UNICEF Indonesia & Prilly Latuconsina Ajak Anak Indonesia ‘Stop Bullying’

355 Views

Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam Rangka Menyambut Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November 2018, UNICEF Indonesia bersama dengan U-Report Indonesia menggandeng Prilly Latuconsina, aktris Indonesia usia 22 tahun, untuk mendiskusikan isu bullying yang bisa diakses di halaman Facebook Prilly Latuconsina dan UNICEF Indonesia.

Menurut WHO/Organisasi Kesehatan Dunia, Bullying memiliki arti = “penggunaan kekuatan fisik atau psikologis secara agresif yang ditujukan kepada pihak lain…. dilakukan secara SENGAJA dan BERULANG, terdapat PERBEDAAN KEKUATAN..”

Adapun jenis-jenis bullying : bullying fisik (Pukul, tentang, sundul); bullying emosional (gosip, mengucilkan); bullying verbal (perkataan); dan cyber bullying (bully melalui media sosial).

Berikut kutipan wawancara Derry Fahrizal Ulum, wakil dari U-Report Indonesia yg dikelola oleh Unicef Indonesia; melalui carpool chat (ngobrol di dalam mobil) dalam rangka merayakan Hari Anak Sedunia pada tanggal 20 November 2018

Tonton carpool chat  Prilly Latuconsina dan Derry Fahrizal Ulum, wakil dari U-Report Indonesia

https://www.facebook.com/officialprillvers/videos/1111442462366813/

U-Report Indonesia Derry: Pesan Prilly untuk Anak-Anak Indonesia dalam Rangka Hari Anak Sedunia?

Prilly : “Halo semuanya, aku Prilly Latuconsina mau mengajak kamu semua memperingati Hari Anak Sedunia. Kita semua adalah generasi penerus bangsa . . . Mari jaga keragaman, saling menghormati, tetap bersekolah, tetap positif dan inovatif karena masa depan bangsa ada di tangan kamu! Selamat Hari Anak Sedunia! #EndViolence #GoBlue!“

U-Report Indonesia Derry : Pesan Prilly untuk teman-teman yang sering membully dan dibully?

Prilly : “Untuk kamu yang sering membully, BERHENTILAH! Bullying punya dampak yang tidak baik bagi pelakunya. Orang yang suka membully punya risiko lebih besar untuk terus bermasalah di sekolah, bisa menimbulkan drop out, berhadapan dengan hukum, dan parahnya nihh … perilaku itu bisa terus diulang sampai dewasa, menikmati menekan orang lain, sampai berpotensi melakukan tindakan kriminal!

Untuk kamu yang sering dibully, tetap berdiri dan LAPOR! Cari bantuan teman atau orang dewasa di sekitar.

“Satu lagi, untuk yang SUKA MENONTON SAJA. Bukan pembully, bukan korban. Kamu juga punya peran penting untuk menghentikan atau melapor. Jadi jangan diam saja dan ikutlah berperan untuk mencegah perilaku negatif itu,” pinta Prilly. (+rb)

(Visited 2 times, 1 visits today)