Gubernur Viktor Imbau Satukan Perspektif Pemprov & Pemkab

Loading

Labuan Bajo,gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat – Gubernur NTT, mengharapkan sinergitas Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Manggarai Raya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mesti terus dibangun dan terus ditingkatkan. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Viktor dalam Rapat Kerja Gubernur NTT dengan Bupati, Ketua DPRD, Para Camat dan Kepala Desa Region 5 Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur di Labuan Bajo, Jumat (31/11/18).

“Membangun sebuah bangsa, membangun sebuah provinsi, syarat mutlaknya adalah setiap visi dan misi dari pemimpin di setiap level dapat bersinergi untuk menjawab tantangan yang ada,” jelas Gubernur Viktor.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor mengutarakan, Rapat kerja dengan para bupati, Ketua DPRD, camat, dan kepala desa se-Manggarai Raya ini dimaksudkan untuk mendesain dan menyatukan seluruh perspektif pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Wakapolda NTT, Brigjen Joni Asadoma yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya baru pertama kali ke Labuan Bajo. Joni Asadoma mengutarakan pentingnya kebersamaan dalam membangun NTT. “Perlu kerja bersama antara Polri, TNI dan pemerintah. Aparat kepolisian juga memiliki fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Juga berperan dalam mengawal dana desa,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Manggarai Deno Kamelus menyatakan kesiapan pemerintah Kabupaten Manggarai untuk bersinergi membangun Nusa Tenggara Timur Bangkit Menuju Sejahtera
“Perlu bangun pola kerja baru dari tingkat desa, camat hingga bupati,” jelas Deno.

Bupati Kamelus juga mengharapkan agar Jalur Ruteng- Iteng di Kabupaten Manggarai kembali menjadi Jalan Provinsi. Sebelumnya jalur ini menjadi jalan Provinsi, namun sejak tahun lalu statusnya menjadi tidak jelas karena tidak dimasukan lagi sebagai jalur Provinsi.

“Kami berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dapat mengambil alih kembali tanggung jawab atas jalan ini. Kami berharap jalan tersebut dapat dikerjakan tahun 2019,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kamelus juga menjelaskan tentang pelaksanaan program Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) di Kabupaten Manggarai. Menggabungkan pertanian dan peternakan.

“Hasil kopi Manggarai bisa mencapai 7000—8000 ton per tahun. Kopi Manggarai juga terlibat dalam festival di Perancis dan meraih penghargaan sebagai salah satu kopi terbaik di dunia, ” jelas Deno Kamelus.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula pada kesempatan tersebut, dalam nada guyon mengungkapkan pertemuan tersebut sebagai kabar gembira.
“Gubernur sendiri adalah injil yang hidup,” candanya.

Lanjutnya, pemerintah Manggarai Barat terus berupaya mengatur pengelolaan sampah di tepi pantai. Tahun 2019 di manggarai barat juga sudah terpasang jaringan listrik.

“Kami meminta perhatian pemerintah Provinsi terkait keberadaan kawasan persawahan Lembor, sebagai lumbung padi terbesar di NTT. Dibutuhkan lahan terbesar di Manggarai Barat butuh bendungan dan irigasi,” jelas Bupati Dula.

Sumber berita (*/humas pemprov ntt)
Editor (*/Rony Banase)