Transfer Keahlian Bertaman, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Tata Taman

201 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna diperoleh transformasi keahlian bertaman bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer Biro Umum Setda NTT, maka dihelat Lomba Penataan Taman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di Jalan El. Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tujuan utamanya untuk transformasi pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan mengelola taman,” urainya Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba pada Senin, 30 November 2020.

Selain itu, beber George, untuk memberi warna dan keseimbangan pada taman dan memberikan ruang berkreasi kepada para pengusaha bunga dan taman yang berada di Kota Kupang. “Kita menata kantor Gubernur agar lebih menarik, sehingga suatu saat dapat menjadi destinasi alternatif di tengah kota dan sesuai dengan impian dan permintaan bapak Gubernur (Viktor Bungtilu Laiskodat, red),” ungkapnya.

Adapun peserta yang mengikuti lomba yang dilaksanakan pada 12 Oktober—12 November 2020 di antaranya : Asri Lestari, SN Garden, Heko Garden, Tim Sasando, Firdaus Garden, Dee Garden, JJ Garden, RJ Garden, Otten Garden, Yanto Garden, Taman Dewa, Ruddy Garden, Icha Garden, Yapy Garden, dan Fanuel Garden.

Penyerahan hadiah dari juri, I Komang Sudama, MP kepada pemenang lomba 

Sementara yang meraih juara pertama Firdaus Garden, kedua dari Heko Garden, ketiga dari Dee Garden, Juara Harapan I, Taman Dewa; Harapan II, Tim Sasando, dan Harapan III, Fanuel Garden.

Tim Juri Lomba Penataan Taman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Heny M.C.Sine, STP., M.Si. (ketua), I Komang Sudama, MP (sekretaris), dan Maria Mamulak (anggota) kepada Garda Indonesia menyampaikan ada 7 (tujuh) aspek penilaian yang dinilai yakni keserasian komponen hardscape taman, komponen softscape taman, keseimbangan atraksi visual, transisi objek dengan variasi tekstur, bentuk, dan ukuran serta proporsi (hubungan ukuran antara objek satu dengan yang lain).

“Aspek dominan yaitu hardscape dan softscape. Sementara, hal unik dari pemenang yakni mereka menggunakan unsur lokal dan memenuhi unsur keberlanjutan,” ungkap Ketua Juri, Heny Sine.

Pemilihan tanaman, tandas Heny, juga menjadi perhatian serius juri, termasuk komposisi media tanam yang menjadi pendukung keberlanjutan taman.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)

(Visited 117 times, 1 visits today)