oleh

Inflasi Kota Kupang Meningkat, BI NTT Kreasi Kampung Sadar Inflasi

Kupang, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) terus mendorong stabilitas inflasi, khususnya Kota Kupang melalui penguatan strategi 4K, akibat laju inflasi Kota Kupang mencapai 1,07% (yoy) pada Juli 2022. Pemicu inflasi yang tinggi tersebut berasal dari peningkatan angkutan udara dan bahan makanan bergejolak, seperti ikan kembung, bawang merah, cabai merah, dan tomat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan BI NTT bersama Pemerintah Kota Kupang yakni meluncurkan “Kampung Sadar Inflasi” dengan Program Gemar Tani (Gerakan menanam pekarangan rumah dengan tanaman pengendalian inflasi, khususnya Cabai Merah), berlokasi di Kelurahan Kayu Putih.

Penanaman perdana secara simbolis di lahan warga (bakal menjadi pilot project) dilakukan oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, dilanjutkan seluruh masyarakat di Kelurahan Kayu Putih, terdiri dari 30 RT dan 8 RW yang mana diberikan 3.000 anakan cabai merah.

I Nyoman Ariawan Atmaja, dalam sambutannya, mengatakan tujuan program ini bukanlah profit oriented, melainkan untuk menjaga stabilisasi harga dan inflasi di Kota Kupang. Sekiranya program Kampung Sadar Inflasi ini, maka produksi dan konsumsi cabai merah dalam rumah tangga masyarakat di Kota Kupang dapat terpenuhi dan tercukupi.

Sementara itu, dr. Hermanus Man menyampaikan kegiatan Kampung Sadar Inflasi ini merupakan bentuk tindak lanjut atas pelaksanaan HLM TPID Kota Kupang pada Selasa, 2 Agustus 2022), dan akan menjadi program unggulan TPID Kota Kupang yang akan disampaikan pada saat self assessment dan OPS Tahun 2023 mendatang kepada Kemendagri dan Kemenko RI.

Hermanus Man pun mengharapkan masyarakat Kota Kupang semakin aware dan care dengan perkembangan inflasi, dan nantinya dapat diimplementasi pada seluruh kelurahan di Kota Kupang, dengan tujuan agar inflasi atau harga tetap stabil dan terkendali.

Selain itu, peluncuran Kampung Sadar Inflasi ini juga dirangkai dengan sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP)  kepada masyarakat di Kelurahan Kayu Putih. Bertujuan agar masyarakat dapat memahami bagaimana cara merawat uang rupiah secara baik dan benar serta memahami arti pentingnya nilai Rupiah.(*)

Sumber (*/Humas Bank Indonesia Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed