Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Liang Bua, Gua Legendaris Jejak Sejarah Penting di Manggarai

Liang Bua, Gua Legendaris Jejak Sejarah Penting di Manggarai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 304
  • comment 0 komentar

Loading

Berada tepat di di Dusun Golo Manuk, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, membuat tempat tersebut sangat ideal dijadikan pemukiman masa prasejarah.

 

Labuan Bajo | Keindahan yang dimiliki oleh Pulau Flores, NTT, memang tidak diragukan lagi. Melancong ke pulau yang satu ini rasanya tak melulu harus datang ke destinasi yang sudah sering dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara. Pasalnya, Pulau Flores merupakan salah satu pulau yang menyimpan banyak keindahan yang luar biasa dan menakjubkan.

Jika, berkunjung ke pulau yang satu ini, kita akan disuguhkan dengan banyak hal-hal menarik, begitu juga dengan suvenir khas seperti kopi Flores dan kain tenun yang dikenal masyarakat luas.

Kopi khas pulau Flores ini memiliki cita rasa yang unik dan lezat sehingga kita tidak akan menemukannya di kopi-kopi pada umumnya sehingga kopi ini seringkali digunakan sebagai oleh-oleh, begitu juga dengan kain tenunnya. Selain itu, Pulau Flores juga terdapat situs purbakala yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Jadi salah satu situs arkeologi penting dunia

Tentu ini sangat menarik! Di gua inilah ditemukan fosil Homo Floresiensis atau yang akarab disebut “Manusia Hobbit”. Uniknya, banyak penelitian menunjukkan manusia purba yang ditemukan berukuran kecil atau kerdil.

Pada 2001 ditemukan fosil yang hanya memiliki tinggi 100 cm dengan berat yang diperkirakan hanya 25 kg. Informasi tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan tahun 2001 yang merupakan kerja sama antara University of New England, Australia dengan Arkeolog Nasional. Manusia purba yang ada di gua ini memang mencuri perhatian dunia arkeologi karena dari berat dan tingginya mirip Hobbit.

Fosil ini ditemukan pada 2003 yang membuat nama Gua Liang Bua menjadi dikenal seluruh dunia. Nama Liang Bua sendiri diambil dari bahasa Manggarai berarti gua atau lubang sejuk. Gua ini adalah gua karst yang terbentuk karena proses cuaca. Gua ini menjadi tempat tinggal bagi manusia Homo Floresiensis atau Hobbit dari Flores, ini terlihat dengan ditemukan potongan rangka, rahang bawah, perkakas bekas Homo Erectus, serta sisa-sisa tulang Stegodon (gajah purba) kerdil, biawak raksasa, serta tikus besar. Hampir semua lapisan yang mengandung temuan tersebut berusia antara 95.000-12.000 tahun silam. Tak mengherankan arkeolog dari Belanda, Inggris, dan Indonesia menjadikan gua ini sebagai tempat penggalian dan penelitian sejak 1930-an.

Temuan mengguncang dunia arkeologi dan wawasan baru evolusi manusia

Gua Liang Bua, legendaris yang menyimpan jejak sejarah yang penting ini. Gua Liang Bua tersebut juga menawarkan keindahan alam yang memikat.

Berada tepat di di Dusun Golo Manuk, Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, membuat tempat tersebut sangat ideal dijadikan pemukiman masa prasejarah.

Lokasi tersebut memiliki ukuran tinggi atap bagian dalam 25m, lebar 40m, dan panjang sekitar 50m. Lokasinya berada di sekitar 200m dari pertemuan sungai Wae Rancang dan Wae Mulu.

Melalui kedua sungai inilah temuan batuan keras dan artefak batu, seperti rijang, kalsedon dan tufa kersikan. Bisa dikatakan jika Goa Liang Bua Flores ini merupakan situs penting arkeolog di dunia karena dari sinilah ditemukan fosil Manusia Flores atau Homo Floresiensis.

Homo Floresiensis di Gua Liang Bua Manggarai. Foto : Viva/Arie

Gua ini terletak di kaki bukit yang dikelilingi oleh hutan tropis yang hijau, menciptakan pemandangan yang menenangkan dan alami.

Para pengunjung dapat merasakan ketenangan saat menjelajahi gua yang luas, dengan formasi stalaktit dan stalagmit yang menakjubkan, serta menikmati udara sejuk yang khas daerah pegunungan.

Perjalanan menuju Liang Bua memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, dan meskipun jaraknya cukup jauh, perjalanan yang melewati bukit-bukit hijau akan memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan.

Setibanya di lokasi, pengunjung dapat menggunakan jasa pemandu lokal yang tidak hanya akan membawa mereka menjelajahi gua, tetapi juga memberikan informasi tentang sejarah fosil yang ditemukan di sana.

Di sekitar gua, terdapat beberapa fasilitas sederhana seperti warung makan yang menyajikan hidangan khas Flores, serta area parkir bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi.

Meskipun belum terkenal seperti destinasi wisata lain di Flores, Liang Bua menawarkan pengalaman wisata yang tenang dan autentik, cocok bagi mereka yang ingin menjelajah lebih dalam tentang sejarah manusia purba sambil menikmati keindahan alam.

Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya menjaga kelestarian Liang Bua sebagai situs bersejarah yang berharga.

Pengelolaan yang hati-hati dan konservasi yang berkelanjutan sangat penting untuk melindungi gua ini dari kerusakan, mengingat nilai sejarah dan ilmiahnya yang luar biasa. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Liang Bua, harapan besar adalah agar situs ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang tanpa mengurangi keaslian dan keindahan alamnya.

Mengunjungi Liang Bua adalah kesempatan langka untuk tidak hanya menyaksikan keindahan alam Flores, tetapi juga untuk melihat lebih dekat salah satu penemuan paling penting dalam sejarah arkeologi dunia.

Sebuah perjalanan ke gua ini tidak hanya sekadar wisata, tetapi juga sebuah langkah untuk menghargai warisan sejarah manusia yang luar biasa.(*)

Sumber (*/ragam/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minat Menenun Perempuan NTT Menurun; Ini Langkah Julie Laiskodat

    Minat Menenun Perempuan NTT Menurun; Ini Langkah Julie Laiskodat

    • calendar_month Sen, 3 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia | Minat Perempuan Nusa Tenggara Timur dalam menekuni dunia tenun ikat mulai tergerus oleh zaman; anak perempuan zaman now cenderung tidak memiliki respek dan respon. Melihat kecenderungan tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat- Isteri Gubernur NTT Viktor Laiskodat mempunyai langkah taktis dan strategis menyikapi fenomena tersebut. Ditemui dalam sesi kegiatan Digital Marketing Facebook yang digelar […]

  • Presiden Jokowi Periksa Kesehatan Secara Berkala Termasuk Swab Tes

    Presiden Jokowi Periksa Kesehatan Secara Berkala Termasuk Swab Tes

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penerapan protokol kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan sudah dilakukan dengan sangat ketat. Setiap pengunjung mulai dari menteri hingga masyarakat yang akan bertemu Presiden Joko Widodo telah dipastikan melalui pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Demikian disampaikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dalam keterangan persnya di […]

  • ‘Yellow Clinic’ Partai Golkar Vaksinasi Tahap II Pelajar SMAN 4 Atambua

    ‘Yellow Clinic’ Partai Golkar Vaksinasi Tahap II Pelajar SMAN 4 Atambua

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Vaksinasi tahap II, bantuan ‘yellow clinic’ Partai Golkar sebanyak 250 dosis bagi pelajar SMAN 4 Atambua berlanjut di Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 29 September 2021. Anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Benediktus Hale yang memantau secara langsung proses vaksin di Puskesmas Umanen, […]

  • “Soliditas Umat” Uskup Resmikan Gereja St. Antonius Dari Padua Kelapa Lima

    “Soliditas Umat” Uskup Resmikan Gereja St. Antonius Dari Padua Kelapa Lima

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Semangat gotong royong dan soliditas kelompok umat basis (KUB) dengan semangat kebersamaan dilakukan oleh umat di lingkungan gereja stasi Santo Antonius dari Padua, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Budaya gotong royong umat selalu diutamakan dalam setiap kegiatan gereja. Dimulai dari setiap kelompok umat […]

  • Hari Lahir Pancasila dan Komitmen Pemberantasan Korupsi

    Hari Lahir Pancasila dan Komitmen Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Sel, 1 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Setiap tanggal 1 Juni segenap bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote memperingati Hari Lahir Pancasila. Kepada media pada Senin, 31 Mei 2021; Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia) menyatakan, hari lahir Pancasila 1 Juni ini, perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi dan […]

  • Yuk Beli Tiket MotoGP di MyPertamina Raih Bonus Menarik

    Yuk Beli Tiket MotoGP di MyPertamina Raih Bonus Menarik

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Lombok | Perhelatan MotoGP kembali hadir di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 27—29 September 2024. Pada kalender MotoGP 2024, Indonesia kembali dipercaya melalui penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 (MotoGP) dan Asia Road Racing Championship (ARRC). Untuk menyemarakkan event tersebut, Pertamina memberikan banyak bonus menarik untuk pembelian tiket melalui aplikasi […]

expand_less