Arsip Tag: pilkada belu 2020

Anggota DPRD Belu Sebut Calon Petahana Rampas Ekskavator Umat Paroki Atapupu

747 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu periode 2019—2024 dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyebut Calon Petahana, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan di era kepemimpinan lima tahun lalu, telah merampas ekskavator milik umat Paroki Stellamaris Atapupu.

Hal ini diungkapkannya saat berkampanye paket SEHATI, paket nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Ekskavator merek CAT bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada masa jabatan Menteri Pudji Astuti tersebut, urai Mundus Tita, diberikan untuk menunjang umat Paroki Stellamaris dalam usaha pembangunan tambak ikan dan pembukaan lahan baru pertanian. Namun, dalam pengelolaannya justru diambil alih oleh Pemerintah Daerah Belu, SAHABAT Jilid I periode 2016—2021.

“Ekskavator itu hak milik umat paroki Stellamaris. Tetapi, Bupati Wili ambil untuk pakai selama 5 tahun dan rusak di lokasi proyeknya. Ekska itu disembunyikan di Lelowai (Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, red). Kami yang temukan Ekska rusak itu dan angkat ke permukaan. Kalau tidak, banyak orang tidak tahu. Barang yang besar saja dia ambil, apalagi yang kecil – kecil? Karena itu, pilihlah pemimpin yang tidak rakus!”, imbuhnya dengan suara lantang.

Terkait program kesehatan GRATIS paket SEHATI, Mundus Tita menuturkan, bahwa program tersebut sangat sesuai dengan harapan masyarakat Belu, program yang mampu menjawab kesulitan orang – orang kecil di saat – saat kritis dan tak memiliki uang untuk berobat, terlebih untuk membendung biaya mahal operasi kaum ibu ketika bersalin.

“Program susu gratis dan seragam gratis dari paket SAHABAT Jilid II itu, namanya program ecek–ecek (asal–asalan, red). Itu, programnya kepala desa. Kepala desa yang kerja, bupati bilang dia punya. Jadi, untuk masyarakat Silawan, kalau ada yang masih tetap mendukung paket SAHABAT, berarti otak sudah tidak waras lagi!”, papar Tita.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Bene Hale : Pilih Pemimpin yang Rajin Baca Buku, bukan Kalkulator

460 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu dari fraksi Golkar, Benediktus Hale meminta kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang rajin membaca buku, bukan yang ke mana–mana hanya membawa kalkulator. Ia menjelaskan, bahwa pemimpin yang rajin membaca buku adalah yang pintar, cerdas, banyak mengerti tentang persoalan rakyat, dan mampu membawa rakyatnya menuju perubahan.

Penegasan ini disampaikan anggota DPRD Belu dua periode itu, di hadapan ratusan pendukung paket SEHATI ketika berorasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Terkait nasib warga eks Timor- Timur, pensiunan pegawai Kantor Imigrasi Kabupaten Belu itu menuturkan, bahwa pemerintah Daerah Belu periode lalu tidak serius memperhatikan soal kesejahteraan para pengungsi. Padahal, menurutnya, di dunia ini tak seorang pun menginginkan hidupnya menjadi pengungsi.

Dikatakannya, warga eks Timtim tahun 1999 memilih datang ke Indonesia atas dasar rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tetapi, sampai di sini, tanah tidak ada, air juga beli. Karena itu, paket SEHATI hadir untuk menjawab persoalan itu. Tanggal 9 Desember, tusuk nomor 2, paket SEHATI, supaya orang jangan bilang kita tanah tidak ada, air kita beli. Cinta tanah air, tapi tanah tak punya, air beli. Termasuk saya, sampai sekarang masih beli air. Kita minta di pemerintah, buka kran angin saja yang keluar, air tidak ada. Tapi kampanye di mana – mana, mereka bilang berhasil menciptakan air bersih,” tandas Bene Hale yang juga salah satu warga eksodus tahun 1999 tersebut.

Ia juga menekankan bahwa, masyarakat jangan memilih pemimpin karena dibayar, melainkan memilih pemimpin yang pintar dan mengerti persoalan kesehatan rakyatnya. “Pilih paket SEHATI menuju perubahan, agar membawa Belu ini lebih sehat dan sejahtera, kurang lebih empat tahun ke depan. Pilih pemimpin yang banyak membaca buku, banyak mengerti masalah rakyat. Bukan pilih pemimpin yang ke mana – mana pakai kalkulator,” tuturnya tegas. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek).

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

312 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Jika Paket SEHATI Menang, Pelayanan di Pemda Belu Satu Garis Lurus

545 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Artinya, kalau kita (paket SEHATI) menang pada tanggal 9 Desember (2020), maka pelayanan Pemda Belu periode mendatang sudah satu garis lurus,” tandas Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Aloysius Haleserens saat berorasi di Dusun Abasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 9 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/edward-tanur-orang-belu-ada-harga-diri-jangan-pilih-yang-kasih-uang/

Agus Taolin menjelaskan, bahwa ada 5 partai utama yang mengusung paket SEHATI dalam Pilkada Belu 2020 antara lain, Partai NasDem, Golkar, PKB, PKS, dan PKPI. Meskipun non–seat (tidak ada kursi) di DPRD Belu, paket SEHATI juga didukung oleh PSI dan Perindo. “Partai–partai ini, termasuk partainya gubernur (Partai NasDem) dan partainya wakil gubernur NTT (Partai Golkar). Partai – partai ini juga yang dukung presiden Jokowi. Bupati kita punya, Gubernur kita punya, sampai dengan presiden juga kita punya. Kita sudah seperti satu atap,” ujarnya.

Selain itu, terang Agus Taolin, partai– partai pengusung ini pun memiliki anggota DPRD di Kabupaten Belu, DPRD Provinsi NTT, dan DPR RI di pusat. Soal anggaran untuk menjalankan semua program paket SEHATI di Kabupaten Belu, dibicarakan dengan anggota DPR dan pasti tidak akan ada kesulitan.

“Menteri pertanian, menteri desa, wakil ketua komisi IX, anggota komisi IV, semuanya ada di pihak kita. Jadi, kalau kita bicara di Atambua sampai di Jakarta sudah pasti sambung. Wakil menteri perdagangan dari Golkar, menteri kesehatan dokter Terawan Agus Putranto adik kelas saya, dulu sekolah sama–sama di Jogjakarta. Kami sering ketemu di Bogor. Kalau ada perlu, saya bisa lewat telepon saja,” paparnya.

Setelah paket SEHATI terpilih, sebut Agus Taolin, semua anggaran untuk kesehatan GRATIS dan lain–lain itu, akan dibicarakan dengan anggota DPR. Jika sudah disetujui oleh anggota DPR, maka siap dieksekusi oleh pemerintah daerah. Biaya pengobatan mahal seperti operasi pun pasti ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, hanya dengan menunjukkan KTP.

“Kita, cukup sertakan KTP klaim ke pemerintah tentang semua biaya. Kasih KTP, tulis biaya berapa dan semua bukti. Pemerintah kasih uang ke rumah sakit, beli obat, bayar dokter, bayar perawat, beli alat. Semua sudah ada di sana, selesai. Kalau anggaran kurang, kita rapat lagi dengan DPR untuk tambah anggaran. Tapi, kami sudah hitung semuanya. Warga Belu, 226.000 orang. Orang yang sakit, 16% dari 226.000, sekitar 40.000 sampai 50.000 orang. Dari anggaran kesehatan 28 miliar rupiah, setiap tahun kita simpan 2 miliar untuk berobat. Jadi, kalau ada yang bilang kita bohong, jangan percaya karena mereka tidak mengerti,” ungkap Agus Taolin yang berprofesi sebagai dokter selama 32 tahun itu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor (+rony banase)

Siku Liurai Ajak Warga Eks Timtim Hidup Mati Bersama Paket SEHATI

490 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Arnaldo Da Silva Tavares yang akrab dikenal dengan Siku Liurai mengajak warga eks Timor–Timur (Timtim) yang berdomisili di wilayah Kecamatan Raihat untuk bersatu menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021—2024, nomor urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/19/edmundus-tita-yakin-agus-taolin-menang-telak-di-dapil-iv-belu/

Pernyataan itu diungkapkan Siku Liurai di hadapan ratusan pendukung dan simpatisan paket SEHATI ketika berkampanye di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Paket SEHATI saat disambut secara adat di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, pada Rabu, 18 November 2020

“Baru–baru ini saya sudah bicarakan dengan NTT 1 (Gubernur Viktor B. Laiskodat, red.), khusus tentang nasib warga eks Timtim. Jadi, untuk Raihat, jangan ada yang coblos salah. Mati ataupun hidup, kita tetap bersama nomor 2. Jangan takut, jangan ragu-ragu! Karena saya juga sudah koordinasi dengan seluruh komandan milisi,” tandas bakal calon wakil bupati Belu perseorangan dari Paket Viva Mateke yang kini sudah menyatakan dukungannya ke paket SEHATI.

Siku Liurai juga menyatakan secara lantang kepada tim petahana untuk tidak mengintimidasi warga eks Timtim. “Keta lori partidu mai bosok iha ne (jangan bawa partai datang tipu di sini, red.). Jangan datang main ancam–ancam warga eks Timtim di sini. Saya kasih tahu kamu, kalau mereka datang bawa uang untuk pengaruh, makan itu uang! Hisap uang itu sampai ke tulang–tulangnya. Mais, tu mak la bele ona (Tapi, jangan tusuk lagi, red.). Raihat untuk kali ini, jangan kasih dia sampai seribu! Uang, jangan kuasai kita, karena itu janji lima tahun yang lalu. Raihat harus menang!”, tegasnya disambut aplaus riuh. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Edmundus Tita Yakin Agus Taolin Menang Telak di Dapil IV Belu

1.131 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Kabupaten Belu dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyatakan secara tegas dan penuh keyakinan, bahwa calon bupati Belu, Agustinus Taolin, yang berpasangan dengan calon wakil bupati Aloysius Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2, sudah menang telak di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yang meliputi Kecamatan Tasifeto Barat, Kecamatan Raimanuk, dan Kecamatan Nanaet Dubesi.

Baca juga :  https://gardaindonesia.id/2020/11/18/tim-ring-i-sahabat-2015-tinggalkan-sahabat-jilid-ii-ini-alasannya/

Penegasan Edmundus Tita tersebut, disampaikannya di hadapan ratusan massa simpatisan paket SEHATI saat kampanye terbatas di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Paket SEHATI disambut Tarian Likurai di Desa Tohe, Kecamatan Raihat

Karena itu, Mundus Tita meminta kepada masyarakat Raihat di Dapil III untuk bersatu memenangkan calon wakil bupati Belu, Aloysius Haleserens. “Jangan mempermalukan seorang Alo Haleserens yang mewakili dapil III, karena Agus Taolin sudah menang di dapil IV,” tekan anggota DPRD asal dapil III yang meliputi Kecamatan Lamaknen Selatan, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Raihat, Kecamatan Lasiolat, dan Kecamatan Tasifeto Timur, sembari memastikan bahwa Alo Haleserens sudah menang telak di kecamatannya, Tasifeto Timur.

“Saya sudah menang! Saya tanya kamu. Kamu di Raihat, Lasiolat, Lamaknen, Lamaknen Selatan, menang kah tidak?”, tantang Tita disambut tepukan tangan dan teriakan yel–yel menang, nomor 2 menang, paket SEHATI pasti menang di dapil III.

Masyarakat dapil III, lanjut mantan kepala desa Fatuba’a (Kecamatan Tasifeto Timur) itu, jangan mau percaya lagi kepada tim paket SAHABAT yang datang dengan penuh kemunafikan hanya untuk menipu kedua kali. “Ada teman anggota DPR yang datang, tidak omong tentang program paket SAHABAT, tetapi datang untuk serang program paket SEHATI yang visioner untuk rakyat kecil. Program SEHATI kesehatan GRATIS, yang sangat berpihak pada kebutuhan dasar orang–orang kecil, malah dianggap tidak baik oleh tim SAHABAT. Apanya yang tidak baik?”, sanggahnya dengan suara lantang.

“Untuk keluarga eks Timor–Timur, sudah 20 tahun berada di Belu. Tetapi, hingga hari ini tidak ada perhatian serius dari pihak pemerintah daerah. Uma naksobu hotu ona (rumah sudah rusak semua, red.). Karena itu, paket SEHATI hadir untuk perhatikan semua itu. Jadi, saya minta sekali lagi. Kalau dapil IV sudah menang, maka dapil III juga wajib hukumnya untuk menang. Pilih paket SEHATI, nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens”, tuturnya mengakhiri. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Tim Ring I SAHABAT 2015 Tinggalkan SAHABAT Jilid II, Ini Alasannya

1.918 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya, (tahun) 2015, tim ring I paket SAHABAT. Saya harus bicara terbuka supaya bapak mama tahu. Kenapa saya tinggalkan paket SAHABAT? Setiap ring I paket SAHABAT waktu itu bekerja pakai otak, pakai tenaga, bagaimana SAHABAT harus menang. Tetapi, satu hal yang membuat saya tinggalkan SAHABAT adalah kalimat janji, ‘Saya maju satu kali saja. Setelah itu, saya kaderkan orang–orang muda dari utara’. Janji itu, tidak ditepati! Maka, saya dan beberapa teman menyatakan sikap tinggalkan SAHABAT. Kita mau lihat dia punya jago sampai di mana?”, alas Anis Ati saat kampanye paket SEHATI di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Bahkan, menurut Anis Ati, ada janji tentang air dan listrik. Soal jalan, sempat membuat tim ring I SAHABAT 2015 pusing bukan kepalang, lantaran jalan sabuk merah yang saat ini melintas di wilayah Belu Utara sudah mulai diukur.

“Sekarang mereka pakai gaya yang sama dengan 2015. Ada oknum–oknum kepala desa yang pakai bantuan rumah dari pusat (untuk tekan masyarakat, red). Katanya, kalau tidak dukung SAHABAT berarti nama dicoret. Kasih tahu dia, dia bisa coret keputusan menteri kah? Dia hebat sekali,” tekan Anis Ati geram.

Anis Ati, Foto (*/istimewa)

Kekesalannya terhadap sikap beberapa oknum kepala desa pun terpaksa diungkapkan Anis Ati, bahwa sewaktu SAHABAT menang di tahun 2015, oknum-oknum itu datang meminta bantuan kepada dirinya untuk tolong bicara ke bupati, agar diberikan rekomendasi calon kepala desa.

Anis Ati juga meminta kepada para kepala desa diam selama masa politik ini. Jadilah wasit dan pemimpin yang baik, mengayomi seluruh masyarakat demi kepentingan Belu ke depan.

Kepentingannya saat ini, lanjut Anis Ati, untuk bagaimana menyelamatkan ‘muka’ orang utara, bagaimana memperjuangkan kepentingan orang utara, bagaimana memperjuangkan calon wakil bupati, orang utara yang asal–usulnya jelas. Alo Haleserens, orang Lamaknen yang rumah sukunya jelas bila dibandingkan dengan paket SAHABAT. “SAHABAT yang rumah sukunya tidak jelas itu yang mau tipu kita. Janji 2015, 50% saja tidak ditepati, berarti tipu. Saya duduk mengatur kemenangan paket SAHABAT 2015. Jadi, kasih tahu tim SAHABAT yang masih bertahan. Kasih tahu bilang, Anis Ati tahu semua. Tanya mereka, kamu masih bertahan itu karena apa? Kalau tidak ada alasan, pasti tidak mungkin bertahan. Kalau bilang tim SAHABAT yang lari duluan ke SEHATI itu karena tidak dapat proyek, suruh dia datang ke saya, supaya saya buka dia punya aib. Saya tahu semua, siapa atur siapa, proyek di Haekesak siapa yang dapat, saya tahu semua. Jadi, kalau mau Belu berubah untuk kebaikan ke depan, maka tidak ada pilihan yang lebih baik, selain pilih paket SEHATI, paket nomor 2,“ bebernya.

“Tim paket SAHABAT bergabung sudah dengan tim paket SEHATI. Sekarang saya lihat, ada orang baru yang dekat ke SAHABAT. Padahal, mereka itu yang dulu menjelekkan SAHABAT. Mereka itu yang dulu bilang bodok, bilang tidak tahu omong. Cukup sudah kita ditipu! Cukup sudah kita dibodohi! Kita ingin Belu berubah, kita mau Belu lebih baik! Jangan pakai program pusat untuk membodohi rakyat. Jalan sabuk merah, ada di Kabupaten Belu, ada di Pulau Timor, ada di Papua, ada di Kalimantan. Jalan ini dibangun di perbatasan Indonesia dan negara lain. Kita pasti menang, karena paket Belu Memanggil dan paket Viva Mateke sudah menyatakan bergabung ke Paket SEHATI,” imbuhnya mengajak. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Agus Taolin : Untuk Kebutuhan Dasar Masyarakat, Kita Jangan Bikin Proyek

766 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu periode 2020—2025 dari paket SEHATI, nomor urut 2, Agustinus Taolin yang berpasangan dengan Aloysius Haleserens, menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tidak mampu di Kabupaten Belu, tidak boleh bikin proyek. Hal ini dikatakan Agus Taolin dalam segmen keempat Debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 di Aula Hotel Matahari Atambua, pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/10/30/debat-i-pilkada-belu-agus-taolin-uu-jamin-berobat-gratis-pakai-ktp/

Menurut Agus Taolin, sapaan karib dokter ahli penyakit dalam tersebut, bahwa paket SEHATI hadir untuk meng-cover seluruh keluhan warga tidak mampu berkaitan dengan hak memperoleh kesehatan GRATIS dari pemerintah.

Paket SEHATI, lanjut Agus Taolin, sudah membaca pasal 65 UU nomor 23 tahun 2014, kepala daerah mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Dari segi anggaran, pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran itu ke pemerintah daerah. Di situlah, keberpihakan pemimpin untuk masyarakatnya. Oleh karena itu, kalau paket SEHATI terpilih, tidak perlu meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pasalnya dalam kenyataan, tiga puluh ribu warga Belu dalam lima tahun terakhir, tidak punya akses sama sekali untuk kesehatan.

Menurut Agus Taolin, paket SEHATI hadir dengan menggunakan metode Fee for Service (metode pembayaran rumah sakit berjenis retrospektif, dimana pembayaran ditetapkan setelah pelayanan kesehatan diberikan, Ketua National Casemix Center [NCC], Bambang Wibowo), pada saat anggaran belum cukup. Selain itu, paket SEHATI juga akan menggunakan metode Total Coverage untuk BPJS pada saat anggaran di Kabupaten Belu sudah mencukupi.

Agus Taolin pun meminta agar masyarakat Belu tidak usah khawatir, lantaran paket SEHATI sudah mempelajari undang – undangnya. Demikian juga, dari segi anggaran dua puluh miliar lebih itu, perlu sinkronisasi dan prioritas dalam anggaran.

“Hari ini, orang perlu makan, perlu obat, kita jangan bikin proyek. Kita sisihkan anggaran itu untuk kebutuhan dasar masyarakat, untuk orang hidup, orang sehat. Kami jalan ke desa – desa, sangat banyak orang yang tidak berdaya. Surat Keterangan Tidak Mampu ini, sampai di sana, obat tidak ada. Bahkan, sudah pakai KIS pun, sampai di sana suruh beli obat lagi. Karena itu, kendali mutu, kendali biaya, kalau kita tidak paham, maka ini akan menjadi kesusahan. Tidak usah takut fraud! Petugas kesehatan dan medis cukup punya hati untuk melayani,” tandasnya.

Agus Taolin, dalam closing statement-nya mengajak masyarakat Belu untuk memilih pemimpin yang tahu dan memahami tentang kesusahan masyarakat Belu. Paket SEHATI, tahu masyarakat Belu sedang dalam kesusahan. Susah dalam bertani, susah dalam beternak, susah mencari usaha, susah dalam air bersih, susah dalam berbagai macam aspek kehidupan dasar masyarakat Belu.

“Kami hadir di sini untuk itu. Pilih pemimpin, pilih paket SEHATI, pilih dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens, pilih nomor dua di tanggal 9 Desember. Semoga kami bisa membantu bapak ibu semua untuk keluar dari kesulitan ini. Kami bekerja dengan HATI, salam sejahtera untuk kita semua,” tutur Agus Taolin mengakhiri. (*)

Penulis + foto (*/Herminus Halek)
Editor: (+ rony banase)