Sinergi PKM Fapet Undana dan Poktan Unuhari, Olah Lahan Kering Pakai Bokashi

261 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, para petani yang mengolah lahan kering lebih kurang 5.000 meter persegi di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; menjadi lebih produktif pada musim tanam kedua (April—September).

Sinergi yang dilakukan oleh Tim PKM Fapet Undana Kupang dan para petani organik yang tergabung dalam Kelompok Tani Unuhari yang diketuai oleh Welem Riwu Bengu dan beranggotakan 25 orang, dengan memberikan bantuan bibit sayur-sayuran yang ditanam pada musim tanam kedua (musim kemarau, red) dengan dukungan sumur bor.

Ketua tim PKM Fapet Undana, Ir. Arnoldus Keban, M.Si. pada Jumat, 2 Oktober 2020, menyampaikan bahwa sejak Agustus 2020, lahan yang tersedia telah ditanam bibit sayur berupa Sawi manis, Pacoi, Kangkung, Ketimun, Tomat, Cabe, Brokoli, Kacang panjang, dan Bawang Merah mulai menampakkan hasil.

Arnold Keban (sapaan akrabnya, red) yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pelayanan, Penerapan, dan Pengembangan Iptek LP2M Undana, menyampaikan Undana melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan disiplin ilmu (tupoksi) masing-masing. “Salah satu dari Tri Dharma itu adalah pengabdian kepada masyarakat, seperti yang kami lakukan saat ini, “ ujarnya.

Ketua tim PKM Fapet Undana, Ir. Arnoldus Keban, M.Si. saat menyerahkan bantuan pohon Pisang Luan

Pada kesempatan tersebut, PKM Fapet Undana juga memberikan bantuan dan melakukan penanaman pohon Pisang Luan.

Sementara pengolahan Pupuk Bokashi dipandu dan dilatih oleh anggota tim PKM Fapet Undana, Dr. Ir. Twen Dami Dato, MP. menyampaikan Pupuk Bokashi yang diolah berbahan dasar kotoran Sapi dan daun Kromolena, starter EM4 dan ABG Degra, adiktif yang digunakan yakni dedak dan gula air.

“Proses pemeraman Pupuk Bokashi selama 3 (tiga) minggu yang menghasilkan 30 karung dan dipakai untuk mengolah lahan,” ungkap Dr. Twen.

Para petani organik di Desa Noelbaki pun berkesempatan memperoleh materi secara in situ berupa teknologi pengolahan pupuk bokashi dan budi daya hortikultura organik dari Dr. Twen Dami Dato dan materi analisis usaha hortikultura dan dinamika kelompok oleh Ir. Arnoldus Keban, M.Si. Tak hanya itu, para petani organik juga memperoleh pelatihan dari 2 petugas pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Jose de A. Freitas, S.Pt. dan Maria Kristela Tuames, S.P.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto (*/istimewa)