Arsip Tag: dampak virus corona

Merry Riana : Terapkan PHK Agar Sukses Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

87 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Motivator Merry Riana mengajak masyarakat untuk menerapkan tiga kata kunci yang dirangkum menjadi P.H.K agar sukses hadapi dampak Covid-19. Dalam hal ini, arti PHK ala Merry Riana bukan Pemutusan Hubungan Kerja, melainkan Pikiran, Hati dan Kelakuan.

“Tapi, hari ini saya ingin mengubah pandangan itu. PHK adalah cara untuk Anda bisa menjaga motivasi Anda,” jelas Merry di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2020.

Adapun “P” atau Pikiran adalah bagaimana seharusnya masyarakat menjaga pikiran. Menurut Merry, Pikiran ini adalah modal utama seseorang dalam menentukan apa yang akan terjadi dan dilakukan ke depannya, sehingga pikiran selalu menentukan sukses atau tidaknya seseorang.

Melalui pikiran yang positif, maka arahnya pasti selalu positif, begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, Merry meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dengan apa yang dipikirkan.

“Pikiran kita harus dijaga. Apa yang anda pikirkan, itulah yang nantinya akan menjadi kenyataan. Kalau anda berpikir anda gagal, ya benar anda akan gagal. Kalau anda berpikir sukses dan bisa melewati semua ini, anda juga benar, anda akan sukses melewati semua ini. Hati-hati dengan apa yang anda pikirkan,” jelas Merry.

Kemudian adalah Hati. Merry percaya bahwa Hati yang baik, gembira dan penuh suka cita adalah obat. Sebagai contoh, Merry mengisahkan tentang cerita sahabatnya, Tung Desem Waringin yang berhasil menaklukkan Covid-19 dengan pikiran positif dan hati yang bergembira. Oleh sebab itu, menurut Merry, penting bagi setiap orang untuk bersyukur terhadap segala yang telah dimiliki.

“Bersyukur hari ini karena anda masih diberi nafas kehidupan. Uang yang hilang bisa digantikan, tapi jika nyawa yang hilang, maka tidak bisa digantikan. Di saat seperti ini, jauhkan hati yang iri dengki dan egois mau menang sendiri. Isilah hati dengan rasa syukur,” ungkap Merry.

Selanjutnya adalah Kelakuan. Kelakuan dan Tindakan. Merry mengatakan bahwa P. H. dan K, semua ini berhubungan. Dengan P yang positif, H yang positif dan K yang positif akan mempengaruhi apa yang akan terjadi di dalam hidup anda di kemudian hari.

“Apakah anda hingga hari ini adalah orang yang komplain? mau sampai kapan? Sudah banyak yang move on dari komplain menjadi orang yang kreatif. Cari cara gunakan apa yang ada,” jelas Merry.

“Banyak emak-emak yang menjual produk rumahan melalui sosial media. Dari hal yang sederhana bisa menambah penghasilan keluarga. Kalau kamu berpikir tidak punya apa-apa. Ingat dengan apa yang ada pikirkan. Jadi berhentilah komplain,” imbuh Merry.

Selain itu, Merry juga berpesan bahwa mulai sekarang seharusnya masyarakat memahami bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan yang harus dimenangkan. Tantangan yang harus dihadapi dan hidup itu anugerah wajib syukuri.

“Apa yang anda lakukan hari ini, menentukan masa depan anda,” pungkas Merry. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

Sejahtera Secara Psikologis Modal Utama Lawan Corona Virus

111 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh merebaknya virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru sudah menjadi gejala multi-dimensi. Tak hanya persolan kesehatan (medis), akan tetapi juga masalah sosial, ekonomi, budaya dan tentu saja juga aspek psikologis.

Ahli Psikologi Politik, Prof Hamdi Muluk mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut, penataan aspek psikologi menjadi sangat penting dalam kaitan upaya untuk menurunkan angka penambahan kasus Covid-19.

“Kondisi psikologis ini tentu juga akan mempengaruhi penanganan Covid-19. Kalau seseorang tidak sejahtera secara psikologis, ini nanti usaha pelandaian ini terkendala karena perilaku tidak mendukung,” kata Hamdi dalam penjelasannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Minggu, 10 Mei 2020.

Secara umum, Hamdi juga mengatakan kondisi persoalan multi-dimensi itu sifatnya bahkan sudah menjadi Disruptif artinya membuat kondisi yang selama ini baku (normal) menjadi ke arah “normalitas baru” (New Normal).

“Kondisi pandemi ini sekonyong-konyong membuat perubahan baru, orang bilang ini distruptif tiba-tiba sesuatu yang normal ini menjadi luluh lantak menjadi situasi tidak normal bahkan diramal menjadi normalitas baru,” imbuh guru besar pada Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Lebih lanjut, Hamdi juga menjelaskan bagaimana aspek psikologi penting dalam kaitannya melawan Covid-19. Menurut Hamdi, kondisi psikologi berada pada dasar bagi seseorang dalam menghadapi goncangan yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Selama ini mungkin orang tidak memahami bahwa kesejahteraan itu tidak tidak hanya secara ekonomi, fisik tapi juga kesejahteraan psikologi atau phsycological well being. Secara umum memang tiga jenis kesejahteraan ini saling berkaitan.

Dalam hal ini kondisi fisik yang prima dengan asupan gizi seimbang dapat berdampak kepada kondisi psikologis yang kuat juga. “Kalau ekonomi kita tidak sejahtera maka bagaimana kita bisa makan. Fisik jika tidak sejahtera, maka berimbas juga pada psikologi,” jelas Hamdi.

Hal tersebut berlaku juga sebaliknya, apabila seseorang mampu dalam segi ekonomi akan tetapi kondisi psikologis seseorang yang rapuh maka dapat memperlemah imunitas tubuh sehingga fisik menjadi rentan.

“Walaupun anda berkecukupan secara ekonomi, kalau batin resah terus, gelisah kalau anda ketakutan, anda menjadi stres, depresi, kondisi psikologi memburuk dan kondisi fisik memburuk dan nanti ujung-ujungnya dirawat dan ekonomi terpengaruh juga,” jelas Hamdi yang juga menjabat Kepala Laboratorium Psikologi Politik, Universitas Indonesia.

Oleh sebab itu penting bagi seseorang memiliki kesejahteraan psikologi yang bagus. Sebab sudah jelas dalam beberapa riset bahwa psychological well being mempengaruhi tingkat imunitas seseorang.

“Imunitas ini kata kunci melawan pandemi. Jadi pandemi dampaknya tidak terlalu dahsyat kalau setiap orang (memiliki) imun, baik secara fisik dan psikologi. Oleh karena itu perlu ditata bagaimana setiap orang memiliki psychological well being,” pungkas Hamdi. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

Batasi Diri Akses Berita Berlebihan untuk Jaga Kesehatan Jiwa Selama Pandemi

174 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengatakan bahwa membatasi perolehan informasi secara berlebihan dari berita-berita yang belum diketahui kebenarannya dapat membantu menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19.

“Batasi informasi yang berlebihan,” kata Psikiater dr. Lahargo Kembaren dalam keterangannya dalam di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2020.

Selain itu, masyarakat perlu membatasi diri untuk memperoleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena kecemasan, kekhawatiran bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, membaca dan mendengar informasi secara berlebihan. Dalam hal ini memberi jarak sejenak untuk tidak mengonsumsi berita atau informasi yang berlebihan dapat memperbaiki diri secara psikologis.

“Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik bagi kesehatan jiwa kita,” katanya.

Kemudian, untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19, masyarakat juga perlu memilah informasi dengan memperolehnya dari sumber-sumber resmi seperti website http://covid19.go.id, WhatsApp Covid-19, Informasi Pusat Layanan Telepon Covid-19.

“Dengan membaca dari sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa,” terang Psikiater dr. Lahargo Kembaren.

Selanjutnya, imbuh dr Lahargo, masyarakat juga perlu mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman akibat Covid-19 dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga, melakukan aktivitas yang produktif, menjalankan hobi, istirahat yang cukup dan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan.

“Hindarilah merokok, hindari minum alkohol atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Apabila seseorang mengalami stres, perasaan tidak enak, maka disarankan untuk segera berkonsultasi kepada profesional kesehatan jiwa seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog, konselor atau dokter. Dalam kondisi seperti saat ini di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi melalui telemedicine seperti halodoc, alodokter yang dapat diakses dari rumah saja.

“Semua itu akan membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat,” terangnya.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai emosi, ia juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai keterampilan yang dimiliki, contohnya dengan melakukan relaksasi dengan menarik napas, melakukan terapi dengan gerakan tertentu sehingga dapat mengembalikan emosional diri.

“Ini akan membuat perasaan tidak nyaman yang kita rasakan kembali membaik dan kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik GT Nasional)
Editor (+rony banase)

Cerita Singkat Istri El Asamau, ‘Menyingkap Efek Psikologis Pasien 01 Covid-19 NTT’

914 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasien 01 Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi NTT, El Asamau, kini telah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menerima hasil swab PCR Test pada Jumat, 24 April 2020. Saat ini, El Asamau sedang menjalani isolasi mandiri di rumah atas anjuran pihak RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang.

Sebelumnya, Pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. dikarantina dan menjalani perawatan sejak Jumat, 10 April 2020 oleh tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W. Z. Yohanes Kupang usai ditetapkan sebagai Pasien 01 positif Corona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional pada Kamis, 9 April 2020.

Bagaimana efek psikologis yang dirasakan oleh keluarga El Asamau, terutama istri tercintanya, Wany Here Wila?

Secara eksklusif, Portal Berita Daring Garda Indonesia melakukan wawancara via telepon pada Selasa, 28 April 2020 pukul 12.14—13.02 WITA.

Simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan Wany Here Wila,

Garda Indonesia, Sebelum membuat video pertama apakah El menyampaikan pada Ibu Wany ?

Wany Here Wila: Ia membuat video sewaktu berada di ruang isolasi. Sebelum membuat video, El tidak menyampaikan, tetapi karena sejak dinyatakan bahwa di NTT satu orang sudah positif covid-19, banyak orang yang mengontak saya dan menanyakan keadaan kami. Ini sebenarnya rahasia, tetapi kemudian El membuat video di channel Youtube-nya agar orang-orang tidak panik dan khawatir, karena dirinya sedang baik-baik saja. Pembuatan video itu, untuk menyampaikan kepada keluarga, kenalan dan kerabat di Mata Garuda, sehingga jadilah video pertama tersebut. (Simak di youtube  https://youtu.be/uw1b9YvJwjo)

Garda Indonesia, Apakah ada larangan dari pihak rumah sakit untuk tidak menggunakan handphone:

Wany Here Wila: Tidak ada larangan dari pihak rumah sakit bagi El untuk tidak menggunakan handphone. El diberikan keleluasaan dan kemudahan berkomunikasi dengan kami. Hal ini dilakukan agar selama masa isolasi di rumah sakit, El tidak merasa stres. Selain membawa handphone El juga dibawakan perlengkapan kampusnya (Karena masih berkuliah online) seperti beberapa buku, laptop, termasuk hp diboyong ke rumah sakit karena K El hobi menulis, membuat dan mengedit video.

Momen indah bersama, El Asamau dan Wany Here Wila saat menimbah ilmu di Amerika Serikat

Garda Indonesia, Adanya komentar bahwa video dibuat sekadar mencari sensasi dan menaikkan subscriber dan apa dampak psikologi buat El ?

Wany Here Wila: Channel Youtube dibuat sudah sangat lama. Ia membuat video hanya untuk pengalaman-pengalaman yang membuatnya senang. Berbeda dengan kejadian kali ini, ia berpikir untuk membuat video dan dimasukkan dalam Youtube sebagai pengalaman bahwa ia pernah mengalami kejadian ini sebelumnya dan ke depan telah ada file pengalaman. Kami tidak terlalu mengubris bully dan komentar-komentar yang mengatakan bahwa kami hanya mencari sensasi dan menaikkan subscriber, K El bukan Youtuber, tetapi mengelola komunitas Mata Garuda bagi alumni penerima beasiswa LPDP dan mengelola Yayasan Dola Koyakoya (Dola : Gunung Koyakoya di Pulau Alor). Jadi, ia tidak memiliki niat untuk mencari sensasi seperti yang dikatakan oleh orang-orang dan tidak terpikir hingga video tersebut bakal viral.

Garda Indonesia, Apakah kondisi tersebut berdampak secara psikologis bagi anak ?

Wany Here Wila: Kami sangat terbuka kepada anak-anak. Anak pertama kami El Sadah yang biasanya disapa Mone atau Eta sangat dekat dengan bapaknya. Kami sudah memberitahu kepadanya mengenai apa itu virus korona dan keberadaan bapaknya di rumah sakit.

Garda Indonesia, Bagaimana respons keluarga dan tetangga?

Wany Here Wila : Awalnya keluarga cukup kaget, namun El menyampaikan kepada saya bahwa apa pun hasilnya kami harus tetap tenang. Sebelum hasil tes keluar, saya yang saat itu berada di rumah bersama anak-anak berdoa dan minta kekuatan kepada Tuhan. Setelah El menelepon, respons saya hanya bisa berserah. Mama kami yang berada di Kupang dan Alor serta kakak saya di Solo menelepon dan merasa sangat khawatir, hanya oma yang sedikit syok, namun saya menyampaikan kepada mereka bahwa keadaan El tidak seperti yang disampaikan oleh orang-orang di luar sana. (Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/04/11/hikmah-di-balik-orang-ntt-pertama-positif-covid-19/)

Garda Indonesia, Apa saja bentuk dukungan moral dan riil untuk El selama diisolasi di RS W Z Yohanes Kupang ?

Wany Here Wila : Dukungan yang saya berikan sebagai istri yaitu menanyakan keadaannya, terus berdoa, mengantarkan makanan dan minuman ke rumah sakit dan mengirimkan video lucu saat bersama anak-anak di rumah yang sehat-sehat sehingga tidak membuatnya bertambah khawatir. Saya tetap memberinya kekuatan dan tidak menghiraukan tetapi berusaha mengerti perkataan orang lain tentang kami, karena pasti mereka juga takut terhadap virus corona.

Garda Indonesia, Selama masa isolasi di rumah sakit apakah El pernah jujur terpengaruh secara psikologis ?

Wany Here Wila: Pernah. Sewaktu rentang waktu dua hari ia tidak berkomunikasi dengan kami. Setelah hari ketiganya ia menelepon dan jujur pada saya bahwa ia merasa sangat depresi. Ia merasakan seperti itu bukan karena bully yang diterimanya tetapi karena akumulasi beban yang ia simpan bersamaan dengan kondisi yang berdampak pada bapak di LP. El pribadi yang tertutup saat ada masalah dan tidak ingin membuat saya khawatir. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia menangis dan tidak mau makan selama dua hari itu, tetapi dokter dan tenaga media selalu memberikan semangat padanya. Ia berkata bahwa ada satu buku berjudul ‘Filsafat Teras’ oleh Dr.Mery Mauko yang diberikan oleh dokter yang membuka pikiran dan menyadarkannya. Setelah dua hari tersebut, Puji Tuhan, K El kembali pulih.

Garda Indonesia, Apakah pembuatan video El yang kedua sebagai bentuk akumulasi beban yang ia tanggung?

Wany Here Wila: Iya, kalau ada orang yang ingin mem-bully dirinya tidak apa-apa tetapi jangan orang-orang di sekitarnya. Saya juga sempat menelepon untuk menegur oknum yang menyebarkan berita hoaks mengenai kami di laman Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara dengan menggunakan akun palsu, tetapi orang itu malah membantah. Saya akhirnya berkata padanya kalau ia tidak tahu apa-apa mengenai kejadian yang terjadi sebenarnya pada kami.

El Asamau bersama Istri tercinta, Wany Here Wila dan buah hati mereka, Mone

Garda Indonesia, Kapan El dinyatakan sembuh dan bagaimana reaksi keluarga?

Wany Here Wila: El dinyatakan negatif pada Jumat, 24 April sekitar pukul 15.00 WITA ( 3 sore). Ia sebenarnya sudah mendapat hasilnya terlebih dahulu tetapi ia menunggu hasil tes saya dan adik Dinda, karena dia khawatir virus corona kena ke kami. Setelah kami dinyatakan negatif, ia akhirnya terbuka bahwa ia juga negatif, kami senang sekali, Puji Tuhan. Akhirnya pada Sabtu, 25 April 2020 pukul 16.30 WITA (setengah lima sore) ia menelepon untuk dijemput di rumah sakit dan langsung menuju ke rumah.

Garda Indonesia, Adakah imbauan dari pihak rumah sakit untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ?

Wany Here Wila: Iya, langsung pisah kamar. Setelah pulang di rumah langsung melakukan isolasi mandiri dan menggunakan kamar yang berbeda. Tidak ada kontak fisik di antara kami, komunikasi kami menggunakan telepon atau melalui pesan Whatsapp. Terkadang, jika ingin makan, K El menyampaikan melalui telepon atau pesan Whatsapp, terkadang saya juga memanggil untuk makan jika telah tepat jadwalnya dan terkadang ke luar kamar untuk olahraga.

Garda Indonesia, Apakah selama isolasi mandiri di rumah melakukan kontak fisik dengan El?

Wany Here Wila: Oh tidak ada! K El tetap menjaga jarak dengan saya dan anak.

Garda Indonesia, Apakah ada penelusuran atau contact tracing dari Gugus Tugas dengan mendatangi rumah untuk wawancara ?

Wany Here Wila: Hanya dari Babinsa memberikan informasi untuk menjaga jarak (physical distancing) maupun social distancing. Pihak Babinsa juga melakukan penyemprotan disinfektan di rumah.

Garda Indonesia, Bagaimana pandangan Ibu Wany terhadap dampak penyebaran Covid-19?

Wany Here Wila: Menurut saya pandangan masyarakat khususnya kaum awam memiliki image yang buruk terhadap covid-19, sehingga banyak orang yang memiliki gejala tetapi takut memeriksakan diri ke rumah sakit. Dampak covid-19 ini juga akan mempengaruhi psikologis seseorang apalagi jika lingkungan tidak menerima.

Padahal menurut pandangan saya sebaiknya langsung periksa di rumah sakit. Sewaktu hal ini menimpa kami, dari Dinas terus melakukan pemantauan hingga ketika saya dan keluarga hendak melakukan swap test dijemput langsung oleh ambulans dan Gugus Tugas bekerja dengan sangat cepat dalam melayani kami.

Garda Indonesia, Bagaimana me-manage beban psikologis jika kita atau keluarga kita terpapar Covid-19?

Wany Here Wila: Sebaiknya jangan terlalu pikiran atau stres karena akan mempengaruhi kondisi fisik. Saya dan mama ketika panik dan stres sempat merasa mual dan muntah-muntah, tapi kemudian kami menyingkirkan pemikiran tersebut dan ingin tetap berpikir positif ditambah dukungan dari orang-orang terdekat kami.

Penulis (+rony banase)
Editor (*_Danya Banase)
Foto (*/ facebook koleksi pribadi Wany Here Wila)

IKADIYATA ’94 Sebar APD, Masker dan Sembako bagi Faskes dan Rumah Sakit

99 Views

Maumere-NTT, Garda Indonesia | “Apa yang kami berikan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat khususnya di seputaran Kota Maumere, yang saat ini juga merasakan imbas dari penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia. Memang tidak seberapa, tetapi kiranya apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat demi mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sikka, terkhususnya di Kota Maumere,” ujar Johan Pastilo, Ketua Ikatan Alumni IKADIYATA ’94.

Alumni (Ikatan keluarga Mardiwiyata) IKADIYATA ’94 memberikan bantuan Alat Pelengkap Diri (APD) barupa masker medis, face shield dan apron di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum TC. Hillers Maumere pada Sabtu, 25 April 2020.

Foto bersama Ikatan Alumni IKADIYATA ’94 dan tenaga medis Puskesmas Koting

“APD yang kami berikan ini disebar pada 6 lokasi pusat kesehatan, yakni Puskesmas Koting, Puskesmas Nelle, Puskesmas Nita, Puskesmas Waigete, Ruang Bedah RSU TC. Hillers Maumere, dan di Puskesmas Kopeta. Semoga APD ini boleh bermanfaat bagi para tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 ini. Jumlahnya bervariasi, tergantung jumlah tenaga medis yang ada,” beber Pastilo.

Jebolan SLTP Katolik Frater Maumere ini juga memberikan informasi mengenai pembagian masker kain dan sembako bagi masyarakat di yang merasakan langsung dampak dari Covid-19 ini.

“Selain APD, kami juga memberikan bantuan berupa masker kain dan sembako bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Khusus untuk sembako yang berjumlah 20 paket ini, beberapa hari terakhir teman-teman telah melakukan survey ke masyarakat, agar bantuan ini tepat sasaran. Mereka yang kurang mampu yang menjadi prioritas kami.

“Sementara untuk pembagian masker, kami prioritaskan di tempat – tempat umum, seperti di Pasar Alok dan juga beberapa tempat lainnya,” ujar Pastilo.

Pastilo juga tak lupa memberikan apresiasi kepada rekan – rekan alumni yang telah ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. “Apresiasi khusus buat seluruh teman – teman yang dengan sukarela mau terlibat dalam kegiatan sosial ini. Ada yang terlibat langsung dalam pembagian APD dan Sembako, ada juga yang walaupun tidak terlibat di lapangan, tetapi dengan ikhlas mau menyumbangkan dalam bentuk uang untuk pembelian APD ini,” tuturnya.

Dirinya mengimbau untuk tetap menjaga jarak, selalu menggunakan masker saat keluar rumah, hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan. “Semua protokol kesehatan tersebut merupakan kunci untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” urai Pastilo sembari meninggalkan lokasi RSU TC. Hillers.(*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys)
Editor (+rony banase)

Menko Polhukam: Larangan Mudik Berlaku di Seluruh Wilayah Indonesia

167 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa larangan mudik sebagai bentuk dari upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, seluruh warga Indonesia harus menaati aturan tersebut, sebab melalui aktivitas mudik penularan virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru penyebab Covid-19 sangat berpotensi terjadi.

“Kalau pemerintah itu mengumumkannya umum tidak boleh mudik,” kata Mahfud dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Sabtu, 25 April 2020.

Lebih lanjut, larangan mudik itu bukan hanya berlaku di daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tapi di seluruh daerah di Indonesia. “Pemerintah itu bisa melarang di mana pun karena itu (larangan mudik) berlaku bagi seluruh Indonesia,” ujar Mahfud.

Larangan mudik resmi berlaku mulai 24 April 2020. Sehingga dengan aturan itu, aparat keamanan dapat menindak dengan tegas dengan menghentikan orang yang ingin mudik di tengah perjalanannya sebelum meninggalkan daerah asal mudik seperti Jakarta. Demikian juga, mereka yang ingin masuk ke Jakarta dilarang.

Mahfud menuturkan semakin hari, penegakan yang dilakukan aparat hukum akan semakin ketat agar masyarakat mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah Indonesia.

Dalam hal ini, larangan mudik akan berlaku sampai sesudah Idul Fitri. Akan tetapi jika situasi perkembangan menuntut untuk pergerakan orang dan barang harus dibatasi dalam rangka memutus rantai penularan dan penyebaran Covid-19, maka aturan itu bisa diperpanjang.

“Kalau pada saat habis perpanjangan kok masih perlu diperpanjang, diperpanjang lagi sampai ada pada titik minimal untuk dikatakan aman,” tuturnya.

Mahfud mengharapkan seluruh masyarakat menahan diri tidak mudik, mematuhi seluruh aturan dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

Penerbangan Zona Merah Dilarang, Lokal NTT Tetap Beroperasi

369 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Perhubungan Provinsi NTT, yang juga Sekretaris Bidang Pengendalian Pintu Masuk Keluar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Isyak Nuka, S.T., M.M. menjelaskan tentang Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat NTT hal-hal sebagai berikut :

Pertama, Larangan penggunaan sarana transportasi yang dimaksudkan dalam PM 25 tahun 2020 berlaku untuk transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Untuk diketahui transportasi laut sudah kita lakukan sejak 13 April 2020 sesuai dengan surat Dishub Nomor 250 tanggal 11 April 2020; sedangkan untuk transportasi darat yang kita larang adalah angkutan penyeberangan Ferry. “Itu masih kita larang sesuai dengan surat yang sama berlaku sejak 13 April 2020; sedangkan angkutan umum lainnya dalam wilayah Provinsi NTT tetap beroperasi sebagaimana biasanya,” jelas Kadis Perhubungan Provinsi NTT.

“Jadi bus-bus AKDP (Antar Kabupaten Dalam Provinsi) masih boleh beroperasi. Kendati masih beroperasi namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. Hukumnya wajib,” tandasnya.

Kedua, untuk angkutan udara; transportasi udara yang dilarang sesuai dengan PM 25 tahun 2020 adalah penerbangan pesawat dari daerah terpapar. Itu dilarang; yang dimaksud dari daerah terpapar itu yang datang dari luar NTT.

“Itu seluruh penerbangan yang memuat penumpang; itu kita larang. Yang tidak dilarang adalah kargo; pemuatan alat-alat kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19. Sedangkan untuk penumpang seluruhnya kita larang,” tegas Kadis Perhubungan Provinsi NTT.

Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka (tengah berbaju putih) saat menyampaikan keterangan pers pada Jumat malam, 24 April 2020 di Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Lanjutnya, “Tetapi dalam Provinsi NTT; di dalam wilayah kita, penerbangan tidak kita larang. Boleh tetap beroperasi seperti biasa.”

Nah, apa pertimbangannya ? Jelas Kadis Perhubungan, “Kita daerah kepulauan. Kalau penerbangan lokal NTT, kita tutup lalu bagaimana kalau ada kejadian-kejadian luar biasa. Kemudian ini berkaitan dengan pengiriman alat-alat pelindung diri (APD), alat-alat kesehatan, sampel yang berkaitan dengan Covid-19 dari daerah-daerah,” tanyanya.

Beber Kadis Perhubungan, “Ini menjadi pertimbangan kita. Kalau orang-orang tiba-tiba sakit dan membutuhkan rujukan segera; ini menjadi pertimbangan. Jadi kesulitan-kesulitan ini membuat kita harus mengambil suatu kebijakan. Tentunya kebijakan ini tidak bertentangan dengan PM 25 2020 seperti itu.”

Jadi esok, terang Kadis Perhubungan Provinsi NTT, pada Sabtu, 25 April 2020 tetap beroperasi seperti biasa untuk penerbangan di dalam wilayah NTT. “Tentunya juga dengan pengawasan yang ketat sesuai protokol kesehatan yang berlaku; social distancing tetap harus kita perhatikan; penumpang yang naik dan yang turun tetap diperiksa di bandara; baik bandara keberangkatan maupun bandara tujuan,” tegasnya.

“Itu tetap dilakukan pemeriksaan oleh petugas KKP maupun petugas dinas kesehatan setempat. Jadi sekali lagi disampaikan bahwa penerbangan lokal di dalam wilayah NTT tetap beroperasi,” tandas Kadis Perhubungan Provinsi NTT.(*)

Sumber berita (*/Valeri Guru–Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase) Foto utama oleh Kemenparekraf

Belajar dari Rumah, Momen Penting Penguatan Relasi Anak dan Orang Tua

99 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Situasi Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) menyebabkan anak-anak dan sebagian besar orang tua menghabiskan waktu di rumah. Dalam kurun waktu tersebut, keberadaan anak dan orangtua di rumah berdampak pada pola rutinitas mereka.

“Sebagian besar orang tua bekerja dari rumah dan anak menjalani pembelajaran jarak jauh. Perubahan pola hidup ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga membuka webinar atau seminar online dengan tema How to Manage School-From-Home for Mom in Covid-19 Pandemic pada Selasa, 21.April 2020.

Menteri Bintang menegaskan, anak memiliki hak untuk mendapatkan pengasuhan yang berkualitas. Meski menghadapi tantangan terutama dalam pola asuh dan proses belajar pada anak, ada berbagai aspek positif yang diperoleh jika Belajar dari Rumah (BdR) dijalani dengan sabar, kreatif, dan menyenangkan.

“Penting disadari orang tua bahwa momen kebersamaan ini jadi proses berharga untuk menguatkan kembali relasi orang tua dengan anak. Menguatkan komunikasi dengan anak secara terbuka, menjadi pendengar yang baik, melatih anak keterampilan dasar mengurus diri dan pekerjaan rumah sehari-hari, serta mendampingi anak-anak dalam pelaksanaan BdR,” jelas Menteri Bintang.

Seminar Online dengan tema How to Manage School-From-Home for Mom in Covid-19 Pandemic

Menteri Bintang juga mengajak keluarga Indonesia berperan dalam membangun sistem BdR yang menyenangkan bagi orang tua dan anak. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan di antaranya, mengatur jadwal dan suasana kondusif antara orang tua dengan anak termasuk pembagian peran antara ayah dan ibu, membuat sistem BdR yang menarik, misalnya bermain dan bernyanyi bersama sebelum kegiatan belajar dimulai atau memberikan hadiah, serta memastikan anak tetap dapat berinteraksi dengan teman-temannya dengan menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik.

“Teladan sikap orang tua sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak. Anak-anak akan melakukan imitasi atau meniru dari lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, peran orang tua, termasuk pembagian tugas yang setara antara ayah dan ibu sangat penting bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Menteri Bintang.

Dalam webinar, Dr. Nur Afny Dosen Universitas Tenri Abeng juga membagikan beberapa tips dalam mendampingi anak belajar di rumah. “Love your kids atau cintai anak kita. Orang tua juga perlu belajar komunikasi yang efektif dengan anak, memahami fase dan gaya belajar anak sehingga bisa menerapkan metode ajar yang tepat, serta memahami kesiapan belajar anak,” terang Nur Afny.

Berlangsung selama 2 jam 30 menit, seminar online yang diselenggarakan oleh Women in Engineering (WIE) IEEE Indonesia diikuti oleh 12 Doktor Teknik Elektro Perempuan Indonesia sebagai pemateri dan masyarakat dari berbagai kalangan. Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya bersama untuk mencari solusi bagi ibu-ibu Indonesia yang saat ini menghadapi tantangan dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak di rumah.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)