PMKRI sebagai sebuah organisasi pembinaan, pengaderan dan perjuangan untuk terus menyalakan sumbu apinya kepada bumi yang kita pijak. Sebagai kader perhimpunan sudah seharusnya kita terus meneropong berbagai masalah yang mendera NTT kita tercinta ini. Mengawal setiap kebijakan yang sering menindas kaum–kaum kecil.

Sebagai kader perhimpunan, pintanya, tentunya kita tidak boleh tertinggal jauh dari perkembangan dan kemajuan. Kita sudah saatnya menyiapkan diri secara intelektual, skill berwirausaha, mengendalikan dan menguasai teknologi maupun skill secara kepemimpinan. Kecakapan–kecakapan itulah yang membuat masa depan kita terus beradap demi sebuah kontribusi produktif kepada NTT tercinta.

Tugas kita sebagai pemuda tentunya, meneruskan semangat akan perjuangan para pemuda pendahulu dalam mempertahankan kedaulatan negara Republik Indonesia tercinta ini, agar tidak mudah diganggu oleh negara–negara luar yang mencoba merampas hak–hak dan kekayaan bangsa Indonesia.

Sementara, mewakili Senior Alumni Jhoni Kaunang, mengingatkan kepada Jajaran Dewan Pimpinan Cabang yang baru dilantik untuk ke depan bekerja sama dalam menjalankan roda perhimpunan. “Kader perhimpunan harus memahami nilai-nilai Katolik sebagai landasan perjuangan, Kader PMKRI Cabang Kupang juga harus memiliki rasa cinta kepada Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai anggota perhimpunan, tandasnya, harus siap menjalankan dan mengembangkan organisasi agar tetap eksis di masyarakat, kader PMKRI Cabang Kupang juga harus memahami diri sebagai mahasiswa yang tidak terlepas dari tugas kuliah di kampus.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI, Tri Natali Urada yang melantik Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang dalam sambutannya mengingatkan fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang untuk merawat kerja sama selama satu periode.

Ia juga kembali mengingatkan kepada fungsionaris untuk tetap menjaga ekonomi organisasi agar organisasi tetap berjalan dengan baik dan menghimbau anggota perhimpunan agar tetap mengawal kebijakan pemerintah.

Foto utama istimewa
Editor (+rony banase)