Agus Taolin Sebut 28% Cakupan Air Bersih di Belu Ditangani Pamsimas

427 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin menyebutkan, bahwa salah satu kegagalan pemerintahan SAHABAT Jilid I Wilibrodus Lay – JT Ose Luan yang kini maju lagi sebagai calon petahana adalah tidak menghasilkan solusi air bersih di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebutuhan air bersih saat ini, kata Agus Taolin, hanya mencapai 32% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019, yakni 66,42%. “Ini, jauh panggang dari api. Apalagi, cakupan air bersih ini ditangani Pamsimas (Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sebesar 28%. Jadi, praktis selama 4—5 tahun, pasangan calon (petahana) yang saat ini berdiri di sini tidak terwujud (hanya 4%,red)”, urai Agus Taolin dalam Debat Terbuka kedua Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Belu di Ballroom Hotel Matahari Atambua, pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Agus Taolin menuturkan, bahwa program jangka pendek paket SEHATI tentang optimalisasi sumber air dan jaringan perpipaan dalam Kota Atambua harus ditingkatkan. “Kita tidak bisa menunggu, bahwa bendungan Welikis baru akan difungsikan masyarakat Kota Atambua pada 4 tahun mendatang. Kalau kami yang memimpin, maka sumber air Weaituan harus difungsikan. Bendungan Rotiklot yang sudah ada saat ini dengan aliran airnya 40 liter per detik, kami akan pakai teknologi untuk mendatangkan air, termasuk optimalisasi sumber air Tirta dan Lahurus,” tegasnya.

Disampaikan Calon Bupati Belu Wili Lay dari paket SAHABAT Jilid II, bahwa jika terpilih nanti, pihaknya akan memberi solusi tentang persoalan kelangkaan air bersih di Belu. Dikemukakan Wili Lay dalam segmen debat tersebut, kesulitan air di Belu sebagai akibat dari musim kemarau sangat panjang di tahun 2020, yang mana menyebabkan semua sumber air menjadi kering. Oleh karena itu, paket SAHABAT akan bekerja sama dengan semua kepala suku guna menghijaukan kembali lokasi – lokasi sumber mata air.

Untuk wilayah perkotaan Kabupaten Belu, solusi yang ditawarkan paket SAHABAT adalah membangun satu bendungan berkapasitas tujuh kali bendungan Rotiklot. Bendungan itu, menurut Willi Lay, bendungan Welikis di dusun Tulatudik, Desa Derokfaturene (Kecamatan Tasifeto Barat). Pengerjaannya pun membutuhkan waktu tiga tahun. “Untuk itu, tiga tahun ke depan, enam kecamatan di kota Atambua tidak akan kesulitan air bersih lagi. SAHABAT memberikan solusi”, sebut Lay. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

(Visited 206 times, 1 visits today)