Arsip Tag: wakil wali kota kupang

Helat Nikah Massal Ke-18, Pemkot Kupang Fasilitasi 65 Pasangan Suami Istri

215 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kegiatan nikah massal yang merupakan program Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2003, kembali dihelat. Untuk tahun ini Pemkot memfasilitasi 65 pasangan suami istri, yang beragama Kristen dari denominasi GMIT, Katolik dan Kristen denominasi lainnya dalam wilayah Kota Kupang. Kegiatan nikah massal ke-18 ini, dilaksanakan selama dua hari yakni pada 4—5 Agustus 2020.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam acara nikah massal hari pertama di gedung ibadah GMIT Gloria Kayu Putih, pada Selasa, 4 Agustus 2020, menyampaikan selamat kepada 9 pasangan yang dikukuhkan sebagai suami istri yang sah. Ke depan, Ia berkeinginan agar Pemkot Kupang dapat memfasilitasi lebih banyak pasutri dalam nikah massal.

“Saya berharap bisa lebih banyak lagi yang mengikuti acara nikah massal, karena ini adalah bagian dari program pemerintah yang memastikan saudara-saudara kita dapat terfasilitasi menjadi pasangan yang sah menurut hukum masing-masing agama dan pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota Jefri juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis GMIT Gloria Kayu Putih yang telah mendukung dengan digunakannya gereja untuk prosesi nikah massal tahun ini. Turut hadir mendampingi Wali Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kadispenduk, Agus Ririmase, Camat dan Lurah setempat dan tentu 9 pasangan suami istri yang akan dikukuhkan.

Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Samuel Pandie, S.Th. mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah melaksanakan kegiatan nikah massal, “Ini sebuah program yang bijaksana dalam rangka membantu masyarakat yang tidak mampu agar dapat melangsungkan pernikahan sah dan kami (gereja) akan selalu siap bekerja sama dengan Pemkot untuk menyukseskan acara ini,” ucap Pdt. Sem Pandie.

Foto bersama peserta nikah massal dengan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan pimpinan Pemkot Kupang

Di tempat terpisah, pelaksanaan nikah massal untuk 15 pasutri Katolik dari 5 paroki se-Kota Kupang di Gereja St. Familia Sikumana dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man didampingi Kepala Dinas LHK Yeri Padji Kana, Sekretaris Dispenda Kota Kupang Alfred Lakabela; Sekcam Maulafa, Nobertus Noto dan Lurah Maulafa, Getruida Isabela.

Dokter Herman Man Kota pun berpesan mengenai kunci keberhasilan membina keluarga, “Kunci keberhasilan dalam pernikahan itu SIM yaitu setia, intens dan mesra; saudara saudari harus memastikan ketika tidur dan bangun kembali orang yang pertama dan terakhir kau lihat adalah istri atau suamimu,” urainya.

Sementara itu, pelaksanaan nikah massal juga digelar di Gereja GMIT Karmel Fatululi dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, didampingi Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum, Thomas Didimus Dagang, dan Kadis Pertanian, Obed Kadji.

Hari kedua, pada Rabu, 5 Agustus 2020, kegiatan nikah massal pertama berlangsung di GMIT Nazaret Oesapa Timur, dihadiri Wakil Wali Kota didampingi Lurah Oesapa, Kiai Kia. Hadir pula Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Semuel B. Pandie, S.Th, para pendeta se-Klasis Kota Kupang Timur dan 13 pasangan suami-istri peserta nikah massal.

Dokter Herman Man menyampaikan bahwasanya penyelenggaraan pernikahan massal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang yaitu untuk mewujudkan kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dan misi yang ke-3 yakni meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi.

Salah satu peserta sedang menandatangani berkas pendukung nikah massal

Ia mengungkapkan tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Kupang lewat program nikah massal ini selain untuk dapat mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah dengan membantu mereka membentuk rumah tangga baru yang sesuai dengan kaidah dan norma agama serta kehidupan bermasyarakat, juga untuk memastikan kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus yang berkualitas untuk menjamin kesejahteraan bangsa dan daerah kelak.

Sementara, di kesempatan yang sama pelayanan nikah massal di GMIT Exodus Penkase Klasis Kota Kupang Barat diikuti 8 pasutri, kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, didampingi oleh Camat Alak, Lurah Penkase Oeleta serta Kabag Kesra Setda Kota Kupang. Sedangkan kegiatan yang sama juga berlangsung di GBI Betlehem Penkase yang diikuti 4 pasutri peserta nikah massal untuk jemaat Kristen denominasi.

Dalam laporan panitia pelaksana yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakheus disampaikan bahwa hingga tahun 2020 ini telah difasilitasi program nikah massal bagi 5.698 pasangan suami istri. Untuk tahun ini, kegiatan nikah massal diikuti 65 pasutri, dengan perincian di hari pertama nikah massal diikuti oleh 26 pasutri jemaat GMIT yang dihelat di 2 gereja dengan 17 pasutri di GMIT Karmel Fatululi untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang, 9 pasutri di GMIT Gloria Kayu Putih untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur.

Sementara untuk 15 pasutri beragama Katholik, nikah massal dilangsungkan di Gereja Sta. Familia Sikumana, masing-masing 1 pasang dari Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, 3 pasang dari Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui, 3 pasang dari Paroki Sta. Familia Sikumana dan 5 pasang dari Paroki Katedral Kristus Raja.

Pada hari kedua dilaksanakan di 3 gereja untuk 22 pasutri dari GMIT, masing-masing 14 pasang di GMIT Nazareth Oesapa Timur untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Timur dan 8 pasang di GMIT Exodus Penkase untuk wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang Barat. Sementara, untuk 2 pasang dari gereja denominasi lainnya dilaksanakan di GBI Bethlehem Penkase. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_kru)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sumbang 20 Hewan Kurban bagi 20 Masjid Saat Idul Adha 1441H

100 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Seperti perayaan Hari Raya Idul Adha pada tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Pemerintah Kota Kupang menyerahkan hewan kurban bagi masjid yang ada di Kota Kupang. Kali ini, pada Hari Raya Idul Adha 1441H pada Jumat, 31 Juli 2020 disediakan 20 hewan kurban bagi 20 masjid yang tersebar di 5 kecamatan.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Ikhlas Bonipoi menjelaskan bantuan hewan kurban ini adalah program rutin tahunan yang merupakan perwujudan dari misi Kupang Rukun. Dia berharap bantuan ini bisa membantu pelaksanaan ibadah umat muslim yang ada di Kota Kupang di hari raya Idul Adha ini.

Pada kesempatan yang sama mantan anggota Komisi X DPR RI itu meminta bantuan kepada para Imam Masjid dan tokoh agama yang hadir untuk berbagi informasi tentang warga Kota Kupang yang perlu dibantu. Terutama yang saat ini terkena dampak ekonomi akibat Covid-19. Karena Pemkot Kupang saat ini memiliki sejumlah program bantuan baik dari APBD Kota Kupang maupun dukungan dari pusat dan provinsi seperti bantuan sembako. Selain itu menurutnya Pemkot Kupang juga memiliki program bantuan bedah rumah bagi warga yang belum memiliki hunian yang layak.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat menyerahkan bantuan hewan kurban

Ketua Yayasan Al Ikhlas, Achmad Arafat Gudban yang menerima bantuan hewan kurban tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang. “Hampir setiap tahun kami selalu terima bantuan dari Pemkot Kupang. Budi baik ini tidak akan kami lupakan,” ujarnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Imam Masjid Al Ikhlas Bonipoi, H. Mahdi Salama. Atas nama jamaah masjid tersebut mereka berjanji akan selalu mendoakan Wali Kota Kupang beserta jajarannya dalam setiap tugas dan karyanya.

Pada penyerahan tersebut Wali Kota didampingi oleh Kadis Ketahanan Pangan Kota Kupang, Iskandar Kapitan, Camat Kota Lama, Camat Kota Raja, Kabag Kesra Setda Kota Kupang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan serta Lurah Bonipoi.

Pada kesempatan yang berbeda di hari yang sama, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man juga menyerahkan hewan kurban bantuan Pemkot Kupang di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua. Menurutnya bantuan hewan kurban ini merupakan bukti kepedulian Pemkot Kupang kepada kaum muslimin di kota ini. Dia berharap hewan kurban ini bisa dimanfaatkan secara baik.

Imam masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Drs. Haji Burhanudin Batik menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang atas bantuan hewan kurban. “Atas nama umat muslimin BTN Kolhua, saya menerima dengan iklas penyerahan bantuan sapi kurban dari pemkot. Hewan kurban ini akan kita sembelih dan bagikan kepada jemaah di sekitar BTN Kolhua yang berhak menerimanya dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Bantuan hewan kurban dari Pemkot Kupang

Di kesempatan lain, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad yang juga koordinator Imam Masjid Al Mutaqien Kelapa Lima Kupang menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada umat muslim Kota Kupang lewat bantuan terutama di hari raya seperti ini. Dia memastikan bantuan ini akan mereka bagikan kepada jamaah dan masyarakat yang membutuhkan. Bantuan hewan kurban dari Pemkot Kupang untuk masjid ini diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka.

Sementara Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si berkesempatan menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid K.H Ahmad Dahlan Kelurahan Kayu Putih dan Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Thomas D. Dagang, menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Al Ijtihad Alak bersama anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Yeki Th. Feoh.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius menjelaskan untuk perayaan Idul Adha tahun ini Pemkot Kupang menyediakan 20 hewan kurban. Selain itu, ada juga bantuan sembilan ekor sapi kurban dari Pemprov NTT. Sapi bantuan Pemprov inilah yang diserahkan Wali Kota Kupang di Masjid Al Ikhlas Bonipoi. Satu ekor lagi sapi kurban bantuan Pemprov NTT diserahkan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Kupang, Christian Baitanu, SH, MH di Masjid Nurul Ikhwan Alak. Sementara tujuh ekor sapi kurban lainnya penyerahannya diatur tersendiri oleh Pemprov NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans/ghe/chr/eh/jle)
Editor (+rony banase)

10 Poin Suara Anak, Dokter Herman Man : Anak Harus Gembira, Sehat, dan Pintar

172 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man mengatakan anak-anak di Kota Kupang harus gembira, sehat dan pintar. Hal ini disampaikannya pada puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Kupang Tahun 2020 yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Peringatan HAN 2020, urai dokter Herman Man, merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak secara optimal. Untuk itulah perayaan HAN 2020 kali ini mengusung tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” dengan tagline #AnakKotaKupangGembiradiRumah.

Menurut dokter Herman Man, selain gembira, anak-anak di Kota Kupang juga harus sehat dan pintar dan ketiga hal ini harus berjalan. Meskipun kegiatan belajar mengajar saat ini masih dilakukan secara daring dalam masa adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, tetapi anak-anak gembira untuk bermain dan belajar secara aman.

Anak Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man

Kesehatan anak-anak juga harus diperhatikan. Karena itu, beber dokter Herman Man, selain sekolah, pemerintah juga saat ini masih menutup tempat-tempat bermain di Kota Kupang, agar anak-anak tidak melakukan aktivitas bermain di luar. “Virus corona masih bebas berkeliaran, untuk itu sekolah masih ditutup karena mengantisipasi serangan pandemi gelombang kedua (second wave), kesehatan anak-anak harus terlindungi” ujar dokter Herman Man.

Meskipun belajar dari rumah dengan menggunakan teknologi daring, dokter Herman Man menganjurkan agar anak-anak harus tetap disiplin dengan menggunakan waktu belajar yang efektif. “Waktu untuk belajar benar-benar dipergunakan untuk belajar tanpa gangguan dari lingkungan sekitar” imbaunya.

Lebih jauh disampaikan dokter Herman Man, bahwa upaya untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) Tahun 2030 sangat penting dilakukan. “Idola sangat penting agar ke depan tidak ada lagi kekerasan baik fisik maupun kekerasan verbal, intimidasi dan diskriminasi terhadap anak” ujarnya. Untuk itu peran keluarga sangat penting dalam pengasuhan anak sehingga ke depan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena harus membantu orang tua mencari nafkah, dunia anak adalah dunia gembira, bukan dunia kerja,” tegasnya.

Dalam perayaan puncak HAN 2020 yang dilakukan secara sederhana ini, juga dilakukan pengukuhan Forum Anak Kota Kupang tahun 2020—2021. Selain itu, dokter Herman Man juga menyerahkan secara simbolis akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak jalanan.

Terkait dengan pengukuhan pengurus Forum Anak Kota Kupang, menyampaikan bahwa pembentukan forum anak merupakan upaya pemerintah untuk memberikan ruang dan wadah agar anak-anak dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan, sebagai sarana penyaluran aspirasi, suara, pendapat, keinginan dan kebutuhan anak tentunya di bawah pendampingan dan pembinaan pemerintah melalui instansi teknisnya. Diharapkan pengurus Forum Anak Kota Kupang terus berprestasi seperti tahun-tahun sebelumnya dan mampu bekerja sama dan mengoordinisasi forum anak di tingkat kelurahan.

Dokter Herman Man dan Anak Kota Kupang

Pada kesempatan ini pula, di hadapan dokter Herman Man dan tamu undangan lainnya, dibacakan Suara Anak Kota Kupang 2020 yang dihasilkan dalam workshop virtual penyusunan suara anak Kota Kupang pada 18 Juni 2020 lalu. Suara Anak Kota Kupang berisi 10 poin yakni :

Pertama, Memohon kepada pemerintah agar memperhatikan, memfasilitasi serta meningkatkan proses pembelajaran menggunakan media daring, terutama bagi anak yang tidak memiliki sarana dan prasarana penunjang;

Kedua, Memohon kepada pemerintah untuk segera mengatasi pandemi Covid-19;

Ketiga, Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan;

Keempat, Mengajak keluarga Kota Kupang untuk meningkatkan pengasuhan dan pengawasan terhadap anak;

Kelima, Menuntut tenaga pendidik untuk menerapkan pola asuh ramah anak dalam pembelajaran;

Keenam, Menolak segala bentuk kekerasan (fisik, psikis dan seksual) di mana pun anak-anak berada;

Ketujuh, Menuntut kebebasan menyampaikan aspirasi anak, yang bersangkutan dengan kehidupan anak;

Kedelapan, Meminta kepada pemerintah untuk menertibkan anak-anak yang terlibat dalam pergaulan malam;

Kesembilan, Meminta kepada pemerintah mengontrol pemutaran musik bermakna negatif di kendaraan umum, dan

Kesepuluh, Pemerintah wajib mengedukasi seluruh lapisan masyarakat tentang anak dan hak-haknya.

Dokter Herman Man menerima poin-poin suara anak Kota Kupang dan berjanji akan menindaklanjuti, ia menambahkan memang poin-poin dalam suara anak juga telah menjadi perhatian Pemerintah selama ini.

Puncak peringatan HAN tingkat Kota Kupang tahun ini ditutup dengan penyerahan bantuan bagi anak-anak di sejumlah titik di Kota Kupang oleh panitia kegiatan. Penyerahan bantuan dilakukan di LPKA Kupang, Panti Asuhan Katolik Sonaf Manekat Kelurahan Lasiana, Pantai Asuhan Al-Hikmah Kelurahan Nunbaun Sabu, Panti Asuhan Kasih Agape Kelurahan Bello dan kepada anak jalanan dan anak pemulung di Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, Ir. Clementina Sungkono, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Kupang, Zainal Asikin, dan pejabat dari Dispencapil Kota Kupang serta pengurus Forum Anak tingkat Kota Kupang dan dari tingkat kelurahan.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_GM)
Editor (+rony banase)

3 Paroki di Kota Kupang Gapai Bantuan Perangkat Misa dari Dokter Herman Man

126 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menyambangi 3 paroki guna menyerahkan bantuan perangkat misa atau liturgi dari Pemerintah Kota Kupang, pada Selasa,21 Juli 2020. Kunjungan dimulai sekitar pukul 17.00—19.00 WITA dari Paroki Santa Familia Sikumana, Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN Kolhua dan terakhir di Paroki Santu Matias Rasul Tofa.

Kunjungan Wakil Wali Kota diterima masing-masing oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, RD Frederikus Simon Tamelab; Pastor Paroki Santu Matias Rasul Tofa, RD Yustinus Phoa; dan Pastor Paroki Santa Familia Sikumana, RP. Sebast Wadjang, SVD.

Kunjungan dokter Herman Man dalam rangka menyerahkan bantuan perangkat misa di tiga paroki tersebut. Bantuan tersebut berupa 2 paket stola dan kasula serta 2 paket piala dan sibori masing-masing untuk Paroki Santa Familia Sikumana dan Paroki Santu Mathias Rasul Tofa. 3 paket stola dan kasula serta 2 paket piala dan sibori untuk Paroki Santa Fransiskus Asisi BTN Kolhua.

Dokter Herman Man dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu program pemerintah Kota Kupang yang dilaksanakan untuk mewujudkan misi Kota Kupang Rukun dan Damai, khususnya untuk mendukung pelayanan peribadahan para tempat-tempat ibadah yang dikunjungi.

Pada kunjungan di masing-masing paroki, para pastor Paroki menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas perhatian terhadap kebutuhan pelayanan di paroki masing-masing. Pastor Paroki Santu Matias Rasul Tofa, RD Yustinus Phoa kepada Dokter Herman Man menyampaikan harapannya agar relasi dan sinergitas antara lembaga keagamaan serta pemerintah dapat terus terjalin untuk saling mendukung dalam membangun Kota Kupang terutama dalam melayani umat/masyarakat.

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Kupang antara lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah, Drs. Yosep Rera Beka, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowyk Djungu Lape, S.Sos, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Drs. Matheus Eusthakius dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_rdp)
Editor (+rony banase)

Resmikan Posko Covid Karang Taruna, Ini Pesan Sehat Dokter Herman Man

103 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Karang Taruna Kota Kupang menggagas Posko Covid Karang Taruna di 5 (lima) kelurahan di Kota Kupang, yakni Kelurahan Oepura, Kelurahan Oetete, Kelurahan Batuplat, Kelurahan Nefonaek dan Kelurahan Liliba. Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man meresmikan Posko Karang Taruna untuk penanganan Covid-19 di Posko Karang Taruna Kelurahan Oepura, Jl Kedondong, RT 13,RW 5 Kelurahan Oepura, pada Sabtu sore, 18 Juli 2020.

Dokter Herman Man menyampaikan, sejak awal dalam rangka penanganan Covid-19, Pemkot Kupang melakukan pendekatan pentaheliks, yang melibatkan lima elemen penting dalam masyarakat yakni akademisi yang melakukan kajian akademik dan memberikan masukan kepada pemerintah sesuai keahlian mereka.

Unsur penting yang kedua, sambung dokter Herman Man adalah pelaku bisnis yang bersedia membantu pemerintah dalam mendanai upaya perang melawan Covid-19, salah satunya lewat sumbangan alat kelengkapan medis. “Unsur ketiga adalah media massa yang memberikan edukasi kepada masyarakat lewat pemberitaan. Unsur keempat adalah pemerintah. Dan unsur yang kelima adalah komunitas masyarakat, termasuk di dalamnya adalah karang taruna,” urainya.

Atas nama Pemkot Kupang dokter Herman Man menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada karang taruna yang telah menggagas ide ini. Diakuinya saat ini meski sudah memasuki masa normal baru, namun Kota Kupang belum sepenuhnya aman dari Covid-19.

“Apa lagi pintu masuk lewat penerbangan komersial sudah kembali dibuka. Yang dikawatirkan adalah munculnya gelombang kedua pasien Covid-19. Karena itu, Pemkot Kupang mengambil kebijakan untuk menutup kembali pusat-pusat keramaian dan tempat hiburan malam. Memang banyak yang mengomel dengan kebijakan ini, tapi kita tidak ingin masyarakat kita senang tapi sakit,” tegas dokter Herman Man.

Kepada kaum muda calon pemimpin masa depan bangsa, dokter Herman Man berpesan agar senantiasa belajar berorganisasi, salah satunya dengan cara terlibat secara aktif dalam karang taruna. Dipastikannya ke depan Pemkot Kupang akan memberi perhatian lebih kepada karang taruna, termasuk membuat pelatihan yang bermanfaat bagi Karang Taruna.

Dukungan kepada karang taruna juga disampaikan anggota komisi IV DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek yang turut hadir dalam peresmian tersebut. Ditambahkannya dengan fungsi budgeting-nya, komisi IV yang bermitra dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga serta Dinas Sosial akan memperjuangkan porsi alokasi anggaran bagi karang taruna yang lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya apa yang dilakukan Karang Taruna Kota Kupang hari ini merupakan pilot project bagi karang taruna lainnya di NTT.

Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Kota Kupang, Esthon L. Foenay yang juga berkenan hadir dalam acara tersebut. Dia mengaku kagum dan bangga pada karang taruna yang telah menghimpun pemuda se-Kota Kupang bersatu dalam melawan Covid-19. Momen ini menurutnya menjadi sejarah baru Kota Kupang yang membuktikan pemuda sebagai pilar pembangunan bangsa.

Blasius Bira, pimpinan PT. Mataram Paint (Emco) Cabang Kupang yang menjadi pendukung utama kegiatan ini menuturkan ide ini bermula dari keinginan mereka untuk berpartisipasi mendukung Pemkot Kupang dalam memerangi Covid-19. Semula bersama karang taruna mereka hendak melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah ibadah. Namun, dalam perkembangan mereka sepakat untuk mendirikan posko karang taruna untuk penanganan Covid-19. Untuk masing-masing posko pihaknya menyerahkan bantuan berupa thermo gun, face shield, APD, ember cuci tangan serta alat semprot disinfektan.

Ketua Karang Taruna Kota Kupang Stenly Boimau menjelaskan, lewat kegiatan ini mereka sebenarnya ingin membuktikan bahwa pemuda Kota Kupang bisa berbuat sesuatu bagi daerah ini. Dipastikannya bahwa mereka telah berkomitmen untuk independen dan tidak diboncengi kepentingan tertentu.

Acara peresmian tersebut dihadiri pula oleh Ketua Karang Taruna Provinsi NTT, Andre Otta para Ketua Karang Taruna tingkat kelurahan se-Kota Kupang, serta para tokoh masyarakat di Kelurahan Oepura dan warga sekitar posko. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ans)
Editor (+rony banase)

Era Normal Baru, Pemkot Kupang Tutup Lagi Sejumlah Pusat Keramaian

177 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejumlah pusat keramaian di Kota Kupang kembali ditutup. Kebijakan penutupan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona yang masih terus mengancam di masa normal baru. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man turun langsung untuk mengimbau masyarakat di sejumlah lokasi, pada Rabu malam, 15 Juli 2020 pukul 21.00 WITA.

Aksi ini menindaklanjuti hasil rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang pada siang harinya tentang rencana penutupan dan pemadaman lampu serta wifi di taman terbuka dimulai Rabu, 15 Juli 2020 diikuti dengan penutupan tempat hiburan malam

dr. Herman Man yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs.Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally S.H., M.Si. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si. Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si. Plt. Kasat Pol PP, Daniel Zacharias, S.Sos., M.Si. serta Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Kelapa Lima, Richardo Therik yang turut mengawali pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada warga di lokasi Bundaran Tirosa (Bundaran PU) Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man saat berkoordinasi dengan aparat keamanan di lokasi pusat keramaian di Kota Kupang

Kepada warga, dr. Herman Man mengimbau untuk tidak melaksanakan kegiatan berkumpul dan berjualan pada tempat keramaian untuk sementara waktu, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Kota Kupang. Imbauan ini menurutnya dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masa normal baru.

Selain Bundaran Tirosa, rencana penutupan berlaku juga di pusat keramaian lainnya yang mereka pantau yakni Taman Tagepe di wilayah Kelurahan Kelapa Lima dan Taman Ina Boi yang bertempat di Kelurahan Pasir Panjang.

Dokter Herman Man menjelaskan bahwa imbauan yang disampaikan dalam pemantauan ini merupakan bentuk pendekatan komunikasi persuasif dari Pemkot Kupang kepada seluruh warga Kota Kupang yang melakukan aktivitas di pusat keramaian, yang berpotensi memicu penyebaran virus corona. “Kebijakan ini demi keselamatan dan keamanan bersama seluruh warga Kota Kupang terutama dalam mencegah penyebaran virus corona di masa new normal, “ pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_nis/rdp/ans)
Editor (+rony banase)

Sembilan ASN Ikut Seleksi Terbuka Sekda Kota Kupang

307 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang melaksanakan seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPTP) Sekda Kota Kupang, dalam rangka memberikan kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut berkompetisi serta untuk menghasilkan pejabat tinggi yang andal dan berkompeten.

Peserta harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan dan kinerja yang baik bagi organisasi dan masyarakat Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka kegiatan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kota Kupang Tahun 2020, pada Rabu, 8 Juli 2020 di Aula Hotel Naka, menyampaikan bahwa proses seleksi ini telah lama ditunggu oleh jajaran birokrasi Pemerintah Kota Kupang maupun masyarakat karena administrasi pemerintahan harus berjalan di mana Sekda bertindak selaku pemegang jabatan administrasi tertinggi.

“Hari ini kita bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia seleksi dan tim asesor dari Pemerintah Provinsi yang telah terlibat dan juga kepada 9 calon yang mengikuti seleksi saya memberikan apresiasi karena turut mendaftar, ” ungkapnya didampingi oleh Penjabat Sektetaris Daerah Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka. Turut hadir Bernadus Benu, S.H., M.Hum. selaku anggota panitia seleksi, tim penilai kompetensi seleksi dari Pemerintah Provinsi NTT.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka seleksi terbuka Sekda Kota Kupang

Dokter Herman Man mengatakan, paling lambat bulan Agustus 2020, Pemerintah Kota Kupang telah memiliki Sekretaris Daerah secara definitif. Ia pun menyampaikan beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang Sekda yakni kompetensi manajerial pada bidang yang dipimpin, kualifikasi dan kepangkatan juga harus memenuhi syarat dalam undang-undang yang mengatur proses seleksi.

Sekretaris BKPPD, Ir. Solvie Y. Henny Lukas, dalam laporan panitia menyampaikan kegiatan ini terselenggara untuk menyeleksi calon pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang yang transparan, obyektif, kompetitif dan akuntabel. Memberikan kesempatan kepada ASN Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT yang memenuhi syarat untuk berkompetisi secara terbuka. Selain itu, juga untuk melakukan pengembangan karier ASN dan menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang berkualitas, profesional dan berdaya saing.

Adapun tahapan seleksi yang dilaksanakan adalah seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial dan bidang dan wawancara akhir. Metode-metode yang digunakan dalam tahapan seleksi di antaranya penulisan dan persentasi makalah, wawancara, pengamatan atau rekam jejak, diskusi dan bedah kasus.

Peserta seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PJPTP) Sekretaris Daerah Kota Kupang yang telah lolos seleksi administrasi antara lain :

  1. Abraham David Evil Manafe, S.Ip., M.Si.(saat ini menjabat Kepala BKPPD Kota Kupang);
  2. Ejbends H. D. S. Doeka, S.Sos., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang);
  3. Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang);
  4. dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang);
  5. Jeffry Edward Pelt, SH. (saat ini menjabat epala BAPPEDA Kota Kupang);
  6. Noce Nus Loa, SH., M.Si. (saat ini menjabat Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang);
  7. Novita Debora Efliana Funay, A.Pi., MT.(saat ini menjabat Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kupang );
  8. Drs. Pieter Charles Sabaneno, M.Si. (saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang);
  9. Thomas Didimus Dagang, S.Sos., M.Si. (saat ini menjabat Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia). (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_chr)
Foto utama oleh palapanews.com
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang Sosialisasi Pedoman Tatanan Normal Baru

155 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) 18 Tahun 2020 tentang Juknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Yang Produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang, dan menyosialisasi kepada para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada Selasa, 7 Juli 2020 di aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Turut hadir Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, S.I.K.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, Herman Man bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kota Kupang, Eli Wairata; saat membuka kegiatan berharap agar protokol kesehatan dalam Perwali 18 tahun 2020 dapat diterapkan dalam setiap aspek.

Wali Kota menyampaikan kelegaannya karena hingga kini angka kematian di Provinsi NTT khususnya di Kota Kupang tidak terlalu mengkhawatirkan, bahkan tingkat kesembuhan tergolong signifikan, “Kita patut bersyukur karena angka kesembuhan di NTT mencapai 91 dari 121 kasus positif, 32 yang sembuh di antaranya dari Kota Kupang, angka kematian hanya 1 orang,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, untuk mengatasi dampak dari Covid-19, Pemerintah Kota Kupang telah melakukan tahapan penyesuaian anggaran belanja sesuai yang diinstruksikan oleh Pemerintah Pusat. Pemkot juga telah merasionalisasi APBD tahun anggaran 2020 sebanyak Rp.42,2 miliar untuk penanganan penyakit dan dampak sosial ekonomi akibat pandemi. Rasionalisasi tersebut diarahkan untuk peningkatan kapasitas rumah sakit dan pengadaan alat-alat kesehatan untuk memperlengkapi tenaga kesehatan selaku garda terdepan penanganan Covid-19.

“Kita berharap melalui sosialisasi pada hari ini, dapat meningkatkan kewaspadaan terutama di kalangan masyarakat. Jadi bapak ibu yang hadir akan kembali ke wilayah masing-masing untuk menyosialisasikan ini kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu, kini kita sudah memiliki Perwali yang mengatur protokol Covid-19 kenormalan baru,” jelas Wali Kota.

Para peserta Sosialisasi Perwali Kota Kupang Nomor 18 Tahun 2020

Wali Kota mengapresiasi beberapa perusahaan dan lembaga yang telah memulai kembali aktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan mengikuti arahan dari perusahaan atau lembaga induk di Pusat, “Saya mengapresiasi perusahaan atau lembaga yang sudah menerapkan protokol new normal, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut menerapkan, sehingga kembali produktif namun tetap aman dari penularan pandemi,” tukasnya.

Sementara, saat menyampaikan materi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, dokter Herman Man mengatakan bahwa ada 7 pesan dasar dalam perwali tersebut yang penting untuk dipedomani bersama yaitu, setiap orang yang sehat dapat beraktivitas di luar rumah sedangkan orang yang sakit wajib melakukan karantina mandiri di rumah atau dikarantina pada fasilitas kesehatan yang ada.

Selain itu, Herman Man menekankan hal-hal mendasar lainnya sebagai protokol yang harus dipedomani seperti, rajin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak minimal 1,5 meter dalam interaksi sosial, menerapkan etika batu, bersin dan membuang ludah serta sterilisasi permukaan benda-benda yang sering disentuh menggunakan disinfektan.

Tandas Herman Man, setiap pengelola fasilitas publik perlu memperhatikan jumlah maksimal pengunjung sehingga tidak melebihi 50% dari total kapasitas pada saat keadaan normal atau sebelum pandemi. Prinsip dari sosialisasi ini menurutnya adalah pentingnya kepatuhan/kedisiplinan dan motivasi pada masyarakat, sehingga kenormalan baru dapat dijalankan tanpa menimbulkan kasus baru. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_jms/frd)
Editor (+rony banase)