Arsip Kategori: Komunitas

“Catat Setiap Anak” Plan Indonesia Bantu Alat Kerja untuk Disdukcapil Nagekeo

93 Views

Mbay, Garda Indonesia | Untuk mendukung percepatan pencatatan dokumen kependudukan terutama data anak, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) memberikan bantuan satu unit laptop dan dua unit printer untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nagekeo pada pada Senin, 3 Agustus 2020 di Mbay, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan alat kerja oleh Plan Indonesia yang diberikan pada masa pandemik Covid-19, bertujuan untuk mempercepat pendataan identitas anak baru dan menerbitkan akta kelahiran mereka. Selain itu, Plan Indonesia mengadakan peningkatan kapasitas Dinas Dukcapil untuk menyelenggarakan pembuatan akta kelahiran kolektif di Nagekeo.

Weke Andreas, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Nagekeo menyampaikan bahwa sekitar 11 persen anak umur 0—18 tahun anak di Nagekeo belum memiliki akta kelahiran. “Hingga bulan Desember 2020 kita memiliki target 95 persen dan saat ini sudah mencapai 89,4 persen yang memiliki akta kelahiran. Dukungan Plan Indonesia akan sangat membantu penyelenggaraan pelayanan catatan sipil yang lebih efektif dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Andreas.

Kadis Dukcapil Kabupaten Nagekeo saat menandatangani berita acara serah terima bantuan dari Plan Internasional

Kontribusi Plan Indonesia tersebut merupakan bagian dari proyek Catat Setiap Anak (Count Every Child Project) yang telah berlangsung di Kabupaten Nagekeo sejak tahun 2020—2023. Melalui proyek ini, Plan Indonesia melakukan riset tentang hak atas identitas dan kebangsaan. Plan Indonesia juga memfasilitasi lokakarya tingkat lokal untuk meningkatkan kesadaran berbagai pemangku kepentingan tentang hak identitas anak, terutama pentingnya menjangkau data anak perempuan yang terpinggirkan.

Eka Hadiyanto, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Kabupaten Nagekeo menjelaskan bahwa pembuatan akta kelahiran merupakan bagian dari melindungi, menghargai, dan mengakui status anak sebagai bentuk pemenuhan hak anak atas identitas dirinya. “Anak yang tidak memiliki akta kelahiran dihadapkan pada sejumlah risiko, seperti pemalsuan identitas untuk berbagai kepentingan. Risiko lainnya terutama anak-anak di pedesaan yang tak memiliki akta kelahiran adalah menjadi sasaran empuk perdagangan anak,” urai Eka.

Melalui proyek ‘Catat Setiap Anak’, Plan Indonesia berupaya mendorong perbaikan proses tata kelola layanan catatan sipil dengan partisipasi proaktif dari Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) melalui mekanisme perlindungan anak berbasis masyarakat di 15 desa dampingan di Kabupaten Nagekeo. (*)

Sumber berita dan foto (Publikasi Plan Internasional)
Editor (+rony banase)

KAI NTT Buka Pendaftaran Ujian Calon Advokat Mulai 1—31 Agustus 2020

486 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi membuka Ujian Calon Advokat (UCA) tahun 2020 yang bakal menjaring minimal 30 advokat. Kepastian pengumuman UCA 2020 disampaikan oleh Pengurus DPD dan Panitia Penerimaan Advokat KAI NTT pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

Ketua Panitia Penerimaan Advokat DPD KAI NTT, Obednego.R.Djami, S.H., M.H. dalam sesi konferensi pers menyampaikan bahwa berdasarkan permintaan dari teman-teman dari daratan Flores, maka KAI Indonesia menyurati DPD KAI NTT untuk melangsungkan Ujian Calon Advokat (UCA).

“Maka, kami membentuk panitia dan membentuk koordinator di setiap kabupaten dan mulai membuka UCA 2020 terhitung mulai 1—31 Agustus 2020,” urainya sembari menyampaikan pembentukan panitia berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor : 10/SK-BIASA/DPD-KAI/vi/2020 tanggal 25 Juli 2020.

Senada, Sekretaris Panitia Penerimaan Advokat DPD KAI NTT, Amos Lafu, S.H., M.H. menyampaikan bahwa perbandingan jumlah advokat dan masyarakat pencari keadilan di NTT belum berimbang, maka muncullah permintaan penerimaan calon advokat dari daratan Flores. “Kalau di Kota Kupang hampir berimbang, namun di daratan Flores dan di kabupaten lain belum berimbang,” ungkapnya.

Mengenai syarat utama untuk mengikuti UCA 2020, imbuh Advokat Amos Lafu, harus lulusan sarjana (S1) Hukum. “Selain itu, Impian KAI NTT dapat menciptakan advokat atau pengacara yang profesional, berintegritas, bermoral, dan bermartabat,” urainya seraya membeberkan jumlah anggota KAI NTT saat ini sebanyak 327 advokat.

Untuk zona pendaftaran UCA 2020, lanjutnya, dibagi atas Zona Flores berpusat di Ende dan Zona Timor berpusat di Kota Kupang dengan mengikuti mekanisme dan persyaratan pendaftaran yang harus dilengkapi yakni :

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran;
  2. Fotokopi KTP yang masih berlaku sebanyak 3 lembar;
  3. Fotokopi ijazah S1 Hukum yang telah dilegalisir;
  4. Pas Foto berwarna ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar (latar merah);
  5. Menyerahkan Asli dan Fotokopi biaya Pendaftaran Ujan sebesar Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) yang ditransfer ke Rekening DPD KAI NTT Bank BRI KCP Sudirman Nomor: 2176-01-000180-560 sebanyak 3 lembar; dan
  6. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh pada saat mendaftar.

Adapun materi ujian, imbuh Advokat Amos Lafu, berupa :

  • Pengantar Ilmu Hukum;
  • Pengantar Hukum Indonesia;
  • Peran, Fungsi & Perkembangan Organisasi Advokat;
  • Kode Etik Advokat;
  • Hukum Acara Perdata;
  • Hukum Acara Pidana;
  • Hukum Acara Perdata Agama;
  • Hukum Acara Peradilan Hubungan Industrial;
  • Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara;
  • Hukum Acara Mahkamah Konstitusi;
  • Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Sementara itu, Sekretaris DPD KAI NTT, Adv. Luis Balun, S.H. mengungkapkan bahwa belum semua pengacara di Pengadilan Negeri atau Pengadilan Tinggi dapat membantu masyarakat di desa-desa. “Kita berharap hasil UCA 2020 dapat menghasilkan advokat lebih dari 30 orang,” ujarnya.

Advokat senior penggagas KAI NTT ini pun berharap agar para advokat yang terlahir dari UCA 2020 dapat membantu para masyarakat yang tak berharap hanya pada Posbakum Kementerian Hukum dan HAM.

Pendaftaran UCA mulai dibuka sejak tanggal 1—31 Agustus 2020 di Sekretariat DPD KAI NTT Jalan Jenderal Sudirman No. 152 (lantai 3 Toko Buku Semangat), Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada setiap hari kerja (Senin—Jumat. Pukul 09.00—17.00 WITA) atau bisa juga menghubungi Contact Person: Ketua Panitia Advokat Obednego R. Djami, S.H., M.H. telepon 085239044120 dan Advokat Amos A. Lafu, S. H., M.H. Sekretaris Panitia, telepon 081338931091.

Untuk pendaftaran UCA 2020 di luar Kota Kupang dapat menghubungi Adv. Marsel Bere Eduk, SH (Koordinator Daerah (Korda) Belu-Malaka, telepon 081339167002; Adv. Dyonisius F.B.R Opat, S.H. Korda Kefa, telepon 085253116200; Adv. Jusak Tausbele, S.H. Korda Alor, telepon 081210245622; Adv. Hendrik Djehadut, S.H. Korda Manggarai Raya, telepon 081238590871; Adv. Arnoldus Nono, S.H. Korda Bajawa, telepon 081338410303; Adv. Rio Lameng, S.H. Korda Sikka, telepon 081338386602; Adv. Juprianus Lamabelawa, S.H., M.H. Korda Lembata- Flotim, telepon 082144163637; Adv. Maximus Polus Rerha, S.H. Korda Ende, telepon 085238865554; dan Adv. Yeremias Sallu, S.H. Korda Sumba, telepon 08113878244.

Penulis, editor dan foto utama (+rony banase)

KNPI NTT Dukung Eksistensi dan Kepemimpinan IMO NTT

259 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Atas nama keluarga besar KNPI NTT, saya selaku ketua DPD menyampaikan terima kasih kepada kakak Rony Banase sebagai Ketua DPW IMO NTT dan seluruh jajarannya. Saya pikir secara pribadi terlepas dari jabatan kami, sebagai orang-orang muda yang punya mimpi kita sering melakukan silaturahmi dan saling mengenal satu dengan yang lain secara baik,” ujar Ketua KNPI Provinsi NTT, Hery Boki dalam sesi “NgoPi (Ngobrol Inspiratif) Bersama Pemuda/KNPI, dengan tema “Ekspansi Bank NTT Di Tengah Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati HUT ke-47 KNPI Tahun 2020.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2020/07/18/dinamika-47-tahun-knpi-perspektif-ketua-knpi-ntt-orang-muda-bergerak-dinamis/

Oleh karena itu, imbuh Hery Boki, “Saya mau kita terus berjalan bersama dan bergandengan tangan karena ke depan kita akan menjadi pemimpin dalam setiap level. Kita akan terus menjalani silaturahmi ini dan kita tidak mungkin berjalan sendiri. Kita harus berada dalam semangat perjuangan yang sama agar dapat mengekspresikan ide-ide orang muda dengan tetap menjaga profesionalitas dari masing-masing ruang dan waktu,” ungkapnya pada Kamis, 16 Juli 2020 pukul 10.00 WITA—selesai di In & Out Resto Kupang.

Hery Boki berharap teman-teman dari media mengedepankan dan memenuhi syarat mekanisme, “Kami dari DPD KNPI juga melihat hal-hal yang bersifat profesional dan proporsional, mari kita terus bergandengan tangan untuk membangun Nusa Tenggara Timur,” pintanya.

Tentu semua keberhasilan dan prestasi yang didapatkan oleh kelembagaan KNPI, ungkap Hery, tidak serta-merta karena kehebatan internal DPD. “Kami sadar bahwa semua itu karena jalinan kerja sama dan dukungan semua pihak terutama teman-teman dari media,” ucapnya.

Hari ini, tandas Ketua KNPI Provinsi NTT dua periode ini, kita tetap memberikan apresiasi bahkan dimata DPD KNPI wadah resmi sekelas DPW IMO NTT harus menjadi mitra strategis bersama dengan seluruh stakeholder orang muda di daerah agar bekerja sama terhadap seluruh dinamika dan perkembangan yang ada di daerah.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh DPD KNPI NTT

Dinamika 47 Tahun KNPI, Perspektif Ketua KNPI NTT: Orang Muda Bergerak Dinamis

323 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi NTT, Hermanus Boki dalam sesi “NgoPi (Ngobrol Inspiratif) Bersama Pemuda/KNPI, dengan tema “Ekspansi Bank NTT Di Tengah Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati HUT ke-47 KNPI Tahun 2020, yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2020 pukul 10.00 WITA—selesai di In & Out Resto Kupang; menyampaikan perspektifnya tentang dinamika dan eksistensi KNPI Provinsi NTT.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi sederhana, namun berkualitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat, antara lain: Plt.Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho; Karo Ekonomi dan Kerja sama Setda Provinsi NTT, Dr. Lerry Rupidara; Manajer Bisnis Harian Timor Express, Marthen Bana; dan Tommy Ndolu (mantan Direktur Kepatuhan Bank NTT).

Menurut Ketua KNPI Provinsi NTT, Dinamika KNPI khususnya dan dinamika orang-orang muda NTT pada umumnya sebenarnya terus bergerak dinamis dari waktu ke waktu dan orang-orang muda selalu memberi catatan sejarah pada setiap perjuangan yang dilakukan.

Kepada media yang tergabung dalam IMO NTT, Hery Boki [sapaan akrabnya], mengatakan secara khusus tidak mengikuti dinamika kepemimpinan KNPI per periode, “Tetapi, di periode pertama saya sejak 2013—2016 dan ini periode saya yang kedua dan terakhir 2017—2020. Saya pikir teman-teman media sudah mengetahui apa saja yang telah KNPI lakukan baik secara internal yaitu penguatan kelembagaan atau organisasi maupun eksternal dalam kegiatan publik sekaligus menggelorakan ruh perjuangan, menjaga nilai-nilai moral dalam spirit moral force,” ucapnya.

Kita tetap menjaga nilai-nilai tersebut, imbuh Hery Boki, agar tidak luntur oleh situasi atau kondisi apa pun. “Hari ini, kalau kita berbicara tentang Bank NTT maka menjadi hal baru karena kita berbicara dengan suasana yang santai dan penuh kebersamaan tanpa mengurangi bobot dari diskusi kita. Setelah kami melihat ke dalam, kita harus secara proporsional melihat persoalan yang hari ini terjadi di Bank NTT,” urainya.

Lanjutnya, Kalau dahulu kita menyampaikan pikiran-pikiran kita dengan cara yang begitu ekspresif sampai pada tingkat demonstrasi, itu karena kita melihat tidak begitu welcome dan komunikatifnya para pimpinan dan manajemen internal Bank NTT untuk menerima segala upaya baik dari orang-orang muda baik di KNPI, pers ataupun lain sebagainya yang bertujuan memberikan kontribusi pemikiran sebagai bagian dari fungsi kontrol.

“Hari ini, ketika Bank NTT di bawah kepemimpinan Bapak Harry Alexander Riwo Kaho, kami coba membangun komunikasi dan ternyata di tengah kesibukannya beliau tetap melayani kami. Karena itu saya dan teman-teman meminta waktu untuk bertemu, karena memang saat ini sangat padat dan tidak bisa, saya mohon ijin agar membangun komunikasi via telepon, bahkan saya minta untuk hari beliau hadir dalam kegiatan KNPI,” ungkap Ketua KNPI NTT dua periode ini dengan antusias.

Foto bersama usai diskusi dengan tajuk “NgoPi (Ngobrol Inspiratif) Bersama Pemuda/KNPI, dengan tema “Ekspansi Bank NTT Di Tengah Pandemi Covid-19” dalam rangka memperingati HUT ke-47 KNPI Tahun 2020

Tujuannya, imbuh Hery, yaitu kita tidak boleh merasa pesimis dengan beberapa persoalan yang hari ini mencuat ke permukaan karena bagi kami ini bukanlah kesalahan manajemen internal Bank NTT, sesungguhnya yang harus kita lihat dan bedah lebih jauh adalah letak kelemahan otoritas jasa keuangan (OJK). “Dari awal OJK tahu akan peluang-peluang permasalahan dan kredit macet ini yang mungkin saja akan berdampak untuk seterusnya. Tetapi, kenapa OJK tidak memberi peringatan dini dalam kewenangannya memberi otoritas,” tegasnya.

Masih dalam penegasannya, Hery mempertanyakan kenapa OJK tidak merekomendasikan kepada pemegang saham setelah melakukan evaluasi untuk direksi ini diganti.

“Ini OJK mendiamkan,” ucap Hery Boki heran.

Berarti, tegasnya, kami juga dalam asas praduga tak bersalah meragukan kompetensi dan integritas personalia OJK. Karena sebenarnya kalau kita telisik lebih jauh tentang seluruh kewenangan yang ada pada OJK berdasarkan Undang-Undang, kalau dilakukan dengan baik, jujur, transparan dan mengedepankan integritas tidak mungkin persoalan yang dihadapi oleh Bank NTT mencuat seperti hari ini.

Oleh karena itu, lanjut Hery, dalam diskusi-diskusi kita, saya bilang tidak. Kita harus lihat kembali secara lebih spesifik persoalan ini letaknya ada di mana dan di situ kita temukan ternyata ada pada kelemahan OJK yang tidak begitu menjalankan peran dan fungsi. Sehingga dalam beberapa kali rapat virtual dengan DPP, kami menyampaikan kondisi-kondisi daerah dan ternyata ini juga dihadapi oleh teman-teman DPP KNPI provinsi lainnya.

Makanya diputuskanlah dalam rapat virtual DPP, KNPI memberi tugas kepada ketua umum untuk menyampaikan rekomendasi pemikiran sekaligus mendukung langkah Pak Jokowi dalam rencana reshuffle kabinet, salah satunya adalah membubarkan otoritas jasa keuangan (OJK). “Dengan pertimbangan-pertimbangan yang kita lampirkan semua sehingga di tengah situasi pandemi Covid-19 ini tidak terjadi pemborosan keuangan negara secara nasional maupun di tingkat APBD terhadap seluruh pembiayaan yang diberikan kepada OJK. Itu salah satu rekomendasi yang kita sampaikan,” ungkapnya.

Selebihnya, tambah Hery Boki, dalam dinamika-dinamika organisasi, kita terus bergerak maju dan saya tidak mungkin berkomentar banyak lagi karena saya hari ini sudah di penghujung masa jabatan. Sementara dipersiapkan oleh teman-teman di OKK yang digerakkan oleh adik Jhon, sebagai wakil ketua, kita akan melaksanakan rapat pimpinan daerah karena berdasarkan mekanisme kita, sebelum musyawarah daerah dilakukan ada satu forum di bawah musda yaitu rapat pimpinan. Rapat pimpinan membahas hal-hal yang berkaitan dengan materi, waktu, lokasi, tempat dan peserta musyawarah daerah. Setelah selesai dan sukses melaksanakan rapimda (rapat pimpinan daerah), kita akan menggelar musda (musyawarah daerah) yang akan dilaksanakan pada awal Desember 2020.

“Setelah itu, akan menjadi tanggung jawab ketua terpilih untuk bagaimana menindaklanjuti gerakan-gerakan perjuangan di organisasi sebesar KNPI. Tidak ada hal yang begitu luar biasa, tetapi bagi kami dalam cacatan dinamika kepemudaan, KNPI cukup memberi warna dan ada cacatan sejarah yang ditinggalkan oleh periode kami. Ada legasi yang kami tinggalkan, itu sebagai sebuah kontribusi dari orang-orang muda KNPI,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

HUT Ke-20 Apkasi, Mendagri Ajak Kepala Daerah Miliki Jiwa Entrepreneur

54 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memperingati hari jadi ke-20 secara sederhana saat pandemi Covid-19 di Kantor Apkasi pada Sabtu, 30 Mei 2020, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk syukur bahwa Apkasi mampu melewati dua dekade dalam mengawal pelaksanaan otonomi daerah.

Tampak hadir di Kantor Apkasi mulai dari Prof Ryaas Rasyid, selaku Penasehat Khusus Apkasi, Isran Noor, Gubernur Kaltim yang pernah menjadi Ketua Umum Apkasi, serta Mardani H. Maming, selaku Ketua Dewan Pembina Apkasi, dan menjadi lengkap dengan kehadiran Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Airin Rachmi Diany yang juga adalah Wali Kota Tangerang Selatan untuk bersama-sama melakukan video conference yang diikuti oleh para Pengurus Apkasi dan Apeksi di daerah masing-masing.

Seperti diketahui momentum HUT ke-20 bagi Apkasi diperingati pada 30 Mei 2020, dan bagi Apeksi lebih dahulu merayakannya pada 25 Mei 2020.

Dalam arahannya melalui video konferensi Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri RI, mengucapkan selamat hari jadi yang ke-20 baik kepada Apkasi maupun kepada Apeksi. Dalam kesempatan baik ini. Tito mengapresiasi kerja sama Apkasi dan Apeksi untuk ke depan terus sinergi dan berkolaborasi. Tito mengajak kepada para kepala daerah untuk saling belajar, belajar dari daerah yang lebih sukses, bahkan dari daerah yang kurang berhasil sekali pun.

“Dari yang berhasil bisa kita tiru dan dikreasikan agar lebih berkembang sesuai konteks wilayah masing-masing, yang kurang berhasil atau ada masalah hukum dan lain-lain, ini juga kita pelajari supaya tidak terjadi lagi dan bisa menjadi motivasi bagi kita untuk lebih maju,” ujarnya.

Apkasi, menurut Tito, akan bisa tumbuh dan berkembang dan dihormati oleh pemimpin lainnya baik Apkasi sendiri maupun Apeksi atau asosiasi gubernur atau asosiasi tingkat parlemen baik DPRD, DPRD Tingkat II dan lain-lain, untuk bisa memperkuat marwah daripada Apkasi.

“Apkasi bisa menjadi penyaluran kepala daerah lainnya, untuk menyamakan persepsi, saluran untuk menyampaikan aspirasi dan saluran juga untuk melakukan koreksi. Kerja sama perlu dibangun ke semua pihak, baik dengan Apeksi, maupun dengan asosiasi lainnya dan dengan pemerintah pusat, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa membangun, karena kewenangan pembangunan di daerah masing-masing tidak sepenuhnya ada di tangan para bupati/wali kota, tapi ada yang di pemerintah pusat, tingkat provinsi, bahkan ada yang di tingkat desa,” imbuhnya.

Kondisi ini, sebut Tito, memerlukan tidak hanya kecerdasan, tapi juga memerlukan emotional quostient, kemampuan untuk membangun hubungan, ke atas, ke samping dan ke bawah. “Lebih dari itu, karena rekan-rekan banyak bergerak di bidang upaya memajukan melalui proses pembangunan, maka para kepala daerah harus mendengar suara dari bawah, yakni suara rakyat, rakyat yang harus selalu kita lindungi. Satu lagi kemampuan yang perlu dimiliki seorang kepala daerah adalah kemampuan entrepreneurship, kemampuan untuk berwirausaha dalam rangka untuk menangkap peluang yang ada di daerah masing-masing,” bebernya.

Dengan jiwa entrepreneurship, imbuh Tito, peluang-peluang yang ada di daerah bisa dikembangkan sehingga mampu untuk mendapatkan pendapatan yang sebanyak-banyaknya dengan cara-cara sesuai aturan hukum dan kemudian menggunakannya atau membelanjakannya dengan tepat sasaran, hemat dan selektif. Ia menambahkan, “Dengan begini daerah rekan-rekan bupati dan wali kota menjadi daerah surplus dalam bidang anggaran, bukan daerah yang defisit karena belanjanya lebih besar, belanjanya dengan program-program yang tidak bisa dieksekusi sementara pendapatannya lebih kecil, ibarat lebih besar pasak daripada tiang.”

Tito mewanti-wanti agar jangan sampai menjadi daerah yang defisit, daerah harus lebih independen, harus kuat secara keuangan, secara ekonomi dan ini sekali lagi memerlukan keahlian, kemampuan entrepreneurship atau kemampuan berwirausaha yang harus dimiliki para kepala daerah.

“Akhirnya saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Apkasi, semoga terus kompak secara internal, secara pengurus juga dengan anggota dan bisa membangun hubungan baik dengan semua pihak baik ke atas, ke samping dengan asosiasi lain, ke bawah termasuk juga ke lapisan masyarakat. Saya doakan Apkasi akan lebih maju dan menjadi motor dalam mengerakkan pembangunan dan motor untuk menuju cita-cita bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, yang diperkirakan 2045 menjadi salah satu kekuatan ekonomi 4 besar dunia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan syukuran HUT ke-20 Apkasi yang berbarengan kegiatan halal bil halal perayaan Idul Fitri 1441H, Ketua Umum Apkasi, Abdullah Azwar Anas dari Banyuwangi melalui video konferensi mengajak kepada para kepala daerah untuk bersama-sama menyambut new normal dengan gaya baru.

“Ada empat hal yang harus menjadi perhatian kita para kepala daerah dalam menghadapi new normal ini, yakni pertama mengajak masyarakat untuk disiplin menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari, kedua penerapan social distancing khususnya nanti pada saat sekolah, pesantren dan dunia pendidikan dibuka kembali, ketiga rutin cek suhu utamanya bagi masyarakat di tempat-tempat publik, dan terakhir sektor ekonomi harus terus digerakkan agar dampak buruk ccovid-19 bisa diminimalkan. Terakhir kita berdoa agar Allah segera mengangkat Covid-19 ini dari bumi Indonesia,” ujar Bupati Banyuwangi ini. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Apkasi – IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

YASPORA NTT Berbagi Kasih Kepada 100 Warga di Tengah Pandemi Covid-19

246 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Yayasan Polikarpus Do Flobamora (YASPORA NTT) melakukan aksi berbagi kasih bagi 100 warga yang terdampak langsung Covid-19 di seputar Kota Kupang pada 27—29 Mei 2020. Bentuk uluran kasih YASPORA NTT berupa 100 paket sembako dan 100 rak telur ayam untuk 100 orang dan 200 masker.

Adapun warga yang mendapat uluran kasih dari YASPORA NTT milik pegiat literasi sekaligus pengelola PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do terdiri dari para warga kurang mampu, mahasiswa yang tak sempat mudik ke kampung halaman, dan warga Kabupaten Ende yang berdomisili di Kota Kupang.

Polikarpus Do (baju hijau lengan panjang dan bermasker biru)  saat menyerahkan uluran kasih dari YASPORA NTT kepada salah satu warga

Polikarpus Do kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa uluran kasih tersebut sebagai perhatian tulus dari Yaspora NTT. “Meski baru berdiri kurang dari setahun, namun Yaspora NTT berupaya melakukan aksi berbagi kasih kepada yang benar-benar membutuhkan akibat pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Uluran kasih YASPORA NTT, imbuh Polikarpus Do, untuk meringankan beban saudara dengan membantu mereka dengan keterbatasan yang ada. Selain itu, Polikarpus Do juga mengimbau mengajak masyarakat untuk terus dan tetap menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan, jaga jarak dan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Polikarpus Do saat mengenakan masker kepada salah satu warga

Dukungan uluran kasih juga diberikan oleh anggota DPRD Provinsi NTT, dr. Christian Widodo kepada Yaspora NTT yang telah diserahkan kepada penerima uluran kasih. “Terima kasih kepada dokter Christian Widodo yang turut mendukung kegiatan ini,” ucap Poli sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Ngalupolo (IKN) Kupang, Abdul Asis menyampaikan limpa terima kasih YASPORA NTT. “Terima kasih kepada Aji Poli (Polikarpus Do, red) Ketua YASPORA NTT atas bantuan sembako kepada anggota IKN Kupang,” tandasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto (*/istimewa)

Aksi Diaspora TTS Berbagi Untuk Saudara TTS di Tengah Pandemi Covid-19

133 Views

Depok – Jabar, Garda Indonesia  | Sektor swasta terutama perusahaan, banyak yang mengalami penurunan produksi serta penjualan yang mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PMK). Masyarakat luas sangat terdampak atas kondisi tersebut, terlebih masyarakat perantau mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup makan/minum & susu anak, biaya hidup serta sewa kontrakan.

Saudara kita, warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S) dan yang berasal dari seluruh kabupaten di Provinsi NTT dan saat ini sedang merantau dan berdomisili di Depok, Provinsi Jawa Barat pun merasakan dampak langsung di tengah Pandemi Covid-19.

“Mereka yang terdampak sebagai perantau berasal dari NTT dan kebanyakan masih ber-KTP NTT yang hingga saat ini belum terjangkau bantuan,” ujar Omega Tahun, SKM., M.Kes. kepada media pada Senin, 18 Mei 2020.

Kondisi yang memprihatinkan tersebut menjadi pembahasan serius yang membuahkan gagasan dari beberapa senior dari Kabupaten T.T.S juga sebagai donatur di antaranya Kolonel Simon Petrus Kamlasi, Letkol. Farida Sine Samadara, Piter Tualaka, dan Feki Tahun; menggalang dana guna memberikan bantuan kepada saudara sekampung yang terdampak.

Bantuan sembako yang sudah terkumpul kemudian didistribusikan langsung kepada para diaspora TTS di Bekasi ( Kampung Sawah, Bekasi Timur dan Utara ), Jakarta Timur ( Rawanangun ), Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Tangerang, Depok dan Bogor, adapun pendistribusian tersebut dipimpin langsung Kolonel Simon selama 2 hari yakni pada 16—17 Mei 2020.

Di tengah kesibukan dan tugasnya sebagai Abdi Negara, Kolonel Simon hadir untuk dapat berbagi yang secara khusus menurunkan dua unit armada untuk dapat menyisir sebagian warga Diaspora yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19.

Aksi solidaritas bantuan semboka kepada Diaspora T.T.S yang dilakukan kemarin banyak mendapat apresiasi, kendati demikian tim menuturkan bahwa bantuan yang disalurkan belum maksimal. “Semoga apa yang sudah kami jalankan dapat mengetuk hati para donatur untuk dapat turut berbagi dan membantu kami dalam menjalankan aksi ini,” harap Omega.

“Masih banyak anggota masyarakat (Diaspora T.T.S) di wilayah Jabodetabek yang belum tersentuh bantuan. Dan ada asa besar dari saudara/saudari kita yang saat ini mengalami kesulitan, Kami semua berharap masa sulit ini kiranya akan segera berlalu,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/@yfi–IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

FKM Flobamora Bagikan Sembako, APD dan Masker untuk IKB NTT Jabodetabek

159 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Flobamora NTT Se-Jabodetabek, membagikan 300 paket sembako dan 2.000 Alat Pelindung Diri (APD) dan 2.000 masker kepada Perwakilan Ikatan Keluarga Besar (IKB) NTT, Flobamora se-Jabodetabek, di lapangan Dislitbang TNI AD Matraman Jakarta Timur, pada Minggu, 18 Mei 2020.

Bakti sosial ini di hadiri oleh Ketua Umum, Bendahara Umum, Sekretaris Jenderal, dan para Pengurus/perwakilan Ketua IKB Flobamora Se-Jabodetabek.

Daniel Tagu Dedo selaku DPP FKM Flobomora mengatakan, kegiatan ini digelar untuk membantu dan untuk mengurangi beban para Pekerja asal NTT yang telah di PHK dan dirumahkan.

“Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian FKM Flobamora kepada Warga IKB NTT Se-Jabodetabek yang di-PHK dan dirumahkan pada masa pandemi Covid-19,” tutur Daniel saat memberikan sekapur siri dan menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan Ketua IKB NTT Diaspora, Jabodetabek.

Daniel mengungkapkan, kurang lebih 2.000 masyarakat NTT yang telah di PHK dan dirumahkan. “Imbas Covid-19, kurang lebih 2.000 orang asal NTT yang telah di-PHK dan dirumahkan. Juga PSBB yang ditetapkan pemerintah DKI Jakarta membuat Perusahaan Swasta menjadi gundah, bingung. Hingga berimbas pada para pekerja,” kata Daniel yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank NTT.

Sekretaris Jenderal DPP FKM Flobamora, Martinus Laba Uung (kanan berbaju merah hitam) Flobamora saat menyerahkan paket sembako kepada salah satu warga IKB NTT Jabodetabek 

Sementara, Martinus Laba Uung selaku Sekretaris Jenderal DPP FKM Flobamora menjelaskan, selain program Bhakti sosial ini, juga Program khusus FKM Flobamora adalah database seluruh orang Nusa Tenggara Timur yang ada di Se-Jabodetabek

“Selain kegiatan bakti sosial ini, kami juga akan fokus menata database seluruh anggota atau masyarakat Nusa Tengara Timur yang berdomisili di Jabodetabek,” terang Martin Uung biasa disapa.

Martin juga mengharapkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat NTT yang berdomisili di Jabodetabek untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di DKI Jakarta

“Kami pengurus FKM Flobamora berharap kita tetap bersatu. Selain itu, ada banyak lahan kosong yang ada di Jabodetabek dapat dimanfaatkan untuk berupaya dan mendorong basodara semua untuk memanfaat lahan kosong seperti menanam sayur, kangkung darat dan sebagainya,” imbau Martin. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas FKM Flobamora NTT Se-Jabodetabek)
Editor (+rony banase)