Arsip Tag: general manager pln uiw ntt

PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

42 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memulihkan pelayanan listrik di rumah sakit pasca-badai yang menimpa Kota Kupang. “Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dari PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami doakan PLN semakin maju dan berkembang bersama masyarakat NTT,” ungkap dr. Lily sapaan akrabnya.

Senada, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

General Manager PLN UIW NTT, Agustus Jatmiko dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memantau langsung pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang pasca-badai Siklon Tropis Seroja

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Tidak hanya fokus pada pemulihan listrik, PLN Peduli juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp.185 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk sembako, dapur umum dan lain-lain.

PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan listrik. Selanjutnya, masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)

Totalitas Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai, PLN Didukung Penuh TNI Polri

133 Views

1.115 gardu berhasil dioperasikan dan 168.082 pelanggan menikmati listrik

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bersinergi dengan TNI dan Polri, PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-Badai Siklon Seroja. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,  sebanyak 1.115 unit gardu berhasil dioperasikan kembali dan sebanyak 168.082 pelanggan kembali menikmati listrik pada Rabu, 7 April 2021.

“Kami telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu recovery jalur-jalur kelistrikan di pangkalan bandara El Tari dengan menerjunkan sebanyak 20 personel,” ungkap Kasisen Lanud El Tari, Kapten Fredhiantoro seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesigapan PLN dalam mengamankan pasokan listrik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Tim teknis PLN saat memulihkan aliran listrik di jalur utama Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Sementara itu, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment juga mendukung langkah sigap PLN. “Melalui rapat terbatas tadi, sudah disampaikan oleh pihak PLN dan memang kondisi banyak pohon tumbang, oleh karena itu, kami akan kawal dan membantu menurunkan anggota untuk membantu PLN dalam melokalisi pohon-pohon tumbang, agar PLN fokus memperbaiki jaringan listrik dan besar harapan kami secepatnya progres kelistrikan menyala karena itu menjadi secercah harapan buat masyarakat akan pentingnya kehadiran listrik,” urainya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan, sebanyak 442 personelnya terus sigap memulihkan gangguan kelistrikan di NTT. “Di samping pemulihan, PLN juga terus berkoordinasi dengan stakeholder bersama Wakapolda NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem, Wali Kota, dan stakeholder lainnya terkait perkembangan pemulihan kelistrikan,” ucap Jatmiko.

Hingga Rabu, 7 April 2021 pukul 18.00 WITA, terdapat 1.115. unit gardu dan 168.082 pelanggan telah dinyalakan kembali oleh PLN setelah dipastikan aman dan tidak berpotensi mengancam keselamatan warga.

PLN pun terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan kelistrikan. Selanjutnya masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi New PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik PLN di Kota Kupang Padam, Pemulihan Menyeluruh 1 Bulan

1.117 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 08.00 WITA, banyak tiang roboh dan kabel listrik putus ditindih pohon-pohon besar, mengakibatkan jaringan listrik PLN mati total.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/05/pasca-badai-siklon-tropis-seroja-kota-kupang-lumpuh/

PLN UIW NTT pun sigap dan bergerak cepat menormalkan aliran listrik pada Senin malam, 5 April 2021, sehingga 3 (tiga) jalur yakni di Tuak Daun Merah (TDM), Kompleks Perumahan Artha Graha, sebagian Oebufu hingga jalur utama di Lippo Mall.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Oebobo menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama di Penfui, Oepura, dan Wali Kota. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi,” terangnya.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers terkait proses pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang

Selain itu, imbuh Jatmiko, jumlah personil yang ada saat ini telah disebar di 11 lokasi. “Kami juga akan dibantu oleh tim PLN dari Mataram, Sulawesi, dan Maluku. Besok (Rabu, 7 April 2021) bakal tiba di Kota Kupang sehingga lokasi yang terdampak dapat segera diselesaikan seperti jalur dari Bolok ke Tenau, Tenau ke Osmok, PT. Semen, dan Tenau ke Kota dapat segera diperbaiki,” ungkapnya.

Lanjut Jatmiko, “Demikian juga suplai dari gardu induk Maulafa yang menyuplai listrik ke Bandara El Tari, Kantor Gubernur NTT, dan rumah sakit sedang dinormalkan oleh petugas PLN,” ucapnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik di Kota Kupang oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

PLN Tetap Siaga dalam Cuaca Ekstrem dan Masyarakat Perlu Waspada

128 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat saat musim hujan, termasuk masalah kelistrikan. PLN Unit Induk Wilayah NTT sigap membenahi jaringan listrik yang roboh akibat hujan badai yang berlangsung sejak tanggal 3—4 April 2021. Masyarakat pun harus meningkatkan kewaspadaan saat banjir meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memadamkan listrik, jika rumah warga atau gardu distribusi dan gardu induk terendam banjir.

Bukan hanya banjir saja, namun angin yang menyebabkan banyak pohon tumbang bisa menyebabkan jaringan kabel PLN putus. Demikan disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyikapi cuaca ekstrem akibat siklon tropis di Provinsi NTT.

Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat ketika banjir, urai Agustinus Jatmiko, yaitu menghindari bahaya tersengat aliran listrik, dengan mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter. “Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman,” bebernya.

Lebih lanjut, jika banjir terjadi sementara listrik belum dipadamkan PLN, masyarakat diminta untuk segera melaporkan pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile atau melalui nomor telepon 123. Usai banjir surut, pastikan seluruh alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering.

“Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik,” imbuh Agus Jatmiko sembari mengimbau, apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik.

Arus Listrik Bocor

Menurut Jatmiko, masyarakat perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boot yang kedap air apabila melewati genangan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan termasuk arus listrik bocor. “Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin,” ulasnya.

Selain itu, itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor. Masyarakat dapat melaporkan ke PLN jika menjumpai listrik dan kabel listrik yang membahayakan.

Selanjutnya, kenali dulu kabel dan tiangnya. Kalo kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang paling atas. Jika yang dimaksud kabel melingkar-lingkar sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik, itu kabel utilitas lain.

“Semoga Cuaca segera membaik, mohon maaf karena tak nyaman dan apabila ada gangguan, PLN akan segera pulihkan. Mohon doa untuk para petugas dan tetap di rumah.” tandas Jatmiko.

Dihimpun dari informasi resmi PT PLN, berikut rangkuman mengamankan listrik saat musim hujan yakni :

  1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah
  2. Cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak
  3. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi
  4. Bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi contact center PLN 123 /pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile
  5. Hubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

PLN Gandeng Brimob Helat Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror

103 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menghelat Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror bersama Detasemen Gegana Satbrimobda NTT. Kegiatan ini meliputi penanggulangan tindak kriminal, ancaman bom, dan ancaman terorisme yang dilakukan di kantor PLN (Persero) UIW NTT.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menyatakan PLN sebagai badan usaha negara yang wajib mengamankan aset negara. Arahan dari Direktur Utama PLN, PLN harus bisa memastikan aset-aset PLN aman dalam menyambut Hari Raya Paskah serta memasuki Bulan Ramadan.

“Simulasi ini penting dan harus terus ditingkatkan sebagai ajang pelatihan untuk menguji, mengevaluasi dan mengetahui atau memahami kondisi darurat dan gangguan. Sehingga PLN mampu melakukan mitigasi pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu-waktu,” ujar Agustinus Jatmiko pada Rabu, 31 Maret 2021.

Detasemen Gegana Satbrimobda NTT saat bersiap melakukan Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror

Beberapa simulasi yang dilaksanakan berupa latihan tanggap darurat kriminal, terorisme dan ancaman bom yang melibatkan 27 personil Gegana dengan karyawan dan satuan pengaman PLN yang tergabung dalam latihan bersama dalam Penanganan Aksi Teror sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 77 tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Pelindungan terhadap Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Petugas Pemasyarakatan.

Dalam pemaparan, dijelaskan tentang materi-materi dasar JIBOM (menjinakkan bom), KBR (kimia, biologi, dan radio aktif) dan WANTEROR ( lawan teror)  kepada staf dan sekuriti PT PLN dan karyawan sebelum melakukan praktik dan ini adalah teknik awal yang perlu diketahui apabila ditemukan adanya teror bom/teroris baik di dalam kantor milik PLN, atau di luar kantor dan seluruh aset – aset milik PT PLN, agar bisa diambil tindakan atau langkah – langkah antipasi.

Saat peragaan berawal dari ancaman teror melalui telepon, kemudian petugas satuan pengamanan sigap menginformasikan semua pegawai untuk melakukan evakuasi dan memberikan informasi kepada Biro K3L di kantor PLN UIW NTT sebagai laporan bahwa terdapat ancaman di kantor PLN. Selanjutnya, PLN memberi tahu polisi terdekat, hingga Tim Gegana diturunkan dan melakukan evakuasi benda yang dicurigai bom dan berhasil dievakuasi ke depan kantor PLN untuk dilakukan pemusnahan dan kondisi aman.

”Harapannya, Semoga dengan adanya simulasi ini akan menguji, mengevaluasi dan mengetahui atau memahami kondisi darurat dan gangguan, sehingga PLN mampu melakukan pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu – waktu dalam menanggapi aksi teror. Terima kasih Brimob atas sinerginya,” tandas Jatmiko.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Terima Kunjungan Kajati NTT, PLN UIW NTT Urai Sistem Kerja Transmisi Timor

184 Views

Kupang-NTT,  Garda Indonesia | General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S.H., M.H. di Maulafa pada Jumat, 26 Maret 2021; untuk melihat secara langsung bagaimana PLN menjalankan kegiatan operasional menyalurkan dan menjaga keandalan suplai listrik ke pelanggan.

Sejak pukul 07.45 WITA, Kajati Yulianto beserta rombongan diterima PLN di gedung Master Control Center (MCC) dan langsung meninjau lokasi Gardu Induk (GI) Maulafa dan ruang MCC lalu dilanjutkan ke Gedung Distribution Control Center (DCC) Kupang yang didampingi Manajer PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor, Didik S, Irawan dan Manajer UP3 Kupang  Kupang, Arif Rohmatin.

Foto bersama General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko bersama jajarannya dengan Kejati NTT

Saat kunjungan kerja Kejati NTT tersebut, PLN memaparkan pola operasi sistem transmisi di Pulau Timor dari pusat pembangkit, transmisi dan distribusi listrik sampai ke rumah pelanggan.

“Petugas kami, 24 jam melakukan monitoring supply listrik ke pelanggan. Jika terjadi gangguan pada jaringan transmisi, petugas PLN dapat mengetahuinya dari sistem monitor yang ada dan langsung berkomunikasi dengan petugas di lapangan untuk segera cek dan melakukan penanganan gangguan serta melakukan pemulihan,” jelas Agustinus Jatmiko.

Senada, Manajer UPK Timor Didik menambahkan bahwa gangguan jaringan transmisi di Pulau Timor sudah sangat jauh berkurang. “Apabila gangguan terjadi di musim hujan sering terjadi akibat petir, proteksi kami bisa melokalisasi gangguan akibat petir tersebut sehingga tidak terjadi padam total. Petugas kami selalu meminimalisir dampak dari gangguan yang tidak dapat diprediksi agar cepat dalam memulihkan kondisi kelistrikan,” ungkap Didik.

Kajati Yulianto mengapresiasi sistem yang sudah dibangun PLN NTT. “Di sini sudah termonitor dengan baik ya. Jadi, apabila ada gangguan, PLN langsung tahu melalui sistem ini. Semoga PLN terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat NTT.” ujarnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Manfaatkan Limbah Batu Bara Jadi Batako, PLN NTT Bantu Masyarakat Flores

248 Views

Ende, Garda Indonesia | PLN terus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi material bangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi ini juga terlihat pada pemanfaatan FABA dari PLTU Ropa yang diolah menjadi batako.

“Pengolahan FABA dari PLTU Ropa menjadi batako akan dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masyarakat Ende, seperti pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa sebanyak 40.000 batako,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

Selain itu, imbuh Agustinus Jatmiko, batako dari FABO juga digunakan untuk pembangunan Gereja Stasi Santo Yohanes Pemandi – Patisomba Paroki St. Maria Magdalena Nangahure Keuskupan Maumere sebanyak 37.500 batako, bedah rumah di Kabupaten Ende 24.000 batako. “Termasuk pembangunan sekolah Madrasah Ibtidiyah di Talibura, Kabupaten Sikka sebanyak 15.000 batako,” bebernya.

Proses pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi batako

Menurutnya, PLN terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan FABA dari PLTU. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengategorikan FABA menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Tidak hanya FABA, Jatmiko juga menyampaikan rencana pelatihan pembuatan kompor pelet melalui pengolahan sampah untuk siswa SMK.

Bapa Uskup Agung Ende, Mgr Vincentius Potokota menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi untuk upaya PLN melalui inovasi pemanfaatan FABA yang berdampak bagi masyarakat. “Dimulai sejak tahun 2020, pembangunan Paroki St. Donatus Bhoanawa kini telah mencapai progres 47. Dengan rencana bantuan 40.000 Batako dari FABA PLN diharapkan 4.000 umat dapat segera beribadah dengan nyaman di sini,” tutur Uskup Agung Ende.(*)

Sumber berita dan foto (*/Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)

Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

314 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menjadi narasumber dan  menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja (Raker) Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN NTT yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam raker yang mengusung tema “Eksekusi Program Kerja 2021 Berbasis Risiko” yang diikuti oleh seluruh jajaran PLN UIW NTT, pejabat dari PLN Pusat  bersama para mitra PLN tersebut, Wagub Nae Soi juga menitipkan harapan sekaligus keprihatinan terkait pelayanan kelistrikan terhadap masyarakat  agar semakin baik ke depannya.

“Pertama, saya harus angkat topi terhadap PLN NTT. Saat kami dilantik tahun 2018, Rasio Elektrifikasi (RE) kita sebesar 61 persen, terendah dari seluruh Indonesia. Per hari ini, rasio  kita sudah mencapai  87 persen. Ini merupakan kemajuan yang luar biasa. Rasio listrik per desa  sudah mencapai 95,25 persen,” ujar Wagub Nae Soi pada Kamis, 18 Februari 2021.

Ia juga memuji kinerja para karyawan PLN NTT dalam membangun jaringan kelistrikan di NTT yang medannya cukup menantang. Kerja sama dengan Pemerintah daerah dan mitra terkait pun berjalan dengan sangat baik.

“Kerja keras dari teman-teman PLN NTT, harus kami apresiasi. Medan (kondisi wilayah NTT, red) sangat berat. Saya pernah lihat mereka pasang (instalasi) listrik, berargumen dengan orang-orang di jalan dan yang punya tanah. Saya saksikan sendiri mereka lakukan hal ini, tapi mereka tidak tahu saya wakil gubernur. Luar biasa perjuangan mereka,” jelas Wagub Nae Soi.

Ia pun mengungkapkan dari sisi dimensi idealis, regulasi terkait kelistrikan sudah sangat lengkap. NTT juga punya sumber energi listrik yang sangat potensial yakni panas bumi dan matahari. PLN diminta untuk dapat menyelaraskan antara tugas melayani masyarakat dan melakukan terobosan-terobosan agar Perusahaan Negara ini tetap hidup dengan mendapatkan profit atau keuntungan.

“Ada nilai ekonomi dan  nilai sosialnya. Ini dua kepentingan yang luar biasa. Seninya PLN dalam mengelola kelistrikan, ada di sini. Bagaimana di satu pihak harus cari untung dan di pihak lain harus mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat serta memenuhi hak-hak konsumen. PLN berkontribusi untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” ungkap pria asal Ngada tersebut.

Wagub NTT Josef Nae Soi saat mengikuti Raker Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021

Mantan anggota DPR RI tersebut mengungkapkan berbagai permasalahan dan keprihatinan atau dimensi realistis terkait pelayanan kelistrikan yang masih dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, adanya listrik bertujuan mengurangi efek fatal bila tidak adanya listrik atau listrik padam. Terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi, budaya dan keagamaan masyarakat NTT.

“Orang NTT punya toleransi dan interaksi yang sangat tinggi satu sama lain lewat budaya dan adat istiadat. Bisa dari pagi sampai malam dilakukan. Kalau pada malam hari mereka sedang lakukan musyawarah yang luar biasa untuk mencapai keselarasan dan kesepakatan, tiba-tiba listrik padam, semua bisa jadi buyar. Di NTT juga masih ada 158 desa yang belum dialiri listrik, mudah-mudahan dalam satu dua bulan bisa segera diinstalasi. Juga kantor desa dan puskesmas-puskesmas penting dialiri listrik,” terang Wagub Nae Soi.

Ia juga berharap agar PLN melakukan terobosan-terobosan atau dimensi fleksibilitas agar pelayanan kelistrikan di NTT semakin meningkat ke depannya. Tahapan, prioritas serta standar prosedur harus jelas dan masalah-masalah teknis lainnya harus segera diatasi. Sehingga pelayanan terhadap pelanggan makin optimal.

“Saya harapkan tahun 2021, Rasio Elektrifikasi kita bisa lebih dari 95 persen. Diusahakan juga sedemikian rupa supaya listriknya tidak mati hidup. Saya sering WhatsApp (WA) pimpinan PLN NTT, satu minggu sampai 5—6 kali listrik padam. Alasan pohon tumbang, itu alasan klasik apalagi kita sedang menuju era 4.0. Pernah di suatu Kabupaten tahun 2019,  General Manager bilang (listrik sering padam) karena jaringan listriknya lewat pepohonan. Terus saya dekati pemilik dan minta pohonnya ditebang. Namun, setelah pohon dipotong, listrik tetap mati hidup. Saya minta hal ini harus diperhatikan. Ini terjadi di beberapa Kabupaten,” jelas Wagub.

PLN NTT, tandas Nae Soi, dapat memperhatikan pasokan listrik di RSU dan unit pelayanan kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Begitu pun dengan Kantor Desa dan tempat-tempat ibadah. “Di semua RSU, listriknya tidak boleh padam. Bagaimana orang gunakan ventilator, lakukan pemeriksaan PCR dan antigen yang gunakan mesin. Demikian juga Puskesmas dan kantor-kantor Desa, karena pertanggungjawaban Dana Desa saat ini dilakukan secara online. Demikian juga dengan tempat-tempat ibadah,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) NTT, Marten Mulik juga memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN. Aduan pelanggan turun sekitar 80 persen. Waktu tunggu pemasangan listrik semakin pendek. Ketersediaan listrik juga mengalami surplus. “Namun, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan terutama menyangkut frekuensi pemadaman khusus di musim hujan. Sistem pengendalian yang masih belum efektif. Pengawasan terhadap petugas lapangan yang sebagian besar mitra PLN harus ditingkatkan. Pembinaan terhadap konsumen juga harus sering dilakukan,” jelasnya.

General Manager PLN IUW NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan, PLN NTT terus berupaya meningkatkan pelayanan dari hulu ke hilir. Dengan moto, “Melayani NTT dengan Penuh Kasih” PLN NTT juga senantiasa meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan. Memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui CSR (Corporate Social Responsibility).

Tahun 2021, terang Agustinus Jatmiko, PLN akan menuntaskan aliran listrik ke 158 desa di NTT sehingga rasio elektrifikasi desa di NTT mencapai 100 persen. “Tahun ini juga, kami akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 87 persen menjadi 95 persen. Meningkatkan jumlah pelanggan dari 929 ribuan pelanggan menjadi di atas 1 juta. PLN terus melakukan transformasi di era digital ini dengan hadirnya aplikasi New PLN Mobile yang dapat diunduh di android. Di dalamnya terdapat  fitur-fitur tentang berbagai hal seperti rekening listrik, aduan, informasi, kapan petugas datang, dan lain sebagainya,” terangnya.

Pada raker tersebut, PLN NTT memberikan bantuan Alat Penyimpan Daya Listrik (APDAL) dan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) untuk masyarakat Desa Kabanda, Kecamatan Ngadu Ngala, Sumba Timur senilai Rp.1,722 Miliar.(*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)