Arsip Tag: wakil wali kota kupang

Instansi Teknis Siaga Bencana, dr. Herman Man: Masyarakat Siaga & Waspada

168 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dampak cuaca ekstrem dari Badai Siklon Tropis yang melanda Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu, 3 April 2021, mengakibatkan curah hujan deras dengan luapan air dan terjadi banjir, disertai angin kencang dan pohon tumbang.

Menyikapi kondisi tersebut, maka Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man pada Minggu siang, 4 April 2021 pukul 12.44 WITA saat dihubungi Garda Indonesia menyatakan bahwa telah berkoordinasi dan memerintahkan instansi teknis terkait untuk cepat melaporkan jika terjadi bencana. “Kemarin sore (Sabtu, 3 April 2021, red) saya memerintahkan instansi teknis terkait aspek koordinasi untuk segera melaporkan jika terjadi bencana,” ungkapnya.

Instansi teknis terkait di Kota Kupang yang siaga bencana, imbuh dr. Herman Man, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, PUPR, Pol PP, Camat, dan Lurah. “Oleh karena itu, BPBD telah membuat 2 (dua) regu lapangan dengan posko terutama untuk mengatasi pohon tumbang,” urainya.

Dokter Herman Man pun sempat melihat dari dekat RS Bhayangkara yang terdampak luapan air dari kali kecil ke jalan raya akibat tumpukan sampah. Selain itu, Wakil Wali Kota Kupang juga memantau langsung kondisi Pantai Warna Oesapa. “Sayang, Saya tak sempat memantau kondisi pantai Namosain, karena harus ke Naikolan,” ungkapnya seraya menyampaikan belum bisa memastikan apakah bantuan Pemkot Kupang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

Terkait postingan di media sosial, Dokter Herman Man mem-posting atau mengunggah ramalan cuaca dari BMKG dan mengimbau masyarakat Kota Kupang melalui media sosial yakni facebook agar siaga dan waspada. “Tidak perlu keluar rumah, di samping Covid-19, juga kita mencegah jika ada pohon tumbang,” pintanya.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)

Forum Anak Kota Kupang, dr. Herman Man: Anak Corong Protokol Kesehatan

157 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man minta anak-anak  untuk bisa menjadi corong penegakan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing. Permintaan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Forum Anak Tingkat Kota Kupang Tahun 2021 yang diikuti secara daring dari ruang kerjanya, pada Kamis, 18 Maret 2021.

Kepada anak-anak peserta workshop, dokter Herman Man menyampaikan Covid-19 kini sudah menjadi pandemi yang menyebar luas dalam waktu singkat di seluruh dunia, termasuk Kota Kupang. Karena itu dia meminta agar anak-anak selalu hati-hati. Dalam materinya selain memaparkan tentang situasi terkini Covid-19 di Kota Kupang, ia juga menjelaskan tentang bagaimana upaya Pemerintah Kota Kupang memastikan anak-anak aman dari wabah Covid-19.

Menurutnya salah satu upaya pencegahan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Kupang adalah dengan secara rutin melakukan operasi penegakan protokol kesehatan atau yang lebih dikenal dengan operasi Pro Kasih. Dalam operasi tersebut masyarakat diimbau untuk menerapkan 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi interaksi/mobilisasi.

Anak-anak, tambah dokter Herman Man, juga bisa ikut berperan dalam upaya ini dengan cara membantu mengingatkan keluarga dan orang-orang di sekitar lingkungan tempat tinggalnya yang belum taat prokes, tentunya dengan cara yang santun. Selain penegakan protokol kesehatan, terangnya, Pemerintah Kota Kupang juga gencar mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas, mulai dari usia anak-anak.

Kepada anak-anak dan orang tua, dokter Herman Man meminta agar selalu menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi  seimbang, banyak makan sayur, istirahat yang cukup serta minum air putih yang cukup.  “Tugas kami adalah memastikan anak-anak Kota Kupang sehat. Dengan menggalakkan Germas, anak-anak bisa hidup sehat dan jauh dari Covid-19,” tandasnya.

Workshop Forum Anak Kota Kupang juga menghadirkan narasumber yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Kupang, Ir. Clementina Soengkono, Ketua Forum Anak Kota Kupang, Putra A.N. Bengu dan Fasilitator Nasional Forum Anak, Yolanda O. Kono.

Workshop yang digagas oleh Forum Anak Kota Kupang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang ini diikuti oleh perwakilan Forum Anak dari tingkat kelurahan, perwakilan anak jalanan, perwakilan sekolah-sekolah serta perwakilan anak  kelompok keagamaan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)

Editor (+roni banase)

Hermanus Man Salut Antusiasme Ratusan Lansia Penerima Vaksin Covid-19

179 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Sejak pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang diperuntukkan bagi warga lanjut usia dan pelayanan publik di Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man terus melakukan pemantauan jalannya proses vaksinasi baik di puskesmas-puskesmas dan tempat pelayanan publik lainnya.

Pada Senin dan Selasa, 15—16 Maret 2021, dr. Herman Man menyambangi Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase untuk memantau langsung jalannya kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di kedua lokasi tersebut. Saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal untuk lansia di Puskesmas Sikumana pada Senin, 15 Maret 2021, tampak antusiasme warga yang hadir sejak pukul 08.00 WITA  mengikuti proses vaksinasi yang digelar di Puskesmas tersebut.

Didampingi Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto, beberapa Lurah se-Kecamatan Maulafa dan Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dokter Herman Man mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme warga dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. “Saya senang melihat proses vaksinasi di Puskesmas Sikumana hari ini, berjalan sangat baik dan penuh dengan antusiasme masyarakat,” ujarnya.

Seraya menyapa beberapa warga lansia yang sedang dalam antrean, dokter Herman Man menegaskan bahwa antusias masyarakat mengikuti Vaksinasi Covid-19 ini seolah memberi pesan pada kita semua bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebagaimana informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab yang beredar di tengah masyarakat beberapa waktu lalu.

“Ini pertanda bahwa kita akan mampu menang melawan Covid-19,” terang dokter Herman Man.

Selain itu, dokter Herman Man juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas Covid-19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Lansia Penerima Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sikumana

Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jadwal Pelayanan Vaksinasi dilakukan  Setiap hari,  mulai pukul 09.00—11.30 WITA. Stok vaksin yang tersedia untuk Puskesmas Sikumana total berjumlah 51 multi-dose bagi lansia. Selain itu, jumlah OTG yang menjalani isolasi mandiri yaitu sebanyak 51 orang.

Dari pantauan yang dilakukan, untuk Puskesmas Sikumana vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 4.593 orang, sesuai daftar nama yang sudah diverifikasi, dengan perincian jumlah per kelurahan; Kelurahan Naikolan 698 orang, Sikumana 1.301 orang, Oepura 1.382 orang, Kolhua 655 orang, Fatukoa 304 orang dan Kelurahan Belo 253 orang. Sementara yang telah melakukan vaksin sebanyak 171 orang terdiri dari lansia dan pelayanan publik.

Antusiasme warga lansia penerima vaksin Covid-19 juga tampak di Puskesmas Bakunase, ketika dokter Herman Man  berkunjung pada Selasa, 16 Maret 2021 untuk memantau jalannya proses vaksinasi di puskesmas tersebut. Menemui para warga lansia yang sementara tertib dalam antrean, ia menyapa sekaligus memberikan dukungan dan berpesan agar rileks dan tidak tegang petugas menyuntikkan vaksin.

Didampingi Camat Kota Raja, Rudi Abubakar dan Lurah se-kecamatan Kota Raja serta Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, drg. Dian Sukmawati Arkiang, dokter Herman Man mengapresiasi antusiasme para lansia yang hadir untuk menerima vaksin di Puskesmas Bakunase. “Saya senang melihat banyaknya warga yang bersedia dan antusias vaksin. Patut diapresiasi banyak warga lansia datang vaksinasi. Saya berharap agar lebih banyak warga Kota Kupang berusia lansia yang belum untuk tidak takut dan datang untuk divaksin,” tuturnya.

Kepada para RT/RW, tenaga kesehatan, para Lurah, Camat juga TNI dan Polri di Kecamatan Kota Raja, dokter Herman Man mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dan tetap semangat dalam penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Ia pun mengonfirmasi kondisi terkini kasus Covid-19 kepada para lurah di setiap kelurahan yang hadir termasuk situasi lapangan kepada tenaga kesehatan 3T.

Dokter Hermanus Man berdialog dengan Vaksinator Covid-19

Dokter Herman Man mengingatkan kepada para tenaga kesehatan 3T untuk selalu berkoordinasi dengan para lurah serta camat dan kepala UPTD Puskesmas Bakunase agar selalu update setiap informasi terkini. Koordinasi juga terus dilakukan terkait pemantauan dan pengawasan terhadap pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, baik kepada tenaga kesehatan 3T, Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, Camat, para Lurah dan Babinkantibmas.

George Aleks Saununu, warga lanjut usia yang baru saja menerima vaksin, ketika dimintai pernyataannya terkait program vaksinasi covid-19 turut menyampaikan dukungannya kepada pemerintah. “Kita perlu menjunjung tinggi program pemerintah dan ini juga untuk kepentingan kesehatan saya dan orang lain di lingkungan sekitar saya. Untuk itu saya juga berharap agar semua orang mau dan dapat divaksin. Harapan kami sebagai warga, semua komponen terutama pemerintah serius dalam penanganan Covid-19 agar semua cepat normal kembali dan perekonomian pulih,” urainya.

Sementara Olin Mboik, tenaga kesehatan yang bertugas memvaksin para warga di UPTD Puskesmas Bakunase menilai bahwa sejak hari pertama vaksinasi tahap 2 banyak warga lansia yang antusias untuk menerima vaksinasi di Puskesmas Bakunase. Dari data yang ada, terhitung sejak 3 Maret lalu hingga saat ini, di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Bakunase sudah lebih dari seratus orang warga lanjut usia yang menerima vaksin.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan para RT/RW serta lurah dan TNI/POLRI untuk mengimbau warga lanjut usia untuk tidak takut untuk divaksin, karena vaksin ini telah terbukti halal, aman dan teruji secara klinis,” tuturnya.

Untuk termin pertama yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 6 Maret 2021, di UPTD Puskesmas Bakunase ditargetkan sebanyak 527 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 127 petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para tenaga kesehatan, para Camat dan Lurah se-Kota Kupang dan bagi pedagang.

Hingga saat ini, sudah 163 orang lansia yang sudah menerima vaksin. Selanjutnya akan menerima vaksin termin kedua terhitung 28 hari setelah menerima vaksin termin pertama. Adapun jadwal pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Bakunase, dilakukan setiap hari pada pukul 09.00—13.00 WITA, kecuali hari Minggu dan hari libur. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_ghe/nyg/jms)

Editor (+roni banase)

Herman Man : Lansia & Petugas Pelayanan Antusias Terima Vaksin Covid-19

121 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man, pada Selasa dan Rabu, 9—10 Maret 2021, kembali mengunjungi puskesmas dan tempat pelayanan publik di Kota Kupang yang telah ditentukan untuk melaksanakan proses Vaksinasi Covid-19. Didampingi Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kota Kupang, para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas, dr. Herman Man mengunjungi dan memantau pelaksanaan vaksinasi di 3 puskesmas dan 1 kantor lurah.

Keempat tempat tersebut yakni Puskesmas Penfui, Puskesmas Oepoi, Puskesmas Oebobo dan Kantor Lurah Manulai II. Menurut dokter Herman Man, dari hasil pantauan terlihat masyarakat terutama lansia dan pelayan publik sangat antusias mengikuti dan siap di vaksin.

Hari sebelumnya, Selasa, 9 Maret 2021, dokter Herman Man memulai kunjungan dari Puskesmas Penfui, dari hasil pantauan diperoleh data target sasaran vaksinasi berjumlah 1.500 orang yang terbagi dalam 3 kelurahan yaitu, kelurahan Penfui, kelurahan Naimata dan kelurahan Maulafa. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 19 multi dos bagi lansia dan 134 lansia bagi tenaga kesehatan. Jadwal pelayanan vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00—13.30 WITA.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dengan Petugas Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Oepoi

Selanjutnya rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Oepoi di Kelurahan Oebufu yang memiliki target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 3.355 orang berupa ketersediaan vaksin 25 multi dos bagi lansia dan 38 single dos bagi pelayan publik. Puskesmas Oepoi melayani masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Oebufu, Kelurahan Liliba, Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Tuak Daun Merah. Jadwal Pelayanan Vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00 WITA—selesai.

Kemudian dokter Herman Man menuju Puskesmas Oebobo, dan berdasarkan informasi yang diperoleh target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 2.260 orang yang terdapat di 3 kelurahan yaitu, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 540 dos dengan jadwal pelayanan, Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00—13.30 WITA.

Pada Rabu, 10 Maret 2021, dr. Herman Man melanjutkan kunjungan ke Kantor Kelurahan Manulai II, yang mana target sasaran vaksinasi berjumlah 100 orang pada termin I yang meliputi Kelurahan Naioni, Kelurahan Manulai II dan Kelurahan Batuplat. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 11 Ampoule dengan jadwal pelayanan setiap hari dalam 1 minggu mulai pukul 08.00 WITA—selesai.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man bersama para petugas Vaksinasi Covid-19

Saat memberikan informasi terkait kunjungannya selama 3 hari, dokter Herman Man mengatakan bahwa dari hasil pantauannya semua pelaksanaan berjalan baik. Ketersediaan vaksin yang ada sementara cukup untuk pelaksanaan vaksinasi bagi lansia pelayan publik.

Diakui dokter Herman Man, masih ada beberapa hambatan proses vaksinasi antara lain; masih terdapat sejumlah masyarakat yang tidak mau divaksin dengan alasan beragam, jaringan internet yang lambat karena terpusat di satu server Dinas Kesehatan Kota Kupang dan kesulitan mendapatkan nomor telepon peserta yang bersangkutan.

Terkait pelaksanaan Rapid Antigen dan Swab PCR oleh Laboratorium swasta, dokter Herman Man menginstruksikan agar setiap laboratorium wajib melaporkan hasil tes pasien yang positif kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditindaklanjuti. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_chr/dev/et)

Editor (+roni banase)

Pantau Vaksinasi Covid Lansia Kota Kupang, dr.Herman Man: Ada Minta Tunda

158 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, menghelat vaksinasi Covid-19 Tahap 2 termin I bagi warga lanjut usia atau lansia mulai Senin, 8 Maret 2021. Alokasi distribusi vaksin Covid-19 dilakukan pada kelompok lansia dan pelayanan publik, dengan target sasaran masing-masing berjumlah 10.139 orang dan 937 orang.

Pelaksanaan vaksin dilakukan pada 11 puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Kupang serta beberapa tempat pelayanan publik yang telah ditetapkan, misalnya kantor lurah.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, pada Senin, 8 Maret 2021, melakukan pemantauan di tiga lokasi vaksinasi, yakni Puskemas Oesapa, Puskesmas Pasir Panjang dan Kantor Lurah Merdeka. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Kupang, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM., M.Kes. para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas.

Hasil pantauan, untuk Puskesmas Oesapa vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 400-an orang dan yang telah melakukan vaksin sebanyak 200 orang (lansia dan pelayanan publik), dengan jadwal pelayanan hari Senin—Rabu dan Sabtu, mulai pukul 08.00—12.00 WITA.

Selanjutnya dilanjutkan ke Kantor Lurah Merdeka, dengan jumlah sasaran vaksinasi 560 orang lansia yang berasal dari Kelurahan Merdeka, Bonipoi, LLBK, Solor, dan Kelurahan Airmata. Jadwal pelayanan setiap hari selama 2 minggu, mulai pukul 09.00—15.00 WITA. Pada Kantor Lurah Merdeka sementara ketersediaan stok vaksin berjumlah 250 vaksin.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man dengan Petugas Medis di Puskesmas

Pemantauan berakhir di Puskesmas Pasir Panjang, di mana pada puskesmas tersebut sasaran vaksinasi berjumlah 620 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 220 orang pelayanan publik. Stok vaksin sementara berjumlah 120 vial single dos dan 60 vial multi dos. Jadwal pelayanan vaksinasi berlangsung setiap hari selama 1 minggu mulai pukul 08.00—12.00 WITA.

Dokter Herman Man saat diwawancara menyampaikan akan melakukan pemantauan ke 11 Puskesmas di Kota Kupang dan hari ini 3 puskesmas dan tempat layanan publik tersebut yang dikunjungi. Tujuannya untuk memantau kegiatan vaksinasi bagi lansia dan pelayanan publik, memantau sasaran dan ketersediaan vaksinnya serta proses-melakukan vaksinasi. “Saya melihat proses vaksinasi pada ketiga puskesmas ini berjalan baik, yang meminta penundaan vaksin juga tidak banyak,” ungkapnya

Selain itu, dokter Herman Man juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas Covid-19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

“Memang tujuan kami untuk itu, kita semua berada di sini untuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat terlayani dengan baik dan sesuai aturan, apalagi vaksin untuk lansia ini penting karena mereka yang memiliki risiko lebih tinggi,” tandas dokter Herman Man. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_Chr/Dev/Et)

Editor (+roni banase)

Pelatihan Program Malaria PERDHAKI NTT, Ini Tiga Pesan Dokter Herman Man

174 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Staf dalam Pengelolaan Program Malaria GFATM Penguatan Komunitas Region Nusa Tenggara Timur, pada Selasa sore, 23 Februari 2021 bertempat di salah satu hotel. Pelatihan ini diprakarsai oleh  Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI) selaku Principal Recipient (PR) untuk mengelola dana hibah dari Global Fund dalam rangka mendukung upaya eliminasi malaria di wilayah Indonesia Timur untuk tiga tahun ke depan.

Project Manager Malaria PERDHAKI, dr. Ari Hermawan dalam kegiatan pembukaan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengelolaan anggaran Malaria sejak tahun 2010 di berbagai tempat dan kembali dipercaya oleh Global Fund untuk tiga tahun ke depan, yaitu 2021—2023. “Tiga tahun mendatang kami diminta bergerak lebih dalam ke masyarakat sebagai Principal Recipient (PR) yaitu community base atau pendekatan berbasis komunitas,” ungkapnya sembari menyampaikan tujuan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas rekan sub recipient (SR) dan sub-sub recipient (SSR) dalam program malaria terutama kapasitas staf SR dan SSR baru dalam melakukan pengelolaan program, keuangan dan administrasi-logistik secara  optimal.

Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat bagi peserta yang berasal dari beberapa daerah di NTT yaitu dari Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Agung Ende. Dokter Ari Hermawan berharap pelatihan ini mampu menghasilkan sejumlah output yang maksimal dalam pengelolaan program Malaria.

Output tersebut antara lain, rekan SR dan SSR memiliki kemampuan dalam berkoordinasi dengan dinas terkait, memiliki indikator yang harus di capai, memahami sistem dan prosedur program, keuangan, M&E, logistik, dan administrasi,” ujar dokter Ari. Ditambahkannya, selain itu Rekan SR dan SSR diharapkan memiliki kemampuan program dan monitoring yang baik (Advokasi-BCC-Empowerment Program) serta dapat mengelola program secara baik, terprogram, akuntabel dan transparan.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengungkapkan untuk di beberapa daerah di NTT, kasus Malaria masih menjadi penyebab kematian yang tinggi pada sarana-sarana kesehatan, meskipun untuk Kota Kupang sendiri sudah status eliminasi untuk tiga tahun terakhir. “Untuk beberapa daerah di NTT, penyakit Malaria sudah sangat familier bagi masyarakat bahkan sampai pada cara pengobatannya,” ucapnya dalam sambutan.

Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man saat membuka pelatihan Program Eliminasi Malaria PERDHAKI NTT

Namun, dokter Herman Man mengatakan perlunya pengawasan terhadap beberapa jenis Obat Malaria yang beredar di masyarakat karena dapat menyebabkan resistensi. Kepada peserta pelatihan, ia mengatakan terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki oleh peserta untuk diterapkan di lapangan.

Pertama, perlunya pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen baru seperti community base atau pendekatan berbasis komunitas. Hal ini dicontohkannya seperti penanganan pandemi Covid-19 di Kota Kupang yang berbasis komunitas di tingkat mikro mulai dari RT/RW. Hal yang sama juga dilakukan terhadap penanganan stunting di mana perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Prinsip yang sama untuk penanganan malaria, perlu melakukan pendekatan pentahelix, bukan saja dari pemerintah tetapi melibatkan tokoh agama, pengusaha, akademisi dan pers yang diikuti dengan peningkatan sosialisasi di wilayah kerja masing-masing sehingga adanya pemahaman dan pengetahuan akan eliminasi malaria di tengah-tengah masyarakat secara baik dan benar,” jelas dokter Herman Man.

Kedua, yaitu skill atau ketrampilan. Diperlukan ketrampilan terutama dalam menggalang pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, dokter Herman Man mengatakan tidak hanya teori, namun dibutuhkan pengalaman yang baik untuk menangani kasus-kasus yang terjadi di dalam masyarakat. Diharapkannya simulasi dalam pelatihan ini dapat menambah pengalaman peserta.

Ketiga, mental atau attitude dalam pengelolaan sikap (Frame of Thinking) yang berkaitan dengan pemahaman akan metode dalam mengeliminasi malaria. “Sekarang teknologi semakin maju, metode-metode yang bagus harus diikuti dengan pola pikir dan sikap yang baik,” tuturnya. Ia berharap dengan diadakannya pelatihan ini dapat mewujudkan eliminasi malaria di berbagai daerah di NTT.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Papua Barat, Decky Walgiarno dari PR Tim PERDHAKI Pusat. Sementara peserta terdiri dari SR  Keuskupan Agung Kupang dengan jangkauan wilayah kerja dengan peserta yang mewakili Kabupaten Alor, Kabupaten Atambua , Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Kota Kupang sebanyak 10 orang, sedangkan peserta SR PWKA Ende dengan wilayah jangkauan Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ende dan Lembata sebanyak 14 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp/Rdp*)

Editor (+roni banase)

Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Kupang Ada di Wilayah Interaksi Tertinggi

530 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Hermanus Man saat sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Tahap II bagi tenaga pelayanan publik dan lansia yang dihelat pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, mengungkapkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang terdapat di wilayah dengan tingkat interaksi tertinggi.

“Kasus positif Covid-19 terbanyak berada pada wilayah dengan aktivitas ekonomi tertinggi,” ungkap Wakil Wali Kota Kupang kepada para peserta sosialisasi dari lembaga perbankan, swasta, camat, dan instansi terkait seraya menyampaikan pernah memarahi dan menegur sebuah bank swasta karena para nasabah banyak yang tak menggunakan masker.

Total kasus kematian Covid di Kota Kupang, tandas dokter Herman Man, hingga Kamis, 18 Februari berjumlah 144 orang (bertambah 22 orang meninggal) yang mana sebelumnya pada 14 Februari jumlah kasus meninggal sebanyak 122 orang.

Data dari Satgas Covid-19 Kota Kupang per Kamis, 18 Februari 2021, kasus terpapar Covid-19 di Kota Kupang mencapai 3.813 orang, masih dirawat 1.620 orang (isolasi mandiri di rumah sebanyak 1.490 dan di rumah sakit sebanyak 130 orang), sembuh sebanyak 2.104 orang dan total meninggal 144 orang. Adapun total populasi Warga Kota Kupang berdasarkan data BPS Kota Kupang (data 2019) sebanyak 463.351 jiwa.

Sementara, kasus tertinggi Covid-19 di 6 (enam) kecamatan di Kota Kupang, ditempati oleh Kecamatan Oebobo dengan jumlah kasus sebanyak 532 orang terpapar. Saat ini Kecamatan Oebobo dibagi menjadi 7 wilayah kelurahan, yaitu: Oebobo, Oetete, Oebufu, Fatululi, Kayu putih, Tuak Daun Merah, dan Liliba. Jumlah penduduk sebanyak 106.342 jiwa yang tersebar di luas wilayah 14,22 km2.

Kasus tertinggi kedua ditempati oleh Kecamatan Kota Raja dengan jumlah penduduk 64.394 jiwa dan luas wilayah 6,10 km2 dan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 325 orang terpapar, yang mana terdapat 8 (delapan) kelurahan yakni Naikoten I, Naikoten II, Nunleu, Airnona, Bakunase, Bakunase II, Fontein, dan Kuanino.

Urutan ketiga ditempati oleh Kecamatan Maulafa dengan jumlah penduduk 98.722 jiwa dengan luas wilayah 54,80 km2 dan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 300 orang yang tersebar di 9 wilayah kelurahan yaitu Maulafa, Kolhua, Belo, Fatukoa, Sikumana, Naikolan, Oepura, Naimata, dan Penfui.

Selanjutnya, sebaran kasus Covid di Kota Kupang berada di 5 (lima) Kelurahan (Kelapa Lima, Oesapa, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, dan Lasiana) pada Kecamatan Kelapa Lima sebanyak 218 terpapar. Kecamatan ini memiliki luas 15,31 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 76.573 jiwa.

Sementara itu, terdapat 184 orang terpapar Covid-19 di Kecamatan Kota Lama yang memiliki luas 3,22 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 41.029 jiwa yang tersebar di 10 (sepuluh) kelurahan di antaranya Kelurahan Oeba, Merdeka, Bonipoi, Airmata, Lae Lae Bissi Kopan (LLBK), Solor, Tode Kisar, Fatubesi, Nefonaek, dan Pasir Panjang.

Kasus terendah Covid-19 berada di  Kecamatan Alak dengan kasus terpapar sebanyak 151 orang. Dengan jumlah penduduk sebanyak 76.291 jiwa yang tersebar di luas wilayah 86,91 km2, Kecamatan Alak memiliki 12 kelurahan yakni Alak, Batuplat, Fatufeto, Mantasi, Manulai II, Manutapen, Naioni, Namosain, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Nunhila, dan Penkase Oeleta.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Warga Tak Mampu Penderita Covid di Kota Kupang Dapat Vitamin & Inap di Hotel

578 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil  Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sesi penyerahan bantuan tabung oksigen pada Senin, 8 Februari 2021; menyampaikan akan berusaha keras mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Sesuai rilis yang diperoleh Garda Indonesia dari PKP Pemkot Kupang, untuk pasien positif yang berkategori sedang dan ringan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing dan mengonsumsi ramuan yang diakui oleh BPOM dan sesuai surat edaran Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan RI seperti kelor, jahe, kunyit dan lainnya.

Pemprov NTT, ungkap Nae Soi, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang akan mengadakan vitamin dan obat anti virus yang akan didistribusikan kepada masyarakat. “Untuk rencana tersebut, Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.80 miliar (delapan puluh miliar rupiah),” ujarnya.

Diakui Nae Soi, Pemprov memberi perhatian lebih untuk Kota Kupang karena kondisi saat ini butuh penanganan serius. Namun, dipastikannya kabupaten lain juga tentu diperhatikan dan mendapat dukungan dari  Pemprov untuk penanganan covid 19. “Prinsip kami keselamatan manusia no compromise, keselamatan rakyat di atas segala-galanya. Karena kami adalah pelayan masyarakat, maka wajib hukumnya kami melayani masyarakat,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man pun menyampaikan hingga saat ini, setelah pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diakuinya kepatuhan masyarakat Kota Kupang dalam penerapan protokol kesehatan sudah makin baik. Namun, diakuinya masih ada juga beberapa yang melanggar sehingga petugas masih terus melakukan “Operasi Pro Kasih” setiap hari.

Wagub NTT Josef Nae Soi dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man saat penyerahan secara simbolis tabung oksigen kepada 10 rumah sakit di Kota Kupang, foto oleh PKP Pemkot Kupang

Pemkot Kupang, urai dokter Herman Man, telah merancang konsep penerapan PPKM tingkat mikro. Saat ini tengah dalam tahapan final konsep terutama tentang bagaimana koordinasi tingkat kelurahan, kecamatan serta koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Dokter Herman Man mengungkapkan Pemkot Kupang tengah berencana menyediakan fasilitas isolasi bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19. “Penentuannya berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat yang memastikan orang tersebut tidak mampu secara ekonomi dan memiliki rumah yang tidak layak untuk dilakukan isolasi mandiri. Pasien tidak mampu tersebut akan dirawat selama 10 hari dan diberikan vitamin serta obat yang disarankan bagi pasien positif Covid-19,” alasnya.

Senada, saat sesi jumpa media di beranda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang, 9 Februari 2020, dokter Herman Man menegaskan agar masyarakat mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan agar laju penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Untuk isolasi mandiri terpusat, imbuhnya, Pemkot Kupang menyediakan vitamin B, C, dan D serta 10 buah masker selama 10 hari.

Lanjut dokter Herman Man, jika isolasi mandiri di hotel, maka Pemkot Kupang menyediakan fasilitas kamar hotel seharga Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per orang/hari selama 10 hari dikhususkan bagi keluarga miskin sesuai data basis terpadu dari Dinas Sosial, orang dengan kondisi perumahan tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah, kondisi gizi buruk, punya penyakit penyerta (kormobid).

“Namun, jika pada hari keempat atau kelima harus dirawat di rumah sakit, maka berhenti bayar dan dilanjutkan perawatan di rumah sakit. Saat ini, telah tersedia 100 tempat tidur di hotel dan akan terus dicari di 6 (enam) kecamatan,” urainya seraya menandaskan bahwa juknis sementara disiapkan dan hampir final.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)