Saat di Gereja St. Yoseph Naikoten, Kapolri : NTT Contoh Toleransi Beragama

828 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan Provinsi NTT merupakan contoh toleransi antar umat beragama bagi Indonesia yang tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan masyarakat.

Pernyataan Jenderal Lystio Sigit Prabowo tersebut diungkapkannya saat mengunjungi Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang pada Sabtu, 3 April 2021. “Provinsi NTT sangat baik dalam hal toleransi dengan menjadi contoh untuk Provinsi yang lain agar mampu tetap menjaga kerukunan umat beragama dan keamanan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga meyakini, terkait peristiwa ledakan bom di Makassar beberapa waktu lalu juga tidak mengganggu perayaan ibadah paskah di NTT dan juga tidak berpengaruh bagi kerukunan di NTT. “Saya yakin NTT dengan keanekaragaman suku dan juga agama disini akan tetus menjaga kerukunan umat beragama , juga menguatkan kita sebagai bangsa yang besar dan punya nilai persatuan. Kita sangat bangga dengan itu,” ungkapnya.

Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo saat di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang, foto oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Kapolri pun mengucapkan terima kasih kepada pasukan Polri dan TNI yang sudah membantu menjaga keamanan selama perayaan paskah yang bakal berlangsung beberapa hari ke depan, kepada Forkopimda serta FKUB dan terutama masyarakat yang tetap menjaga keamanan.

“Selamat paskah bagi Umat Kristiani di NTT dan seluruh Indonesia,” imbuh Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi pada kunjungan Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo. “Kami sangat berterima kasih pada Bapak Kapolri karena kehadiran di NTT ini bisa terus  memberikan energi positif bagi kami untuk terus saling menjaga keamanan dalam interaksi sosial NTT,” ujar Gubernur.

Kami di NTT, imbuh Gubernur VBL, toleransinya luar biasa dalam interaksi sehari-hari. “Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa daerah ini menjadi penyangga persatuan dan kesatuan negara ini,” katanya.

Gubernur VBL pun menuturkan bahwa NTT adalah miniatur dari Indonesia. “Miniatur Indonesia itu ada NTT. Sukunya banyak, bahasanya banyak dan masyarakat dengan agama yang berbeda-beda ada di sini. Kami sudah terbiasa dengan perbedaan baik itu suku dan agama,” tegasnya.

Lalu tandas Gubernur VBL, kami bangga dengan perbedaan itu. “Tidak ada orang yang bisa memahami persatuan, sebelum ia menerima perbedaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan,” terangnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/istimewa/medsos)

Editor (+roni banase)

(Visited 595 times, 1 visits today)