Arsip Tag: Labuan bajo

Kapal Pesiar Aqua Blu Diluncurkan di Labuan Bajo, Tawarkan Wisata Bahari

132 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapal pesiar mewah berlambung baja Aqua Blu resmi diluncurkan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan siap menawarkan wisata bahari di perairan kawasan tersebut.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina pada Selasa, 19 November 2019 mengatakan diluncurkannya Aqua Blu menambah alternatif baru bagi wisatawan yang ingin berlibur di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo dengan menggunakan kapal pesiar.

“Kehadiran Aqua Blu memberikan pilihan baru untuk aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo dan Flores. Nantinya perjalanan wisata bahari ini akan dikombinasikan dengan beragam atraksi di daratan. Hal itu akan menjaga pariwisata berkelanjutan, khususnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” ungkap Shana.

Aqua Blu menjadi kapal eksplorasi Indonesia pertama dengan lambung baja yang menawarkan wisata bahari di Labuan Bajo. Kapal itu dioperasikan oleh 25 kru lokal yang sudah mendapatkan pelatihan khusus sesuai standar keselamatan dan keramahan.

Aqua Blu juga sudah menyiapkan rute menarik, yaitu Bali, Labuan Bajo, Maumere, Banda Neira, Ambon, Sorong, dan Waisai.

Shana menilai, kehadiran Aqua Blu akan bisa menghidupkan perekonomian pada tiap destinasi yang disinggahi. Aliran ekonomi berpotensi diberikan melalui beragam pembiayaan pelabuhan dan permintaan jasa lainnya. Untuk pemintaan jasa di antaranya, penyimpanan, persediaan makanan, transportasi lokal, dan penyediaan lain.

Fasilitas Kapal Pesiar Aqua Blu

Shana menambahkan, kehadiran Aqua Blu membuat industri pariwisata berdenyut cepat dan merata. “Industri pariwisata di lintasan Aqua Blu akan berdenyut cepat. Ada economy value besar yang bisa dinikmati langsung masyarakat. Sebarannya juga merata di banyak destinasi yang disinggahi kapal ini. Sebab, Aqua Blu membuat perjalanan melalui laut semakin kompetitif,” lanjut Shana.

Aqua Blu dikonsep sebagai Luxurious Yacht. Kapal mewah ini dilengkapi dengan sun deck, lounge dan bar, jacuzzi, hingga fasilitas spa. Aktivitas wisata airnya juga lengkap. Ada perlengkapan penyelaman, snorkling, kayak, juga stand-up paddleboards.

“Fasilitas yang dimiliki Aqua Blu sangat lengkap. Semuanya serba yang terbaik. Bagaimanapun, Aqua Blu ini dikonsep oleh pakar perancang yacht terkemuka. Story kapal ini sendiri sebenarnya sangat unik, apalagi konsepnya sekarang,” jelas Shana lagi.

Konseptor Aqua Blu adalah Perancang Yacht Dunia Cor D Rover. Aqua Blu sendiri sejatinya eks kapal perang Inggris HMS Beagle. Di tangan Rover dan tim, karakter penjelajah HMS Beagle diubah menjadi Ocean-Sea Expedition Yacht pada 2006. Kapal ini lalu didesain ulang pada 2019 hingga menjadi Aqua Blu.

“Kami menyambut gembira kehadiran Aqua Blu. Kapal ini berpotensi menaikkan pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dan destinasi lainnya. Kami yakin, pergerakan wisatawan pada poros lintas Aqua Blu akan terus naik. Apalagi, pergerakan wisatawan di Labuan Bajo positif pada 3 tahun terakhir,” jelas Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Muh. Ricky Fauziyani.

Pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dalam 3 tahun terakhir terkoreksi naik. Mengacu data Disparbud Manggarai Barat, pergerakan wisman sepanjang 2018 berjumlah 80.683 orang. Jumlah tersebut pun naik 17,45% dari tahun sebelumnya. Arus wisman pada 2017 sendiri berjumlah 66.601 orang. Angka tersebut naik 18,42% dari 2016. Sepanjang 2016, pergerakan wismannya sekitar 54.335 nama.

“Wisatawan di destinasi Labuan Bajo akan semakin positif di masa depan. Aqua Blu akan memberikan pengaruh besar dalam memobilisasi wisatawan. Lalu, bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berwisata bahari dan wisata di darat sekaligus silakan bergabung bersama Aqua Blu. Segera pesan tiketnya. Harganya ditawarkan kompetitif,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpakeraf)
Editor (+rony banase)

Kemenparekraf Tekad Lanjutkan Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

44 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait sebagai tekad untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di 5 (lima) destinasi super prioritas.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infastruktur pendukung di lima destinasi super prioritas selesai pada akhir 2020.

Kelima destinasi super prioritas itu ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Joglosemar), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Terkait 10 destinasi prioritas yang saat ini difokuskan menjadi 5 destinasi super prioritas, kami terus berkoordinasi dengan kementerian lain dan itu sangat cair, sehingga target yang ditetapkan Presiden, Insya Allah akan tercapai,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela di Oeang Coffee Roastery kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan pada Selasa, 5 November 2019.

Candi Borobudur di kala senja

Wishnutama mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya saat ini melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti dengan Kepolisian RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Setelah saya dilantik, saya terus berkoordinasi dengan K/L terkait. Saya juga koordinasi dengan Kapolri yang siap mendukung langsung stabilitas keamanan pariwisata Indonesia. Juga dengan BNPB untuk berkoordinasi terkait bencana di tanah air,” katanya.

Wishnutama mengatakan isu-isu terkait pariwisata misalnya mengenai tiket pesawat akan terus dibicarakan dengan Kementerian Perhubungan. Ia berharap harga tiket harus dibuat terjangkau tidak hanya untuk wisatawan mancanegara tapi juga wisatawan nusantara.

“Turis lokal kan juga ingin ke Labuan Bajo, tak cuma wisman. Jangan sampai orang bilang ke luar negeri lebih murah daripada wisata dalam negeri. Koordinasi ini dimaksudkan agar visi dan misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bukan hanya tanggung jawab Kemenparekraf saja, karena juga harus disokong bantuan dari banyak pihak,” paparnya.

Dalam rangkaian acara Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela, Menparekraf dan Wamen Parekraf beserta rombongan juga melakukan M Bloc Tour mengunjungi seluruh gerai yang menjual produk sekaligus sebagai ruang kreatif di kawasan M Bloc Space di antaranya Mata Lokal, Rumah Lestari, UnionWell, Suwe Ora Jamu, Connectoon, De Majors, Mbok Ndoro, dan lain-lain. (*)

Sumber berita (*/Guntur Sakti–Plt. Kepala Biro Komunikasi Publi Kemenparekraf)
Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi : “Tahun 2020, Penataan Total Labuan Bajo Rampung”

24 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Saat meninjau kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 10 Juli 2019; Presiden Jokowi menyampaikan tentang rencana pengembangan dan penataan kawasan tersebut menjadi sebuah kawasan industri pariwisata.

https://gardaindonesia.id/2019/07/11/labuan-bajo-kunjungan-ke-10-presiden-jokowi-di-provinsi-ntt/

“Kita kan sudah rencanakan dua tahun yang lalu kita ingin ada 10 destinasi baru dan ini yang ke-4 yang ingin kita prioritaskan. Salah satunya adalah Labuan Bajo,” ujar Presiden selepas meninjau Puncak Waringin di kawasan Labuan Bajo yang akan diprioritaskan pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata baru yang akan dikembangkan.

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan kepada Presiden oleh Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis H. Sumadilaga, kawasan Puncak Waringin akan mencakup area seluas kurang lebih 1 hektare yang dilengkapi dengan pusat cenderamata, amfiteater, ruang terbuka hijau, area parkir, dan dek observasi.

Direktur Jenderal Cipta Karya, Danis H. Sumadilaga saat memaparkan tentang kawasan Puncak Waringin kepada Presiden Jokowi

Presiden mengatakan, untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah sedang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Di antaranya adalah pengembangan bandara yang ada di daerah tersebut.

“Maksimal tahun depan sudah rampung semua. Terminal airport, runway, rampung,” tuturnya.

Pengelolaan bandara juga akan menjadi perhatian tersendiri. Menurut Presiden, pemerintah ingin agar pengelola bandara di kawasan-kawasan wisata memiliki jaringan pariwisata internasional.

“Pengelolaan juga akan dilelangkan. Terutama kita ingin agar yang mengelola airport ini yang memiliki jaringan pariwisata internasional sehingga yang datang ke sini turis-turis yang kita harapkan akan meningkatkan devisa,” ucapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala Negara sempat menyusuri area pedestrian yang berjarak kurang lebih 100 meter dari kawasan Puncak Waringin. Penataan pedestrian yang dilalui Presiden tersebut juga akan menjadi bagian dari penataan kawasan pariwisata tersebut.

“Penataan kawasan di Labuan Bajo itu penting sekali. Seperti ini, akan kita buat trotoar. Tahun ini mulai (dibangun) nanti sampai ke ujung sana sehingga turis bisa berjalan ke sini sambil menikmati view yang ada di depan sana,” tuturnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan membenahi dan mengembangkan sektor air minum dan sanitasi di kawasan Labuan Bajo. Penataan pelabuhan dan pelebaran jalan menuju lokasi wisata untuk lebih mendukung arus wisatawan juga akan dilakukan.

“Ini memang total penataannya,” kata Presiden.

Penataan tersebut diharapkan untuk dapat diselesaikan sesegera mungkin. Setelahnya, Presiden berharap agar pemerintah setempat mulai membuat dan mengemas atraksi wisata baru yang dapat menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

“Kita ini baru mulai membenahi. Insyaallah tahun depan sudah selesai airport-nya, runway-nya, dan penataan kawasan. Baru kita bicara bagaimana mengemas even-even, seni dan budaya yang ada di sini. Kemudian juga promosinya seperti apa,” tandasnya.

Presiden Jokowi saat menghampiri masyarakat dan membagikan kaos

Selepas peninjauan kawasan Puncak Waringin, Presiden Joko Widodo dan rombongan juga meninjau rencana kawasan pengembangan wisata baru di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo. Kawasan sekitar pelabuhan tersebut nantinya akan terdiri atas hotel, kawasan terpadu Marina, dan area komersial. Penataan tersebut akan mengubah wilayah pelabuhan yang sebelumnya kumuh dan tak tertata menjadi sebuah kawasan wisata baru.

Kepala Negara kemudian meninggalkan lokasi tersebut dengan terlebih dahulu menghampiri para pekerja untuk berfoto bersama. Selain itu, Presiden juga tampak menyapa masyarakat yang hadir di lokasi peninjauan.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. (*)

Sumber berita (*/Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden-Chandra A. Kurniawan)
Editor (+rony banase)

Labuan Bajo, Kunjungan Ke-10 Presiden Jokowi di Provinsi NTT

52 Views

Labuan Bajo-Mabar, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Rabu, 10 Juli 2019 bertolak lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 11.10 WIB menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melakukan kunjungan kerja.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/05/20/resmikan-bendungan-rotiklot-presiden-jokowi-air-kunci-kemajuan-di-ntt/

Sebelumnya, dalam kunjungan ke-9, Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu

Presiden Jokowi & Ibu Iriana disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ibu Gubernur, Julie Sutrisno Laiskodat

Setibanya di Bandar Udara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), sekitar pukul 14.11 WITA, Presiden disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, dan Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman. Kedatangan Kepala Negara juga disambut dengan Tari Caci sebagai prosesi adat khas NTT.

Lalu, Presiden langsung meninjau rencana pengembangan Bandara Komodo dengan melihat panel dan menyimak paparan. Dari bandara, Presiden dan rombongan menuju Kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk meninjau proyek penataan kawasan Puncak Waringin.

Penyematan Kain Tenun Manggarai Barat kepada Ibu Iriana dan Presiden Jokowi

Sambutan Warga Labuan Bajo yang sangat antusias hingga ke luar bandara sempat membuat rangkaian kendaraan Presiden terhenti. Presiden pun menyempatkan turun dari mobilnya untuk menyapa masyarakat yang membeludak di pinggir jalan.

Kepala Negara juga diagendakan akan meninjau pedestrian di Jalan Soekarno-Hatta, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dan ditutup dengan meninjau Kawasan Terpadu Marina, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada sore hari.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi NTT yaitu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI Trisno Hendradi, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.(*)

Sumber berita (*/Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden-Chandra A. Kurniawan)
Editor (+rony banase)

Wagub Josef : ‘Kami Menolak Dengan Keras Label Wisata Halal Masuk Ke NTT!’

28 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, bermunculan banyak reaksi dan dikotomi yang terjadi di tengah masyarakat yang menanggapi Wacana Wisata Halal yang menurut rencana akan dikembangkan hingga ke Wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi kepada awak media usai membuka Rapat Penguatan Kelembagaan BPBD tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Hotel Neo Aston Kupang, Senin, 6 Mei 2019, mengatakan bahwa sederhana sekali kalo halal berarti ada haram

“Jangan bikin dikotomi yang engak-engak di NTT ini, kalo kita telah menerapkan Lakum Dinukum Waliyadin dan saling menghormati itu sudah pasti. Kita di Indonesia ada toleransi”, tegas Wagub Josef

Selebihnya, Wagub Josef menekankan untuk tidak merusak tatanan toleransi karena jika dilihat pada toleransi dogmatis mengatakan bahwa keyakinan saya tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun tapi saat berada tatanan lain maka lahirlah toleransi civilius

“Jadi jangan merusaklah”, pinta Josef Nae Soi sambil didampingi oleh Kabiro Humas, Marius Ardu Djelamu

Kemudian Wagub Josef yang pernah menjadi Duta Besar ini menegaskan sekali lagi

“Jadi kami menolak dengan keras label pariwisata halal masuk ke NTT”, ucapnya

Dan dengan ketegasan sebagai pemimpin di daerah yang telah tercipta suasana kehidupan masyarakat yang serasi, seimbang dan selaras, Wagub Josef Nae Soi juga mempertanyakan kenapa harus ada label halal dan haram?

Menurutnya, selama ini saudara-saudara kita yang muslim dan kristen tidak ada masalah; karena dengan adanya label halal dapat menyebabkan stres, stroke, dan stop

Wagub Josef Nae Soi juga menyampaikan bahwa Viktor (Gubernur NTT, red) dan Josef (Wagub NTT, red) akan berada paling depan

“Kami ini orang pusat, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dilantik oleh Presiden sebagai wakil pemerintah pusat. Orang pusat datang di NTT harus melalui Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, kalo tidak kami usir”, tandas Wakil Gubernur NTT ini dengan nada tegas.

Sebelumnya, Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Halal Labuan Bajo di Sylvi Resort, Labuan Bajo, Provinsi NTT, (Selasa, 30 April 2019) oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman mengatakan Indonesia telah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal atau halal tourism terbaik dunia 2019 oleh standar Global Muslim Travel Index (GMTI).

Kemenangan Indonesia di GMTI 2019 dan besarnya pengaruh potensi wisata halal kemudian mulai melirik beberapa wilayah di Indonesia, wilayah tersebut antara lain Sumatra Utara, Malang, Gorontalo termasuk Labuan Bajo.

Penulis dan editor (+rony banase)

Banjir & Longsor di Manggarai Barat, 2 Orang Tewas & 6 Orang Tertimbun

14 Views

Mabar-NTT, Garda Indonesia | Hujan deras yang turun di daerah Manggarai Barat ditambah kondisi topografi perbukitan dan tanah labil telah menyebabkan banjir dan longsor di Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbliling Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis,7/3/2019 pukul 07.00 WITA.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manggarai Barat, Domi Hawan melalui Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hans mengatakan longsor dan banjir menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan telah dievakuasi, 6 orang masih tertimbun longsor dan belum ditemukan dan 3 orang luka-luka.

Salah satu wilayah di Manggarai Barat yang terdampak banjir

Mengenai kerugian material meliputi 3 unit rumah rusak berat, 1 unit jembatan rusak, 2 unit sepeda motor tertimbun longsor, 1 unit kios rusak berat tertimpa longsor, dan jalan tertutup longsor.

“Ruas jalan Ruteng – Labuan Bajo lumpuh total akibat longsor. Untuk sementara terdapat 20 titik longsor sepanjang jalan negara di Kecamatan Mbeliling”, ujar Hans yang saat ini sedang terjebak bencana longsor namun masih dapat memberikan informasi kepada media ini melalui pesan Whatsapp pada Jumat/8 Maret 2019 pukul 20.39 WITA.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Manggarai Barat bersama TNI, Polri, SKPD dan relawan masih melakukan evakuasi dan kaji cepat di lokasi kejadian.

Komunikasi terbatas karena sinyal telepon genggam sering tidak tertangkap. Kebanyakan merupakan daerah blankspot sinyal di lokasi bencana.

Alat berat dari PUPR dan Prajurit TNI Kodim 1612 Manggarai membersihkan longsoran

Disamping itu, Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf. Rudi Markiano Simang saat diwawancara oleh media mengatakan kemarin (Kamis/7 Maret 2019) mengalami kesulitan untuk berkoordinasi karena putus kontak dan hanya dapat merencanakan aksi sepanjang malam dan Jumat/8 Maret dapat melakukan aksi pembersihan longsor menggunakan alat berat berupa 2 (dua) unit Excavator dan 1 (satu) unit Loader

“Sebanyak 8 (delapan) titik longsoran telah dibersihkan namun diberhentikan sementara karena hujan dan demi keamanan dan menurut rencana besok Sabtu/9 Maret 2019 akan dilanjutkan pembersihan hingga ke Jembatan Wailia”, terang Letkol Rudi.

Lanjut Letkol Rudi, Sebanyak 3 alat berat dari Labuan Bajo telah membersihkan dari sana dan saat ini berada di Mena. Diperkirakan akan bertemu di lokasi yang mana 2 keluarga tertimbun longsor yang menyebabkan 8 korban meninggal

“2 orang telah dievakuasi dan dimakamkan dan 6 orang masih tertimbun longsoran tanah sekitar 4 (meter) dan belum ada alat berat untuk proses evakuasi”, tandas Letkol Rudi yang menurunkan 20 prajurit TNI untuk membantu proses evakuasi. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB & BPBD Manggarai Barat)
Penulis dan editor (+ rony banase)

‘10 Bali Baru’ Termasuk Wisata Labuan Bajo Tertata Apik & Menarik

19 Views

Jakarta, gardaindonesia.id | 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) termasuk di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kini Labuan Bajo lebih tertata rapi dan menarik dan siap menjadi salah satu destinasi wisata selain Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar.

Tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di 4 lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Kementerian PUPR juga membangun gerbang, sculpture Komodo, bangunan ticketing, shelter pengunjung, toilet dan signage. Kemudian jaringan air bersih ke Pelabuhan, pekerjaan sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 170 m3/hari.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan semakin baiknya fasilitas maka diharapkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo bisa bertambah.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah,” jelas Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Menteri Basuki berharap, semakin baiknya fasilitas di Labuan Bajo bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Pasalnya, Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores itu, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo atau Rinca, untuk melihat habitat asli komodo.

Penataan kawasan wisata Labuan Bajo mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat, terutama para pedagang yang ingin segera pindah ke kawasan wisata kuliner Kampung Ujung yang telah selesai direnovasi dengan desain tenda baru berwarna putih. Wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi spot untuk swafoto.

KSPN Labuan Bajo merupakan satu dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. (*)

Sumber berita (*/Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Editor (+rony banase)

Gempa Bumi Guncang Manggarai Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

19 Views

Mabar-NTT, gardaindonesia.id | Hari Sabtu, 12 Januari 2019, pukul 21.13.01 WIB, wilayah Laut Flores diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,53 LS dan 119,78 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 km arah barat Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 58 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc., mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran lokal di dalam batuan basemen Busur Kepulauan Sunda Kecil.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Flores ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme kombinasi pergerakan mendatar-turun (oblique normal)”,terang Triyono

Lanjut Triyono, Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Ruteng II-III MMI, Bima dan Labuan Bajo III-IV MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami”, ungkap Triyono.

Hasil update telah terjadi gempa susulan Mag:3.7 pada pukul 23:11:27 WITA, Lok:8.46 LS,119.80 BT (37 km Barat Laut Manggarai Barat), Kedalaman:10 Km, dirasakan II-III MMI di Labuhan Bajo dan Ruteng

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG”,himbau Triyono.

Sumber berita (*/humas BMKG)
Editor (+rony banase)