Arsip Tag: Viktor Laiskodat

Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

412 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Sebelumnya, para peserta pelantikan diwajibkan melakukan swab antigen unruk memastikan negatif dari Covid-19. Jumlah orang yang masuk ke dalam tempat pelantikan pun dibatasi hanya sekitar 25 orang, para awak media juga terbatas hanya sekira 3 (tiga) media yang diperbolehkan meliput langsung pelantikan

5 (lima) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yakni Sumba Timur, Drs. Kristofel Praing, M.Si. dan David Melo Wadu, S.T., Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. dan Heribertus Ngabut,  S.H., Ngada, Andreas Paru, S.H., M.H. dan Raymundus Bena, S.S., M. Hum., Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi, dan Manggarai Barat,  Edistus Endi, S.E. dan dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Kelima Bupati dan Wakil Bupati diangkat sumpah berdasarkan agama masing-masing

Dilansir dari Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Pengambilan sumpah dan pelantikan kelima Bupati dan Wakil Bupati itu didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.53-267 Tahun 2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang kemudian diubah dengan Keputusan Mendagri Nomor 131.53-370 tanggal 24 Februari 2021 tentang perubahan atas Keputusan Mendagri  Nomor 131.53-267 Tahun 2021 setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada (Kabupaten Manggarai Barat, red).

Pengambilan sumpah dan pelantikan diawali dengan  pengucapan janji jabatan oleh para Bupati dan Wakil Bupati yang dipandu oleh Gubernur NTT.  Diikuti oleh pengukuhan oleh rohaniwan Protestan dan rohaniwan Katolik. Setelahnya para Bupati dan Wakil Bupati menandatangani janji jabatan dan pakta integritas. Acara dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan dan penyerahan keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Gubernur NTT kepada masing Bupati dan Wakil Bupati.  Serta diakhiri dengan penandatanganan naskah pelantikan oleh Gubernur NTT.

Selain itu, juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK/Dekranada pada 5 kabupaten tersebut oleh Ketua TP PKK NTT,  Julie Sutrisno Laiskodat.  Kelima Ketua TP PKK/Dekranasda Kabupaten yang dilantik adalah Merliaty Simanjuntak (Sumba Timur), Meldyanti Hagur Marcelina (Manggarai), Cecilia Sarjiyem (Ngada),  Elvira Berta Maria Ogom (TTU), dan Trince Yuni (Manggarai Barat).

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama dan pendukung (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi : Air Kunci Kemakmuran di NTT

270 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp.880 miliar.

Ia mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Kepala Negara amat memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

“Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan peresmian Bendungan Napun Gete di Sikka.

Hingga saat ini, terdapat tiga dari tujuh bendungan yang telah dapat diselesaikan pembangunannya. Selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete ini menyusul pembangunan bendungan lainnya, yakni Raknamo di Kupang dan Rotiklot di Belu, yang masing-masing selesai pada tahun 2018 dan 2019.

“Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi Gubernur menyampaikan pada saya minta tambahan dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi yang memang di sini bendungan sangat dibutuhkan,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Bendungan Napun Gete di Sikka

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Presiden kali ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete juga dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua per tiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

Kepala Negara sangat berharap agar bendungan-bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sekaligus menjadikan NTT untuk terlepas dari statusnya sebagai provinsi yang masih tertinggal.

“Kalau nanti satu per satu bendungan selesai, insyaallah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, dengan bupati dan wakil bupati yang baik, memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang,” ucapnya.

Presiden Jokowi melihat pasokan air di Bendungan Napun Gete didampingi Gubernur NTT, Bupati Sikka, dan Menteri PUPR

Sementara itu, dalam laporannya di kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diongo mewakili warga setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan bendungan di provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

“Ini adalah mahakarya yang dipersembahkan oleh Bapak Presiden kepada kami dalam upaya penanganan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka juga menjanjikan bahwa dengan kehadiran Bendungan Napun Gete ini baik Pemerintah Kabupaten Sikka maupun masyarakatnya akan lebih giat dan produktif untuk dapat menggalakkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali tanam dalam tiap tahunnya menjadi tiga kali tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan terbangunnya bendungan ini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka akan lebih giat menggalakkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam satu tahun untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.(*)

Sumber berita dan foto (BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Saham Bank NTT Dibuka Untuk Investor, Modal Inti Kurang Rp.1,22 Triiiun

224 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), usai melantik Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Mesakh pada Rabu, 10 Februari 2021 mengungkapkan kepada awak media bahwa kesempatan diberikan kepada para investor untuk memenuhi setoran inti Rp.3 Triliun pada tahun 2024.

“Setoran inti minuman dari investor (pihak ketiga) harus sesuai dengan aturan perundangan-undangan, untuk itu kita belum putuskan mana yang berminat, namun kita harapkan agar ini dapat menjaga sehingga setoran inti 3 triliun pada tahun 2024 sesuai aturan OJK dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, dilansir dari rilis Humas dan Protokol Setda NTT, saat RUPS Luar Biasa PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu menjelaskan sudah ada 16 pemerintah daerah termasuk Pemprov NTT yang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal pada Bank NTT sampai tahun 2024.

“Ada 4 Pemda yakni Kabupaten Kupang, Manggarai, Flores Timur dan Manggarai Barat yang Perda Penyertaan Modalnya sampai tahun 2021 dan 2022. Namun, sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai tahun 2024 dari Bupati/Sekda. Sementara, 3 Kabupaten yakni Kota Kupang, Sumba Barat Daya dan Ngada, perdanya sudah berakhir 2020, namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai 2024 dari Bupati/Sekda, kecuali Kabupaten Ngada yang belum ada surat kesanggupannya,” urai Hilarius.

Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT pada Rabu, 10 Februari 2021

Hilarius menjelaskan, pada tahun 2020 modal yang disetor ke Bank NTT sudah mencapai sekitar Rp.1.562 triliun. Untuk tahun 2021 ini, baru dua Kabupaten yang melakukan penyetoran modal sesuai Perda yakni Kabupaten Alor sebesar Rp.3 Miliar dan Malaka sebesar Rp.10 Miliar. “Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang syarat Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yakni Rp. 1 triliun untuk Tahun 2020, Rp. 2 Triliun di tahun 2021, dan Rp. 3 Triliun di tahun 2024,” terangnya.

“Bank NTT memiliki modal inti aktual sampai tahun 2020 sebesar Rp. 1,779-an  triliun. Jadi untuk tahun 2020, kita kelebihan modal inti sebesar Rp. 779-an miliar. Namun, untuk tahun 2021 kita masih kurang sebesar Rp. 220-an miliar dan proyeksi untuk tahun 2024 dengan modal inti yang ada sekarang, kita kekurangan Rp. 1,220-an triliun. Kalau semua Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota  berkomitmen lakukan setoran modal sesuai Perda maupun surat kesanggupan dari Bupati/Sekda, maka hal ini akan bisa tercapai bahkan bisa melebihi target yang ditetapkan OJK,” imbuh Direktur Kepatuhan Bank NTT.

Namun, ungkap Hilarius, apabila Pemda  belum bisa memastikan hal ini, maka kemungkinan kekurangan kita sampai tahun 2024 diproyeksi bisa mencapai Rp. 220-an miliar. “Untuk mengatasi ini, manajemen akan menawarkan kepada investor agar menyertakan modal pada Bank NTT sebesar 10—20 persen dari modal inti Rp. 3 triliun atau sebesar Rp. 300—600 miliar secara bertahap mulai tahun 2022,” jelasnya di hadapan Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Jajaran Komisaris Bank NTT yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, Komisaris Independen, Semuel Djoh D. dan Frans Gana. Serta jajaran Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta Notaris Serlina Sari Dewi Darmawan.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menawarkan agar dilakukan antisipasi untuk mencapai modal inti sesuai aturan OJK. Sembari berupaya keras melakukan penyetoran modal sesuai Perda dan surat kesanggupan, juga dibuka ruang pembicaraan dengan investor.

“Saya minta dalam RUPS ini untuk dibuka kesempatan bagi Komisaris dan Direksi  untuk membuka ruang pembicaraan dengan investor. Sehingga kalau kita meleset atau kurang capai target, ada investor yang bisa membantu kita. Saran saya, kita membuka ruang untuk menawarkan saham-saham kita kepada investor secara bertahap mulai 2022 sesuai anjuran direksi tadi,” jelasnya.

Gubernur VBL pun menjelaskan tawaran antisipatif tersebut semata-mata untuk menyelamatkan Bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut sesuai peraturan OJK. “Karena kalau target ini tidak tercapai, risikonya sangat besar. Bisa jadi, kita akan kehilangan  Bank NTT karena akan dimerger dengan bank lain sesuai aturan OJK. Prinsipnya, kita setuju kalau bank ini tidak perlu (insentif) dari luar, tapi kita juga tidak boleh mengambil risiko dengan waktu yang sangat mepet,” tegas VBL.

Gubernur VBL menandaskan memberi kesempatan kepada manajemen bank NTT untuk membuka diskusi dengan investor sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil berupaya mendorong Pemda melakukan kewajibannya sesuai perda.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Nama Penderita Covid-19 Harus Diumumkan ke Publik? Ini Alasannya

1.036 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus positif Covid-19 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus meningkat setiap hari, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah taktis. Dalam rapat evaluasi Penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi NTT dengan para Bupati/Walikota se-NTT secara virtual di ruang rapatnya, pada Selasa, 9 Februari 2021; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan agar perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah pertambahan angka kematian akibat virus corona.

“Kita harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya peningkatan kematian (pasien positif covid, red).  Siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Perlu dilakukan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. Apalagi kalau sudah positif, Tim Satuan Tugas (Satgas) harus berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tutur Gubernur VBL.

Karena ini sudah menjadi bencana non alam, Gubernur VBL meminta agar Satgas menyampaikan secara terbuka nama-nama pasien penderita Covid-19. “Alamat dan tempat tinggal mereka di mana. Walaupun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau kita ambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan,” alasnya.

Situasi darurat pandemi seperti ini, tegas VBL, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri. Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarga.

“Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka.  Juga bisa dikontrol agar penderita covid tidak jalan ke mana-mana dan menularkan virus ke orang lain. Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur VBL pun mengimbau kepada masyarakat terutama para penyintas atau yang sudah sembuh dari Covid untuk melakukan donor plasma. “Hal ini sangat membantu saudara-saudari kita yang sedang menderita akibat terpapar virus corona, ” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto utama (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Stefen Messakh Dilantik Sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

775 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jajaran direksi dan komisaris Bank NTT bersama pemegang saham pengendali, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meneguhkan dan menetapkan Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yang dilangsungkan di ruang rapat Gubernur NTT pada Rabu, 10 Februari 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur tahun 2021 dilaksanakan secara virtual, melalui layanan video converence, dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtillu Laiskodat didampingi Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan para Direksi, jajaran Komisaris serta seluruh Bupati dan Wali Kota di NTT, selaku pemegang saham. Namun, tidak semua pejabat ini mengikuti pertemuan ini secara tatap muka, dan difasilitasi melalui layanan video converence dari daerah masing-masing.

Peneguhan sumpah Direktur Pemasaran Dana Kredit Bank NTT, Stefen Messakh oleh Pendeta

Pelantikan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh, S.E. dilaksanakan pada hari yang sama, usai RUPS di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Sebelumnya, semua peserta pelantikan termasuk awak media diwajibkan melakukan screening dengan swab antigen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Paulus Stefen Messakh, S.E. diangkat sumpah menjadi Direktur Pemasaran Kredit, berdasarkan hasil persetujuan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan calon Direktur Pemasaran Kredit sesuai surat OJK No. SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020. Surat itu berisi usulan kepada Pemegang Saham untuk menetapkan dan mengangkat Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Jabatan terakhir dari Paulus Stefen Messakh, S.E. adalah sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pangkat terakhir, Pimpinan Utama Dua/PUT 2 pada Bank NTT. Sekilas mengenai profil Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, S.E. yang akan mengabdi dengan masa bakti 10 Februari 2021 sampai dengan 9 Februari 2025 sebagai berikut:

  • Pelaksana (14 Februari 2002-17 November 2005)
  • Kepala Cabang Pembantu merangkap Asisten Manajer Cabang Pembantu Baun (18 November 2005–19 Januari 2009)
  • Kepala Cabang Merangkap manager Bisnis Waingapu (16 Januari 2009–Agustus 2009)
  • Kasubdiv Inspektur Wilayah 1 Kantor Pusat (18 Agustus 2009–7 Maret 2011)
  • Pemimpin Cabang Waingapu (8 Maret 2011–April 2015)
  • WPCU Kupang Bidang Bisnis (April 2015–Agustus 2016)
  • Kepala Divisi Kepatuhan (Agustus 2016–Juni 2019)
  • Kepala Divisi SDM (Juni 2019-sekarang)

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Rumah Makan & Toko Langgar Prokes, Gubernur VBL : Tindak Tegas !

497 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian dalam upaya menangani penyebaran kasus Covid-19 yang terus meningkat dengan melakukan rapat bersama Forkopimda di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021.

“Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan di situ. Beli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” urai Gubernur VBL.

Juga untuk perayaan pesta-pesta, tegas VBL, tidak boleh ada sampai bulan Mei. “Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” tegas Gubernur VBL.

Ia mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana. “Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan Covid-19,” tandas Gubernur VBL.

Rapat bersama Forkopimda sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 di ruang rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 5 Februari 2021

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian. “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujarnya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan. “Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat sering kali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat Kota Kupang. “Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya”, ujar dr. Herman.

Dokter Herman Man juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. “Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik,” tambahnya.

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menegaskan pada peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang mana sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal yang cukup tinggi.

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Gubernur NTT Sembuh Covid-19, Julie Laiskodat : 1 Februari ke Kupang

3.886 Views

Jakarta, Garda Indonesia | “Puji Tuhan, Terima kasih Tuhan telah menyembuhkan suamiku tercinta❤️” sebuah qoutes dikirim oleh istri Gubernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam pesan whatsapp kepada Garda Indonesia pada Kamis petang, 28 Januari 2021 yang menggambarkan kondisi kesehatan terkini dari Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR kedua pada Selasa, 26 Januari 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/18/pasca-terpapar-covid-swab-i-wagub-ntt-negatif-dan-gubernur-membaik/

Sebelumya, usai melakukan Swab PCR pertama pada Jumat, 22 Januari 2021 dinyatakan negatif, ungkap Julie Laiskodat, Bapak Gubernur melakukan isolasi mandiri di rumah. “Isolasi awal di rumah sakit selama 7 hari, kemudian keluar dan melakukan isolasi mandiri di rumah sambil rutin melakukan olahraga ringan,” ucapnya sembari menyampaikan dirinya juga melakukan Swab PCR dengan hasil negatif.

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem ini pun mengabarkan kondisi kesehatan Gubernur NTT dengan membagikan video VBL sedang melakukan treadmill di akun Instagram. “Bapak Gubernur juga melakukan Swab PCR kedua pada Selasa, 26 Januari 2021 dan dinyatakan sembuh dari Covid-19,” urai Julie Sutrisno Laiskodat dengan nada sukacita sambil menyampaikan rencana kepulangan Gubernur VBL pada Senin pagi, 1 Februari 2021.

Gubernur VBL saat menyiapkan diri mengikuti Summit Indonesia 2021 yang dihelat secara virtual oleh Metro TV

Gubernur Viktor Laiskodat pun berkesempatan mengikuti Summit Indonesia 2021 bertema “Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry” yang dihelat secara virtual oleh Metro TV. “Beliau berpartisipasi sebagai narasumber untuk menyampaikan progres Pariwisata NTT dan saya menyiapkan keperluan beliau untuk virtual di rumah,” urainya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat berbicara di Summit Tourism

Selanjutnya, tandas Julie Sutrisno Laiskodat, agar masyarakat NTT yakin terhadap kesembuhan Gubernur VBL dari Covid-19, maka akan melakukan Swab PCR ketiga pada Sabtu, 30 Januari 2021.  “Saya mau beliau di-swab tiga kali supaya yakin aman dan menjadi dokumen kepulangan ke Kupang pada tanggal 1 Februari,” ujarnya menutup percakapan kami melalui sambungan telepon seluler.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto dan video (*/koleksi pribadi Julie Laiskodat)

Gubernur Provinsi NTT Viktor Laiskodat Positif Covid-19

4.088 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berdasarkan hasil polymerase chain reaction (PCR) pada Selasa malam, 12 Januari 2021, dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Demikian pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing dalam sesi konferensi pers bersama awak media di depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Rabu pagi, 13 Januari 2021.

“Kita ketahui bersama bahwa Bapak Gubernur, saat ini sedang berada di Jakarta, rencananya hari ini akan kembali ke Kupang. Sesuai ketentuan, sebelum melakukan penerbangan, dua hari sebelumnya harus melakukan PCR,” urai Benediktus Polo Maing didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTT.

Semalam (Selasa, 12 Januari 2021), imbuh Benediktus Polo Maing, hasil PCR dari Gubernur NTT terkonfirmasi positif Covid-19. “Bapak Gubernur berangkat ke Jakarta pada 8 Januari, sebelum berangkat telah melakukan pemeriksaan swab, dari rapid test dan PCR negatif, sehingga beliau berangkat ke Jakarta untuk urusan kedinasan,” ungkapnya.

Saat ini, terang Sekda NTT, Gubernur VBL saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Angkatan Darat di Jakarta dan memilih melakukan perawatan di sana untuk meminimalkan dampak transmisi lokal Covid-19.

“Secara fisik beliau dalam keadaan sehat,” tandas Sekda NTT sembari menyampaikan bahwa istri (Julia Laiskodat, red) dan anak-anak juga telah dilakukan PCR, namun dinyatakan negatif.

Sebelumnya, telah diumumkan ke publik bahwa Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)