Arsip Tag: wakil wali kota kupang

Kasus Covid-19 Menanjak, Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

532 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak awal Juni 2021, jumlah kasus Covid-19 semakin menanjak naik, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk bertindak cepat, dengan melakukan penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021, mengatakan menindaklanjuti instruksi nasional terkait penebalan atau penguatan PPKM Mikro, maka rapat juga bertujuan untuk menyiapkan poin-poin penegasan yang akan dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Kupang terbaru per 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang, berdasarkan kondisi terkini Kota Kupang.

Saat menyampaikan keterangan pers kepada media usai rapat, dokter Hermanus Man mengakui saat ini ada 2 (dua) kelurahan di Kota Kupang yang masuk kategori zona merah. Sementara 5—7 kelurahan masuk kategori zona oranye dan 33 lainnya masuk kategori zona kuning. Ia minta agar warga Kota Kupang tidak panik, namun tetap waspada dan selalu patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Ditambahkan dokter Hermanus Man, ada sejumlah catatan yang akan dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Kupang terbaru menyikapi kondisi terkini, baik untuk daerah merah, oranye, kuning, hijau dan semua kelurahan dan merujuk pada instruksi nasional tentang penebalan PPKM Mikro yang mengatur sejumlah kegiatan masyarakat, baik di perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, restoran, warung, café, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, taman, obyek wisata, fasilitas umum, hajatan serta rapat atau seminar yang disesuaikan dengan kondisi terkini wilayah masing-masing.

Menurutnya SE Wali Kota Kupang yang akan berlaku pada Selasa, 22 Juni 2021, juga mengatur beberapa hal, antara lain tentang perlunya meningkatkan koordinasi gugus tugas tingkat kelurahan, dengan melibatkan semua pihak terkait sampai pada RT/RW, tokoh masyarakat juga tokoh agama.

Dokter Hermanus Man meminta kepada BPBD Kota Kupang untuk segera memproses dana gugus tugas tingkat kelurahan, karena sudah dianggarkan. “Semua pejabat harus punya sense of crisis, kalau ditunda korban bisa makin banyak. Jangan lengah karena tiap hari peningkatan kasus di atas angka 10,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat memimpin rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, pada Selasa, 22 Juni 2021

Ia juga minta agar para petugas memperkuat dan mempertegas edukasi tentang 5M dan 3T di tingkat kelurahan, terutama tempat-tempat umum seperti pasar, pertokoan, mall dan rumah ibadah. Perlu juga diperkuat koordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanaan 3T pada semua kasus dan kontak.

Menurut Wakil Wali Kota Kupang dua periode ini, perlu juga ada pemetaan penyebaran kasus dan kontak per RT setiap hari. “Bila di dalam satu RT terdapat lebih dari 10 kasus positif, maka dilakukan penutupan (lockdown) RT tersebut. Karena itu tata cara dan protokol tetap lockdown perlu disosialisasikan kepada seluruh warga,” tegas dokter Hermanus Man.

Selain itu, imbuh dokter Hermanus Man, karena mobilitas penduduk dari luar daerah ke Kota Kupang cukup tinggi, Ia menilai perlu dilakukan pemantauan tiap hari bagi setiap pendatang baru, dengan memperhatikan status Covid-19 yang bersangkutan atau hasil rapid test-nya. Petugas di Puskesmas juga diminta untuk secara aktif mendistribusikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan pada semua kasus dan kontak.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mantan Kepala Dinas Kesehatan di Alor dan Kabupaten Kupang itu juga mengimbau agar warga mengonsumsi makanan-makanan dan buah seperti pisang, jeruk, selada air, bawang putih, susu serta herbal lainnya yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kepada semua Lurah di Kota Kupang dan jajarannya Wakil Wali Kota Kupang mengimbau untuk segera meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga menurutnya perlu terus dilakukan tidak henti-hentinya, termasuk menaati SE Wali Kota Kupang tentang PPKM Mikro terbaru.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Didok, S.Pd., M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP,M.Si. Kepala Dinas Perindag Kota Kupang, Djidja Kadiwanu,S.E, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kabid dari Kominfo Kota Kupang, Kabid dari Satpol PP Kota Kupang serta KTU RSUD SK Lerik Kota Kupang. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang Capai 102,76 Persen

285 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Rasio efektivitas merupakan perbandingan realisasi PAD dengan target PAD berdasarkan potensi riil yang bertujuan menggambarkan kemampuan Pemda dalam merealisasikan PAD yang ditargetkan. Sementara, Rasio pertumbuhan merupakan salah satu indikator untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat membacakan Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Kupang Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kota Kupang, pada Sabtu, 12 Juni 2021; mengatakan bahwa Rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Kupang mencapai 102,76 persen.

Menurut Hermanus Man, realisasi PAD Kota Kupang TA 2020 sebesar 167 miliar 530 juta 108 ribu 45 rupiah 48 sen dari target sebesar 163 miliar 30 juta 592 ribu 170 rupiah atau 102,76 persen. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Selain rasio pertumbuhan, indikator lain untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah adalah rasio kemandirian, yang mengukur tingkat kemandirian Pemda dalam pendanaan aktivitasnya sebagai indikator tingkat partisipasi masyarakat lokal terhadap pembangunan daerah, indikator perkembangan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakatnya.

Wakil Wali Kota Kupang menyerahkan Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Kupang Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 kepada DPRD Kota Kupang

Untuk tahun anggaran 2020, imbuh Hermanus Man, rasio kemandirian keuangan daerah Kota Kupang mencapai 18,67 persen. Rasio ini dapat diukur dengan membandingkan jumlah PAD terhadap bantuan Pemerintah Pusat dan Provinsi ditambah jumlah pinjaman (selain utang PFK dan utang pajak PPN/PPH).

Ditambahkan Wakil Wali Kota Kupang dua periode ini, indikator lain untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah adalah rasio pertumbuhan, yang menunjukkan seberapa besar kemampuan Pemerintah Daerah dalam mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya yang telah dicapai dari periode ke periode.

“Untuk tahun anggaran 2020, rasio pertumbuhan PAD Pemkot Kupang mencapai 10,46 persen. Selain itu ada juga rasio aktivitas yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam memprioritaskan alokasinya pada belanja tidak langsung atau pada belanja langsung secara optimal. Untuk TA 2020 rasio aktivitas Pemkot Kupang untuk belanja tidak langsung sebesar 41,26 persen sedangkan untuk belanja langsung sebesar 58,74 persen,” terang Wakil Wali Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja sama dan kemitraan antara Pemkot Kupang dengan DPRD Kota Kupang, sehingga bisa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Kupang TA 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir dari seluruh proses pengelolaan keuangan daerah, akan tetapi sebagai tolak ukur atas ketaatan, akuntabilitas dan transparansi dalam mengelola sumber pendapatan, belanja dan kekayaan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Finalisasi Data Korban Bencana NTT Tahap I 30 April, Verifikasi II 3 Mei

679 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan batas akhir penyampaian data korban bencana seharusnya pada Senin, 26 April 2021. Namun, masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan. Demikian penegasannya saat penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) tahap I pasca-bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT yang selanjutnya diserahkan kepada wali kota/bupati penerima DTH tahap I di ruang rapat gubernur, pada Rabu, 28 April 2021.

Gubernur VBL pun kembali menegaskan batas akhir penyampaian data pada Jumat 30 April 2021 pukul 00.00 (24.00 WITA).

“Saya minta perhatian serius para Bupati/Wali Kota. Lewat satu menit saja, bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan Senin, 3 Mei sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap Bupati,” ulasnya.

VBL lalu menyampaikan maaf kalau harus tegas dan keras. “Karena untuk hal-hal extraordinary,  pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegasnya.

Gubernur VBL Ucap Terima Kasih kepada Presiden Jokowi dan BNPB

Gubernur VBL menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, Kepala BNPB sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami,  para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat,” ujar Gubernur VBL di hadapan Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi; Bupati Kupang, Korinus Masneno; Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Bupati lain yang mengikuti secara virtual.

Menurut VBL, sebagai Gubernur yang punya pengalaman lapangan, ia melihat apa yang telah dilakukan Kepala BNPB menunjukkan panggilan pelayanan dengan hati nurani dan keberanian luar biasa. Inilah ciri khas pemimpin.

“Saya tahu situasi saat itu sangat sulit untuk mendarat atau landing di NTT. Kecepatan angin kira-kira 80 km per jam sangat berat untuk pesawat mendarat. Saya juga tahu Kepala BNPB coba landing di Flores Timur, tapi tidak bisa. Dan akhirnya putuskan mendarat di Maumere. Ini ciri khas pemimpin yang berani berdiri di depan dan ambil langkah tegas. Semangat seperti ini harus terus dipupuk oleh semua pemimpin di NTT. Sekali lagi, respek saya untuk Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dan jajaran, ” ungkap Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat menerima simbolis DTH Tahap I dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama.  Gubernur mengingatkan kepada para Bupati/Wali Kota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat. “Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya.  Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para Bupati/Wali Kota,” ujarnya.

Dana Tunggu Hunian (DTH) 10 Kabupaten di NTT Rp.7,4 Miliar

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB,  Brigjen. Syahyudi mengatakan DTH merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana Siklon Tropis Seroja yang rumahnya terkategori Rusak Berat (RB) . Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.

“Kita menghindari adanya konsentrasi warga di tempat pengungsi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Besaran dana ini adalah Rp.500 ribu per bulan untuk setiap KK. Tahap pertama ini diberikan untuk tiga bulan. Selanjutnya akan ada tahap kedua untuk 3 bulan berikutnya,” jelas Syahyudi.

Lebih lanjut, Syahyudi mengungkapkan DTH tahap I tersebut diberikan kepada 10 Kabupaten yang sudah memasukkan data. Jumlahnya sebesar Rp. 7.405.500.000,- (Tujuh Miliar Empat Ratus Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana ini diperuntukkan bagi Kabupaten Kupang sebanyak 2.060 rumah, TTU 62 rumah,  Malaka 556 rumah,  Belu 28 rumah,  Alor 733 rumah, Lembata 238 rumah, Flores Timur 234 rumah,  Nagekeo 3 rumah, Sumba Timur 762, dan Kota Kupang 261 rumah.

“Dana ini langsung kami transfer ke rekening daerah. Kami harapkan agar usulan rumah baik itu Rusak Berat,  Rusak Sedang dan Rusak Ringan agar segera finalisasi sesuai fakta yang ada. Jangan sampai ada yang dobel. Seharusnya batas akhir tanggal 26 April,  kami harapkan minggu ini sudah selesai. Terkait lokasi untuk relokasi, kami harapkan harus benar-benar clear. SK usulan data dari Pemerintah Daerah juga harus jelas, apa yang sudah dikirim benar-benar harus merupakan hasil validasi dan verifikasi,” pungkas Syahyudi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTT,  Isyak Nuka mengungkapkan DTH yang diserahkan adalah yang sudah dibuatkan SK oleh (Pemerintah) Pusat. Sudah divalidasi dan diverifikasi. Masih ada sebelas Kabupaten yang belum masukan data.

“Yang belum masukan 11 (sebelas) kabupaten. Kalau kemarin semua masukan,  pasti semua sudah terima tahap I, jumlahnya bisa dua kali lipat. Tadi terimanya baru tahap I, tiga bulan lagi mereka terima tahap II dan selesai. Terkait yang rusak ringan dan rusak sedang, sesuai petunjuk pusat akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Sementara yang rusak berat akan diproses dan diadakan pembangunannya oleh pihak ketiga yang semua prosesnya dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelas Isyak.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL  menyerahkan secara simbolis DTH kepada Bupati Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang.  Untuk Kabupaten Kupang sebesar Rp. 3.090.000.000,- (Tiga Miliar Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan Kota Kupang sebanyak Rp.  391.500.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT)

Editor (+roni banase)

HUT Ke-135 Kota Kupang, Pemkot Urai Penanganan Covid-19 & Badai Seroja

232 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Seroja dan Pandemi Covid-19 yang masih terus melanda, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore mengajak seluruh warga dan lapisan masyarakat yang ada di Kota Kupang untuk bangkit bersama bersatu padu, saling bahu membahu dan bergandengan tangan memulihkan kota dan mewujudkan cita-cita Kota Kupang yang cerdas, mandiri dan sejahtera.

Imbauan tersebut disampaikan saat refleksi memperingati HUT ke-135 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-25 Kota Kupang sebagai daerah otonom pada Minggu, 25 April 2021. Refleksi dibacakan secara bergantian oleh Wali Kota Kupang dengan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan disiarkan secara virtual dari ruang rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Senin, 26 April 2021. Turut hadir Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos dan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si.

Diakui Wali Kota Jefri, HUT Kota Kupang tahun 2021 seperti tahun 2020, tidak dirayakan dalam kemeriahan, tapi diperingati dalam kesederhanaan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi yang dialami saat ini pasca-Badai Seroja dan Covid-19. Namun, sebagai insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam segala hal kita patut terus berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan menikmati hasil pembangunan di Kota Kupang.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga berkesempatan memaparkan berbagai pencapaian Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan Kota Kupang Layak Huni, Cerdas, Mandiri Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN, sesuai visi pembangunan Kota Kupang yang diformulasikan ke dalam 6 (enam) misi pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Tahun 2017—2022 antara lain  upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga Kota Kupang, peningkatan perekonomian, akses pelayanan perizinan dan penciptaan lapangan kerja,  peningkatan kualitas infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan suku, agama, ras dan antar golongan.

Diakui Wali Kota Jefri, capaian pembangunan ini dapat terwujud karena adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. ”Tanpa sinergitas yang solid antara pemerintah, DPRD dan lembaga-lembaga serta mitra Pemerintah Kota Kupang lainnya tentu perwujudan visi dan misi pembangunan mustahil dapat terealisasi,” tambahnya.

Pandemi Covid 19 Belum Usai

Wali Kota juga mengingatkan seluruh warga Kota Kupang bahwa pandemi Covid-19 belum usai. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Kupang per 25 April 2021 total kasus telah mencapai 6.559 orang, 172 orang meninggal dan 635 orang lainnya masih dirawat baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menyampaikan progres penanganan Covid-19

Dokter Hermanus Man pun menambahkan, hingga saat ini pemerintah terus melakukan koordinasi terkait penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang juga tanggap dengan melihat tren perkembangan kasus Covid-19 di Kota Kupang. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang ikut mendukung penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

Pada tahun 2020, Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD untuk penanganan Covid-19 di Kota Kupang Rp.50 miliar lebih dengan realisasi sebesar 46 miliar rupiah lebih atau 91,06 persen dengan prioritas pada penanganan kesehatan sebesar hampir 22 miluar rupiah dengan realisasi sebesar 21 miliar rupiah lebih atau 95,88 persen dan penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi dengan pagu anggaran sebesar 25 miliar rupiah lebih dengan realisasi sebesar 21 miliar rupiah lebih atau 86,31 persen.

Tahap Pertama Pemkot Kirim Data 2553 KK ke BNPB

Wali Kota menambahkan Badai Seroja yang melanda Kota Kupang dan sejumlah wilayah di NTT pada 3—5 April 2021 telah menimbulkan banyak kerusakan. Untuk menanggulangi kondisi ini, Pemkot Kupang didukung pemerintah pusat dan provinsi, melalui instansi teknis bersama para camat dan lurah dibantu oleh perangkat RT/RW di masih melakukan pendataan, verifikasi, validasi secara faktual di lapangan serta uji publik.

Saat ini, sebanyak 2.553 data kepala keluarga tahap 1 siap dikirim ke BNPB pusat untuk ditindaklanjuti, sedangkan sisanya masih akan dilakukan verifikasi, validasi dan uji publik tahap yang ke-2 hingga usai masa tanggap darurat pada 2 Mei 2021 mendatang. Pemerintah akan menyiapkan lokasi untuk merelokasi 314 kepala keluarga di Kelurahan Bakunase 2, Kolhua, Bello, Merdeka, Oebufu, Maulafa, Fatubesi dan Kelurahan Liliba yang kehilangan tempat tinggal akibat dampak banjir dan longsor saat terjadi Badai Seroja.

“Saya mohon kesabaran serta dukungan doa dan partisipasi bapa mama basudara agar petugas dapat bekerja maksimal sehingga bantuan dapat segera direalisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)

Editor (+roni banase)

Instansi Teknis Siaga Bencana, dr. Herman Man: Masyarakat Siaga & Waspada

213 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dampak cuaca ekstrem dari Badai Siklon Tropis yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu, 3 April 2021, mengakibatkan curah hujan deras dengan luapan air dan terjadi banjir, disertai angin kencang dan pohon tumbang.

Menyikapi kondisi tersebut, maka Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man pada Minggu siang, 4 April 2021 pukul 12.44 WITA saat dihubungi Garda Indonesia menyatakan bahwa telah berkoordinasi dan memerintahkan instansi teknis terkait untuk cepat melaporkan jika terjadi bencana. “Kemarin sore (Sabtu, 3 April 2021, red) saya memerintahkan instansi teknis terkait aspek koordinasi untuk segera melaporkan jika terjadi bencana,” ungkapnya.

Instansi teknis terkait di Kota Kupang yang siaga bencana, imbuh dr. Herman Man, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, PUPR, Pol PP, Camat, dan Lurah. “Oleh karena itu, BPBD telah membuat 2 (dua) regu lapangan dengan posko terutama untuk mengatasi pohon tumbang,” urainya.

Dokter Herman Man pun sempat melihat dari dekat RS Bhayangkara yang terdampak luapan air dari kali kecil ke jalan raya akibat tumpukan sampah. Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang juga memantau langsung kondisi Pantai Warna Oesapa. “Sayang, Saya tak sempat memantau kondisi pantai Namosain, karena harus ke Naikolan,” ungkapnya seraya menyampaikan belum bisa memastikan apakah bantuan Pemkot Kupang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

Terkait postingan di media sosial, Dokter Herman Man mem-posting atau mengunggah ramalan cuaca dari BMKG dan mengimbau masyarakat Kota Kupang melalui media sosial yakni facebook agar siaga dan waspada. “Tidak perlu keluar rumah, di samping Covid-19, juga kita mencegah jika ada pohon tumbang,” pintanya.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Forum Anak Kota Kupang, dr. Herman Man: Anak Corong Protokol Kesehatan

216 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man minta anak-anak  untuk bisa menjadi corong penegakan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing. Permintaan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Forum Anak Tingkat Kota Kupang Tahun 2021 yang diikuti secara daring dari ruang kerjanya, pada Kamis, 18 Maret 2021.

Kepada anak-anak peserta workshop, dokter Herman Man menyampaikan Covid-19 kini sudah menjadi pandemi yang menyebar luas dalam waktu singkat di seluruh dunia, termasuk Kota Kupang. Karena itu dia meminta agar anak-anak selalu hati-hati. Dalam materinya selain memaparkan tentang situasi terkini Covid-19 di Kota Kupang, ia juga menjelaskan tentang bagaimana upaya Pemerintah Kota Kupang memastikan anak-anak aman dari wabah Covid-19.

Menurutnya salah satu upaya pencegahan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Kupang adalah dengan secara rutin melakukan operasi penegakan protokol kesehatan atau yang lebih dikenal dengan operasi Pro Kasih. Dalam operasi tersebut masyarakat diimbau untuk menerapkan 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi interaksi/mobilisasi.

Anak-anak, tambah dokter Herman Man, juga bisa ikut berperan dalam upaya ini dengan cara membantu mengingatkan keluarga dan orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya yang belum taat prokes, tentunya dengan cara yang santun. Selain penegakan protokol kesehatan, terangnya, Pemerintah Kota Kupang juga gencar mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas, mulai dari usia anak-anak.

Kepada anak-anak dan orang tua, dokter Herman Man meminta agar selalu menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi  seimbang, banyak makan sayur, istirahat yang cukup serta minum air putih yang cukup.  “Tugas kami adalah memastikan anak-anak Kota Kupang sehat. Dengan menggalakkan Germas, anak-anak bisa hidup sehat dan jauh dari Covid-19,” tandasnya.

Workshop Forum Anak Kota Kupang juga menghadirkan narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Kupang, Ir. Clementina Soengkono, Ketua Forum Anak Kota Kupang, Putra A.N. Bengu dan Fasilitator Nasional Forum Anak, Yolanda O. Kono.

Workshop yang digagas oleh Forum Anak Kota Kupang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang ini diikuti oleh perwakilan Forum Anak dari tingkat kelurahan, perwakilan anak jalanan, perwakilan sekolah-sekolah serta perwakilan anak  kelompok keagamaan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)

Editor (+roni banase)

Hermanus Man Salut Antusiasme Ratusan Lansia Penerima Vaksin Covid-19

268 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diperuntukkan bagi warga lanjut usia dan pelayanan publik di Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man terus melakukan pemantauan jalannya proses vaksinasi baik di puskesmas-puskesmas dan tempat pelayanan publik lainnya.

Pada Senin dan Selasa, 15—16 Maret 2021, dr. Herman Man menyambangi Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase untuk memantau langsung jalannya kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di kedua lokasi tersebut. Saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal untuk lansia di Puskesmas Sikumana pada Senin, 15 Maret 2021, tampak antusiasme warga yang hadir sejak pukul 08.00 WITA  mengikuti proses vaksinasi yang digelar di Puskesmas tersebut.

Didampingi Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto, beberapa Lurah se-Kecamatan Maulafa dan Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dokter Herman Man mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme warga dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. “Saya senang melihat proses vaksinasi di Puskesmas Sikumana hari ini, berjalan sangat baik dan penuh dengan antusiasme masyarakat,” ujarnya.

Seraya menyapa beberapa warga lansia yang sedang dalam antrean, dokter Herman Man menegaskan bahwa antusias masyarakat mengikuti Vaksinasi Covid-19 ini seolah memberi pesan pada kita semua bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebagaimana informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab yang beredar di tengah masyarakat beberapa waktu lalu.

“Ini pertanda bahwa kita akan mampu menang melawan Covid-19,” terang dokter Herman Man.

Selain itu, dokter Herman Man juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas Covid-19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Lansia Penerima Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sikumana

Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jadwal Pelayanan Vaksinasi dilakukan  Setiap hari,  mulai pukul 09.00—11.30 WITA. Stok vaksin yang tersedia untuk Puskesmas Sikumana total berjumlah 51 multi-dose bagi lansia. Selain itu, jumlah OTG yang menjalani isolasi mandiri yaitu sebanyak 51 orang.

Dari pantauan yang dilakukan, untuk Puskesmas Sikumana vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 4.593 orang, sesuai daftar nama yang sudah diverifikasi, dengan perincian jumlah per kelurahan; Kelurahan Naikolan 698 orang, Sikumana 1.301 orang, Oepura 1.382 orang, Kolhua 655 orang, Fatukoa 304 orang dan Kelurahan Belo 253 orang. Sementara yang telah melakukan vaksin sebanyak 171 orang terdiri dari lansia dan pelayanan publik.

Antusiasme warga lansia penerima vaksin Covid-19 juga tampak di Puskesmas Bakunase, ketika dokter Herman Man  berkunjung pada Selasa, 16 Maret 2021 untuk memantau jalannya proses vaksinasi di puskesmas tersebut. Menemui para warga lansia yang sementara tertib dalam antrean, ia menyapa sekaligus memberikan dukungan dan berpesan agar rileks dan tidak tegang petugas menyuntikkan vaksin.

Didampingi Camat Kota Raja, Rudi Abubakar dan Lurah se-kecamatan Kota Raja serta Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, drg. Dian Sukmawati Arkiang, dokter Herman Man mengapresiasi antusiasme para lansia yang hadir untuk menerima vaksin di Puskesmas Bakunase. “Saya senang melihat banyaknya warga yang bersedia dan antusias vaksin. Patut diapresiasi banyak warga lansia datang vaksinasi. Saya berharap agar lebih banyak warga Kota Kupang berusia lansia yang belum untuk tidak takut dan datang untuk divaksin,” tuturnya.

Kepada para RT/RW, tenaga kesehatan, para Lurah, Camat juga TNI dan Polri di Kecamatan Kota Raja, dokter Herman Man mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dan tetap semangat dalam penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Ia pun mengonfirmasi kondisi terkini kasus Covid-19 kepada para lurah di setiap kelurahan yang hadir termasuk situasi lapangan kepada tenaga kesehatan 3T.

Dokter Hermanus Man berdialog dengan Vaksinator Covid-19

Dokter Herman Man mengingatkan kepada para tenaga kesehatan 3T untuk selalu berkoordinasi dengan para lurah serta camat dan kepala UPTD Puskesmas Bakunase agar selalu update setiap informasi terkini. Koordinasi juga terus dilakukan terkait pemantauan dan pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, baik kepada tenaga kesehatan 3T, Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, Camat, para Lurah dan Babinkantibmas.

George Aleks Saununu, warga lanjut usia yang baru saja menerima vaksin, ketika dimintai pernyataannya terkait program vaksinasi covid-19 turut menyampaikan dukungannya kepada pemerintah. “Kita perlu menjunjung tinggi program pemerintah dan ini juga untuk kepentingan kesehatan saya dan orang lain di lingkungan sekitar saya. Untuk itu saya juga berharap agar semua orang mau dan dapat divaksin. Harapan kami sebagai warga, semua komponen terutama pemerintah serius dalam penanganan Covid-19 agar semua cepat normal kembali dan perekonomian pulih,” urainya.

Sementara Olin Mboik, tenaga kesehatan yang bertugas memvaksin para warga di UPTD Puskesmas Bakunase menilai bahwa sejak hari pertama vaksinasi tahap 2 banyak warga lansia yang antusias untuk menerima vaksinasi di Puskesmas Bakunase. Dari data yang ada, terhitung sejak 3 Maret lalu hingga saat ini, di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Bakunase sudah lebih dari seratus orang warga lanjut usia yang menerima vaksin.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan para RT/RW serta lurah dan TNI/POLRI untuk mengimbau warga lanjut usia untuk tidak takut untuk divaksin, karena vaksin ini telah terbukti halal, aman dan teruji secara klinis,” tuturnya.

Untuk termin pertama yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 6 Maret 2021, di UPTD Puskesmas Bakunase ditargetkan sebanyak 527 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 127 petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para tenaga kesehatan, para Camat dan Lurah se-Kota Kupang dan bagi pedagang.

Hingga saat ini, sudah 163 orang lansia yang sudah menerima vaksin. Selanjutnya akan menerima vaksin termin kedua terhitung 28 hari setelah menerima vaksin termin pertama. Adapun jadwal pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Bakunase, dilakukan setiap hari pada pukul 09.00—13.00 WITA, kecuali hari Minggu dan hari libur. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ghe/nyg/jms)

Editor (+roni banase)

Herman Man : Lansia & Petugas Pelayanan Antusias Terima Vaksin Covid-19

158 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man, pada Selasa dan Rabu, 9—10 Maret 2021, kembali mengunjungi puskesmas dan tempat pelayanan publik di Kota Kupang yang telah ditentukan untuk melaksanakan proses Vaksinasi Covid-19. Didampingi Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kota Kupang, para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas, dr. Herman Man mengunjungi dan memantau pelaksanaan vaksinasi di 3 puskesmas dan 1 kantor lurah.

Keempat tempat tersebut yakni Puskesmas Penfui, Puskesmas Oepoi, Puskesmas Oebobo dan Kantor Lurah Manulai II. Menurut dokter Herman Man, dari hasil pantauan terlihat masyarakat terutama lansia dan pelayan publik sangat antusias mengikuti dan siap di vaksin.

Hari sebelumnya, Selasa, 9 Maret 2021, dokter Herman Man memulai kunjungan dari Puskesmas Penfui, dari hasil pantauan diperoleh data target sasaran vaksinasi berjumlah 1.500 orang yang terbagi dalam 3 kelurahan yaitu, kelurahan Penfui, kelurahan Naimata dan kelurahan Maulafa. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 19 multi dos bagi lansia dan 134 lansia bagi tenaga kesehatan. Jadwal pelayanan vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00—13.30 WITA.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dengan Petugas Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Oepoi

Selanjutnya rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Oepoi di Kelurahan Oebufu yang memiliki target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 3.355 orang berupa ketersediaan vaksin 25 multi dos bagi lansia dan 38 single dos bagi pelayan publik. Puskesmas Oepoi melayani masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Oebufu, Kelurahan Liliba, Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Tuak Daun Merah. Jadwal Pelayanan Vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00 WITA—selesai.

Kemudian dokter Herman Man menuju Puskesmas Oebobo, dan berdasarkan informasi yang diperoleh target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 2.260 orang yang terdapat di 3 kelurahan yaitu, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 540 dos dengan jadwal pelayanan, Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00—13.30 WITA.

Pada Rabu, 10 Maret 2021, dr. Herman Man melanjutkan kunjungan ke Kantor Kelurahan Manulai II, yang mana target sasaran vaksinasi berjumlah 100 orang pada termin I yang meliputi Kelurahan Naioni, Kelurahan Manulai II dan Kelurahan Batuplat. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 11 Ampoule dengan jadwal pelayanan setiap hari dalam 1 minggu mulai pukul 08.00 WITA—selesai.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man bersama para petugas Vaksinasi Covid-19

Saat memberikan informasi terkait kunjungannya selama 3 hari, dokter Herman Man mengatakan bahwa dari hasil pantauannya semua pelaksanaan berjalan baik. Ketersediaan vaksin yang ada sementara cukup untuk pelaksanaan vaksinasi bagi lansia pelayan publik.

Diakui dokter Herman Man, masih ada beberapa hambatan proses vaksinasi antara lain; masih terdapat sejumlah masyarakat yang tidak mau divaksin dengan alasan beragam, jaringan internet yang lambat karena terpusat di satu server Dinas Kesehatan Kota Kupang dan kesulitan mendapatkan nomor telepon peserta yang bersangkutan.

Terkait pelaksanaan Rapid Antigen dan Swab PCR oleh Laboratorium swasta, dokter Herman Man menginstruksikan agar setiap laboratorium wajib melaporkan hasil tes pasien yang positif kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditindaklanjuti. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_chr/dev/et)

Editor (+roni banase)