Arsip Tag: kunjungan kerja gubernur ntt

Kunjungan Kedua di Rote, VBL Pastikan Masyarakat Tak Lapar & Harus Sehat

173 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kembali melakukan kunjungan kerja kedua di Rote Ndao pasca-Badai Seroja, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memantau Pulau Ndao dan Nuse menggunakan Helikopter BNPB dari Bandar Udara D.C. Saudale Ba’a pada Jumat, 16 April 2021.

Sejak terjadi Badai Seroja di Pulau Rote pada Minggu, 4 April 2021 seroja. Gubernur VBL melakukan kunjungan kerja pertama pasca-badai pada Kamis, 8 April 2021, menggunakan pesawat dukungan dari Garuda Indonesia seri ATR 72-600. Selanjutnya, pada kunjungan kedua pada Jumat, 16 April 2021, menggunakan Pesawat Carter Wings Air seri ATR 72-600.

Usai mengunjungi Pulau Ndao dan Nuse, Gubernur VBL langsung memerintahkan Kabag Protokol Setda NTT berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menghadirkan Kapal Pemerintah yang berlabuh di wilayah tersebut, sehingga mempermudah pergerakan masyarakat dan barang.

“Segera koordinasikan dengan Kadis Perikanan dan Perhubungan untuk mengirimkan kapal dan berlabuh di sana (Ndao dan Nuse). Kasihan masyarakat di sana susah, bantu mereka untuk penyebrangan dan distribusi logistik. Ibu Bupati agar mengoordinasikan dengan para nelayan di Nembrala dan Ba’a agar perahunya dipakai transportasi bagi masyarakat Pulau Ndao dan Nuse ke Rote ,” ucap Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat mengunjungi Pulau Ndao

Selanjutnya, didampingi Bupati Rote Ndao bersama rombongan, Gubernur VBL mengunjungi Desa Kuli Aisele, wilayah translok yang kena bencana guna memastikan masyarakat di lokasi pengungsian dalam kondisi sehat dan ketersediaan logistik cukup serta adanya dukungan Pemerintah terhadap kondisi rumah masyarakat terdampak bencana.

“Apakah basodara (saudara-saudara, red) semua sehat?” tanya Gubernur VBL kepada para pengungsi dan dijawab serempak, “Sehat Bapa”.

“Apakah makanan di sini cukup?” tanya VBL lagi dan dijawab masyarakat lagi, “Cukup Bapa Gub (Gubernur VBL, red),” jawab masyarakat), sembari disahuti VBL, “ Oh…baik sudah, tenang saya.”

Bapa dan mama semua, imbuh VBL, terkait kondisi rumah yang rusak akibat bencana, Pemerintah Pusat akan menggantinya dengan uang sebesar 10 juta rupiah untuk kondisi rusak ringan, 25 juta untuk rusak sedang dan 50 juta untuk rumah rusak berat. “Tetapi bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat, tidak diberikan uang tetapi dibangunkan langsung oleh Pemerintah untuk keseragaman dan menghindari ketimpangan,” terang Gubernur VBL.

Gubernur VBL didampingi Bupati Rote Ndao saat berdialog dengan masyarakat

Terkait kebutuhan embung dan irigasi, tandas VBL, silakan didata dan diajukan, sehingga melalui Dinas PUPR Provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam bentuk usulan untuk dianggarkan dan direalisasikan.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur VBL terhadap masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang terdampak bencana khususnya kawasan translok di Desa Kuli Aisele.

“Bapak Gubernur bersama saya meninjau Pulau Ndao dan Nuse, setelah itu langsung ke sini (daerah translok, Desa Kuli Aisele),  terdapat 38 KK yang terdampak bencana, tetapi mereka semua dalam kondisi baik. Kami juga berterima kasih kepada Pak Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol. Inf. Educ Permadi Eko yang telah mendukung pembangunan dapur umum di Rote Ndao.” ucap Bupati Paulina Haning Bullu. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

VBL Tekankan Terminal Tipe B Kefa Harus Jadi Persinggahan Angkot Antar Kota

399 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan kunjungan kerja di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Selasa, 23 Maret 2021, memantau situasi dan kondisi Terminal Tipe B dan menekankan bahwa Terminal Tipe B harus menjadi tempat persinggahan semua angkutan antar kota.

“Semua harus tertib, angkutan dari Atambua dan Malaka yang hendak ke Kupang harus masuk ke sini atau sebaliknya yang dari Kupang ke Atambua dan Malaka harus singgah di terminal ini,” tegas Gubernur VBL.

Ia pun ingin agar desain terminal harus mendukung pariwisata. Hal tersebut mengingat Terminal Tipe B Kefamenanu sangat strategis dan arus penumpang angkutan umum cukup ramai yang memanfaatkan jasa terminal tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka, Michael Bani mengatakan dengan diambil alihnya Terminal Tipe B Kefamenanu oleh Pemerintah Provinsi NTT, maka diharapkan juga agar semakin dikembangkan sarana pelayanannya.

“Terminal Kefa ini mulai diambil alih Pemerintah Provinsi NTT secara administrasi per 3 Oktober 2016 dan secara operasional per 1 Januari 2017. Kita ambil alih pengelolaan pelayanan terminal tipe B dari Pemkab TTU ke Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan dalam hal ini UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka,” ujar Michael Bani.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan arahan penggunaan Terminal Tipe B Kefamenanu

Diharapkan setelah diambil alih, imbuh Michael, maka akan ada perbaikan jalan sebagai lahan parkir angkutan dan juga ruang tunggu lebih diperluas lagi untuk menampung kapasitas pengguna terminal. Juga harus ada ruang khusus untuk merokok demi kenyamanan pengguna. “Kita harus tata lagi para pelaku jasa usaha seperti lapak kios dan para penjual agar lebih rapi. Kita harap bisa dibangun dengan 2 lantai untuk para penjual dan kios mengingat terminal ini luasnya hanya 6.600 meter persegi saja karena juga dibatasi bangunan pertokoan,” urainya.

Michael juga menjelaskan, secara umum jumlah masyarakat pengunjung atau pengguna layanan terminal tipe B Kefamenanu ini berkisar minimal 15 ribu orang per hari. Bila hari libur atau hari raya bisa mencapai 19 ribu orang. Namun, semenjak pandemi Covid-19 ini, maka jumlah pengunjung atau pengguna menurun hanya berkisar 11 ribu orang saja per hari.

“Angkutan perkotaan sebelum Covid, kurang lebih 30 unit, namun menurun hingga 50% atau sekitar 15 unit. Angkutan pedesaan dari 60 unit menurun sekitar 46 unit saja. Kita bersyukur angkutan pedesaan tidak terlalu menurun karena arus masyarakat desa yang datang ke kota atau sebaliknya itu cukup banyak” imbuhnya.

Ia pun menguraikan, untuk angkutan utama yaitu angkutan antar-kota dalam provinsi yang melintasi Terminal Kefamenanu baik dari TTU sendiri, Belu dan Malaka maupun dari Kupang ada sebanyak 110 unit. “Namun, kini menurun hanya 60 unit saja, dengan seiring berjalannya waktu dan kita menerapkan peraturan prokes dengan baik maka kini banyak yang sudah mulai beroperasi kembali,” ungkapnya.

Saat ini, tandas Michael, kita kekurangan pada sisi SDM yakni kekurangan staf pengelola terminal yang berstatus PNS, hanya ada tenaga tidak tetap yang mana kewenangannya juga terbatas. Ini masih menjadi kekurangan kita. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Kunjungan Kerja ke TTS, VBL Minta SMK Punya Jurusan Khusus dan Unggul

313 Views

Soe-TTS, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan desain pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di NTT harus berkarakter serta memiliki keahlian khusus yang kualitasnya dapat bersaing di tingkat nasional.

Penekanan Gubernur VBL tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMK Negeri 1 Soe, pada Selasa, 23 Maret 2021. “Untuk desain Pendidikan Menengah Kejuruan di NTT agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyiapkan desain roadmap, di mana pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dengan mempertimbangkan kualitas SDM tenaga pendidik sebagai aset terbesar yang memiliki kualitas intelektual yang bagus,” urainya.

Setiap sekolah menengah kejuruan, imbuh VBL, juga harus miliki jurusan khusus yang menjadi kebanggaan daerah dan nasional, output lulusannya berkarakter kebangsaan, memiliki daya tahan dalam bekerja di bidang keahliannya dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Gubernur VBL pun meminta agar para pendidik di SMK Negeri 1 Soe harus mengembangkan jurusan yang jadi  jurusan unggulan dan ciri khas pada sekolah tersebut. “Jangan banyak jurusan tapi tidak ada yang berhasil. Harus berani tampil dengan satu jurusan tetapi jurusan itu mampu menjadikan siswanya menjadi manusia hebat,” ulasnya.

Kalau mau tertarik terhadap bidang pertanian, tekan VBL, maka harus sungguh-sungguh belajar tentang pertanian. Datangkan pengajar yang paham betul tentang ilmu pertanian, sehingga siswa mampu memahami secara detail tentang pertanian, juga misalnya pada sektor peternakan. “Jangan kita buat program yang banyak, tapi hasilnya di bawah standar, lebih baik programnya cukup satu tetapi orang langsung melihat hasilnya begitu luar biasa,” jelasnya.

Selama ini, ungkap Gubernur VBL, masalah yang dialami adalah para siswa adalah belajar tentang pertanian atau peternakan, tetapi saat mereka tamat, tidak memiliki lahan ataupun ternak. Hal ini menurutnya akan berdampak pada saat siswa itu menamatkan pendidikan. Dia akan bersusah payah untuk mencari pekerjaan.

“Sebagai Gubernur saya mengharapkan agar pihak sekolah mampu berkolaborasi dengan dinas terkait ataupun Bumdes agar para siswa dapat memiliki lahan yang ke depannya mampu diolah langsung oleh siswa itu sendiri,” tandas VBL.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun dalam arahannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur VBL, karena dengan kehadiran ini dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kabupaten TTS.

“Hari ini saya melihat banyak bahan makanan termasuk sayuran dan juga daging yang dibeli untuk sarapan Bapak Gubernur bersama rombongan, sudah pasti hal ini mendatangkan keuntungan bagi para penjual dan ini akan tetap kami jaga agar perekonomian di Kabupaten TTS tetap stabil,” urai Bupati Tahun.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Petani Rumput Laut Dapat Kredit Bank NTT, Camat Raijua : Itu Bukan Bagi Uang

431 Views

Sabu Raijua, Garda Indonesia | Bank NTT Unit Pembantu Raijua memberikan fasilitas kredit Merdeka kepada 10 (sepuluh) petani rumput laut di Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada acara tatap muka Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para pimpinan SKPD, staf ahli gubernur dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, dan Camat Raijua.

Diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada Jumat, 23 Oktober 2020. Kesepuluh petani rumput laut yang menerima fasilitas Kredit Merdeka Bank NTT yakni Titus Pade Rohi, Lepatnia Buru Pau, Ester Herlince Dellu, Djuana Agi, Almopad Huke, Rahi Ngahu, Wilfrid Edison Lau Hedo, Kornelis Radja Tuka, Pelipus Semarjur Boni, dan Wageridolof Baki Boni.

Pemimpin Cabang Bank NTT Sabu Raijua, Romi Radjalangu, menyampaikan bahwa program kredit mikro merdeka untuk membebaskan para pengusaha kecil/mikro dari rentenir. “Khusus di Sabu Raijua, kami berikan kepada petani rumput laut di Raijua. Kami juga memberikan sosialisasi terlebih dahulu agar jelas peruntukan dan pengembalian,” urainya.

Harapannya, imbuh Romi, agar mereka bisa besar dan menjadi pengusaha rumput laut dan tak sekadar petani saja.

Mengenai kredit Merdeka Bank NTT, urai Romi, senilai Rp. 5 juta dengan 0% bunga (tak ada bunga), tak ada agunan dengan waktu angsuran 1 tahun sesuai waktu produksi rumput laut.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho menyerahkan kredit Merdeka kepada petani rumput laut di Raijua

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat dikonfirmasi usai menyerahkan hadiah cashback Bank NTT kepada salah satu nasabah pada Sabtu sore, 25 Oktober 2020 menerangkan, siap mendukung setiap program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota.

“Bank NTT siap mendukung usaha masyarakat khusus industri berbasis potensi daerah seperti garam dan rumput laut yang mampu menopang kekuatan fundamental ekonomi,” jelasnya sembari menegaskan Bank NTT siap mendukung dalam aspek fungsi intermediasi (transaksi dan pembiayaan).

Selain itu, ungkap Alex Riwu Kaho, program Kredit Merdeka merupakan ide dari Bapak Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat, red) yang bersinergi dengan program Bank Indonesia dan OJK untuk membebaskan masyarakat dari praktik ijon atau rentenir. “Kredit Merdeka, merdeka dari agunan, merdeka dari bunga, dan merdeka dari rentenir dengan 3 (tiga) asas mudah, murah, dan cepat dengan proses waktu hanya 1 jam, “ tandasnya.

Sementara itu, Camat Raijua Titus Bernadus Duri dalam percakapan melalui telepon pada Sabtu, 25 Oktober 2020 pukul 19.02 WITA menyebutkan, saat kunjungan kerja Gubernur NTT ke Raijua tak ada penyerahan bantuan berupa uang dalam amplop kepada para kepala desa.

“Pertemuan dengan para kepala desa hanya berlangsung di Kantor Camat saja, bahkan di penginapan beliau (Gubernur NTT, red) tidak pertemuan, hanya dilangsungkan Tari Pado’a dan Ledo di Desa Bellu (rumah bapak angkat Gubernur NTT),” tegasnya.

Terkait adanya informasi dan postingan di facebook oleh beberapa akun, Camat Raijua Titus Duri sekali menegaskan tak ada bagi uang saat pertemuan tersebut.

“Tidak ada pemberian amplop atau insentif sebesar 5 juta kepada para kepala desa. Yang terjadi itu adalah penyaluran kredit Merdeka dari Bank NTT kepada petani rumput laut,” tegasnya menimpali konfirmasi dari Garda Indonesia.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Sandro-Humas Bank NTT)

Tiga Hari Kunjungan ke Sabu Raijua, Ini Agenda Kerja Gubernur VBL

1.896 Views

Ba’a-Rote, Garda Indonesia | Usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT dan melantik Alex Riwu Kaho menjadi Direktur Utama pada Kamis, 22 Oktober 2020 di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Sabu Raijua.

Gubernur VBL diantar oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu beserta Forkopimda ke Pelabuhan Ba’a untuk selanjutnya menggunakan fery cepat Cantika Express menuju ke Pulau Raijua dengan estimasi waktu tempuh 3,5 jam. Bertolak pada pukul 07.30 WITA, rombongan Gubernur NTT bakal tiba di Pelabuhan Raijua sekira pukul 11.00 WITA.

Menurut rundown tentative yang disusun oleh Protokol Kabupaten Sabu Raijua dan Protokol Setda NTT, pada hari pertama, Gubernur VBL akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama Raijua, Panen Garam dan Rumput Laut, dilanjutkan pertemuan dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, dan Camat Raijua.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat masuk ke Fery Cepat Cantika Express menuju ke Pulau Raijua

Selanjutnya, di Pulau Seribu Lontar ini, Gubernur VBL bakal meninjau proyek pembangunan jembatan dan menuju ke lokasi wisata alam.

Pada hari kedua, Sabtu, 24 Oktober 2020, Gubernur NTT yang aktif melakukan kunjungan kerja ke 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT ini akan bertolak ke Ibu Kota Kabupaten Sabu Raijua, juga akan memanen garam di Kecamatan Sabu Timur, kemudian meninjau ruas jalan Ledeana-Teriu dan Ledemanu-Lobodei.

Lalu, pada hari ketiga, Gubernur VBL dan rombongan yang terdiri dari Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu; Direktur RSUD Prof W. Z. Johannes Kupang,  Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka; para pimpinan SKPD, staf khusus, Direktur Utama Bank NTT dan jajaran kembali menuju ke Kota Kupang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Empat Hari Kunjungan Kerja di Rote Ndao, Ini Ragam Giat dari Gubernur VBL

1.440 Views

Ba’a-Rote, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja selama 4 (empat) hari di Kabupaten Rote Ndao, pulau yang berada paling selatan di Indonesia dan memiliki luas 1.280,10 km2. Selain itu, Pulau Rote dikenal dengan Pantai Nembrala, Pantai Bo’a, Ti’ilangga (topi tradisional), dan Sasando (alat musik tradisional) yang dipakai sebagai grand design pembangunan Gedung Kantor Gubernur NTT.

Menempuh perjalanan menggunakan speedboat pribadi dari pelabuhan Lantamal-Kupang pada Senin, 19 Oktober 2020 dan tiba di Pelabuhan Ba’a pada pukul 13.05 WITA, rombongan Gubernur NTT, disambut oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu beserta Forkopimda.

Tiba di Pelabuhan Ba’a, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) disambut Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu dan Forkopimda

Pantauan Garda Indonesia, selanjutnya, Gubernur VBL berserta rombongan menuju Bo’a Resort untuk beristirahat. Di hari kedua, Gubernur NTT yang aktif melakukan kunjungan kerja ke seluruh 22 kabupaten/kota ini akan meresmikan kecamatan ke-11 di Kabupaten Rote Ndao yakni Kecamatan Loahulu (Kesepuluh kecamatan lain yakni Kecamatan Rote Barat Daya, Rote Barat Laut, Lobalain, Rote Tengah, Rote Selatan, Pantai Baru, Rote Timur, Landu Leko, Rote Barat, dan Ndao Nuse).

Pada hari ketiga, Gubernur melakukan kegiatan internal yang diatur oleh Protokol Setda NTT, dan pada hari keempat, sesuai jadwal dari Biro Humas dan Protokol Setda NTT, bakal dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT bersama dengan bupati/ wali kota untuk mengukuhkan Direktur Utama dan meresmikan kantor baru Bank NTT Rote Ndao.

Selanjutnya, pada Jumat, 23 Oktober, Gubernur NTT berserta rombongan berlayar meninggalkan Pulau Rote menuju ke Pulau Raijua di kabupaten yang dijuluki sebagai pulau seribu lontar, Sabu Raijua.

Penulis dan Editor (+rony banase)
Foto utama oleh Radit—Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Kunker di Kota Kupang, VBL Sorot Air Bersih, Parkir & Pedagang Kaki Lima

530 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Upaya Pemerintah Kota Kupang mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang maju dan modern diapresiasi oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Menurutnya, kemajuan Kota Kupang ditandai dengan pembangunan taman kota, jalur pedestrian (trotoar) dan lampu penerangan jalan yang diminta langsung oleh Wali Kota Kupang saat bertemu Presiden RI beberapa waktu lalu.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/09/30/masalah-sampah-di-kota-kupang-gubernur-vbl-desain-penanganan-harus-jelas/

Pujian tersebut disampaikan Gubernur VBL saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah di Kota Kupang, bertempat di kawasan wisata Pantai Lasiana Kupang pada Rabu, 30 September 2020.

Di hadapan Wali Kota, Doktor Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, dokter Herman Man, pimpinan DPRD Kota Kupang, jajaran Forkompinda, Sekda Kota Kupang serta jajaran pimpinan daerah yang hadir termasuk camat dan lurah, Gubernur menyampaikan beberapa fokus perhatian terhadap penyelenggaraan pemerintah di Kota Kupang.

“Bicara kota yang bagus itu malam terang, siang bersih, parkir jelas dan bebas sampah,” ujar Gubernur. Dikatakan, Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi NTT juga perlu melakukan servis pelayanan publik karena semua fasilitas penting ada di sini, baik pelabuhan, bandara, gedung-gedung perkantoran, semua yang hal yang memerlukan pelayanan publik yang ramah karenanya perlu didorong secara serius.

Tentang permasalahan parkir di Kota Kupang, VBL meminta untuk ditata dengan baik. “Setiap hotel ataupun restoran memiliki lahan parkir sendiri dan pemkot Kupang juga menyiapkan lahan parkir untuk disewakan sehingga dapat menambah PAD,” pintanya.

Sementara, untuk penanganan air bersih di Kota Kupang, Gubernur VBL mengatakan perlunya re-design. Ia pun mengimbau dilakukan gerakan tanam air dari tingkat rumah tangga dan perkantoran agar air dapat tertampung dalam tanah selama musim hujan dan digunakan untuk penyiraman di musim kemarau. Bahkan menurutnya, air ini pula dapat dikonsumsi jika dikelola dengan teknologi yang baik. Untuk itu, Gubernur minta kerja sama dengan Pemkot agar membuat proposal bersama untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat mengurai masalah krusial di Kota Kupang

Gubernur juga fokus terhadap keberadaan pengaturan pedagang kaki lima yang menurutnya sebagai salah satu syarat suatu kota. Menurutnya, Pemerintah Provinsi akan menghibahkan pengelolaan Pantai Lasiana kepada Pemkot Kupang sehingga dapat menambah PAD. Para pedagang kaki lima di kawasan ini bisa diarahkan dan diatur dengan baik untuk dapat menyuguhkan makanan khas disertai suguhan atraksi wisata lewat nyanyian dan musik sasando sehingga pengunjung selain menikmati alamnya juga mendapat hiburan khas di lokasi wisata Pantai Lasiana. Tempat ini juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk berekspresi bagi kaum muda di kota ini.

Gubernur VBL juga mengatakan Kota Kupang harus siap menjadi destinasi pariwisata. Ia mengatakan sedang membuat perencanaan agar tahun depan dibuka penerbangan langsung dari Kupang ke China. Untuk itu, Kota Kupang perlu berbenah baik infrastruktur maupun persiapan akomodasi serta hotel yang baik, bertaraf internasional dengan tetap menonjolkan ciri khas budaya NTT.

Gubernur juga menyinggung soal pelabuhan Tenau yang sudah masuk dalam rencana pembangunan nasional dan sebentar lagi sudah mulai dibangun. Maka, Pemkot Kupang perlu melakukan penyesuaian tata ruang termasuk dalam mengatur jalur keluar masuk kontainer. Untuk itu, Pemkot Kupang perlu bekerja sama dengan Pemkab Kupang agar bisa dialihkan ke Kabupaten Kupang, tentunya dengan perjanjian yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Terhadap semua catatan yang disampaikan Gubernur, Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore menyampaikan terima kasih. Dirinya meminta kepada seluruh jajaran Pemkot untuk perlu melakukan akselerasi guna mewujudkan arahan gubernur. “Semua catatan akan diperhatikan. Khusus penanganan sampah, kasih kami waktu 6 bulan untuk penataan masalah sampah,” ujarnya. Dikatakan Wali Kota, pihaknya akan segera menindaklanjuti masukan dan arahan dari gubernur dengan segera membuat pertemuan untuk penyusunan proposal.

Wali Kota Jefri pun memaparkan, sebagai Ibu Kota Provinsi dan satu-satunya kota di NTT, Kota Kupang terus melakukan penataan kota yang lebih baik. Namun, diakuinya hingga saat ini, Pemkot Kupang juga masih mengalami beberapa masalah yang sedang dalam proses pembenahan seperti air bersih dan sampah.

Tentang air bersih menurut Wali Kota berkat komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat saat ini, Pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan dana untuk peningkatan kapasitas sumber air di tiga titik yakni Kali Dendeng di Kelurahan Fontein, Air Sagu di kelurahan Batuplat dan sumber air di kompleks Kampus UKAW Kupang, Kelurahan Oesapa. Diperkirakan dengan peningkatan kapasitas ini akan tambahan 38 ribu pelanggan atau sekitar 231 ribu jiwa. Pemerintah Kota Kupang dengan persetujuan DPRD Kota Kupang juga telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk bantuan langsung air bersih bagi warga di titik-titik yang mengalami kekeringan.

Usai melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang, Gubernur bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat untuk memantau persiapan menyambut kunjungan Presiden RI besok, pada Kamis, 1 Oktober 2020. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ghe)
Editor (+rony banase)

Pulau Sumba Bakal Jadi Pemasok Listrik Energi Terbarukan ke Jawa dan Sumatra

1.895 Views

Sumba-NTT, Garda Indonesia | Saat kunjungan kerjanya ke Pulau Sumba pada Senin, 7 September 2020, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan satu potensi besar yang dimiliki oleh Sumba adalah panas matahari yang terbaik di Indonesia untuk energi listrik. Potensi besar tersebut untuk pengembangan pertanian, peternakan dan industri di Sumba.

“Ini hasil penelitian para ahli. Para peneliti bilang tenaga mataharinya sangat sempurna. Dari seluruh pulau di Indonesia, pulau ini punya tingkat panas paling baik sepanjang tahun. Ini potensi listrik dari energi baru terbarukan,” jelas VBL.

Gubernur mengungkapkan, lima tahun lagi, produk-produk industri yang pakai energi fosil sulit diterima lagi. Harus pakai energi baru terbarukan. Satu-satunya yang paling cepat untuk pasokan pengembangan listrik nasional adalah energi matahari.

“Tempat yang paling pas dan tepat untuk ini adalah pulau sumba, sekali lagi pulau sumba. Bisa memasok energi listrik dengan energi baru terbarukan untuk Jawa dan Sumatera. Akan dibuatkan 20 ribu mega watt, start pertama 2.000 mega watt. Kabelnya tarik dari sini sampai pulau Payton, ujung Surabaya,” jelas VBL.

Untuk menyukseskan ini, jelas VBL, Pemerintah Provinsi bersama PLN dan para peneliti akan serahkan proposal langsung ke Presiden. Sesuai permintaan presiden, penggunaan energi baru terbarukan harus mencapai 30 persen sampai akhir pemerintahannya. Sementara, saat ini penggunaan energi baru terbarukan sekitar 2 persen lebih.

“Ini peluang kita. Kita harus upayakan sebelum akhir masa jabatan presiden, proyek ini harus sudah dikerjakan. Listrik sudah tidak ada masalah lagi dan malahan kita bisa jual potensi ini ke daerah lain,” jelas Gubernur.

Di akhir sambutannya, VBL meminta agar masyarakat menanggapi berita gembira ini secara positif. Masyarakat dihimbau untuk tidak jual tanah di pinggir pantai.

“Jangan jual, nanti kita sudah punya listrik sendiri. Orang semua datang. Kita boleh punya banyak binatang, tapi kalau tanah dijual dan orang bangun hebat-hebat, kita tidak bisa buat apa-apa. Tolong jangan jual tanah,” pinta Gubernur Viktor.

Gubernur VBL kembali menegaskan saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Timur pada Rabu, 9 September 2020, “Tiga tahun dari sekarang, Pulau Sumba akan jadi pusat listrik dari energi matahari yang bisa pasok kebutuhan listrik pulau Jawa dan Sumatera. Hasil penelitian dari para ahli bekerja sama dengan PLN, Pulau Sumba direkomendasikan untuk bisa bangun 20 ribu mega watt listrik tenaga surya. Hasil penelitian tersebut akan dilaporkan kepada Presiden.

“Tadi malam, Ketua Komisi VII menghubungi kami dan menyatakan hal ini sudah dibahas di komisi bersama dengan kementerian ESDM. Soal pembiayaan, juga sudah dibahas. Tinggal dibahas dan disetujui oleh Presiden,” kata Gubernur.

Gubernur VBL mengungkapkan Komisi VII telah meminta agar lahan untuk pengembangan listrik ini dapat dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten se-Sumba.

“Saya minta kita harus bersatu, tidak boleh ribut tentang lahan. Ini berkat untuk kita untuk lakukan lompatan besar. Dalam waktu dekat saya akan bahas lagi hal ini dengan para bupati dan tokoh masyarakat. Pokoknya lahan kita siapkan dengan betul sehingga ketika mulai dikerjakan tidak timbul permasalahan,” jelas Gubernur VBL. (*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)