Arsip Tag: gubernur nusa tenggara timur

Disertasi Pariwisata NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Resmi Pakai Titel Doktor

789 Views

Salatiga, Garda Indonesia | Program studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), meluluskan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam ujian terbuka Doktor Studi Pembangunan yang dihelat secara luring terbatas di Balairung UKSW, pada Jumat 22 Oktober 2021.

Disertasi berjudul “Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur (Inclusive, Local Resources-Based, Sustainable) berhasil dipertahankan oleh Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Gubernur NTT di hadapan para penguji, yaitu Prof. Dr. Gatot Sasongko, S.E., M.S. Titi Susilowati Prabawa, S.Pd., M.A., Ph.D. dan Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D. (Rektor Undana). Bertindak sebagai promotor adalah Prof. Daniel D. Kameo, S.E., M.A., Ph.D. dengan Ko Promotor Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Ak., dan Dr. Wilson Therik, S.E., M.Si.

Paradoksal NTT sebagai daerah yang kaya sumber daya, tetapi masuk dalam jajaran daerah miskin dan tertinggal memicu VBL melakukan penelitian ini. Salah satu sumber kekayaan sumber daya ekonomi yang potensial di NTT adalah sektor pariwisata dan menjadi fokus penelitian ini.

Penelitian yang dilakukan VBL pada 45 obyek wisata yang tersebar di 10 pulau, dari pulau Flores sampai pulau Timor yang mencakup wilayah 11 kabupaten dan kota. Dinamika perkembangan industri pariwisata dengan pendekatan lima pilar utama atau yang dikenal dengan 5A yaitu attraction, accesbility, accommodation, amenities, dan awareness dieksplorasi lebih mendalam pada disertasi ini.

“Keunggulan pariwisata NTT adalah pada pilar attraction sedangkan empat pilar lainnya masih memiliki tantangan. Dengan mencermati bahwa sektor ekonomi bisa dikaitkan dengan sektor pariwisata, dalam penelitian ini dilakukan kajian rantai pariwisata di NTT di mana ditemukan bahwa rantai nilai pariwisata di sini belum terangkai. Industri pariwisata masih belum mengoptimalkan kekuatan sumber daya lokal,” terang Gubernur VBL.

Hal ini tampak dengan masih adanya pasokan sumber daya yang berasal dari luar NTT, dengan demikian sumber daya ekonomi juga harus direlakan keluar NTT yang berdampak pada masyarakat yang tidak bisa menikmati sumber daya ekonomi yang seharusnya berputar di NTT. Karena itulah ditegaskan pria kelahiran Oenesu-Kupang ini bahwa pembangunan sektor wisata di NTT perlu bertransformasi, dari yang semula berjalan secara sektoral menjadi komprehensif. Melalui disertasinya, Gubernur VBL merekomendasikan pendekatan pembangunan inklusif yang berbasis pada kekuatan sumber daya lokal dan berkelanjutan.

“Model pembangunan pariwisata NTT berkelanjutan atau sustainable tourism adalah dengan adanya harmonisasi secara komprehensif antara komponen lingkungan hidup, ekonomi, budaya dan sosial, yang ditautkan dengan faktor kelembagaan dan dipayungi oleh kebijakan publik. Dengan demikian, NTT bukan lagi suatu daerah dengan kondisi alam kering, miskin, tertinggal, dan tidak mampu berkompetisi dengan wilayah lainnya. NTT telah bangkit dengan menyadari adanya keindahan dan potensi alam sebagai kekayaan yang dimiliki dan bertransformasi menuju masyarakat NTT sejahtera,” tegasnya.

Tidak lupa Ia pun mengatakan, penelitian yang ia lakukan tidak semata-mata hanya untuk meraih gelar Doktor saja. Lebih dari pada itu,  penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah grand design dan peta jalan bagi pariwisata NTT sebagai “lokomotif” pembangunan di bumi Flobamorata dengan keterlibatan semua komponen masyarakat.

“Hasil riset saya, agar setiap komponen masyarakat terlibat dalam pembangunan pariwisata. Dan jika itu semua tidak kita implementasikan, maka riset itu sama saja tidak berguna. Oleh karena itu, setiap regulasi yang kita buat dan hasilkan harus bersifat kolaboratif kerja bersama dengan setiap komponen, pemangku kepentingan, para stakeholder terutama tentu saja setiap elemen masyarakat. Semua itu pasti banyak tantangan. Tapi dengan bekerja secara kolaboratif, maka grand design pariwisata yang kita hasilkan akan membawa dampak yang signifikan bagi pembangunan ekonomi masyarakat NTT,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Interdisiplin yang juga sekaligus penguji disertasi ini, Titi Susilowati Prabawa, S.Pd., M.A., Ph.D. menyampaikan bahwa Viktor Bungtilu Laiskodat adalah lulusan ke-67. Hasil penelitian ini sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan pariwisata di NTT.

“Gelar doktor yang resmi disandang, beliau dapat memanfaatkan hasil penelitiannya sebagai landasan penentuan kebijakan pariwisata untuk wilayah NTT dan diharapkan dapat terus mengasah daya kritisnya sebagai intelektual interdisiplin sesuai dengan prinsip yang diajarkan oleh almamaternya dalam mengemban tugas-tugas selanjutnya sebagai Gubernur demi kemajuan pembangunan NTT,” jelas Titi.(*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Pariwisata Alor, Gubernur VBL Minta Lembaga Agama Dorong Umat Punya ‘Awareness’

201 Views

Kalabahi, Garda Indonesia | Guna mendapatkan sebuah desain pariwisata yang hebat atau sustainable, maka harus butuh kinerja semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, lembaga agama, lembaga adat hingga pemerhati pariwisata. Demikian diungkapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada saat memberikan sambutan dalam pertemuan Tokoh Lintas Agama Se-Provinsi NTT pada Selasa,.19 Oktober 2021.

Mengusung tema “Penguatan Modernisasi Agama dan Merawat Keberagaman dari Pinggiran Indonesia” pertemuan Tokoh Lintas Agama Se-Provinsi NTT tersebut dilaksanakan di aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi.

Gubernur VBL dalam sambutannya menekankan berbicara tentang modernisasi agama dan juga pariwisata, maka kita berbicara tentang iman dan pariwisata terkait imajinasi karya. “Kita hadir di sini juga ada festival-festival. Lembaga agama dan umatnya harus mulai untuk turut membantu pemerintah dalam membangun pariwisata sehingga bisa membantu menumbuhkan ekonomi,” ujarnya.

Lanjut VBL, jangan kita hanya terus menjalankan ajaran dan ritual keagamaan namun kita sendiri tidak mampu memiliki manfaat yang konkret untuk orang lain. “Dengan merawat hubungan yang baik dalam keberagaman umat beragama ini juga tentunya kita ingin lembaga agama harus mampu mendorong umatnya untuk memiliki kesadaran (awareness) mengenai pentingnya pariwisata,” tegasnya.

Maka dari itu, imbuh VBL, kita juga tidak boleh kerja sendiri-sendiri. Harus sinergi dan kolaborasi saling memberi arahan, saling mendukung dan memberi saran atau ide untuk membangun pariwisata NTT.

Pose bersama Gubernur NTT dengan Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf, Bupati Alor dan para ulama

Menurut Gubernur VBL, alam dan budaya dengan nilai pariwisata tinggi harus mampu dijaga dengan baik juga pengelolaannya dengan baik. “Desain pariwisata itu harus memberi nilai tambah. Misalnya dengan Festival Dugong itu harus dibuat kalender khusus. Agar punya nilai mahal karena diadakan pada waktu tertentu saja. Juga kita jaga kelestariannya seperti olahraga diving harus kita jaga alam lautnya. Maka dari itu, kita mau para pengunjung juga menjaga alam bawah laut tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf Dessy Ruhati mengatakan, Alor sebagai penyangga destinasi pariwisata super prioritas dari Labuan Bajo, memiliki spot diving indah dan juga Festival Dugong.

“Kita harapkan dengan Festival Dugong ini ke depannya juga harus mengkaji dugong bukan hanya dari aspek pariwisatanya dan juga bagaimana menjaga kelestariannya. Serta kita harapkan festival dugong juga bisa menjadi even nasional,” kata Desi.

Bupati Alor Amon Djobo memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT dan sangat senang karena sering turun langsung ke tengah masyarakat. “Selama saya hidup ada dua gubernur yang kerja hebat dan mau turun langsung ke masyarakat yaitu Bapak Ben Mboi dan juga Bapak Viktor Laiskodat. Puji Tuhan juga selama kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Laiskodat dan juga Bapak Wakil Gubernur Josef Nae Soi selama ini provinsi NTT selalu tenteram dan tidak ada gesekan yang terjadi dalam kehidupan beragama,” ucapnya.

Saat kunjungan ke Alor,  Gubernur VBL turut hadir dalam Festival Paralayang serta mengunjungi Festival Dugong didampingi Bupati Alor Amon Djobo, Jajaran Forkopimda Alor, Wakil Bupati Sabu Raijua Yohanes Uli Kale, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Zet Libing. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Hujan Deras Iring Rakor Pengentasan Kemiskinan Ekstrem antara Wapres dan Pemprov NTT

801 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kunjungan Kerja Wapres RI Ma’ruf Amin di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka rapat koordinasi pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan stunting di dilaksanakan di aula rumah jabatan Gubernur NTT pada Minggu siang, 17 Oktober 2021.

Cuaca panas ekstrem berkisar 32–35 derajat di Nusa Tenggara Timur pada masa transisi musim kemarau ke musim hujan pada Oktober mengiringi rapat yang dihelat dengan protokol kesehatan super ketat yang mana para peserta wajib negatif tes PCR.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/10/16/wapres-maruf-amin-kunjungan-kerja-ke-provinsi-ntt-ini-rangkaian-kegiatannya/

Pantauan Garda Indonesia di lokasi, Wapres Ma’ruf Amin didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) keluar dari rumah jabatan melalui teras menuju aula di bawah pengawasan super ketat pasukan pengawal presiden (Paspampers) dan di bawah guyuran hujan deras sekitar pukul sejak pukul 13.00—13.40 WITA.

Wapres Ma’ruf Amin akan memimpin rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 5 Kabupaten Sasaran Prioritas 2021 yang dihadiri oleh Bupati dan Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan.

Adapun susunan acara rapat percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting di 5 kabupaten di NTT bakal diisi dengan arahan Wapres Ma’ruf Amin, pemaparan dari menteri terkait, pemaparan dari Gubernur NTT tentang upaya Pemprov NTT mengentaskan kemiskinan berupa program TJPS dan pengentasan stunting berupa Desa Model oleh Tim PKK Provinsi NTT. Dilanjutkan dengan pemaparan dari kelima bupati dan ditanggapi berupa arahan dari Wapres Ma’ruf Amin.

Dijadwalkan rakor bakal selesai pada pukul 16.00 WITA, dilanjutkan dengan peninjauan stan UMKM dan stan PLN yang terdapat di samping aula rumah jabatan Gubernur NTT.

Selanjutnya, Wapres Ma’ruf Amin dan rombongan menuju ke Bandara Internasional El Tari Kupang dan take off ke Jakarta pada pukul 17.15 WITA.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Wapres Ma’ruf Amin Kunjungan Kerja ke Provinsi NTT, Ini Rangkaian Kegiatannya

965 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin beserta ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 16 Oktober 2021, usai menghadiri peresmian pembangunan BLK Komunitas Tahun 2021 di Jayapura, Papua pada Jumat 15 Oktober.

Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q. Parera saat diwawancarai, menyampaikan terkait pelaksanaan kegiatan kunjungan kerja Wapres Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan di Kota Kupang, Provinsi NTT.

“Wapres K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan yang terdiri dari Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian besama istri, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki beserta rombongan lainnya tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, NTT disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT,” ungkap Prisila.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menyambut Wapres Ma’ruf Amin

Kemudian, imbuh Prisila, Wapres beserta Ibu Hj.Wury Ma’ruf Amin bermalam di Kupang. “Selanjutnya pada Minggu, 17 Oktober, Wapres dijadwalkan akan memimpin rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 5 Kabupaten Sasaran Prioritas 2021, antara lain Kabupaten Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT,” terangnya.

Pada waktu yang bersamaan, lanjut ungkap Prisila, Ibu Hj.Wury Ma’ruf Amin direncanakan menuju ke Dekranasda, untuk memberikan sambutan pada acara pembukaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Komoditi Tenun di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” jelas Pris

Usai memimpin rapat, tandasnya, Wapres didampingi Gubernur NTT beserta rombongan terbatas dijadwalkan akan melakukan peninjauan Produk Pemberdayaan Masyarakat Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM), dilanjutkan dengan konferensi pers mengenai kunjungannya di Kupang. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Presiden Jokowi Kunjungan Kerja di Labuan Bajo, Ini Agendanya

703 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo bersama Ibu Negara, Hj. Iriana melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT pada Kamis, 13 Oktober 2021. Saat tiba di Labuan Bajo, Presiden disambut oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Ibu Julie Sutrisno Laiskodat juga Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif, serta Danlanuf El Tari Marsma TNI Umar Fathurrohman.

Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dengan Pesawat Kepresidenan menuju Bandar Udara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dengan waktu tempuh lebih kurang dua jam perjalanan.

Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda. provinsi NTT Prisila Q. Parera menyampaikan, terkait kunjungan kerja Presiden Jokowi sesuai jadwal tentatif yang diterima berkaitan dengan peresmian proyek pemerintah dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas.

“Hari ini Bapak Presiden bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo terkait dengan peresmian Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Acara Rebranding Hotel Inaya Bay Komodo menjadi Meruorah, kemudian melakukan peresmian Puncak Waringin dan kembali ke Jakarta,” jelas Prisila.

“Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.(*)

Sumber (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/BPMI Setpres)

10 Kabupaten Terbaik Atasi Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : Kerja Kita Belum Maksimal

785 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Memang betul terjadi penurunan stunting tapi jika penurunannya biasa-biasa saja artinya kerja kita kurang maksimal karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah, maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting,” tekan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT, di aula Hotel Sylvia Labuan Bajo, pada Senin, 11 Oktober 2021.

Saat rapat bersama Bupati/Wali Kota se-NTT tersebut, Gubernur VBL menyampaikan, rapat ini merupakan salah satu langkah mewujudkan mimpi Presiden Jokowi yaitu Generasi Emas pada 2045. “Mimpi Presiden Jokowi, negara ini pada 2045 akan menatap masa depan dengan generasi emasnya. Jika cita-citanya seperti itu, maka yang kita lakukan hari ini adalah desain dan perencanaan untuk kita menuju 2045 membawa bonus demografi menjadi generasi unggul”, ungkapnya.

Menyelesaikan Stunting di NTT, tegas Gubernur VBL tidak bisa jika hanya dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja. “NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Maka, ini merupakan tantangan kita bersama untuk para Bupati dan saya sendiri sebagai Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa.

“Konvergensi mengharuskan kita melakukan langkah-langkah yang terpadu, terarah dan secara bersama-sama serta kerja-kerja lapangan yang kita harus kuasai. Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur, maka saya yakin 1.000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga mengimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder dan masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. “Saya berterima kasih atas kerja-kerja selama ini akan tetapi kita harus menyinergikan lagi seluruh stakeholder masyarakat agar masalah stunting di NTT dapat segera terselesaikan. Dan saya mengharapkan hal-hal seperti ini dapat kita lanjutkan dengan semangat kita bersama, tanggung jawab kita adalah bagaimana kita menyelamatkan 80.909 anak yang akan menjadi generasi masa depan untuk menopang pertumbuhan NTT ke depannya,” tandasnya.

Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan persentase penurunan stunting di NTT, dibandingkan dengan tahun 2020 pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 3,2%.

“Pada penilaian kinerja konvergensi stunting tahun 2021 terdapat beberapa pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2020, tahun 2021 penurunan stunting sebesar 3,2%. Pada bulan Agustus 2020 yang lalu, stunting NTT berada pada angka 24,2%. Pada Agustus tahun ini berada pada angka 21%,” lapor Kosmas

Lebih lanjut Kosmas menyampaikan tujuan pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan evaluasi terhadap kinerja penanganan stunting di NTT. “Tujuan pelaksanaan rapat koordinasi yang kita laksanakan saat ini adalah evaluasi dari terhadap kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam kegiatan ini juga akan diberikan piagam penghargaan beserta sarana yang selama ini dikeluhkan oleh Kabupaten/Kota untuk meng-input data ke dalam aplikasi yang sudah ditentukan. Dan  ini merupakan komitmen bersama antara provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menerus bahu membahu melakukan percepatan penurunan stunting sampai dengan akhir periode perencanaan,” jelas Kaban Bappelitbangda.

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting bersama Bupati/Wali Kota se-NTT tersebut dirangkaikan dengan pemberian Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting bagi 10 Kabupaten terbaik oleh Gubernur NTT. Adapun yang memperoleh penghargaan yaitu : Rote Ndao, Manggarai Timur, Belu, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, Flores Timur, Sumba Timur dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Gubernur VBL bersama 10 Kabupaten Terbaik Penerima Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Di akhir pertemuan tersebut disepakati beberapa komitmen bersama para Bupati/Wali Kota untuk menurunkan stunting sebagai masalah kemanusiaan yang mendasar berkaitan dengan pengakuan, penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak asasi anak secara universal. Komitmen yang disepakati adalah sebagai berikut:

Pertama, melaksanakan program konvergensi percepatan penurunan stunting (zero stunting) untuk menciptakan Generasi Muda Unggul NTT 2045—2050 sehingga mendapatkan bonus demografi.

Kedua, bersepakat untuk masing-masing kabupaten/kota menurunkan stunting sampai 10% pada tahun depan 2022.

Ketiga, mendesain sistem pendeteksian gejala dan pendataan stunting pada ibu hamil dan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang mutakhir dan akurat melalui pengukuran tinggi dan berat badan 100% serta pemberian makanan tambahan.

Keempat, mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung menunjang program konvergensi percepatan penurunan stunting.

Kelima, membangun kolaborasi kelembagaan pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) swasta, LSM serta lembaga agama dan adat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.

Keenam, mengintegrasi percepatan penurunan dan penanganan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan nasional dan daerah.

Ketujuh, pendayagunaan berbagai potensi lokal sebagai menu bergizi untuk makanan tambahan bagi calon ibu, ibu hamil dan bayi serta anak.

Kedelapan, melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparat pemerintah yang profesional dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Kesembilan, melakukan supervisi, bimbingan teknis, monitoring-evaluasi, dan pengawasan secara berkala dan berkelanjutan terhadap implementasi program konvergensi stunting. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Gerakan Roda Perekonomian, Pemprov NTT Bangun Infrastruktur via Pinjaman Daerah

83 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “Apa yang kita kerjakan saat ini akan menjadi fondasi atau dasar pijakan kebijakan masa depan sehingga kita mampu menatap masa depan dengan tidak lagi menjadi bagian dalam sejarah membuat provinsi ini menjadi miskin. Akan tetapi kita bangga saat tidak menjabat lagi nanti, kita akan melihat bahwa kita meletakan dasar pembangunan menatap masa depan, dengan kebanggaan yang luar biasa,” tekan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Penekanan Gubernur VBL tersebut disampaikannya pada acara penandatanganan memory of understanding (MoU) antara PT. Bank Pembangunan Daerah NTT dengan PT. Digital Pemerintah Indonesia tentang pemanfaatan pelayanan perbankan Bank NTT melalui layanan platform digital Pemprov NTT yang dihadiri Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Marisi Parulian di Sulamada Resort, Labuan Bajo, pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Dalam sambutannya Gubernur VBL menyampaikan harapannya agar melalui pinjaman daerah, infrastruktur dapat dibangun sehingga perekonomian daerah dapat bergerak ke arah yang lebih baik.

“Dengan ditandatanganinya kesepakatan para bupati untuk melakukan pinjaman daerah, maka dapat dipastikan bahwa seluruh infrastruktur yang dulu pembangunannya menjadi kendala saat ini akan dibangun dengan baik. Stimulus ekonomi dengan terbangunnya infrastruktur tersebut dapat bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga menitipkan pesan kepada Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri agar aturan mengenai pinjaman daerah dapat direvisi karena sudah ketinggalan zaman.

“Kami telah mengusulkan lewat Menteri Keuangan dan nanti akan disampaikan kepada Mendagri bahwa ada hal yang menarik. Tapi selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah yaitu aset tanah pemda baik pemkab maupun pemprov harus bekerja sama dengan pihak ketiga lalu pihak ketiga tersebut melakukan pinjaman ke bank untuk membangun kepentingan perusahaannya. Akan tetapi setelah itu, pemerintah daerah sendiri tidak boleh meminjam di bank secara langsung dengan jaminkan asetnya itu. Sehingga saya berpikir ini merupakan aturan yang memberatkan atau sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman sehingga perlu dilakukan penyesuaian,” urai VBL.

Karena itu, imbuh VBL, lewat ibu direktur kami menitipkan agar aturan tersebut direvisi kembali sehingga ke depannya pemerintah daerah lewat BUMD-nya mampu bekerja sama dengan seluruh aset-aset pemerintah daerah untuk melakukan pinjaman daerah agar BUMD ikut berperan dalam pembangunan-pembangunan daerah di mana pun itu berada.

Gubernur VBL pun menyampaikan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri dan Menteri keuangan beserta seluruh jajaran karena terus mendampingi dan memberikan pemahaman kepada NTT mengenai pinjaman daerah.

“Kami berterima kasih karna Kementerian Dalam Negeri yang telah mendukung NTT melalui pinjaman-pinjaman daerah. Karena lewat pinjaman daerah ini sekitar 900 km jalan provinsi telah dapat dikerjakan. Dan saya juga berterima kasih kepada Mendagri dan Menteri Keuangan beserta seluruh jajarannya yang terus mendampingi kami untuk memberikan pemahaman kepada NTT supaya berpikir lebih maju,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga berterima kasih kepada Bank NTT karena dinilai telah bekerja dengan luar biasa sehingga Bank NTT mendapat predikat Bank dengan kesehatan tingkat dua yang belum pernah diraih oleh Bank NTT selama ini. “Saya berterima kasih kepada Bank NTT yang telah bekerja dengan luar biasa. Karena sudah sejak berdirinya Bank NTT belum pernah menyandang predikat Bank dengan kesehatan tingkat dua yang artinya bank ini dikerjakan dengan profesional yang baik,” ucapnya.

Jika hal tersebut terus dipertahankan, tandas Gubernur VBL, maka tahun 2023 Bank NTT dapat menjadi Bank Devisa. Jika hal tersebut dapat terpenuhi, maka tahun 2025 Bank NTT dapat Go Publik. Apabila hal tersebut dapat terpenuhi maka pesannya bahwa Bank NTT dipercaya oleh publik. Pekerjaan-pekerjaan dengan pinjaman daerah lewat pinjaman BPD adalah salah satu cara untuk membangun daerah ini dan juga membangun bank ini menjadi bank yang kuat dan solid sehingga ke depan dapat menjadi bank publik.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Marisi Parulian menyampaikan bahwa pinjaman daerah berguna untuk membiayai program-program prioritas untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maka diperlukan pembiayaan yang cukup besar untuk membiayai program-program prioritas antara lain melalui pinjaman daerah,” ucap Marisi. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Siap Dibangun di Pulau Sumba

506 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyatakan mendukung investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumba, NTT yang siap dilakukan oleh PT. GSE bersama mitra kerjanya Sungrow.

Investasi PLTS di Sumba tersebut berupa panel surya yang akan menyerap sinar matahari dengan menggunakan battery storage ‘penyimpanan baterai’, berikut dengan kabel transmisi bawah laut yang akan terhubung dengan sistem jaringan listrik Bali dan Nusa Tenggara. Investasi pembangunan solar PV dengan potensi energi sebesar 2 GW dan battery storage system dengan estimasi nilai investasi senilai 4 miliar USD ini akan mampu memasok listrik untuk Bali, NTB, dan NTT.

Potensi tersebut sedang dikaji dalam studi kelayakan yang sedang dilakukan oleh PT. GSE yang rencananya akan rampung tahun depan.

“Investasi tersebut tentu akan mendorong masuk berbagai pembangunan bahkan investasi lainnya, seperti pengembangan infrastruktur dan pabrik penunjang panel surya dan battery storage yang tentu saja akan berdampak pada penyerapan ribuan tenaga kerja lokal sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan. Penggunaan energi surya ini juga dapat menurunkan tarif listrik,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.

Potensi penurunan tarif listrik tersebut tentu akan meringankan beban subsidi Negara ke PLN. “Manakala proyek ini kita laksanakan maka, dapat terjadi efisiensi dari sisi keringanan beban subsidi negara ke PLN,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL juga menambahkan, pembangunan ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan Indonesia sesuai dengan Paris Agreement 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo. “Dengan demikian, NTT dapat menjadi pionir dalam pengembangan green economy sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Sementara itu, komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan oleh Bambang S. selaku Direktur Utama PT GSE dan William Zhou selaku VP International Business Sungrow.

“Dalam pertemuan hari ini, prinsipnya kami  berkomitmen untuk membangunan panel surya yang akan menyerap sinar matahari dengan menggunakan battery storage, berikut dengan kabel transmisi bawah laut yang akan terhubung dengan sistem jaringan listrik Bali dan Nusa Tenggara. Investasi pembangunan solar PV dengan potensi energi sebesar 2 GW dan battery storage system dengan estimasi nilai investasi senilai 4 miliar USD, akan mampu memasok listrik untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, jelas Bambang.

Untuk diketahui, potensi tersebut sedang dikaji dalam studi kelayakan yang sedang dilakukan secara internal oleh PT. GSE yang rencananya akan rampung tahun depan (2022, red), dengan mengacu pada kajian yang telah dilakukan sebelumnya oleh stakeholder terkait. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)