Arsip Tag: sengketa pilpres 2019

Pasca Putusan MK, Jokowi & Ma’ruf Imbau Rekonsiliasi Bangun Indonesia

138 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan dari pemohon PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum), pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi dan menyatakan Ir. H. Joko Widodo dan Prof. KH. Ma’aruf Amin (Jokowi-MA) sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih pada Kamis, 27 Juni 2019 pukul 21:16 WIB.

Maka, Paslon Presiden dan Wapres Jokowi dan Ma’ruf Amin, pada Kamis, 27/06/19 di Kediaman Ma’ruf Amin menyampaikan pernyataan dan imbauan sebagai berikut :
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat malam
Salam sejahtera

Bapak ibu dan saudara-saudara sebangsa tanah air seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Proses pemilu pilpres dan pileg yang kita lalui dalam 10 bulan telah menjadi pembelajaraan pendewasaan dalam kita berdemokrasi di negara kita. Rakyat sudah berbicara, berkehendak, suara rakyat sudah didengar. Rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan oleh jalur konstitusi dalam jalan bangsa yang beradab dan berbudaya.

Kita telah melalui tahapan pendaftaran kampanye, kemudian pencoblosan, perhitungan suara, penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU, pengawasan oleh Bawaslu, serta penyelesaian sengketa di MA dan MK.

Semua tahapan telah kita jalani secara terbuka transparan dan konstitusional dan syukur alhamdulillah malam hari ini kita telah sama-sama mengetahui hasil putusan MK. Kita menyaksikan proses persidangan di MK yang dilaksanakan secara adil dan terbuka dan disaksikan secara langsung oleh seluruh Rakyat Indonesia melalui televisi dan media elektronik lainnya.

Putusan MK adalah bersifat final dan sudah seharusnya kita semua menghormati dan laksanakan bersama-sama. Keberhasilan bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil patut kita syukuri bersama.

Terima kasih kepada KPU, kepada Bawaslu, dan kepada DKPP yang melalui perannya masing-masing telah sukses memastikan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Terima kasih kepada penegak hukum, termasuk Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya yang telah mengawal proses penegakan hukum pemilu yang adil.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan jalannya pemilu. Dan terima kasih kami sampaikan kepada MK yang telah memutus sengketa pilpres dengan adil dan transparan.

Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu kembali, bersama-sama membangun Indonesia, bersama-sama memajukan negara Indonesia, tanah air kita tercinta. Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada hanyalah Persatuan Indonesia.

Walau pilihan politik berbeda, tetapi kita harus saling menghargai. Walau pilihan politik berbeda, kita harus saling menghormati. Walau pilihan politik berbeda pada saat pilpres namun kami sampaikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya yakin semangat kita sama yaitu Indonesia yang bersatu untuk membangun Indonesia yang maju, yang mampu bersanding dengan negara-negara besar lainnya, membangun Indonesia yang menang menghadapi kompetisi global yang ketat, dan membangun situasi yang unggul yang membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya meyakini kebesaran hati dan kenegarawanan dari sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno. Beliau berdua memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia ke depan. Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Rakyat Indonesia. Semoga amanah yang kembali diberikan kepada saya sebagai presiden dan Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden periode 2019—2024 dapat kami jalankan sebaik-baiknya. Untuk mewujudkan pembangunan yang adil, pembangunan yang merata demi keadilan sosial seluruh bagi rakyat Indonesia.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh partai koalisi, seluruh relawan yang telah bekerja keras. Dan sekali lagi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Saya dan Ma’ruf Amin berjanji akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi Rakyat Indonesia tanpa kecuali. (*)

Sumber berita (*/Tim GWJ)
Editor (+rony banase)

Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan PHPU dari Prabowo-Sandi

140 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ir. H. Joko Widodo dan Prof. KH. Ma’aruf Amin (Jokowi-MA) dinyatakan sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi,pada pukul 21.16 WIB, Kamis, 27 Juni 2019; saat 9 orang anggota Majelis Hakim secara tegas menolak permohonan dari pemohon PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum), pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Dilansir dari laman tabloidnpp.com, Setelah pembacaan hasil selama lebih dari 9 jam, pada akhirnya Majelis menyatakan menolak permohonan pemohon secara keseluruhan. Pembacaan hasil sidang yang dihadiri oleh para kuasa hukum pemohon, kuasa hukum pihak terkait (paslon Jokowi-MA), termohon KPU dan Bawaslu RI, dilakukan di bawah penjagaan super ketat aparat keamanan dari Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia.

Keputusan persidangan PHPU di Mahkamah Konstitusi yang merupakan hasil final dari rangkaian panjang pelaksanaan Pemilihan Presiden/Wapres, itu sebelumnya sudah diprediksi banyak pihak. Prof. Mahfud MD yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, misalnya, sejak awal sangat yakin bahwa permohonan PHPU pasti ditolak.

“Hasil persidangan PHPU sudah bisa diputuskan, karena tidak ada yang bisa dibuktikan atas apa yang dituduhkan sebagai kecurangan, jadi permohonan harus ditolak,” kata Mahfud beberapa hari lalu.

Keputusan Mahkamah Konsitusi direspon baik oleh kedua paslon. Prabowo-Sandi telah memberikan pernyataan menghormati dan menerima keputusan tersebut hanya beberapa menit setelah majelis hakim MK selesai membacakan hasil persidangan PHPU 2019 tersebut.

Menyusul Joko Widodo pada beberapa menit kemudian juga telah menyampaikan pernyataannya, yang pada intinya mengajak seluruh anak bangsa untuk bersatu, melanjutkan pembangunan bangsa dan negara ke depan.

“Tidak ada lagi kosong satu, kosong dua, sekarang mari kita bersatu membangun Indonesia yang lebih maju, Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih sejahtera. Kami, Jokowi dan KH, Ma’aruf Amin akan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jokowi.(*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

Jelang Putusan MK, Rekonsiliasi Bergema di Seluruh Tanah Air

127 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pasca Pilpres dan jelang putusan MK menjadi situasi yang berbeda dengan pada saat konstestasi pilpres kemarin, pasalnya saat ini banyak kalangan mendorong untuk secepatnya dilakukan rekonsiliasi oleh kedua belah pihak.

“Mari kita rajut kembali kebersamaan dan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, pinta Drs. Habib Umar Bin Husain Assegaff,.M.Ag beserta rombongan pada saat audiensi dengan Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Rabu 26 Juni 2019.

Habib Umar dalam sambutannya menyampaikan bahwa perbedaan adalah kodrati yang ada dimana-mana, maka menyikapi realita itu adalah menjadikan perbedaan sebagai suatu kekayaan yang justru harus dijunjung tinggi dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi.

Titik Nol Limbangan Garut

Lebih lanjut Habib menuturkan, Dalam rangka mewujudkan rekonsiliasi nasional yang digagas bersama Dr. K.H Ikyan Sibaweh,MA, K. H Yusuf Maulana, Troy Elevon Pomalingo serta Eko Presetyo dan para tokoh lainnya akan menyelenggarakan Rekonsiliasi Nasional dengan tema ” Silaturahmi Kebangsaan Untuk Keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia” .

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan gagasan dasar sebagai pondasi persatuan dalam menjawab tantangan keadaan bangsa hari ini agar sesuai kembali dengan karateristik perilaku Bangsa Indoensia serta memupuk semangat demi keutuhan bangsa dan negara dengan membangun kembali nilai-nilai persatuan di semua golongan Rakyat Indonesia.

Giat yang akan digelar pertengahan Juli 2019 tersebut akan dikonsentrasikan di Alun-alun Limbangan Garut yang diisi dengan serangkaian kegiatan diantaranya dialog kebangsaan dengan tema “Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari”, dan akan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa dan negara. (*/@yfi)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)