Idul Qurban 1441H Kemenkumham NTT bagi Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa

210 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT memaknai Idul Adha 1441H dengan menyalurkan qurban kepada panti asuhan anak dan kaum dhuafa yang berada di seputar Kota Kupang.

Prosesi Idul Qurban yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di halaman belakang Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT dengan mengurbankan 5 hewan kurban berupa 3 ekor sapi (2 ekor dari Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Hukum HAM pada Kementerian Hukum dan HAM RI, Dr. Sri Pugu Budi Utami dan rekan dari Balitbang HAM dan 1 ekor serta 5 ekor kambing dari staf Kemenkumham Provinsi NTT).

Sapi Kurban dari Kepala Badan Penelitian dan Pengkajian Hukum HAM pada Kementerian Hukum dan HAM RI, Dr. Sri Pugu Budi Utami

Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone menyampaikan konsentrasi penyaluran Idul Qurban difokuskan pada kaum dhuafa dan anak-anak di panti asuhan yakni Panti Asuhan Sonaf Manekat, Panti Asuhan Alma Baumata, dan Panti Asuhan Muslim lainnya. “Kami memprioritaskan anak-anak yang mendiami panti asuhan dan kaum dhuafa yang berada di Kota Kupang,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Mercy Jone sapaan Kakanwil Perempuan Pertama di Kemenkumham Provinsi NTT ini, pada saat penyaluran bantuan dana Covid-19, pihaknya juga memprioritaskan pada anak-anak yang terdampak.

Senada, Panitia Idul Qurban sekaligus Pimpinan Majelis Taklim Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Mustafa Beleng mengungkapkan distribusi hewan kurban diprioritaskan bagi kaum dhuafa, janda, dan panti asuhan Muslim dan Non Muslim.

Panitia Idul Qurban Kemenkumham Provinsi NTT sedang menyiapkan sapi kurban dari Balitbang HAM Kemenkumham RI

“Alhamdulillah 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing akan kami distribusikan kepada saudara di kalangan dhuafa, panti asuhan non muslim dan muslim,” ungkapnya.

Mustafa Beleng pun menandaskan bahwa penyaluran hewan kurban tak melulu bagi saudara muslim, namun non muslim berhak memperoleh hewan kurban.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)