Gubernur NTT : Pariwisata Bukan Persoalan Halal atau Haram

434 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | “Saya senang karena banyak sekali teman-teman hadir malam ini dan saya bangga kepada panitia API (Anugerah Pesona Indonesia, red), terutama Pak Rio Kapela selaku penasihat yang telah bekerja luar biasa dan kita harapkan, ke depan apresiasi ini menjadi sebuah kekuatan lembaga yang dapat memberikan apresiasi terhadap seluruh destinasi pariwisata di Indonesia,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam sambutannya saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo pada Kamis malam, 20 Mei 2021.

Baca juga:  https://gardaindonesia.id/2021/05/21/taklukkan-sumsel-aceh-ntt-juara-umum-anugerah-pesona-indonesia-2020/

Berbicara tentang pariwisata memang tidak gampang terutama bagi kami, ungkap Gubernur VBL, walaupun secara kasat mata Nusa Tenggara Timur merupakan tempat terindah di dunia, the one and only karena memiliki binatang purba yakni Komodo. “Karena saya sudah keliling dunia, tapi ini tempat terindah di dunia. Bukannya karena saya gubernur, makanya saya bilang begitu. Oleh karena itu, kita patut berbangga karna banyak hal eksotis dan itu juga yang dimiliki Indonesia,” urainya.

Karena itu, imbuh VBL, kita patut berbangga dalam keberagaman kita, karena dalam keindahan itu tak perlu kita ribut tentang asal usul, bahasa, kulit, bahasa, suku, dan agama kita. “Makanya, saya bingung jika orang pariwisata ribut tentang agama, ribut tentang keyakinan. Apalagi barusan Bapak Presiden (Jokowi, red) bicara tentang kuliner saja dipersoalkan. Bangsa macam apa, jika Presiden bicara kok ribut,” ulas VBL.

Menurut Gubernur NTT, perbedaan itu harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia. “Bila kita ingin agar Pariwisata Indonesia maju, maka keragaman menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan dari diri kita sendiri. Maka, saya selalu bilang, apa itu toleransi? Toleransi itu orang yang hidup dalam keragaman, dalam perbedaan tetapi rileks, kalau pun bercanda dalam keragaman dan perbedaan, ya biasa saja. Itulah Indonesia,” tegasnya.

Gubernur VBL yang konsen menjadikan pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat NTT ini pun berharap agar momentum API Awards agar terus didorong bukan saja terhadap tempat-tempat pariwisata tetapi terhadap akomodasi, destinasi, amenitis. “Ke depan, diharapkan API juga mengumumkan restoran dan kuliner terbaik di Indonesia, itu akan sangat membantu. Jadi, jika tiba-tiba keluar ada Babi, maka itu bukan persoalan haram dan halal. Itu milik Indonesia,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur VBL yang terus mendorong geliat pariwisata di provinsi kepulauan yang memiliki 72 bahasa daerah ini menegaskan bahwa di dalam pariwisata tak mengenal haram dan halal. “Menyebabkan satu-satunya sektor yang bertumbuh eksponensil adalah pariwisata. Jadi, kalau mengerti pariwisata hanya pasir yang indah, tarian bagus, eksotik alamnya, no. Pariwisata itu berbicara seluruh kehidupan dan kegiatan manusia,” urainya.

Berbicara tentang pariwisata, lanjut Gubernur NTT yang menyelesaikan disertasi doktor dari Program Studi Doktor Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana, berjudul Tranformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Inclusive, Local Resources Based, Sustainable ini menegaskan bahwa berbicara tentang pariwisata itu berbicara mengenai budaya kuliner, bicara, berpakaian, hospitality, kesehatan, pendidikan, peternakan, pertanian, dan budaya kesehatan.

“Itulah pariwisata!, tegasnya sembari menyampaikan pesan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 dapat memberikan kita kesempatan untuk menatap dunia dan dalam persaingan tanpa batas.

Suami dari Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT yang terus berupaya menggagas dan mendorong pelaku UMKM mengelola Kopi, Madu, dan Kelor ini menandaskan pariwisata dalam momentum saat dengan teknologi informasi, kita sedang bersaing dengan dunia. “Sebagai gubernur, saya sangat bangga Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia,” pungkasnya.

NTT dalam perhelatan Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 meraih Juara Umum API Awards 2020 atau The Most Favourite Tourism 2020 yang memenangkan 8 kategori termasuk Makanan Tradisional Terpopuler Daging Se’i (olahan daging asap dari daging Babi atau daging Sapi khas Kota Kupang, red).

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/tangkapan layar youtube)

(Visited 247 times, 1 visits today)