Arsip Tag: alo haleserens

Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

35 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya sudah bicara dengan wakil ketua komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (saat kunjungan kerja di Belu, pada Jumat, 20 November 2020, red). Nanti semua orang Belu akan masuk di sini, Penerima Bantu Iur (PBI),” jelas Agus Taolin yang berpasangan dengan Alo Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2.

Semua orang Belu akan dimasukkan dalam program kesehatan GRATIS pusat, Penerima Bantu Iur (PBI) dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI.

Demikian dikemukakan Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin saat orasi politik di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Diuraikan lebih lanjut, bahwa PBI tersebut merupakan BPJS GRATIS, Kartu Indonesia Sehat (KIS) GRATIS tanpa tunggakan. Setiap tahun berobat GRATIS. Yang terjadi selama ini, sampai di rumah sakit disuruh membeli obat lagi. Itu yang paket SEHATI ingin wujudkan kepada semua warga Belu. “BPJS Penerima Bantu Iur dari APBN. Ini, tidak bayar sama sekali, GRATIS. Kartu itu dipakai dan berlaku sepanjang hidup, tidak usah ragu”, sebut Calon Bupati kelahiran Halilulik, (Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat), 11 Agustus 1960.

“Pilih bupati (dengan latar belakang, red.) dokter itu baik. Saya akan pantau secara rutin aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Obat ada atau tidak? Obat apa yang dikasih kepada orang sakit,” tandasnya.

Dikatakan Agus Taolin, ada juga BPJS bayar, Pekerja Bukan Penerima Upah. Ada sekitar 22.000 orang Belu yang masuk dalam BPJS mandiri. Kalau tidak bayar, pasti diblok. Kalau mau pakai, harus denda 1 orang 250 ribu per tahun.

Warga Belu, imbuh Agus Taolin, yang hingga saat ini belum ditanggung oleh pemerintah pusat itu yang berobat pakai KTP. Berobat pakai KTP dimaksudkan untuk melengkapi, menyempurnakan program berobat GRATIS pemerintah pusat. Hasilnya nanti, adalah seluruh masyarakat Belu berobat GRATIS. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

280 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Jika Paket SEHATI Menang, Pelayanan di Pemda Belu Satu Garis Lurus

465 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Artinya, kalau kita (paket SEHATI) menang pada tanggal 9 Desember (2020), maka pelayanan Pemda Belu periode mendatang sudah satu garis lurus,” tandas Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Aloysius Haleserens saat berorasi di Dusun Abasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 9 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/edward-tanur-orang-belu-ada-harga-diri-jangan-pilih-yang-kasih-uang/

Agus Taolin menjelaskan, bahwa ada 5 partai utama yang mengusung paket SEHATI dalam Pilkada Belu 2020 antara lain, Partai NasDem, Golkar, PKB, PKS, dan PKPI. Meskipun non–seat (tidak ada kursi) di DPRD Belu, paket SEHATI juga didukung oleh PSI dan Perindo. “Partai–partai ini, termasuk partainya gubernur (Partai NasDem) dan partainya wakil gubernur NTT (Partai Golkar). Partai – partai ini juga yang dukung presiden Jokowi. Bupati kita punya, Gubernur kita punya, sampai dengan presiden juga kita punya. Kita sudah seperti satu atap,” ujarnya.

Selain itu, terang Agus Taolin, partai– partai pengusung ini pun memiliki anggota DPRD di Kabupaten Belu, DPRD Provinsi NTT, dan DPR RI di pusat. Soal anggaran untuk menjalankan semua program paket SEHATI di Kabupaten Belu, dibicarakan dengan anggota DPR dan pasti tidak akan ada kesulitan.

“Menteri pertanian, menteri desa, wakil ketua komisi IX, anggota komisi IV, semuanya ada di pihak kita. Jadi, kalau kita bicara di Atambua sampai di Jakarta sudah pasti sambung. Wakil menteri perdagangan dari Golkar, menteri kesehatan dokter Terawan Agus Putranto adik kelas saya, dulu sekolah sama–sama di Jogjakarta. Kami sering ketemu di Bogor. Kalau ada perlu, saya bisa lewat telepon saja,” paparnya.

Setelah paket SEHATI terpilih, sebut Agus Taolin, semua anggaran untuk kesehatan GRATIS dan lain–lain itu, akan dibicarakan dengan anggota DPR. Jika sudah disetujui oleh anggota DPR, maka siap dieksekusi oleh pemerintah daerah. Biaya pengobatan mahal seperti operasi pun pasti ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, hanya dengan menunjukkan KTP.

“Kita, cukup sertakan KTP klaim ke pemerintah tentang semua biaya. Kasih KTP, tulis biaya berapa dan semua bukti. Pemerintah kasih uang ke rumah sakit, beli obat, bayar dokter, bayar perawat, beli alat. Semua sudah ada di sana, selesai. Kalau anggaran kurang, kita rapat lagi dengan DPR untuk tambah anggaran. Tapi, kami sudah hitung semuanya. Warga Belu, 226.000 orang. Orang yang sakit, 16% dari 226.000, sekitar 40.000 sampai 50.000 orang. Dari anggaran kesehatan 28 miliar rupiah, setiap tahun kita simpan 2 miliar untuk berobat. Jadi, kalau ada yang bilang kita bohong, jangan percaya karena mereka tidak mengerti,” ungkap Agus Taolin yang berprofesi sebagai dokter selama 32 tahun itu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor (+rony banase)

Siku Liurai Ajak Warga Eks Timtim Hidup Mati Bersama Paket SEHATI

457 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Arnaldo Da Silva Tavares yang akrab dikenal dengan Siku Liurai mengajak warga eks Timor–Timur (Timtim) yang berdomisili di wilayah Kecamatan Raihat untuk bersatu menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2021—2024, nomor urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/19/edmundus-tita-yakin-agus-taolin-menang-telak-di-dapil-iv-belu/

Pernyataan itu diungkapkan Siku Liurai di hadapan ratusan pendukung dan simpatisan paket SEHATI ketika berkampanye di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Paket SEHATI saat disambut secara adat di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, pada Rabu, 18 November 2020

“Baru–baru ini saya sudah bicarakan dengan NTT 1 (Gubernur Viktor B. Laiskodat, red.), khusus tentang nasib warga eks Timtim. Jadi, untuk Raihat, jangan ada yang coblos salah. Mati ataupun hidup, kita tetap bersama nomor 2. Jangan takut, jangan ragu-ragu! Karena saya juga sudah koordinasi dengan seluruh komandan milisi,” tandas bakal calon wakil bupati Belu perseorangan dari Paket Viva Mateke yang kini sudah menyatakan dukungannya ke paket SEHATI.

Siku Liurai juga menyatakan secara lantang kepada tim petahana untuk tidak mengintimidasi warga eks Timtim. “Keta lori partidu mai bosok iha ne (jangan bawa partai datang tipu di sini, red.). Jangan datang main ancam–ancam warga eks Timtim di sini. Saya kasih tahu kamu, kalau mereka datang bawa uang untuk pengaruh, makan itu uang! Hisap uang itu sampai ke tulang–tulangnya. Mais, tu mak la bele ona (Tapi, jangan tusuk lagi, red.). Raihat untuk kali ini, jangan kasih dia sampai seribu! Uang, jangan kuasai kita, karena itu janji lima tahun yang lalu. Raihat harus menang!”, tegasnya disambut aplaus riuh. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Edward Tanur: Orang Belu Ada Harga Diri, Jangan Pilih yang Kasih Uang!

365 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tanur menuturkan, bahwa orang Belu memiliki harga diri. Jika ada pihak yang mengimingi masyarakat dengan sejumlah uang untuk meraup dukungan suara pada pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang, maka jangan dituruti.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/siku-liurai-ajak-warga-eks-timtim-hidup-mati-bersama-paket-sehati/

Pernyataan antisipatif tersebut dilontarkan Edward Tanur di hadapan pendukung paket SEHATI, saat berkampanye di Wedomu, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 19 November 2020.

“Jangan bilang kasih uang, habis perkara. Ambil uang habis, jangan tusuk dia. Karena kalau dia kasih kita uang, maka besok dia akan korupsi. Politik ini untuk kesejahteraan rakyat, untuk pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, tidak bisa pakai cara beli suara,” terangnya.

Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tanur

Paket SEHATI, menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Timor Tengah Utara (T.T.U) itu, dinilai sebagai paket pilihan Tuhan yang datang pada waktu yang tepat, di saat Kabupaten Belu sedang dilanda diskriminatif dan pembangunan yang tidak merata.

“Janji tinggal janji! Jangan pilih pemimpin yang model begitu! Pemimpin itu harus jujur, komunikatif, komitmen, dan konsisten. Jangan, dia ambil keputusan ikut dia punya mau, tidak mau dengar rakyat dan DPR. Omong habis buat, jangan tipu rakyat,” bebernya.

Edward Tanur juga mengimbau, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya secara cerdas. “Pilihlah pemimpin yang memiliki integritas (kepribadian) yang baik, kompetensi (kemampuan) cukup, dan kapabilitas (keterampilan) memadai. Tiga kriteria ini ada pada paket SEHATI. Pilih Agus Taolin dan Alo Haleserens, dengan mencoblos nomor urut 2,”imbuhnya.

“Jadi, sekali lagi saya ingatkan! Jangan pilih pemimpin karena orang kasih uang! Jangan pilih pemimpin karena orang bagi air satu tangki! Karena, kamu juga yang nanti susah lima tahun,” tekannya. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Edmundus Tita Yakin Agus Taolin Menang Telak di Dapil IV Belu

1.108 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Kabupaten Belu dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyatakan secara tegas dan penuh keyakinan, bahwa calon bupati Belu, Agustinus Taolin, yang berpasangan dengan calon wakil bupati Aloysius Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2, sudah menang telak di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yang meliputi Kecamatan Tasifeto Barat, Kecamatan Raimanuk, dan Kecamatan Nanaet Dubesi.

Baca juga :  https://gardaindonesia.id/2020/11/18/tim-ring-i-sahabat-2015-tinggalkan-sahabat-jilid-ii-ini-alasannya/

Penegasan Edmundus Tita tersebut, disampaikannya di hadapan ratusan massa simpatisan paket SEHATI saat kampanye terbatas di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Paket SEHATI disambut Tarian Likurai di Desa Tohe, Kecamatan Raihat

Karena itu, Mundus Tita meminta kepada masyarakat Raihat di Dapil III untuk bersatu memenangkan calon wakil bupati Belu, Aloysius Haleserens. “Jangan mempermalukan seorang Alo Haleserens yang mewakili dapil III, karena Agus Taolin sudah menang di dapil IV,” tekan anggota DPRD asal dapil III yang meliputi Kecamatan Lamaknen Selatan, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Raihat, Kecamatan Lasiolat, dan Kecamatan Tasifeto Timur, sembari memastikan bahwa Alo Haleserens sudah menang telak di kecamatannya, Tasifeto Timur.

“Saya sudah menang! Saya tanya kamu. Kamu di Raihat, Lasiolat, Lamaknen, Lamaknen Selatan, menang kah tidak?”, tantang Tita disambut tepukan tangan dan teriakan yel–yel menang, nomor 2 menang, paket SEHATI pasti menang di dapil III.

Masyarakat dapil III, lanjut mantan kepala desa Fatuba’a (Kecamatan Tasifeto Timur) itu, jangan mau percaya lagi kepada tim paket SAHABAT yang datang dengan penuh kemunafikan hanya untuk menipu kedua kali. “Ada teman anggota DPR yang datang, tidak omong tentang program paket SAHABAT, tetapi datang untuk serang program paket SEHATI yang visioner untuk rakyat kecil. Program SEHATI kesehatan GRATIS, yang sangat berpihak pada kebutuhan dasar orang–orang kecil, malah dianggap tidak baik oleh tim SAHABAT. Apanya yang tidak baik?”, sanggahnya dengan suara lantang.

“Untuk keluarga eks Timor–Timur, sudah 20 tahun berada di Belu. Tetapi, hingga hari ini tidak ada perhatian serius dari pihak pemerintah daerah. Uma naksobu hotu ona (rumah sudah rusak semua, red.). Karena itu, paket SEHATI hadir untuk perhatikan semua itu. Jadi, saya minta sekali lagi. Kalau dapil IV sudah menang, maka dapil III juga wajib hukumnya untuk menang. Pilih paket SEHATI, nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens”, tuturnya mengakhiri. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Tim Ring I SAHABAT 2015 Tinggalkan SAHABAT Jilid II, Ini Alasannya

1.865 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya, (tahun) 2015, tim ring I paket SAHABAT. Saya harus bicara terbuka supaya bapak mama tahu. Kenapa saya tinggalkan paket SAHABAT? Setiap ring I paket SAHABAT waktu itu bekerja pakai otak, pakai tenaga, bagaimana SAHABAT harus menang. Tetapi, satu hal yang membuat saya tinggalkan SAHABAT adalah kalimat janji, ‘Saya maju satu kali saja. Setelah itu, saya kaderkan orang–orang muda dari utara’. Janji itu, tidak ditepati! Maka, saya dan beberapa teman menyatakan sikap tinggalkan SAHABAT. Kita mau lihat dia punya jago sampai di mana?”, alas Anis Ati saat kampanye paket SEHATI di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 18 November 2020.

Bahkan, menurut Anis Ati, ada janji tentang air dan listrik. Soal jalan, sempat membuat tim ring I SAHABAT 2015 pusing bukan kepalang, lantaran jalan sabuk merah yang saat ini melintas di wilayah Belu Utara sudah mulai diukur.

“Sekarang mereka pakai gaya yang sama dengan 2015. Ada oknum–oknum kepala desa yang pakai bantuan rumah dari pusat (untuk tekan masyarakat, red). Katanya, kalau tidak dukung SAHABAT berarti nama dicoret. Kasih tahu dia, dia bisa coret keputusan menteri kah? Dia hebat sekali,” tekan Anis Ati geram.

Anis Ati, Foto (*/istimewa)

Kekesalannya terhadap sikap beberapa oknum kepala desa pun terpaksa diungkapkan Anis Ati, bahwa sewaktu SAHABAT menang di tahun 2015, oknum-oknum itu datang meminta bantuan kepada dirinya untuk tolong bicara ke bupati, agar diberikan rekomendasi calon kepala desa.

Anis Ati juga meminta kepada para kepala desa diam selama masa politik ini. Jadilah wasit dan pemimpin yang baik, mengayomi seluruh masyarakat demi kepentingan Belu ke depan.

Kepentingannya saat ini, lanjut Anis Ati, untuk bagaimana menyelamatkan ‘muka’ orang utara, bagaimana memperjuangkan kepentingan orang utara, bagaimana memperjuangkan calon wakil bupati, orang utara yang asal–usulnya jelas. Alo Haleserens, orang Lamaknen yang rumah sukunya jelas bila dibandingkan dengan paket SAHABAT. “SAHABAT yang rumah sukunya tidak jelas itu yang mau tipu kita. Janji 2015, 50% saja tidak ditepati, berarti tipu. Saya duduk mengatur kemenangan paket SAHABAT 2015. Jadi, kasih tahu tim SAHABAT yang masih bertahan. Kasih tahu bilang, Anis Ati tahu semua. Tanya mereka, kamu masih bertahan itu karena apa? Kalau tidak ada alasan, pasti tidak mungkin bertahan. Kalau bilang tim SAHABAT yang lari duluan ke SEHATI itu karena tidak dapat proyek, suruh dia datang ke saya, supaya saya buka dia punya aib. Saya tahu semua, siapa atur siapa, proyek di Haekesak siapa yang dapat, saya tahu semua. Jadi, kalau mau Belu berubah untuk kebaikan ke depan, maka tidak ada pilihan yang lebih baik, selain pilih paket SEHATI, paket nomor 2,“ bebernya.

“Tim paket SAHABAT bergabung sudah dengan tim paket SEHATI. Sekarang saya lihat, ada orang baru yang dekat ke SAHABAT. Padahal, mereka itu yang dulu menjelekkan SAHABAT. Mereka itu yang dulu bilang bodok, bilang tidak tahu omong. Cukup sudah kita ditipu! Cukup sudah kita dibodohi! Kita ingin Belu berubah, kita mau Belu lebih baik! Jangan pakai program pusat untuk membodohi rakyat. Jalan sabuk merah, ada di Kabupaten Belu, ada di Pulau Timor, ada di Papua, ada di Kalimantan. Jalan ini dibangun di perbatasan Indonesia dan negara lain. Kita pasti menang, karena paket Belu Memanggil dan paket Viva Mateke sudah menyatakan bergabung ke Paket SEHATI,” imbuhnya mengajak. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Ditelantarkan SAHABAT Jilid I, Warga Eks Timtim Siap Menangkan SEHATI

893 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Tinan ida, tinan ida ba babeik bupati ida sae mos, ami nia uma ne at, at ba babeik. Agora ai mos rahun ona, bebak mos rahun ona. Bupati ida sae mos, mai la mai, mai la mai. Ai mos dodok, too uma tohar tan tia mak la hare tan (Dari tahun ke tahun, ganti bupati juga kami punya rumah ini rusak terus. Sekarang, kayu dan bebak sudah lapuk. Sudah jadi bupati, kami punya rumah sudah mau roboh, tidak mau datang lihat,” ungkapan amarah bernada kesal Maria Imaculada dalam bahasa Tetun, warga Dusun Badua B, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyesalan tersebut disampaikan di hadapan Calon Bupati Belu, Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, pada Senin, 9 November 2020.

Menanggapi kemarahan warga eks Timor – Timur (Timtim) tersebut, Agustinus Taolin mengatakan bahwa hal itu timbul sebagai akibat adanya ‘janji tinggal janji’ dari pejabat bupati dan wakil Belu periode lalu. “Ada lagu janji, janji tinggal janji. Karena itu, tanggal 9 Desember pilih paket SEHATI agar kita bisa perhatikan keluhan ini,” pinta Agus Taolin.

Kesulitan lain warga eksodus tahun 1999 di titik yang sama dalam kampanye paket SEHATI tersebut, menyangkut belum memiliki tanah untuk bangun rumah dan bertani. “Sampai sekarang, kebanyakan dari kami yang belum punya tanah. Kami kerja sawah dan kebun di orang punya tanah. Hasilnya bagi dua,” tutur warga lainnya.

Adapun kesusahan lain yang juga dihadapi warga eks Timor – Timur berkaitan dengan lokasi pemakaman. “Setiap kali ada kematian, kami susah cari tempat untuk kubur mayat. Kami minta, kalau pak dokter sudah jadi bupati, tolong cari lokasi untuk kami,” kata Emanuel, warga eks Timor – Timur di titik kampanye itu.

Lokasi kuburan umum bagi warga di dusun itu, jawab Agus Taolin, bahwa paket SEHATI berjanji untuk sanggup memenuhi permintaan itu. “Itu, kami bisa. Kalau hanya tanah untuk kuburan saja, kami siap. Demikian juga, dengan permintaan anak muda tentang pengadaan sarana olahraga dan musik untuk pengembangan bakat. Kami siap untuk sediakan wadah penyaluran bakat di bidang musik dan olahraga,” tandas Agus Taolin.

“Untuk kesehatan GRATIS, menjadi program prioritas paket SEHATI, paket nomor urut 2. Semua warga Belu, mulai dari sejak dalam kandungan, bayi, balita sampai orang dewasa ditanggung semuanya oleh pemerintah. Jadi, untuk berobat GRATIS, cukup bawa KTP dan Kartu Keluarga Belu.” tambah Calon Bupati Belu Agustinus Taolin yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati, Aloysius Haleserens. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)