Gubernur VBL : Pertanian Lahan Kering di NTT Harus Membantu Pembangunan

136 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian lahan kering harus ikut membantu pembangunan daerah. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis, 26 November 2020.

“Pengembangan pertanian lahan kering tentunya sangat penting untuk turut membantu pembangunan provinsi ini. Tentu juga harus menggandeng pariwisata sebagai lokomotif utamanya. Sektor pertanian, peternakan, serta perikanan harus mampu menjadi suplai chain bagi pariwisata,” jelas Gubernur VBL.

Lanjut VBL, “Supply chain dari sektor-sektor tersebut harus bisa dihasilkan dari NTT sendiri bukan dari luar. Komoditi unggulan dari sektor pertanian lahan kering tentunya diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan pariwisata.”

Ia pun menambahkan, dalam hasil survei menunjukkan bahwa bila pandemi Covid-19 berakhir, maka destinasi pariwisata dengan atraksi alam dan budaya akan paling banyak dikunjungi. Tentunya, NTT akan dapat keuntungan karena atraksi alam dan budaya yang atraktif dan eksotis adalah ciri khasnya.

“Terima kasih kepada Kampus Undana yang sudah menyelenggarakan seminar ini dan tentunya saya berharap mahasiswa lulusan Fakultas Pertanian harus mampu menjadi pengusaha di sektor pertanian. Begitu pun dengan lulusan Fakultas Peternakan, Perikanan dan lainnya untuk menjadi pengusaha di bidangnya,” pinta Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Undana Kupang

Selama ini, imbuh VBL, SDM lulusan sarjana yang ada di NTT masih memiliki pola pikir hanya mau untuk menjadi PNS. Setiap kali lulus dari kampus hanya tunggu lowongan PNS. Memang ada baiknya juga, namun kuota penerimaannya terbatas. Imbasnya adalah angka pengangguran yang tinggi. “Maka dari itu, lulusan sarjana pertanian harus bisa menjadi pengusaha di bidang pertanian. Itu sungguh luar biasa karena ilmu bukan hanya dipelajari namun juga bisa membantu di tengah masyarakat dan membantu untuk kemandirian dirinya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Univesitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredik Benu, M.Si, P.hd mengatakan pengembangan pertanian lahan kering sebagai salah satu ujung tombak perguruan tinggi dan pemerintah dan masyarakat untuk membangun pertanian sekaligus menjawab persoalan yang ada.

“Terima kasih pada Bapak Gubernur yang sudah memberikan dukungan. Baru-baru ini juga beliau menghimpun para pimpinan perguruan tinggi yang ada di Timor, Sabu, Rote dan Alor bertekad bersama mewujudkan tanggung jawab pembangunan di tengah masyarakat melalui MoU yang ditandatangani bersama,” ujarnya.

Fred Benu menambahkan, perkuliahan di kampus kini tidak hanya mengajarkan teori pada mahasiswa, namun mengambil tanggung jawab mengatasi persoalan di masyarakat. (*)

Sumber berita dan foto (*/Meldo—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

(Visited 32 times, 1 visits today)