Arsip Tag: general manager pln uiw ntt

Listrik Masuk ke Desa Balus Permai Manggarai Timur dan di Pulau Lembata

89 Views

Flores, Garda Indonesia | Pembangunan listrik ke darah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) terus diupayakan demi mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok nusantara.

Di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, PLN berhasil melistriki Desa Belobatang, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dan Desa Balus Permai, Borong, Kabupaten Manggarai Timur; usai membangun jaringan listrik ke desa – desa tersebut yang mampu melistriki 560 KK.

Kepala Desa Belobatang, Paskhalis Demon Udak mengatakan bahwa hadirnya listrik lebih hemat dibandingkan menggunakan lampu pelita yang dulu mereka gunakan. “Sebelumnya warga menggunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari, dengan biaya setiap bulan sekitar Rp.200.000,- namun sejak listrik menyala warga membeli token Rp.50.000,- dan sampai sekarang belum beli lagi token.

Personil instalasi PLN usai melistriki Desa Balus Permai di Borong 

Selain itu, tandas Paskhalis, untuk kegiatan ibadah di gereja sebelumnya menggunakan genset dengan membeli BBM di Lewoleba Rp.400.000,- per bulan serta harus mengantre sepanjang 2 kilometer untuk mendapatkan BBM dan hingga sekarang token Rp.200.000,- belum habis digunakan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan meskipun pandemi semakin marak terjadi sampai dengan saat ini tidak menghalangi PLN untuk terus berjuang menghadirkan energi listrik di desa-desa yang belum berlistrik demi mewujudkan Indonesia terang, dan senyum bahagia warga desa atas kehadiran listrik yang dapat dimanfaatkan untuk menjadikan kehidupan lebih baik.

Pembangunan jaringan listrik

Berdasarkan Data dari PLN UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Flores, untuk melistriki Desa Belobatang dan Desa Balus Permai, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 20,95 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,93 kms, dan 4 buah gardu di mana 1 buah gardu kapasitas 50 kVa dan 3 buah gardu dengan kapasitas 75 kVa.

Saat ini, rasio desa berlistrik di Kabupaten Lembata telah mencapai 99,34% dan Kabupaten Manggarai Timur 86,93%, sedangkan untuk rasio elektrifikasi Provinsi NTT sendiri saat ini telah mencapai 86,15% dan rasio desa berlistrik NTT 94,48% hingga Agustus 2020.

Jatmiko juga berpesan apabila ada informasi, keluhan, atau apa pun terkait tagihan listrik atau Pelayanan PLN, Pelanggan bisa langsung ke situs http://www.pln.co.id  Aplikasi PLN Mobile yang dapat di-download pada Aplikasi store dan play store, lalu Call Center 123 serta media sosial Facebook PLN 123, Twitter PLN_123 dan Instagram PLN123_OFFICIAL; siap melayani 24 jam yang mana guna dari layanan ini adalah mudah, cepat dan menjadi solusi layanan cepat dalam genggaman.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Biaya Murah; Kini, Desa Kenarimbala di Alor & Desa Golo Lewe di Mabar Ada Listrik

134 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Selama ini kami menggunakan genset dan biaya BBM setiap bulan sebesar Rp.750.000,- Dengan adanya listrik dari PLN kami dapat menikmati terang dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan genset dimana dengan membeli token Rp. 50.000,- bisa kami gunakan lebih dari 1 bulan, dan kami dapat melaksanakan aktivitas di malam hari dengan lebih nyaman,” ungkap Kepala Desa Golo Lewe, Alesandro Da Silva Baut.

Itu kesan pertama yang disampaikan Kepala Desa Golo Lewe, begitu PLN berhasil melistriki Desa Golo Lewe Kecamatan Kumus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Untuk mengaliri desa Golo Lewe, PLN membutuhkan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 3,4 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 4 kms, dan gardu 2 buah dengan kapasitas masing – masing 50 kVa, sedangkan di Desa Kenarimbala PLN membutuhkan JTM 14.21 Kms, JTR 9.75 Kms dan gardu 3 buah dengan kapasitas masing – masing 150 kVa.

Desa Golo Lewe Kecamatan Kumus Barat, merupakan salah satu desa di kawasan 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia yang berhasil dilistriki oleh PLN. Selain itu terdapat Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut,  Kabupaten Alor.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyalakan meteran listrik di Desa Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor

Kegiatan menyalakan listrik secara simbolis dan perdana di Desa Kenarimbala dilakukan oleh General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko bersama Bupati Alor Amon Djobo pada Jumat, 4 September 2020. Dalam sambutannya, Agustinus Jatmiko menyampaikan bahwa PLN hadir menerangi Desa Kenarimbala.

“Ini kami berikan sebagai bukti komitmen PLN dan semoga listrik bagi 230 KK di desa ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik untuk Rakyat, Listrik untuk semua.” urai Jatmiko

Keberhasilan melistriki desa 3T tersebut bukanlah hal mudah, penuh perjuangan untuk mencapai kedua desa tersebut karena medan yang sulit. Namun, atas kerja keras dan komitmen PLN, akhirnya kedua desa tersebut bisa dialiri listrik dengan baik.

“Proses menyalakan listrik di kedua desa 3T ini bukanlah kali pertama, sebelumnya, kami juga berhasil menyalakan beberapa desa di pelosok Indonesia, kami sadar, kebutuhan listrik sangat penting bagi warga, agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat” imbuh Jatmiko.

Bupati Alor Amon Djobo menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN, “Setelah penantian, akhirnya kehadiran PLN dapat memberi pelayanan terang di desa. “Kini, masyarakat bisa merasakan fasilitas kelistrikan, untuk itu mudah-mudahan dapat memberikan harapan, sehingga masyarakat punya hidup dalam terang dan terang hidup di dalam mereka untuk kerja lebih baik lagi,” kata Bupati Djobo.

Dengan dialiri listrik di kedua desa tersebut, maka sebanyak 335 KK sudah menikmati listrik di minggu pertama September 2020, dan upaya pelistrikan daerah terpencil serta daerah 3T akan terus dilakukan PLN, sebagai wujud PLN hadir untuk masyarakat demi membangun ekonomi dan sosial wilayah paling luar Indonesia.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Communication and CSR PLN)
Editor (+rony banase)

Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

342 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN terus berupaya melistriki kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sepanjang bulan Agustus, PLN berhasil melistriki 20 Desa dan 1 Dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran listrik membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan hingga kesejahteraan.

Hadirnya listrik memberikan nilai tambah ikan-ikan hasil tangkapan bagi para nelayan di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Selama ini hasil tangkapan nelayan hanya dijual dan untuk konsumsi sendiri. Untuk mengawetkan ikan kami harus mencari es batu ke Nembrala, Oenitas atau Dela, dengan harga Rp 1.000,- per batang, atau Rp.200.000,- per boks untuk kebutuhan 2 sampai 3 hari. Sekarang sudah ada listrik kami bisa membuat sendiri es batu dan pengawetan ikan juga menjadi lebih murah,” ungkap Kepala Desa Mbueain, Fedi Ontiel Bobby.

Untuk melistriki 21 lokasi yang ada, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 131,666 Kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 144,15 kms, dan 43 buah gardu distribusi dengan total kapasitas 1.975 kiloVolt Ampere (kVA).

Adapun 21 lokasi tersebut yaitu Desa Mbueain, Desa Oebela dan Desa Kuli di Rote; Desa Kiuoni, Desa Nano, Desa Sabun, Desa Leonmeni, Desa Baus, dan Desa Fatu Manufui di Kabupaten Timor Tengah Selatan; Desa Lukukamaru Kabupaten Sumba Timur; Desa Satar Punda, Desa Satar Punda Barat, Desa Liang Deruk, Desa Nampar Tabang, Desa Satar Kampas, Desa Satar Padut, Desa Mokel, Desa Golo Meni, dan Desa Rana Mbeling di Kabupaten Manggarai Timur; Desa Wokowoe di Kabupaten Nagekeo serta 1 Dusun Kloat di Kabupaten Sikka.

Hingga bulan Juli 2020, rasio elektrifikasi Provinsi NTT telah mencapai 86,13 persen. Sementara hingga bulan Agustus 2020, rasio desa berlistrik telah mencapai 94,33 persen.

“Kami terus berupaya melistriki desa-desa terpencil yang ada di NTT agar keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud,” tutup General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Corporate Communication & CSR PLN)
Editor (+rony banase)

Terampil ‘Digital Marketing’ & Sablon, Milenial Sumba Raih Pelatihan PLN

202 Views

Sumba-N.T.T., Garda Indonesia | Selain menghadirkan listrik di Pulau Sumba melalui program PLN Peduli, PLN juga menyelenggarakan Pelatihan Sablon dan Digital Marketing untuk Milenial Bukit Wisata Wairinding. Pelatihan tersebut digelar di Kantor Desa Pambota Njara, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, 28—30 Juli 2020.

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan hasil kerja sama PLN dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Anugerah Anak Sumba.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami. Pelatihan ini kami buat untuk meningkatkan kompetensi milenial di sekitar bukit wisata Wairinding serta bagian dalam upaya meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Ke depan, PLN akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama dengan Tim LKP Anugerah Anak Sumba, yang selanjutnya kelompok UKM skala kecil ini akan menjadi mitra Binaan PLN,” ungkap  Agustinus Jatmiko selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT.

Foto bersama para peserta pelatihan digital marketing dan sablon

Melalui Pelatihan ini, imbuh Jatmiko, diharapkan UKM skala kecil dapat optimal dan akan dievaluasi dan dimonitoring hingga mampu menghasilkan produk dan memasarkannya secara langsung kepada visitor pariwisata di desa masing-masing. Monitoring evaluasi akan terus dilaksanakan pihak PLN dikoordinasikan dengan Tim LKP Anugerah Anak Sumba, yang selanjutnya kelompok UKM skala kecil ini akan menjadi mitra Binaan PLN.

Selanjutnya, PLN juga akan melakukan pelatihan sejenis di Desa Wisata Ratenggaro yang terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada tanggal 3—5 Agustus 2020.

Salah satu hasil karya pelatihan sablon

Salah satu peserta pelatihan, Cicilia Ridolf menuturkan pelatihan ini sangat berguna bagi dirinya. “Terima kasih bagi PLN yang sudah jeli dalam memperhatikan kami selaku milenial yang memang membutuhkan ketrampilan guna menopang perekonomian keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pambotanjara Anton Radandima berharap pelatihan sablon dan digital marketing ini dapat diaplikasikan sehingga memiliki nilai bagi masyarakat Pambota Djara dan turut mengembangkan potensi-potensi masyarakat yang ada.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

210 Views

Sumba-N.T.T, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN terus bekerja untuk menghadirkan listrik ke seluruh pelosok tanah air. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN berhasil mengalirkan listrik kepada 538 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa yang berada Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Adapun 12 Desa tersebut antara lain empat desa di Kabupaten Sumba Timur yaitu Desa Watumbelar di Kecamatan Lewa Tidahu, Desa Rakawatu, Desa Kondamara di Kecamatan Lewa, Desa Lailara di Kecamatan Katala Mahu. Kemudian, satu desa di Kabupaten Sumba Tengah yaitu Desa Jodu di Kecamatan Umbu Ratu Nggai. Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Sumba Barat Daya yaitu Desa Watu Wona, Desa Ana Kaka, dan Desa Ana Engge di Kecamatan Kodi, Desa Hameli Ate di Kecamatan Kodi Utara Desa Menne Ate, Desa Weekombaka, Desa Lua Koba di kecamatan Wewewa Barat.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kami senang bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat kita khususnya di Pulau Sumba. Ini menjadi hadiah untuk menyambut HUT Ke-75 RI,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko pada Rabu, 29 Juli 2020.

PLN juga menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pembangunan infrastruktur untuk melistriki desa-desa di kawasan 3T tersebut. Dirinya juga berharap, hadirnya listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat penerangan tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Berdasarkan info dari Manager UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Kupang Cahyo Gunadi menyampaikan untuk melistriki 12 desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 43,14 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 60,20 kms dan 13 buah gardu dengan total 600 kVA.

Made Hary Palguna selaku Manager UP3 Sumba menyebutkan Rasio Desa Berlistrik pulau Sumba saat ini 90,00% dan rasio elektrifikasi 75,12%. Untuk desa-desa yang belum berlistrik, PLN secara bertahap membangun infrastruktur kelistrikan untuk melistriki seluruh desa di Pulau Sumba, tutupnya.

Sementara itu, Camat Lewa, Drs Banju Ndakumanung mengatakan, listrik menjadi salah satu harapan. “Terima kasih kepada PLN yang telah memberikan listrik. Adanya listrik aktifitas masyarakat di malam hari lebih produktif untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Kini, Listrik di Pulau Rinca dan Komodo Nyala 24 Jam, Ekonomi Pariwisata Tumbuh

159 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Warga Desa Pasir Panjang di Pulau Rinca dan Desa Komodo di Pulau Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini bisa menggunakan listrik secara maksimal, setelah PLN berhasil meningkatkan waktu nyala listrik dari 12 jam menjadi 24 jam.

Muchtar, Kepala Desa Rinca mengaku sangat bersyukur dan gembira atas beroperasinya listrik 24 jam di desanya. “Tentu kami sebagai masyarakat sangat bersyukur, di mana dulu listrik hanya 12 jam dan sekarang sudah 24 jam, sekarang sudah bisa melakukan aktivitas di siang hari seperti adanya alat skap kayu listrik, cuci baju pakai mesin, tempat pendingin untuk simpan ikan sangat bermanfaat bagi kami dan ini menunjang perekonomian masyarakat, sekali lagi kami ucapkan terima kasih untuk PLN, masyarakat gembira dengan adanya pengoperasian listrik 24 jam ini” ucapnya.

Senada, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula memberikan apresiasi kepada PLN atas peningkatan layanan kelistrikan di Desa Rinca dan Komodo yang kini beroperasi selama 24 jam. Peningkatan jam operasional ini tentu akan mendongkrak geliat pariwisata di pulau tersebut.

Peresmian pengoperasian listrik 24 jam dilakukan setelah sebelumnya PLN berhasil menambah 1 mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 100 kiloWatt (kW). Dengan penambahan mesin pembangkit ini, Desa Pasir Panjang memiliki daya mampu sebesar 160 kW dengan beban puncak sebesar 55 kW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 105 kW. Sedangkan untuk meningkatkan pasokan listrik di Desa Komodo, PLN menambah 2 mesin pembangkit berkapasitas 100 kW. Dengan penambahan mesin ini, Desa Komodo memiliki daya mampu sebesar 300 kW dan beban puncak mencapai 115 kW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 185 kW.

PLN berhasil menambah 1 mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 100 kiloWatt (kW)

Sebanyak 943 penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan di kedua desa tersebut, kini bisa menggunakan listrik secara 24 jam untuk memberikan nilai tambah dalam kegiatan ekonomi dan pariwisata di sana.

“Dengan beroperasinya listrik 24 jam, hati masyarakat sekarang bahagia dan yang selama ini merindukan listrik 24 jam menyala sudah tersedia di kedua desa ini. Sekarang warga bisa membeli pendingin untuk hasil penangkapan ikan. Hasil ikan bisa diolah, karena di Labuan Bajo akan dibangun industri-industri ikan, intinya listrik ada berarti akan ada perubahan. Apalagi sekarang ada promo tambah daya PLN,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko pada Senin, 27 Juli 2020.

Ia menambahkan, Ini menjadi wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan listrik bagi masyarakat dan mendukung tumbuhnya pariwisata. Harapannya listrik 24 jam ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di Desa Rinca dan Komodo.

Selain mengoperasikan listrik 24 jam, melalui program CSR PLN juga memberikan bantuan mesin pendingin (freezer) untuk Desa Pasir Panjang Pulau Rinca dan Desa Komodo. Selain itu dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman pelatihan pembelajaran listrik dengan SMKN 2 Komodo.(*)

Sumber berita dan foto (*/ Komunikasi PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

GM PLN UIW NTT: Pulau Semau Bakal Jadi Pulau ‘Smart Green Energy’

265 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketersediaan listrik di NTT, saat ini daya mampu sistem Timor 178 Mega Watt, beban puncak 90 Mega Watt sehingga sudah surplus 88 Mega Watt (MW). Demikian penyampaian General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat beraudiensi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa, 14 Juli 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/09/pemprov-ntt-kaji-semau-masuk-wilayah-kota-kupang/

Kondisi Geografis NTT, imbuh Jatmiko kepada Gubernur VBL bahwa dengan kondisi kepulauan, pegunungan, dan sebaran penduduk yang berjauhan menjadi tantangan dalam Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK) di NTT. Rasio elektrifikasi Provinsi NTT sampai dengan Juni 86,81% dengan rasio desa berlistrik 94,09%.

“Dan PLN terus berjuang melistriki desa-desa di NTT,” ucap Jatmiko kepada Gubernur VBL.

Jatmiko juga menyampaikan, pada bulan Agustus sistem kelistrikan pulau Timor akan bertambah daya mampu 40MW dari PLTMG Kupang Peaker, dan di sebelah PLTMG saat ini sedang dibangun pembangkit PLTU 2x50MW rencana operasi 2023. Tidak hanya itu, untuk mendukung pengembangan pariwisata di pulau Semau, PLN sedang membangun PLTS dengan daya mampu 500 kWp dan akan beroperasi pada akhir tahun 2020 sehingga akan menambah pasokan pembangkit yang sudah ada saat ini.

“Upaya ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan pulau Semau menjadi salah satu Pulau Smart Green Energy,” ungkap Jatmiko didampingi oleh Manager PLN UP2K Kupang Cahyo Gunadi, Manager Komunikasi PLN UIW NTT Margaretha Yupukoni beserta jajaran.

Foto bersama GM PLN UIW NTT beserta jajarannya dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan salah satu daya tarik investor melakukan investasi di suatu daerah adalah adanya kepastian penyediaan energi listrik di daerah tersebut. Beberapa investor yang akan berinvestasi di NTT seperti investor garam yang akan berinvestasi di NTT membutuhkan energi listrik untuk mendukung investasinya, sehingga pembangkit yang sedang dibangun akan membuat investor dapat berinvestasi di NTT.

“Pada tahun 2035, pelabuhan Tenau akan menjadi pelabuhan internasional, sehingga penyediaan tenaga listrik untuk mendukung operasional pelabuhan dan sekitarnya sangat diperlukan,” ungkap VBL.

Selain itu, imbuh VBL, untuk pengembangan sektor pariwisata, energi listrik juga sangat dibutuhkan. “Seperti Pulau Semau pada tahun 2022 akan menjadi salah satu destinasi wisata sehingga untuk mendukung industri pariwisata di Pulau Semau, energi listrik sangat dibutuhkan. Labuan Bajo dan juga daerah wisata lainnya dalam pengembangan industri pariwisata, ketersediaan pasokan energi listrik sangat dibutuhkan,” bebernya.

Gubernur VBL memastikan, apabila dari Pihak PLN menemui kendala/ tantangan dalam membangun infrastruktur kelistrikan silakan dikomunikasikan sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan terlaksana dan meningkatkan rasio elektrifikasi NTT.

“Kita harus terus bersinergi untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT, khususnya daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik,” tandas Gubernur VBL.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Empat Desa Terpencil di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nikmati Aliran Listrik

266 Views

T.T.S–NTT, Garda Indonesia | Akses jalan yang sulit, dan berlumpur tidak menyurutkan semangat PLN untuk melistriki daerah-daerah terpencil. Melalui program listrik desa, PLN kembali berhasil melakukan penyambungan listrik di daerah yang sulit dijangkau, Kali ini 900 warga yang tinggal di empat desa di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Desa Niti, Desa Sabnala, Desa Koloto, dan Desa Lotas dapat menikmati listrik PLN.

“Kami terus berkomitmen untuk menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok tanah air. Listrik untuk semua,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko pada Minggu, 12 Juli 2020.

Untuk mengalirkan listrik ke empat desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 14 kms (kilometer sirkit), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 21 kms, dan 5 buah gardu dengan total kapasitas 250 kilo Volt Ampere (kVA).

Akses jalan yang berlumpur, serta medan berat berhasil dilalui dalam proses pembangunan jaringan listrik ke Kecamatan Kokbaun.

“Terkadang petugas kami harus berputar lewat jalur lintas selatan melewati Kabupaten Malaka. Namun, Hal tersebut tentu bukan menjadi hambatan tetapi menjadi tantangan dengan semangat energi optimisme menerangi Nusantara,” tambah Agustinus.

Camat Kokbaun, Wilgo Nenometa berharap kehadiran listrik dapat membuat warga lebih produktif dan meningkatkan perekonomiannya. “Warga bisa lebih hemat karena sebelumnya warga menggunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari, dengan biaya setiap bulan sekitar Rp.100.000,- namun sejak listrik menyala warga membeli token Rp.50.000,- dan sampai sekarang belum beli lagi token. Selain itu untuk kegiatan ibadat Gereja dengan membeli BBM di Betun Rp.200.000,- per bulan dan sekarang token Rp.200.000,- belum habis digunakan,” pungkasnya.

Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun berharap masyarakat ikut serta menjaga aset milik PLN agar listriknya tetap menyala. “Kalau ada pohon di bawah jaringan, harus sering dirabas agar tidak mengganggu aliran listrik. Kalau ada gangguan lapor ke PLN, jangan diperbaiki sendiri karena berbahaya,” tambah Egusem.

Hingga saat ini rasio desa berlistrik Kabupaten Timor Tengah Selatan telah mencapai 96,04 persen dan untuk desa berlistrik Provinsi NTT telah mencapai 94,09 persen hingga Juni 2020.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agung Murdifi)
Editor (+rony banase)