Telisik Makna Salam Tiga Jari Wakil Presiden Ma’ruf Amin

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Salam menggunakan simbol jari, hari-hari ini tengah menjadi tren utama dalam menggunakan isyarat jari dengan ragam tertentu. Kontestasi politik yang tengah berlangsung saat ini menunjukkan salam jari menjadi identik dengan bentuk dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres).

Fenomena tersebut belakangan ini ramai diperbincangkan setelah Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin terlihat memberi salam tiga jari saat menghadiri acara HUT ke-51 PDI Perjuangan di Jakarta pada Rabu, 10 Januari 2024.

Sontak salam tiga jari Wapres itu dikaitkan dengan bentuk dukungan langsung terhadap paslon nomor urut 03 Ganjar-Mahfud.

Kendati begitu, salam menggunakan tiga jari itu justru dimaknai berbeda oleh Staf Khusus Wapres bidang hukum Firman Wijaya. Menurutnya, apa yang terdokumentasi dari salam dengan ibu jari, telunjuk serta jari kelingking dalam acara PDI Perjuangan tersebut tidak lain merupakan salam biasa saja.

Hal itu karena salam resmi yang menjadi jargon dari paslon nomor urut 03 tersebut justru dengan jari telunjuk, tengah dan jari manis yang merapat (three finger salute) mirip adegan di film The Hunger Games.

“Jadi jelas hal tersebut tidak berkaitan dengan masalah dukung mendukung, beliau menghormati dan menyayangi semua partai yang ada tidak terkecuali PDI Perjuangan yang tengah merayakan miladnya sebagai partai politik besar di Indonesia,”ungkap Firman di Jakarta pada Sabtu, 13 Januari 2024.

Di samping itu, bila dilacak asal-usul salam tiga jari dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari kelingking itu sejatinya adalah salam heavy metal.

“Beberapa makna lain juga mewarnai salam tiga jari dengan ibu jari, telunjuk serta kelingking tersebut dalam menyampaikan pesan I Love You juga digunakan untuk mengekspresikan kasih sayang,” terangnya.

Tidak hanya itu, pada faktanya tidak ada juga yang mematenkan salam tiga jari tersebut sebagai eksklusif milik tertentu, jadi semua entitas dapat menggunakan salam tiga jari tersebut dengan maknanya sendiri.

Ketua Umum Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminolog Indonesia (MAHUPIKI) itu menuturkan bahwa Wapres Ma’ruf Amin berkomitmen menjaga kondusifitas dengan tidak memihak kepada paslon mana pun dengan menempatkan dirinya sebagai Bapak Bangsa yang mengayomi semua golongan dan segenap lapisan masyarakat.

“Sebagai stabilisator yang mampu meredam berbagai gejolak dan gesekan sosial yang mengancam stabilitas negara, posisi Wapres Ma’ruf Amin menjadi begitu penting dalam menjaga masa transisi roda pemerintahan era Presiden Joko Widodo ini,” pungkas Firman.(*)

Sumber (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *