Arsip Tag: bendungan rotiklot

Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

308 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP., PH.D, Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, Kepala BWS Nusra II, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan Kadis Pertanian Kabupaten Belu melakukan penanaman perdana Jagung Hibrida varietas Nasa 29 di lokasi food estate seluas 53 hektar di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada  Sabtu, 21 Agustus 2021.

Dirjen PSP Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa food estate ini dikawal oleh dua kementerian, yakni Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian dengan melibatkan BUMN untuk pemanfaatan hasil sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Dirjen PSP meminta kepada para petani untuk menjaga dan memelihara lahan food estate setelah penanaman sampai masa panen sehingga hasilnya bisa mencapai enam ton per hektar karena varietas yang dipakai adalah varietas unggulan. Jika hasilnya baik, maka akan diberikan hadiah kepada para petani sukses berupa alsintan.

“Nanti kita tanam bertahap di semua lahan berjumlah 54,5 hektar. Kita akan tanam sorgum sekitar tiga sampai empat hektar untuk menjadi lahan percontohan atau role model untuk food estate di NTT maupun di Indonesia,” tambahnya.

Direncanakan, ujar Dirjen PSP, Menteri Pertanian dan Menteri PUPR akan meninjau lahan food estate dalam bulan ini, dan jika tidak ada kendala, maka Presiden Joko Widodo pun akan turut datang. Dirjen PSP pun mengharapkan dukungan penuh dari PUPR terkait pengelolaan air Bendungan Rotiklot.

“Nanti nyiramnya pakai jadwal, jangan sampai kelebihan air yang menyebabkan tanaman mati. Tolong siapkan petugasnya sehingga bisa dipantau,” pintanya.

Di akhir arahannya, Dirjen meminta masyarakat untuk membantu menjaga fasilitas yang ada karena seluruh fasilitas itu dibiayai oleh uang masyarakat. “Mohon dibantu dan dijaga sehingga tidak sekali tanam saja. Tanam berikutnya alat sprinkle ini masih bisa digunakan,” tuturnya.

Bupati dr. Taolin Agustinus, atas nama masyarakat Belu menyampaikan terima kasih kepada Menteri PUPR dan Menteri Pertanian. “Terima kasih atas semuanya yang diberikan kepada rakyat Belu, dan kami sudah berjanji akan menjaga sampai produksi dan harus berhasil. Semoga dengan kehadiran food estate ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Belu,” ucap Bupati Belu.

Untuk diketahui, penanaman jagung di lokasi food estate menggunakan teknik double track (20 : 40 : 90) dengan keunggulan populasinya lebih banyak dibanding yang lain. Penanaman jagung Hibrida varietas Nasa 29, per lubang hanya satu biji dengan target rata–rata produktivitas 6 ton/hektar. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: (*/Herminus Halek)

Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

279 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP. meninjau kesiapan lahan food estate ‘lumbung pangan’ yang berada di bawah Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 9 Agustus 2021.

Pantauan media, ketika tiba di lokasi food estate, Wakil Bupati Belu diterima oleh perwakilan Kementerian PUPR, Kadis Pertanian, Camat Kakuluk Mesak, Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak.

Wakil Bupati Belu mengimbau kepada seluruh pekerja agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas. Wakil Bupati juga memberi apresiasi kepada Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak yang selalu standby bersama Camat Kakuluk Mesak di lokasi food estate.

Wabup Alo Haleserens meminta  kepada masyarakat untuk menyambut baik program food estate ini dengan rajin bekerja karena pemerintah sudah membantu mulai dari pembersihan lahan sampai pada pemupukan.

Untuk diketahui, lokasi food estate seluas 53 hektar yang dibagi dalam 4 zona, yakni zona A seluas 3,5 hektar, zona B 19,1 hektar, zona C 17,9 hektar dan zona D seluas 12,5 hektar.

Food estate ini memakai sumber air Bendungan Rotiklot. Penanaman menggunakan mesin tanam jagung dan penyiramannya menggunakan alat sprinkle. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: Herminus Halek

Koperasi Projamin Belu Demo Olah Lahan Kering Pertanian di Kakuluk Mesak

633 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Koperasi Profesional Jaringan Mitra Negara (Projakop) Mitra Sejahtera Belu bekerja sama dengan STM Nenuk menghelat demo pengolahan lahan kering pertanian di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu 19 Mei 2021.

General Manager, Jhonny Kilai mengungkapkan, koperasi ini bertujuan memajukan kegiatan perekonomian para anggota dengan memanfaatkan lahan tidur. Gerakan hijau yang merupakan visi misi koperasi harus dimaksimalkan hingga petani menikmati hasil yang sangat memuaskan. “Target kita merekrut anggota sebanyak – banyaknya, menggarap lahan tidur di sekitar Bendungan Rotiklot, membersihkan lahan, lalu menanam kembali tanaman yang ada nilai ekonomisnya”, ujarnya.

Projakop yang bergerak di bidang multi usaha tersebut, lanjut Kilai, akan melibatkan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat petani.

Selain itu, sambung Jhonny Kilai, Projakop telah menjalin sinergisitas dengan sekolah kejuruan STM Nenuk guna  memodifikasi alat–alat pertanian biasa menjadi lebih tepat guna. Diharapkan, ke depan siswa – siswi STM bisa menjadi perakit andal alat pertanian tepat guna sekaligus menjadi petani–petani sukses milenial.

Pada kesempatan itu, Pater Lukas Uran, SVD mengatakan, kehadiran Projakop di wilayah Belu dengan melibatkan siswa – siswi STM Nenuk adalah sesuatu yang sangat berharga, di mana para pelajar sekolah kejuruan teknik mesin dan bangunan, diberi kesempatan mendapatkan pengalaman belajar tambahan. Para pelajar terlibat langsung dalam kegiatan tersebut guna melihat dari dekat cara menggunakan traktor dalam pengolahan lahan pertanian dengan teknologi tepat guna. Para pelajar juga belajar langsung di lapangan dan bisa menerapkannya di masa–masa yang akan datang.

“Terima kasih kepada Projakop yang sudah mau bekerja sama dengan STM Nenuk. Visi misinya pun sudah dipaparkan tim projakop di sekolah beberapa waktu lalu. MoU vokasi selama 4 (empat) tahun ini merupakan kesempatan bagi anak–anak STM Nenuk untuk belajar sesuatu yang baik dan bisa mengaplikasikan ketika sudah tamat sekolah sesuai tuntutan zaman,” ucap Pater Lukas.

Anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Benediktus Hale menyambut baik kehadiran Projakop sebagai hal yang positif dan luar biasa. Lahan tidur di wilayah asalnya itu, menurut Bene Hale, sangat banyak dan karena itu perlu dihidupkan dan dimanfaatkan secara maksimal bersama Projakop.

Anggota DPRD Belu, Benediktus Hale (topi hitam kanan)sedang memantau persiapan demo pengolahan lahan kering

“Terima kasih atas kehadiran Projakop, semoga semuanya bisa berjalan dengan baik. Kami yang sudah menjadi anggota, akan berupaya menyebarkan informasi ini kepada semua orang sekaligus mengajak untuk bergabung,” ungkap Bene Hale yang juga merupakan Dewan Pakar Projakop Kabupaten Belu.

Dikatakannya, semua traktor tangan milik masyarakat Rotiklot akan dimodifikasi di STM Nenuk untuk memenuhi syarat teknologi tepat guna. Program projakop kelihatan sederhana tetapi sangat mengena dengan kebutuhan dasar pertanian masyarakat. “Sebagai anggota dewan, saya siap mengawal program ini sesuai kewenangan yang ada. Kami bersama masyarakat siap untuk sukseskan program Projakop di wilayah Dusun Rotiklot,” tandas anggota DPRD dua periode asal Dapil II.

Ketua Kelompok Tani Putri Manu Siri, Pius Mau menambahkan, Bendungan Rotiklot yang terletak di wilayah Dusun Rotiklot itu, manfaatnya tidak dirasakan sama sekali oleh warga sekitar. Air dialirkan ke lahan persawahan melewati perkampungan, sementara lahan kering di sekitarnya tidak. “Terima kasih, kami siap jalankan program ini. Semoga dengan adanya Projakop di wilayah ini bisa membantu kami dalam mengolah lahan tidur,” papar Pius Mau.

Dilansir dari Nusapagi.com, Koperasi Projakop adalah koperasi yang dikelola secara profesional dan mandiri oleh Organisasi Perkumpulan Pro Joko Widodo Ma’ruf Amin (Projamin) untuk menghidupkan kegiatan perekonomian anggota yang bergerak di bidang multi usaha, yang meliputi simpan pinjam, perkebunan, pertanian, peternakan, tambak, perdagangan komoditi lokal, usaha pengembang perumahan (real estate) atau developer , pertambangan, usaha trasportasi, usaha IT dan telekomunikasi, usaha alat kesehatan, alat peraga pendidikan, dan usaha – usaha lainnya.

Tujuannya:

  • Menjadi pelopor Koperasi Produsen di Seluruh Indonesia dengan Networking Projamin dari tingkat DPP sampai PR dan 2 Sayap Organisasi BALNAS PROJAMIN dan Garuda Muda Projamin (GMP);
  • Menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif di lahan – lahan  negara yang belum terpakai dengan pola HGU, pinjam pakai, membuka unit – unit sekolah kejuruan dan bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  • Membuka lapangan kerja baru sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan sebagai penggiat Koperasi Projakop;
  • Menyejahterakan anggota dengan memberikan pinjaman modal usaha yang saling menguntungkan sehingga dapat membesarkan organisasi Projamin dan Koperasi Projakop.

Layanan / Bisnis Koperasi antara lain : Agrobisnis, Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Tambak Udang, Pertambangan, Perdagangan kecil dan besar Komoditi ekspor, Perdagangan Komoditi Lokal.

Gerakan Hijau, (contoh di Provinsi NTT) yakni Penanaman 100 pohon Sengon Laut/ Jabon per anggota. Potensi pendapatan anggota dari penjualan pohon berumur 4 (empat) tahun mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk daerah lain akan disesuaikan dengan pohon apa yang bisa tumbuh dan nilai jual pohon tersebut berharga tinggi dan menguntungkan anggota Koperasi Projakop. Skema bagi hasilnya akan dituangkan dalam Pedoman Rumah Tangga Projakop. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Agus Taolin Sebut 28% Cakupan Air Bersih di Belu Ditangani Pamsimas

467 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin menyebutkan, bahwa salah satu kegagalan pemerintahan SAHABAT Jilid I Wilibrodus Lay – JT Ose Luan yang kini maju lagi sebagai calon petahana adalah tidak menghasilkan solusi air bersih di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebutuhan air bersih saat ini, kata Agus Taolin, hanya mencapai 32% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019, yakni 66,42%. “Ini, jauh panggang dari api. Apalagi, cakupan air bersih ini ditangani Pamsimas (Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sebesar 28%. Jadi, praktis selama 4—5 tahun, pasangan calon (petahana) yang saat ini berdiri di sini tidak terwujud (hanya 4%,red)”, urai Agus Taolin dalam Debat Terbuka kedua Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Belu di Ballroom Hotel Matahari Atambua, pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Agus Taolin menuturkan, bahwa program jangka pendek paket SEHATI tentang optimalisasi sumber air dan jaringan perpipaan dalam Kota Atambua harus ditingkatkan. “Kita tidak bisa menunggu, bahwa bendungan Welikis baru akan difungsikan masyarakat Kota Atambua pada 4 tahun mendatang. Kalau kami yang memimpin, maka sumber air Weaituan harus difungsikan. Bendungan Rotiklot yang sudah ada saat ini dengan aliran airnya 40 liter per detik, kami akan pakai teknologi untuk mendatangkan air, termasuk optimalisasi sumber air Tirta dan Lahurus,” tegasnya.

Disampaikan Calon Bupati Belu Wili Lay dari paket SAHABAT Jilid II, bahwa jika terpilih nanti, pihaknya akan memberi solusi tentang persoalan kelangkaan air bersih di Belu. Dikemukakan Wili Lay dalam segmen debat tersebut, kesulitan air di Belu sebagai akibat dari musim kemarau sangat panjang di tahun 2020, yang mana menyebabkan semua sumber air menjadi kering. Oleh karena itu, paket SAHABAT akan bekerja sama dengan semua kepala suku guna menghijaukan kembali lokasi – lokasi sumber mata air.

Untuk wilayah perkotaan Kabupaten Belu, solusi yang ditawarkan paket SAHABAT adalah membangun satu bendungan berkapasitas tujuh kali bendungan Rotiklot. Bendungan itu, menurut Willi Lay, bendungan Welikis di dusun Tulatudik, Desa Derokfaturene (Kecamatan Tasifeto Barat). Pengerjaannya pun membutuhkan waktu tiga tahun. “Untuk itu, tiga tahun ke depan, enam kecamatan di kota Atambua tidak akan kesulitan air bersih lagi. SAHABAT memberikan solusi”, sebut Lay. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi: ‘Air Kunci Kemajuan di NTT!’

246 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, NTT pada Senin, 20 Mei 2019 pukul 12.00 WITA dengan pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi berganti Pesawat TNI AU jenis CN 295 menuju Kabupaten Belu.

Kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini dalam rangka meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/05/19/kunker-presiden-jokowi-di-belu-korem-161-ws-gelar-pasukan-pengamanan-vvip/

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P selaku Pangkoops Pam VVIP Wilayah Bali Nusra terjun langsung ke lapangan dalam kegiatan pengamanan VVIP, sekaligus mendampingi kunjungan kerja presiden RI Ir. H Joko Widodo

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat Saat menyambut Presiden Jokowi di Bandara El Tari Kupang

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Yosep Nai Soi turut serta mendampingi Presiden Jokowi ke Kabupaten Belu

Wagub Josef Nae Soi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden RI atas perhatiannya berupa pembangunan di Provinsi NTT.

“Selamat datang di Provinsi NTT, di bumi Nusa Terindah Toleransinya. Begitu besarnya perhatian Presiden RI terhadap pembangunan di Provinsi NTT, dan untuk itu kami atas nama masyarakat Provinsi NTT mengucapkan terima kasih”, tutur Wagub Josef .

Sementara itu, Presiden RI Ir H Joko Widodo menyampaikan ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di Provinsi NTT, karena di Provinsi NTT memiliki curah hujan yang lebih rendah dibanding daerah lain.

“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya. Di Provinsi NTT ini, Kementerian PUPR telah menyelesaikan dua bendungan yaitu Bendungan Raknamo dan Bendungan Rotiklot, sedangkan lima bendungan lainnya akan/sedang dibangun, yaitu Bendungan Napun Gete, Bendungan Mbay, Bendungan Temef, Bendungan Welekis dan Bendungan Manikin”, jelas Presiden RI.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan manfaat dari pembangunan bendungan Rotiklot.
“Manfaat Bendungan Rotiklot ini adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter/detik, suplai irigasi seluas 149 hektare dan pariwisata, serta mengurangi risiko banjir di Kabupaten Belu, yang memiliki musim hujan singkat sekitar 3 bulan namun intensitasnya tinggi”, jelas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menabur 200.000 benih ikan

Peresmian Bendungan Rotiklot ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden RI dengan didampingi Menteri Sekretaris Negara, Menteri PUPR, Gubernur NTT dan Bupati Belu, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden RI.

Usai melaksanakan peresmian Bendungan Rotiklot, Presiden RI menabur 200.000 benih ikan berupa ikan nila, ikan mujair, dan ikan kaper.

Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Bendungan Rotiklot, dan diakhiri dengan penanaman pohon guna penghijauan di sekitar area bendungan berupa pohon flamboyan, kelor, juwet, pule dan beringin oleh Presiden RI bersama Gubernur NTT, Pangdam IX/Udayana, Gubernur NTT, Danrem 161/Wira Sakti serta para pejabat lainnya.

Kegiatan peresmian Bendungan Rotiklot yang berjalan tertib, aman dan lancar, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P selaku Pangkoops Pam VVIP Wilayah Bali Nusra didampingi oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S. Sos selaku Dansatgas Pam Wilayah NTT.(*)

Sumber berita (*/penrem161ws)
Editor (+rony banase)

Kunker Presiden Jokowi di Belu, Korem/161 WS Gelar Pasukan Pengamanan VVIP

399 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Presiden RI Ir H Joko Widodo beserta rombongan ke Kabupaten Belu untuk meresmikan Bendungan Rotiklot, Korem 161/Wira Sakti melaksanakan Apel Gelar Pasukan pengamanan VVIP pada Minggu, 19 Mei 2019 di Lapangan Atambua Kab Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dalam kunjungan kerja ini, Presiden RI Ir H Joko Widodo besok, akan meresmikan bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu pada Senin, 20 Mei 2019

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/05/16/kunker-ke-9-di-ntt-presiden-jokowi-bakal-resmikan-bendungan-rotiklot/

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P dalam amanatnya yang dibacakan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S, Sos selaku Dansatgas Pamwil NTT menyampaikan pentingnya apel gelar pasukan VVIP ini.

“Apel gelar pasukan sangat perlu kita laksanakan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan pengamanan baik perorangan maupun hubungan satuan serta pemahaman tentang langkah dan tindakan sesuai Protap Pengamanan VVIP yang berlaku”, tegas Pangdam IX/Udayana.

Lebih lanjut, ditegaskan juga kepada seluruh unsur pengamanan agar memanfaatkan apel gelar pasukan ini dengan sebaik mungkin.

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S,Sos

“Manfaatkan apel gelar pasukan ini sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antar unsur pengamanan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas serta untuk menghindari adanya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan di lapangan”, jelas Pangdam IX/Udayana

Dikatakan juga diperlukan sinergitas antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah serta unsur pendukung lainnya agar pelaksanaan tugas ini menjadi efektif dan efisien.

“Kodam IX/Udayana selaku Koops Pam VVIP wilayah Bali Nusra bersama sama Polda NTT, Pemerintah Daerah NTT dan unsur pendukung lainnya selalu bersinergi untuk mencapai tujuan dan sasaran pengamanan secara maksimal. Untuk itu kejelasan tugas, tanggung jawab dan rantai komando harus dipahami dan menjadi pedoman bersama”, ungkap Pangdam IX/Udayana.

Diakhir amanatnya Pangdam IX/Udayana menyampaikan 4 (empat) penekanan yaitu:

Pertama, pahami dan kuasai prosedur tetap pengamanan VVIP;

Kedua, Pegang teguh disiplin dengan memahami rantai komando yang efektif dan efisien;

Ketiga, Tingkatkan kepekaan dan jangan lengah terhadap situasi yang berkembang;

Keempat, Jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal serta cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan.

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S, Sos., usai memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP, kepada awak media menyampaikan pasukan secara mental sudah siap

“Sebanyak 1.489 pasukan susunan satgas pengamanan yang termasuk unsur Polri, Satpol PP, dan termasuk unsur pengamanan internal seperti pemda”, ungkap Danrem 161/WS

Peserta Apel gelar pasukan ini terdiri dari unsur TNI, unsur Polri, unsur pemerintah daerah dan unsur pendukung lainnya.(*)

Sumber berita (*/penrem161ws)
Editor (+rony banase)

Kunker Ke-9 di NTT; Presiden Jokowi Bakal Resmikan Bendungan Rotiklot

277 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan kembali mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 20 Mei 2019, yang menurut rencana akan meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu

Sebelumnya, dalam Kampanye Terbuka di Lapangan Sitarda Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang-NTT, pada Senin, 8 April 2019; Jokowi berjanji akan kembali mengunjungi NTT jika memperoleh dukungan suara diatas 80 persen pada Pilpres Pemilu Serentak 17 April 2019

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/04/08/jokowi-sapa-massa-pendukung-dengan-bahasa-melayu-kupang/

Kepastian Kunjungan Kerja Ke-9 dari Presiden RI Joko Widodo dan rombongan pada Senin, 20 Mei 2019 di wilayah Prov. NTT, dikonfirmasi oleh Garda Indonesia kepada Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr Marius Ardu Djelamu (Kamis, 16 Mei 2019 pukul 16.33 WITA)

“Kami belum mendapatkan rundown (susunan) acaranya. Saya dan Pak Gub (Gubernur NTT Viktor Laiskodat, red) sedang kunjungan kerja (kunker) di Lelogama Kabupaten Kupang”, jawab Marius Djelamu di sela-sela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Bokong – Lelogama di Kabupaten Kupang sepanjang 40 km

Menurut rencana, kunjungan kerja RI 1 Presiden Ir. H. Joko Widodo dan rombongan pada pukul 08.00 WIB take off dari bandara Halim Perdana Kusuma menuju bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat kepresidenan.

Mendarat di Bandara El Tari Kupang pada pukul 11.50 WITA, Presiden Jokowi akan melaksanakan istirahat sejenak dan pukul 12.15 WITA, lepas landas menuju Bandara A.A. Bere Tallo Atambua menggunakan pesawat CN.

Setibanya di Bandara A.A. Bere Tallo Atambua dilanjutkan istirahat di ruang transit bandara dan pada pukul 13.15 WITA, berangkat menuju Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Presiden Jokowi dan rombongan akan meninjau maket dan panel kemudian dilanjutkan kegiatan peresmian.

Penulis dan editor (+rony banase)