Cerita Singkat Istri El Asamau, ‘Menyingkap Efek Psikologis Pasien 01 Covid-19 NTT’

1.405 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasien 01 Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi NTT, El Asamau, kini telah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menerima hasil swab PCR Test pada Jumat, 24 April 2020. Saat ini, El Asamau sedang menjalani isolasi mandiri di rumah atas anjuran pihak RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang.

Sebelumnya, Pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. dikarantina dan menjalani perawatan sejak Jumat, 10 April 2020 oleh tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W. Z. Yohanes Kupang usai ditetapkan sebagai Pasien 01 positif Corona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional pada Kamis, 9 April 2020.

Bagaimana efek psikologis yang dirasakan oleh keluarga El Asamau, terutama istri tercintanya, Wany Here Wila?

Secara eksklusif, Portal Berita Daring Garda Indonesia melakukan wawancara via telepon pada Selasa, 28 April 2020 pukul 12.14—13.02 WITA.

Simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan Wany Here Wila,

Garda Indonesia, Sebelum membuat video pertama apakah El menyampaikan pada Ibu Wany ?

Wany Here Wila: Ia membuat video sewaktu berada di ruang isolasi. Sebelum membuat video, El tidak menyampaikan, tetapi karena sejak dinyatakan bahwa di NTT satu orang sudah positif covid-19, banyak orang yang mengontak saya dan menanyakan keadaan kami. Ini sebenarnya rahasia, tetapi kemudian El membuat video di channel Youtube-nya agar orang-orang tidak panik dan khawatir, karena dirinya sedang baik-baik saja. Pembuatan video itu, untuk menyampaikan kepada keluarga, kenalan dan kerabat di Mata Garuda, sehingga jadilah video pertama tersebut. (Simak di youtube  https://youtu.be/uw1b9YvJwjo)

Garda Indonesia, Apakah ada larangan dari pihak rumah sakit untuk tidak menggunakan handphone:

Wany Here Wila: Tidak ada larangan dari pihak rumah sakit bagi El untuk tidak menggunakan handphone. El diberikan keleluasaan dan kemudahan berkomunikasi dengan kami. Hal ini dilakukan agar selama masa isolasi di rumah sakit, El tidak merasa stres. Selain membawa handphone El juga dibawakan perlengkapan kampusnya (Karena masih berkuliah online) seperti beberapa buku, laptop, termasuk hp diboyong ke rumah sakit karena K El hobi menulis, membuat dan mengedit video.

Momen indah bersama, El Asamau dan Wany Here Wila saat menimbah ilmu di Amerika Serikat

Garda Indonesia, Adanya komentar bahwa video dibuat sekadar mencari sensasi dan menaikkan subscriber dan apa dampak psikologi buat El ?

Wany Here Wila: Channel Youtube dibuat sudah sangat lama. Ia membuat video hanya untuk pengalaman-pengalaman yang membuatnya senang. Berbeda dengan kejadian kali ini, ia berpikir untuk membuat video dan dimasukkan dalam Youtube sebagai pengalaman bahwa ia pernah mengalami kejadian ini sebelumnya dan ke depan telah ada file pengalaman. Kami tidak terlalu mengubris bully dan komentar-komentar yang mengatakan bahwa kami hanya mencari sensasi dan menaikkan subscriber, K El bukan Youtuber, tetapi mengelola komunitas Mata Garuda bagi alumni penerima beasiswa LPDP dan mengelola Yayasan Dola Koyakoya (Dola : Gunung Koyakoya di Pulau Alor). Jadi, ia tidak memiliki niat untuk mencari sensasi seperti yang dikatakan oleh orang-orang dan tidak terpikir hingga video tersebut bakal viral.

Garda Indonesia, Apakah kondisi tersebut berdampak secara psikologis bagi anak ?

Wany Here Wila: Kami sangat terbuka kepada anak-anak. Anak pertama kami El Sadah yang biasanya disapa Mone atau Eta sangat dekat dengan bapaknya. Kami sudah memberitahu kepadanya mengenai apa itu virus korona dan keberadaan bapaknya di rumah sakit.

Garda Indonesia, Bagaimana respons keluarga dan tetangga?

Wany Here Wila : Awalnya keluarga cukup kaget, namun El menyampaikan kepada saya bahwa apa pun hasilnya kami harus tetap tenang. Sebelum hasil tes keluar, saya yang saat itu berada di rumah bersama anak-anak berdoa dan minta kekuatan kepada Tuhan. Setelah El menelepon, respons saya hanya bisa berserah. Mama kami yang berada di Kupang dan Alor serta kakak saya di Solo menelepon dan merasa sangat khawatir, hanya oma yang sedikit syok, namun saya menyampaikan kepada mereka bahwa keadaan El tidak seperti yang disampaikan oleh orang-orang di luar sana. (Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/04/11/hikmah-di-balik-orang-ntt-pertama-positif-covid-19/)

Garda Indonesia, Apa saja bentuk dukungan moral dan riil untuk El selama diisolasi di RS W Z Yohanes Kupang ?

Wany Here Wila : Dukungan yang saya berikan sebagai istri yaitu menanyakan keadaannya, terus berdoa, mengantarkan makanan dan minuman ke rumah sakit dan mengirimkan video lucu saat bersama anak-anak di rumah yang sehat-sehat sehingga tidak membuatnya bertambah khawatir. Saya tetap memberinya kekuatan dan tidak menghiraukan tetapi berusaha mengerti perkataan orang lain tentang kami, karena pasti mereka juga takut terhadap virus corona.

Garda Indonesia, Selama masa isolasi di rumah sakit apakah El pernah jujur terpengaruh secara psikologis ?

Wany Here Wila: Pernah. Sewaktu rentang waktu dua hari ia tidak berkomunikasi dengan kami. Setelah hari ketiganya ia menelepon dan jujur pada saya bahwa ia merasa sangat depresi. Ia merasakan seperti itu bukan karena bully yang diterimanya tetapi karena akumulasi beban yang ia simpan bersamaan dengan kondisi yang berdampak pada bapak di LP. El pribadi yang tertutup saat ada masalah dan tidak ingin membuat saya khawatir. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menangis dan tidak mau makan selama dua hari itu, tetapi dokter dan tenaga media selalu memberikan semangat padanya. Ia berkata bahwa ada satu buku berjudul ‘Filsafat Teras’ oleh Dr.Mery Mauko yang diberikan oleh dokter yang membuka pikiran dan menyadarkannya. Setelah dua hari tersebut, Puji Tuhan, K El kembali pulih.

Garda Indonesia, Apakah pembuatan video El yang kedua sebagai bentuk akumulasi beban yang ia tanggung?

Wany Here Wila: Iya, kalau ada orang yang ingin mem-bully dirinya tidak apa-apa tetapi jangan orang-orang di sekitarnya. Saya juga sempat menelepon untuk menegur oknum yang menyebarkan berita hoaks mengenai kami di laman Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara dengan menggunakan akun palsu, tetapi orang itu malah membantah. Saya akhirnya berkata padanya kalau ia tidak tahu apa-apa mengenai kejadian yang terjadi sebenarnya pada kami.

El Asamau bersama Istri tercinta, Wany Here Wila dan buah hati mereka, Mone

Garda Indonesia, Kapan El dinyatakan sembuh dan bagaimana reaksi keluarga?

Wany Here Wila: El dinyatakan negatif pada Jumat, 24 April sekitar pukul 15.00 WITA ( 3 sore). Ia sebenarnya sudah mendapat hasilnya terlebih dahulu tetapi ia menunggu hasil tes saya dan adik Dinda, karena dia khawatir virus corona kena ke kami. Setelah kami dinyatakan negatif, ia akhirnya terbuka bahwa ia juga negatif, kami senang sekali, Puji Tuhan. Akhirnya pada Sabtu, 25 April 2020 pukul 16.30 WITA (setengah lima sore) ia menelepon untuk dijemput di rumah sakit dan langsung menuju ke rumah.

Garda Indonesia, Adakah imbauan dari pihak rumah sakit untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ?

Wany Here Wila: Iya, langsung pisah kamar. Setelah pulang di rumah langsung melakukan isolasi mandiri dan menggunakan kamar yang berbeda. Tidak ada kontak fisik di antara kami, komunikasi kami menggunakan telepon atau melalui pesan Whatsapp. Terkadang, jika ingin makan, K El menyampaikan melalui telepon atau pesan Whatsapp, terkadang saya juga memanggil untuk makan jika telah tepat jadwalnya dan terkadang ke luar kamar untuk olahraga.

Garda Indonesia, Apakah selama isolasi mandiri di rumah melakukan kontak fisik dengan El?

Wany Here Wila: Oh tidak ada! K El tetap menjaga jarak dengan saya dan anak.

Garda Indonesia, Apakah ada penelusuran atau contact tracing dari Gugus Tugas dengan mendatangi rumah untuk wawancara ?

Wany Here Wila: Hanya dari Babinsa memberikan informasi untuk menjaga jarak (physical distancing) maupun social distancing. Pihak Babinsa juga melakukan penyemprotan disinfektan di rumah.

Garda Indonesia, Bagaimana pandangan Ibu Wany terhadap dampak penyebaran Covid-19?

Wany Here Wila: Menurut saya pandangan masyarakat khususnya kaum awam memiliki image yang buruk terhadap covid-19, sehingga banyak orang yang memiliki gejala tetapi takut memeriksakan diri ke rumah sakit. Dampak covid-19 ini juga akan mempengaruhi psikologis seseorang apalagi jika lingkungan tidak menerima.

Padahal menurut pandangan saya sebaiknya langsung periksa di rumah sakit. Sewaktu hal ini menimpa kami, dari Dinas terus melakukan pemantauan hingga ketika saya dan keluarga hendak melakukan swap test dijemput langsung oleh ambulans dan Gugus Tugas bekerja dengan sangat cepat dalam melayani kami.

Garda Indonesia, Bagaimana me-manage beban psikologis jika kita atau keluarga kita terpapar Covid-19?

Wany Here Wila: Sebaiknya jangan terlalu pikiran atau stres karena akan mempengaruhi kondisi fisik. Saya dan mama ketika panik dan stres sempat merasa mual dan muntah-muntah, tapi kemudian kami menyingkirkan pemikiran tersebut dan ingin tetap berpikir positif ditambah dukungan dari orang-orang terdekat kami.

Penulis (+rony banase)
Editor (*_Danya Banase)
Foto (*/ facebook koleksi pribadi Wany Here Wila)

(Visited 28 times, 1 visits today)