oleh

Jahe Merah dari Agustinus Jatmiko

Oleh : Roni Banase

Tulisan ini tercetus usai memperoleh telepon dari General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko pada Rabu, 20 Juli 2022, saat mengikuti Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak atau Mobile Intellectual Property Clinic dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Memperoleh panggilan telepon WhatsApp dari seorang general manager, ibarat sebuah panggilan urgen dan mengandung berkat. Beragam prediksi bergelantungan di benak. Entah ini ajakan ke luar daerah atau luar kota. Dan atau kembali menulis buku kedua Agustinus Jatmiko (berharap, namun bisa jadi kenyataan. Ngarap).

Dari seberang, terdengar suara renyah dan bersahabat dari pria asal Jogjakarta ini sembari menanyakan kabar diriku. Agustinus Jatmiko pun menyampaikan, dirinya sementara menuju ke Labuan Bajo guna menyiapkan kondisi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.

“Sekarang udah mulai sibuk ya, banyak kegiatan ya?” tanya GM PLN UIW NTT ini yang senang mengunjungi dan menelisik pedalaman Nusa Tenggara Timur.

“Om, saya ada titip Jahe Merah di sopir ya,” ujarnya dari seberang telepon sembari menanyakan keberadaan ku.

Ia pun berkata, telah memberikan nomor kontak ku ke sopir (Kk Ady Riberu, red) untuk memudahkan saling kontak agar dapat menjumpai Jahe Merah.

Begitu bahagia hati ini, memperoleh Jahe Merah lagi dari Agustinus Jatmiko. Sebelumnya, saat persiapan membereskan buku pertama Kiprah dan Pemikiran Agustinus Jatmiko – Jalan Terang Menuju NTT Sejahtera, saya juga diberi 2 (dua) kotak Jahe Merah.

Tentu, Anda bertanya. Siapa yang bakal meminumnya? Jahe Merah dari Agustinus Jatmiko.

Jahe Merah itu untuk istri tercinta. Dia sering mengalami sesak nafas. Pasca-melahirkan jagoan kami, Edmund Gabson Champion Banase pada 10 September 2011.

Kami telah mencoba berbagai terapi, namun tak mempan. Dan pada saatnya kami direkomendasi seorang teman untuk mengonsumsi Jahe Merah.

Dan Puji Tuhan, ternyata cocok.

Lalu, dengan bahagia dan kegirangan, saya menyampaikan terima kasih melalui sambungan telepon seluler. “Ini rezeki dari Tuhan,” ucapku pada Agustinus Jatmiko sembari mengungkapkan, semalam istri tercinta sempat meminta kepada ku untuk mencari Jahe Merah serupa yang diberi Agustinus Jatmiko.

Dan sekali lagi, Puji Tuhan. Dapat hadiah sekaligus rezeki dari Agustinus Jatmiko. Sebuah kebetulan?

Jahe Merah pemberian Agustinus Jatmiko

Selebihnya, apa itu jahe? Apa sih keistimewaan dari manfaat jahe pada tubuh? Ada bukti menarik yang bisa kita simak mengenai manfaat jahe. Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai khasiat jahe, ternyata jahe memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit termasuk gangguan degenaratif  (radang sendi dan rematik).

Tak hanya itu saja, menurut jurnal di atas, jahe juga bisa mengatasi masalah pencernaan (sembelit dan maag), gangguan kardiovaskuler (aterosklerosis dan hipertensi), muntah, serta diabetes mellitus. Berikut ini beberapa manfaat yang perlu diketahui:

Anti Penuaan dan Kanker

Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-oksidatif yang bisa mengendalikan proses penuaan. Manfaat jahe lainnya, tanaman herbal ini juga memiliki potensi antimikroba yang dapat membantu dalam mengobati penyakit menular. Bahkan, manfaat jahe disebut-sebut dapat mencegah berbagai kanker.

Akan tetapi, ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Menurut jurnal di atas, meski potensi antikanker jahe telah terdokumentasi dengan baik, tetapi manfaat jahe terhadap kanker masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum mengklaim kemanjurannya.

Meredakan Nyeri Haid

Rutin mengonsumsi air jahe bisa membantu mengurangi nyeri saat menstruasi. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa jahe yang dikonsumsi dapat meredakan nyeri menstruasi pada wanita. Bahkan, khasiat dari jahe disebut tak berbeda jauh dengan obat ibuprofen dan asam mefenamat.

Untuk mendapatkan manfaat jahe untuk meredakan nyeri, cobalah untuk mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari masa awal menstruasi. Efek jahe pada perut disebut mampu memberi efek menenangkan dari nyeri.

Menurunkan Glukosa Darah sampai Kolesterol

Menurut jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health – mengenai khasiat jahe, rutin mengonsumsi jahe juga bisa menurunkan glukosa darah secara signifikan. Tak cuma itu, konsumsi jahe secara rutin juga bisa menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat), trigliserida, sekaligus meningkatkan HLD (lemak baik).

Memperkuat Sistem Imun

Mau sistem imun tetap prima? Mudah kok, konsumsi saja jahe secara rutin. Jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerolsshogaols, dan zingerones yang dapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.

Menangkal Infeksi Bakteri dan Virus

Khasiat jahe juga bisa membantu tubuh untuk menangkal infeksi bakteri dan virus tertentu. Kok bisa? Kandungan gingerol dalam jahe dipercaya bisa menghambat infeksi bakteri. seperti shigella, E.coli, dan lain-lain.

Tak hanya itu saja, manfaat minum jahe juga bisa meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga dapat mencegah kerusakan DNA dan stres. Bahkan, manfaat minum jahe secara rutin juga bisa membantu mengatasi pilek dan flu.

Meredakan Sakit Otot

Manfaat minum jahe secara rutin juga bisa membantu kita untuk meredakan sakit otot. Menurut studi dari University of Georgia, Amerika Serikat, jahe memiliki efek antiperadangan yang juga berkhasiat mengurangi sakit otot. Namun, banyak sumber mengatakan jika meredakan sakit otot merupakan manfaat dari jahe merah.

Dalam penelitian itu, para ahli melakukan riset terhadap 74 orang untuk melakukan beberapa jenis latihan. Subjek penelitian tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diberi suplemen jahe dan kelompok yang hanya diberi pil mengandung gula. Hasilnya? Ternyata, rasa sakit nyeri otot setelah pascaolahraga pada kelompok pertama, lebih ringan 25 persen ketimbang kelompok kedua.

Meredakan Morning Sickness

Menurut studi dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, jahe bermanfaat untuk meredakan gejala morning sickness pada awal kehamilan. Ekstrak akar jahe telah digunakan lebih dari dua ribu tahun untuk mengatasi gejala gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa.

Mengatasi Masalah Pencernaan

Salah satu manfaat dari jahe merah lainnya adalah mampu mengatasi dan mencegah masalah pencernaan. Dipercaya jika ekstrak minyaknya mampu mengatasi masalah layaknya sakit perut karena kandungan antibakteri. Gangguan di pencernaan umumnya terjadi akibat bakteri jahat yang masuk, sehingga konsumsi jahe cocok sebagai antitesis.

Dengan adanya sifat antibakteri tersebut, manfaat jahe merah lainnya adalah sebagai pengawet alami pada makanan yang rentan disusupi bakteri. Di sisi lain, rasa hangat yang dihasilkan saat mengonsumsi jahe juga membuat sistem pencernaan lebih rileks. Maka dari itu, pastikan untuk mengonsumsi jahe secara rutin.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengonsumsi jahe secara rutin. Sebab, ada beberapa orang yang sebaiknya menghindari konsumsi tanaman ini terlalu banyak. Kamu dapat bertanya langsung pada ahli medis terkait hal ini agar lebih pasti.

Misalnya, ibu hamil dan menyusui, pengidap penyakit jantung, diabetes, dan orang-orang yang memiliki gangguan pembekuan darah. Dengan kata lain, jahe termasuk tanaman herbal, tetapi tetap ada efek samping yang bisa ditimbulkan. Contohnya, rasa tidak nyaman pada perut, diare, dan nyeri pada ulu hati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.