Arsip Tag: program paket sehati belu

Agus Taolin Sebut 28% Cakupan Air Bersih di Belu Ditangani Pamsimas

402 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin menyebutkan, bahwa salah satu kegagalan pemerintahan SAHABAT Jilid I Wilibrodus Lay – JT Ose Luan yang kini maju lagi sebagai calon petahana adalah tidak menghasilkan solusi air bersih di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebutuhan air bersih saat ini, kata Agus Taolin, hanya mencapai 32% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019, yakni 66,42%. “Ini, jauh panggang dari api. Apalagi, cakupan air bersih ini ditangani Pamsimas (Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sebesar 28%. Jadi, praktis selama 4—5 tahun, pasangan calon (petahana) yang saat ini berdiri di sini tidak terwujud (hanya 4%,red)”, urai Agus Taolin dalam Debat Terbuka kedua Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Belu di Ballroom Hotel Matahari Atambua, pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Agus Taolin menuturkan, bahwa program jangka pendek paket SEHATI tentang optimalisasi sumber air dan jaringan perpipaan dalam Kota Atambua harus ditingkatkan. “Kita tidak bisa menunggu, bahwa bendungan Welikis baru akan difungsikan masyarakat Kota Atambua pada 4 tahun mendatang. Kalau kami yang memimpin, maka sumber air Weaituan harus difungsikan. Bendungan Rotiklot yang sudah ada saat ini dengan aliran airnya 40 liter per detik, kami akan pakai teknologi untuk mendatangkan air, termasuk optimalisasi sumber air Tirta dan Lahurus,” tegasnya.

Disampaikan Calon Bupati Belu Wili Lay dari paket SAHABAT Jilid II, bahwa jika terpilih nanti, pihaknya akan memberi solusi tentang persoalan kelangkaan air bersih di Belu. Dikemukakan Wili Lay dalam segmen debat tersebut, kesulitan air di Belu sebagai akibat dari musim kemarau sangat panjang di tahun 2020, yang mana menyebabkan semua sumber air menjadi kering. Oleh karena itu, paket SAHABAT akan bekerja sama dengan semua kepala suku guna menghijaukan kembali lokasi – lokasi sumber mata air.

Untuk wilayah perkotaan Kabupaten Belu, solusi yang ditawarkan paket SAHABAT adalah membangun satu bendungan berkapasitas tujuh kali bendungan Rotiklot. Bendungan itu, menurut Willi Lay, bendungan Welikis di dusun Tulatudik, Desa Derokfaturene (Kecamatan Tasifeto Barat). Pengerjaannya pun membutuhkan waktu tiga tahun. “Untuk itu, tiga tahun ke depan, enam kecamatan di kota Atambua tidak akan kesulitan air bersih lagi. SAHABAT memberikan solusi”, sebut Lay. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Prihatin Kondisi Kota Atambua, Paket SEHATI Siap Rehabilitasi Tata Ruang

400 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kita masuk kota Atambua, rasa seperti 10 sampai 15, bahkan 20 tahun lalu. Tidak ada kebanggaan apa–apa. Ikonnya di mana, tidak jelas!”, vonis Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin dalam segmen pendalaman materi visi – misi saat debat terbuka kedua pasangan Calon Bupati/ Wakil Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 5 Desember 2020.

Calon Bupati paket nomor 2 itu menuturkan, bahwa trotoar di dalam kota, sudah pada rusak. Selain itu, selokan pun tidak tersedia hingga mengakibatkan genangan air dan banjir di sejumlah titik pada musim hujan. “Oleh karena itu, kalau kami memimpin, kita lihat dulu tata ruang kota ini ada atau tidak? Trotoar, selokan, penghijauan, penerangan dalam kota, akan kita perbaiki,” tandasnya.

Kondisi jalan menuju Bandar udara A.A. Bere Tallo Haliwen

Dikatakan Agus Taolin lebih lanjut, bahwa kondisi jalan menuju Bandara A. A Bere Tallo Haliwen saat ini sangat memprihatinkan. “Jangan sampai, ketika orang turun di lapangan terbang, kita malu sebagai warga Belu. Itu, menyinggung martabat kita orang Belu. Kami pasti akan mengangkat kembali kebanggaan kepada orang Belu saat kami sudah memimpin,” ungkapnya.

Calon Wakil Bupati Belu paket SEHATI, Aloysius Haleserens menambahkan, ketika paket SEHATI terpilih, pihaknya akan melakukan perencanaan detail menyangkut rehabilitasi persampahan dan rehabilitasi persediaan air bersih, termasuk listrik sebagai pendukung utama sarana prasarana, infrastruktur kawasan perkotaan. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan Atambua sebagai kota bersih, indah dan aman di wilayah beranda terdepan NKRI. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Kampanye Pamungkas, Barisan Garis Keras Fatubenao Songsong Paket Sehati

330 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pekikan yel–yel kemenangan paket SEHATI bergaung ria mewarnai acara penyambutan Calon Bupati/ Wakil Bupati, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 2 Desember 2020.

Simak video kampaye paket Sehati di Kelurahan Fatubenao https://youtu.be/muWroG3aC4g

Disaksikan Garda Indonesia, tulisan FARGAS (Fatubenao Garis Keras untuk SEHATI) pada setiap punggung kostum dari para pendukung paket nomor 2 tersebut didominasi warna putih. Bak lautan, ratusan massa memenuhi jalanan sembari menyorakkan spirit dukungan terhadap paket Agus Taolin – Alo Haleserens, ‘BONGKAR! BONGKAR! SEHATI terbaik! Paku nomor 2!’. Tampak formasi pagar betis pun tak kalah rapinya, berjajar sepanjang jarak iringan paket idaman FARGAS tersebut.

Lautan massa Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua songsong kedatangan paket SEHATI, pada 2 Desember 2020

Calon Wakil Bupati, Aloysius Haleserens menandaskan, bahwa Kelurahan Fatubenao menjadi barometer kemenangan paket SEHATI di Kota Atambua. “Jangan gadaikan suara hati nurani kita kepada siapa pun yang datang mencoba untuk menipu kita lagi”, pintanya tegas.

“Hari ini, bapak mama menjadi tuan rumah untuk Pilkada Belu 2020. Karena itu, jangan biarkan paket SEHATI pulang dengan tangan kosong!”, ajak istri Calon Wakil Bupati Belu, Rinawati Perangin Angin dalam orasi politiknya dengan nada suara melantang.

“Terima kasih kepada seluruh orang tua, seluruh masyarakat Fatubenao, semua anak–anak muda Fatubenao. Kita saling memberikan kekuatan dengan fo neon ba malu, fo laran ba malu. Fo ‘kbas ba malu, ka’en kelun ba malu. Ita neon ida, ita laran ida (saling memberi pikiran, hati, bahu membahu, bergandengan tangan) menuju tanggal 9. Kita harus menang di Rai (Tanah) Belu!”, papar Calon Bupati Belu, Agus Taolin. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

577 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa mengemukakan bahwa pelayanan traktor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu harus merata. Kepala dinas terkait, wajib mengontrol kerja para operatornya di setiap desa se–Kabupaten Belu.

“Dua hari lalu, saya baru telepon kepala dinas. Tolong cek operator, jangan sampai dia kerja hanya pilih dia punya orang saja. Yang bukan dia punya orang, dia tidak mau layani. Saya kasih tahu, kalau kamu minta lagi dan mereka tolak, kasih tahu saya untuk saya panggil kepala dinas itu”, ungkap pemilik sapaan akrab Theo Manek, menjawab laporan masyarakat saat berkampanye Paket SEHATI di Dusun Obasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 9 November 2020.

Traktor itu, jelas Theo Manek, milik pemerintah, bukan milik paket Calon Bupati/ Wakil Bupati tertentu. Jangan bawa kepentingan politik, seakan–akan fasilitas milik negara itu menjadi milik seseorang. Traktor itu milik umum. Yang namanya milik pemerintah, berarti milik rakyat Belu seluruhnya.

“Saya dengar ada lagi yang tebar ancaman, kalau kamu tidak dukung paket SAHABAT, berarti bantuan PKH akan hilang. Itu omong kosong! Itu, kewenangan ada di pusat, bukan di kabupaten. Kewenangan daerah tidak ada untuk urusan PKH. Ancaman seperti itu tidak boleh! Jangan bodohi masyarakat. Saya tegaskan, kalau ada lagi ancaman seperti itu, beritahu ke saya”, tandas Theo Manek.

Diketahui, berdasarkan pengakuan sejumlah warga Desa Duakoran di titik kampanye tersebut, bahwa saat ini musim hujan sudah tiba tetapi traktor milik pemerintah yang datang ke desa itu melayani seakan – akan atas dasar kepentingan politis Belu 2020.

Theo Manek juga menuturkan, bahwa periode lalu, partai Golkar sebagai salah satu partai yang turut mengusung Paket SAHABAT jilid I. Tetapi dalam perjalanan, sebagian besar visi – misi Bupati dan Wakil Bupati periode lalu itu tidak dijalankan. Alasan itulah yang membuat partai Golkar mengubah haluan, mendukung Paket SEHATI.

“Namanya pemerintah dan DPR itu mitra. Selama ini, kami jalan tidak searah. Bupati jalan sendiri, kami jalan sendiri. Tiap kali hanya bertengkar di ruang sidang sampai mau berkelahi, cukup sudah! Kalau pemerintah dan DPR tidak sejalan, maka rakyat akan tetap jadi korban. Jangan hanya mau ingat diri saja. Cukup dibodohi satu kali, jangan lagi untuk kedua kali. Periode lalu yang hanya 6 sampai 7 program saja tidak tuntas, sekarang datang lagi dengan 40 lebih program,” urai anggota DPRD Belu dua periode itu, sembari mengajak masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, nomor urut 2. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Anggota DPRD Belu Sebut Calon Petahana Rampas Ekskavator Umat Paroki Atapupu

1.058 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu periode 2019—2024 dari fraksi NasDem, Edmundus Tita menyebut Calon Petahana, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan di era kepemimpinan lima tahun lalu, telah merampas ekskavator milik umat Paroki Stellamaris Atapupu.

Hal ini diungkapkannya saat berkampanye paket SEHATI, paket nomor 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Ekskavator merek CAT bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada masa jabatan Menteri Pudji Astuti tersebut, urai Mundus Tita, diberikan untuk menunjang umat Paroki Stellamaris dalam usaha pembangunan tambak ikan dan pembukaan lahan baru pertanian. Namun, dalam pengelolaannya justru diambil alih oleh Pemerintah Daerah Belu, SAHABAT Jilid I periode 2016—2021.

“Ekskavator itu hak milik umat paroki Stellamaris. Tetapi, Bupati Wili ambil untuk pakai selama 5 tahun dan rusak di lokasi proyeknya. Ekska itu disembunyikan di Lelowai (Desa Derok, Kecamatan Tasifeto Barat, red). Kami yang temukan Ekska rusak itu dan angkat ke permukaan. Kalau tidak, banyak orang tidak tahu. Barang yang besar saja dia ambil, apalagi yang kecil – kecil? Karena itu, pilihlah pemimpin yang tidak rakus!”, imbuhnya dengan suara lantang.

Terkait program kesehatan GRATIS paket SEHATI, Mundus Tita menuturkan, bahwa program tersebut sangat sesuai dengan harapan masyarakat Belu, program yang mampu menjawab kesulitan orang – orang kecil di saat – saat kritis dan tak memiliki uang untuk berobat, terlebih untuk membendung biaya mahal operasi kaum ibu ketika bersalin.

“Program susu gratis dan seragam gratis dari paket SAHABAT Jilid II itu, namanya program ecek–ecek (asal–asalan, red). Itu, programnya kepala desa. Kepala desa yang kerja, bupati bilang dia punya. Jadi, untuk masyarakat Silawan, kalau ada yang masih tetap mendukung paket SAHABAT, berarti otak sudah tidak waras lagi!”, papar Tita.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Bene Hale : Pilih Pemimpin yang Rajin Baca Buku, bukan Kalkulator

571 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPRD Belu dari fraksi Golkar, Benediktus Hale meminta kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang rajin membaca buku, bukan yang ke mana–mana hanya membawa kalkulator. Ia menjelaskan, bahwa pemimpin yang rajin membaca buku adalah yang pintar, cerdas, banyak mengerti tentang persoalan rakyat, dan mampu membawa rakyatnya menuju perubahan.

Penegasan ini disampaikan anggota DPRD Belu dua periode itu, di hadapan ratusan pendukung paket SEHATI ketika berorasi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Terkait nasib warga eks Timor- Timur, pensiunan pegawai Kantor Imigrasi Kabupaten Belu itu menuturkan, bahwa pemerintah Daerah Belu periode lalu tidak serius memperhatikan soal kesejahteraan para pengungsi. Padahal, menurutnya, di dunia ini tak seorang pun menginginkan hidupnya menjadi pengungsi.

Dikatakannya, warga eks Timtim tahun 1999 memilih datang ke Indonesia atas dasar rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tetapi, sampai di sini, tanah tidak ada, air juga beli. Karena itu, paket SEHATI hadir untuk menjawab persoalan itu. Tanggal 9 Desember, tusuk nomor 2, paket SEHATI, supaya orang jangan bilang kita tanah tidak ada, air kita beli. Cinta tanah air, tapi tanah tak punya, air beli. Termasuk saya, sampai sekarang masih beli air. Kita minta di pemerintah, buka kran angin saja yang keluar, air tidak ada. Tapi kampanye di mana – mana, mereka bilang berhasil menciptakan air bersih,” tandas Bene Hale yang juga salah satu warga eksodus tahun 1999 tersebut.

Ia juga menekankan bahwa, masyarakat jangan memilih pemimpin karena dibayar, melainkan memilih pemimpin yang pintar dan mengerti persoalan kesehatan rakyatnya. “Pilih paket SEHATI menuju perubahan, agar membawa Belu ini lebih sehat dan sejahtera, kurang lebih empat tahun ke depan. Pilih pemimpin yang banyak membaca buku, banyak mengerti masalah rakyat. Bukan pilih pemimpin yang ke mana – mana pakai kalkulator,” tuturnya tegas. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek).

Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

560 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya sudah bicara dengan wakil ketua komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (saat kunjungan kerja di Belu, pada Jumat, 20 November 2020, red). Nanti semua orang Belu akan masuk di sini, Penerima Bantu Iur (PBI),” jelas Agus Taolin yang berpasangan dengan Alo Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2.

Semua orang Belu akan dimasukkan dalam program kesehatan GRATIS pusat, Penerima Bantu Iur (PBI) dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI.

Demikian dikemukakan Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin saat orasi politik di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 21 November 2020.

Diuraikan lebih lanjut, bahwa PBI tersebut merupakan BPJS GRATIS, Kartu Indonesia Sehat (KIS) GRATIS tanpa tunggakan. Setiap tahun berobat GRATIS. Yang terjadi selama ini, sampai di rumah sakit disuruh membeli obat lagi. Itu yang paket SEHATI ingin wujudkan kepada semua warga Belu. “BPJS Penerima Bantu Iur dari APBN. Ini, tidak bayar sama sekali, GRATIS. Kartu itu dipakai dan berlaku sepanjang hidup, tidak usah ragu”, sebut Calon Bupati kelahiran Halilulik, (Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat), 11 Agustus 1960.

“Pilih bupati (dengan latar belakang, red.) dokter itu baik. Saya akan pantau secara rutin aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Obat ada atau tidak? Obat apa yang dikasih kepada orang sakit,” tandasnya.

Dikatakan Agus Taolin, ada juga BPJS bayar, Pekerja Bukan Penerima Upah. Ada sekitar 22.000 orang Belu yang masuk dalam BPJS mandiri. Kalau tidak bayar, pasti diblok. Kalau mau pakai, harus denda 1 orang 250 ribu per tahun.

Warga Belu, imbuh Agus Taolin, yang hingga saat ini belum ditanggung oleh pemerintah pusat itu yang berobat pakai KTP. Berobat pakai KTP dimaksudkan untuk melengkapi, menyempurnakan program berobat GRATIS pemerintah pusat. Hasilnya nanti, adalah seluruh masyarakat Belu berobat GRATIS. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

384 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)