oleh

Komunitas BETA Pecut Anak Jakarta Cinta Budaya NTT

Jakarta, Garda Indonesia | Pada era modernisasi dan globalisasi saat ini, kekayaan budaya bisa mulai dilupakan, oleh generasi muda. Menilik kondisi tersebut, maka salah satu komunitas berkumpulnya warga NTT yang menetap di Ibu Kota Negara menginisiasi pagelaran seni budaya guna memecut hasrat generasi muda mencintai seni dan budaya mereka sendiri.

Komunitas ini terbentuk pada 10 Juli 2022. Lahir di Jakarta, Komunitas BETA menjadi sarana penumbuhan kecintaan generasi muda akan budaya NTT, dan sebagai wadah pengembangan diri dan kreativitas generasi muda melalui jalur kebudayaan NTT.

Guna mengenalkan komunitas sebagai wadah berhimpun dan semangat mencintai dan melestarikan budaya, maka Komunitas BETA menghelat gelaran peluncuran bertajuk “Beta, Tuak, dan Sasando” pada Minggu siang, 27 November 2022 pukul 14.00—selesai di Rarampa Resto & Bar, Jakarta Barat.

Pantauan Garda Indonesia di lokasi acara, tampak berbagai ornamen khas NTT terpampang dengan apik dan menawan di berbagai sudut restoran Manado ini. Di atas meja jamuan makan, terdapat Saboak (buah dari pohon Tuak beserta daunnya), Kokis Solo (bahasa Kupang untuk Kue Cucur, red), tempat sirih pinang, dan berjejer alat musik Sasando.

Ketua Komunitas BETA, Janti Manaha dalam sesi peluncuran mengatakan bahwa wadah tempat berkumpulnya anak-anak muda keturunan NTT ini memiliki program pelestarian musik, pelatihan tari tradisional dan kreasi NTT, pameran dan promosi tenun, termasuk fashion show dan modelling dan penguasaan alat musik Sasando.

“Kami memimpikan generasi muda NTT yang kreatif, inovatif, berkarakter dan percaya diri, siap menggapai masa depan yang tetap mencintai kebudayaan Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur,” ujar Janti Manaha.

Remaja keturunan NTT berpose usai mementaskan fashion show tenun

Anak dan remaja keturunan NTT di Jakarta, ungkap Janti Manaha, dalam keterbatasan memiliki semangat mempelajari dan menghargai kebudayaan NTT. “Dalam kesibukan mereka sebagai pelajar, mahasiswa dan karyawan, mereka selalu menyempatkan diri untuk berlatih dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan dengan penuh kegembiraan dan sukacita,” ungkapnya.

Yang paling menggembirakan dan membanggakan, urai Janti Manaha, dalam waktu singkat anak-anak binaan Komunitas BETA berpartisipasi dalam beberapa acara dan meraih prestasi antara lain:

  • Juara kostum terbaik dalam Lomba Dance Indancenesia 2022;
  • Mengisi acara utama tari daerah dan kreasi dalam Parade Rakyat Merah Putih di Gelora Bung Karno (GBK);
  • Mengisi acara fashion show, tari daerah dan modern dalam acara pelestarian Bineka Tunggal Ika di Kementerian Dalam Negeri;
  • Juara tari modern favorit, juara fashion show busana adat favorit dan juara fotogenik dalam lomba Top Model Look 2022, dan
  • Juara Harapan I lomba tarian tenun dan songket Piala Menteri Dalam

Selain itu, tandas Janti Manaha, Komunitas BETA mengucapkan terima kasih kepada Julie Sutrisno Laiskodat dan tim Levico Boutigue, Lafaina Ikat, Floras Palm, Iwan dari YAPMI, dan para donatur atas dukungannya bagi anak-anak didik dari Komunitas BETA.

Ada pun berbagai tarian yakni tarian tradisional dan kreasi berupa tarian Cerana, Maekat, Ofa Langga, Tifa, Dikideng, dan tarian Iris Tuak dipentaskan dalam gelaran peluncuran Komunitas BETA, termasuk berbagai lagu khas NTT yakni Flobamora, Ie Ana Sai, Iris Tuak, ikut dipentaskan mewarnai gelaran budaya yang dipersembahkan oleh masyarakat NTT yang telah bermukim di Jakarta.

Penulis (+roni banase)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *