PLN Berdialog dengan Keuskupan Ruteng Terkait PLTP Ulumbu Poco Leok

Regional0 Dilihat

Loading

Mataram, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) divisi panas bumi, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM beserta PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyambut baik ajakan dialog pihak Keuskupan Ruteng terkait proyek pengembangan geotermal pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5—6 di Poco Leok pada awal Agustus 2023.

Dialog tertutup itu untuk meneruskan aspirasi berupa dokumen berjudul “Aspirasi Warga Poco Leok tentang Rencana Pengembangan Geothermal Ulumbu” yang merupakan hasil pertemuan pihak keuskupan dengan dengan warga dari 10 kampung adat atau gendang di Poco Leok.

Dialog yang berlangsung di ruang rapat aula pusat pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng ini dihadiri oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Ruteng Romo Alfons Segar, Direktur Puspas Romo Marthen Cen, Ketua Komisi PSE Romo Josi Erot, ketua komisi budaya dan pariwisata Romo Ino Sutam, ketua komisi keluarga Romo Blasius Harmin dan komisi justice, peace and integrity of creation (JPIC) Keuskupan Ruteng Romo Marthen Jenarut.

Selain itu, dari pihak PT PLN (Persero) hadir General Manager (GM) Divisi Panas Bumi PT PLN (Persero) Christiyono, Budi Hardyanto selaku Koordinator EBTKE Kementerian ESDM, serta GM PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan. Hadir pula pemerintah daerah kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Peran kami (Keuskupan Ruteng) hanya sebagai jembatan untuk menyampaikan suara-suara masyarakat atau umat gereja di Poco Leok. Baik itu yang mendukung geothermal maupun pihak yang menolak geothermal,” ucap Vikjen Romo Alfons Segar.

Ada 3 (tiga) poin prioritas yang disampaikan pihak Keuskupan Ruteng kepada PLN dalam mengembangkan PLTP Ulumbu 5—6 di Poco Leok, yakni terkait kesejahteraan umat atau masyarakat, keadilan, dan keutuhan ciptaan.

PT PLN (Persero) menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur kelistrikan yang digarap akan tetap memerhatikan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berkeadilan, serta pembangunan yang berdasarkan keutuhan ciptaan dengan memerhatikan ekologi integral. Sebab, ketiga hal ini sejalan dengan asas pembangunan panas bumi dan misi PT PLN (Persero).

Sehubungan dengan peran JIPC Societas Verbi Divini (SVD), Vikjen Romo Alfons Segar mengatakan Keuskupan Ruteng selalu meminta kepada JPIC SVD untuk berkoordinasi dengan Keuskupan Ruteng dalam menentukan sikap terkait pengembangan PLTP Ulumbu 5—6 di Poco Leok.

“Tidak boleh menimbulkan perpecahan di antara umat, supaya tetap menjaga keutuhan di tengah masyarakat. Revolusi gereja itu untuk mempersatukan. Sehingga, gereja menampung, menerima semua aspirasi entah yang pro entah yang kontra. Kita terima semua aspirasi mereka,” kata Vikjen Romo Alfons Segar.

Perbedaan pandangan JPIC CVD dengan JPIC Keuskupan terkait rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5—6 di Poco Leok,  ungkap  Vikjen Alfons Segar, menjadi penggagas awal dialog agar keutuhan di tengah masyarakat tetap terjaga.

“Saya hanya sampaikan kepada pimpinannya dia (Pater Simon Suban Tukan), supaya minta kerja sama dari Keuskupan Ruteng. Pada saat pertemuan dengan Pater Simon, dialog bersama terima, tetapi pihak keuskupan terus berdialog,” ucap Alfons Segar.(*)

Sumber (*/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *