oleh

Pemda Rote Ndao Pakai Map Daun Lontar untuk Berkas Administrasi

Rote Ndao, Garda Indonesia | Pohon Lontar sebagai pohon endemik yang tumbuh di Pulau Rote, Sabu Raijua, Timor, dan beberapa daratan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); memiliki beragam manfaat. Dari daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar. Barang-barang kerajinan yang dibuat dari daun lontar antara lain adalah kipas, tikar, topi, aneka keranjang, tenunan untuk pakaian dan alat musik sasando.

Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna kehitaman. Kayu ini kerap digunakan orang sebagai bahan bangunan atau untuk membuat perkakas dan barang kerajinan.

Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap masyarakat sebagai nira lontar. Nira ini dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi legen atau tuak, semacam minuman beralkohol buatan rakyat atau lebih dikenal dengan Sopi.

Simak video ulasan Map Lontar:

https://youtu.be/WJqF_8lgmnk

Menilik kondisi tersebut, maka muncullah ide inovatif dari Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Jermi Haning, P.hD. untuk membuat map (sampul dari kertas atau plastik untuk menyimpan surat-surat dan sebagainya, red). Dan uniknya, map yang diproduksi oleh pengrajin Rote ini mulai digunakan oleh jajaran Pemda Rote Ndao sejak Januari 2023.

Kabag Hukum Setda Kab. Rote Ndao, Hangry M.J Mooy, S.H., M.Si. kepada media pada Kamis, 19 Januari 2023, menyampaikan bahwa map anyaman dari daun Lontar produk pengrajin Rote mulai digunakan sebagai pengganti map kertas atau plastik oleh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Dan menurut Hangry sapaan akrabnya, map Lontar tersebut bakal dibikin lebih menarik. “Rencananya mau dibalut dengan kain tenun Rote pada bagian pinggirnya,” ungkapnya.

Hangry pun mengatakan ukuran map sesuai ukuran standar map kertas.

Penulis (+roni banase)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *