Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

262 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wabah Covid-19 masih terus mengancam, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Kupang untuk terus menyejahterakan warganya lewat perwujudan visi dan misinya. Salah satu visi yang saat ini mendapat perhatian serius adalah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, dengan membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan sasaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah yang telah menikmati bantuan ini. Ke depan dipastikan program ini akan terus berlanjut dan masih banyak rumah lagi yang akan dibedah.

Ungkapan terima kasih dan apresiasi terus mengalir kepada Pemkot Kupang, tidak hanya dari para penerima bantuan, tetapi juga dari warga sekitar yang turut menyaksikan langsung kebahagiaan tetangga mereka yang telah menikmati bantuan Pemkot Kupang. Seperti yang terjadi ketika Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore – Manafe mengantar Viktor Kamaleng dan istrinya Linda Kamaleng – Solukh kembali ke rumahnya yang telah selesai dibedah di RT 22, Kelurahan Fatufeto, pada Jumat, 17 Juli 2020. Selama 14 hari rumahnya dibedah Viktor Kamaleng bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Maya, yang dibiayai oleh donatur, Ibu Hilda Manafe dan Pak Herman Heri. Tangis haru Viktor Kamaleng dan istri pecah ketika melihat bangunan rumahnya yang baru. Riuh tepukan tangan dan ungkapan haru seraya terima kasih dari warga menyambut kedatangan Wali Kota beserta rombongan.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 9 Juli 2020, Wali Kota Kupang dan Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe menjemput Ibu Anantjie Djara bersama anak dan cucunya dari Hotel Gajah Mada Kelurahan Nunleu, untuk diantar kembali menempati rumahnya yang terletak di RT 09/RW 03, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja yang telah selesai dibedah oleh Pemkot Kupang. Janda anak 1 yang telah berusia senja itu terharu menyaksikan rumahnya yang semula hanya gubuk berdinding bebak dan seng serta berlantai tanah berubah menjadi bangunan tembok yang layak serta siap huni.

Selama bedah rumah, Ina Djara sapaan akrabnya Anantjie Djara bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Gajah Mada yang dibiayai dengan uang pribadi Wali Kota Kupang. Wali Kota Kupang bahkan menyumbangkan sebuah televisi, sembako dan perabot rumah tangga yang dibeli dengan uang pribadinya, “Kita ada bawa sembako untuk Ina Djara, kami juga belikan tempat tidur supaya oma sonde tidur di bale bale lagi seperti dulu,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat melihat progress pekerjaan bedah rumah salah satu warga

Hal yang sama juga dialami Luter Masu, Wali Kota Kupang juga berkesempatan menjemput dan mengantar pulang Luter Masu dan keluarga menempati untuk rumah barunya yang terletak di RT 18, RW 07 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak. Secara spontan istrinya Rut Baitanu, menangis terharu sembari spontan memeluk Ny. Hilda Manafe ketika gubuk reot berlapis bebak yang biasa ia tempati bersama keluarga telah berubah menjadi bangunan kokoh berdinding batako. Berbeda dengan Viktor Kamaleng, Luther Masu beserta keluarga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota selama 14 hari rumahnya dibedah.

Ketua RT 18 RW 7 Kelurahan Manulai 2, Ibrahim Baitanu, mengaku telah lama prihatin dengan kondisi rumah salah satu warganya, Luther Masu. Sehingga ketika mengetahui Luther akhirnya menerima bantuan dirinya mengaku turut senang, “Awalnya Lurah datang untuk mendata Pak Luther dalam usulan penerima bantuan, selang dua minggu kemudian datang lagi dan menyampaikan pesan bahwa Pak Wali berkenan bertemu Luther dan keluarga untuk diberikan bantuan ini,” ucap Ibrahim.

Jibrael Kolo salah satu tetangga Luther Masu turut mengapresiasi kepedulian Wali Kota Kupang yang nyata dirasakan masyarakat melalui program bedah rumah, “Terima kasih Bapa Wali telah membantu tetangga kami, sehingga mereka dapat memiliki rumah yang layak huni. Semoga semakin banyak warga yang tersentuh perhatian pemerintah,” kata Jibrael.

Wali Kota juga mengantar pulang Elisabet Saves Toto, seorang janda 8 anak di Kelurahan Manulai II. Elisabet merupakan salah satu penerima bedah rumah yang juga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang selama rumahnya dibedah. Ester tak kuasa menahan harunya ketika melihat kondisi rumahnya yang semula hanya berdinding seng, telah berubah menjadi bangunan tembok sederhana bertipe 36 hasil bedah Pemkot. Imo Giri salah satu tetangga Elisabet pun turut berkomentar, “Kami prihatin dengan kondisi rumah Ibu Elisabeth yang sudah sudah hampir roboh dan berlubang. Syukurlah, akhirnya doa ibu Elisabeth terjawab melalui program bedah rumah Pemkot ini, berkat perhatian Wali Kota, ibu Elisabet akhirnya terbantu,” kata Imo.

Wali Kota Kupang mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu misi untuk mewujudkan hunian layak huni bagi masyarakat Kota Kupang, “Hati kami terketuk untuk memperhatikan warga yang kurang beruntung, belum memiliki rumah layak di kota ini, dengan segala keterbatasan kami berupaya untuk membantu mereka,” ucap Wali Kota.

Kepedulian Wali Kota Jefri membelikan satu unit televisi bagi salah satu warga penerima manfaat bedah rumah Pemkot Kupang

Pemkot melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang menganggarkan Rp.2,5 miliar untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bedah Rumah. Dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru. Karena dari hasil survei di lapangan, ditemukan bahwa rumah MBR yang akan direhabilitasi secara konstruksi cukup memprihatinkan bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah hampir roboh, sehingga tidak dapat ditingkatkan kualitasnya melainkan diprioritaskan untuk dibangun baru.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini juga mengatakan ke depan program ini akan menjadi prioritas dan Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus membantu warga yang kurang mampu lewat program ini. Menurutnya, pemkot berencana untuk melanjutkan program ini di tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, bukan saja bagi rumah MBR yang tidak layak huni namun juga bagi masyarakat tidak mampu dan belum memiliki rumah.

“Ke depan, mudah-mudahan dengan didukung oleh teman-teman DPRD kita dapat menganggarkan pendanaan yang lebih besar sehingga lebih banyak masyarakat yang terbantu, tidak terbatas pada yang rumahnya tidak layak huni saja, kalau bisa kami juga akan bantu masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah atau bahkan tidak punya lahan untuk bangun rumah,” ujar Wali Kota Jefri.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain menjelaskan pelaksanaan program ini berdasarkan nama paket yang tertuang dalam dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Perumahan Rakyat Kota Kupang tahun 2020 yaitu rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah (DAU). Pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru sedangkan untuk peningkatan kualitas akan dilaksanakan setelah selesainya pekerjaan pembangunan baru.

Pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru diprioritaskan bagi rumah MBR yang secara konstruksi tidak dapat ditingkatkan, yaitu rumah warga yang memenuhi kriteria misalnya struktur atap yang dapat membahayakan penghuni, misalnya rapuh, jebol, atau bocor parah. Ditambah dengan rangka rumah atau dinding yang tidak layak serta lantai yang masih tanah. Juga pertimbangan dari aspek kesehatan yang belum memadai seperti pencahayaan dan sirkulasi udara yang buruk dan dari sisi utilitas, tidak memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK). Mengenai pengawasan pekerjaan, menurut Beny Sain dilakukan langsung oleh tim teknis dinas yang berkompeten. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP/KP)
Editor (+rony banase)