Arsip Tag: gubernur nusa tenggara timur

UNESCO Minta Stop Proyek Taman Nasional Komodo, Ini Respons Gubernur NTT

250 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kepada media pada Selasa, 3 Agustus 2021 menyampaikan tanggapannya atas permintaan UNESCO pada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan semua proyek pembangunan infrastruktur pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Permintaan tersebut tertuang dalam dokumen Komite Warisan Dunia UNESCO bernomor WHC/21/44.COM/7B yang diterbitkan setelah konvensi online pada 16—31 Juli 2021.

“Kita tentunya berterima kasih karena UNESCO ikut memperhatikan aset-aset bangsa negara ini khususnya Taman Nasional Komodo yang menjadi konservasi alam dan juga kebanggaan NTT. Namun tentunya perlu diperhatikan juga bahwa apa yang dikerjakan oleh Pemerintah Indonesia dan telah disetujui bersama  Bapak Jokowi sebagai Presiden. Ini membantu agar Taman Nasional itu mempunyai manfaat ekonomi yang luar biasa buat NTT,” ujar Gubernur VBL.

Untuk pihak-pihak yang mungkin kurang setuju dengan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT, tegas Gubernur VBL, agar bisa melakukan riset lanjutan dan juga berdiskusi bersama kami.

Gubernur VBL menjelaskan, pihak Pemprov NTT tetap menerima aspirasi UNESCO. “Kami pihak Pemerintah Provinsi menghargai apa yang disampaikan UNESCO tetapi kami harap mereka juga dapat memahami bahwa apa yang dikerjakan pemerintah adalah menjaga habitat komodo, dan biota laut serta segala sesuatu di sana jangan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” urainya.

Juga sudah diputuskan, imbuh Gubernur VBL, bahwa dari seluruh pulau-pulau dan laut serta kekayaan alam di TNT, kita sepakati untuk Pulau Rinca kita tetapkan sebagai pulau untuk mass tourism (pariwisata masif). Pulau ini menjadi habitat komodo, tentunya kita perlu mengembangkannya. Karena itu, di Pulau Rinca kita desain dan dibuat tempat untuk para pejalan kaki sehingga mereka aman dan juga dibangun dermaga yang layak bagi kapal pengunjung,” beber Gubernur VBL.

VBL pun menambahkan, pengunjung yang datang harus dijamin keselamatan dan kenyamanan maka infrastruktur harus mendukung hal tersebut. “Kita harapkan juga hasil dari pembangunan pengembangan TNK akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat di sana.

“Jadi, ekonomi mereka bertumbuh dari pariwisata yang berkembang dan dari kedatangan pengunjung yang membawa dampak ekonomi,” tandasnya. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Bupati Lembata Eliaser Sunur Berpulang, Gubernur VBL Ucap Selamat Jalan

752 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di akhir perayaan HUT Ke-59 Bank NTT mengajak semua peserta untuk mengheningkan cipta atas berpulangnya Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di RS Siloam Kupang pada Sabtu sore, 17 Juli 2021.

“Mari kita menundukkan kepala agar kita berdoa dan mengheningkan cipta agar seluruh karya dan keluarga yang ditinggalkan, kuat menghadapi cobaan,” pinta VBL kepada seluruh peserta perayaan HUT Ke-59 Bank NTT yang berjumlah sekitar 56 orang.

“Selamat jalan saudaraku Yantje Sunur,” ucap Gubernur VBL mengakhiri sesi mengheningkan cipta bersama lalu turun dari panggung acara HUT Ke-59 Bank NTT.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/07/17/super-ketat-dan-prokes-ketat-perayaan-hut-ke-59-bank-ntt-super-smart-bank/

Usai perayaan HUT Ke-59 Bank NTT, Gubernur VBL didampingi Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, bersama Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing melayat jenazah Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di RS Siloam Kupang.

Tiba di RS Siloam Kupang pada pukul 17:30 WITA, Gubernur VBL beserta rombongan langsung menuju ruang isolasi dan melayat sekitar 1 (satu) jam dan keluar dari ruang isolasi dan meninggalkan RS Siloam Kupang.

Kepada awak media, Gubernur VBL meminta keluarga untuk memutuskan di mana Bupati Lembata dikuburkan. “Tadi saya sudah diskusi dengan teman-teman, agar apabila beliau dibawa ke Jakarta, maka segera dikremasi jenazahnya untuk dibawa ke Jakarta,” jelasnya sembari menyampaikan, “Kalau tidak, maka akan dikubur di Kupang. Tapi kalau dibawa ke Lembata, maka harus diatur menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

Untuk diketahui, Bupati Lembata Eliaser Sunur menghembuskan nafas terakhirnya akibat terpapar Covid-19 yang mana sejak Jumat, 16 Juli 2021, harus menjalani donor plasma darah di RS SK Lerik Kupang

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/istimewa)

Super Ketat dan Prokes Ketat Perayaan HUT Ke-59 Bank NTT ‘Super Smart Bank’

450 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perayaan HUT Ke-59 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), pada Sabtu sore, 17 Juli 2021 pukul 15.00—17.00 WITA di halaman Kantor Pusat Bank NTT dilaksanakan super ketat dengan penerapan protokol kesehatan ketat di mana hanya diikuti oleh 56 undangan yang tertera dalam list undangan dan telah melakukan swab antigen dengan hasil negatif Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/16/hut-ke-59-bank-ntt-sedia-mesin-tarik-setor-tunai-di-cabang-khusus-utama/

Selain itu, panitia HUT Ke-59 Bank NTT hanya mengundang 8 (delapan) media cetak, elektronik, dan online (termasuk Portal Berita Daring Garda Indonesia, red) dan hanya diberikan kesempatan meliput saat penandatanganan memory of understanding (MoU) tentang ekosistem layanan pertanian, kolaborasi pemanfaatan komunikasi digital sumber daya perusahaan, pemanfaatan layanan informasi dan teknologi komunikasi, dan kerja sama APEX BPR antara Bank NTT, BI Perwakilan NTT, PT. Telkom Indonesia, Tbk; DPD Perbarindo, dan Pemprov NTT.

Dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Henda dan Marlis,  HUT Ke-59 Bank NTT yang dihelat secara ketat tepat di lokasi parkir dan bernuansa biru tersebut ditayangkan secara virtual dan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar; dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore.

Layanan Digital Super Smart Bank di Kantor Cabang Khusus Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan, berbeda dengan tahun lalu, tahun 2021, Bank NTT mempertegas posisi sebagai Super Smart Bank. Ini tidak serta merta sebuah slogan belaka, melainkan didukung dengan peningkatan sumber daya manusia maupun IT, dan pelayanan yang berbasis digital.

Bank NTT memang terus mengubah pola pelayanannya agar terus eksis di era disrupsi digital. Saat seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbasis digital, maka Bank NTT dituntut bergerak cepat mengimbangi pesatnya perkembangan jaman. “Ada kekuatan dalam rasa bersyukur dalam kemampuan menemukan solusi cerdas bertransformasi dari tahun ke tahun. Dan teknologi digital mengubah perilaku secara online menembus fondasi pergerakan ekonomi mikro. Dalam situasi ini, Bank NTT di ulang tahunnya yang ke-59, ada semangat yang melandasi dalam bekerja melayani masyarakat NTT, yakni Super Smat Bank untuk NTT Maju,” urai Alex Riwu Kaho.

Di akhir perayaan HUT Ke-59 Bank NTT, Gubernur VBL meresmikan New Mobile Banking Bank NTT dan bersama Wagub Nae Soi melihat langsung dan meresmikan layanan digital di smart branch di Kantor Cabang Khusus (KCK) dan Kantor Cabang Utama (KCU) yang  ditandai pengguntingan pita dan peninjauan operasional seluruh sistem pelayanan smart branch di lantai satu kantor pusat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Terima Vaksin AstraZeneca, Gubernur VBL Imbau Tingkatan ‘Herd Immunity’

451 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerima vaksin jenis Astrazeneca tahap pertama bersama para pejabat Eselon II pada Rabu, 14 Juli 2021 di Kantor Gubernur NTT. Usai melakukan vaksinasi, Gubernur VBL mengimbau kepada Bupati dan Wali Kota se-NTT untuk tetap mendorong masyarakat agar segera melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Sebagai Gubernur, saya sangat berterima kasih kepada masyarakat NTT yang punya kesadaran bersama-sama untuk melakukan vaksinasi, karena kita saat ini mengejar _herd immunity. Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk kita mengejar herd immunity kita semua,” ujar Gubernur VBL.

Bagi masyarakat di seluruh NTT, imbuh Gubernur VBL, vaksin juga memberikan manfaat bagi kita yakni menurunkan angka sakit dan kematian akibat Covid-19. Mendorong terbentuknya herd immunity dengan syarat minimal 70 persen masyarakat NTT telah melakukan vaksin dan meminimalkan dampak ekonomi dan sosial jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik melawan virus Covid-19, maka aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat bisa terlaksana kembali dengan normal.

“Kita harapkan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota bersama TNI dan Polri untuk bergerak membantu agar masyarakat kita dapat melakukan vaksinasi secara keseluruhan dan lancar,” ujar VBL.

Gubernur VBL menambahkan, memang dalam proses pelaksanaan vaksinasi secara massal seperti di Kejaksaan tinggi dan Poltekkes Kemenkes Kupang, pasti kerumunan tidak dapat dihindarkan karena masyarakat berbondong-bondong untuk antre.

“Kita semua harus tetap tertib dan teratur melaksanakan vaksinasi sebagaimana target utama kita adalah semua anggota masyarakat harus divaksin. Oleh sebab itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar vaksin-vaksin dapat dikirim terus sehingga kita semua dapat terlayani dengan baik,” jelas VBL.

Nanti di bulan Desember, tandas Gubernur VBL, kita sudah tidak lagi menggunakan masker, tentunya dengan memastikan kalau kita semua telah divaksin. Kita lihat kemarin di Eropa semua penonton sepakbola bola menyaksikan pertandingan di stadion tanpa masker dan itu menunjukkan kalau herd immunity mereka sudah hampir mencapai 100 persen melalui vaksinasi. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

Bupati Belu & Bupati se–NTT ‘Zoom Meeting’ Bersama Gubernur VBL

264 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM. didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M., dan Bupati se – NTT mengikuti zoom meeting bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan topik ‘Percepatan Pencairan Dana Desa dan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid–19 Tingkat Desa’, di Ruang Rapat Bupati Belu, Selasa 13 Juli 2021.

Bupati dr. Taolin Agustinus mengungkapkan, upaya penanganan kasus terkonfirmasi Covid–19 di Kabupaten Belu, telah dilakukan oleh pemerintah  melalui berbagai persiapan secara baik dan terukur, seperti kesigapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas kesehatan, dan tempat karantina.

“Jadi, di Kabupaten Belu kasusnya meningkat tetapi masih dalam kendali. Ada penambahan pasien yang sakit dan dirawat di ICU tetapi pasien yang sembuh juga cukup banyak. Selain itu, tingkat pemanfaatan tempat tidur di bawah 50 persen. SDM dan fasilitas kesehatan sudah dipersiapkan secara baik, termasuk upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid–19 bagi masyarakat,” ujar Bupati Belu.

Suasana zoom meeting bupati se-NTT dengan Gubernur VBL

Terkait stok vaksin, Bupati dr. Taolin mengaku, ada masalah dengan sistem input data dan mengakibatkan terhambatnya penyediaan vaksin di Kabupaten Belu. Namun, pemerintah sudah mempersiapkan sarana prasarana dengan sangat baik guna mempercepat proses vaksinasi tahap I dan II dengan target minimal dalam sehari memberikan vaksin kepada 1.000 hingga 2.000 lebih orang. Dan, diharapkan pada bulan Desember 2021, masyarakat yang divaksin bisa mencapai 70 persen.

Bupati juga mengatakan,  penyerapan anggaran penanganan Covid–19 di tingkat desa dan kabupaten, sedang dalam proses (on progress) dan ke depannya akan dipercepat. “Terkait penerapan penggunaan smart city sudah dipersiapkan, tetapi masih mengalami kendala dari segi SDM, perangkat keras dan lunak, serta jaringan komunikasi, termasuk dana untuk pengadaan dan pelatihan bagi tenaga yang berkeahlian di bidang IT. Ke depan, kita akan mengimplementasikan sistem smart city sesuai dengan petunjuk yang ada,” terang Bupati Belu.

Turut hadir, Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Januaria Nona Alo, S.IP., Kepala Bidang Bina Pemerintah Desa, Marselus Koli, S.Sos., serta Penyuluh dan Pendamping Desa. (*)

Sumber berita + foto: kominfobelu

Editor: (*/Herminus Halek)

Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

541 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Kepala Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Gusti Fallo, S.Pt., Sekretaris Desa dan perwakilan masyarakat bertempat di ruang kerjanya, pada Kamis 8 Juli 2021. Kunjungan ini berkaitan dengan telah dipasangnya jaringan listrik di wilayah tersebut.

Kepada perwakilan masyarakat dan Kades Kaeneno, Gusti Fallo, S.Pt., Gubernur VBL berpesan agar dengan dibangunnya jaringan listrik, ekonomi masyarakat akan berkembang. Hal ini tentunya aktivitas masyarakat juga bisa terjadi sampai malam hari. Juga saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang membangun jaringan internet di wilayah NTT.

“Untuk jaringan internet, Kabupaten TTS mendapat jatah 16 titik yang akan dibangun, dan salah satunya ada di Desa Kaeneno,” urai Gubernur VBL seraya menyampaikan sudah saatnya masyarakat Desa Kaeneno harus lebih bekerja keras dengan kemudahan-kemudahan yang telah dan akan disiapkan, sehingga kehidupan ekonominya dapat berkembang.

Gubernur VBL juga menegaskan keyakinannya bahwa ke depan masyarakat di seluruh pedesaan akan memiliki anak – anak muda yang pintar dan dapat membangun desanya.

“Sebagai Gubernur, saya akan bicara dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, agar kedepan Dana Desa yang ada, sebagiannya dipakai untuk biaya pendidikan. Dari 1 Miliar Dana Desa, 500 juta akan dipakai untuk biaya pendidikan bagi 5 orang yang akan kuliah. Dua orang kuliah di luar negeri dan tiga orang di dalam negeri. Tentunya jurusan yang diambil berhubungan erat dengan potensi yang ada di desa tersebut. Dan setelahnya mereka akan kembali dan membangun desanya,” urai Gubernur VBL.

Menjawab permintaan Kepala Desa Kaeneno berkaitan dengan pembangunan jalan raya, Gubernur VBL mengatakan, ruas jalan di Desa Kaeneno merupakan jalan kabupaten dan alternatif solusinya harus dari Pemerintah agar masyarakat terlayani dari aspek infrastruktur jalan. “Status jalan di Desa Kaeneno merupakan jalan kabupaten, saat ini fokus penyelesaian pada ruas jalan provinsi. Tetapi apabila tahun depan jalan provinsi seluruhnya sudah selesai dikerjakan, maka kita segera berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk bersama mengintervensi beberapa ruas jalan Kabupaten untuk dapat dikerjakan,” ungkap Gubernur VBL.

Sementara itu, Kepala Desa Kaeneno, Gusty Fallo mengatakan, dirinya diperintah oleh masyarakat Desa Kaeneno untuk bertemu Bapak Gubernur untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena saat ini listrik sudah bisa masuk ke wilayah Desa Kaeneno.

“Saya mewakili 356 Kepala Keluarga di Desa Kaeneno, mengucapkan terima kasih yang tinggi buat bapak Gubernur, karena berkat kepedulian dan cinta bapak terhadap masyarakat NTT khususnya masyarakat Desa Kaeneno, maka saat ini kami sudah bisa menikmati listrik, yang sekian lama menjadi barang asing bagi kami,” ungkap Kades Kaeneno, Gusty Fallo.

Masih menurut Gusty, yang membuat dirinya begitu berbangga karena waktu pengerjaannya juga tidak memakan waktu yang lama. “Saat itu tanggal 16 Oktober 2020 saat kunjungan Bapak Gubernur ke desa kami, saya menyampaikan bahwa sampai saat ini masyarakat di tempat ini belum menikmati listrik. Tetapi tanpa diduga dalam waktu hanya satu minggu, tepatnya tanggal 23 Oktober 2020, petugas dari PLN datang survei lokasi dan langsung melakukan pengerjaan instalasi listrik. Dan hasilnya saat ini kami sudah menikmatinya,” urainya.

Masih menurut Kepala Desa, banyak hal positif yang dirasakan oleh masyarakat pasca-pemasangan jaringan listrik, salah satunya berkaitan dengan dunia pendidikan. “Saat ini di Desa Kaeneno terdapat 2 PAUD, 1 SD, 1 SMP dan 1 SMA, dan saat ini mereka sudah dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online melalui handphone,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan ini, Gusty Fallo yang didampingi oleh Sekretaris Desa dan seorang tokoh masyarakat, minta agar dapat menyebut Gubernur NTT sebagai Bapak Infrastruktur. Hal ini menurutnya bukan tanpa alasan. Salah satunya karena walaupun letak Desa Kaeneno yang terpencil, kurang lebih 30 km dari jalan umum dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, tetapi Bapak Gubernur tetap memperhatikan dan membangun infrastruktur di desa tersebut.(*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

179 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  dalam berbagai kesempatan bertatap muka dengan pemuka agama meminta agar gedung gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan.

“Gereja harus juga jadi pusat belajar.  Bukan hanya untuk belajar ilmu-ilmu ketuhanan tapi juga ilmu-ilmu lainnya. Gedung gereja dapat juga digunakan sebagai tempat belajar bagi anak usia dini,” terang Gubernur VBL saat beraudiensi dengan Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, Baumata Timur Klasis Kupang Tengah, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang,  pada Senin, 5 Juli 2021 di ruang kerjanya.

Kepada Pendeta Petronela Lylho yang memimpin rombongan tersebut,  Gubernur VBL mengharapkan agar gereja jadi pusat informasi dan pembelajaran jarak jauh. “Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah gencar-gencarnya memperluas jaringan internet dan telekomunikasi melalui pendirian berbagai BTS di seluruh pelosok NTT. Gereja dapat memanfaatkan peluang ini dengan gunakan gedung gereja untuk lakukan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa dan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan,” jelas Gubernur VBL.

Terkait dengan permintaan dari para majelis jemaat untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gereja baru, Gubernur VBL mengharapkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan setelah grafik Covid-19 di NTT melandai. “Sekarang ini angka Covid-19 di NTT sebagaimana nasional sedang meningkat. Kita harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara ini bisa dijadwalkan ulang setelah angka Covid menurun,” pintanya.

Sementara itu, Pendeta Petronela Lylho  mengungkapkan, pembangunan gereja baru mulai dirintis karena gereja lama yang dibangun pada 28 Agustus 1955 mengalami kerusakan parah setelah dihantam Badai Seroja. “Tentang kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja akan disesuaikan dengan anjuran dan jadwal dari Bapa Gubernur karena umat kami di sana berharap Bapa Gubernur berkenan hadir pada kegiatan ini, ” pungkas Pendeta yang sudah dua tahun menjadi gembala di Jemaat Baith El Oelanisa tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

Kemkominfo Bangun 421 BTS Tower di Provinsi NTT

417 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Base Transceiver Station (BTS) ‘infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara peranti komunikasi dan jaringan operator’ akan dibangun di 421 desa dan diselesaikan pembangunannya tahun 2021—2022. Demikian diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate pada saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS di Provinsi NTT yang dilaksanakan di Hotel Aston pada Senin, 28 Juni 2021.

“Saya harapkan bisa dilakukan dengan lebih cepat. BTS ini dibangun di atas lahan pemerintah daerah kabupaten. Oleh sebab itu, koordinasi dengan pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya lahan dengan titik koordinat yang tepat untuk kebutuhan perencanaan pembangunan desa, kecamatan dan kabupaten ke depannya,” ujar Johnny G Plate.

Johnny pun meminta agar penentuan titik BTS Tower tepat dengan rencana pembangunan daerah, sehingga koneksinya bisa membantu pelayanan pemerintah, bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan serta kegiatan masyarakat. “Sehingga berjalan dengan jangka panjang seirama dengan pembangunan wilayah. Jangan sampai BTS disediakan tetapi lokasinya jauh dan konektivitasnya tidak mampu mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.

Foto bersama Menkominfo Johnny G Plate , Gubernur NTT saat Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS di Provinsi NTT yang dilaksanakan di Hotel Aston pada Senin, 28 Juni 2021

Menurutnya, masyarakat harus ambil bagian dalam pelatihan-pelatihan digital untuk dapat ikut serta dalam memanfaatkan teknologi dengan sumber daya manusia yang hebat. “Saya berharap di tahun ini masyarakat NTT bisa kut program pelatihan digital masyarakat oleh Kemkominfo. Ini penting untuk kembangkan literasi digital ke masyarakat. Kita lakukan secara virtual meeting. Ajak anak-anak kita untuk ikut pelatihannya karena ini gratis untuk semua,” urai Johnny.

Selain itu, tandas Johnny, “Kami juga berencana membangun pusat data di NTT di Labuan Bajo. Itu untuk menjadi pusat data untuk melayani kawasan Indonesia tengah dan Indonesia Timur melalui jalur selatan di NTT.”

Sejalan dengan kondisi tersebut, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) juga mengharapkan adanya penguatan SDM di bidang digital dan teknologi informasi.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

“Kita harus membangun SDM kita dengan baik untuk paham dan menguasai betul pemanfaatan perkembangan teknologi dan juga melalui model digitalisasi. Sehingga infrastruktur yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dapat dipergunakan untuk kemajuan daerah. Maka, data digitalisasi kita harus kuat dan Saya mau dua tahun dari sekarang NTT bisa dikenal sebagai Provinsi Digital,” ujar VBL.

VBL pun mendesak para bupati harus berpikir cepat dalam pemanfaatan pembangunan BTS ini. “Ini adalah kesempatan kita untuk melompat lebih jauh ke depan untuk bisa bersaing di era saat ini. Kita tidak perlu promosi daerah dengan jalan keliling dunia tetapi cukup kita di desa saja tapi memanfaatkan promosi lewat jaringan teknologi internet untuk memperkenalkan produk-produk unggulan di NTT dan juga pariwisata kita,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)