Arsip Tag: alo haleserens

DPRD TTU Komisi III Studi Banding Layanan BLUD RSUD Atambua

356 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Komisi III DPRD Timor Tengah Utara (TTU) bersama Direktur RSUD TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  melakukan studi banding tentang sistem pelayanan dan tata kelola Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Kabupaten Belu pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Ketua Komisi III DPRD TTU, Therensius Lazakar menjelaskan, kunjungan kerja (kunker) bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang layanan tata kelola BLUD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

“Kami hadir di sini bersama 12 orang yang terdiri dari wakil ketua komisi III bersama anggota serta direktur RSUD TTU. Terima kasih atas sambutannya yang hangat kepada kami,” ungkap Lazakar.

Rombongan diterima Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. dan Plt. Kadis Kesehatan, Drs. Egidius Nurak bersama manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Dalam sambutannya, Wabup Alo Haleserens menyampaikan, RSUD Atambua saat ini telah menjadi BLUD sehingga pendapatan yang diterima, dikelola secara mandiri untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara premium kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Belu yakni mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

Diterangkan Wabup Aloysius Haleserens, bahwa saat ini Kabupaten Belu telah mencapai ‘total health coverage’. Seluruh warga Belu berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP, KK atau Kartu Tanda Lahir mulai dari pelayanan kesehatan di puskesmas sampai ke rumah sakit. Rujuk ke mana pun semuanya gratis.

Wabup Alo Haleserens juga mengharapkan agar dengan kunker ini, Kabupaten Belu dan TTU bisa saling berbagi informasi dan mengisi kekurangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ada kelebihan dari Belu, kita mengisi kekurangan di TTU. Begitu pun sebaliknya. Itu yang mau kita lakukan, mudah – mudahan dalam waktu dekat,” harapnya.

Dalam kegiatan itu, dipresentasikan juga profil RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD oleh KTU RSUD, Sisilia E. Tae dan dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Plt. Kadis Kesehatan

Diketahui, RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua saat ini merupakan rumah sakit kelas C/rumah sakit rujukan untuk Kabupaten Malaka, TTU serta Negara Timor Leste. Terakreditasi madya dengan layanan unggulannya yakni hemodialisa (layanan cuci darah 10 tempat tidur), CT scan 64 slice (proses ijin), incenerator (pengolahan limbah padat) yang memiliki ijin operasional, SIM RS (seluruh pelayanan terkoneksi secara digital termasuk dengan Bank) dan Lab PCR (segera difungsikan). (*)

Berita + foto: (*/prokompimbelu)

Editor: Herminus Halek

Wakil Bupati Belu Pinta ASN Fokus Tupoksi & Abaikan Politik

295 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Aparatur Sipil Negara (ASN) harus fokus dan konsentrasi pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta mengabaikan politik. Lupakan intrik – intrik politik bawaan, jangan berpikir tentang politik setiap hari karena UU ASN tidak menghendaki itu. Gunakan hakmu pada saatnya, tidak pada saat sekarang. Demikian ditegaskan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM ketika memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di halaman Kantor Bupati Belu pada Senin, 11 Oktober 2021.

Wabup Belu mengapresiasi ASN lingkup Pemkab Belu yang hadir tepat waktu. Kedisiplinan harus terus dijaga dan diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih banyak. Teman – teman semua sudah bisa tepati waktu dan kita membiasakan diri untuk senantiasa disiplin apel pagi, melaksanakan tugas sampai tuntas, tidak membiasakan diri untuk menunda pekerjaan, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur serta tepat waktu,” tandas Alo Haleserens.

Wabup Alo Halerserens menginstruksikan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk senantiasa menciptakan suasana kondusif di lingkungan kerjanya masing– masing. “Setiap kegiatan yang ada pada OPD masing–masing dibuatkan TOR – nya, kerangka acuannya. Di dalam kerangka acuan itu ada dasar pertimbangan hukum dan seterusnya, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan, teman–teman tidak mengalami kesulitan,” imbuhnya.

Lanjutnya, para pimpinan perangkat daerah harus memberikan kesempatan kepada pejabat eselon III dan IV untuk melakukan presentasi bahan evaluasi kerja secara mingguan, bulanan, triwulan dan semesteran di hadapan teman – teman yang lain. Demikian juga meeting, dibiasakan untuk dilakukan tanpa alasan. Pertemuan tidak harus tatap muka, tetapi bisa dilakukan secara zoom meeting dari tempat berbeda.

Wabup Belu juga mengingatkan bahwa saat ini telah memasuki minggu ke–2 bulan Oktober. Masa kerja untuk mengakhiri tahun anggaran 2021 tersisa 2 bulan 2 minggu. Karena itu, seluruh rangkaian tahapan kerja pada setiap OPD harus dilihat baik–baik, mana yang tertinggal dan mana yang telah dilaksanakan.

Di akhir arahan, Wabup Belu menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan OPD dan staf. “Lanjutkan kebersamaan dan kebiasaan kita yang sudah baik dari waktu ke waktu, agar dunia pelayanan kita kepada masyarakat dari waktu ke waktu menggeliat terus dengan tren yang semakin meningkat,” tekannya.

Turut mengikuti apel pagi, Sekda Belu, Johanes A. Prihatin, SE, M.Si. para asisten Sekda Belu dan pimpinan perangkat daerah. (*)

Berita + foto: (*/prokompimbelu)

Editor: Herminus Halek

Satgas Belu Helat Rakor Evaluasi Perkembangan Covid–19

134 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Tim satuan tugas (Satgas) Covid–19 Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat rapat koordinasi (Rakor) evaluasi percepatan penanganan Covid–19 terkait vaksinasi dan penyesuaian data antara kabupaten, provinsi dan nasional, untuk percepatan pemutusan mata rantai penyebaran Covid–19 di wilayah Kabupaten Belu.

Rakor dipimpin Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD–KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM. dan Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro di Sekretariat Satgas Covid–19 Atambua pada Rabu, 6 Oktober 2021.

“Jadi, secara umum berdasarkan rilis dari kementerian dan data–data lapangan yang kita punya termasuk vaksinasi, ada hal–hal penting yang harus kita bahas. Data– datanya naik turun di antaranya, tingkat kesembuhan, kematian, rawat inap, tingkat mobilitas masyarakat. Dan, yang paling penting tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tandas Bupati Belu.

Terkait kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang belum maksimal, Bupati meminta kepada Satgas Covid–19 untuk melakukan tindakan–tindakan terukur dan tetap memberikan pemahaman dengan baik kepada masyarakat sehingga tidak terjadi hal–hal brutal oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, tindakan–tindakan yang dilakukan di lapangan tetap persuasif, tidak konfrontatif tetapi juga harus terukur, karena sebagian masyarakat masih kurang paham terhadap Covid–19, dan kita juga tetap berpegang pada aturan,” imbuhnya.

Bupati dr. Agus Taolin menyebutkan bahwa kasus Covid–19 yang paling tinggi dan masih tetap menduduki tempat pertama adalah Kecamatan Kota Atambua, Atambua Barat, Atambua Selatan, dan Kecamatan Tasifeto Barat. Kasus Covid pada angka sedang, di Kecamatan Raihat, Kakuluk Mesak dan Kecamatan Tasifeto Timur. Sedangkan, Kecamatan Nanaet Duabesi, Raimanuk, Lasiolat, Lamaknen Selatan dan Kecamatan Lamaknen tetap 0 kasus.

“Untuk itu, dari spesifikasi data di dalam kota ini kita lihat mobilisasi terbanyak, interaksi terbanyak dan pusat–pusat perdagangan terbanyak, maka kasus Covid–19 akan tinggi,” ujar Bupati Belu.

Selanjutnya, dikatakan Bupati Belu terkait antusias masyarakat untuk menyelenggarakan pesta dan sebagainya, pemerintah akan melakukan berbagai cara dan upaya melalui kesepakatan bersama, salah satunya boleh melaksanakan pesta dari pukul 6.00—18.00 WITA.

“Khusus untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, akan dilaksanakan setelah guru dan siswa/siswi sudah melakukan vaksinasi di atas 70 persen,” tambah Bupati. (*)

Berita: (*/Kominfobelu – Dora & Norci)

Foto: Hirro

Editor: Herminus Halek

‘Grand Opening Creatif Mart 2’ Wabup Belu: Geliat Ekonomi Harus Berjalan

346 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M didampingi wakil ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Rinawati Br. P. A. Haleserens, S.E.,M.M. menghadiri grand opening KTM. Creatif Mart 2 di Jl. Supomo kilometer 2 Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 8 Agustus 2021; Acara grand opening diawali dengan ibadat syukur yang dipimpin oleh Rm. Bernard Bria, Pr.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. menyampaikan syukur kepada Tuhan atas dibukanya Creatif Mart 2 meski dalam kondisi Covid–19 dengan ekonomi tiarap. Geliat ekonomi harus terus berjalan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih kepada bapak Charli Widodo yang telah membuka usaha Creatif Mart 2. Dengan begitu, bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat kita, dengan menangkap peluang yakni menjual 9 bahan pokok dan tempatnya di kilometer 2, dan yang dipilih pun tepat, harganya murah,” tandas Wabup Belu.

Wabup Belu pun mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri dan mengharapkan para pelaku UMKM dapat menitipkan hasil produk UMKM-nya di Creatif Mart 2.

Pelepasan balon tanda grand opening Creatif Mart 2

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) cabang Kabupaten Belu, Mario Tanur menyatakan syukur lantaran Creatif Mart 2 telah menjadi anggota Aprindo sehingga diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat dalam berbelanja.

“Aprindo dengan semboyannya ‘senyum, sapa dan semangat’ mengharapkan dengan kehadiran Creatif Mart 2 dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para konsumen. Sekali lagi selamat dan prociat untuk Creatif Mart 2 yang telah hadir di Kabupaten Belu,” tandas Ketua Aprindo.

Owner Creatif Mart, Robertus Charli Widodo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati, Wakil Ketua TP PKK, pimpinan perbankan dan masyarakat sekitar dalam acara grand opening Creatif Mart 2.

“Tentunya kehadiran kami di tempat ini adalah untuk melayani masyarakat di sekitar kilo meter 2, dan masyarakat umum di Kabupaten Belu. Semoga kehadiran kami dapat melayani masyarakat dengan hati, sesuai semboyan Creatif Mart 2 ‘kalau mahal beri tahu kami, kalau murah beritahu teman’,” ujar Charli Widodo.

Charli menambahkan, Creatif Mart 2  menjual produk sembako dan produk UMKM seperti abon ikan, abon sapi, abon ayam, kripik–kripik dan produk UMKM lainnya. Oleh karena itu, diharapkan kepada pengusaha ritel untuk mendorong bekerja sama dengan para pelaku UMKM di Kabupaten Belu.

Grand opening Creatif Mart 2 ditandai dengan pelepasan balon gas ke udara oleh Wakil Bupati Belu, Wakil Ketua TP PKK, Dandim 1605 /Belu, perwira Polres Belu, Ketua Aprindo Kabupaten Belu dan Owner Creatif Mart 2, dilanjutkan dengan menekan tombol sirene. Usai pemotongan tumpeng oleh owner Creatif Mart 2 , Wakil Bupati Belu didampingi wakil ketua TP PKK dan Dandim 1605 /Belu lantas memotong pita pada pintu utama Creatif Mart 2. (*)

Berita: (*/Kominfo – Asih Mukti)

Foto: Cransen Fontes

Editor: Herminus Halek

Pemda Belu Cipta Lapangan Kerja Produktif bagi 100 Orang

499 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan 5 balai besar di Bandung, Semarang, Bekasi, Tangerang dan Medan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Keterampilan Kerja Berbasis Unit Kompetensi tahun anggaran 2021; dibuka oleh Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. di aula Kantor Camat Atambua Barat pada Senin, 6 September 2021.

Diklat bertujuan untuk memberdayakan tenaga kerja produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap/pengangguran, terkena PKH atau tidak mempunyai keahlian akibat terkena dampak langsung Covid–19, menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menyiapkan mental tenaga kerja untuk bersaing dalam pasar kerja, memperoleh peningkatan serta mengembangkan kompetensi kerja produktif, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu.

Foto bersama peserta diklat bersama Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Laurensius Ki’ik dan Wakil Bupati Belu

Wakil Bupati Belu mengatakan Diklat dengan 100 peserta dari 5 kecamatan meliputi pendidikan dan pelatihan menjahit, perbengkelan, dan babershop (salon pria). Diharapkan, keterampilan setiap peserta bisa meningkat, dan akan difasilitasi oleh pemerintah melalui Disnakertrans dengan memberikan peralatan dan perlengkapan untuk membuka usaha secara mandiri demi pemberdayaan finansial.

“Maka, harus dikembangkan dari waktu ke waktu di 5 kecamatan (Raihat, Nanaet Duabesi, Kakuluk Mesak, Atambua Barat, dan Atambua Selatan). Dan tahun–tahun yang akan datang bisa tersebar di 12 kecamatan seantero Belu,” pintanya.

Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Laurensius Ki’ik Nahak menjelaskan, semua peserta Diklat dipilih dari 5 kecamatan yang terkena PKH akibat dampak Covid – 19 dan menyebabkan beberapa usaha kecil ditutup. Pemerintah daerah akan membantu dana 1 juta rupiah untuk belanja perlengkapan salon pria seperti gunting, kursi, kaca/cermin, bangku, dan lain–lain. Peralatan kunci, fiber ukuran 1.000 liter, dan peralatan cuci untuk bengkel motor. Sedangkan, kebutuhan menjahit adalah mesin jahit dan benang. Waktu pelatihannya, 1 bulan untuk yang menjahit, 14 hari untuk perbengkelan dan salon.

Usai pembukaan Diklat, dilanjutkan dengan pemasangan ID Card kepada perwakilan peserta Diklat oleh Wakil Bupati Belu dan Kadis Nakertrans, disaksikan Camat Atambua Barat dan Camat Atambua Selatan. (*)

Berita + foto: (*/kominfobelu – Dora Maria)

Editor: Herminus Halek

Lindungi Lokasi ‘Food Estate’ Belu, Pemda Helat Ritual ‘Ukun Badu’

361 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna menyukseskan dan melindungi lokasi food estate dari berbagai gangguan seperti gangguan hama, ternak, dan lainnya, maka pemerintah daerah bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat melakukan ritual adat ukun badu ‘pembatasan/pelarangan’ di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Saat menghadiri ritual Ukun Badu, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M menegaskan bahwa food estate merupakan kegiatan besar sehingga dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen. Sejak zaman dahulu kala, ritual adat telah terbukti mampu melestarikan dan melindungi lingkungan pertanian dan lain–lain dari berbagai kerusakan oleh manusia maupun hewan.

Lebih lanjut dr. Agustinus Taolin mengatakan bahwa melalui ritual adat yang dilakukan, tentu akan ada sinkronisasi antara hukum adat yang mengikat secara adat dengan peraturan desa (Perdes) yang tertulis.

“Lewat ritual adat ini, tadi kita sudah dengar sejalan, selaras dengan peraturan desa yang melarang dan mewajibkan kepada peternak, pemilik ternak, penjaga ternak untuk mengandangkan ternaknya pada malam hari, menjaga pada siang hari agar tidak merusak tanaman beserta sanksi–sanksinya. Dan, itu mengikat secara adat dan secara peraturan desa yang tertulis, sehingga hukum adat sinkron dengan Perdes yang tertulis ini,” terang dr. Agus Taolin.

Bupati dan Wabup Belu bersama tokoh adat duduk bersama membahas tentang penerapan sanksi adat di lahan food estate

Bupati Agus Taolin berharap masyarakat sekitar lokasi food estate dapat mematuhi penerapan hukum adat dan peraturan desa sebagai upaya untuk mengamankan food estate sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Terkait pengolahan lahan food estate, Bupati memastikan akan mencapai seratus persen dalam beberapa hari lagi dan terus berproses dengan kegiatan meratakan, membalik dan mengairi. Lokasi yang lain sudah ditanami mulai dari blok B, blok C, blok A dan blok D, totalnya 53 hektar.

Tokoh Adat, Arkadius Moruk menjelaskan bahwa acara ritual adat Ukun Badu dimaksudkan agar binatang peliharaan seperti sapi, kambing, babi dan lainnya wajib dikandangkan sehingga ternak tidak berkeliaran di lahan pertanian. Selain itu, hasil kebun tidak boleh diambil sembarangan, dan apabila dilanggar maka akan dikenakan sanksi.

Turut hadir Kadis Pertanian, Plt. Kaban Kesbangpol, Plt. Kadis Perhubungan, Sekretaris PUPR Belu, Camat Kakuluk Mesak, serta Danramil Kakuluk Mesak. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: (*/Herminus Halek)

Budi Daya Anggur di Belu, Pemda Bakal ‘Mapping’ Daerah yang Cocok

424 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal melakukan mapping ‘pemetaan’ terhadap daerah–daerah yang cocok untuk pengembangan anggur dengan cita rasa khas anggur, termasuk mempersiapkan marketing-nya.

Pemerintah daerah akan membantu pengolahan lahan, menyediakan bibit, dan pupuk guna meningkatkan produktivitas serta didukung dengan pendampingan dari PPL untuk mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan dengan harga jual anggur yang memuaskan petani.

“Mudah-mudahan ke depan dapat berkembang lagi sehingga kita bersama-sama untuk membangun masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif,” ungkap Bupati Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Dandim 1605 Belu, Letkol Inf Wiji Untoro ketika memanen Anggur Hijau di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur pada Rabu, 11 Agustus 2021.

Bupati Taolin Agustinus menuturkan, bahwa saat ini pemerintah sedang mengolah lahan di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak seluas 53 hektar, dan akan dilanjutkan di beberapa kecamatan lain. Untuk Fatuketi, pemerintah akan memberikan bantuan bibit anggur, pupuk dan lain-lain sesuai janji dan usaha sejengkal demi sejengkal  menuju masyarakat Belu yang sehat dan berkarakter.

Bupati Belu mengapresiasi khusus kepada Dandim 1605 Belu yang selalu memberikan dan melakukan pekerjaan di luar dari kebiasaan. “Kita sering mendengar cerita TNI Manunggal dengan rakyat. Dan, ini merupakan bukti yang pak Dandim lakukan dengan berbagai kegiatan yang sangat merakyat dan pro rakyat, bekerja sesuai dengan yang rakyat lakukan dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Bupati Belu.

Keberpihakan pemerintah daerah, lanjut Bupati Agus Taolin, seperti yang disampaikan pada saat–saat sebelum dan setelah menjadi Bupati dan Wakil Bupati, yakni membuat masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

“Kita berterima kasih kepada pak Prabowo selaku Menteri Pertahanan bersama jajarannya yang menghadirkan Universitas Pertahanan dengan 7 prodi, salah satunya di bidang pertanian. Kami juga telah menandatangani kerja sama dengan Unimor (Universitas Timor, red) untuk memperluas prodi yang ada di Kabupaten Belu. Jadi, kita mendekatkan dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Belu agar bisa berkompetisi. Kalau kita berbicara kompetitif, kita harus punya kemampuan. Oleh karena itu, marilah kita bangun Kabupaten Belu secara bersama–sama,” tandas Bupati Belu.

Dandim 1605 Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro meminta kepada seluruh masyarakat Silawan agar di setiap rumah memiliki lahan untuk budi daya anggur melalui imbauan dan pendampingan Babinsa yang bekerja sama dengan pemerintah saat ini.

Dandim Belu juga mengutarakan agar petani jangan takut jika hasil budidaya anggur ini diikuti daerah lain karena rejeki masing – masing orang berbeda.

Babinsa Silawan, Serka Duarte Dos Santos melaporkan bahwa budi daya anggur ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 hingga sekarang. “Saya menjadi pendamping untuk kelompok–kelompok anggur yang sudah menyebar di wilayah Kecamatan Tasifeto Timur dan Kakuluk Mesak,” ucapnya.

Dilaporkan pula, melalui sinergi, Desa Silawan ke depan bisa menjadi Desa Anggur. Saat ini, gereja telah mulai menanam anggur dan diharapkan agar Paroki Atapupu menjadi Paroki Anggur di Keuskupan Atambua serta menjadi salah satu program dari Kodim 1605 Belu. “Awalnya satu pohon berkembang menjadi banyak dan kita berharap menjadi desa dan Paroki Anggur. Hari ini kita panen di sekitar rumah, bulan November baru dipanen di kebun besar,” pungkasnya.

Turut hadir Kolonel Agus dari Universitas Pertahanan, Plt. Kepala Kesbangpol, Pastor Paroki Stella Maris Atapupu, Kepala Cabang BRI Atambua, Ketua Persit KCK Kodim 1605 Belu, pengusaha, Kepala Desa Silawan serta kelompok budi daya Anggur Hijau. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: (*/Herminus Halek)

Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

291 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP. meninjau kesiapan lahan food estate ‘lumbung pangan’ yang berada di bawah Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 9 Agustus 2021.

Pantauan media, ketika tiba di lokasi food estate, Wakil Bupati Belu diterima oleh perwakilan Kementerian PUPR, Kadis Pertanian, Camat Kakuluk Mesak, Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak.

Wakil Bupati Belu mengimbau kepada seluruh pekerja agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas. Wakil Bupati juga memberi apresiasi kepada Danramil dan Kapolsek Kakuluk Mesak yang selalu standby bersama Camat Kakuluk Mesak di lokasi food estate.

Wabup Alo Haleserens meminta  kepada masyarakat untuk menyambut baik program food estate ini dengan rajin bekerja karena pemerintah sudah membantu mulai dari pembersihan lahan sampai pada pemupukan.

Untuk diketahui, lokasi food estate seluas 53 hektar yang dibagi dalam 4 zona, yakni zona A seluas 3,5 hektar, zona B 19,1 hektar, zona C 17,9 hektar dan zona D seluas 12,5 hektar.

Food estate ini memakai sumber air Bendungan Rotiklot. Penanaman menggunakan mesin tanam jagung dan penyiramannya menggunakan alat sprinkle. (*)

Sumber berita + foto: prokompimbelu

Editor: Herminus Halek