Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

310 Views

Ruteng, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dijemput dengan sapaan adat dan tarian di depan gerbang Istana Keuskupan Ruteng saat bersua dengan Uskup Mgr. Siprianus Hormat, PR.

Baca juga :  https://gardaindonesia.id/2020/06/23/tatap-muka-dengan-warga-cunca-wulang-gubernur-vbl-pakai-riset-bangun-ntt/

Dalam kunjungan kerja hari kedua di daratan Flores tersebut, turut serta dalam rombongan Gubernur NTT antara lain sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, Anggota DPRD NTT Fraksi Partai Demokrat, Boni Jebarus alias Bonjer, Wakil Bupati Manggarai, Ketua DPRD Manggarai Barat, Edi Endi; dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Gubernur VBL dan rombongan disambut tarian di depan Istana Keuskupan Ruteng

“Selamat sore Monseigneur,” kata Gubernur VBL sembari berjabat tangan dan sedikit menunduk. Sementara itu, Mgr. Sipri membalas, ”Selamat datang di Keuskupan Ruteng Bapak Gubernur dan rombongan.”

Di depan para pastor, biarawan dan biarawati di aula Kampus STKIP Santu Paulus Ruteng, Gubernur VBL mengatakan, meski terlambat, dirinya tetap menyampaikan ucapan selamat atas rahmat penahbisan Mgr. Sipri sebagai Uskup di Keuskupan Ruteng. “Kehadiran Monseigneur membawa energi baru dalam membangun NTT,” ujarnya.

“Jabatan Gubernur bagi saya adalah semata-mata sebagai pelayan. Saya tempatkan diri hanya untuk melayani seluruh masyarakat NTT. Kehadiran saya di NTT bukan untuk balas jasa tapi perintah untuk membangun NTT,” ucap Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, masalah serius di Provinsi NTT selama ini adalah seolah-olah kita bekerja; seolah-olah kita orang baik. Kita kerja seolah-olah kita pintar.

“Masalah kita adalah kita sendiri terjebak di dalam keterbatasan pengetahuan,” ungkap VBL.

 

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat dan Gubernur VBL berbincang dalam suasana keakraban

Karena itu, sebut Gubernur VBL, dibutuhkan perencanaan yang baik untuk membangun NTT. “Kita butuh energi bersama untuk membangun NTT. Perlu desain bersama antara gereja dengan pemerintah. Saya yakin dengan kehadiran Mgr. saya pasti terbantu untuk membawa Provinsi NTT lebih maju; bila perlu terbang,” tegasnya.

Ia pun menandaskan,” Kebanggaan saya jadi gubernur karena di NTT ada banyak masalah. Kalau sudah tidak ada masalah di NTT saya pulang Jakarta.”

Di tempat yang sama Uskup Sipri menjelaskan, Keuskupan Ruteng berdiri sejak 3 Januari 1961 dengan jumlah umat tahun 2019 sebanyak 811.296 orang atau 161.884 kepala keluarga. “Jumlah kevikepan ada empat yakni Labuan Bajo, Ruteng, Reok dan Borong. Ada 85 paroki dan 1 pra paroki dengan jumlah stasi sebanyak 584,” jelas Mgr. Sipri.

Menurut Mgr. Sipri, pihak Keuskupan Ruteng senantiasa mendukung pembangunan manusia NTT yang utuh dan menyeluruh meliputi penguatan aspek mental dan kerohanian. “Di sinilah gereja berkontribusi secara khas untuk menguatkan dan mengembangkan aspek etis spiritual dari kehidupan manusia dan masyarakat NTT. Kami selalu siap membantu dan mendoakan Bapak Gubernur dalam mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera,” tandas Uskup yang memiliki moto Omnia in Caritate [Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih]. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)