Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » 40 Hektar Lahan di Desa Manusak Digarap Jadi Lahan Program TJPS

40 Hektar Lahan di Desa Manusak Digarap Jadi Lahan Program TJPS

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lahan seluas sekitar 40 hektar di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dijadikan sebagai lahan penanaman jagung jenis hibrida dan lamuru yang merupakan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) besutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/05/30/ini-arahan-dan-motivasi-menteri-pertanian-bagi-petani-tjps-di-desa-manusak/

Pencanangan Program TJPS dan penanaman jagung jenis hibrida dan lamuru dilakukan oleh Gubernur VBL, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin; dan Bupati Kupang, Kornelis Masneno pada Jumat siang, 29 Mei 2020 di Desa Manusak.

Menteri Syahrul Yasin Limpo pun memberikan arahan dan memotivasi para petani Program TJPS untuk memaksimalkan panas, air dan lahan yang tersedia.

Foto bersama Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes (tengah depan berbaju batik dan bermasker merah) bersama perangkat desa, perangkat dusun, dan para petani Program TJPS Desa Manusak

Lantas, seperti apakah kesediaan dan semangat para petani (kebanyakan adalah warga eks Timor Leste, red) menyongsong Program TJPS tersebut dan dapat secara maksimal mengolah lahan Desa hasil pemekaran dari Desa Pukdale pada tahun 2003 ? Simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes pada Jumat, 29 Mei 2020 di Kantor Desa Manusak di bawah ini:

Garda Indonesia : Seberapa luas lahan yang digunakan di Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Hampir 40 hektar, yang tadi secara simbolis dilakukan penanaman jagung oleh Pak Menteri dan Pak Bupati ada 5 hektar.

Garda Indonesia : Program TJPS yang sudah berjalan dan dilakukan panen berjalan?

Kepala Desa Manusak : Kalau panen perdana tahap pertama sudah dilakukan dan tahap kedua untuk musim kemarau. Tahap pertama sudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri.

Garda Indonesia : Diperoleh berapa banyak ton jagung untuk pengolahan pertama?

Kepala Desa Manusak : Kalau dari kurang lebih 40 hektar lebih banyak fokusnya untuk padi. Pengolahan pertama dilakukan oleh masyarakat dan pengolahan kedua inilah yang diintervensi oleh pemerintah untuk program TPJS. Kami dari pemerintah desa sifatnya untuk membekali, karena ini ada di wilayah kami dan yang menjadi penerima manfaat tersebut adalah kelompok tani yang ada. Sebagai kepala desa mesti ada untuk memperlancar segala program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Garda Indonesia : Berapa banyak kelompok tani (poktan) yang dilibatkan untuk program ini?

Kepala Desa Manusak : Kali ini, kurang lebih ada 3 kelompok tani walaupun lebih fokus ke satu kelompok tani yaitu Liselik. Ada lagi dua kelompok yang lain. Secara total ada 18 kelompok tani di Manusak yang sudah memiliki SK dan yang belum memiliki SK kurang lebih ada 10 kelompok tani.

Garda Indonesia : Luas lahan yang dijadikan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat Manusak ada berapa hektar?

Kepala Desa Manusak : Di sini untuk lahan basah kurang lebih ada 250 hektar dan petani-petani ada yang menanam bawang merah. Dua minggu lalu diadakan panen kacang hijau dari provinsi hasil olahan kelompok tani yang baru pulang dari Cina. Karena tahun ini gagal tanam karena hujan, karena musim panasnya 8 bulan dan 4 bulan sisanya musim kemarau.

Garda Indonesia : Program tanam air apakah ada di sini?

Kepala Desa Manusak : Sudah ada P2T dan teman-teman kelompok yang lain secara swadaya, tetapi yang kita harapkan adalah optimalisasi dalam mengejar target dalam penyelesaian irigasi waduk Raknamo. Ini sedang berjalan semoga sebelum 31 Desember 2020 sudah tuntas.

Garda Indonesia : Keberhasilan yang sudah ditorehkan oleh Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Ada pemberdayaan yang kita lakukan dengan bantuan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah desa itu mesti mengikuti iklim yang ada. Seperti pada tahun 2020, hujan hanya sekitar 4 bulan sehingga langkah yang kita lakukan itu mendorong masyarakat melalui aparat-aparat dusun, RT/RW, BPD dan pendamping desa, kita betul-betul memanfaatkan lahan yang ada. Ada yang menanam kacang hijau, jagung, tanaman hortikultura yang lain, ada juga masuk di peternakan. Kami tentu memiliki prestasi, tetapi kami memiliki tujuan yang pasti yaitu untuk menyejahterakan masyarakat.

Garda Indonesia : Berapa banyak jumlah jiwa dan KK di Desa Manusak?

Kepala Desa Manusak : Dilihat dari sisi historis dan fakta di lapangan bahwa ada 839 KK dengan total jiwa 4.317 dengan mayoritasnya ada warga eks Timor-Timur. Itu memiliki sebuah tantangan sendiri. Dengan demikian mulai tahun 2014 sebelum ada dana desa, 2013 kita berupaya melakukan pemberdayaan yang lebih fokus pada perikanan.

Selain itu, dengan pemerintah daerah dan kementerian peternakan, kita melakukan pembagian sapi lalu tahun 2019—2024, kita akan fokuskan masyarakat untuk peternakan, jagung dan pertanian. Karena kalau peternakan melalui dana desa selalu berupaya untuk membentuk kelompok agar masyarakat secara bersama bisa menerima sapi dari pemerintah desa agar digulirkan demi perekonomian keluarga.

Garda Indonesia : Berapa banyak sapi yang dihasilkan dari program tersebut?

Kepala Desa Manusak : Tahun 2020 ada 25 ekor, kami akan membuat SK sehingga ada 25 orang yang menerima itu. dari 25 orang, tidak dikembalikan ke desa, setelah 4 tahun harus putar kepada tetangganya yang belum mendapatkan sapi. Sehingga betul-betul bukan pinjam modal lalu kembalikan dengan modal, tetapi kita mendampingi dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan perencanaan yang ada.

Sehingga dari RI yaitu Pak Menteri berserta jajarannya, Pak Gubernur serta jajarannya, dan kami di pemerintah daerah dengan paket komplit Pak Bupati yaitu 5P. Kami di desa korelasikan program itu menjadi kekuatan untuk bisa merencanakan dan membangun bersama-sama.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Akhir Tahun 2022, Ini Capaian Kinerja Kejaksaan RI

    Refleksi Akhir Tahun 2022, Ini Capaian Kinerja Kejaksaan RI

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejumlah pencapaian berhasil diraih Kejaksaan Republik Indonesia dalam menutup lembaran kinerja di tahun 2022. Hasil pencapaian itu terangkum dalam berbagai aspek pada bidangnya. Dari Bidang Pembinaan, misalnya, terjadi realisasi anggaran sebesar Rp10.381.505.611.176 atau secara persentase mencapai 95,07% dari pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp10.919.809.511.000. “Berikut hasil realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak […]

  • MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo siap membangun sinergi antara MPR RI dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sehingga, sosialisasi 4 Pilar MPR RI tidak hanya sekadar dilakukan dengan simposium maupun seminar saja. Melainkan juga ada aksi nyata, khususnya dengan BNN, dalam mencegah generasi muda terpapar Narkoba. Teror Narkoba kini telah masuk menjadi […]

  • Polri Tambah Pos Penyekat Halau Mudik Lebaran 2021 Jadi 381 Titik

    Polri Tambah Pos Penyekat Halau Mudik Lebaran 2021 Jadi 381 Titik

    • calendar_month Sel, 4 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menambah pos penyekatan peniadaan mudik. Dari sebelumnya 333 titik kini, pos penyekatan untuk menghalau pemudik berjumlah 381 titik. “Iya (pos penyekatan bertambah) jadi 381 titik,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Istiono, pada Selasa, 4 Mei 2021 sembari mengungkapkan bahwa pos penyekatan berjumlah 381 […]

  • Rotary D.3410 Lakukan Transplantasi Terumbu Karang & Latih Olah Limbah

    Rotary D.3410 Lakukan Transplantasi Terumbu Karang & Latih Olah Limbah

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Loading

    Banyuwangi, Garda Indonesia | Salah satu kegiatan Rotary Club dalam 6 (enam) fokus area kegiatan (six area fokus) adalah melakukan konservasi lingkungan, kali ini Rotary Club Bandung Siliwangi mengawali kegiatan pengelolaan sampah dan Kriya Limbah di Banyuwangi; melakukan konservasi lingkungan laut dengan upaya transplantasi terumbu karang. Kegiatan dilakukan pada Selasa, 4 Februari 2020 bertempat di […]

  • Wagub Josef Imbau Pansimas Refleksi Akses Air Bersih & Sanitasi

    Wagub Josef Imbau Pansimas Refleksi Akses Air Bersih & Sanitasi

    • calendar_month Rab, 28 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, gardaindonesia.id | Josef Nae Soi-Wagub NTT mengajak para fasilitator Penyediaan Air Minum dan dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk bekerja dengan sepenuh hati dalam mewujudkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi. Salah satunya dengan melakukan refleksi kritis atas setiap pekerjaan yang telah dijalankan selama ini. “Rapat Koordinasi ini merupakan momen untuk membuat refleksi […]

  • Pantau Vaksinasi Covid Lansia Kota Kupang, dr.Herman Man: Ada Minta Tunda

    Pantau Vaksinasi Covid Lansia Kota Kupang, dr.Herman Man: Ada Minta Tunda

    • calendar_month Sel, 9 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang, menghelat vaksinasi Covid-19 Tahap 2 termin I bagi warga lanjut usia atau lansia mulai Senin, 8 Maret 2021. Alokasi distribusi vaksin Covid-19 dilakukan pada kelompok lansia dan pelayanan publik, dengan target sasaran masing-masing berjumlah 10.139 orang dan 937 orang. Pelaksanaan vaksin dilakukan pada 11 puskesmas dan Rumah […]

expand_less