Arsip Tag: gubernur nusa tenggara timur

Kunjungan Kedua di Rote, VBL Pastikan Masyarakat Tak Lapar & Harus Sehat

150 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kembali melakukan kunjungan kerja kedua di Rote Ndao pasca-Badai Seroja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memantau Pulau Ndao dan Nuse menggunakan Helikopter BNPB dari Bandar Udara D.C. Saudale Ba’a pada Jumat, 16 April 2021.

Sejak terjadi Badai Seroja di Pulau Rote pada Minggu, 4 April 2021 seroja. Gubernur VBL melakukan kunjungan kerja pertama pasca-badai pada Kamis, 8 April 2021, menggunakan pesawat dukungan dari Garuda Indonesia seri ATR 72-600. Selanjutnya, pada kunjungan kedua pada Jumat, 16 April 2021, menggunakan Pesawat Carter Wings Air seri ATR 72-600.

Usai mengunjungi Pulau Ndao dan Nuse, Gubernur VBL langsung memerintahkan Kabag Protokol Setda NTT berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghadirkan Kapal Pemerintah yang berlabuh di wilayah tersebut, sehingga mempermudah pergerakan masyarakat dan barang.

“Segera koordinasikan dengan Kadis Perikanan dan Perhubungan untuk mengirimkan kapal dan berlabuh di sana (Ndao dan Nuse). Kasihan masyarakat di sana susah, bantu mereka untuk penyebrangan dan distribusi logistik. Ibu Bupati agar mengoordinasikan dengan para nelayan di Nembrala dan Ba’a agar perahunya dipakai transportasi bagi masyarakat Pulau Ndao dan Nuse ke Rote ,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat mengunjungi Pulau Ndao

Selanjutnya, didampingi Bupati Rote Ndao bersama rombongan, Gubernur VBL mengunjungi Desa Kuli Aisele, wilayah translok yang kena bencana guna memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dalam kondisi sehat dan ketersediaan logistik cukup serta adanya dukungan Pemerintah terhadap kondisi rumah masyarakat terdampak bencana.

“Apakah basodara (saudara-saudara, red) semua sehat?” tanya Gubernur VBL kepada para pengungsi dan dijawab serempak, “Sehat Bapa”.

“Apakah makanan di sini cukup?” tanya VBL lagi dan dijawab masyarakat lagi, “Cukup Bapa Gub (Gubernur VBL, red),” jawab masyarakat), sembari disahuti VBL, “ Oh…baik sudah, tenang saya.”

Bapa dan mama semua, imbuh VBL, terkait kondisi rumah yang rusak akibat bencana, Pemerintah Pusat akan menggantinya dengan uang sebesar 10 juta rupiah untuk kondisi rusak ringan, 25 juta untuk rusak sedang dan 50 juta untuk rumah rusak berat. “Tetapi bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, tidak diberikan uang tetapi dibangunkan langsung oleh Pemerintah untuk keseragaman dan menghindari ketimpangan,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat berdialog dengan masyarakat

Terkait kebutuhan embung dan irigasi, tandas VBL, silakan didata dan diajukan, sehingga melalui Dinas PUPR Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam bentuk usulan untuk dianggarkan dan direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur VBL terhadap masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang terdampak bencana khususnya kawasan translok di Desa Kuli Aisele.

“Bapak Gubernur bersama saya meninjau Pulau Ndao dan Nuse, setelah itu langsung ke sini (daerah translok, Desa Kuli Aisele),  terdapat 38 KK yang terdampak bencana, tetapi mereka semua dalam kondisi baik. Kami juga berterima kasih kepada Pak Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol. Inf. Educ Permadi Eko yang telah mendukung pembangunan dapur umum di Rote Ndao.” ucap Bupati Paulina Haning Bullu. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Jadi Model Pertanian Terintegrasi, Sumba Tengah Berbenah Diri Pasca-Badai

121 Views

Sumba Tengah, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai Model Pertanian Terintegrasi di NTT. Penekanan VBL tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Panen Padi di Lokasi Food Estate pada Kamis, 15 April 2021.

“Tahun depan (2022), diharapkan dukungan masyarakat melalui DPRD Provinsi, kami menganggarkan Pabrik Pakan Ternak di Sumba Tengah, agar jagung yang ditanam akan dibeli pabrik. Selanjutnya diproduksi dan menghasilkan pakan ternak sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli pakan ternak dari Pulau Jawa. Inilah yang kita sebut dengan Sumba Tengah menjadi Pusat Gerakan Pertanian yang terintegrasi karena proses dari hulu hingga hilir, ya dikerjakan dengan baik,” urai Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga menginginkan Pulau yang terindah ini (Pulau Sumba) agar rantai pasoknya berasal dari dalam Pulau Sumba. “Sebagai pulau terindah, ke depanya harus memiliki rantai pasok kebutuhannya yang disediakan dari dalam Pulau Sumba sendiri,” pintanya.

Untuk itu, tandas VBL, Pak Kadis Pertanian, Lecky F Koli, mulai tanggal 25 April 2021, kita mulai Tanam Jagung Program TJPS di Sumba Timur dengan luasan lahan 10.000 ha, selanjutnya di Sumba Barat dengan luasan lahan 3.000 ha dan Sumba Barat Daya dengan luasan lahan 5.000 ha.

Gubernur NTT saat meninjau lumbung pangan di Sumba Tengah

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky F.  Koli saat diwawancarai media menyampaikan, arahan Bapak Gubernur siap ditindaklanjuti dan segera dikoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengimplementasikan Program TJPS sesuai target yang telah ditetapkan.

“Untuk menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur, hari ini (Jumat, 16 April), kami berada di Sumba Timur untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama Pemda Sumba Timur untuk persiapan lahan, benih, pupuk dan alsintan guna percepatan pencapaian target Program TJPS dapat terlaksana di Sumba Timur dan selanjutnya di Sumba Barat serta Sumba Barat Daya,” ungkap Kadis Luki sapaan akrabnya.

Kepala Dinas PUPR, Maksi Nenabu pun menyampaikan dukungannya terhadap Program TJPS terkait infrastruktur pendukung. “Arahan Bapak Gubernur wajib kami tindaklanjuti, untuk di Pulau Sumba, terkait dukungan terhadap implementasi Program TJPS pasca-badai ini, langkah percepatan kami lakukan, diantaranya koordinasi dengan Pemkab Sumba Timur dan PT. Nindya Karya serta Balai Wilayah Sungai NT II untuk perbaikan sementara Bendungan Lambanapu, dan pelebaran akses darurat ruas jalan Waikabubak–Padedeweri yang dikerjakan dalam waktu yang cepat,” terangnya.

Lanjut Kadis Maksi, “Sedangkan Jembatan Lailunggi di Karera, dikarenakan alur air telah memperlebar sungai, maka perbaikannya akan dilakukan pembangunan tambahan bentangan baru sepanjang 20 meter dari panjang jembatan awal 40 meter sehingga total panjang jembatan menjadi 60 meter yang penanganannya diusulkan Kementerian PUPR dan penanganan secara darurat juga dilakukan untuk kelancaran akses transportasi.”

Selanjutnya, pada Jumat, 16 April 2021, Gubernur NTT bersama rombongan menuju Kabupaten Rote Ndao, menggunakan Pesawat Wings Air seri ATR 72-600, kemudian menuju Pulau Ndao Nuse untuk memantau masyarakat terdampak Badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur VBL : Konstruksi Bangunan Kita Harus Tahan Gempa dan Bencana

41 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mengunjungi Sabu Raijua untuk melihat dampak dari Badai Seroja mengatakan, hingga saat ini, badai yang terjadi di NTT telah terjadi dua kali. Ke depanya perlu mengantisipasinya dengan kebijakan yang lebih mementingkan keselamatan masyarakat.

“Tentunya momentum seperti ini, kita belajar, ke depanya agar konstruksi bangunan kita tahan gempa dan bencana. Sehingga, ketika terjadi bencana, kita siap dan tidak terkena masalah serius sebagaimana yang terjadi di negara maju. Badai di NTT itu pertama kali terjadi pada tahun 1973 di Kabupaten Sikka dengan memakan korban yang cukup banyak. Dan  kedua di tahun 2021 terjadi lagi di wilayah NTT,” terang Gubernur VBL.

Sementara, imbuh VBL, boleh ada perbaikan, tapi ke depan harus ada desain standar bangunannya. “Sebagai manusia berakal, beriman, dan berpengetahuan tentunya diberikan kemampuan untuk menganalisis dalam menempatkan kebijakan untuk menyelamatkan rakyat,” jelasnya.

Gubernur VBL pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sabu Raijua yang menjalankan tugas konstitusionalnya melayani publik dengan cukup baik. “Pelayanan terhadap masyarakat yang sudah cukup baik ini perlu ditingkatkan karena kita tidak urus badai saja. Tapi, masih ada badai kemiskinan dan badai kebodohan yang sampai saat ini masih tetap menghantui kita. Semua ini harus dikerjakan dengan baik agar kita mampu melewati seluruh batas kewajaran peradaban bangsa ini sehingga kita mampu menunjukkan bahwa kita bisa keluar dari situasi yang sulit,” urainya.

Pose bersama usai penyerahan bantuan genset kepada Pemda Sabu Raijua dari Bank Artha Graha

VBL juga mengimbau masyarakat agar tetap bersabar dalam menunggu pelantikan bupati definitif dan fokus pada kerja-kerja produktif untuk kemajuan daerah. “Di sini hadir para pimpinan DPRD. Berharap tidak lama lagi proses hukum di Mahkamah Konstitusi selesai agar kita memiliki bupati definitif. Sehingga sebagai Gubernur, tentunya menunggu arahan Pemerintah Pusat (Kementerian Dalam Negeri). Sampai hari ini, sesuai perintah hanya tiga  kabupaten yang dilantik, sehingga penjabat agak lama di sini. Masyarakat mesti mendukung pak penjabat dan tetap fokus bekerja untuk kemajuan Sabu Raijua.” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, Penjabat Bupati saat ini, Doris Rihi, untuk segera mengirim data masyarakat terkena dampak bencana paling lambat Rabu malam, 14 April 2021. Estimasi pemulihan pasca-badai ini dapat selesai pada Mei dan saat Juni nanti hanya dilakukan evaluasi.

“Kecepatan bekerja Pak Penjabat Bupati, harus didukung dan diimbangi oleh Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk menyiapkan data dimaksud, selanjutnya diserahkan ke posko provinsi  pada Rabu malam, 15 April 2021 malam hari dalam bentuk Surat Keputusan untuk dilakukan verifikasi dan implementasi bantuannya sehingga kita mampu menyelesaikan pemulihan pasca-badai sekitar bulan Mei, dan bulan Juni tinggal kita evaluasi saja. Jangan lambat karena bencana (gempa bumi) juga terjadi di Malang, kalau kita lambat dan ruang fiskal keuangan negara kita juga terbatas, maka bantuan untuk kita dapat terbatas juga,” jelas Gubernur VBL.

Sementara itu, Camat Hawu Mehara, Daniel Logo menyampaikan perkembangan penanganan  pasca-badai yang menimpa wilayahnya sejak tanggal 4—6 April 2021. “Langkah awal yang kami lakukan pasca-bencana adalah mendata fasilitas pemerintah, rumah penduduk, membuka akses jalan dikarenakan pohon dan tiang listrik yang tumbang, semuanya dapat kami lakukan atas dukungan rekan-rekan TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Hawu Mehara,” pungkas Daniel. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

184 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, pada Senin, 12 April 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL minta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana agar mau direlokasi.

“Bagaimana semua sehat ko?, “tanya Gubernur VBL saat menyambangi pengungsi di Gereja GMIT Kaisarea, BTN Kolhua Kota Kupang.

“Sehat Bapa,” jawab pengungsi serempak.

Gubernur meminta kesediaan para pengungsi untuk direlokasi supaya lebih aman dan nyaman ke depannya. “Yang (rumahnya) rusak berat dan yang ada di (sekitar) daerah aliran sungai,  keputusan Pemerintah Kota Kupang akan direlokasi. Tinggal di tempat yang lebih bagus, rumahnya dibangun oleh Pemerintah. Pindah ke situ. Semua disiapkan dengan baik. Kalau sudah tinggal di situ, nanti saat hujan lebat,  tidak ada kekawatiran yang berlebihan lagi. Setuju (untuk relokasi) toh?,” tanya Gubernur VBL.

“Setuju!,” jawab para pengungsi dengan penuh semangat.

Kepada awak media di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen,  Gubernur VBL menegaskan, yang direlokasi adalah mereka yang tinggal di daerah yang tidak layak  lagi dan punya risiko tinggi untuk dihuni di Kota Kupang.

“Hari Rabu, 14 April, waktu paling terakhir (batas akhir) untuk verifikasi lahannya yang harus clear dan clean. Dan juga jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi harus jelas. Sehingga secepatnya dikirimkan ke Pemerintah Pusat untuk segera ditangani. Dana untuk pembangunan berasal dari Pemerintah Pusat,” tegas Gubernur VBL.

VBL pun menjelaskan,  sambil menunggu pembangunan rumah di lokasi baru, Pemerintah Pusat khususnya BNPB siapkan dana bagi masyarakat yang akan direlokasi ini untuk sewa tinggal di rumah-rumah kerabat atau keluarga, “Hal ini untuk hindari penyebaran Covid-19, kalau tinggal di tempat pengungsi dalam waktu lama. Besaran biaya sewa ini adalah 500 ribu rupiah per KK.”

Khusus untuk yang rusak ringan, lanjut Gubernur VBL, Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi akan memberikan bantuan secepatnya sehingga masyarakat yang ada di tempat pengungsian segera menempati rumahnya kembali, “Yang rusak-rusak ringan agar kita langsung memberikan bantuan baik seng, paku maupun kayu agar mereka segera kerjakan (perbaiki) sehingga mereka bisa kembali ke rumahnya minggu ini.”

Sementara itu, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Gubernur VBL atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kota Kupang akan lakukan pendataan secara akurat secepatnya.

“Ada 475 rumah yang harus direlokasi. Semalam, kami sudah rapat dan mengecek lokasi untuk relokasi. Peluang besar adalah di Manulai, tanah milik Pemerintah Kota. Mudah-mudahan SK-nya bisa kelar hari ini untuk segera dikirimkan ke Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut Wali Kota Jefri mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari,  Pemerintah Kota akan melakukan beberapa upaya secepatnya. “Langkah berikutnya, kita akan segera kumpulkan mereka untuk memastikan mereka mau pindah ke sana. Kemarin kita ketemu dengan mereka semuanya dan mereka sampaikan secara lisan oke. Sehingga kita juga akan minta mereka buat pernyataan tertulis sehingga tidak ada protes di kemudian hari,” pungkasnya.

Beberapa titik pengungsian dan lokasi bencana yang dikunjungi Gubernur VBL adalah Posko 4  Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo, Gereja GMIT Kaisarea BTN Kolhua Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, SD Inpres Labat Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja, dan Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen, Lorong Jati Kelurahan Manutapen dan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Air Nona, Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Apresiasi PLN NTT, Gubernur VBL : Listrik Pulih dalam Waktu Dekat

1.267 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi terhadap kerja keras PLN untuk memulihkan kembali jaringan listrik yang rusak akibat bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT pada 5 April 2021.

“Tentunya dari PLN telah berusaha maksimal. Masyarakat diharapkan bersabar karena badai ini telah mengakibatkan kerusakan sangat parah. Saya yakin teman-teman PLN dengan kondisi ini telah turun untuk lakukan perbaikan. Kita harap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, jaringan listrik akan pulih kembali di seluruh NTT,” jelas Gubernur VBL saat ditemui wartawan  usai menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna, di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Aula El Tari Kupang, pada Minggu, 11 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/11/pln-pulihkan-listrik-6-kabupaten-di-ntt-41-850-pelanggan-nikmati-listrik-lagi/

Menurut VBL,  semua pihak dalam situasi seperti ini harus bersabar. Yang diutamakan untuk saat ini adalah ketersediaan logistik untuk korban bencana. “Yang penting logistik dulu. Warga jangan lapar dan haus, itu sangat penting dalam kondisi begini. Saya harapkan dalam minggu depan, listrik dapat segera kembali pulih seperti sebelumnya,” terangnya.

Gubernur VBL Terima Bantuan Bencana dari Satgas BUMN

Gubernur VBL di tempat sama, menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT senilai Rp.5.067.089.782,- (Lima miliar enam puluh tujuh juta delapan puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) dan diserahkan langsung oleh Staf Khusus Tiga Bidang Komunikasi Publik Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza, Wakil Ketua Komisi VI, Mohamad Hekal.

Foto bersama usai penyerahan bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan dari Sampoerna untuk korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas BUMN untuk membantu kondisi masyarakat NTT yang tertimpa bencana. “Ini jadi keprihatinan kita bersama. Teman-teman di Komisi VI DPR RI terus mendorong kami untuk secepatnya untuk membantu masyarakat NTT. Bantuan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ini akan terus. Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) juga mengatakan, ini tidak boleh berhenti, terus akan dilakukan. Apa yang menjadi kebutuhan di NTT,  kita akan coba penuhi,” ujar Arya dalam sambutan singkatnya.

Sementara itu,  Ketua Komisi VI DPR menyampaikan keprihatinan terhadap bencana yang terjadi di banyak tempat di NTT. Ini jadi perhatian bersama dari seluruh elemen bangsa. “Kami dari Komisi VI terus meminta kepada Kementerian BUMN untuk semaksimal mungkin memberikan bantuan di awal dan juga berikan bantuan saat proses pemulihan atau recovery bencana di NTT. Ini bantuan kecil yang diberikan bersama-sama komisi VI. Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat NTT. Salam kami dari Komisi VI kepada para keluarga korban yang selama ini mencoba melewati masa-masa sulit dengan kekuatan yang ada,” kata Faizol Reza.

Pada kesempatan tersebut PT HM Sampoerna Tbk juga menyerahkan bantuan 250 paket sembako untuk masyarakat Kota Kupang, Flores Timur dan Lembata. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manager Area Kupang PT.  HM Sampoerna, Bayu Winata.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Presiden Jokowi Kunjungi Korban Bencana di Adonara dan Lembata

647 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 9 April 2021; untuk melakukan kunjungan kerja dan akan meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak bencana. Menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Frans Seda, Kabupaten Sikka.

Sebagaimana diketahui, Kota Kupang dan 21 kabupaten di Provinsi NTT dilanda sejumlah bencana akibat dari siklon tropis seroja sejak 2 April sampai dengan 5 April 2021. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai tanggal 6 April sampai 5 Mei 2021.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTT antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Sementara itu, Kabag Protokol, Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi, Prisila Q. Parera, mengatakan Presiden Republik Indonesia bersama rombongan kembali mengunjungi Kabupaten Flores Timur (Adonara) dan Lembata. “Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Flores Timur (Adonara) dan Lembata, menurut jadwal  yang kami terima, Rombongan take off dari Bandara Halim Perdana Kusuma pada Pukul 07.00 WIB dan tiba di Bandara Frans Seda pada Pukul 09.35 WITA,” ungkapnya.

Prisila mengungkapkan Presiden Jokowi bersama rombongan setibanya di Bandara Frans Seda -Maumere, langsung mengunjungi Lembata dan Adonara dengan menggunakan Helikopter Pumma. “Setibanya di Bandara Frans Seda, Rombongan langsung melakukan Transit ke 3 Heli Pumma yang telah disiapkan, dengan lokasi yang di kunjungi yaitu Kabupaten Lembata di Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape dan Kabupaten Folres Timur di Adonara Timur, Nobo, Desa Lamadike,” urainya.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT + BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Gubernur VBL Instruksikan Satpol PP dan Polda NTT Sidak Toko Bangunan

1.825 Views

Malaka—NTT, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan kerja melihat korban banjir bandang di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 6 April 2021, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polda NTT untuk melakukan sidak Toko Bahan Bangunan.

“Hari ini saya instruksikan Kasat Pol PP Provinsi NTT berkoordinasi bersama Polda NTT untuk melakukan sidak mulai Rabu, 7 April 2021 terhadap Toko Penyedia Bahan Bangunan agar tidak menaikkan bahan bangunan pasca-bencana di NTT,” tegas Gubernur VBL saat melihat korban banjir bandang di Malaka.

Instruksi tersebut dikeluarkan Gubernur VBL sebagai respons dan antisipasi atas temuan di lapangan dan keluhan masyarakat atas kenaikan harga bahan bangunan. “Para Pedagang bahan bangunan sungguh tidak turut merasa berduka dan prihatin terhadap peristiwa yang dialami rakyat NTT, untuk itu saya perintahkan agar harga segera diturunkan,” tegasnya.

VBL pun mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada Pemerintah, manakala terdapat Toko penyedia Bahan Bangunan yang menaikkan harga. “Di samping dilakukan sidak, diharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah dan dipastikan tokonya ditutup dan izinnya dicabut,” tandasnya.

Guna membangun koordinasi dan komunikasi guna membantu masyarakat pasca-Badai Siklon Tropis, Pemprov NTT menyediakan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja bertempat di Aula El Tari Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Saat di Gereja St. Yoseph Naikoten, Kapolri : NTT Contoh Toleransi Beragama

759 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan Provinsi NTT merupakan contoh toleransi antar umat beragama bagi Indonesia yang tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan masyarakat.

Pernyataan Jenderal Lystio Sigit Prabowo tersebut diungkapkannya saat mengunjungi Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang pada Sabtu, 3 April 2021. “Provinsi NTT sangat baik dalam hal toleransi dengan menjadi contoh untuk Provinsi yang lain agar mampu tetap menjaga kerukunan umat beragama dan keamanan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga meyakini, terkait peristiwa ledakan bom di Makassar beberapa waktu lalu juga tidak mengganggu perayaan ibadah paskah di NTT dan juga tidak berpengaruh bagi kerukunan di NTT. “Saya yakin NTT dengan keanekaragaman suku dan juga agama disini akan tetus menjaga kerukunan umat beragama , juga menguatkan kita sebagai bangsa yang besar dan punya nilai persatuan. Kita sangat bangga dengan itu,” ungkapnya.

Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo saat di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang, foto oleh Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Kapolri pun mengucapkan terima kasih kepada pasukan Polri dan TNI yang sudah membantu menjaga keamanan selama perayaan paskah yang bakal berlangsung beberapa hari ke depan, kepada Forkopimda serta FKUB dan terutama masyarakat yang tetap menjaga keamanan.

“Selamat paskah bagi Umat Kristiani di NTT dan seluruh Indonesia,” imbuh Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi pada kunjungan Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo. “Kami sangat berterima kasih pada Bapak Kapolri karena kehadiran di NTT ini bisa terus  memberikan energi positif bagi kami untuk terus saling menjaga keamanan dalam interaksi sosial NTT,” ujar Gubernur.

Kami di NTT, imbuh Gubernur VBL, toleransinya luar biasa dalam interaksi sehari-hari. “Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa daerah ini menjadi penyangga persatuan dan kesatuan negara ini,” katanya.

Gubernur VBL pun menuturkan bahwa NTT adalah miniatur dari Indonesia. “Miniatur Indonesia itu ada NTT. Sukunya banyak, bahasanya banyak dan masyarakat dengan agama yang berbeda-beda ada di sini. Kami sudah terbiasa dengan perbedaan baik itu suku dan agama,” tegasnya.

Lalu tandas Gubernur VBL, kami bangga dengan perbedaan itu. “Tidak ada orang yang bisa memahami persatuan, sebelum ia menerima perbedaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan,” terangnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/istimewa/medsos)

Editor (+roni banase)