Arsip Tag: i nyoman ariawan atmaja

Badai Seroja di NTT Berpotensi Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi

107 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap beroperasi normal pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin dini hari, 5 April 2021. Kantor Bl Nusa Tenggara Timur tetap memberikan layanan operasional kas dan kegiatan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Selanjutnya, BI Provinsi NTT akan terus memantau perkembangan yang terjadi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga agar kegiatan operasional Bank Indonesia senantiasa dapat dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sesi jumpa media pada Senin siang, 12 April 2021.

Menurut Nyoman, adanya Badai Seroja dan Banjir Bandang yang terjadi di NTT, berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi NTT dan BI akan melakukan assesment ulang terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kemudian dari kualitas sistem keungan cenderung membaik dan transaksi keuangan meningkat baik itu tunai maupun non-tunai.

“Seberapa potensi menahan laju pertumbuhan ekonomi? Kami sementara berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD,” ujarnya didampingi Hery Catur Wibowo – Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA) dan Daniel Agus Prasetyo – Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI).

Seperti yang terjadi bencana di tahun sebelumnya, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, bakal ada kebijakan-kebijakan khusus untuk memberikan stimulus ekonomi yang berdampak langsung tak hanya pandemi juga termasuk badai. “Mudah-mudahan di NTT, ada kebijakan khusus untuk pemulihan pasca-bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo menuturkan kinerja perekonomian Provinsi NTT di tahun 2021 diperkirakan akan mengalami perbaikan yang didorong oleh Vaksinasi Massal Covid-19. “Vaksinasi yang telah dilakukan diharapkan dapat memulihkan aktivis ekonomi masyarakat secara perlahan, karena dengan Vaksinasi Covid-19 dapat menumbuhkan harapan, optimisme, dan semangat dari masyarakat dan pelaku usaha,” urainya.

Selain itu, imbuh Hery, berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional diperkirakan mampu mendorong investasi. “Pada triwulan I (Januari—Maret 2021), kinerja perekonomian Provinsi NTT diperkirakan membaik, seiring dengan berlakunya tatanan normal baru atau New Normal, yang bisa dilihat dari 2 (dua) sisi yakni Sisi Pengeluaran dan Lapangan Usaha,” jelasnya.

Dari sisi Pengeluaran, terang Hery, membaiknya perekonomian di Triwulan I didorong meningkatnya permintaan domestik yang diperkirakan terus  meningkatnya karena didorong 3 (tiga) hal yakni konsumsi rumah tangga yang didukung oleh perpanjangan stimulus pemerintah, perbaikan investasi seiring berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional, dan meningkatnya kepercayaan diri atau confidence pelaku usaha.

Dari sisi lapangan usaha, lanjut Hery,  diperkirakan didorong  oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, kemudian Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, dan Lapangan Usaha Konstruksi dan Perdagangan. “Itu yang akan mendorong ekonomi di triwulan I 2021,” tandasnya.

Bagaimana dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di seluruh tahun 2021? Diperkirakan akan membaik, seiring dengan Vaksinasi Covid-19. “Namun, Badai Seroja berpotensi akan sedikit menahan laju pertumbuhan ekonomi, tetapi BI akan melakukan kajian lebih lanjut atau  assesment, dengan mengumpulkan data lengkap sehingga tak dapat disampaikan secara mendetail,” pungkas Hery.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Listrik di Perbankan Nyala Lagi, Kepala BI Perwakilan NTT: Terima Kasih PLN

270 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat mengunjungi layanan Perbankan di Bank CIMB Niaga yang disambut oleh Kepala CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait pada Jumat, 9 April 2021 mengungkapkan bahwa layanan Perbankan sudah 100 persen sejak kemarin (Kamis, 8 April 2021, red) walaupun ATM belum 100 persen.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan, jika listrik kembali menyala, maka ATM akan difungsikan dan dapat melayani masyarakat,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/10/pln-pulihkan-listrik-fasilitas-umum-di-kota-kupang-pasca-badai-seroja/

Tentu, imbuh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memprioritaskan teman-teman di Perbankan dan di Bank Indonesia. “Termasuk juga terima kasih kepada PLN dan Telkom yang sudah menyiapkan listrik dan jaringan telekomunikasi dengan baik, juga kepada Pertamina memberikan keleluasaan untuk membeli BBM untuk genset,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank CIMB Niaga Edukasi Nasabah Pakai Transaksi Non-Tunai

Kepala Bank CIMB Niaga Cabang Kupang, Jeni Manbait kepada awak media menyampaikan pasca-badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu, 4 April hingga Minggu, 5 April 2021, aktivitas layanan Perbankan ditangguhkan 1 (satu) hari. “Kami berkoordinasi dengan pusat dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dan memutuskan tidak bisa melayani nasabah kami pada saat itu,” urai Jeni.

Namun, imbuh Jeni, kami mengedukasi nasabah kami untuk memakai E-Channel, Octo Mobile CIMB Niaga. “Kondisi itu dapat membantu mereka untuk melakukan transaksi dan hanya beberapa Bank yang ready melayani nasabah (termasuk CIMB Niaga),” ungkapnya.

Selain itu, tandas Jeni, “Puji Tuhan ! Tadi pukul 11.00 WITA listrik sudah menyala sehingga dapat mendukung pengoperasian mesin ATM dan Mesin EDC CIMB Niaga yang dilengkapi dengan QRis.”

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko pada Jumat, 9 April 2021.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Tiga Kendala Layanan Perbankan Pasca-Badai Siklon Seroja di NTT

192 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada padamnya aliran listrik PLN dan jaringan telekomunikasi, dan layanan bahan bakar minyak (BBM) pada Senin, 5 April 2021. Hampir semua layanan perbankan buka pada Selasa, 6 April 2021.

Layanan Perbankan pun terdampak dengan tidak berfungsinya anjungan tunai mandiri (ATM) di setiap sudut Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Hanya beberapa bank dengan keterbatasan layanan menggunakan genset dan menormalkan mesin ATM di kantor cabang masing-masing dengan sistem paruh waktu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kunjungan hari kedua di Bank Mandiri Urip Sumoharjo Kupang pada Rabu sore, 7 April 2021, menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dioptimalkan dengan mengajak Perbankan mulai membuka operasional jam layanan. “Namun, BBM menjadi kendala, lalu telekomunikasi, dan jaringan listrik. Bank harus diprioritaskan dan kami telah berbicara dengan Karo Ekonomi Setda NTT dan staf khusus untuk dieskalasi ke Pak Gubernur,” tegasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah berdasi) bersama Area Head Mandiri Kupang, Perwakilan Panin Bank dan Kepala Taspen Mandiri Kupang

Selain itu, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, jika menggunakan genset, banyak keterbatasan karena mesin mempunyai jam operasional dan jika terjadi kerusakan sulit mencari sparepart. “Jadi, saya sudah mendorong agar menjadi perhatian pemerintah,” tandasnya didampingi Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan, Perwakilan Panin Bank, dan Kepala Taspen Mandiri Kupang.

Area Head Bank Mandiri Kupang, Hermawan kepada awak media menyampaikan Bank Mandiri mempunyai 28 ATM dan hanya 9 unit ATM yang dapat difungsikan berada di Urip Sumoharjo, Mohammad Hatta, dan ATM Mobile. “19 ATM terpaksa off karena tidak tersedia jaringan listrik dan telekomunikasi masih terbatas. Dan antrean di ATM Kupang Urip Sumoharjo   kami menggeser layanan ke kasir. Sementara yang berfungsi normal hanya di Bank Mandiri Mohammad Hatta,” terangnya.

Kami, imbuh Hermawan, meminta kepada GM PLN dan Telkom untuk memprioritaskan perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi. “Saat ini hanya mengandalkan genset dengan keterbatasan karena menggunakan bensin dan solar dan harus me-maintenance dengan ketat,” ujarnya.

BCA Cabang Kupang Optimalkan 9 Unit ATM

Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap saat kunjungan kerja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Selasa siang, 6 April 2021 mengungkapkan berupaya semaksimal mungkin untuk melayani nasabah. “Kami mulai hari ini, karena kemarin (Senin, 5 April 2021, red pasca-badai Siklon Tropis) berupa melakukan normalisasi hingga hari selanjutnya dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Masyarakat sedang mengantre di gerai ATM BCA Cabang Kupang

Kepada awak media, Liau, menjabarkan sebanyak 9 unit ATM BCA yang berfungsi melayani nasabah. “Kami terkendala suplai listrik PLN, untuk sementara menggunakan genset. Sedangkan, ATM yang beroperasi normal terdapat di BCA Cabang Kupang, SPBU Tuak Daun Merah (TDM), Cemara Indah Swalayan, Mall Flobamora, Bandara El Tari, dan Alfa Mart Tofa,” urainya seraya menyampaikan BCA mempunyai 30-an unit ATM di Kota Kupang.

Khusus kantor cabang pembantu BCA di Kampung Solor Kelurahan LLBK, tandas Liau, terdampak badai sehingga sementara tak beroperasi normal. “Badai menyebabkan gedung rusak sehingga harus diperbaiki,” tandasnya sembari mengungkapkan bahwa layanan digital berupa M-Banking, Internet Banking, dan E-Channel berjalan normal.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Listrik di Bank NTT Sudah Normal, 15 ATM Siap Layani Masyarakat

209 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat kunjungan hari ketiga pada Kamis siang, 8 April 2021, guna memantau layanan Perbankan (pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, red) di Kantor Pusat Bank NTT dan disambut oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho beserta jajaran direksi.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sebanyak 23 Bank di Kota Kupang telah beroperasi secara normal pasca-Badai Siklon Tropis Seroja (Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 10.00 WITA). “Jadi, hari ini tanggal 8 April, 23 Bank di Kupang telah beroperasi secara normal, walaupun sebagian besar masih menggunakan genset karena belum dapat suplai listrik dari PLN,” ungkapnya seraya meminta Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho untuk menjelaskan perihal kondisi operasional Bank NTT pasca-badai.

Kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alex menyampaikan bahwa operasional Bank NTT telah berjalan normal sejak Selasa, 6 April 2021. “Setelah kami melakukan langkah Contingency Plan dan hasil monitoring terhadap kantor cabang pembantu, cabang pembantu, dan kantor kas. Memang beberapa unit belum bisa beroperasi normal, contohnya Unit Sabu yang diterjang badai . Namun, kantor cabang lain, seperti Kantor Cabang Pembantu Naikliu yang tetap beroperasi meski terbatas listrik dan bahan bakar,” urainya seraya mengungkapkan kondisi tersebut dilakukan dengan baik oleh Direktur Utama Bank NTT, Yohanes Landu Praing dan tim.

Di Kota Kupang, Dirut Bank NTT memastikan terdapat 15 mesin ATM telah beroperasi. Kelima belas mesin tersebut antara lain Gerai ATM di Kantor Pusat, ATM Disabilitas Kantor Pusat, di Hotel On The Rock, KCU Oebobo, SPBU Oeba, Flobamora Mall, ATM Bandara El Tari, Kas BTN, RS Kartini, KCP Wali Kota, dan Gerai ATM Kuanino.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memantau progress penormalan layanan Perbankan dengan jajaran direksi Bank NTT

Hary pun menyoroti antrean penggunaan layanan mesin ATM pasca bencana. Menurutnya, momen ini jadi waktu yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan transaksi non tunai seperti mobile banking, juga sebagai salah satu transaksi sehat di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Bank NTT pun turut menggelar aksi donasi kemanusiaan atas bencana alam yang terjadi di NTT. Masyarakat dapat berdonasi melalui kanal yang telah disiapkan oleh Bank NTT melalui Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI. Hingga 7 April 2021 , jumlah donasi yang telah terkumpul sebesar Rp.57.668.000,- (Lima puluh tujuh juta enam ratus enam puluh delapan ribu rupiah).

Selain menggalang donasi, Bank NTT juga memberi bantuan berupa 15 ton beras di Kabupaten Kupang, dan 5 ton masing-masing di Ile Ape dan Adonara,air minum, dan tandon air untuk menampung air untuk masyarakat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

BI Perwakilan NTT Bantu 750 Warga Terdampak Badai di Kota Kupang

171 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan wilayah Kota Kupang pada Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 yang meluluhlantakkan jaringan listrik dan telekomunikasi, fasilitas umum, gedung pemerintahan dan swasta, dan rumah-rumah warga.

Menyikapi kondisi tersebut, maka Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT menyalurkan bantuan bagi 750 Warga Kota Kupang yang tersebar di Kelurahan Oebobo, Oetete, Fatubesi, Kayu Putih, dan Kelurahan Oesapa Barat. Bantuan BI Peduli Korban Badai Siklon Tropis berupa beras, minyak goreng, gula pasir, dan terigu.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/04/06/pasca-badai-siklon-di-ntt-layanan-perbankan-kembali-normal/

Penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Lurah Oebobo, Jon Purba pada Selasa sore, 6 April 2021 di Kantor Lurah Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kepada Lurah dan Warga Oebobo yang hadir untuk menerima bantuan, I Nyoman Ariawan Atmaja mengungkapkan bahwa Program Sosial Bank Indonesia sebagai bentuk kepedulian dari seluruh Dewan Gubernur Bank Indonesia. “Jadi, total paket sembako yang kami bagikan ada 750. Untuk Oebobo dapat 200 paket, Oetete 150, Fatubesi 140, Kayu Putih 130, dan Oesapa Barat 130 paket,” urainya seraya menyampaikan telah berkoordinasi dengan Wali Kota Kupang.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/05/pasca-badai-siklon-tropis-seroja-kota-kupang-lumpuh/

Ke depan, tandas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, pihaknya bakal melihat perkembangan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana di Adonara dan Lembata.

Sementara itu, Lurah Oebobo Jon Purba menyampaikan limpah terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan NTT yang telah peduli kepada warga yang terdampak badai siklon tropis. Pihaknya telah mendata korban badai. “Hingga kini, kami telah mendata, ada 57 KK yang terdampak, namun kami terus mendata karena terkendala listrik padam. Kemungkinan lebih banyak yang terdampak,” ulasnya.

Salah satu warga Oebobo, Mercy (36) mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang telah memberikan bantuan. “Kami sangat bersyukur karena Bapa (I Nyoman Ariawan Atmaja, red) sudah membantu kami dan hanya bisa mengucapkan terima kasih. Dan semoga Bapa diberikan umur panjang, dan selalu diberkati Tuhan dalam setiap tugas dan karya,” ucapnya sembari mengungkapkan bahwa rumahnya ditindih pohon roboh.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Pasca-Badai Siklon di NTT, Layanan Perbankan Kembali Normal

253 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi NTT, layanan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tetap berlangsung normal, baik layanan tunai berupa penyetoran dan penarikan Bank serta penukaran, maupun layanan non tunai berupa pertukaran warkat debet. Termasuk layanan Bank Umum kembali beraktivitas normal pada Selasa, 6 April 2021.

Di wilayah Provinsi NTT terdapat 62 kantor cabang Bank dan 313 ATM Bank serta layanan kliring di pada 15 Perbankan dan 2 Penyelenggara Warkat Debet (PWD) telah beroperasi.

Guna memastikan kembali beroperasinya layanan Perbankan khususnya di Kota Kupang, maka Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmajaya langsung meninjau 4 (empat) Bank pada Selasa siang, 6 April 2021. Kunjungan awal Nyoman Ariawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kupang di Kelurahan Tode Kisar dan disambut oleh Kepala BNI Cabang Kupang, I Gede Wirata dan staf.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Nyoman Ariawan Atmaja (kanan) dan Kepala BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto (kiri)

Kepada awak media, Ia menyampaikan bahwa Bank Indonesia selalu bekerja sama dengan Perbankan dan lembaga terkait. “Termasuk kita berterima kasih kepada teman-teman PLN dan Telkom yang telah menyediakan jaringan listrik dan telekomunikasi sehingga seluruh pembayaran tunai dan non-tunai di seluruh Nusa Tenggara Timur khususnya Kota Kupang dan daerah lain dapat berjalan dengan baik,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja.

Selain itu, tandas Nyoman, kunjungan ini juga untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Perbankan siap melayani karena biasanya usai bencana, masyarakat membutuhkan uang tunai misalnya untuk membeli sembako dan keperluan lainnya.

Sementara itu, Kepala BNI Cabang Kupang, I Gede Wirata, menyampaikan bahwa layanan BNI khususnya anjungan tunai mandiri (ATM) BNI yang sementara tak berfungsi atau off akibat badai sebanyak 20 unit. “Total ATM BNI di dalam Kota Kupang sebanyak 105 unit, sementara ini antrean masih wajar dan tak mengalami kendala dan aktivitas lain telah berfungsi normal dengan jam pelayanan sejak pukul 09.00—15.00 WITA,” urainya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Nyoman Ariawan Atmaja (tengah) bersama Kepala BCA Cabang Kupang, Liau Tjung Nyap (kanan) dan staf

Selanjutnya, I Nyoman Ariawan mengunjungi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kupang dan diterima oleh Stefanus Juarto selaku Pemimpin Cabang. Kepala awak media, Stefanus mengungkapkan seluruh unit kerja BRI telah melakukan pelayanan termasuk ATM. “Untuk sementara ATM yang berfungsi 15 yang berada di unit kerja sedangkan 58 ATM lain belum berfungsi terkait belum adanya pasokan listrik,” terangnya sembari menyampaikan unit kerja BRI Sabu Raijua pun telah normal pasca-badai.

Kunjungan berikutnya, I Nyoman Ariawan memantau aktivitas Perbankan di Bank Central Asia (BCA) dan Bank Artha Graha. Ia pun memastikan Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Perbankan guna melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga operasional sistem pembayaran dan pemenuhan kebutuhan uang rupiah senantiasa dapat dilaksanakan.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Pantau Stok dan Harga Sembako Jelang Natal di Kota Kupang, Ini Imbauan TPID

152 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Jelang Hari Raya Natal, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang melakukan pemantauan ketersediaan stok dan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) pada distributor dan pasar tradisional di Kota Kupang, pada Kamis, 17 Desember 2020. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man memimpin dan memantau langsung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang , Djidja Kadiwanu, S.E.

Turut serta perwakilan dari perangkat daerah lainnya yang tergabung dalam TPID seperti Bulog, Angkasa Pura, Satgas Pangan Provinsi NTT, Badan Pusat Statistik (BPS), Direktur Keuangan PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., M.Si. Direktur Pemasaran PD Pasar, Maksi Nomlene, S.H., M.H. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Muhammad Khairil, SSTP, M.Si. serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji, S.STP, M.Si.

Pemantauan awal di gudang distributor CV Sumber Cipta yang terletak di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak. Wawali dan TPID disambut langsung oleh Direktur CV Sumber Cipta, Fernando Gontai yang memastikan stok sembako mereka cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang hingga tiga bulan ke depan. Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung gudang persediaan beras, gula dan tepung terigu mereka.

Setelah memantau ketersediaan stok pada distributor, rombongan beranjak menuju Pasar Kasih Naikoten I untuk memantau kenaikan harga sembako jelang Hari Raya Natal. Beberapa pedagang diwawancarai untuk mengetahui perkembangan harga sembako seperti daging ayam, daging sapi dan bumbu dapur.

Wakil Wali Kota Herman, melalui pengeras suara memberikan imbauan kepada seluruh pengguna pasar baik pembeli maupun penjual untuk mematuhi protokol kesehatan terutama memakai masker dan menyampaikan jika tidak ditaati, maka Pemkot Kupang akan mengambil langkah tegas untuk menutup sementara pasar tersebut demi alasan kesehatan warga.

Usai melakukan pemantauan di pasar, rombongan kembali ke Kantor Wali Kota Kupang untuk mengikuti Rapat Koordinasi TPID Kota Kupang guna membahas langkah antisipatif mencegah laju inflasi. Dari hasil pantauan tersebut diketahui bahwa stok sembako di Kota Kupang, masih aman untuk beberapa bulan ke depan.

Tim TPID saat memantau stok sembako

Sementara di pasar terjadi kenaikan harga yang cukup mencolok terutama pada beberapa bahan makanan seperti daging. Untuk itu, dr. Herman Man mengajak semua unsur yang tergabung dalam TPID untuk bersama-sama menekan laju inflasi di Kota Kupang sesuai tupoksi masing-masing.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menjelaskan inflasi di Kota Kupang per November 2020 sebesar 0,22 persen masih dalam taraf wajar. Kenaikan harga menjelang hari raya seperti saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar. Dari hasil pantauan kenaikan harga tidak hanya pada daging ayam, daging sapi dan telur saja tetapi juga pada bumbu dapur seperti bawang dan cabe.

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian TPID. Di antaranya; untuk keterjangkauan harga agar melaksanakan pemantauan harga komoditas pokok masyarakat serta sidak pasar dan melaksanakan pasar murah. Untuk memastikan ketersediaan stok menurutnya, TPID perlu melakukan koordinasi dengan distributor penyedia komoditas pokok untuk memperkuat ketersediaan pasokan dan melaksanakan pemantauan pasokan komoditas pokok.

Selain itu, TPID juga perlu menjaga kelancaran distribusi melalui Pelabuhan Tenau dengan memprioritaskan komoditas pokok masyarakat. TPID bersama Pemkot Kupang juga perlu mengelola ekspektasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat agar tidak melakukan panic buying serta menggunakan transaksi non tunai.

Sementara itu Jhon Blegur, perwakilan dari Satgas Pangan Provinsi NTT mengakui beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pelindo soal bongkar muat sembako terutama daging dan telur yang dipasok dari luar, karena beberapa pengusaha dan distributor sempat mengeluhkan lambatnya proses bongkar muat akibat mesin yang rusak. Mereka juga melakukan pemantauan di lapangan terkait dugaan penimbunan dan menurutnya hingga saat ini tidak ditemukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP.M.Si, pada kesempatan yang sama menjelaskan untuk memastikan ketersediaan stok di pasar, pihaknya telah memberikan izin bagi angkutan pick up yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang untuk masuk mengangkut stok sembako ke dalam pasar. Sementara untuk proses bongkar muat pihaknya sudah berkomunikasi dengan perusahaan ekspedisi untuk melakukan bongkar muat di gudang dan pada malam hari sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan dalam kota dan menimbulkan kemacetan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)
Editor (+rony banase)

Dorong Geliat Ekonomi NTT Melalui Expo Kreatif Anak Negeri 16—17 September 2020

475 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT (FKLJK); Pemprov NTT (Biro Ekonomi dan Kerja Sama, Biro Umum, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja); Bank NTT, Himbara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, dan Kanwil DJPb Provinsi NTT menyelenggarakan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 bakal dilaksanakan pada 16—17 September 2020 di Milenium Ballroom Kupang.

Expo UMKM Anak Negeri 2020 ini akan menghadirkan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), perbankan dan pasar atau investor. Diharapkan melalui Expo ini, terbangun komunikasi dengan jejaring yang ada demi mendorong geliat ekonomi NTT melalui sektor UMKM.

Ketua FKLJK NTT yang juga merupakan Plt. Direktur Utama Bank NTT Hary Alexander Riwu Kaho, saat sesi konferensi pers bersama awak media, pada Kamis siang, (10 September 2020) di Subasuka, menjelaskan, Expo UMKM Kreatif Anak Negeri 2020 ini akan terbangun keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dalam Expo tersebut akan dihadirkan pihak Standar Nasional Indonesia (SNI), Hak Atas Kekayaan Intelektual Indonesia (HAKI), Sertifikat Halal, Pengawas Obat dan Makanan, Kemenkumham serta pihak lainnya untuk membantu kebangkitan UMKM di NTT.

Turut hadir dalam sesi konferensi pers tersebut yakni Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT, Robert Sianipar; Kepala Biro EKS Prov NTT; Dr. Lery Rupidara, M.Si. Kepala Perwakilan BI, I Nyoman Ariawan Atmaja; Kakanwil DJPb, Lidya Kurniawati Christyana; dan Kepala Dinas Kopnakertrans Prov NTT; Sylvia Peku Djawang, S.P., M.M.

Suasana konferensi pers Expo Kreatif Anak Negeri 2020 pada Kamis, 10 September 2020 di Subasuka 

Alex Riwu Kaho pun menambahkan, dalam Expo UMKM Kreatif Anak Negeri 2020 ini terbagi dalam empat fase yakni; Bussiness Matching, Choaching, Parade UMKM dan Coffee Talk. Berbagai jenis produksi UMKM, serta kreativitas-kreativitas lain bisa dilihat dalam kegiatan Expo ini. Menurutnya, yang akan membuka kegiatan ini yakni Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nai Soi, sementara Gubernur Viktor Laiskodat direncanakan akan menutup kegiatan.

Masih menurut Alex, Kondisi perekonomian Nusa Tenggara Timur sendiri, sebelum pandemi Covid-19 memang kurang geliat, padahal sesungguhnya NTT sangat potensial dan menjanjikan. UMKM adalah pilar utama struktur ekonomi riil NTT. Pelaku usaha di NTT, ± 97% adalah UMKM atau sejumlah 105.180 unit.

“Ini adalah suatu kekuatan besar dalam arti kualitas dan kuantitas jika dikembangkan dengan baik. Kurang bergeliatnya sektor riil UMKM ini antara lain disebabkan oleh faktor pilihan core business /produk; manajemen; keuangan; market termasuk digitalisasi yang kurang ekspansif,” beber Alex Riwu Kaho.

Adapun komoditi/produk unggulan NTT (K/PJU) yang memerlukan pengembangan antara lain :

  • Jagung, antara lain dengan fokus pengembangan pada industri tepung jagung, pakan ternak;
  • Kopi, antara lain dengan fokus pengembangan pada kopi bubuk dan kopi instan;
  • Kakao, antara lain dengan fokus pengembangan pada pasta kakao, lemak kakao, makanan dan minuman kakao;
  • Mete, antara lain dengan fokus pengembangan pada mete organik dan pakan ternak;
  • Kelapa, antara lain dengan fokus pengembangan pada Virgin Coconut Oil, Briket arang, pakan ternak, industri kerajinan;
  • Daging, antara lain dengan fokus pengembangan pada industri dendeng, daging kaleng, daging giling, bakso;
  • Ikan, antara lain dengan fokus pengembangan pada industri tepung ikang, industri sei ikan, industri pakan ternak;
  • Rumput laut, antara lain dengan fokus pengembangan pada karagenan, industri pakan ternak;
  • Garam, antara lain dengan fokus pengembangan pada garam industri , garam farmasi;
  • Kelor, antara lain dengan fokus pengembangan pada tepung kelor, industri makan dan minuman dari kelor;
  •  Tenun ikat, antara lain dengan fokus pengembangan pada industri fashion dan souvenir;
  • Usaha-usaha terkait sektor pariwisata;
  • Budidaya padi sawah;
  • Budidaya pisang;
  • Angkutan antar desa;
  •  Usaha penangkapan ikan;
  • Toko sembako;
  • Pedagang pengumpul hasil pertanian;
  •  Budidaya tomat (Quick win Bank Indonesia Perwakilan NTT).

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan dalam Expo ini yang menjadi penekanan adalah Bussiness Matching. Menurut dia, ada dua hal penting di dalamnya yakni dari perbankan untuk UMKM untuk menyerap likuiditas di perbankan, dan dari UMKM kepada pembeli, ini akan menjadi pola utama dalam Expo. Jika ini berhasil, maka perlu lakukan replikasi secepatnya agar ekonomi NTT bisa segera pulih.

Sementara, Kepala OJK NTT, Robert Sianipar pada kesempatan itu mengatakan dengan adanya banyak pihak yang diundang pada kegiatan Expo ini, diharapkan adanya peran aktif dari semua komponen agar bisa membuat market (pasar) sendiri di NTT.

Sumber berita utama (*/Humas Bank NTT)
Penulis, editor dan foto (+rony banase)