Arsip Kategori: Komunitas

Komunitas ARMY NTT dan Kiprahnya

332 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | A.R.M.Y NTT atau Adorable Representative MC for Youth from East Nusa Tenggara adalah salah 1 fandom K-Pop yang dibentuk pada tanggal 11 November 2020 dengan latar belakang utama yaitu memiliki kesamaan kegemaran (fans) terhadap salah 1 boy group asal Korea Selatan yaitu Bangtan Sonyeondan atau yang terkenal dengan singkatan BTS.

Komunitas ARMY sudah debut pada tanggal 9 Juli 2013 tepatnya setelah 1 bulan BTS melakukan debut dengan single 2 cool 4 skool. Member A.R.M.Y NTT mempunyai beragam latar belakang kapan mereka mulai mengidolakan BTS dan alasan tersendiri menjadikan BTS sebagai idola mereka. Ada yang mulai debut sebagai A.R.M.Y sejak 2013, ada yang mulai menyukai BTS 2014, 2015, 2016, beragam hingga ada yang baru menyukai BTS di tahun 2020—2021.

Proses sosial terbentuknya fandom ini adalah adanya interaksi sosial yang telah dibentuk oleh anak-anak muda fans BTS melalui even-even yang diselenggarakan jauh sebelum dibentuknya komunitas ini dan tujuan utamanya adalah tentunya ingin merangkul fans BTS yang ada di Nusa Tenggara Timur.

Di samping tujuan utama di atas dan seiring berjalannya waktu kebersamaan dalam A.R.M.Y NTT, muncullah tujuan lain dari adanya komunitas ini seperti mengajak ARMY untuk belajar bagaimana mencintai diri sendiri berdasarkan motivasi-motivasi yang diberikan BTS, belajar bukan saja mencintai diri sendiri tetapi peka dan mencintai diri orang lain, menerima keadaan orang lain dengan latar belakangnya masing-masing.

A.R.M.Y NTT juga bergerak di bidang kemanusiaan seperti membuat even belajar mengulurkan tangan dengan memberi sedikit berkat yang Tuhan berikan untuk  membantu orang-orang yang membutuhkan seperti pemulung, loper koran, anak jalanan, penyandang disabilitas, anak panti asuhan dan peka terhadap lingkungan seperti membersihkan pantai/mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, beberapa even mengajarkan ARMY untuk bersyukur dalam segala keadaan serta saling share informasi terkait Korean culture , beasiswa studi, paket liburan ke Korea dan edukasi make up look korean style. Even tersebut diselenggarakan dan disesuaikan dengan perayaan ulang tahun member BTS, anniversary BTS, anniversary ARMY sedunia, dan anniversary A.R.M.Y NTT.

Adapun jumlah member A.R.M.Y NTT untuk keseluruhannya sekitar 2000-an untuk ARMY yang sudah tercover  (jumlah disesuaikan dengan followers di beberapa komunitas ARMY yang ada di NTT.(*)

Sumber dan foto (*/ARMY NTT)

Editor (+roni banase)

Masa Pandemi, PMKRI Cabang Kefamenanu Periode 2021—2022 Dikukuhkan

510 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2020—2022 mengukuhkan Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don bersama Dewan Pimpinan Cabang periode 2021—2022 bertempat di aula gedung Alesia.

Pelantikan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Juli 2021, sekitar pukul 13:30 WITA—selesai dan dihadiri oleh para senior alumni, pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu, dan organisasi kepemudaan tingkat kecamatan se-Kabupaten TTU.

Saat menyampaikan pidatonya, Kristoforus Bota selaku Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu menekankan suatu wadah perhimpunan tentu memiliki berbagai gejolak dinamika, yang bisa menimbulkan berbagai kesalahpahaman baik antar individu maupun kelompok.

“Dinamika yang biasanya terjadi dalam tubuh perhimpunan merupakan suatu proses menuju kematangan emosional serta untuk menentukan arah baru dan pencapaian tujuan bersama dalam tubuh perhimpunan. Oleh karena itu, dalam setiap dinamika yang terjadi, hasilnya sudah tentu tidak bisa memuaskan keinginan semua orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung,” urai Isto sapaan akrabnya.

Sebab itu, imbuh Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu, merupakan sebuah kewajaran karena kita semua yang tergabung dalam suatu perhimpunan datang sari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.

“Dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini, di mana penyebaran Covid-19 semakin hari semakin meningkat, maka sebagai generasi muda haruslah tetap aktif berkarya, berinovasi, baik dalam hal mencegah maupun memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dan menyerang seluruh sendi kehidupan,” pinta Ketua Isto.

Sebab, terang Ketua Isto, tidak dapat dipungkiri bahwa penyebaran Covid-19 semakin hari akan semakin merajalela jika kita sebagai generasi muda masih bersikap apatis dan berdiam diri dalam zona nyaman.

Sebelum menutup pidatonya, Ketua Isto mengajak semua elemen agar iman dan kepercayaan harus tetap kokoh untuk terus berkarya demi keberlangsungan hidup sehari-hari walau sedang dilanda dengan berbagai kekhawatiran, kegelisahan, beban masalah ekonomi, masalah kesehatan, maupun segalah ketimpangan lain yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 yang mendunia.(*)

Penulis : Valerianus Kou

Editor (+roni banase)

Foto oleh PMKRI Cabang Kefamenanu

Romo Dus Bone: OMK HKY Bimoku Cukup Jadi Kunang-kunang

609 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang kembali menghelat kegiatan pendalaman iman. Kegiatan itu dilaksanakan pada Jumat 25 Juni 2021 pukul 17.00 WITA. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh OMK Kapela HKY Bimoku ini menghadirkan RD Dus Bone yang merupakan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang sebagai pemateri.

Mhey Maria yang memimpin jalannya kegiatan tersebut dengan semarak dan semangat menyampaikan bahwa, hidup menggereja tidak hanya merangkum hidup rohani dan keagamaan, namun juga erat kaitannya dengan kehidupan orang muda dalam bermasyarakat dan bernegara.

“Tema yang diusung kali ini adalah ‘Partisipasi OMK dalam Hidup Menggereja’. Mari teman-teman, kita semua harus mengikuti kegiatan ini dengan penuh cermat sehingga bermanfaat bagi perkembangan iman kita,” kata Mhey yang bertindak sebagai Master Of Ceremony.

RD Longginus Bone memaparkan tentang pentingnya pesona dan aksi Orang Muda Katolik dalam kehidupan kegerejaan. “Kalian (OMK) adalah masa kini gereja. Hidup kalian adalah cinta dan panggilan. Tapak-tapak kaki kalian harus selalu mengarah kepada sesama. OMK harus menjadikan Yesus sebagai andalan hidup, satu-satunya pemberi kekuatan dalam setiap derap langkah hidup kita. Karena bersama Yesus, orang muda akan maju tak gentar, dan tidak akan mungkin mundur dengan gemetar,” ucap Imam Katolik Keuskupan Agung Kupang ini.

Pria ganteng yang akrab dipanggil Romo Dus ini terus mengobarkan spirit Roh Kudus bagi seluruh OMK Kapela HKY Bimoku. Romo Dus berpesan bahwa, Gereja Katolik itu Satu, Kudus, dan Apostolik, mesti dipegang teguh sebagai landasan menjalin kebersamaan dan persaudaraan OMK dengan siapa saja, kapan saja, di mana saja, tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama maupun budaya.

“Kehadiran OMK di tengah masyarakat harus benar-benar dihayati dengan segala tindakan, tutur kata, dan budi baik untuk memancarkan Kristus kepada sesama. Meski tak dapat dipungkiri, tantangan selalu menghampiri, namun Kitab Suci telah menegaskan sebanyak 365 kata, yakni _Jangan Takut_. Maka sebenarnya Tuhan menginginkan orang muda untuk jangan pernah takut di 365 hari dalam setahun hidup kita,” jelas Romo Dus.

Menurut Romo Dus, tantangan mesti dijadikan sebagai suatu bentuk apresiasi dalam memahami dan mensyukuri hidup apa pun bentuknya. “Kehidupan sosial masa kini lebih mementingkan kebutuhan material, individualistis dan menurunnya hubungan sosial yang erat dan akrab dengan sesama,” ujarnya.

Pastor Rekan Paroki St. Fransiskus Dari Asisi BTN-Kolhua ini juga mengajak OMK Kapela HKY Bimoku agar memegang prinsip setia, jujur, terbuka, dan menjalin keromantisan dengan sesama terutama bersama pasangan, keluarga, sahabat,  dan orang-orang dikasihi.

Foto bersama usai pendalaman iman OMK Hati Kudus Yesus

Usai Romo Dus memberikan pendalaman iman, Emil Fernandez yang bertindak sebagai moderator memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menanggapi atau bertanya.

Pada kesempatan itu timbul berbagai pertanyaan dari OMK Kapela HKY Bimoku. Ada yang bertanya tentang bagaimana peran OMK sesungguhnya dalam hidup menggereja? Ada pula yang bertanya, apakah menjadi OMK itu ada tantangan serta bagaimana cara yang efektif untuk mengajak rekan-rekan orang muda yang belum bergabung dalam komunitas OMK di lingkungan mereka masing-masing?

Dengan senyum nan santai, Romo Dus menjawab, “seragam itu indah, tapi beragam lebih berwarna. Kalian harus memberi warna dalam hidup setiap hari, dengan tindakan konkret dan sederhana. Berdoa, mengikuti Ekaristi, amal, menaati prokes saat pandemi, menaati aturan dalam berlalu lintas, melakukan hak dan kewajiban sebagai warga negara itu merupakan bentuk sederhana partisipasi OMK dalam hidup menggereja. Sehingga meskipun kecil, namun OMK harus menjadi sosok yang kedatangannya dinantikan dan kepergiannya dirindukan.”

Menutup sesi diskusi, Romo Dus yang pernah live in di Kota Batu-Malang saat acara Asian Youth Day Tahun 2017, berpesan kepada OMK Kapela HKY Bimoku. “Orang Muda Katolik harus terus membina persekutuan dengan Allah, dengan sesama, dan dengan lingkungan. Kalian harus tetap bekerja sama, saling berkoordinasi, dan menghindari gap-gap pemisah. Kalian harus menjadikan Allah sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup, serta berusaha untuk selalu menjadi berkat. OMK Kapela HKY Bimoku tidak perlu jadi bintang, cukup menjadi kunang-kunang. Kecil namun tak pernah padam,” tutup Romo Dus.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan pengukuhan Badan Pengurus OMK KUB dalam lingkup Kapela HKY Bimoku, yakni Pengurus OMK KUB St. Markus, Pengurus OMK KUB St. Lukas, Pengurus OMK KUB Mater Boni Consili (MB), dan Pengurus OMK KUB Maria Bunda Penolong Abadi. Pengukuhan dilakukan secara simbolis oleh Pembina dan Pendamping OMK Kapela HKY Bimoku Maria Surya Ferdinanda Merry Moon atau Mama Mery.

Ketua OMK Kapela HKY Bimoku Timoteus Mau saat diwawancarai menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh OMK Kapela HKY Bimoku yang antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus DPS Kapela HKY Bimoku yang telah mengizinkan OMK untuk melakukan acara dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya menanggapi setelah kegiatan tadi, saya menyaksikan ada kebahagiaan dan antusiasme terpancar dari wajah setiap teman-teman yang hadir. Saya mengharapkan OMK Kapela HKY Bimoku semakin eksis untuk Tuhan, Gereja Katolik, dan umat Allah, serta menjadi berkat dalam bermasyarakat atau bernegara. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tiga kegiatan besar yang dirancangkan oleh Badan Pengurus OMK Kapela HKY Bimoku dalam rangka memupuk iman sekaligus menjalin persaudaraan yang lebih erat antar sesama orang muda. Ke depan, acara serupa akan terus dilaksanakan dengan prokes yang ketat, mengingat saat ini masih ada Virus Corona,” pungkas Timo yang memiliki senyum manis.(*)

Sumber berita (*/ Angel Ila Tha/Angel)

Foto oleh OMK HKY Bimoku

Hadapi ‘Dunia Tipu-tipu’, OMK HKY Bimoku Helat Pendalaman Iman

172 Views

Kupang, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang, melaksanakan kegiatan pendalaman iman yang diberikan oleh RD. Yakobus Longga, pada Jumat, 18 Juni 2021 pukul 17.00 WITA, bertempat di Kapela HKY Bimoku.

Mengusung tema “OMK Yang Tangguh dan Setia di Zaman Milenial” yang dimoderatori oleh Angelina Ila Tha menyampaikan bahwa, disadari atau tidak, dunia terus mengalami perubahan di setiap masanya. Sejak zaman purbakala hingga era 4.0 bahkan menjelang era 5.0 sudah banyak perubahan yang terjadi dan akan terus terjadi.

“Berbicara mengenai perubahan, kini kita menapaki yang namanya zaman milenial, zaman penuh drama, zaman penuh inovasi teknologi, sebuah ‘dunia tipu-tipu’. Saya berani mengatakan ini karena memang di hidup di zaman ini bukan perkara mudah. Tantangan hidup, persoalan hidup, dinamika semakin beragam, di mana saja kita berada, dengan siapa kita menjalin relasi bahkan dengan profesi apa pun yang kita geluti, kita tidak akan terlepas dari dampak zaman milenial,” ungkap Angel.

Salah satunya, kata Angel, adalah Orang Muda Katolik. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. “Masa kita adalah berjuang di tengah badai milenial untuk berusaha menjadi OMK yang Tangguh dan tetap setia dengan segala pergolakan yang ada,” ucap Angel sambil tersenyum manis.

RD Yakobus Longga atau yang akrab dipanggil RD Yalo dalam materinya menyampaikan bahwa, adanya ketiadaan iman dan tidak adanya kedekatan dengan Allah dalam hidup banyak orang Kristiani membuat setiap orang jauh dari sukacita dan kebahagiaan.

Oleh karena itu menurut RD Yalo, gambar kudus dan arca rohani menjadi salah satu sarana untuk menjalin keakraban dengan Allah. Orang muda seharusnya mengandalkan Allah dalam setiap Langkah hidupnya. Allah yang tidak kelihatan dapat diwujudkan melalui gambar kudus dan arca rohani agar kehadirannya menjadi lebih nyata bersama kita.

“Lalu bagaimana menjadi OMK yang tangguh dan setia? Hanya tiga hal sederhana yang menjadi titik tumpunya,” jelas RD Yalo. Tiga hal itu adalah:

Pertama, Hidup dengan senyuman, kelahiran, hidup dan kematian kita nantinya harus menjadi sebuah sukacita iman, karena Allah sudah menyimpan sukacita dalam masing-masing kita. Hanya saja kita masih menutup hati kita untuk menemukan sukacita hidup dalam diri sesama kita;

Kedua, Menerima diri apa adanya, Orang Muda Katolik harus berani menerima diri apa adanya, realistis, namun tetap dalam pengharapan. Dengan penerimaan diri, kita akan dengan bangga menjalani hidup tanpa iri hati dan kebencian. Pengalaman hidup yang pahit harus diterima dengan keikhlasan hati, agar kita menjadi lebih siap ketika menerima pencapaian yang baru hidup sesuai rencana Tuhan;

Ketiga, Jadikan wadah Orang Muda Katolik sebagai rumah kedua, ketangguhan dan kesetiaan orang muda makin kokoh ketika menjalin sebuah relasi dan menjadikan wadah OMK sebagai surganya, kehadiran rekan-rekan OMK dimaknai sebagai keluarga kedua dan berusaha menghadirkan sukacita di dalamnya dengan berbagai bentuk pelayanan kepada Gereja, keluarga dan bangsa.

Pose bersama Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang,

Dalam diskusi yang terjadi, terdapat beberapa pertanyaan mengenai kekeringan iman, ketiadaan Tuhan dalam hidup orang muda, hubungan orang tua dengan orang muda, adanya pengaruh eksternal yang mengguncang iman orang muda, dan tentu saja mengenai percintaan di kalangan Orang Muda Katolik.

RD Yalo memberikan beberapa peneguhan, dan motivasi terkait pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh OMK HKY Bimoku. “Kekeringan iman dan merasa ditinggalkan oleh Tuhan bukan hal baru bagi umat Katolik. Tantangan Hidup yang sulit dihadapi dengan persoalan datang bertubi-tubi terkadang membuat kita menyalahkan Tuhan, namun lewat semuanya itu, sebenarnya Allah sudah menyiapkan solusi dan jalan keluar yang tepat bagi kita dan itu hanya dapat diperoleh ketika kita menyerahkan diri sepenuhnya dan membiarkan Allah memakai kita sebagai alat-Nya,” jawab Imam Katolik Keuskupan Agung Kupang ini.

RD Yalo yang berdarah Ende-Rote, menjelaskan mengenai hubungan orang muda dengan sesama terutama dengan orang tua masing-masing seharusnya dimaknai dengan penuh cinta kasih sebagaimana Tuhan mencintai umat manusia.

Ketika orang muda mengalami masalah, urai RD Yalo, perbedaan pendapat dengan orang tua, itulah dinamika hidup. Orang tua adalah malaikat tak bersayap yang Tuhan anugerahkan. “Doakan mereka, cintai, dan bahagiakan mereka karena semuanya tak lagi berarti ketika mereka tutup usia,” ajak Pembina dan Pengajar di Seminari Menengah St. Rafael-Oepoi Kupang ini.

Selain itu, menurut RD Yalo, dalam iman Katolik, tentu saja ada banyak godaan dan cobaan untuk menjauh dari Tuhan dan Gereja. “Namun, Orang Muda Katolik harus memiliki keteguhan hati, membiarkan Tuhan hidup dalam hati kita, andalkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup, maka badai yang datang menimpa tidak mampu meruntuhkan iman kepada Kristus. Allah adalah Kasih. Mencintai orang yang kita cintai adalah salah satu wujud kasih. Dalam memilih pasangan hidup, Orang Muda Katolik dituntut untuk tidak salah memilih, menghindari toxic relationship dengan memohon bantuan Roh Kudus untuk menuntun kita menemukan mereka yang menjadi ‘tulang rusuk’ kita masing-masing. Cinta tak pernah salah, karena cinta berasal dari Sang Cinta, yang salah adalah ketika kita membiarkan diri untuk mencintai orang yang salah lewat sebuah keputusan yang salah,” tutup RD Yalo.

Pendalaman iman OMK HKY Bimoku pun ditutup dengan pembersihan diri dan refleksi untuk melepaskan segala beban dan persoalan hidup, dengan tujuan menerima Tuhan dalam ruang kosong hati masing-masing agar langkah hidup selanjutnya berjalan di dalam naungan Tuhan.

Hadir dalam kesempatan itu, Pembina OMK HKY Bimoku Maria Surya Ferdinanda Merry Moon atau Mama Merry. (*)

Sumber berita dan foto (*/Angelina Ila Tha)

Seminar Peluang Usaha OMK HYK Bimoku Pecut ‘Entrepreneurship’

106 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK) Kapela Hati Kudus Yesus (HKY) Bimoku, Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, Keuskupan Agung Kupang menggelar seminar kewirausahaan pada Sabtu, 12 Juni 2021, pukul 19.00 WITA—selesai, bertempat di aula Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengusung tema “Peluang Wirausaha Bagi Kaum Muda Masa Kini” seminar ini dipaparkan oleh Dosen Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Ketua Dewan Stasi Kapela HKY Bimoku, Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. dan dihadiri oleh Badan Pengurus OMK HKY Bimoku, puluhan OMK, serta Pembina OMK HKY Bimoku, Maria Surya Ferdinanda Merry Moon atau Mama Merry. Seminar ini berakhir pukul 20.00 WITA dan dipandu oleh Virginia Maria Sala Discha atau Jaice.

Sebelum membuka seminar, Mama Merry memberikan pesan untuk seluruh OMK HKY Bimoku bahwa OMK itu penting untuk mengikuti pembinaan. OMK juga penting untuk diberikan pembinaan. OMK HKY Bimoku perlu membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa, supaya orang muda Katolik menjadi pewarta dan penginjil bagi orang lain dan diri sendiri.

“Tujuan dari pembinaan OMK supaya dapat berusaha menjadi manusia yang baik. Oleh karena itu, OMK HKY Bimoku harus berusaha bekerja sama yang baik dan dan saling menghargai satu sama lain serta semangat dalam kekompakan,” ucap Mama Mery seraya menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengurus OMK HKY Bimoku yang telah membuat seminar dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten dan andal.

Mama Merry yang merupakan seorang guru senior di SMPN 10 Kupang ini menegaskan OMK HKY untuk tetap aktif dan jangan takut untuk berproses.

Ketua OMK HKY Bimoku Timoteus Mau dalam laporannya menyampaikan, kegiatan seminar yang menjadi program OMK HKY Bimoku selain pendalaman iman mestinya dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu, namun karena Pandemi Covid-19, kegiatan-kegiatan serupa dihentikan untuk sementara waktu, dan baru dapat dilaksanakan pada saat ini. “Ke depan dalam Juni 2021 ini, OMK HKY Bimoku bakal membuat kegiatan berupa pendalaman iman. Mari kita tetap semangat dan tetap bergabung di dalam wadah OMK ini sehingga kita bisa saling belajar. Terutama yang paling penting kita saling berbagi dalam kemuliaan nama Tuhan,” ucap Timo.

Dosen Kewirausahaan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Ketua Dewan Stasi Kapela HKY Bimoku, Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. saat memaparkan materi didampingi moderator Virginia Maria Sala Discha

Djou Sewa Adrianus, S.E., M.M. dalam paparannya menyampaikan bahwa, kondisi perekonomian nasional pada era Covid-19 sejak Maret 2020 lalu, mengalami kemerosotan. Banyak perusahaan kecil, menengah, dan multinasional mengalami krisis dan kebangkrutan. Roda perekonomian tidak berjalan lancar, pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin meningkat, dan kesempatan kerja semakin meningkat. Ini menjadi tantangan baru bagi seluruh orang muda.

“Orang muda masa kini dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat di mana peluang kerja yang tersedia sangat minim, ditambah lagi tidak berani berwirausaha, maka kehidupan selanjutnya akan menjadi sangat sulit dan yang dihadapi adalah kemiskinan. Kemiskinan terjadi ketika seseorang berada dalam kondisi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan yang layak. Kemiskinan pasti terjadi pada setiap orang yang tidak memiliki ruang dan kesempatan untuk berusaha,” tegas Djou Sewa.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini mengatakan, seorang entreprenenur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh dengan perubahan dan mereka tidak boleh duduk santai tetapi ikut terlibat dalam perubahan dengan melakukan inovasi sesuai kebutuhan hidup para pelanggan. “Pola pikir wirausaha menonjol dalam banyak hal serta berkarakter dan produktif. Wirausaha selalu mencari cara baru untuk meningkatkan nilai guna secara efisien. Seorang wirausaha memiliki pola pikir positif, kreatif, dan produktif dalam melihat peluang bisnis.” urainya.

Menurut Djou Sewa, orang muda masa kini harus aktif mencari gagasan usaha dan terus berdiskusi dan melakukan praktik bersama orang-orang yang berkompeten. Selain itu, orang-orang muda harus kreatif melihat dan menangkap peluang usaha.

Peluang usaha yang cocok bagi orang muda, yang disarankan oleh Djou Sewa seperti;

  1. Peluang usaha kelompok kreatif (bidang makanan dan minuman, kerajinan, logam, pertanian dan agrobisnis, peternakan dan hasil tambak, rajutan, bordir, sablon, penerbitan, bengkel, mainan anak-anak).
  2. Bidang usaha kelompok konsumtif (kursus-kursus, pusat kebugaran dan pelatih olahraga, jasa konsultasi, perdagangan).
  3. Bidang usaha kelompok pelayanan (biro jasa seperti perpanjang SIM, penarikan kendaraan mogok, pengiriman TIKI, biro teknik perawatan kulkas maupun AC, instalasi listrik, jasa pengetikan, foto copy, penjilidan, sablon pesanan, perbengkelan, kontraktor jasa perbaikan bangunan, rumah kos, salon kecantikan).
  4. Bidang usaha kelompok analis (jasa penerjemah, jasa reparasi perangkat elektronik, teknologi informasi, karya intelektual, perancang busana, laundry, jasa menjahit). (*)

Sumber berita dan foto (fwl/fwl)

Editor (+roni banase)

Halalbihalal IMO-Indonesia Bahas Langkah Strategis Organisasi Ke Depan

171 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online Indonesia (DPP IMO-Indonesia) menghelat acara halalbihalal secara tatap muka atau offline maupun daring (virtual) di Best Western Hotel, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Hadir di acara tersebut, Ketua Dewan Pembina IMO-Indonesia, Tjandra Setiadi; Anggota Dewan Pembina IMO-Indonesia, Dr. Yuspan Zaluku, Helex Wirawan serta Ketua IMO-Indonesia Yakub Ismail beserta jajaran pengurus DPP IMO-Indonesia yang juga turut dihadiri oleh Ketua DPW DKI Jakarta, Muliansyah Abdurrahman, Ketua DPW Jawa Barat, Mangatur Siregar, Ketua DPW Riau, Saudara Hondro serta para tamu undangan lainnya.

Sementara, untuk seluruh DPW yang tidak berkesempatan hadir, mengikuti melalui virtual. Adapun pengurus DPW yang mengikuti secara virtual termasuk Ketua DPW Sumsel, Kalbar, Bengkulu, beserta segenap pengurus DPW yang lainnya.

Ketua IMO-Indonesia, Yakub Ismail dalam pertemuan itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. “Saya ucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewan Pembina yang telah hadir dan juga seluruh DPW IMO beserta jajaran yang hadir secara langsung di acara ini,” ujar Yakub saat memberikan sambutannya, pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Inti dari kegiatan, imbuh Yakub Ismail, adalah untuk merekatkan ikatan kekeluargaan di antara pengurus IMO-Indonesia, baik yang di pusat maupun di daerah. Ia pun mengatakan dalam waktu terdekat, pengurus DPP akan menghelat kegiatan Hari Lahir (Harlah) IMO-Indonesia yang dijadwalkan akan dihelat pada Oktober 2021.

“Insya Allah pada Oktober mendatang, kita  mengadakan acara Harlah IMO. Terkait tanggal akan dibahas lebih lanjut,” ungkap Yakub.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/06/06/imo-indonesia-go-international-11-negara-bakal-berlaga-di-rafting-w2c-batu-balai/

Selain itu, Yakub menyebutkan pada Harlah IMO itu akan membahas dan menetapkan sejumlah program kerja nasional dalam rangka menyiapkan peta jalan bagi pelaku industri media di tanah air. “Beberapa program dari DPW yang sudah berjalan seperti program website desa oleh DPW Bengkulu, kemudian ada juga Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilakukan beberapa DPW akan kita bahas pada Harlah IMO nanti,” paparnya.

Selanjutnya, Yakub mengapresiasi rencana kegiatan Arum Jeram oleh DPW Bengkulu yang berhasil menggaet dukungan dari 11 negara. “Saya sangat mengapresiasi berbagai program kegiatan yang sedang dijalankan oleh rekan-rekan pengurus DPW, dan untuk acara Arum Jeram yang berhasil mengikutsertakan 11 negara tentu itu sangat membanggakan bagi IMO-Indonesia,” urainya.

Yakub menandaskan, saat ini DPP IMO sedang menggarap program atau aplikasi untuk meregistrasi anggota, menjadi peta jalan bagi industri media. “Kalau dulu semua registrasi keanggotaan maupun pemberian sertifikat dilakukan secara manual, maka sekarang akan digeser ke elektronik. Insyahlah aplikasi tersebut akan di-launching di acara Harlah IMO,” pungkasnya.

Sementara, masih dalam acara sama, Ketua Dewan Pembina IMO-Indonesia, Andi Tjandra Setiadi mengaku IMO saat ini mulai ramai dibicarakan di tataran pejabat publik. Ia menyebut, ada beberapa pejabat tinggi negara yang mengaku sangat mengapresiasi pemberitaan media IMO-Indonesia.

“Untuk itu, saya berharap semoga seluruh rekan-rekan media IMO terus meningkatkan kualitas pemberitaan agar IMO hadir sebagai bagian penting dalam pemberitaan isu-isu strategis yang ada di Indonesia, baik di pusat maupun di daerah,” tandas Andi Tjandra Setiadi.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim)

Editor (+roni banase)

‘Nekaf Mese Ansaof Mese’ Satu Hati Satu Jiwa Pengurus IKABI 2021—2024

676 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Nekaf Mese Ansaof Mese Tah hunaka mese tiun oemata mese, Neno Biboki Funan Biboki  – Salu Miomaof Kuluan Maubesi Pah Timo Bi Mafutus Maklion Nok Pah Indonesia, Te Maneak Usif Maneak Tob,” demikian penggalan filosofi pengukuhan Ikatan Keluarga Biboki (IKABI) Periode 2021—2024 yang disampaikan oleh Romo Valens Boy, Pr.

Terjemahan harafiah dari makna tersebut adalah “Satu Hati Satu Jiwa, makan dari ladang dan minum dari satu mata air, Matahari Biboki Bulan Biboki. Orang Timor Tengah Utara (TTU), Tanah Timor dalam Jaringan dan Ikatan dengan Indonesia.”

Pengukuhan Pengurus IKABI Periode 2021–2024 oleh Empat Rohaniwan Katolik

Ikatan Keluarga Biboki (IKABI) Kupang dipersatukan oleh sebuah ikatan cinta yang diejawantakan dalam Ikab atau Tempat Sirih Pinang dan dengan filosofi “Nekaf Mese Ansaof Mese — Satu Hati Satu Jiwa, dari Biboki, oleh Biboki, dan untuk Biboki mendukung TTU yang mandiri dan bermartabat

Pengukuhan Ikatan Keluarga Biboki (IKABI) Kupang periode 2021—2024 yang dinakhodai oleh Dra. Bernadeta M. Usboko, M.Si. mengusung tema “Nekaf Mese Ansaof Mese” diselenggarakan pada Minggu pagi, 6 Juni 2021 pukul 10.30 WITA—selesai di Hotel Neo Aston Kupang yang dihadiri oleh Bupati TTU, Juandi David dan Wakil Bupati, Eusabius Binsasi; mantan Bupati TTU, Gabriel Manek (anggota DPRD Fraksi Golkar Provinsi NTT), dan salah satu pendiri IKABI, Benyamin Usboko.

Simak Video IKABI oleh Tulasi Benyamin : https://youtu.be/XmvB3rPdFwM

Prosesi awal pengukuhan, diawali dengan iringan pengurus, dan tamu kehormatan disambut dan diiringi Tarian Likurai dari Persatuan Mahasiswa Biboki (Permabi) Kupang, kemudian dilanjutkan dengan misa pengukuhan oleh Pater David Amfotis, SVD. dan pemberian restu berupa berkat dari 4 (empat) Rohaniwan Katolik yakni Romo Valens Boy, Pr. Pater David Amfotis, SVD. Romo Cornelis Usboko, Pr. dan Romo Leo Manlea.

Ketua IKABI Kupang Periode 2021–2024, Erni Usboko

Ketua IKABI keempat, Erni Usboko (sapaan akrab, red) dalam sambutannya usai pengukuhan menyampaikan dengan Visi IKABI, memilih langkah operasional dengan mendata kembali sesama saudara yang mengalir darah Biboki, memperhatikan urusan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi serta terlibat secara langsung dalam urusan kemanusiaan, terutama dalam duka dan bencana.

“Selain itu, mewariskan budaya sejak dini bagi pemuda-pemudi, pelajar dan mahasiswa-mahasiswi agar tetap menjaga dan melestarikan, menyebarkan dan menguatkan budaya Biboki melalui media serta menguatkan kekompakan dan persaudaraan dalam filosofi ‘Nekaf Mese Ansaof Mese’ melalui arisan bersama yang dilakukan setiap bulan dengan cara saling mengunjungi,” urai Erni, anak dari salah satu pendiri IKABI Kupang, Benyamin Usboko.

Erni pun berharap agar IKABI Kupang yang didirikan pada tahun 2000 oleh Sesepuh Biboki antara lain Anton Asten, Yohanes Manlea, Benyamin Usboko, dan Frans Subani; tetap mengedepankan kerja sama, saling bahu membahu, dengan spirit “Holopis Kuntul Baris” (semangat gotong royong yang dicanangkan oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945, red).

Bupati TTU, Juandi David

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Juandi David dalam sambutannya menyampaikan kegembiraan atas pengukuhan Pengurus IKABI Periode 2021—2024 dan mengimbau Ketua IKABI agar dapat menghimpun semua keluarga Biboki di Kota Kupang.

Juandi David, Bupati TTU asal Biboki ini pun menjanjikan akan mendukung IKABI. “Saya dan Pak Bius (Wakil Bupati TTU, red) menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Biboki dan mendukung IKABI,” ujar Bupati Juandi sembari mengungkapkan, sebelumnya telah mengukuhkan Ikatan Keluarga Biboki di TTU yang dihadiri sekitar 500-an orang.

Kepada Garda Indonesia, usai pengukuhan, Bupati Juandi menyampaikan harapan agar IKABI dalam komposisi kepengurusan baru dapat menghimpun semua keluarga Biboki di Kota Kupang. “ Jangan tercecer, kalau ikatan ini ada, maka kita mau lakukan apa pun pasti bisa termasuk urusan pemerintah maupun politik,” tandasnya.

Pose bersama IKABI Kupang Periode 2021–2024 bersama Bupati dan Wakil Bupati TTU

Adapun susunan pengurus IKABI periode 2021—2024 sebagai berikut:

Pelindung/Penasihat/Pembina               :

Rohaniwan : Romo. Valens Boy, Pr. Pater Gregorius Neonbasu, SVD. Pater David  Amfotis, SVD, 4. Romo Kornelis Usboko, Pr.  Romo Leonardi Manlea, Pr. Romo Arki Manek, Pr.

Awam   :  Benyamin Y. Usboko, Gabriel Oetpah, Yucundianus Lepa, Andreas Meak Manlea, Grabriel Manek, Yanuard Dally.

Ketua : Bernadeta Meriani Usboko

Wakil ketua I : Benyamin Tulasi

Wakil Ketua II : Aplonius Amsikan

Wakil Ketua III : Dewi  Sikone-Pantur

Sekertaris : Emmanuel Richardo Asten

Wakil Sekretaris : Josep M.R. Kia

Bendahara : Marselina Tanii

Wakil Bendahara : Antoneta M. Manlea

Koordinator Wilayah :

  • Kecamatan Kelapa Lima : Simon  Bauk dan Markus Anoit;
  • Kecamatan Kota Lama : –
  • Kecamatan Oebobo : Fransiskus  Oki dan Dominggas Nafanu;
  • Kecamatan Alak : Sipri Tulasi;
  • Kecamatan Kota Raja : –
  • Kecamatan Maulafa : Yulius Fouk, Endik Amfotis, dan Hanzon A. Damian Lepa

Urusan-Urusan   :

  • Urusan Pendataan dan Pemutakhiran Data : Emmanuel Richardo Asten dan Josep M.R.Kia;
  • Urusan Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi: Theresia Bano, Theresia Oetpah, dan Maria Yasinta Da Santo;
  • Urusan Kemanusiaan (Suka Duka): Yosep Manlea dan Jublina Bauk Loro;
  • Urusan Pemuda dan Kemahasiswaan :  Johannes M. Subani, Yosef Maan, dan Ketua Permabi;
  • Urusan arisan : Carolina Manehat dan Theresia Oetpah;
  • Urusan Keamanan dan Humas : Kristianus Tulasi dan Mathildis E. Manlea.

Penulis, editor, dan foto (+roni banase)

Warga Kota Kupang Apresiasi Aksi Kemanusiaan HUT Ke-3 Ultras

380 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guyuran Hujan  di Kota Kupang sejak pukul 07.00 WITA tak membendung minat warga untuk mengikuti aksi kemanusiaan berupa swab antigen gratis, donor plasma darah dan donor darah biasa yang dihelat dalam rangka hari ulang tahun ke-3 Ultras Victory.

Meski guyuran hujan deras sekira pukul 7.30 WITA, warga mulai mendatangi PMI Kota Kupang pada Sabtu, 20 Februari 2021, menggunakan moda transportasi umum maupun pribadi. Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, beragam kendaraan bermotor roda dua dan empat terparkir di halaman maupun di pinggir jalan.

Warga Kota Kupang menunggu antrian dan memadati PMI Kota Kupang dengan mematuhi protokol kesehatan, foto oleh vecky taseseb

Hingga pukul 16.15 WITA, warga Kota Kupang masih datang untuk mendaftarkan diri mengikuti swab antigen gratis, namun jumlah alat swab yang disediakan hanya untuk 250 orang, maka panitia mengarahkan untuk mengikuti kegiatan serupa yang dihelat oleh Bank NTT pada Sabtu, 26 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai

“Dari swab antigen yang diikuti oleh 250 orang, terdapat 5 (lima) orang dinyatakan reaktif Covid-19 (laki-laki 3 orang dan 2 perempuan),” urai Ketua Ultras Kota Kupang sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Vecky Taseseb.

Personil Ultras di meja pendaftaran dan pelayanan Swab Antigen Gratis, foto oleh Jean Ultras

Beragam respons dan apresiasi disampaikan warga yang memperoleh pelayanan, seperti diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat, Yapi Pingak yang mendonorkan darahnya saat aksi kemanusiaan Ultras Victory. “Inilah bentuk kepedulian dari teman-teman Ultras yang menunjukkan ke publik bahwa Ultras tak hanya ada untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Kehadiran Ultras, imbuh mantan anggota DPRD Kota Kupang ini, untuk sesama yang dapat mengubah pola pikir masyarakat. “Sebagai tokoh masyarakat, saya sangat mendukung. Biar ini menjadi barometer yang bergerak di organisasi lain dan ini harus diakui sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi Covid di Kota Kupang,” tandasnya seraya menyampaikan harapan agar Ultras tetap menjadi contoh bagi organisasi dan masyarakat.

Lasmura (Laskar Muda Hanura) NTT, foto oleh jean ultras

Apresiasi serupa juga datang dari Lasmura (Laskar Muda Hanura) yang ikut serta melibatkan sekitar 30 anggotanya. Ketua DPD Lasmura NTT, Indra Wahyudi Erwin Gah, S.E., M.Sc. “Dengan adanya kegiatan ini dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, tak hanya memakai masker dan mencuci tangan,” ujarnya.

Pemerintah, imbuh Indra Gah, dapat mendukung dan mendorong kegiatan serupa. “Dan kegiatan ini sangat membantu masyarakat Kota Kupang,” tandas Indra yang juga menjabat sebagai Sekretaris Partai Hanura Kota Kupang.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dan Ketua Ultras Kota Kupang, Vecky Taseseb, foto (humas/pkp)

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man pun menyampaikan selamat dan apresiasi. Saat diwawancara awak media, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan harapan agar di usia yang ketiga ini, Ultras Victory makin mapan dalam organisasi dan visi misinya. “Ini gerakan kemanusiaan yang bisa menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Kupang,” ujarnya.

Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, dokter Herman Man mengakui, saat ini PMI sangat  membutuhkan stok darah. Ia pun mengimbau warga Kota Kupang sembuh Covid-19 dan memenuhi syarat, untuk berkenan mendonorkan plasma darah bagi pasien positif Covid-19 yang membutuhkan.

Penulis, Editor dan Foto Utama (+roni banase)