Arsip Tag: Bahaya Narkoba

Kementerian Desa Fasilitasi Desa Bersih Narkoba di Provinsi NTT

218 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sepuluh Provinsi di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur dijadikan Kementerian Desa sebagai daerah yang difasilitasi untuk pembentukan Desa Bebas Narkoba atau Desa Bersinar.

Sepuluh desa yang difasilitasi antara lain Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Bali, Ambon, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Perlindungan Sosial Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sri Wahyuni kepada Garda Indonesia disela-sela kegiatan Fasilitasi Desa Bersih Narkoba yang diikuti oleh para kepala desa dan instansi terkait pada Jumat, 4 Oktober 2019 di Ballroom Hotel Aston Kupang.

Kegiatan Fasilitasi Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) merupakan tindak lanjut MoU antara Menteri Desa dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2015 dan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) dan Deputi Pencegahan BNN

Kepala Sub Direktorat Perlindungan Sosial Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sri Wahyuni

“Dari tindak lanjut PKB tersebut kami memandang perlu menyusun panduan Desa Bersih Narkoba. Dari panduan yang telah tersusun tersebut kami lakukan fasilitasi di 10 (sepuluh) provinsi,” jelas Sri Wahyuni.

Lanjut Sri, “Kabupaten yang kami undang merupakan kabupaten yang terdekat dengan provinsi makanya kami mengundang para kepala desa dari Kabupaten Kupang. Namun bukan berarti Kabupaten Kupang banyak kasus narkotika”.

Menurut Sri, harapannya fasilitasi Desa Bersinar dapat dicapai pembentukan fasilitator di masyarakat. Menyangkut asal fasilitator bisa berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masyarakat, organisasi kelembagaan (lembaga adat, lembaga agama), dan Tim Penggerak PKK.

“Kita mencoba menyampaikan di forum tentang bagaimana masyarakat memahami tentang bahaya narkoba dan berharap mereka punya kepedulian dan kesadaran bahwa perlu dilakukan pencegahan,” imbuhnya.

Kedepan, para Kepala Desa diharapkan dapat menyampaikan bentuk penyadaran dan imbauan berupa bahaya penyalahgunaan narkoba di masing-masing desa.

Mengenai penggunaan anggaran Dana Desa untuk sosialisasi Desa Bersinar, tambah Sri, harus melalui mekanisme Musyawarah Desa (MusDes) dan sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendesa) No 11 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam No 12 Tahun 2019 pasal 2 ayat 7.

Penulis dan editor (+rony banase)

UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua & BNNP NTT Edukasi Bahaya Narkoba

262 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Akhir-akhir ini penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin marak. Pengedaran narkoba pun sangat beragam caranya sehingga banyak orang secara tidak sadar terjerumus dalam penyalahgunaan maupun tergolong pengedar.

Hal tersebut perlu diantisipasi sejak dini, seperti yang dilakukan oleh UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua, kepada 48 orang katekumen yang dibekali dengan pemahaman tentang narkotika dan bahaya penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan belajar di alam terbuka yang merupakan program khusus UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua, dilaksanakan di Pantai Lasiana, pada Minggu 22 September 2019. Hadir sebagai pemateri, Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga Djara didampingi Duta Anti Narkotika NTT 2019, Ivana Ndun.

Dalam penyampaian materinya, Markus menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba akan berdampak pada kecanduan atau ketergantungan. Dampak dari ketergantungan tersebut adalah gangguan fisik, psikis dan juga sosial. “Jika sekali memakai maka akan ketagihan untuk terus mengonsumsi. Itu bisa berakibat fatal,” jelasnya.

Orang yang menggunakan narkoba, lanjut Markus biasanya sulit tidur, gangguan pada kulit, gangguan kesadaran dan mudah berhalusinasi. “Orang yang kecanduan narkoba biasanya halusinasi tinggi, liat perempuan yang lanjut usia sama seperti nona cantik,” kelakar Markus.

Gangguan lainnya, pecandu narkoba mudah menyakiti diri sendiri dan juga lamban dalam bekerja. Markus menegaskan bahwa pengguna narkoba biasanya mudah gelisah, hilang kepercayaan diri, apatis dan sering curiga.

“Dia (pecandu narkoba, red) akan mengalami gangguan mental dan anti sosial. Dia akan melakukan tindakan-tindakan brutal,” jelasnya.

Peserta Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua tolak bahaya penyalahgunaan narkoba

Pada Kesempatan yang sama, Ivana Ndun mengajak para anggota katekumen untuk memaksimalkan potensi diri yang sudah dikaruniakan oleh Sang Pencipta.

Ivana membagikan beberapa hal penting melalui permainan mengenal diri sendiri dengan menuliskan hal dan sikap positif dari setiap huruf pada nama panggilan.

Dalam penjelasannya, Ivana menanyakan kepada semua yang hadir terkait maksud dari permainan tersebut. Ivana mencoba menjajal pemahaman para anggota katekumen.

Dirinya lalu menjelaskan bahwa dalam kehidupan manusia, perbuatan baik dan buruk itu bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan. Namun yang perlu dikembangkan adalah hal-hal positif.

“Kita harus mengembangkan sikap positif dan juga hal positif dalam duri agar mampu menangkal setiap hal buruk yang bisa saja terjadi dalam hidup kita,” jelas Ivana.

Diakhir penjelasannya, Ivana menegaskan pentingnya mengembangkan potensi diri. Dirinya menjelaskan bahwa setiap orang telah dibekali dengan potensi yang berbeda-beda, jika dikembangkan dengan baik maka hal itu akan menjadi prestasi yang membanggakan pribadi, keluarga dan tentunya mengangkat nama daerah.

“Mari kita kembangkan talenta yang sudah Tuhan berikan untuk turut serta dalam memajukan Indonesia khususnya NTT tanpa narkoba,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua, Madelina Saununu Makandolu, menyampaikan bahwa tujuan diadakan kegiatan belajar di alam terbuka agar para anggota katekumen tidak hanya monoton belajar tentang Alkitab, tetapi juga bisa belajar menikmati dan menghargai Ciptaan Tuhan, serta mampu memahami hal-hal buruk yang bisa merusak masa depan dan mampu mengantisipasinya.

“Narkoba itu sangat berbahaya dan saat ini darurat di Indonesia, sehingga kita harus membekali mereka (anggota katekumen, red) dengan pemahaman tentang apa itu narkoba dan bahaya penyalahgunaannya sehingga tidak mudah terjerumus,” jelas Madelina.

Dalam program belajar di alam terbuka, jelas Madelina ada juga permainan (games) Alkitab yang dilakukan di luar ruang agar belajar memahami Alkitab juga bisa menghargai dan merawat ciptaan Yang Maha Kuasa.

Selain program tersebut, program lainnya yang juga dilakukan oleh anggota katekumen di Jemaat Kaisarea setiap tahunnya adalah kegiatan implementasi kasih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan kunjungan ke panti asuhan.

“Mereka sudah belajar tentang kasih di dalam album Alkitab, maka mereka dituntut untuk mampu mengimplementasikan hal itu, bukan hanya sekadar memahami saja,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan di lapas berupa Ibadah bersama, berbagi (sharing) bersama terkait pengalaman hidup juga memberikan bantuan-bantuan seperti perlengkapan mandi bagi anak-anak yang berada di Lapas.

“Di panti asuhan juga sama seperti di lapas, mereka beribadah bersama, bercerita, berbagi pengalaman bersama,” pungkas Madelina. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Masalah HIV/Aids & Narkoba Jadi Atensi Tim Penggerak PKK Kota Kupang

163 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Masalah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kehamilan anak dan remaja diluar nikah, kasus perkosaan, kekerasan terhadap anak dan remaja, dan masalah HIV/Aids akibat lemahnya kontrol diri dan keluarga, saat ini marak terjadi di Kota Kupang.

Khusus masalah HIV/Aids, data menunjukkan sejak April 2007 hingga April 2019, penderita HIV di Kota Kupang berjumlah 971 orang sedangkan penderita Aids berjumlah 409 orang. Sehingga menjadi tantangan dan atensi (perhatian) dari Tim Penggerak PKK Kota Kupang karena tren kasus terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menyadari kondisi tersebut maka Tim Penggerak PKK Kota Kupang melalui Program Kerja pokja I tahun 2019 menginisiasi dan melaksanakan sosialisasi HIV/Aids dan narkoba pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 08:30 WITA—selesai di Aula Rujab Wali Kota Kupang.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Lino Do Pareira saat meminta salah satu pelajar untuk menyampaikan penolakan terhadap narkoba dalam Bahasa Melayu Kupang

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man ini, menghadirkan 2 (dua) narasumber yakni Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang, Lino Do Pareira dan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, Drs.Marselinus Mbay, M.Si. diperuntukkan bagi para pelajar se-Kota Kupang dimulai dari tingkat SD dab SMP, Guru, Orang Tua dan anggota TP PKK kecamatan dan kelurahan termasuk forum anak.

Ketua panitia kegiatan, Dra.Hj.Balkis Soraya Tanof, M.Hum. mengatakan sosialisasi ditujukan bagi masyarakat Kota Kupang terutama pelajar agar dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku dimulai dari keluarga untuk upaya pencegahan HIV/Aids dan penyalahgunaan narkoba terhadap perilaku anak melalui pola asuh keluarga.

“Salah satu faktor penyebab kerentanan seseorang terinfeksi HIV dan Aids berkaitan dengan perilaku seks bebas,” ujar Balkis Soraya dalam laporannya.

Ketua panitia kegiatan, Dra.Hj.Balkis Soraya Tanof, M.Hum.

Menurut Dosen Sosiolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini, keterbatasan informasi akan berdampak pada perilaku seks bebas. Hal inilah, sebut Balkis Soraya, yang membuat banyak orang terjerumus dan teridentifikasi dan terinfeksi HIV dan Aids.

“Faktor lain, karena mudahnya masyarakat termasuk para pelajar dalam mengakses layanan pornografi yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku seks,” ungkap Sosiolog yang sering diminta sebagai juri dalam perhelatan pemilihan puteri yang dihelat oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang.

Dirinya juga menyampaikan bahwa minimnya pendidikan seks dalam keluarga yang dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan dan belum terakomodirnya pendidikan seks dalam kurikulum pendidikan pada institusi pendidikan sehingga salah satu menjadi faktor pendorong meningkatnya jumlah kasus HIV/Aids.

Lanjutnya, di sisi lain persoalan narkoba juga menjadi ancaman bagi remaja karena keterbatasan informasi dan minimnya pemahaman akan dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

“Tim Penggerak PKK Kota Kupang sebagai mitra Pemerintah Kota Kupang melalui gerakan masyarakat dari golongan masyarakat paling bawah seharusnya berpartisipasi aktif untuk mewujudkan program inovasi dari pemerintah yakni ‘Kupang Sehat dan Cerdas’ yaitu masyarakat yang sehat jasmani dan rohani dan cerdas secara intelektual untuk ketahanan keluarga dan pembangunan karakter anak sebagai generasi muda yang bebas dari HIV/Aids dan Narkoba,” tandas Balkis Soraya.

Penulis dan editor (+rony banase)

BNNP NTT & Komunitas Zumba Aerotech Edukasi Bahaya Narkoba

71 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Cara unik dan kreatif dilakukan oleh Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng Komunitas Zumba Aerotech memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang, Sabtu/12/1/2019 pukul 06.00—09.00 WITA.

Cara unik dilaksanakan dengan melakukan zumba bersama dengan para penikmat arena car free day menggunakan mobil edukasi BNN; tak hanya zumba, edukasi berupa pembagian selebaran dan seruan ‘Stop Narkoba’ juga dikumandangkan sepanjang kegiatan.

Suasana Zumba bersama para penikmat Car free day

Dipandu oleh ZIN Itha, komunitas Senam zumba yang mempunyai Motto “Sehat Melalui Senam Zumba bukan dengan Narkoba” ini menggelorakan semangat berolahraga terutama zumba dikalangan penikmat car free day.

“Terima Kasih kami kepada Kepala BNNP NTT Brigjend. Pol. Teguh Iman Wahyudi.SH.MM., yang merespon dengan cepat permintaan Komunitas Senam zumba akan mobil panggung untuk berkampanye Stop Narkoba di arena CFD melalui olah raga / senam zumba bersama”, ujar ZIN Itha.

Kepala Seksi Pencegahan BNNP NTT, Markus Raga berharap kehadiran Mobil Edukasi (Panggung) BNN di arena CFD akan selalu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.

“Semoga semakin banyak masyarakat yang paham akan bahaya narkoba dan semakin tahu akan keberadaan BNN, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum tahu kehadiran institusi BNN di Provinsi NTT. BNN juga memberikan secara gratis memakai mobil panggung BNN dan tes narkoba di kantor BNN tanpa biaya, cukup beli alat tes di apotik; jika ada keluarga yang mau direhabilitasi juga gratis karena ditanggung oleh negara”, ungkap Markus Raga.

Partisipasi salah satu pengunjung arena Car Free Day

Tambah Markus, Harapan kami dari BNN, semoga bisa semakin menyadarkan masyarakat dan pemerintah agar selalu mensosialisasikan bahaya narkoba di mana saja walau dengan cara yang sangat sederhana tapi bisa dipahami.

Kampanye stop narkoba dan senam zumba diikuti oleh sekitar 350 orang; Turut hadir Kepala BNN Kota Kupang. (*)

Sumber berita (*/humas BNNP NTT)
Editor (+rony banase)