Arsip Tag: pilkada belu 2020

Bela Akulina Dahu, APBPK Tuntut Copot Kapolres Belu

1.475 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai ditetapkannya Akulina Dahu (AD) sebagai tersangka pelanggaran Pemilu dalam Pilkada Belu 2020 oleh Polres Belu, Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan (APBPK) melakukan aksi protes di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 7 Januari 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/07/kuasa-hukum-akulina-dahu-praperadilan-polres-belu-ke-pn-atambua/

APBPK menuntut sejumlah poin melalui orasi dan selebaran:

  1. Meminta Polres Belu untuk segera membebaskan AD;
  2. Meminta kepada Kapolri dan Kapolda untuk segera memeriksa para oknum polisi yang terlibat dalam konspirasi kriminalisasi AD;
  3. Meminta kepada Kapolri dan Kapolda untuk segera mencopot Kapolres Belu beserta para petinggi Polres Belu;
  4. Meminta kepada Kapolda NTT untuk segera menuntaskan semua kasus korupsi di Belu yang sudah membusuk di Polres Belu.

APBPK menyebutkan, seperti salinan selebaran yang diterima Garda Indonesia, bahwa penetapan AD sebagai tersangka oleh Penyidik Polres Belu sangat cepat. Hal ini, berbanding terbalik dengan penanganan kasus–kasus korupsi yang membusuk di Polres Belu seperti Maek Bako, Kepiting Bakau, dan kasus korupsi lainnya yang melibatkan banyak petinggi daerah, dan pihak kontraktor yang menimbulkan banyak kerugian keuangan negara.

Ayahanda Akulina Dahu (berbalut kain tenun) ketika hadir bersama keluarga dan massa aksi di depan Mapolres Belu

Selain itu, Polres Belu juga sangat lamban dalam menangani kasus penyelundupan Cendana yang diduga melibatkan dua oknum anggota Polri. Bahkan, kedua oknum Polri itu masih menjalankan tugas seperti biasa.

”Tindakan sewenang–wenang  pihak kepolisian kepada masyarakat kecil dan terpinggirkan yang ada di Kabupaten Belu, sebagai bukti bahwa hukum di Belu seperti pisau dapur, tajam ke bawah, tumpul ke atas,” demikian ditegaskan dalam selebaran itu.

Rute aksi aksi damai APBPK dimulai dari Taman Fronteira (pukul 11.00 WITA), Depan Rumah Jabatan Bupati, Simpang SMA Suria, Lampu Merah Central, Depan Gereja Katedral, Simpang Lima, dan berakhir di depan Markas Polres Belu (pukul.12.00 WITA).

APBPK berorasi di depan Mapolres Belu selama lebih kurang 1 jam. Kemudian, 3 perwakilan massa aksi, Yos Mau, dan kawan-kawan diundang Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh untuk melakukan audiensi di ruang kerjanya. Sementara, massa lainnya tetap menunggu di luar kompleks Polres Belu. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Kuasa Hukum Akulina Dahu Praperadilan Polres Belu ke PN Atambua

900 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kuasa Hukum Akulina Dahu, Stefen Alves Tes Mau, S.H., dan Wilfridus Son Lau, S.H., M.H. mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 6 Januari 2021.

Kuasa Hukum Stefen Alves Tes Mau, S.H. mengungkapkan alasan  Tim Kuasa Hukum mengajukan praperadilan terhadap Polres Belu terkait proses penangkapan, penetapan tersangka, dan penahanan terhadap klien Akulina Dahu yang non prosedural dan terkesan gegabah.

Kuasa Hukum Akulina Dahu menilai Polres Belu mengabaikan prosedur pemanggilan Akulina Dahu, baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka. “Klien kami tidak pernah dipanggil  untuk diminta klarifikasi terkait tuduhan pelanggaran UU pemilu tanggal 9 Desember 2020 di TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi,” ujar Steven Alves Tes Mau.

Dikatakan Kuasa Hukum bahwa, saat mendatangi rumah Akulina Dahu, pada tanggal 29 Desember 2020, pihak Polres Belu secara sewenang-wenang melakukan penggeledahan rumah milik Akulina dan menangkapnya ketika sedang membantu pamannya di kebun tanpa Surat Perintah Penangkapan (Sprintkap).

“Kami tidak menerima penetapan tersangka terhadap klien kami karena apa yang dilakukan pihak Polres Belu itu cacat prosedur. Klien kami tidak layak ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Kuasa Hukum.

Diketahui, Akulina Dahu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Belu, pada tanggal 29 Desember 2020 karena adanya dugaan pelanggaran UU Pemilu.

Dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 di Aula Lantai 2 Mapolres Belu, pada Rabu 30 Desember 2020 lalu, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh menjelaskan bahwa Akulina Dahu adalah pemilih yang menggunakan KTP luar Kabupaten Belu saat ikut mencoblos di TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi.

Tersangka lainnya CM, anggota KPPS 05 yang bertugas mengurus daftar hadir di pintu masuk TPS 02, dan tersangka PJ, anggota KPPS 04 yang bertugas memberikan surat suara merangkap Ketua KPPS.

Akulina Dahu turut memberikan hak suaranya dengan menggunakan KTP. Sementara, KTP  Akulina merupakan KTP lama yang bagian atas KTP masih tertulis Provinsi NTT,  Kabupaten Belu. Padahal, wilayah tempat tinggal Akulina Dahu berdasarkan KTP tersebut  merupakan wilayah Pemerintahan Kabupaten Malaka, dengan alamat domisili Fukanfehan, Desa Alas Utara, Kabupaten Malaka.

Sesuai pengakuan tersangka CM seperti termuat dalam Laporan Polisi, dirinya kurang meneliti saat melayani tersangka AD. CM mengetahui tersangka AD menggunakan KTP luar Belu, setelah surat suara sudah dicoblos.

Dugaan tindak pidana ini menjadi temuan Panwaslu, dan ditelusuri lebih lanjut oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan dinyatakan adanya unsur pelanggaran UU Pemilu, lalu direkomendasikan ke Polres Belu.

“Setelah menerima laporan polisi, kami periksa saksi dan terlapor. Kemudian kami gelar perkara yang diikuti Gakkumdu. Dari situ kita tetapkan tiga tersangka,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, tersangka AD dijerat dengan pasal 178 huruf c ayat (1), UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Wali Kota menjadi Undang-Undang, dengan ancaman penjara paling singkat 36 bulan atau paling lama 72 bulan, dan denda paling sedikit Rp.36 juta atau paling banyak Rp.72 juta. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Buka Aib, Jika Paket Sahabat Bawa Ketetapan KPU Belu Ke MK

4.433 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dua pasangan calon Bupati/ Wakil Bupati Belu, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan (paket SAHABAT) nomor urut 1, jumlah suara 50.376, dan Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens (paket SEHATI) nomor urut 2, jumlah suara 50.623 telah ditetapkan Ketua KPU Kabupaten Belu pada, Rabu 16 Desember 2020.

Penetapan hasil dimaksud, ternyata belum diakui paket SAHABAT dengan cara tidak bersedia menandatangani berita acara oleh saksinya dan menurut informasi, paket SAHABAT akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menanggapi sikap paket SAHABAT tersebut, Ketua Tim Pemenangan Paket SEHATI, Cyprianus Temu yang ditemui di Atambua, pada Kamis, 17 Desember 2020, menilai hal itu sebagai hak paket nomor urut 1. Akan tetapi, dikatakan Cypri Temu, bahwa perlu diketahui paket PETAHANA adalah penguasa, Bupati dan Wakil Bupati incumbent. Sedangkan, paket SEHATI adalah penantang yang tidak memiliki kuasa untuk mengatur.

“Kalau mereka bawa ke MK, justru mereka membuka aib sendiri. Karena, perbuatan terstruktur itu sudah mereka lakukan dengan 9 camat kena sanksi dari KASN lewat rekomendasi Bawaslu. Itu, membuktikan bahwa mereka menggunakan kekuasaan untuk memenangkan pertarungan,”urainya.

Cypri Temu mempertanyakan tentang materi apa yang sesungguhnya mau dibawa paket SAHABAT ke MK? Pemilih tambahan dengan menggunakan KTP itu amanat UU. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak pilih. Ketika seseorang yang namanya tidak terdaftar dalam DPT, maka berhak menggunakan KTP untuk memberikan hak suara dengan ikut mencoblos di atas pukul 12.00 WITA.

“Apakah mereka yang menggunakan KTP itu, semuanya mencoblos paket SEHATI? ‘Kan tidak mungkin. Sehingga menurut kami, tidak ada materi yang perlu digugat pasca Pilkada Belu. Belum lagi, ada informasi yang kita terima di lapangan bahwa ada oknum kepala desa dan aparat desa yang ditekan untuk bermain terang – terangan dengan melarang masyarakat untuk tidak boleh menghadiri kampanye paket SEHATI. Ini ‘kan mereka menggunakan kuasa,” imbuhnya.

Terkait saksi paket SAHABAT yang tidak mau menandatangani Berita Acara Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan suara yang digelar KPU Belu, tandas Cypri Temu, tidak ada masalah. Tanpa tandatangan saksi pun, legitimasi pleno KPU itu sah. “Ini Pleno KPU. Saksi hanya menyaksikan saja. Kalau mereka tetap gugat pun, itu bukan gugatan terhadap paslon nomor urut 2. Itu, gugatan terhadap KPU dan Bawaslu. Kami dari paslon nomor 2 pasti akan bantu menyiapkan data tambahan. Kita siap hadapi!”, papar Wakil Ketua II DPRD Belu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Pleno 12 Kecamatan di Belu, Paket SEHATI Kalahkan SAHABAT

1.803 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pleno rekapitulasi perolehan suara tingkat PPK 12 kecamatan di Kabupaten Belu, antara Paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Heleserens dan Paket SAHABAT, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan dimenangkan Paket SEHATI dengan selisih angka kemenangan 247 suara.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/12/11/paket-sehati-unggul-550-suara-atas-paket-sahabat-di-pilkada-belu/

Berdasarkan data yang dihimpun Garda Indonesia, dari total 426 TPS yang tersebar di Kabupaten Belu, suara sah mencapai 100.999 suara. Paket SEHATI memperoleh 50.623 suara (unggul 7 kecamatan), sedangkan paket SAHABAT 50.376 suara (unggul 5 kecamatan).

Perinciannya, sebagai berikut :

  1. Kecamatan Kota Atambua: Paket SEHATI 7.369 suara, SAHABAT 7.006 suara.
  2. Kecamatan Atambua Selatan: Paket SEHATI 6.070 suara, SAHABAT 5.978 suara.
  3. Kecamatan Atambua Barat : Paket SEHATI 5.583 suara, SAHABAT 5.065 suara.
  4. Kecamatan Tasifeto Timur: Paket SEHATI 5.960 suara, SAHABAT 5.837 suara.
  5. Kecamatan Lasiolat: Paket SEHATI 1.839 suara, SAHABAT 1.715 suara.
  6. Kecamatan Raihat: Paket SEHATI 3.257, SAHABAT 3.191 suara.
  7. Kecamatan Tasifeto Barat: Paket SEHATI 6.192 suara, SAHABAT 5.856 suara.
  8. Kecamatan Kakuluk Mesak: Paket SAHABAT 5.262 suara, SEHATI 4.920 suara.
  9. Kecamatan Lamaknen: Paket SAHABAT 3.185 suara, SEHATI 2.975 suara.
  10. Kecamatan Lamaknen Selatan: Paket SAHABAT 2.066 suara, SEHATI 1.765 suara.
  11. Kecamatan Raimanuk: Paket SAHABAT 4.124 suara, SEHATI 3.795 suara.
  12. Kecamatan Nanaet Duabesi: Paket SAHABAT 1.091 suara, SEHATI 898 suara.

Juru Bicara KPU Belu, Herlince E. Asa yang dikonfirmasi wartawan pada Senin malam, 14 Desember 2020 mengatakan, hasil pleno rekapitulasi tingkat PPK berlangsung aman dan lancar. Semua kotak suara pun, kata Erlince, sudah didistribusi ke Kabupaten, sambil menunggu pleno tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Desember 2020.

“Saat pleno, hampir terjadi di semua kecamatan, saksi pasangan calon nomor urut 1 minta buka kotak suara, dengan alasan untuk mendokumentasi salinan daftar pemilih. Administrasi tidak bisa diberikan kepada saksi, apalagi membuka kotak suara. Untuk saksi dan Bawaslu, kita serahkan Berita Acara dan salinan C1 di TPS,” ungkap Erlince. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Bus Milenial SEHATI Dirusak Orang Tak Dikenal di Jalan Raya Leoruas

3.877 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bus Paris Indah rute Atambua – Kupang dengan nomor polisi DH 7156 EB yang ditumpangi sekelompok Milenial SEHATI diserang kelompok orang tak dikenal (OTD) di Bilangan Jalan Raya Dusun Leoruas (km.16), Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis siang, 10 Desember 2020.

Kejadian nahas itu diduga kuat berkaitan dengan situasi politik Pilkada Belu, yang telah dihelat pada Rabu, 9 Desember 2020.

Menurut informasi dari sumber Garda Indonesia menyebutkan, Bus itu melaju dari Kota Atambua menuju Kupang. Namun, ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP), bus yang ditumpangi kelompok Milenial SEHATI tersebut dihadang dan salah satu kaca jendela sisi kanan dirusak.

Awalnya, seperti disaksikan para penumpang Milenial SEHATI, satu dari antara gerombolan pelaku itu mengayunkan benda tajam jenis sabit ke arah sopir bus yang sedang melaju. Sang sopir menyadari adanya serangan itu, lantas menghindar sembari terus melajukan kendaraan yang disetirnya ke arah Halilulik, Desa Naitimu. Meskipun tidak ada korban jiwa, tetapi pelaku terus mengayunkan sabit ke arah bus dan mengenai salah satu kaca jendela bus. Akibatnya, kaca pecah dan serpihan itu jatuh ke dalam bus bersama gagang sabit yang dipakai pelaku, dan melukai tangan salah satu anggota Milenial SEHATI.

Anggota Satuan Brimob kawal bus menuju Nurobo, batas Kabupaten Belu – T.T.U

Sopir pun tak menghentikan bus, lalu mengarahkan bus menuju ke Polsek Tasifeto Barat, guna membuat laporan polisi. Usai dilaporkan, bus nahas itu, lalu melanjutkan perjalanan menuju Kupang dengan dikawal oleh anggota Satuan Brimob sampai di Nurobo (batas Kabupaten Belu – T.T.U). (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Paket SEHATI Unggul di Pilkada Belu 2020

4.301 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Paket SEHATI, Nomor Urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens unggul atas paket SAHABAT Nomor Urut 1, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu, pada Rabu, 9 Desember 2020.

Kemenangan ini berdasarkan hasil real count versi Paket SEHATI yang diumumkan secara resmi oleh pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Belu, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Rumah Perubahan (Rumper) Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam, 9 Desember 2020 .

“Hasil ini berdasarkan data C1 yang masuk ke Sekretariat Paket SEHATI. Sekali lagi, berdasarkan hasil real count, hasil sementara dari perhitungan paket SEHATI. Kita masih menunggu pengumuman hasil real count dari KPU Belu. Saya bersama pak Alo menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Belu, dan kepada seluruh pendukung paket SEHATI yang telah memberikan suaranya kepada paket SEHATI, sehingga kita bisa memenangkan kontestasi Pilkada 2020,” ungkap Agus Taolin.

Calon Bupati Belu, Agus Taolin meminta doa dari masyarakat seluruhnya, agar paket SEHATI bisa menjalankan amanah rakyat Belu yang bermartabat, kompetitif, dan berkarakter. “Saya dan pak Alo menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada pihak keamanan, KPU, dan seluruh tim pendukung yang sudah mendukung, sudah mengawal kita selama 71 hari kampanye, sehingga kita bisa memenangkan pemilihan ini,” ujar Agus Taolin.

“Hari ini adalah hari kemenangan kita, hari kemenangan rakyat Belu. Terima kasih kepada kita sekalian, keluarga, partai pendukung, seluruh masyarakat Belu yang telah menggunakan hak pilihnya dengan baik. Mari kita menjaga situasi ini agar tetap aman, damai dan bermartabat sambil menunggu penetapan oleh KPU Belu sebagai pemenang Pilkada 9 Desember 2020”, tambah Calon Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens.

Diketahui, paket SEHATI unggul atas paket SAHABAT dengan presentasi, paket SEHATI 50,77% (48,745 suara), sedangkan paket SAHABAT 49,7% (48.189 suara). (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Dalil Antar Ponakan di Masa Tenang, Warga Renrua Amankan Mobil Dinas Kominfo Belu

1.443 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Pemerintah Daerah Belu, Stefen Bele Bau (SBB) berdalil menghantar keponakan lima orang mahasiswa menggunakan mobil dinas plat merah, dengan nomor polisi DH 1072 WF ke Dusun Lalere, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa sore, 8 Desember 2020.

Warga sekitar yang mencurigai lagak SBB itu, lantas menahan mobil dinas sekaligus menyita kunci mobil tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, lima orang mahasiswa itu datang dari Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu (Kabupaten T.T.U) pada Selasa petang. Setibanya di Halilulik (Kecamatan Tasifeto Barat) pada sore hari, lalu dijemput oleh SBB dan langsung dihantar menuju TKP. Masyarakat yang dihantui oleh situasi politik H- 1 Pilkada Belu 2020, tampak tak sabar bahkan marah sekali menghadapi oknum ASN itu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Renrua Benediktus Mau yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian itu. “Benar, mobil itu sudah diamankan warga. Kunci mobil dinas itu pun sudah disita. Mobil itu sudah diperiksa, dalam keadaan kosong,” jelas Sekdes.

Anggota DPRD, Theodorus Manek yang turut hadir di TKP memberi apresiasi kepada masyarakat yang sangat responsif dengan situasi politik H-1 Pilkada Belu. “Masyarakat sangat serius mengawasi kemungkinan terjadinya pelanggaran Pilkada Belu. Atas partisipasi masyarakat ini, saya beri apresiasi. Apalagi, oknum ASN ini menggunakan fasilitas negara di masa tenang seperti ini,” tandasnya.

Situasi terakhir tampak kondusif. Mobil dinas itu pun disepakati untuk diantar oleh masyarakat ke Kantor Bawaslu Kabupaten Belu, dan dikawal ketat oleh aparat keamanan. Sebagai hukuman atas ketidakpuasan masyarakat, oknum ASN itu dipaksakan untuk menumpang sepeda motor. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Wakil Bupati Belu Desak Lurah Fatubenao Copot RT, Larang Wartawan Liput

507 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai menjalani masa cuti kampanye Pilkada Belu 2020 selama 71 hari, Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan meminta Lurah Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Joseph Kaseng Laka untuk mencopot para Ketua RT yang menolak bantuan air bersih dari paket SAHABAT Jilid II.

Desakan tersebut disampaikan Calon Wakil Bupati paket SAHABAT Jilid II, JT Ose Luan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah Se-Kabupaten Belu bersama Wakil Bupati Belu di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, pada Senin, 7 Desember 2020.

“Laporan ini, aduh Tuhan Allah e. Lurah ini dengan RT-nya bergerak. RT larang orang yang pergi beri air minum. Lurah Fatubenao, ada? RT-RT begitu copot! “Lurah mana lagi? Siapa yang teken itu SK? Ya, Lurah perhatikan! Tapi, Lurah sama dia punya RT yang berbeda itu, silakan dia lanjut. Nanti baru kita… Hahaha… Kasihan, “ ungkap Ose Luan dengan nada mengancam.

Selain para RT dan Lurah, para Camat dan Staf di kecamatan pun tidak lepas dari pantauan Wakil Bupati Belu. Menurutnya, politik tahun 2020 ini telah menimbulkan kerja sama berantakan di tingkat kecamatan.

“Demikian juga kecamatan. Kepala mengintai bawahan, bawahan mengintai atasan. Aii memang. Memang korps sudah rusak. Korps su dodok (hancur, red). Korps sudah hancur. Kepala lapor bawahan, bawahan lapor kepala. Hahaha…, menjadi sebuah lelucon,” ucap mantan Sekda Belu itu.

Ose Luan juga mengancam para Lurah dan staf kelurahan yang tidak mendukung Calon Petahana dalam Pilkada Belu 2020. Menurutnya, ia telah menghafal semua orang yang mendukung Petahana, termasuk yang tidak mendukung. “Catatan itu di saya punya otak. Saya tidak melihat siapa yang ke sini, ke situ, ke saya, ke siapa. Saya catat di otak saja, karena otak saya yang dikatakan pikun ini ternyata masih bisa punya komputer yang bagus. Aduh kasihan ee,” tuturnya.

Ose Luan, bahkan mengatakan secara gamblang melarang wartawan yang menurutnya berasal dari luar tidak boleh mempublikasikan kegiatan rapat koordinasi tersebut. Ose Luan berdalil, pertemuan itu terbatas.

“Ini, ada wartawan dari luar? Ini, tidak untuk di-facebook-kan. Sampai ke facebook. Kalau ada yang munculkan itu, saya punya hak untuk menggugat. Bisa paham? Karena, kadang – kadang merilis itu ambil satu kata sepotong, merilis jadi persoalan. Saya tidak mau yang begitu. Jadi, untuk ini terbatas. Ade-ade tidak usah catat karena ini pertemuan birokrat. Saya hanya mau mengingatkan bawahan supaya jangan sakit. Saya tidak mau bawahan saya itu sakit”, tuturnya. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)