Arsip Tag: Viktor Laiskodat

Biro Umum Setda NTT Budidaya Sorgum, Panen Perdana oleh Gubernur VBL

337 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Biro Umum Setda NTT bekerja sama dengan Sejati Petani Sorgum Indonesia (Sepasi) menggarap dan menanam Sorgum varian Bioguma 3 di lahan tidur seluas 2 hektar di lokasi helipad samping rumah jabatan Gubernur NTT. Selain di lokasi tersebut, Sorgum juga ditanam di lahan tidur masing-masing 2 hektar di Takari dan Oesain Amarasi, Kabupaten Kupang.

Panen perdana secara simbolis dilakukan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) pada Senin sore, 29 Maret 2021 pukul 15.00 WITA—selesai. Turut hadir Kepala Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag NTT), Nazir Abdullah; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lucky Frederick Koli, Asisten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Yohana Lisapaly, Staf Khusus Gubernur NTT, Prof. Daniel Kameo, dan Imanuel Blegur.

Gubernur VBL saat mencacah batang Sorgum dengan mesin pencacah menjadi pakan ternak

Gubernur VBL dan Wagub Nae Soi pun melakukan uji coba mencacah batang Sorgum dengan mesin pencacah menjadi pakan ternak dan selanjutnya batang Sorgum akan dibeli oleh Perusahaan Daerah (PD) Flobamor.

Kepala Biro Umum Setda NTT, George Hadjoh, S.H. dalam laporan singkatnya kepada Gubernur NTT menyampaikan bahwa setiap buah pemikiran dan ucapan dari Gubernur NTT dapat dibuktikan di lokasi penanaman Sorgum Bioguma 3. “Tidak boleh ada lahan tidur dan kami buktikan di sini dalam tempo sesingkat-singkatnya,” ujarnya seraya menyampaikan di lokasi helipad telah 2 kali panen.

Selain itu, imbuh George Hadjoh, hasil panen Sorgum juga menjadi solusi untuk pakan ternak. “Hasil panen Sorgum ini juga akan menjadi bibit untuk ditanam di semua lahan yang disiapkan pemerintah dan pada tahun 2021 ini Pak Gubernur telah menyiapkan pabrik pakan ternak, tinggal kita menyiapkan Jagung dan Sorgum,” urainya.

Kabiro Umum Setda NTT, George Hadjoh (paling kiri) berpose bersama Gubernur dan Wagub NTT usai panen simbolis Sorgum Bioguma 3

Kepada awak media, usai panen simbolis dan melakukan uji coba mencacah batang Sorgum, Gubernur VBL menyampaikan bahwa teman-teman Sepasi menyiapkan benih varietas Sorgum Bioguma 3 dan mempunyai nama berbeda di setiap daerah. “Sorgum hampir menjadi tanaman endemik di NTT, tetapi perlu ada riset lanjutan dan dikembangkan lebih lanjut pada lahan yang disiapkan sekitar 50 hektar,” ungkapnya.

Gubernur VBL pun berharap Sorgum Bioguma 3 dapat terus dikembangkan. “Maka dari itu, saya harap Dinas Pertanian dapat menyiapkan lahan dengan mesin pencacah, Dinas Peternakan merencanakan anggaran pada tahun 2022 untuk berapa banyak Ternak Sapi yang memanfaatkan pakan tersebut. Dan didukung juga oleh Dinas PMD bersama BUMDes menjadi pergerakan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur NTT,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Ajak Sinergi BPOM, Gubernur VBL Dorong Riset Obat Faloak dan Izin Edar Sophia

270 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menerima audiensi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, Tamran Ismail, S.Si, MP di ruang kerja Gubernur, pada Rabu, 17 Maret 2021; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak BPOM NTT bersinergi untuk memfasilitasi pengembangan riset Faloak  untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C dan Izin Edar Sophia di dalam negeri.

“Saat ini tim peneliti sementara melakukan penelitian tentang Faloak. Untuk itu (BPOM,red) diharapkan dapat mem-back up riset tersebut. Selanjutnya, Pemerintah bersama masyarakat mengembangkan tanaman tersebut, karena bermanfaat untuk penyembuhan penyakit Hepatitis C yang sampai saat ini belum ada vaksinnya. Tentunya ini keuntungan bagi NTT dalam berkontribusi bagi Negara untuk mengatasi penyakit tersebut,” jelas Gubernur VBL.

Terkait Sophia, Gubernur VBL menyampaikan saat ini telah mendapatkan izin laboratorium layak konsumsi. “Tinggal proses administrasi izin edar khusus minuman hasil fermentasi produk lokal di mana prosedurnya lintas kementerian termasuk Badan POM RI, tentunya pak Amran dapat bersama tim kami untuk mewujudkannya,” urainya.

VBL pun mengungkakan sejumlah fakta terkait minuman lokal hasil fermentasi yang dikemas menjadi sebuah brand dan bernilai ekonomi. “Dalam mengonsumsi minuman tersebut, kita akan atur peredarannya agar tidak mengakibatkan mabuk karena konsumsi yang berlebihan. Untuk itu perlu Tata Kelola dan Tata Niaga untuk pengembangan minuman Sophia di NTT dan Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai POM NTT menyambut baik harapan Gubernur terkait pengembangan Faloak dan Sophia serta memfasilitasi sejumlah UMKM yang tersebar di kabupaten/kota di wilayah NTT.

“Bapak Gubernur, prinsipnya kami siap bersinergi dalam memfasilitasi kepentingan daerah sesuai dengan regulasi yang ada. Saat ini juga terkait perizinan, sudah ada sistem OSS (Online Single Submission) sehingga dalam proses registrasi, data mesti terkoneksi dan konsisten agar tidak terjadi penolakan  yang menyebabkan pengulangan tahapan proses pengurusan izin,” jelas Amran.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Staf Khusus Gubernur, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Drs. Ec. Muhamad Nasir Abdullah, MM.(*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Kore/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Masuk Tiga Besar, NTT Peluang Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

578 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 bakal dilaksanakan secara virtual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 April 2021. Pemilihan lokasi dan dilakukan secara virtual terkait pandemi Covid-19 yang masih bergulir hingga saat ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Dr. Ardu Marius Djelamu dalam sesi konferensi pers bersama awak media di aula El. Tari pada Rabu pagi, 17 Maret 2021.

Didampingi oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at (Founder and CEO ayojalanjalan); Ketua ASITA NTT, Abed Frans; dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Alex Koroh; Marius Djelamu menegaskan sesuai arahan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; pelaksanaan harus secara virtual. “Beliau menyarankan agar dilakukan secara virtual untuk meminimalkan kasus Covid-19 akibat pertemuan atau kerumunan,” ulas Marius.

NTT pun, ungkap Marius, pada tahun 2016 pernah menjadi juara umum Anugerah Pesona Indonesia hasil pemilihan para wisatawan domestik dan internasional. “Dan pemilihan tersebut untuk mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata baik alam, kuliner, atau destinasi wisata yang tersembunyi namun layak untuk dikunjungi,” terangnya seraya menandaskan bahwa pada tahun 2021, tandas Marius, Yayasan Anugerah Pesona Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembali menghelat kontes pemilihan.

Kepada awak media, Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at menjelaskan bahwa pelaksanaan pengumuman baru dapat dilaksanakan pada 9 April 2021 akibat pandemi Covid-19. “Dan kebetulan NTT memiliki urutan 3 (tiga) besar terbanyak dibandingkan dengan daerah lain,” terangnya.

Anugerah Pesona Indonesia, imbuh Muhammad Syafa’at, merupakan kegiatan untuk mengangkat destinasi-destinasi pariwisata baru dan unggulan dari setiap provinsi maupun kabupaten/kota untuk dipopulerkan kepada masyarakat luas baik domestik maupun internasional. “Dan kegiatan ini melibatkan semua pemerintah daerah dengan mengusulkan destinasi terbaik yang dimiliki,” terangnya.

Pemilihan lokasi Labuan Bajo sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020, ungkap Muhammad Syafa’at, melalui surat dari Gubernur VBL, NTT menyambut baik untuk menjadi Tuan Rumah API 2020. “Kami menyadari bahwa API harus tetap berjalan dengan tiga alternatif yakni menjalankan tatap muka atau offline dengan protokol kesehatan ketat, semi (offline & live) dan online. Maka, pada tanggal 9 April 2021, NTT berpesta untuk Malam Anugerah Pesona Indonesia,” tandasnya.

NTT menempati 3 besar dengan 8 Kategori Destinasi

Delapan destinasi yakni Daging Se’i (kategori makanan tradisional terpopuler), Sentra Tenun Ikat Ina Ndao (destinasi belanja terpopuler), Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur (kategori wisata air), dan puncak Fulan Fehan di Kabupaten Belu (kategori dataran tinggi terpopuler)

Selanjutnya, Liang Bua di Kabupaten Manggarai (kategori situs sejarah terpopuler), Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua (kategori kampung adat terpopuler), Pulau Semau di Kabupaten Kupang (kategori destinasi wisata baru) dan Mulut Seribu di Pulau Rote Ndao (nominasi surga tersembunyi terpopuler di Indonesia).

Muhammad Syafa’at juga mengungkapkan bahwa NTT berpeluang menjadi juara umum. “Saat ini, NTT menempati tiga besar dari 18 kategori, 8 kategori diambil oleh NTT dan memberikan kesempatan besar bagi NTT menjadi juara umum yang akan bersaing dengan Sumatra Selatan dan Aceh,” urainya.

Sementara itu, Abed Frans Ketua ASITA NTT mengungkapkan sebagai prajurit yang ditugaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pihaknya bekerja maksimal untuk mempopulerkan destinasi unggulan di Provinsi NTT telah melakukan promosi masif melalui berbagai platform media.

Gubernur VBL, urai Abed, menegaskan bahwa saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 itu bukan lagi sebagai ajang promosi karena telah dilakukan secara masif, namun bagaimana para pengunjung datang untuk menghabiskan uang (spend money). “Untuk sementara, yang layak bagi kondisi tersebut hanya Labuan Bajo yang mempunyai kapasitas daya tampung dan wisatawan dapat membelanjakan uang mereka. Untuk itu, kita harus realistis,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya Gubernur VBL mengusulkan Pulau Sumba.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/kompas.tv)

Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

485 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Sebelumnya, para peserta pelantikan diwajibkan melakukan swab antigen unruk memastikan negatif dari Covid-19. Jumlah orang yang masuk ke dalam tempat pelantikan pun dibatasi hanya sekitar 25 orang, para awak media juga terbatas hanya sekira 3 (tiga) media yang diperbolehkan meliput langsung pelantikan

5 (lima) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yakni Sumba Timur, Drs. Kristofel Praing, M.Si. dan David Melo Wadu, S.T., Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. dan Heribertus Ngabut,  S.H., Ngada, Andreas Paru, S.H., M.H. dan Raymundus Bena, S.S., M. Hum., Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi, dan Manggarai Barat,  Edistus Endi, S.E. dan dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Kelima Bupati dan Wakil Bupati diangkat sumpah berdasarkan agama masing-masing

Dilansir dari Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Pengambilan sumpah dan pelantikan kelima Bupati dan Wakil Bupati itu didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.53-267 Tahun 2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang kemudian diubah dengan Keputusan Mendagri Nomor 131.53-370 tanggal 24 Februari 2021 tentang perubahan atas Keputusan Mendagri  Nomor 131.53-267 Tahun 2021 setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada (Kabupaten Manggarai Barat, red).

Pengambilan sumpah dan pelantikan diawali dengan  pengucapan janji jabatan oleh para Bupati dan Wakil Bupati yang dipandu oleh Gubernur NTT.  Diikuti oleh pengukuhan oleh rohaniwan Protestan dan rohaniwan Katolik. Setelahnya para Bupati dan Wakil Bupati menandatangani janji jabatan dan pakta integritas. Acara dilanjutkan dengan pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan dan penyerahan keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Gubernur NTT kepada masing Bupati dan Wakil Bupati.  Serta diakhiri dengan penandatanganan naskah pelantikan oleh Gubernur NTT.

Selain itu, juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK/Dekranada pada 5 kabupaten tersebut oleh Ketua TP PKK NTT,  Julie Sutrisno Laiskodat.  Kelima Ketua TP PKK/Dekranasda Kabupaten yang dilantik adalah Merliaty Simanjuntak (Sumba Timur), Meldyanti Hagur Marcelina (Manggarai), Cecilia Sarjiyem (Ngada),  Elvira Berta Maria Ogom (TTU), dan Trince Yuni (Manggarai Barat).

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama dan pendukung (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi : Air Kunci Kemakmuran di NTT

350 Views

Sikka-NTT, Garda Indonesia | Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp.880 miliar.

Ia mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Kepala Negara amat memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

“Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan peresmian Bendungan Napun Gete di Sikka.

Hingga saat ini, terdapat tiga dari tujuh bendungan yang telah dapat diselesaikan pembangunannya. Selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete ini menyusul pembangunan bendungan lainnya, yakni Raknamo di Kupang dan Rotiklot di Belu, yang masing-masing selesai pada tahun 2018 dan 2019.

“Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi Gubernur menyampaikan pada saya minta tambahan dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi yang memang di sini bendungan sangat dibutuhkan,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Bendungan Napun Gete di Sikka

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Presiden kali ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete juga dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua per tiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

Kepala Negara sangat berharap agar bendungan-bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sekaligus menjadikan NTT untuk terlepas dari statusnya sebagai provinsi yang masih tertinggal.

“Kalau nanti satu per satu bendungan selesai, insyaallah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, dengan bupati dan wakil bupati yang baik, memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang,” ucapnya.

Presiden Jokowi melihat pasokan air di Bendungan Napun Gete didampingi Gubernur NTT, Bupati Sikka, dan Menteri PUPR

Sementara itu, dalam laporannya di kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diongo mewakili warga setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan bendungan di provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

“Ini adalah mahakarya yang dipersembahkan oleh Bapak Presiden kepada kami dalam upaya penanganan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka juga menjanjikan bahwa dengan kehadiran Bendungan Napun Gete ini baik Pemerintah Kabupaten Sikka maupun masyarakatnya akan lebih giat dan produktif untuk dapat menggalakkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali tanam dalam tiap tahunnya menjadi tiga kali tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Dengan terbangunnya bendungan ini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka akan lebih giat menggalakkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam satu tahun untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.(*)

Sumber berita dan foto (BPMI Setpres)

Editor (+roni banase)

Saham Bank NTT Dibuka Untuk Investor, Modal Inti Kurang Rp.1,22 Triiiun

253 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), usai melantik Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Mesakh pada Rabu, 10 Februari 2021 mengungkapkan kepada awak media bahwa kesempatan diberikan kepada para investor untuk memenuhi setoran inti Rp.3 Triliun pada tahun 2024.

“Setoran inti minuman dari investor (pihak ketiga) harus sesuai dengan aturan perundangan-undangan, untuk itu kita belum putuskan mana yang berminat, namun kita harapkan agar ini dapat menjaga sehingga setoran inti 3 triliun pada tahun 2024 sesuai aturan OJK dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, dilansir dari rilis Humas dan Protokol Setda NTT, saat RUPS Luar Biasa PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu menjelaskan sudah ada 16 pemerintah daerah termasuk Pemprov NTT yang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal pada Bank NTT sampai tahun 2024.

“Ada 4 Pemda yakni Kabupaten Kupang, Manggarai, Flores Timur dan Manggarai Barat yang Perda Penyertaan Modalnya sampai tahun 2021 dan 2022. Namun, sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai tahun 2024 dari Bupati/Sekda. Sementara, 3 Kabupaten yakni Kota Kupang, Sumba Barat Daya dan Ngada, perdanya sudah berakhir 2020, namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai 2024 dari Bupati/Sekda, kecuali Kabupaten Ngada yang belum ada surat kesanggupannya,” urai Hilarius.

Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT pada Rabu, 10 Februari 2021

Hilarius menjelaskan, pada tahun 2020 modal yang disetor ke Bank NTT sudah mencapai sekitar Rp.1.562 triliun. Untuk tahun 2021 ini, baru dua Kabupaten yang melakukan penyetoran modal sesuai Perda yakni Kabupaten Alor sebesar Rp.3 Miliar dan Malaka sebesar Rp.10 Miliar. “Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang syarat Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yakni Rp. 1 triliun untuk Tahun 2020, Rp. 2 Triliun di tahun 2021, dan Rp. 3 Triliun di tahun 2024,” terangnya.

“Bank NTT memiliki modal inti aktual sampai tahun 2020 sebesar Rp. 1,779-an  triliun. Jadi untuk tahun 2020, kita kelebihan modal inti sebesar Rp. 779-an miliar. Namun, untuk tahun 2021 kita masih kurang sebesar Rp. 220-an miliar dan proyeksi untuk tahun 2024 dengan modal inti yang ada sekarang, kita kekurangan Rp. 1,220-an triliun. Kalau semua Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota  berkomitmen lakukan setoran modal sesuai Perda maupun surat kesanggupan dari Bupati/Sekda, maka hal ini akan bisa tercapai bahkan bisa melebihi target yang ditetapkan OJK,” imbuh Direktur Kepatuhan Bank NTT.

Namun, ungkap Hilarius, apabila Pemda  belum bisa memastikan hal ini, maka kemungkinan kekurangan kita sampai tahun 2024 diproyeksi bisa mencapai Rp. 220-an miliar. “Untuk mengatasi ini, manajemen akan menawarkan kepada investor agar menyertakan modal pada Bank NTT sebesar 10—20 persen dari modal inti Rp. 3 triliun atau sebesar Rp. 300—600 miliar secara bertahap mulai tahun 2022,” jelasnya di hadapan Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Jajaran Komisaris Bank NTT yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, Komisaris Independen, Semuel Djoh D. dan Frans Gana. Serta jajaran Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta Notaris Serlina Sari Dewi Darmawan.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat menawarkan agar dilakukan antisipasi untuk mencapai modal inti sesuai aturan OJK. Sembari berupaya keras melakukan penyetoran modal sesuai Perda dan surat kesanggupan, juga dibuka ruang pembicaraan dengan investor.

“Saya minta dalam RUPS ini untuk dibuka kesempatan bagi Komisaris dan Direksi  untuk membuka ruang pembicaraan dengan investor. Sehingga kalau kita meleset atau kurang capai target, ada investor yang bisa membantu kita. Saran saya, kita membuka ruang untuk menawarkan saham-saham kita kepada investor secara bertahap mulai 2022 sesuai anjuran direksi tadi,” jelasnya.

Gubernur VBL pun menjelaskan tawaran antisipatif tersebut semata-mata untuk menyelamatkan Bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut sesuai peraturan OJK. “Karena kalau target ini tidak tercapai, risikonya sangat besar. Bisa jadi, kita akan kehilangan  Bank NTT karena akan dimerger dengan bank lain sesuai aturan OJK. Prinsipnya, kita setuju kalau bank ini tidak perlu (insentif) dari luar, tapi kita juga tidak boleh mengambil risiko dengan waktu yang sangat mepet,” tegas VBL.

Gubernur VBL menandaskan memberi kesempatan kepada manajemen bank NTT untuk membuka diskusi dengan investor sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil berupaya mendorong Pemda melakukan kewajibannya sesuai perda.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Nama Penderita Covid-19 Harus Diumumkan ke Publik? Ini Alasannya

1.087 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus positif Covid-19 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus meningkat setiap hari, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah taktis. Dalam rapat evaluasi Penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi NTT dengan para Bupati/Walikota se-NTT secara virtual di ruang rapatnya, pada Selasa, 9 Februari 2021; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan agar perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah pertambahan angka kematian akibat virus corona.

“Kita harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya peningkatan kematian (pasien positif covid, red).  Siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Perlu dilakukan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. Apalagi kalau sudah positif, Tim Satuan Tugas (Satgas) harus berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tutur Gubernur VBL.

Karena ini sudah menjadi bencana non alam, Gubernur VBL meminta agar Satgas menyampaikan secara terbuka nama-nama pasien penderita Covid-19. “Alamat dan tempat tinggal mereka di mana. Walaupun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau kita ambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan,” alasnya.

Situasi darurat pandemi seperti ini, tegas VBL, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri. Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarga.

“Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka.  Juga bisa dikontrol agar penderita covid tidak jalan ke mana-mana dan menularkan virus ke orang lain. Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur VBL pun mengimbau kepada masyarakat terutama para penyintas atau yang sudah sembuh dari Covid untuk melakukan donor plasma. “Hal ini sangat membantu saudara-saudari kita yang sedang menderita akibat terpapar virus corona, ” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto utama (*/Humas dan Protokol Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Stefen Messakh Dilantik Sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT

881 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jajaran direksi dan komisaris Bank NTT bersama pemegang saham pengendali, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meneguhkan dan menetapkan Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yang dilangsungkan di ruang rapat Gubernur NTT pada Rabu, 10 Februari 2021.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur tahun 2021 dilaksanakan secara virtual, melalui layanan video converence, dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtillu Laiskodat didampingi Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan para Direksi, jajaran Komisaris serta seluruh Bupati dan Wali Kota di NTT, selaku pemegang saham. Namun, tidak semua pejabat ini mengikuti pertemuan ini secara tatap muka, dan difasilitasi melalui layanan video converence dari daerah masing-masing.

Peneguhan sumpah Direktur Pemasaran Dana Kredit Bank NTT, Stefen Messakh oleh Pendeta

Pelantikan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh, S.E. dilaksanakan pada hari yang sama, usai RUPS di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Sebelumnya, semua peserta pelantikan termasuk awak media diwajibkan melakukan screening dengan swab antigen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Paulus Stefen Messakh, S.E. diangkat sumpah menjadi Direktur Pemasaran Kredit, berdasarkan hasil persetujuan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan calon Direktur Pemasaran Kredit sesuai surat OJK No. SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020. Surat itu berisi usulan kepada Pemegang Saham untuk menetapkan dan mengangkat Paulus Stefen Messakh, S.E. sebagai Direktur Pemasaran Kredit pada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur.

Jabatan terakhir dari Paulus Stefen Messakh, S.E. adalah sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pangkat terakhir, Pimpinan Utama Dua/PUT 2 pada Bank NTT. Sekilas mengenai profil Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, S.E. yang akan mengabdi dengan masa bakti 10 Februari 2021 sampai dengan 9 Februari 2025 sebagai berikut:

  • Pelaksana (14 Februari 2002-17 November 2005)
  • Kepala Cabang Pembantu merangkap Asisten Manajer Cabang Pembantu Baun (18 November 2005–19 Januari 2009)
  • Kepala Cabang Merangkap manager Bisnis Waingapu (16 Januari 2009–Agustus 2009)
  • Kasubdiv Inspektur Wilayah 1 Kantor Pusat (18 Agustus 2009–7 Maret 2011)
  • Pemimpin Cabang Waingapu (8 Maret 2011–April 2015)
  • WPCU Kupang Bidang Bisnis (April 2015–Agustus 2016)
  • Kepala Divisi Kepatuhan (Agustus 2016–Juni 2019)
  • Kepala Divisi SDM (Juni 2019-sekarang)

Penulis, editor dan foto (+roni banase)