oleh

Stunting di Ende, Bantuan Bank NTT Disalur ke Lima Puskesmas

Ende, Garda Indonesia | Karyawan Bank NTT Cabang Ende memberikan bantuan kepada Pemda Ende sebesar Rp30 Juta guna mengatasi kasus stunting. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pjs. Pemimpin Cabang Bank NTT Ende, Theodora Lawotan kepada Bupati Ende, Djafar Achmad pada Kamis, 13 November 2022 di ruang kerja Bupati Ende.

Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ende, Dahlan, S.Ip, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Ende, Drs.Derson Duka dan Kadis BKKBN Kabupaten Ende, dr Muna Fatma serta para pimpinan OPD Kabupaten Ende.

Saat menyerahkan bantuan tersebut Pjs. Pemimpin Cabang Bank NTT Ende, Theodora Lawotan mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari para pegawai Bank NTT akan kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Ende.

Bantuan yang dikenal dengan sebutan kakak asuh tersebut berasal dari para karyawan Bank NTT sebagai bentuk ungkapan kepedulian akan stunting dengan harapan agar kasus stunting di Ende bisa menurun dari waktu ke waktu.

Bantuan dari Bank NTT untuk intervensi stunting di Kabupaten Ende  disalurkan ke 5 (lima) puskesmas yakni Puskesmas Loboniki di Kecamatan Kota Baru, Puskesmas Peibenga di Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Puskesmas Maukaro, Puskesmas Wolojita dan Puskesmas Rukun Lima di Kota Ende.

Sementara itu, Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan bahwa bantuan yang diberikan oleh Bank NTT sebesar Rp30 Juta adalah suatu yang luar biasa untuk ukuran Kabupaten Ende karena tentu tidak semua lembaga atau orang bisa mau menaruh kepedulian akan stunting dengan langsung memberikan bantuan. Oleh karena itu, pihaknya menggugah pihak BUMN lainnya seperti Perbankan yang ada di Kabupaten Ende untuk ikut juga menaruh kepedulian sama seperti yang dilakukan oleh Bank NTT.

Bupati Djafar juga mendorong ASN di lingkup Pemkab Ende untuk ikut menaruh kepedulian akan stuting dengan memberikan bantuan sebagimana yang telah dilakukan oleh Bank NTT. “Bantuan yang diberikan oleh Bank NTT berasal dari sumbangan para pegawainya. Hal itu tentu bisa dicontoh oleh ASN kita,” ungkap Bupati Djafar.

Tahapan distribusi bantuan stunting dari Bank NTT

Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ende, drg Muna Fatma Ngasu,M.Kes. dalam keterangan pers kepada wartawan di Kantor Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ende pada Jumat, 20 Januari 2023; mengatakan guna mengintervensi stunting pihaknya mendapatkan bantuan berupa uang sebesar Rp30 Juta yang diserahkan secara langsung oleh Bank NTT kepada Pemda Ende melalui Bupati Ende, Drs Djafar Achmad pada tahun 2022.

Bantuan tersebut diteruskan ke Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Ended dan oleh tim diteruskan Puskesmas yang merupakan leading sektor dalam pengendalian stunting.

“Iya untuk menurunkan angka stunting diperlukan dukungan dan peran serta dari semua pihak termasuk dalam hal ini pihak Bank NTT yang mau peduli dengan memberikan bantuan uang untuk menurunkan stunting di Kabupaten Ende,” ujar dr Muna yang menjabat sebagai Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Ende.

Terkait dengan bantuan yang ada jelas dr Muna diserahkan ke pihak Puskesmas karena secara teknis pihak Puskesmas yang lebih mengetahui keadaan stunting di masing-masing wilayah kerja. Lalu,  puskesmas yang mengatur bantuan itu mau dibelanjakan makanan tambahan secara langsung dan baru diberikan kepada penderita stunting atau masing-masing keluarga diberikan uang dan keluarga sendiri yang membelanjakan makanan tambahan untuk anak penderita stunting.

Dijelaskan dr. Muna, masing-masing Puskesmas mendapatkan bantuan sebesar Rp5 Juta yang akan dipergunakan untuk membeli makanan tambahan. Targetnya setiap Puskesmas akan mengintervensi stunting untuk 12 anak selama 30 hari.

Berdasarkan data hasil penimbangan kedua pada Agustus 2022, tercatat sebanyak 1.749 atau 8,9 persen anak di Kabupaten Ende menderita stunting dan jumlah yang paling tinggi berada di Kecamatan Maukoro. Dan diharapkan pada tahun 2023 turun menjadi 5,3 persen sesuai dengan target Pemda Ende.

Pihaknya menaruh apresiasi kepada Bank NTT yang telah menaruh kepedulian akan kasus stunting di Kabupaten Ende.

“Semoga dengan adanya bantuan tersebut setidaknya bisa menekan atau menurunkan kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Ende,” tandas dr. Muna. (*)

Sumber (*/rom/globalflores)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *