Swami Vivekananda Sebagai Jalan Pembebasan Bagi Manusia

252 Views

Oleh: Fr. Silfanus Palus

Pengantar

Manusia adalah makhluk yang berakal budi (ens rationale). Akal budi yang dimiliki manusia menjadikannya subjek yang istimewa. Keistimewaan ini mengantar manusia pada satu tendensi untuk hidup bebas. Bebas untuk melakukan apa saja yang dikehendaki oleh dirinya sendiri.

Kebebasan sebagai yang ada dalam diri manusia sesungguhnya menghantarnya pada refleksi untuk terus dalam hidup bebas namun sepakat juga untuk memiliki tanggung jawab dalam kebebasannya tersebut, sehingga dirinya tidak terjebak pada problematik yang menurunkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk yang khusus atau yang istimewa tersebut.

Melepaskan diri dari kehendak yang dimiliki oleh manusia sendiri membuat manusia masuk dalam dimensi kelemahannya yang menghantar manusia lupa akan asal kehidupan yang sesungguhnya yakni ia berasal dari yang Ilahi. Jatuhnya manusia ke dalam dosa menghantar manusia sendiri jauh dari penciptanya. Manusia semakin jauh dari penciptanya. Situasi yang demikian oleh Vivekananda disebut sebagai lemahnya partisipasi manusia dalam mengabdikan dirinya, baik untuk dirinya sendiri maupun sesamanya dan pada akhirnya jauh pula dari penciptanya.

Dengan kenyataan yang demikian Vivekananda membuat satu konsep transformasi yakni dengan satu jalan yakni jalan Bhakti. Jalan Bhakti ini adalah jalan pembebasan manusia dari kungkungan akibat sikapnya yang melepaskan diri dari kehidupan dunia sekitar dan dengan Tuhan. Bahwa manusia kurang memaknai eksistensinya sebagai makhluk berakal budi yang mesti hidup sosial dengan berjuang supaya mengabdikan diri dalam hidup, baik dengan dunia sekitar maupun dengan yang Ilahi yang adalah penciptanya.

Tulisan sederhana ini menguak ajaran Vivekananda tentang Jalan Bhakti sebagai jalan pembebasan atau jalan keselamatan.

Profil singkat Swami Vivekananda

Swami Vivekananda lahir pada tanggal 9 Juli 1862 di Kalkuta dengan nama asli Narendranath. Dia lahir dalam keluarga yang mapan, ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya adalah seorang agamawan. Swami Vivekananda dilahirkan dengan nama Narendranath Datta yang adalah seorang tokoh dalam sejarah Hindu, India dan pemikir Timur (orientalis) yang ada di Barat.

Ia adalah saudara dari Shri Bhupendranath Dutt, seorang revolusioner di India. Pada masa kecilnya beliau banyak mengenyam pendidikan Kristen yaitu General Assembly,s Institusion.

Vivekananda merupakan pribadi yang amat dikenal dunia sebagai seorang pemimpin spiritual yang memiliki pengaruh besar dari ajaran Vedanta dan Yoga. Ia adalah Swami Hindu pertama yang datang ke Barat, untuk mengenalkan Hindu, Yoga dan Vedanta pada World’s Parliament of Religions, sehubungan dengan diadakannya World’s Fair di Chicago pada tahun 1893. Di sini namanya mulai melambung dan dikenal luas, seantero Chicago, menyusul kemudian di seluruh Amerika .

Dalam pemikirannya dipengaruhi oleh tokoh Keshab Chunder Send dan Ramakrsna. Pada tahun 1882 dia bertemu dengan Ramakrisna, pada tahun 1883 dia mengikuti parlemen agama-agama di Chicago dan pada tahun 1884 mendirikan perkumpulan masyarakat Vedanta di Amerika. Kemudian, dia kembali ke India untuk melanjutkan misi gurunya yang bertepatan bencana kelaparan selama 3 tahun. Dan pada tanggal 4 Juli 1902 beliau menghembuskan nafas terakhirnya .

Swami Vivekananda mengklasifikasikan semua orang di dunia ke dalam empat kategori, mereka adalah :

  • Aktif yang ingin bekerja. Dia mengikuti jalan Karmayoga.
  • Pria emosional yang mengikuti jalan Bhakthiyoga.
  • Mistik yang ingin menganalisis pikiran dan disiplinnya sendiri. Dia mengikuti jalur Raja Yoga.
  • Filsuf yang pikirannya ingin menimbang segala sesuatu dan menggunakan kecerdasannya untuk itu mengetahui kebenaran mengikuti jalan Jnanayoga.

Konsep atau Pemikiran Vivekananda

Mengenai pemikiran filsafatnya adalah bahwa beliau menyerap dan menteloran beragam pemikiran di bidang keagamaan dari pemikiran yang maju seperti Vedanta sampai pemikiran pemujaan arca, pemikiran Budha, ateisme jaina dan carwaka. Pandangannya tentang manusia adalah bahwa harus berani seperti Singa yaitu harus menghilangkan rasa takut karena hal ini adalah dosa besar dan identik dengan kematian. Dan harus disadari pula bahwa manusia pada dasarnya adalah baik, oleh karena itulah harus berusaha untuk menjadi yang lebih baik.

Dalam hubungannya dengan dunia dia bahwa berpendapat bahwa Ramanuja dalam melihat dunia ini merupakan kesempatan untuk melakukan karma dan merupakan peluang untuk mencapai pembebasan. Dalam hubungannya dengan dunia ini harus melihat antara objek dan subjek yang didasarkan atas cinta kasih yang mempunyai perspektif berbeda antara objek dunia dengan objek ketuhanan. Untuk mencapai pembebasan itu dapat dilakukan dengan Jalan Bhakti .

Vivekananda percaya bahwa bahkan dalam kapasitas fisiknya manusia lebih unggul dari makhluk lain karena sifat fisiknya lebih terorganisir dan menunjukkan kesatuan yang lebih besar. Kehadiran sistem otak di dalam tubuh membedakan manusia dari setiap spesies lainnya dan memberinya status unik di dunia.

Tentang Jalan Bhakti

Jalan Bhakti  adalah jalan ‘pengabdian’ atau ‘bagian’ dalam praktik Hinduisme menandakan suatu keterlibatan aktif oleh seseorang dalam memuja Yang Mahakuasa. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai “pengabdian”, meskipun kata “partisipasi” semakin sering digunakan sebagai istilah yang lebih akurat, karena menyampaikan suatu hubungan dekat dengan Tuhan.

Orang yang melakukan bhakti disebut bhakta, sementara bhakti sebagai jalan spiritual disebut sebagai bhakti marga, atau “jalan bhakti”. Bhakti merupakan komponen penting dalam banyak cabang Hindu, yang didefinisikan berbeda-beda oleh berbagai sekte dan aliran .

Bhakti menekankan pengabdian dan praktik daripada ritual. Bhakti biasanya digambarkan seperti hubungan antarmanusia, seperti dengan kekasih, dengan teman, orang tua-anak, dan tuan-hamba. Bhakti dapat mengacu kepada hubungan bakti kepada seorang guru spiritual (Guru) sebagai guru-bhakti; dengan bentuk pribadi Tuhan (misal: Kresna); atau zat Ilahi tanpa bentuk (Nirguna). Tradisi bhakti yang berbeda dalam agama Hindu terkadang dibagi-bagi, meliputi: aliran Saiwa, yang menyembah Siwa dan para dewa dan dewi yang terkait dengannya; Waisnawa, yang menyembah bentuk Wisnu, awatara, dan lain-lain yang terkait dengannya; Shakta, yang menyembah berbagai dewi. Bhakti menurut tradisi tertentu tidak eksklusif. Pengabdian kepada satu dewa tidak menghalangi ibadah yang lain.

Sifat Spiritual Manusia

Vivekananda memaparkan beberapa kesimpulan dari spekulasi dan penyelidikan filosofis tentang ide-ide Atman. Filsafat yang berbeda tampaknya setuju bahwa Atman ini tidak memiliki bentuk dan karenanya merupakan roh yang ada di mana-mana. Pria yang tampak hanya cerminan redup dari pria sejati yang berada di luar. Pria sejati terikat. Manusia semu yang merupakan refleksi dibatasi oleh ruang dan waktu.

Vivekananda percaya bahwa manusia biasanya melakukan tindakannya karena ketidaktahuan. Dengan perbuatan baiknya, manusia menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu bebas. Kebebasan berarti penentuan nasib sendiri. Kondisi perbudakan Karma yang terlihat sebenarnya adalah khayalan yang diciptakan oleh ketidaktahuan.

Menurut Vivekananda kebebasan mewakili esensi jiwa dan dengan demikian seharusnya tidak benar-benar dalam perbudakan. Menurut Vivekananda, realisasi keabadian jiwa adalah tujuan akhir manusia, keabadian adalah kebenaran tertinggi tentang jiwa. Vivekananda berkata bahwa hanya ketika manusia mampu melewati siklus kelahiran dan kelahiran kembali barulah dia bisa mencapai keabadian.

Relevansinya untuk Kehidupan Manusia Zaman ini

Zaman ini adalah zaman yang penuh dengan model–model kebebasan. Dituntut dari manusia supaya merefleksikan tentang jalan hidupnya. Bahwa manusia adalah makhluk yang bebas itu sah–sah saja, namun lebih dari pada itu kebebasan yang dimilikinya mesti mengingat dunia sekitar dalam hal ini dirinya sendiri sebagai manusia maupun sesamanya dan Tuhannya sebagai pencipta. Yang dituntut dari manusia zaman ini adalah walaupun hingar bingar dunia menggiurkan yang membuat dirinya hidup dalam kungkungan diri sendiri adalah semangat transformasi diri.

Ajakan Vivekananda menurut saya adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan oleh manusia, mengingat manusia adalah subjek yang mempunyai kesadaran. Bahwa manusia betapa pun sibuknya mesti semangat untuk tetap mengabdikan diri dengan sesamanya, maupun dengan Tuhannya adalah satu tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan. Inilah yang disebut sebagai jalan bhakti. Dalam Jalan Bhakti atau jalan pengabdian ini, harus ditanamkan sikap cinta yang pada akhirnya menghantar manusia sendiri pada pembebasan di saat yang akan datang. Karena itu penting untuk merefleksikan setiap kata dan tindakan yang dilakukan.(*)

(Visited 102 times, 1 visits today)