oleh

Jelang Putusan MK, Rekonsiliasi Bergema di Seluruh Tanah Air

Jakarta, Garda Indonesia | Pasca Pilpres dan jelang putusan MK menjadi situasi yang berbeda dengan pada saat konstestasi pilpres kemarin, pasalnya saat ini banyak kalangan mendorong untuk secepatnya dilakukan rekonsiliasi oleh kedua belah pihak.

“Mari kita rajut kembali kebersamaan dan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, pinta Drs. Habib Umar Bin Husain Assegaff,.M.Ag beserta rombongan pada saat audiensi dengan Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Rabu 26 Juni 2019.

Habib Umar dalam sambutannya menyampaikan bahwa perbedaan adalah kodrati yang ada dimana-mana, maka menyikapi realita itu adalah menjadikan perbedaan sebagai suatu kekayaan yang justru harus dijunjung tinggi dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi.

Titik Nol Limbangan Garut

Lebih lanjut Habib menuturkan, Dalam rangka mewujudkan rekonsiliasi nasional yang digagas bersama Dr. K.H Ikyan Sibaweh,MA, K. H Yusuf Maulana, Troy Elevon Pomalingo serta Eko Presetyo dan para tokoh lainnya akan menyelenggarakan Rekonsiliasi Nasional dengan tema ” Silaturahmi Kebangsaan Untuk Keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia” .

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan gagasan dasar sebagai pondasi persatuan dalam menjawab tantangan keadaan bangsa hari ini agar sesuai kembali dengan karateristik perilaku Bangsa Indoensia serta memupuk semangat demi keutuhan bangsa dan negara dengan membangun kembali nilai-nilai persatuan di semua golongan Rakyat Indonesia.

Giat yang akan digelar pertengahan Juli 2019 tersebut akan dikonsentrasikan di Alun-alun Limbangan Garut yang diisi dengan serangkaian kegiatan diantaranya dialog kebangsaan dengan tema “Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”, dan akan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan negara. (*/@yfi)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

News Feed