Arsip Tag: agustinus jatmiko

“Hanya 10 Hari” PLN Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai Seroja

945 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tidak membutuhkan waktu 1 (satu) bulan ataupun prediksi listrik baru menyala pada bulan Mei 2021, pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan jaringan listrik dan telekomunikasi di 14 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 4—5 April 2021.

Perjuangan PLN selama 10 (sepuluh) hari melistriki dan menjadikan NTT sebagai Nusa Terindah Terang kembali, terbukti berhasil berkat kerja kolaborasi dan sinergisitas antara PLN, Pemda/Pemprov NTT, TNI,/Polri, dan masyarakat, juga berkat dukungan 723 personil PLN yang mana 163 personil berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Bali, Maluku, Palu, dan Papua Barat.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/06/listrik-pln-di-kota-kupang-padam-pemulihan-menyeluruh-1-bulan/

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko usai sesi konferensi pers bersama Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda pada Senin, 19 April 2021, secara virtual pasca-pemulihan jaringan listrik di daratan Timor usai dibangunnya menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang; menyampaikan bahwa akibat patahnya tower tersebut mengakibatkan 4 (empat) kabupaten (Kupang, TTS, TTU, dan Belu, red) listrik padam dan gelap gulita.

“Meskipun sebagian kecil di Kabupaten Kupang, kami fungsikan jalur dari tegangan menengah jaringan 20 KV, namun sebagian besar listrik padam,” ungkapnya di hadapan Plt. Kepala BPBD Provinsi NTT Isyak Nuka; Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu, dan perwakilan Korem 161/Wirasakti.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media

PLN, imbuh Jatmiko, sudah sering memulihkan jaringan listrik pasca-badai dan sering mengalami kejadian tower roboh. “Dan pembangunan tower emergency sering kami lakukan dan biasanya cukup lama, bisa hingga 1 (satu) bulan. Tetapi di NTT, di awal dengan pengalaman seperti itu, saya melihat kondisi listrik padam bisa cepat dipulihkan dan bagaimana caranya,” ungkapnya.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/04/18/listrik-daratan-timor-nyala-lagi-pln-berhasil-bangun-tower-emergency/

Kunci memulihkan listrik di NTT, urai Jatmiko, harus kerja bersama dan terbukti. “Saya menghadap ke Danrem 161/Wirasakti, Pemda, dan melibatkan masyarakat. Kuncinya harus bersama,” ucap General Manager PLN UIW NTT sembari menyampaikan mewakili PLN UIW NTT menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder.

Selanjutnya, tandas Jatmiko, untuk menormalkan listrik di Pulau Timor dalam waktu dekat. “Kemudian untuk pulau lain di Sabu, Rote, Lembata, Alor, dan Adonara, sementara berproses menyelesaikan tugas hingga tuntas pagi, siang, dan malam, meski puasa teman-teman (personil PLN, red) tetap menjalankan tugas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers (H+1 Badai Seroja) pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Cabang Kupang menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama listrik di Kota Kupang. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi di Kota Kupang,” terangnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh PLN UIW NTT

Listrik Daratan Timor Nyala Lagi, PLN Berhasil Bangun ‘Tower Emergency’

1.195 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil membangun menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Puji syukur, PLN telah berhasil mendirikan 1 unit tower emergency setinggi 61 meter atau sebanyak 21 kolom lebih cepat dari target di awal,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko sembari menjelaskan, pembangunan menara darurat awalnya ditarget rampung selama 1 bulan, namun dapat selesaikan dalam waktu 10 hari. Saat ini, PLN tengah melakukan tahapan pengujian pembebanan untuk memastikan keandalan dan keamanannya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/02/25/cegah-padam-listrik-daratan-timor-pln-sigap-pemeliharaan-di-cuaca-ekstrem/

Jatmiko mengungkapkan, keberhasilan pengoperasian menara darurat tersebut berkat sinergisitas personel PLN, TNI dan juga masyarakat. “Dengan ketangguhan dan kompetensi teknis yang sangat baik, kendala dan tantangan yang ada bisa diatasi dengan berdirinya menara darurat. Hal ini juga berkat dukungan dari 77 personel gabungan PLN Grup, 30 personel TNI Korem/161 Wirasakti dan warga setempat bahu membahu membantu kami untuk pembersihan jalur transmisi,” urainya.

Sinergi PLN bersama TNI mempercepat pembangunan Tower Emergency setinggi 61 meter di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Semula direncanakan selesai 1 bulan, namun dapat dibangun hanya dalam 10 hari dengan kerja tanpa kenal lelah demi NTT terang lagi.

Letnan Dua Infanteri Arif Setyo Budi dari Batalyon Infanteri 743/PSY Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana menyatakan sinergisitas tersebut merupakan komitmen TNI dalam mengamankan objek vital negara. “Kami bersama masyarakat dalam mendirikan penggantian menara darurat sehingga dapat normal kembali dan progres yang sudah direncanakan oleh PLN juga berjalan dengan lancar bahkan lebih cepat dan ini bukti komitmen kami dari TNI juga mengamankan object vital,” ucap Arif.

Warga Desa Tunfeu, Alexander Lopo (26) mengungkapkan alasannya turut membantu pendirian tiang darurat. “Dari awal kami di sini melihat hujan deras dan memang longsor yang mengakibatkan miringnya tower dan roboh. Jadi, kami secepatnya membantu PLN agar listrik dapat menyala kembali. Kami membantu membuka jalan karena longsor, jalan masuk ke tower susah setengah mati. Kami berniat membantu PLN karena kami lihat PLN sudah bekerja keras untuk masyarakat dan tidak pernah putus asa untuk mendirikan tower kembali,” ungkap Alex.

Saat ini, pihak PLN terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang kena dampak badai siklon seroja di NTT. Tercatat hingga Minggu, 18 April 2021 pukul 12.00 WITA di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 2.442 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 395.634 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile.

Dengan beroperasinya menara darurat ini, maka sebanyak 169.480 pelanggan PLN di 4 (empat) kabupaten di Pulau Timor yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu berpotensi segera menikmati listrik lagi. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

98 Desa Terisolasi di Pulau Adonara Nikmati Listrik PLN Lagi Pasca-Badai Seroja

167 Views

Flores Timur, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan 92% jaringan listrik di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan wilayah paling terdampak pasca-Badai Siklon Seroja pada Senin, 5 April 2021. Kini, sebanyak 116 dari 125 gardu distribusi telah berhasil dipulihkan dan 24.352 pelanggan dapat menikmati listrik lagi.

Untuk memperbaiki listrik di Adonara, PLN harus menembus akses yang sebelumnya tertutup longsor di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado, Adonara.

“Tim PLN harus melewati akses jalan yang ekstrem dan rusak berupa tanah berlumpur serta rawan longsor akibat banjir bandang dan tanah longsor. Sebanyak 71 Personil telah melakukan pemulihan. Saat ini dari 26.274 pelanggan yang terdampak di Adonara, sebanyak 24.352 pelanggan telah menyala kembali,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko.

Tim PLN saat mengangkut material kelistrikan melalui jembatan darurat

Ia pun menjabarkan, dari 105 Desa di Pulau Adonara yang terdampak, 98 Desa telah dipulihkan dan listriknya sudah kembali menyala. “Untuk memulihkan kelistrikan di Desa Oyang Barang Kecamatan Wotan Ulumado, PLN harus mengangkut material kelistrikan menggunakan motor trail dan mobil berpenggerak 4 roda (4 wheel drive, red) yang ditempuh dengan memutari Pulau Adonara selama lebih kurang 2 jam. Di beberapa titik pun material harus dipanggul atau diangkat secara manual oleh petugas,” jelas Jatmiko.

Saat ini, pihaknya terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang terdampak badai siklon seroja di NTT. Tercatat hingga Selasa, 13 April 2021 pukul 12.00 WITA di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 2.006 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 333.692 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Humas PLN)

Editor (+roni banase)

PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

46 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memulihkan pelayanan listrik di rumah sakit pasca-badai yang menimpa Kota Kupang. “Hal ini merupakan prestasi yang luar biasa dari PLN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami doakan PLN semakin maju dan berkembang bersama masyarakat NTT,” ungkap dr. Lily sapaan akrabnya.

Senada, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengungkapkan bahwa prioritas utama pemulihan kelistrikan yakni fasilitas umum. “Rumah sakit memang menjadi prioritas kami dalam melakukan pemulihan kelistrikan. Ini menjadi titik vital, khususnya untuk memberikan perawatan kepada korban, ditambah lagi kondisi yang masih pandemi,” ucap Jatmiko.

PLN telah berhasil menyalakan listrik fasilitas umum seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, RSUD W Z Yohanes, Rumah Sakit Siloam, Telkom Plaza, Telkomsel Grapari, Hotel Aston, Bank Indonesia, Lippo Plaza, Bank NTT, Polda NTT, Ramayana, Bandara El Tari, AURI, Kajati NTT, BPBD NTT dan lain-lain.

General Manager PLN UIW NTT, Agustus Jatmiko dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memantau langsung pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang pasca-badai Siklon Tropis Seroja

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 560 personil. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Sulawesi, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Hingga Kamis, 9 April 2021 pukul 08.00 WITA, PLN berhasil mengoperasikan 1.398 unit gardu sehingga lebih dari 221.761 pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

Tidak hanya fokus pada pemulihan listrik, PLN Peduli juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp.185 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk sembako, dapur umum dan lain-lain.

PLN terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan listrik. Selanjutnya, masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Public Relations PLN)

Editor (+roni banase)

Totalitas Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai, PLN Didukung Penuh TNI Polri

192 Views

1.115 gardu berhasil dioperasikan dan 168.082 pelanggan menikmati listrik

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bersinergi dengan TNI dan Polri, PLN terus berupaya memulihkan kelistrikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-Badai Siklon Seroja. Dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,  sebanyak 1.115 unit gardu berhasil dioperasikan kembali dan sebanyak 168.082 pelanggan kembali menikmati listrik pada Rabu, 7 April 2021.

“Kami telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu recovery jalur-jalur kelistrikan di pangkalan bandara El Tari dengan menerjunkan sebanyak 20 personel,” ungkap Kasisen Lanud El Tari, Kapten Fredhiantoro seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesigapan PLN dalam mengamankan pasokan listrik dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

Tim teknis PLN saat memulihkan aliran listrik di jalur utama Rumah Sakit Siloam Kota Kupang

Sementara itu, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Ama Kliment juga mendukung langkah sigap PLN. “Melalui rapat terbatas tadi, sudah disampaikan oleh pihak PLN dan memang kondisi banyak pohon tumbang, oleh karena itu, kami akan kawal dan membantu menurunkan anggota untuk membantu PLN dalam melokalisi pohon-pohon tumbang, agar PLN fokus memperbaiki jaringan listrik dan besar harapan kami secepatnya progres kelistrikan menyala karena itu menjadi secercah harapan buat masyarakat akan pentingnya kehadiran listrik,” urainya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan, sebanyak 442 personelnya terus sigap memulihkan gangguan kelistrikan di NTT. “Di samping pemulihan, PLN juga terus berkoordinasi dengan stakeholder bersama Wakapolda NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem, Wali Kota, dan stakeholder lainnya terkait perkembangan pemulihan kelistrikan,” ucap Jatmiko.

Hingga Rabu, 7 April 2021 pukul 18.00 WITA, terdapat 1.115. unit gardu dan 168.082 pelanggan telah dinyalakan kembali oleh PLN setelah dipastikan aman dan tidak berpotensi mengancam keselamatan warga.

PLN pun terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan dan bersabar untuk pemulihan kelistrikan. Selanjutnya masyarakat bisa menghubungi melalui call center PLN 123 atau melalui aplikasi New PLN Mobile. (*)

Sumber berita dan foto (*/PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik PLN di Kota Kupang Padam, Pemulihan Menyeluruh 1 Bulan

1.173 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 08.00 WITA, banyak tiang roboh dan kabel listrik putus ditindih pohon-pohon besar, mengakibatkan jaringan listrik PLN mati total.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/05/pasca-badai-siklon-tropis-seroja-kota-kupang-lumpuh/

PLN UIW NTT pun sigap dan bergerak cepat menormalkan aliran listrik pada Senin malam, 5 April 2021, sehingga 3 (tiga) jalur yakni di Tuak Daun Merah (TDM), Kompleks Perumahan Artha Graha, sebagian Oebufu hingga jalur utama di Lippo Mall.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Oebobo menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama di Penfui, Oepura, dan Wali Kota. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi,” terangnya.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers terkait proses pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang

Selain itu, imbuh Jatmiko, jumlah personil yang ada saat ini telah disebar di 11 lokasi. “Kami juga akan dibantu oleh tim PLN dari Mataram, Sulawesi, dan Maluku. Besok (Rabu, 7 April 2021) bakal tiba di Kota Kupang sehingga lokasi yang terdampak dapat segera diselesaikan seperti jalur dari Bolok ke Tenau, Tenau ke Osmok, PT. Semen, dan Tenau ke Kota dapat segera diperbaiki,” ungkapnya.

Lanjut Jatmiko, “Demikian juga suplai dari gardu induk Maulafa yang menyuplai listrik ke Bandara El Tari, Kantor Gubernur NTT, dan rumah sakit sedang dinormalkan oleh petugas PLN,” ucapnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik di Kota Kupang oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

PLN Tetap Siaga dalam Cuaca Ekstrem dan Masyarakat Perlu Waspada

134 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat saat musim hujan, termasuk masalah kelistrikan. PLN Unit Induk Wilayah NTT sigap membenahi jaringan listrik yang roboh akibat hujan badai yang berlangsung sejak tanggal 3—4 April 2021. Masyarakat pun harus meningkatkan kewaspadaan saat banjir meskipun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memadamkan listrik, jika rumah warga atau gardu distribusi dan gardu induk terendam banjir.

Bukan hanya banjir saja, namun angin yang menyebabkan banyak pohon tumbang bisa menyebabkan jaringan kabel PLN putus. Demikan disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyikapi cuaca ekstrem akibat siklon tropis di Provinsi NTT.

Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat ketika banjir, urai Agustinus Jatmiko, yaitu menghindari bahaya tersengat aliran listrik, dengan mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter. “Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman,” bebernya.

Lebih lanjut, jika banjir terjadi sementara listrik belum dipadamkan PLN, masyarakat diminta untuk segera melaporkan pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile atau melalui nomor telepon 123. Usai banjir surut, pastikan seluruh alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering.

“Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik,” imbuh Agus Jatmiko sembari mengimbau, apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik.

Arus Listrik Bocor

Menurut Jatmiko, masyarakat perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boot yang kedap air apabila melewati genangan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan termasuk arus listrik bocor. “Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin,” ulasnya.

Selain itu, itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor. Masyarakat dapat melaporkan ke PLN jika menjumpai listrik dan kabel listrik yang membahayakan.

Selanjutnya, kenali dulu kabel dan tiangnya. Kalo kabel PLN itu terpilin dan biasanya terpasang paling atas. Jika yang dimaksud kabel melingkar-lingkar sudah dipastikan itu bukan kabel PLN karena secara teknis hal itu tidak diperkenankan untuk penyaluran listrik, itu kabel utilitas lain.

“Semoga Cuaca segera membaik, mohon maaf karena tak nyaman dan apabila ada gangguan, PLN akan segera pulihkan. Mohon doa untuk para petugas dan tetap di rumah.” tandas Jatmiko.

Dihimpun dari informasi resmi PT PLN, berikut rangkuman mengamankan listrik saat musim hujan yakni :

  1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah
  2. Cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak
  3. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi
  4. Bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi contact center PLN 123 /pengaduan lewat aplikasi PLN Mobile
  5. Hubungi instansi terkait penanggulangan bahaya banjir.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)

PLN Gandeng Brimob Helat Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror

104 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menghelat Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror bersama Detasemen Gegana Satbrimobda NTT. Kegiatan ini meliputi penanggulangan tindak kriminal, ancaman bom, dan ancaman terorisme yang dilakukan di kantor PLN (Persero) UIW NTT.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menyatakan PLN sebagai badan usaha negara yang wajib mengamankan aset negara. Arahan dari Direktur Utama PLN, PLN harus bisa memastikan aset-aset PLN aman dalam menyambut Hari Raya Paskah serta memasuki Bulan Ramadan.

“Simulasi ini penting dan harus terus ditingkatkan sebagai ajang pelatihan untuk menguji, mengevaluasi dan mengetahui atau memahami kondisi darurat dan gangguan. Sehingga PLN mampu melakukan mitigasi pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu-waktu,” ujar Agustinus Jatmiko pada Rabu, 31 Maret 2021.

Detasemen Gegana Satbrimobda NTT saat bersiap melakukan Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror

Beberapa simulasi yang dilaksanakan berupa latihan tanggap darurat kriminal, terorisme dan ancaman bom yang melibatkan 27 personil Gegana dengan karyawan dan satuan pengaman PLN yang tergabung dalam latihan bersama dalam Penanganan Aksi Teror sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 77 tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Pelindungan terhadap Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Petugas Pemasyarakatan.

Dalam pemaparan, dijelaskan tentang materi-materi dasar JIBOM (menjinakkan bom), KBR (kimia, biologi, dan radio aktif) dan WANTEROR ( lawan teror)  kepada staf dan sekuriti PT PLN dan karyawan sebelum melakukan praktik dan ini adalah teknik awal yang perlu diketahui apabila ditemukan adanya teror bom/teroris baik di dalam kantor milik PLN, atau di luar kantor dan seluruh aset – aset milik PT PLN, agar bisa diambil tindakan atau langkah – langkah antipasi.

Saat peragaan berawal dari ancaman teror melalui telepon, kemudian petugas satuan pengamanan sigap menginformasikan semua pegawai untuk melakukan evakuasi dan memberikan informasi kepada Biro K3L di kantor PLN UIW NTT sebagai laporan bahwa terdapat ancaman di kantor PLN. Selanjutnya, PLN memberi tahu polisi terdekat, hingga Tim Gegana diturunkan dan melakukan evakuasi benda yang dicurigai bom dan berhasil dievakuasi ke depan kantor PLN untuk dilakukan pemusnahan dan kondisi aman.

”Harapannya, Semoga dengan adanya simulasi ini akan menguji, mengevaluasi dan mengetahui atau memahami kondisi darurat dan gangguan, sehingga PLN mampu melakukan pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu – waktu dalam menanggapi aksi teror. Terima kasih Brimob atas sinerginya,” tandas Jatmiko.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)