Arsip Tag: 23 Juli Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional & Visi Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045

58 Views

Oleh Misran Lubis

Medan-Sumatera Utara, Garda Indonesia | Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019—2024, Ir. Joko Widodo dan K.H Ma’ruf Amin, telah menyampaikan konsep pembangunan Indonesia lima tahun kedepan, yang disebut VISI INDONESIA; Dihadapan ratusan ribu undangan bertempat di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, pada Minggu malam, tanggal 14 Juli 2019.

Presiden terpilih Ir.Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan 5 (lima) pilar Visi Indonesia; 1) Pembangunan infrastruktur, 2) Prioritas Pembangunan SDM sejak dalam Kandungan, 3) Permudah Investasi untuk lapangan kerja, 4) Reformasi Birokrasi, dan 5) APBN harus tepat sasaran.

Berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak, Presiden Jokowi menempatkannya pada pilar kedua Visi Indonesia, “kita akan menggeser yaitu pada pembangunan sumber daya manusia. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan.

Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita disitu!”. Masih dalam konteks pembangunan SDM, prioritas juga diberikan untuk pendidikan vokasi (ketrampilan) dan Lembaga-lembaga manajemen Talenta.

Semangat pembangunan SDM diletakkan pada prioritas pemenuhan mendasar hak anak. Jika dikaitkan dengan tema Hari Anak Nasional (HAN) 2019 “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak” hal ini memberikan pesan kuat lingkungan keluarga dan lingkungan sosial adalah pondasi bagi tercapainya Sumber Daya Manusia Indonesia yang mumpuni, sehat, religi dan berkarakter.

Sebuah pesan optimisme mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045, namun sekaligus mengingatkan kita akan situasi anak-anak hari ini yang masih menghadapi kompleksitas masalah di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya. Karena faktanya kekerasan dalam rumah tangga masih sangat tinggi, pernikahan usia anak dan kemiskinan sebagai akar persoalan utama kurang terpenuhinya hak-hak dan perlindungan anak.

Sangat diperlukan sebuah lompatan besar yang inovatif untuk pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak. Perubahan paradigma harus terjadi di birokrasi hingga level terbawah, dan secara umum perubahan paradigma juga harus di terjadi di komunitas masyarakat dan keluarga.

Anak-anak bukanlah objek dari kebijakan, bukan objek dari kehendak dan pikiran orang dewasa, namun anak-anak membutuhkan ruang berpikir, berpendapat, dan memilih yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya. Perlu menciptakan ruang dialog, diskusi, dan komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak-anak.

Tantangan yang mereka hadapi hari ini begitu kompleks dan global, maka diperlukan model dan pendekatan-pendekatan kekininan bagi anak-anak milenial.

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 JULI 2019, DIRAGAHAYU ANAK INDONESIA.

Penulis (*/Misran Lubis—Direktur Eksekutif KONSIL LSM Indonesia, Telepon 0812 606 4126)

Editor (+rony banase)

Anak “GENIUS” Siap Meriahkan Hari Anak Nasional 23 Juli 2018

72 Views

Jakarta,gardaindonesia.id – Dalam upaya menjamin pemenuhan hak anak, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi sesuai harkat dan martabat serta hak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, Pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Untuk itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) akan menyelenggarakan Peringatan HAN 2018 yang mengangkat tema “Anak Indonesia, Anak GENIUS (Gesit-Empati-Berani-Unggul-Sehat)“.

“Melalui tema yang diangkat kali ini, saya berharap anak Indonesia dapat menjadi anak yang sehat, berbahagia dan aman. Selain itu sejalan dengan akan diadakannya ASIAN GAMES, anak juga dapat berolahraga, beraktivitas di luar ruangan, belajar sportifitas sehingga dapat terhindar dari pengaruh lingkungan yang negatif,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Konferensi Pers terkait Peringatan HAN, Senin/16 Juli 2018.

Puncak Peringatan HAN 2018, akan dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur dan akan dihadiri oleh 500 orang dewasa dan 3000 anak yang terdiri dari anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah, anak-anak dari Panti Asuhan serta perwakilan anak-anak dari Forum Anak Nasional (FAN) dan anak-anak penyandang disabilitas.

“Peringatan HAN Tahun 2018 akan berbeda dari tahun sebelumnya, anak-anak akan benar-benar menjadi pelaku utama tidak hanya sekedar menjadi peserta dalam acara puncak HAN. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo direncanakan akan menghadiri puncak acara tersebut, sekaligus akan mewawancarai 5 perwakilan anak GENIUS yang berprestasi di bidang masing-masing,” ujar Menteri Yohana.

Menteri Yohana juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian Peringatan HAN, Kemen PPPA akan menyelenggarakan Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 yang mengangkat tema “Bakti Anak Kepada Negeri Menjadi Inspirasi Bagi Negeri Untuk Pelopor dan Pelapor Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak”.

Pertemuan ini akan dihadiri 514 wakil Forum Anak dari seluruh Provinsi di Indonesia, yang diharapkan dapat menginspirasi agar anak Indonesia merasa bangga dan termotivasi untuk menjadi inspirator perubahan, serta mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Selain itu akan ada pemberian penghargaan bagi Forum Anak Daerah (FAD) yang berprestasi dan berpartisipasi aktif di lingkungannya, dengan menjadi pelapor dan pelopor dalam pemenuhan hak anak dan pelaksanaan kewajiban anak melalui FAD yang tersebar di seluruh Provinsi.

“Semoga dengan peringatan Hari Anak Nasional ini tujuan kita untuk meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak bagi anak Indonesia dapat segera terwujud, karena Anak Indonesia adalah anak kita semua,” tutup Menteri Yohana. (*/PM PPPA)