Ultras Eksis untuk Mengawal Program Gubernur & Wagub NTT

383 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Sebagai organisasi yang telah memenangkan Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Naisoi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ultras akan tetap ada sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat NTT dalam mengawal setiap program dari Gubernur dan Wakil Gubernur”, ujar Ketua Umum Ultras Nyongki Asadoma saat Rapat Kerja (Raker) Unity in divercity Victory Joss (Ultras VJ) di Aula UPT Dinas Sosial Provinsi NTT, Sabtu/ 6 Oktober 2018. Raker Ultras berlangsung dari tanggal 4—6 Oktober 2018 yang diikuti oleh perwakilan dari 15 kabupaten/kota se-NTT.

Menurut Nyongky Asadoma, Ketua Umum Ultras, Ultras dibentuk saat Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi mencalonkan diri sebagai Cagub dan Cawagub NTT. Masih menurut Asadoma, Raker telah menetapkan dua keputusan.
Pertama, membentuk Badan Pengurus Ultras yang nantinya akan dibawa ke Kementerian Hukum dan HAM RI untuk disahkan sebagai organisasi masyarakat.

Kedua, memberikan rekomendasi yang telah disepakati dalam raker ke Pemerintah Provinsi.

Gubernur Viktor Tutup Raker Ultras VJ

Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat (VBL), Sabtu (6/10/18) menutup kegiatan Rapat Kerja (Raker) Ultras di Aula UPT Dinas Sosial Provinsi NTT.
Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat,SH,M.Si.,  berharap Ultras terus bertumbuh menjadi lebih baik ke depannya. Tidak hanya menjadi organisasi yang menciptakan rekomendasi, tetapi harus menjadi organisasi yang terus bekerja di tengah masyarakat.

“Ultras harus menjadi pengawal yang siap sedia, mempunyai kecepatan intelektual, kepedulian dan juga harus mempunyai kepedulian motorik yang luar biasa,” kata Viktor Laiskodat.

Gubernur Viktor juga mengingatkan, Ultras tidak boleh hanya memiliki struktur organisasi yang lengkap. Namun terutama harus terjun ke tengah masyarakat agar program – programnya dapat berjalan dengan maksimal.

Viktor Laiskodat berpesan kepada seluruh peserta raker agar dapat memetamorfosa dirinya. “Kalau dulu organisasi ini bekerja untuk menjadikan seseorang menjadi pemimpin, sekarang harus menjadi organisasi yang membuat segala sesuatu yang telah dijanjikan menjadi ada. Untuk mewujudkan hal ini, harus punya komitmen dan konsistensi”, pungkas Viktor Laiskodat. (*/Humas + rb)