Arsip Tag: gedung sasando

Transfer Keahlian Bertaman, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Tata Taman

149 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna diperoleh transformasi keahlian bertaman bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer Biro Umum Setda NTT, maka dihelat Lomba Penataan Taman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di Jalan El. Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tujuan utamanya untuk transformasi pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan mengelola taman,” urainya Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba pada Senin, 30 November 2020.

Selain itu, beber George, untuk memberi warna dan keseimbangan pada taman dan memberikan ruang berkreasi kepada para pengusaha bunga dan taman yang berada di Kota Kupang. “Kita menata kantor Gubernur agar lebih menarik, sehingga suatu saat dapat menjadi destinasi alternatif di tengah kota dan sesuai dengan impian dan permintaan bapak Gubernur (Viktor Bungtilu Laiskodat, red),” ungkapnya.

Adapun peserta yang mengikuti lomba yang dilaksanakan pada 12 Oktober—12 November 2020 di antaranya : Asri Lestari, SN Garden, Heko Garden, Tim Sasando, Firdaus Garden, Dee Garden, JJ Garden, RJ Garden, Otten Garden, Yanto Garden, Taman Dewa, Ruddy Garden, Icha Garden, Yapy Garden, dan Fanuel Garden.

Penyerahan hadiah dari juri, I Komang Sudama, MP kepada pemenang lomba 

Sementara yang meraih juara pertama Firdaus Garden, kedua dari Heko Garden, ketiga dari Dee Garden, Juara Harapan I, Taman Dewa; Harapan II, Tim Sasando, dan Harapan III, Fanuel Garden.

Tim Juri Lomba Penataan Taman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Heny M.C.Sine, STP., M.Si. (ketua), I Komang Sudama, MP (sekretaris), dan Maria Mamulak (anggota) kepada Garda Indonesia menyampaikan ada 7 (tujuh) aspek penilaian yang dinilai yakni keserasian komponen hardscape taman, komponen softscape taman, keseimbangan atraksi visual, transisi objek dengan variasi tekstur, bentuk, dan ukuran serta proporsi (hubungan ukuran antara objek satu dengan yang lain).

“Aspek dominan yaitu hardscape dan softscape. Sementara, hal unik dari pemenang yakni mereka menggunakan unsur lokal dan memenuhi unsur keberlanjutan,” ungkap Ketua Juri, Heny Sine.

Pemilihan tanaman, tandas Heny, juga menjadi perhatian serius juri, termasuk komposisi media tanam yang menjadi pendukung keberlanjutan taman.

Penulis, editor, dan foto (+rony banase)

Wajah Baru ‘Front Office’ Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

948 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, setiap tamu yang mengunjungi Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bakal memperoleh informasi, sapaan hangat dan bersahabat khas Provinsi dengan julukan “Nusa Terindah Toleransi” dan “New Tourism Territory” itu di lantai dasar (lobi) maupun di lantai 1 gedung kebanggaan masyarakat NTT tersebut.

Saat ini pula, dalam kondisi mewabahnya corona virus (Covid-19), tak sekadar sapaan, para tamu pun bakal diperiksa suhu tubuhnya dan dipersilahkan menggunakan hand sanitizer. Pemandangan ini mengubah wajah Gedung Sasando menjadi lebih sejuk, indah, sehat, dan bersahabat dengan kehadiran 15 Perempuan NTT yang bertugas menjadi Front Officer.

Penampilan Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

Ke-15 Perempuan NTT berusia sekitar 18—21 tahun dengan tinggi minimal 165 centimeter tersebut, dibagi dalam 2 (dua) shift kerja, kemudian dilanjutkan oleh Satpol PP pada pukul 17.00 WITA—pagi hari.

Perlakuan baru tersebut, terang Plt. Kepala Biro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh kepada media ini, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan atas pemikiran Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

“Gedung ini (Gedung Sasando, red) terlalu mewah dan menjadi ikon yang mana menjadi spot foto bagi masyarakat NTT, wisatawan domestik maupun tamu mancanegara dan pariwisata berhubungan dengan tampilan sehingga saat tamu datang berkunjung harus memperoleh kesan yang sangat familiar dan merasa tersanjung,” ungkap George sehari sebelum diterapkannya bekerja dari rumah (work from home) sejak 24—31 Maret 2020 oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Plt. Kabiro Umum Setda Pemprov NTT, George M. Hadjoh

Selain itu, terang George, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT terlalu mewah sehingga harus ditopang oleh tampilan pendukung berupa taman dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Anak-anak pun direkrut khusus untuk menjadi corong bagi kaum milenial dalam memperoleh informasi tentang program Gubernur NTT dan menjadi media informasi tentang keberadaan Kantor Gubernur NTT dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,” ujar pada Senin, 23 Maret 2020.

Kondisi ini, ungkap mantan Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olah Raga Dispora NTT, sebagai upaya menopang sumber daya yang ada. “Selain itu, menurut rencana adik-adik ini bakal ditempatkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ditempatkan 2 (dua) orang yang menguasai tentang Visi dan Misi juga Program Gubernur NTT,” jelasnya seraya berkata telah melaporkan rencana tersebut kepada Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Terpisah, salah satu Front Office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Vanny saat ditemui pada Rabu, 25 Maret 2020 mengatakan dirinya bertugas melayani dan mengarahkan tamu ke biro yang dituju. “Kami langsung menyambut para tamu dan mengarahkan mereka pada tujuan yang mereka inginkan,” terangnya.

Berbeda dengan Alda, Front Office bernama Alda berujar bahwa hingga saat dirinya bekerja, belum pernah ada tamu yang menanyakan informasi tentang NTT.

Untuk diketahui, para front office Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT juga dibekali pengetahuan tentang pariwisata NTT dan diberikan pemahaman berbahasa Inggris oleh salah satu jebolan mahasiswi yang sempat mengikuti Program Vokasi Pertukaran Mahasiswa antara Undana dan Griffith University Australia.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang

418 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang boleh berbangga dan berbahagia dapat mengikuti Wisata Lansia pada Sabtu, 13 April 2019 pukul 09.00—16.00 WITA yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Raya Gerejawi Bait El Kampung Baru Penfui Kupang. Wisata Lansia ini diinisiasi sebagai bentuk apresiasi bagi lansia yang telah berkontribusi bagi gereja

Sekitar 70 orang lansia didampingi oleh pendamping, panitia dan dokter bagi lansia bertolak dari Gereja Bait El Penfui dengan diiringi doa yang dipimpin oleh Gembala Gereja Bait El Penfui Pdt Deciana Mooy Baok, S.Th., pada pukul 09.30 WITA dengan menggunakan 2 (dua) bisa menuju ke lokasi wisata pertama di Patung Tirosa. Sesampainya di lokasi lansia mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di depan Patung Tirosa yang menjadi pintu masuk ke Kota Kupang

Tak lupa, Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui melafalkan yel-yel ‘Kami Opa Oma Bait El Kampung Baru Ok..Yes’ dengan penuh semangat dan antusias

Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui berpose bersama di Depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT

Kemudian melanjutkan perjalanan ke Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, setiba di situ pada pukul 09.45 WITA, para lansia berfoto bersama dan menari tarian kreasi daerah dan kembali dengan penuh semangat melafalkan yel-yel lansia. Lalu, pada pukul 10.25 WITA menuju ke Lippo Plaza Kupang

Tiba di Lippo Plaza Kupang pada pukul 10.37 WITA, para lansia berfoto bersama di pintu masuk dan secara bersama melafalkan yel-yel, dilanjutkan dengan berbelanja dan menikmati wahana bermain Kereta Api Mini, dan dirangkai dengan menerima bingkisan dari Panitia Hari Raya Gerejawi Bait El hasil belanja dari Lippo Plaza Kupang.

Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui saat menerima bingkisan di Lippo Plaza Kupang

Usai menikmati waktu bersama selama kurang lebih 80 menit di Lippo Plaza, Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui melanjutkan perjalanan menuju ke Hotel Aston

Tiba di Hotel Aston pada pukul 12.05 para lansia diterima dengan ramah oleh Managemen Hotel Aston dan dituntun menuju ke lantai 18 untuk menikmati pemandangan Kota Kupang dan kemudian turun ke lantai 3 menikmati sejuknya udara dan air di kolam renang dan dilanjutkan menikmati makan siang bersama di lantai 2. Menikmati waktu selama hampir 2 (dua) jam di Hotel Aston, para lansia mengisi waktu usai makan siang dengan berbagi pengalaman dengan sesama lansia.

Usai makan siang bersama, para lansia bertolak menuju Pantai Lasiana di Kelurahan Lasiana Kota Kupang. Menikmati suasana Pantai Lasiana dengan makan dan minum air kelapa muda, menikmati pisang bakar keju coklat hasil olahan pedagang di areal wisata Pantai Lasiana dan menari dan menyanyi bersama hingga pukul 15.30 WITA

Kemudian, Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui kembali ke Gereja Bait El Penfui dan tiba pada pukul 16.00 WITA lalu Panitia menutup semua rangkain Wisata Lansia Ala Gereja Bait El Penfui dengan doa yang kembali dipimpin oleh Gembala Gereja Pdt. Deciana Mooy Baok,S.Th.

Lansia Gereja Bait El Kampung Baru Penfui saat menikmati makan siang bersama di Restoran Hotel Aston Kupang

Media ini yang mengikuti semua rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir, berkesempatan berbincang dengan 2 (dua) orang lansia yakni Opa Yusuf Helo (82) dan Cornelis Doko (77)

Opa Cornelis Doko (77)

Kepada media ini, Opa Yusuf yang saat muda berprofesi sebagai penyanyi menyampaikan kegembiraan dan merasa sangat senang dapat menikmati wisata lansia. Sedangkan Opa Cornelis Doko yang merupakan pensiunan sipil AURI yang menjalani rutinitas menjaga kios dan berjualan bensin eceran memiliki 14 cucu dan 2 cece ini merasa sangat bahagia dan merasa beruntung dapat mengikuti Wisata Lansia

Terpisah, usai kegiatan Wisata Lansia, Gembala Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Pdt Deciana Mooy Baok,S.Th., mengatakan makna kegiatan Wisata Lansia sebagai wujud perhatian khusus dari pihak gereja kepada para lansia yang kebanyakan merupakan para pendiri Gereja Bait El Kampung Baru Penfui

“Mereka (lansia,red) kebanyakan hidup dan menjalani rutinitas di rumah dan semoga dengan adanya Wisata Lansia ini dapat terbina kebersamaan dengan lansia lain”, ujar Pdt Deciana

Lanjut Pdt Deciana, Para lansia juga akan memperoleh penghargaan berupa diakonia pada Minggu, 14 April 2019 saat ibadat minggu yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Bait El Penfui ke-56

“Besok, Minggu, 14 April mereka (lansia,red) akan dijemput dan dilibatkan dalam HUT Gereja Bait El Kampung Baru Penfui”, pungkas Pdt Deciana.

Penulis dan editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Pinta Dana KUR 2019 Dinaikkan Hingga Rp 3 Triliun

126 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT menyatakan, keberadaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) berdaya guna untuk meningkatkan perekonomian di NTT. Kalangan perbankan diharapkan dapat menambah jumlah penyaluran KUR kepada masyarakat.

“KUR kita di NTT sekarang baru mencapai Rp. 1 triliun lebih. Jumlah ini masih tergolong kecil, belum terlalu besar. Kita ingin mendorong agar Tahun 2019 ini bisa mencapai Rp 2—3 triliun lebih,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi XI DPR RI di Ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Senin (21/1).

Dipimpin oleh Ketua Tim Agun Gunanjar Sudarsa, 5 (lima) orang rombongan Komisi XI DPR melakukan kunjungan kerja selama 3 ( tiga) hari dari tanggal 21—23 Januari untuk memantau dan mengawasi penyaluran KUR di NTT. Para anggota Komisi Anggaran tersebut akan melakukan kunjungan lapangan dan bertemu dengan bebrapa perwakilan penerima KUR di Kota Kupang.

Gubernur Viktor saat menerima Ketua Tim Komisi XI DPR RI Agun Gunanjar Sudarsa

Menurut Gubernur Viktor, kehadiran dan kunjungan Komisi XI itu memberikan energi positif dalam mendorong kerjasama Pemerintah Provinsi dengan kalangan perbankan untuk meningkatkan jumlah penyaluran KUR di NTT. Kehadiran KUR turut berperanan dalam membantu perekonomian masyarakat. Terutama dalam menggali potensi-potensi yang ada menuju NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

“Target saya, KUR di tahun 2019 ini bisa menyentuh Rp 3 triliun Karena peluang KUR untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja sangat besar dan potensial. Terutama dalam mempersiapkan tenaga kerja, baik ke dalam maupun ke luar negeri dengan kompetensi dan kualitas kerja yang bagus,” jelas Viktor Laiskodat.

Di hadapan anggota Komisi XI tersebut, Viktor Laiskodat juga menguraikan target pemerintah Provinsi untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp. 1,1 triliun menjadi Rp 3 triliun di tahun 2023. Banyak orang yang menganggap target tersebut terlampau bombastis. Namun, lanjut Viktor, dengan kerja yang luar biasa dan desain yang baik, target tersebut diyakini akan tercapai. NTT punya banyak potensi-potensi hebat dan luar biasa.

“Kami sedang mendesain APBD Provinsi secara efisien. Kita sedang melakukan konsolidasi anggaran dengan cara misalnya pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) untuk seluruh dinas dan biro diadakan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Kami juga melakukan perampingan perangkat daerah dari 48 menjadi 39. Begitupun misalnya dalam tender jalan. Para pengusaha di NTT tidak punya aspal, pemerintah provinsi dapat memfasilitasi dengan sediakan aspal sehingga bisa berkontribusi bagi PAD. Masih banyak cara-cara baru yang dapat kita lakukan untut tingkatkan PAD sesuai target”,pungkas Viktor Laiskodat.

Ketua Tim Komisi XI, Agung Gunanjar Sudarsa, mengapresiasi perhatian pemerintahan Presiden Jokowi untuk masyarakat di pelosok-pelosok desa. Tidak hanya kedaulatan politik yang diperhatikan tetapi juga kucuran dana yang terus meningkat baik dana transfer ke desa, program keluarga harapan dan juga KUR.

“Kami ingin mengetahui secara langsung pelaksanaan KUR di NTT. Kami akan mengunjungi para penerima manfaat untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaannya di NTT. Karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kalangan perbankan dan non perbankan melalui KUR punya kewajiban untuk mendorong roda perekonomian masyarakat,” jelas politisi Golkar tersebut.(*)

 

Sumber berita (*/Aven Rame-Humas Pemprov NTT)

Editor (+rony banase)