Arsip Tag: Gubernur NTT Viktor Laiskodat

Rencana Berkantor Gubernur VBL di Hutan Adat Besipa’e, Ini Reaksi Amaf Pa’e

877 Views

Besiapa’e-T.T.S, Garda Indonesia | Warga Desa Adat Besipa’e siap menyambut kedatangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), yang menurut rencana akan berkantor di Hutan Adat Besipa’e pada Rabu, 20 Mei 2020.

Demikian penegasan Niko Mana’o selaku Amaf dari Desa Pa’e saat dihubungi melalui telepon konferensi bersama Pendamping Desa Adat Besipa’e, Sherly Asbanu pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 12.25—12.56 WITA.

Warga Desa Adat Besipae

Niko Mana’o adalah salah satu turunan Amaf dari marga Mana’o. Karena Besipa’e terdiri dari dua kerajaan yakni Kerajaan Besi dan Kerajaan Pa’e. Awalnya hutan ini Hutan Pu’babu, disebut demikian karena dipercaya dalam hutan tersebut ada semacam tali hutan yang biasanya dipotong dan airnya diminum. Karena kontrak tersebut dua kerajaan ini dinamakan Besipa’e.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2020/05/17/polemik-panjang-hutan-adat-besipae-intervensi-pemprov-aksi-heboh/

Seperti apakah reaksi para Atoin Amaf (*satu peran atau jabatan dalam sebuah rumpun suku atau keluarga yang dianut oleh Suku Dawan Timor), yang diwakili oleh Amaf Pa’e (Niko Manao, red) dalam menghadapi polemik lahan di tempat mereka, simak petikan wawancara di bawah ini :

Garda Indonesia : Apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat desa adat kepada pemerintah?

Amaf Pa’e : Kasus ini sudah 12 tahun. Mengenai pemberitaan kemarin bahwa ibu-ibu bertelanjang dada sebenarnya tidak disengaja atau tidak direkayasa karena memang masyarakat merasa itu adalah kekecewaan mereka selama ini karena berjuang selama 12 tahun. Yang kami inginkan selama ini bahwa persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik dengan duduk bersama.

Kedua, kalau bisa sertifikat yang diterbitkan Dinas Peternakan ini dicabut dan digugurkan karena di dalam poin kedua sertifikat mereka mengatakan bahwa sebidang tanah yang mereka miliki itu di luar dari kehutanan sesuai dengan keputusan Menteri Kehutanan. Ada dua sertifikat untuk satu lokasi yaitu dari Dinas Peternakan tertanggal 19 Maret 2013 dan dari Dinas Kehutanan juga RPK ada 9.

Lahan Dinas Kehutanan (menurut sertifikat, red) ada di tengah sedangkan Dinas Peternakan mengelilingi hutan tersebut. Total luas tanah tersebut 37.800.000 meter per segi atau 3.780 hektar menjadi milik masyarakat adat.

Kalau memang dalam sertifikat mereka seperti itu, tetapi luas lahannya melebihi dari 3.780 karena melingkupi beberapa desa seperti Desa Polo, Desa Linamnutu, Desa Oe’ekam, Desa Mio dan Desa Enoneten. Jadi kerja sama mereka dengan pemerintah Australia saat itu seluas 6.000 hektar dan dalam kontrak dengan pemerintah Australia itu dalam poin ketiga itu jelas mengatakan bahwa tanah, rumah, pohon itu adalah milik masyarakat.

Garda Indonesia : Terkait tanggapan masyarakat saat pak Viktor berkunjung?

Amaf Pa’e : Sebenarnya tujuan awal Gubernur ke Desa Kualin, tidak berkunjung ke sini, dan masyarakat ada di rumah masing-masing karena terkait Covid-19. Kemudian protokoler datang dan mengatakan kepada masyarakat bahwa Gubernur akan datang ke sini. Jadi masyarakat ramai-ramai ke lokasi dan duduk di lopo atau rumah bulat, kemudian Gubernur lewat, sampai di ujung pagar Gubernur langsung injak rem, kami mengira ada kecelakaan. Dia langsung turun ke lokasi, tetapi ibu-ibu menolak supaya jangan masuk ke dalam lokasi. Ketika Pak Viktor berusaha untuk membongkar pagar, seketika ibu-ibu marah dan membuka baju.

Garda Indonesia : Hasil dialog dengan masyarakat Pak Gubernur?

Amaf Pa’e : Saya hanya menyampaikan bahwa kami memohon penyelesaian persoalan, tetapi beliau ingin kami buka pagar supaya peternakan dan proyek ini harus jalan. Sesudah itu, beliau memeluk saya dan mengatakan nanti beliau akan kembali pada bulan Juni.

Pada hari Kamis sore, 14 Mei 2020, dari Intel Polres dengan Pol PP menyampaikan bahwa beliau akan datang berkunjung hari Sabtu, 16 Mei 2020. Kami masyarakat terus menunggu, tetapi beliau menunda dan akan datang pada Rabu tanggal 20 Mei 2020. Mereka mengatakan bahwa beliau (Gubernur VBL, red) akan datang membawa tenda dan berkantor di sini, di Besipa’e. Kami sampai sekarang tidak tahu maksud dan tujuan tersebut.

Garda Indonesia : Sikap warga Besipa’e terkait rencana berkantor Pak Gub di Besiapa’e ?

Amaf Pa’e : Kami melihat secara positif saja karena tadi kami mendengar informasi bahwa mungkin selama ini mereka melihat kami dari jauh dan tidak tahu tentang persoalan ini dan ingin datang menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Kami akan menerima, tetapi jika ada tindakan yang tidak menyenangkan hati masyarakat, kami akan tetap berhadapan dengan beliau.

Garda Indonesia : Bagaimana tanggapan warga terkait rencana Pemprov NTT untuk memberdayakan tanah tersebut untuk penanaman kelor maupun peternakan agar lebih ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat ?

Amaf Pa’e : Kami hanya butuh penyelesaian persoalan. Dengan begitu, kita akan tahu pasti tanah-tanah mana yang perlu kita pakai untuk menjalankan program, karena rumah-rumah masyarakat ada di dalam. Ada 295 KK di Desa Mio, kami yang tinggal di dalam lokasi ada 90 KK. Dari Linamnutu belum kami ambil datanya, tetapi satu dusun semuanya masuk di dalam. Desa Polo juga sebagian masyarakat ada di dalam, begitu juga Oeekam dan Desa Enoneten.

Garda Indonesia : Apakah lahan tersebut terdapat Ume Kbubu (rumah bulat atau lopo)?

Amaf Pa’e : Iya, di sini tempat tinggal nenek moyang dan leluhur kami dan banyak terdapat rumah bulat dan termasuk kuburan keluarga. Surat pajak dari tahun 1962 juga ada tertera di dalamnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa)

Gubernur Viktor : “Nekamese Hall Harus Lahirkan Generasi Melek Pariwisata!”

139 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya sangat mengharapkan tempat ini mampu melahirkan generasi muda NTT, khususnya di kabupaten Kupang yang memahami tentang pariwisata. Apalagi saat ini sektor pariwisata menjadi penggerak utama pembangunan di NTT,” ujar Gubernur Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Harapan Gubernur NTT ini disampaikan saat meresmikan Nekamese Convention Hall di Desa Oemasi, Kecamatan Nekamesa, Kabupaten Kupang pada Sabtu 30 November 2019.

“Saat ini pengetahuan tentang pariwisata di NTT masih sangat rendah. Oleh karena itu, sebagai Gubernur saya sangat mengharapkan agar dari tempat ini mampu melahirkan generasi muda yang paham tentang pariwisata. Karena ketika berbicara tentang pariwisata, bukan saja tentang atraksi budaya atau alamnya, tetapi berbicara juga tentang semua aspek. Orang datang menggunakan apa, sarana transportasinya seperti apa, orang tinggal di mana, pelayanannya seperti apa, makan minumnya juga harus disiapkan dengan baik, rantai pasoknya harus jelas, harus juga ada pertunjukan, siapkan juga souvenir khas NTT agar mereka yang datang bisa membelinya. Kalau ini semua mampu disiapkan dengan baik, maka saya pastikan NTT mampu memberikan yang terbaik bagi setiap wisatawan yang datang di Nusa Tenggara Timur,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat menandatangani prasasti peresmian Nekamese Convention Hall

Lanjut Gubernur, “Saya juga minta agar selain pelatihan tentang pertanian, peternakan, perkebunan dan pariwisata, tempat ini juga mampu membuat even untuk melatih mental anak – anak muda di kabupaten Kupang. Buatkan pertunjukan yang baik, ada nyanyian, fashion show dan juga tarian. Jika hal ini dilakukan terus menerus, maka dalam waktu yang tidak lama, tempat ini mampu melahirkan generasi muda hebat yang paham tentang pariwisata sesungguhnya.”

Khusus masalah infrastruktur jalan yang saat ini kualitasnya kurang baik, orang nomor satu di Nusa Tenggara Timur ini berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kupang, agar ke depan dapat diperbaiki.

Sementara itu, Farry Francis selaku pemilik Nekamese Convention Hall, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang dalam atas kesediaan bapak Gubernur yang telah berkenan meresmikan tempat ini. “Tempat ini dibangun sepuluh tahun lalu, dengan tujuan untuk melatih anak – anak dari desa tentang pertanian, perikanan, dan juga pariwisata. Saat ini sudah masuk angkatan keenam. Kiranya dengan kehadiran Gubernur di tempat ini, mampu menjadi motivasi bagi anak binaan kami di tempat ini agar mereka lebih berusaha menjadi orang desa yang mampu membangun kembali desa mereka ketika sudah selesai melakukan pendidikan di tempat ini,” ujar Farry.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Bupati Kabupaten Kupang, Walikota Kupang, Direktur Utama Bank NTT, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto dan Hilda Manafe.(*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Musim Panas di NTT Bukan Musibah Namun Berkat

155 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Membangun dan mengejar mimpi terwujudnya masyarakat Nusa Tenggara Timur bangkit menuju sejahtera maka tidak bisa dengan pola pikir dan pola kerja yang biasa – biasa saja. Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di hadapan para pengurus Ikatan Keluarga Satya Wacana Cabang Kupang di Gedung Gereja Kefas Oetete Kupang, pada Sabtu 23 November 2019.

“Sekian lama Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu provinsi yang paling tidak diminati oleh sekian banyak orang untuk dikunjungi, karena dari semua aspek sangat tertinggal jauh dari provinsi lain di Indonesia. Diberi label sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia, urutan ketiga terbawah juga sistem pendidikannya dan juga indeks pembangunan manusianya sangat rendah. Sebagai Gubernur saya mau agar kesalahan sekecil apa pun harus segera diperbaiki, karena kalau dibiarkan maka kesalahan itu akan mendarah daging dan menjadi suatu kebiasaan,” ujar Gubernur Viktor.

Lanjut Gubernur, “Hal ini yang telah terjadi di Nusa Tenggara Timur. Terkadang orang mengatakan bahwa Gubernur NTT saat ini sangat kasar, tidak menghargai orang ketika berbicara, keputusan yang diambil pun terkadang di luar kewajaran. Tapi itulah terapi yang harus diambil untuk mengeluarkan masyarakat NTT dari kemiskinan,” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat bertemu dan bertatap muka dengan Pengurus Ikatan Keluarga Satya Wacana Cabang Kupang

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini juga sangat menyayangkan apabila masyarakat mengeluh soal panas yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

“Terkadang orang bilang panas yang berkepanjangan adalah musibah. Tidak seperti itu. Karena dengan panas yang ada di Nusa Tenggara Timur adalah modal terbesar bagi provinsi ini untuk menghasilkan produk – produk pertanian dengan kualitas yang baik, karena proses fotosintesis terjadi karena adanya panas matahari. Tinggal bagaimana kita mengolah airnya dengan baik,” jelas Gubernur.

“Dan khusus masalah air, di masa kepemimpinan saya sebagai gubernur saat ini, tidak akan ada proyek bangun jembatan. Yang ada adalah bagaimana kita membendung air sebanyak mungkin di setiap aliran sungai pada musim hujan, sehingga fungsinya menjadi ganda, selain agar kendaraan juga bisa melintas, maka air yang ditahan itu akan dimanfaatkan pada musim kemarau, baik pertaniannya, peternakan maupun perikanan,” ungkap Viktor Laiskodat.

Gubernur juga mengatakan bahwa dengan teknologi yang sudah canggih saat ini, sebenarnya mampu dimanfaatkan secara baik untuk kemakmuran rakyat. Salah satu contoh sederhana adalah saat ini sudah ada mesin yang dalam waktu sekian detik mampu merubah air laut menjadi air bersih dan air yang sangat aman dikonsumsi oleh manusia.

“Kiranya dengan teknologi yang akan terus kita kembangkan, mampu mengeluarkan masyarakat Nusa Tenggara Timur dari setiap kekurangan, karena sebagai Gubernur saya adalah orang yang paling bertanggungjawab mewujudkan masyarakat NTT Bangkit menuju Sejahtera,” tandas Gubernur.

Sementara itu, sesepuh IKASATYA Cabang Kupang Ir.Esthon Funay dalam arahannya selain mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur, juga mengatakan bahwa IKASATYA Cabang Kupang siap mendukung setiap program yang telah dibuat. Dan salah satunya menurut Esthon adalah siap melestarikan tenun ikat Nusa Tenggara Timur, sehingga mampu meningkatkan ekonomi para pengrajin.(*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase) Foto utama oleh Polce Amalo-media indonesia

Terima Rumah Musik Siloam, Ini Masukan dari Gubernur Viktor Laiskodat

414 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menerima kunjungan dari pengurus Rumah Musik Siloam Kupang yang dipimpin oleh Aki Kala pada Selasa, 19 November 2019, bertempat di ruang kerjanya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan beberapa pesan dan masukan.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 20 menit tersebut, Gubernur Viktor Laiskodat banyak memberikan masukan demi memajukan musik di Nusa Tenggara Timur.

“Kalau kita ke negara – negara di Eropa, maka kita akan menemukan banyak sekali para penyanyi di setiap sudut jalanan yang menampilkan kreasi mereka. Mereka seakan tidak peduli ada yang menonton atau tidak, karena bagi mereka yang terpenting adalah bagaimana mereka bernyanyi secara baik. Coba kita lihat penyanyi terkenal sekarang ini, hampir sebagian besar berasal dari jalanan,” ujar Gubernur NTT.

“Hal ini yang seharusnya dicontoh oleh anak muda NTT. Banyak tempat di kota ini yang kalau sore sampai malam selalu menjadi pusat tongkrongan masyarakat. Taman Nostalgia, Bundaran Tirosa, bahkan Gedung Sasando kantor Gubernur ini dapat menjadi alternatif bagi kaum muda untuk berkreasi, khususnya dalam bermusik. Silakan bekerja sama dengan Dekranasda maupun UKM – UKM sehingga di tempat kalian berkreasi dijajakan pula kopi, teh dan juga makanan ringan khas NTT. Khusus Gedung Sasando Kantor Gubernur ini, kalian bisa pakai di hari Jumat dan Sabtu malam, nanti dari Pemerintah Provinsi menyiapkan sound system untuk dipakai,” sambung Viktor Laiskodat.

Foto bersama Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Pengurus Rumah Musik Siloam

“Saat ini sektor pariwisata menjadi sektor utama penggerak ekonomi rakyat. Akan ada banyak wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Timur. Di sini musik juga dapat memegang peranan penting dalam mendukung sektor ini, karena bagi saya musik itu sesuatu yang indah sehingga dapat dicintai oleh semua orang. Anak – anak muda akan kita arahkan ke lokasi wisata yang ada agar para wisatawan yang datang juga dapat menikmati alunan musik yang baik,” tandas Gubernur Viktor Laiskodat.

Sementara itu, Ketua Rumah Musik Siloam, Aki Kala mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yang sangat mendukung anak-anak NTT dalam bermusik.

“Baru kali ini ada Gubernur yang mengizinkan gedung kantor ini dipakai oleh kaum muda dalam berkreasi menyalurkan bakat mereka dalam bermusik. Hari Jumat, 29 November 2019  kami sudah mulai perform di kantor ini. Semoga dukungan dari bapak Gubernur dapat kami manfaatkan sebaik mungkin demi menyalurkan bakat bermusik dari kaum muda di NTT,” ujar Aki Kala dengan antusias.(*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

HUT ke-69, IDI NTT Harus Militan dalam Melayani dan Mengabdi

106 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan Colour Run dengan mengambil titik start di halaman depan gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Sabtu, 16 November 2019.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama sekitar 300 peserta berlari menyusuri rute yang telah ditentukan oleh panitia, yakni melewati Transmart – Korem 161 Wirasakti Kupang – GOR Oepoi – Markas Polisi Militer dan Finish kembali di halaman depan Kantor Gubernur NTT.

Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman, dalam sambutannya mengharapkan agar di usianya yang sudah tidak muda lagi, IDI harus lebih profesional.

“Usia 69 tahun tidak muda lagi, IDI harus lebih profesional dalam melayani masyarakat NTT. IDI harus lebih memeras keringat demi melayani masyarakat NTT. Dan saya pastikan bahwa Korem bersama Pemerintah Daerah NTT di bawah kepemimpinan Bapak Viktor Laiskodat akan membantu dan mendukung setiap program dari IDI cabang Nusa Tenggara Timur, sepanjang untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” ujar Syaiful Rahman.

Lanjut Syaiful, “Tantangan itu pasti ada, tetapi kalau kita semua mau bergandengan tangan dan bekerja bersama, maka tantangan itu bukanlah penghalang bagi kita semua untuk mewujudkan masyarakat Nusa Tenggara Timur bangkit menuju sejahtera.”

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang NTT, dr.Stef Soka So.B. dalam sambutannya mengatakan bahwa IDI akan berusaha lebih serius untuk melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur. “Waktu pasti berubah, IDI juga harus berubah ke arah yang lebih profesional. Kami akan bekerja lebih maksimal dengan tetap menjaga peran dan fungsi kami. Ulang tahun ke 69 ini mengharuskan kami menjadi agen of change dan agen of development, “ kata Stef.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang ditemui usai pemotongan tumpeng, kembali menantang IDI agar bekerja lebih profesional, tidak memilih – milih dalam melayani, dan juga harus militan dalam mengabdi di Nusa Tenggara Timur. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Laiskodat Beber Kekayaan Sumber Daya Nusa Tenggara Timur

258 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di ruang kerjanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis 14 November 2019, melakukan tatap muka dengan 6 (enam) orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sedang melakukan kunjungan kerja ke NTT.

Pada kesempatan ini, Gubernur Viktor membeberkan beberapa potensi kekayaan alam di NTT yang saat ini sedang dikerjakan agar mampu bersaing di level internasional.

“NTT ini sangat kaya, baik potensi alamnya maupun budayanya, hanya saja sekian lama belum dikerjakan dan dikelola dengan baik. NTT memiliki pohon ajaib yakni Marungga, NTT juga memiliki tanaman kopi terbaik, kami juga memiliki pohon enau dan gewang yang dapat diolah menjadi minuman beralkohol, bahkan saat ini kami sedang mengerjakan garam dengan standar premium untuk kebutuhan nasional,” kata Gubernur.

“Dan sekarang ini saya boleh katakan NTT sudah mulai dilirik oleh dunia internasional. Baru-baru ini kami membawa produk coklat marungga asal Sumba untuk ditampilkan pada festival coklat dunia yang berlangsung di Kota Paris. Hasilnya sungguh luar biasa, banyak produsen coklat di Eropa yang memesan untuk dijual di negaranya. Ini suatu kebanggaan luar biasa bagi Nusa Tenggara Timur tentunya. Sama halnya juga dengan produk Sopia (minuman alkohol asli NTT). Ketika NTT ikut ambil bagian dalam festival budaya yang berlangsung di London, banyak pengunjung yang tertarik dengan minuman ini, karena memiliki cita rasa yang sangat berbeda dengan minuman beralkohol dari negara lain. Bahkan ada pengunjung yang mencoba lebih dari satu kali. Hal ini membuktikan bahwa produk asli NTT tidak kalah dengan negara lain,” ungkap Viktor Laiskodat.

Pertemuan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan 6 (enam) anggota DPD

Mantan anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem ini juga kembali mengangkat soal kopi asli NTT yang saat ini sudah banyak dikenal di dunia internasional.

“Saat ini kopi NTT asal kabupaten Manggarai menjadi kopi terbaik di dunia. Sebagai Gubernur saya yakin kopi dari daerah lain di NTT juga akan mengikuti jejak kopi Manggarai, asalkan dilakukan penelitian yang baik maka semuanya akan terwujud,” sambung VBL.

Selain potensi Sumber Daya Alam, Nusa Tenggara Timur juga memiliki potensi pariwisata yang sangat hebat. Salah satunya adalah Pulau Komodo.

“Komodo itu satu-satunya di dunia, jadi kita harus tampilkan yang terbaik. Ke depan, tidak semua orang bisa datang ke sana. Sebagai Gubernur saya pastikan bahwa Pulau Komodo akan menjadi tujuan wisata prioritas bagi para wisatawan ke depannya,” ungkap Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Ir. H. Djafar Alkatiri, selaku ketua rombongan mengatakan bahwa NTT di bawah kepemimpinan bapak Viktor Bungtilu Laiskodat semakin menunjukkan kemajuan yang luar biasa.

“NTT sangat dikenal saat ini, berkat kebijakan-kebijakan yang diambil oleh bapak Viktor. Memang untuk memajukan sebuah daerah membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai karakter kuat, berani dan bekerja dengan hati, dan tiga hal ini dimiliki oleh bapak Viktor,” tandas Djafar. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Ajak Masyarakat Sumba Timur Bergerak Maju Bangun NTT

203 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Sebuah daerah akan maju apabila pemimpinnya mampu bekerja semangat dalam suatu gerak kerja yang sama, mulai dari tingkat paling rendah sampai ke tingkat paling tinggi. Dengan sistem kerja seperti ini, maka saya yakin NTT akan mampu bergerak maju menuju sejahtera,” ujar Gubernur NTT.

Pernyataan Gubernur NTT Viktor Laiskodat tersebut disampaikannya saat jamuan makan malam bersama Bupati, Camat, Kepala Desa dan Lurah se-kab Sumba Timur di Kelapa Resto, pada Kamis, 24 Oktober 2019.

“Saya juga minta agar kita semua yang hadir saat ini harus memiliki semangat kerja yang tinggi dalam bekerja, hati yang peduli pada masyarakat kecil, tidak putus asa, memiliki percaya diri yang tinggi, cerdas dan tegas dalam memimpin masyarakat di setiap wilayah kerjanya masing – masing,” sambung Viktor.

Pada kesempatan ini pula, mantan anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem ini menyinggung soal persiapan Kabupaten Sumba Timur dalam menyambut Sidang Raya PGI dan HUT NTT ke-61 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sumba Timur.

“Kita akan menghadapi 2 hajatan besar dalam waktu dekat ini. Sidang Raya PGI dan HUT NTT. Sebagai Gubernur saya minta agar kita semua menyiapkannya secara baik, saling bekerja sama, sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik. Semoga Bapak Presiden bisa hadir pada saat Sidang Raya PGI nanti. Kalau beliau berhalangan pun mungkin Menkonya yang akan hadir,” ujar Viktor Laiskodat.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gubernur kembali menegaskan tentang tekadnya menyelesaikan infrastruktur jalan provinsi di NTT. “Sebagai Gubernur saya pastikan bahwa paling lambat tahun 2023 nanti, seluruh jalan provinsi di NTT akan terselesaikan. Mari kita bekerja sama menyelesaikan persoalan ini,” ajak Gubernur Viktor.

Sementara itu Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih atas pertemuan ini.

“Luar biasa karena Gubernur begitu peduli terhadap masyarakat Sumba Timur. Di tengah kesibukan bapak Gubernur yang begitu padat, beliau masih menyempatkan diri untuk hadir pada saat ini, guna mengecek persiapan Kabupaten Sumba Timur menjadi tuan rumah acara Sidang Raya PGI dan HUT NTT ke-61. Kami akan memberikan yang terbaik untuk kegiatan ini, sehingga ke depan kami juga mampu menjadi tuan rumah untuk acara – acara yang lain,” ujar Gidion. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Pengukuhan Keluarga Besar Maumere, Gubernur NTT Pinta Olah Narasi Budaya

233 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) mampu bernarasi tentang budaya yang ada di Kabupaten Sikka.

Pinta Gubernur Viktor disampaikannya saat mengikuti acara Pengukuhan Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Besar Maumere di GOR Oepoi Kupang, pada Sabtu, 28 September 2019.

“Jangan kita buatkan program yang banyak tetapi tidak berjalan baik, lebih baik kita buat satu program saja yang dampaknya sangat baik kedepannya. Saya minta pengurus KKBM yang akan dikukuhkan ini, untuk cukup membuat satu program unggulan, yakni membuat Narasi tentang seluruh budaya yang berasal dari Kabupaten Sikka. Karena dengan Narasi yang baik akan membuat orang lain semakin mengagumi setiap budaya yang ada. Karena sebagai Gubernur saya berprinsip bahwa hidup tanpa narasi sama dengan kering dan hambar,” pinta Gubernur Viktor Laiskodat.

“Saya sangat yakin orang Sikka itu hebat menulis. Lagu saja ditulis dan saat ini sudah mendunia. Contohnya lagu Gemu Famire yang baru saja dinyanyikan oleh penyanyi aslinya. Sehingga sangat disayangkan kalau budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu kala, tidak mampu diceritakan kembali saat ini. Urusan benar atau salah bukan menjadi soal, namanya juga cerita, bisa benar bisa juga salah,” sambung Gubernur NTT.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat menyampaikan arahannya usai pengukuhan Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM)

Tampil dengan pakaian adat Sikka, Gubernur Viktor Laiskodat kembali menyerukan keyakinannya bahwa kedepan NTT akan mampu bangkit dan melompat mengejar ketertinggalannya.

“Saya tidak sedang berkampanye saat ini. Tetapi saya yakin NTT akan berkembang pesat dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama lagi. Selagi anak mudanya mau dengan penuh percaya diri bekerja, selagi kita tidak tertarik dengan perdebatan yang penuh kebodohan dan ketidakyakinan, maka sebagai Gubernur saya pastikan NTT akan bangkit dan menjadi hebat,” ungkap orang nomor satu di NTT ini.

“Saat ini sedang ramai di media sosial yang mengatakan bahwa pemerintah saat ini anti terhadap kritikan. Sebagai Gubernur saya sama sekali tidak anti terhadap kritikan. Sepanjang kritikan itu untuk membangun, dan tentunya dengan pengetahuan yang baik dan mampu membuat saya tercengang, maka saya pasti akan menerimanya. Tetapi kalau orang yang mengkritisi itu tujuannya untuk memecahbelah pemerintahan dengan pengetahuan yang rendah, maka saya tidak akan pernah menerimanya. Oleh karena itu saya minta pihak KKBM untuk silakan mengkritik pemerintah saat ini dengan pendapat atau argumen yang baik, untuk kemajuan NTT kedepannya,” tandas Viktor.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya minta pihak KKBM untuk mampu bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sikka agar kedepannya juga mampu membuat masyarakat dari luar daerah berdecak kagum. Darah muda yang dimiliki oleh Bupati saat ini, tentu membawa nilai positif bagi kemajuan Nian Tana kedepannya,” ungkap Laiskodat.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua terpilih Kerukunan Keluarga Besar Maumere , Theo da Cunha mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur saat ini.

“Suatu kehormatan bagi kami, karena bapak Gubernur berkenan hadir saat ini. Dan tentunya hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk kedepannya bekerja lebih baik lagi,” kata Theo.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Bupati Sikka, Robby Idong, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, mantan ketua KKBM, Kristo Blasin dan pengurus KKBM serta undangan lainnya. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys/Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)